Hasil survei Litbang Kompas, respoden yang pasti akan memilih Khofifah jika dicalonkan jadi Gubernur Jatim 31,6 persen, sedangkan Risma 19,8 persen Halaman all [867] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Hasil survei Litbang Kompas periode Juni 2024, memotret bahwa elektabilitas mantan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berada di posisi pertama dengan 29,8 persen. Sedangkan elektabilitas Emil Elestianto Dardak sebesar 3,8 persen.
Kemudian, dikutip dari Kompas.id, Jumat (19/7/2024), strong voters (pemilih loyal) atau responden yang pasti akan memilih Khofifah jika dicalonkan sebagai Gubernur Jawa Timur mencapai 31,6 persen. Lalu, strong voters Emil Dardak 10,8 persen.
Diketahui, Khofifah memutuskan kembali berpasangan dengan Emil Dardak untuk maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur (Jatim) 2024.
Pasangan Khofifah-Emil Dardak ini bahkan telah didukung delapan partai politik (parpol), antara lain Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Perindo, dan terbaru Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Namun, peneliti Litbang Kompas Yohan Wahyu menyebut bahwa masih terbuka peluang bagi kandidat lain untuk maju dan menjadi penantang kuat bagi Khofifah-Emil Dardak pada Pilkada Jatim 2024.
Menurut Yohan, masih ada 51 persen responden yang belum menjawab atau menjawab tidak tahu saat ditanyakan perihal kandidat calon Gubernur Jawa Timur.
"Dengan masih banyaknya responden yang belum menentukan pilihan, artinya masih terbuka luas bagi kandidat lain (selain Khofifah),” kata Yohan kepada Kompas.com, Jumat.
Apabila merujuk hasil survei, Yohan mengatakan, kandidat terkuat penantang Khofifah adalah Menteri Sosial Tri Rismaharini. Sebab, berada di posisi kedua dengan 13,6 persen.
"Kalau melihat dari elektabilitas yang kuat ada Risma di posisi kedua, yang paling memiliki pontensi,” ujarnya.
Selain itu, strong voters dari Risma juga berada di posisi kedua dengan 19,8 persen. Meski responden yang belum menjawab atau menjawab tidak tahu saat ditanya apakah akan memilih politikus PDI-P tersebut cukup tinggi yakni 31 persen.
Kemudian, swing voters (pemilih bimbang) atau responden yang menjawab akan mempertimbangkan memilih dari Khofifah, Risma, dan Emil Dardak masih tinggi, yakni di atas 40 persen.
Namun, Yohan juga mengingatkan bahwa elektabilitas tidak bisa dijadikan sebagai satu-satunya faktor penentu. Sebab, masih banyak faktor lainnya yang menentukan terkait pengusungan calon kepala daerah.
“Tetapi tentu ada banyak variabel lain, seperti dukungan partai politik (parpol),” katanya.
Untuk diketahui, survei Litbang Kompas dilakukan pada 20-25 Juni 2024, dengan melibatkan sebanyak 500 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di Provinsi Jawa Timur.
Margin of error survei lebih kurang 4,38 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Survei yang dilakukan melalui wawancara tatap muka ini didanai sepenuhnya oleh Harian Kompas.
Sebagaimana diketahui, pasangan Khofifah-Emil Dardak ini bahkan telah memastikan tiket maju pada Pilkada Jatim 2024.
Pasalnya telah didukung tujuh partai politik yang mendapat kursi di DPRD Jatim, yakni Partai Gerindra, Golkar, Partai Demokrat, PAN, PPP, PSI, dan PKS.
Total jumlah kursi ketujuh partai tersebut sudah memenuhi syarat mengajukan calon kepala daerah sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota (Pilkada).
Kemudian, Khofifah-Emil Dardak juga mendapatkan dukungan dari Perindo.
Oleh karenanya, tinggal tiga partai yang memeroleh kursi di DPRD Jatim yang belum menentukan pilihannya, yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), PDI-P, dan Partai Nasdem.
PKB diketahui adalah partai yang mendapatkan perolehan suara terbanyak pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 di Jawa Timur. Oleh karenanya, partai yang digawangi Muhaimin Iskandar ini bisa memajukan calon gubernur dan wakil gubernur sendiri karena sudah memenuhi syarat sesuai UU Pilkada.
Dalam UU Pilkada disebut bahwa syarat pencalonan kepala daerah melalui partai politik (parpol) adalah diusung oleh parpol atau gabungan parpol yang memiliki kursi minimal 20 persen di DPRD provinsi maupun kabupaten/kota.
Selain itu, parpol maupun gabungan parpol juga bisa mengajukan calon kepala daerah dengan menggunakan gabungan perolehan suara parpol sebanyak 25 persen.
Berikut daftar perolehan suara partai dan kursi DPRD Jatim pada Pileg 2024 hasil rekapitulasi KPU Jatim, sebegaimana diberitakan Kompas.com sebelumnya:
PDI-P nilai langkah PKS dukung Khofifah-Emil Dardak pada Pilkada Jatim, adalah bermain aman karena pasangan itu sudah didukung 7 partai Halaman all [521] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) banting setir mendukung pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur (Jatim) 2024.
