REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Alquran adalah mukjizat sepanjang masa. Di antara bentuk kemukjizatan Alquran adalah penginformasain peristiwa masa depan yang akhirnya terbukti.
Prof Raghib as-Sirjani, dalam al-I'jaz al-Ghaibi fi Al-Quran al-Karim, mengatakan Alquran telah menginformasikan peristiwa yang akan terjadi pada masa depan, lalu benar-benar terjadi, tidak berbeda atau berubah sedikitpun. “Ini tidak mungkin ada campur tangan manusia,” kata as-Sirjani.
Berikut ini, contoh peristiwa masa depan yang dikabarkan Alquran dan benar-benar terjadi:
Pertama, kemenangan bangsa Romawi atas bangsa Persia
Salah satu contoh mukjizat yang ajaib dalam Alquran adalah firman Allah SWT tentang kemenangan Romawi atas Persia, dalam firman-Nya:
الم غُلِبَتِ الرُّومُ فِي أَدْنَى الْأَرْضِ وَهُمْ مِنْ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُون فِي بِضْعِ سِنِينَ ۗ لِلَّهِ الْأَمْرُ مِنْ قَبْلُ وَمِنْ بَعْدُ ۚ وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ بِنَصْرِ اللَّهِ ۚ يَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ
“Alif Laam Miim. Telah dikalahkan bangsa Rumawi di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang dalam beberapa tahun lagi. Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman. Karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Mahaperkasa lagi Penyayang.” (QS Ar Rum: 1-5).
Asal mula kejadiannya adalah bahwa Persia, penyembah berhala, mengalahkan Romawi ahli kitab sehingga orang-orang kafir Makkah menyombongkan diri terhadap Nabi SAW dan para sahabatnya, maka Allah menurunkan ayat-ayat sebelumnya sebagai tantangan bagi orang-orang Arab dan kabar gembira bagi orang-orang mukmin, karena golongan orang beriman akan menang, tetapi yang menjadi perhatian kita adalah bahwa Alquran menceritakan peristiwa gaib yang penting, yang tak seorang pun dapat, pada waktu itu, mengubah atau mendustakannya.
Inilah salah satu warna mukjizat gaib yang dibawa oleh Alquran, yang menantang semua orang yang tidak mematuhinya atau mengingkari kebenarannya, dan terjadilah apa yang telah Allah beritahukan kepada kita, yaitu kemenangan bangsa Romawi atas bangsa Persia, dan itu terjadi pada saat Perang Badar.
Kedua, kemenangan kaum Muslim yang dipandang mustahil
Salah satu ayat Alquran yang menandakan kemenangan kaum Muslimin yang lemah di Makkah atas musuh mereka dan berdirinya negara mereka adalah:
سَيُهْزَمُ الْجَمْعُ وَيُوَلُّونَ الدُّبُرَ
“Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang. “(QS al-Qamar: 45).
Ibnu Katsir -rahimahullah- menyebutkan dalam tafsirnya bahwa ketika ayat ini turun, "Umar berkata, "Golongan apakah yang akan dikalahkan, golongan apakah yang akan dikalahkan?" Umar berkata, "Ketika itu adalah hari Badar, aku melihat Rasulullah -ṣhallallāhu 'alaihi wa sallam- melompati perisai, lalu bersabda, "Golongan itu akan dikalahkan dan mereka akan berbalik.” Saat itu aku mengetahui maknanya.”.
Ketiga...
Ketiga, kabar gembira memasuki Masjidil Haram
Salah satu bentuk mukjizat gaib adalah janji Allah kepada Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman untuk memasuki Masjidil Haram dan bertawaf di Kabah, Allah berfirman:
لَقَدْ صَدَقَ اللَّهُ رَسُولَهُ الرُّؤْيَا بِالْحَقِّ ۖ لَتَدْخُلُنَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ آمِنِينَ مُحَلِّقِينَ رُءُوسَكُمْ وَمُقَصِّرِينَ لَا تَخَافُونَ ۖ فَعَلِمَ مَا لَمْ تَعْلَمُوا فَجَعَلَ مِنْ دُونِ ذَٰلِكَ فَتْحًا قَرِيبًا
“Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya, tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat.” (QS al-Fath: 27).
Ayat ini diturunkan pada saat keberangkatan dari Hudaybiyyah. Imam Ibnu Katsir mengatakan dalam penjelasan ayat-ayat ini: "Rasulullah SAW diperlihatkan dalam mimpi bahwa beliau telah memasuki Makkah dan melakukan tawaf di Baitullah, maka beliau memberitahukan hal ini kepada para sahabatnya ketika berada di Madinah, dan ketika mereka berangkat pada tahun Hudaibiyah, sebagian mereka tidak meragukan mimpi-mimpi ini akan tertafsirkan tahun ini. "
Ketika terjadi perdamaian dan mereka kembali pada tahun tersebut dengan syarat akan kembali pada tahun berikutnya, maka sebagian sahabat merasa ada yang tidak beres, hingga Umar bin Khaththab menanyakan hal tersebut kepada Rasulullah SAW dan berkata, "Bukankah engkau telah mengatakan kepada kami bahwa kami akan datang ke Baitullah dan bertawaf di sana?"
Dia berkata, "Ya, apakah aku telah mengatakan kepada kalian bahwa kita akan datang ke sana tahun ini?" Umar berkata, "Aku jawab, tidak." Beliau bersabda, "Sungguh, kalian akan mengunjunginya dan bertawaf di dalamnya."
Janji ini sepenuhnya terealisasi pada tahun berikutnya; Nabi dan para sahabatnya melaksanakan ibadah umrah seperti yang telah diingatkan oleh Alquran, dengan kepala gundul dan keamanan di Masjidil Haram, dan ini terjadi pada bulan Zulkaidah tahun ketujuh hijrah.
Keempat, janji untuk memberdayakan agama di bumi
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS An-Nuur: 55).
Kaum Muslimin mencapai hal ini dalam waktu kurang dari dua puluh lima tahun, memenuhi pendengaran dan penglihatan dengan nilai-nilai dan peradaban mereka, memperluas kekhalifahan mereka dari Cina di timur ke Samudra Atlantik di barat, dan bahkan mencapai Eropa di utara.
Tidak diragukan lagi bahwa realisasi apa yang telah diramalkan oleh Alquran, tanpa ada kekurangan dalam menjelaskan rincian kondisi kaum Muslimin, atau perubahan waktu pelaksanaan, untuk menunjukkan dengan jelas kebenaran Allah dan Rasul-Nya.