Jakarta - Banyak pemilik
kendaraan yang justru mengkhawatirkan jika terjadi sesuatu terhadap kendaraannya tanpa peduli dengan
asuransi pribadi buat pengemudinya. Padahal pengemudi yang tiba-tiba diserang penyakin kritis juga bisa jadi penyebab
kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Padahal kalau sudah terjadi, biasanya yang ditunjuk jadi kambing hitamnya adalah komponen di kendaraan yang mengalami malfungsi.
Pentingnya untuk memperhatikan perlindungan kesehatan buat pengemudi ini juga tak kalah pentingnya. Apalagi di tengah risiko penyakit kritis yang terus mengancam, bisa jadi penyebab tingginya angka kecelakan di jalan raya. Dengan meningkatnya biaya pengobatan, memiliki
asuransi menjadi kebutuhan krusial demi menjaga kestabilan keuangan dan kesejahteraan Anda.
Menurut Founder Safety Driving Course Indonesia (
SDCI), Sony Susmana yang juga jadi instruktur utama, menegaskan bahwa pengemudi kendaraan juga wajib mengenali penyakit kritis yang sedang Ia rasakan. Mengingat efeknya adalah keselamatan berkendara di jalan raya. "Jadi harus tetap memperhatikan segala aspek sebelum berkendara. Jika tidak memungkinkan atau bisa membahayakan pengendara lain di jalan raya, sebaiknya menunda perjalanan atau cari driver pengganti," ujar Sony.
Apa Saja Penyakit Kritis Membahayakan Pengemudi?
Penyakit kritis adalah kondisi medis serius yang dapat mempengaruhi kondisi kesehatan dan kehidupan seseorang. Biasanya, penyakit kritis melibatkan gangguan pada organ vital seperti jantung, paru-paru, ginjal, otak, atau organ lainnya. Penyakit ini mengakibatkan dampak serius pada kemampuan seseorang untuk berkendara dengan aman bahkan untuk menjalani kehidupan sehari-hari.
Penderita penyakit kritis memerlukan pengobatan medis intens, sehingga pengobatan dan pemulihannya bisa memakan waktu yang lama dan juga biaya yang mahal. Tentu jika penyakit kambuh saat berkendara, bisa membahayakan pengemudi lain di jalan raya.
Pastikan Terlindungi dengan Asuransi Penyakit Kritis
Memilih asuransi penyakit kritis dapat melindungi Anda dari beban finansial yang besar akibat penyakit serius yang mungkin saja terjadi. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa diikuti untuk menemukan asuransi yang paling tepat.
Langkah awal yang harus dilakukan adalah memahami jenis perlindungan yang Anda butuhkan. Pertimbangkan penyakit kritis yang ingin Anda cover dan berapa besar perlindungan yang diinginkan.
- Bandingkan berbagai produk asuransi
Lakukan riset terhadap pilihan produk asuransi yang ada di pasaran. Tinjau cakupan, manfaat, dan besaran premi yang ditawarkan masing-masing produk untuk menemukan yang paling sesuai dengan kondisi Anda.
- Periksa syarat dan ketentuan polis
Teliti isi polis asuransi dengan seksama, khususnya mengenai cakupan dan pengecualian. Pastikan Anda memahami batasan usia, masa tunggu, dan hal-hal lain yang mungkin mempengaruhi klaim Anda.
Pelajari proses klaim dari setiap produk. Pilih asuransi yang memberikan kemudahan klaim, transparan, dan memiliki reputasi baik dalam menyelesaikan klaim dengan cepat.
Cari Perlindungan Penyakit Kritis Terbaik
Setelah melihat ragam hal yang harus Anda perhatikan, beberapa platform asuransi tentu bisa Anda manfaatkan. Cari platform asuransi online terpercaya dan diawasi OJK, salah satunya Roojai dengan produk asuransi penyakit kritis terbaik. Asuransi ini menanggung 100+ jenis penyakit kritis yang termasuk di dalam 5 kategori: kanker, penyakit saraf, penyakit jantung, gagal ginjal, dan penyakit akibat gigitan nyamuk.
Perusahaan Asuransi ini diklaim meraih banyak predikat pelayanan yang memuaskan. Jaringan luas, perawatan terbaik dan proses klaim mudah. Anda hanya perlu mengajukan klaim melalui telepon atau email ke tim klaim Roojai. Dokumen yang diperlukan pun hanya perlu dikirimkan melalui email, sehingga proses klaim menjadi sangat sederhana, cepat dan paperless.
Tidak hanya itu, asuransi ini juga memberikan kebebasan kepada calon nasabah untuk mengatur sendiri pertanggungan asuransi penyakit kritis yang sesuai dengan kebutuhan. Anda bisa memilih perlindungan 1 hingga 5 kategori penyakit kritis dan menentukan pertanggungan dari masing-masing kategori.
dan followChannel WhatsApp Medcom.id(UDA)