Padahal, PKS diketahui bersama PDI-P, Partai Kebangkitan (PKB), PDI-P, dan Partai Gerindra mendukung Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul dan Puti Guntur Soekarno pada Pilkada Jatim 2018. Dengan kata lain, lawan dari pasangan Khofifah-Emil Dardak.
Menanggapi keputusan PKS tersebut, Ketua DPP PDI-P Bidang Pemenangan Pemilu Eksekutif Deddy Sitorus menilai bahwa PKS bermain aman dengan mengusung Khofifah-Emil Dardak pada Pilkada Jatim 2024.
"Artinya mereka bermain aman," kata Deddy ketika dihubungi di Jakarta, Kamis (18/7/2024), dikutip dari Antaranews.
Menurut dia, PKS memilih kandidat yang dianggap paling kuat dan agar dapat menjadi bagian dalam koalisi pemerintahan mendatang.
"Artinya PKS kan memilih yang menurut mereka dianggap paling kuat dan juga mereka bisa menjadi bagian koalisi gemuk yang bisa dikatakan koalisi pemerintah yang akan datang lah, kan kira-kira gitu,” ujar Deddy.
Ditanya mengenai langkah PDI-P pada Pilkada Jatim, dia menyebut, partainya belum membuat keputusan apakah akan mengusung kader internal atau membuat poros tandingan Khofifah-Emil.
"Ya, kami belum sampai pada keputusan. Jadi belum memutuskan gitu, jadi harus ditunggu. Saya belum bisa bilang bahwa nanti harus begini begitu, karena kami belum memutuskan,” kata Deddy.
Sebagaimana diberitakan, DPP PKS resmi merekomendasikan dan mengusung pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur pada Pilkada Jatim 2024.
Presiden PKS Ahmad Syaikhu mengatakan, pemberian surat keputusan kepada pasangan tersebut berdasarkan rapat partai pada tanggal 4 Juli 2024.
"Mudah-mudahan ini ikhtiar menuju kemenangan di pilkada serentak,” kata Syaikhu pada 18 Juli 2024.
Menurut Syaikhu, keputusan itu dibuat karena PKS menilai pasangan petahana itu mempunyai kinerja baik di Jawa Timur.
"Tentu dalam proses kehidupan ini kita kan ada proses. Kalau dulu 2018 kita tidak dukung pasangan Khofifah-Emil ada pertimbangan sendiri,” ujar Syaikhu.
“Tapi, dalam proses, perjalanan kita lihat bahwa kinerja beliau dalam pemerintah daerah ini bagus,” katanya lagi.
PKS menjadi partai kedelapan yang memberikan dukungan kepada pasangan Khofifah-Emil Dardak untuk maju sebagai cagub dan cawagub pada Pilkada Jatim.
Sebelumnya, tujuh partai sudah memberikan dukungan resmi pada Khofifah-Emil Dardak, yakni Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dan Perindo.
Khofifah Indar Parawansa menyatakan masih ingin bekerja sama dengan parpol lain meski sudah didukung 8 parpol untuk maju pada Pilkada Jatim. Halaman all [359] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengaku tetap ingin memperbesar koalisinya untuk menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jatim 2024.
Ia mengaku, masih akan berkomunikasi dengan partai politik (parpol) lain yang belum memberikan dukungan.
“Inilah kawan-kawan mungkin kita sedang proses ya. Nanti, biasanya kami, saya dan Emil, tentu baru akan menyampaikan setelah proses sudah selesai,” ujar Khofifah di Kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (18/7/2024).
Ia mengaku masih menjalin komunikasi dengan Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan PDI-P.
Alasannya, Khofifah ingin membangun rekonsiliasi nasional melalui Pilkada Jatim 2024.
“Karena membangun Jatim ini berarti membangun nusantara. Membangun Jatim berarti penguatan Bhinekka Tunggal Ika,” sebut dia.
Tak hanya itu, Khofifah mengaku masih berhubungan dengan Ketua DPD PDI-P Jawa Timur Said Abdullah.
Said sendiri pernah memberikan tawaran agar Khofifah berkolaborasi dengan PDI-P dan memilih kader partai banteng sebagai calon wakil gubernurnya.
Namun, Khofifah sudah menyatakan tetap bakal maju dengan Emil Dardak yang merupakan Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur.
“Ya kan dengan Ketua PDI-P Jatim, Pak Said juga kita komunikasi,” imbuh dia.
Adapun PKB berencana membentuk poros tandingan untuk melawan Khofifah dan Emil.
Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid menyampaikan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan PDI-P.
Namun, sampai saat ini belum menemukan titik temu soal figur bacagub dan bacawagubnya.
Sementara itu, Khofifah-Emil telah mendapatkan dukungan dari 8 parpol yaitu, Partai Demokrat, Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan PKS.