#30 tag 24jam
Kisah Sukses Beni Irawan, Juragan Es Kelapa yang Pernah jadi Chef Restoran di Bali
Kisah sukses Beni Irawan, mantan chef restoran di Kuta, Bali menjadi juragan es kelapa patut dijadikan inspirasi bagi semua orang. - Bagian all [1,092] url asal
#kisah-sukses #juragan-es-kelapa #kabupaten-bogor #kur-bri #bank-bri
(iNews - Terkini) 09/11/24 07:01
v/17846449/
BOGOR, iNews.id – Kisah sukses Beni Irawan, mantan chef restoran di Kuta, Bali menjadi juragan es kelapa patut dijadikan inspirasi bagi semua orang.
Berkat keuletan dan kerja kerasnya tak kenal lelah, Beni kini sudah memiliki enam cabang es kelapa yang diberi nama Nusantara Kelapa. Omzetnya pun sudah mencapai seratusan juta rupiah per bulan setelah menjadi nasabah Bank BRI.
Namun, usaha yang dirintis Beni tak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak tantangan yang dihadapinya sebelum menemukan jalan kesuksesannya.
Beni menuturkan, sebelum terjun ke usaha es kelapa dirinya sempat bekerja di salah satu hotel dan restoran di wilayah Kuta, Bali sebagai demi chef. Dia bertanggungjawab dengan standar rasa dan pengadaan bahan makanan.
“Saya dapat sedikit ilmu soal makanan dan minuman saat bekerja di restoran. Itu coba saya aplikasikan setelah keluar dari pekerjaan,” kata Beni ditemui iNews.id di kedai Es Nusantara Kelapa, Jalan Citaringgul, Babakan Madang, belum lama ini yang ditulis Jumat (8/11/2024).
Setelah menikah pada 2012 lalu, Beni memutuskan keluar dari pekerjaannya dan kembali ke Kabupaten Bogor untuk menemani sang istri yang bekerja di salah satu rumah sakit kawasan Sentul.
Beni mengaku saat itu jobless alias tidak ada pekerjaan yang dilakoninya. Dia kemudian mencoba membuka usaha warung makan sesuai keahliannya di wilayah Bekasi. Namun, usaha tersebut tidak bertahan lama.
“Saya buka warung makan tapi tidak dapat respons positif dari konsumen. Akhirnya warung makan itu tutup,” tutur suami dari Kurniasih itu.
Bermodalkan uang tabungan Rp30 juta, Beni kemudian berjualan es kelapa di lapak berukuran 2x3 meter di wilayah Babakan Madang pada April 2015.
Berawal dari warung kecil es kelapa, Beni mulai menemukan jalan kesuksesannya. Tak butuh waktu lama hanya empat bulan, dia mampu menyewa kios.
“Saat itu, saya beri nama kios es kelapa hejo (hijau). Tapi ternyata sudah ada yang memakai. Akhirnya, saya ganti jadi Nusantara Kelapa,” ucapnya.
Dua tahun berjalan tepatnya pada 2017, es Nusantara Kelapa mulai mendapat respons positif dari konsumen. Varian rasa es kelapanya pun bertambah dari semula hanya tiga menjadi 28 rasa.
“Ya, awalnya cuman tiga rasa es kelapa original, kuwut, dan kelapa susu. Sekarang sudah ada 28 rasa yang saya racik sendiri,” tuturnya.
Selain menjual es kelapa, Beni juga memasok buah kelapa ke pedagang-pedagang lainnya. Beni belanja langsung kelapa dari petani di wilayah Sukabumi.
“Pernah tertipu juga pas jualan buah kelapa. Akhirnya saya datangi langsung petani kelapa. Di situ saya mulai ada jalan,” ucapnya.
Beni menuturkan, pelanggan buah kelapa tidak hanya dari penjual es tapi sudah merambah ke restoran, hotel hingga pejabat. Salah satu pelanggan setianya yakni, Prabowo Subianto yang kini menjadi Presiden ke-8 RI.
“Dulu, saya sering dapat orderan dari Pak Prabowo. Saya antar langsung ke Hambalang tiap ada acara di sana,” ujarnya.
Usaha es kelapa yang terus berkembang membuat Beni berpikir membuka cabang di tempat lain. Namun, dia terbentur permodalan. Beni kemudian mengajukan bantuan usaha melalui KUR BRI.
Beni mengaku awalnya mendapat pinjaman sebesar Rp25 juta pada 2020 dengan tenor satu tahun. Badai Covid-19 yang menghantam hampir seluruh dunia ternyata tidak berdampak signifikan pada usaha es kelapa.
Justru masa-masa pandemi membuat usaha es kelapa Beni semakin laris. Sebab, banyak warga yang mencari kelapa muda sebagai minuman yang dipercaya mampu membuat imun tubuh kuat.
“Waktu Covid-19, malah konsumen semakin banyak. Mereka apda nyari kelapa hijau sebagai obat,” ucapnya.
Beni kemudian meminjam KUR BRI untuk kali kedua dengan nilai Rp50 juta pada 2022. Setahun berikutnya mendapat pinjaman dengan nilai lebih besar yakni Rp100 juta.
“Pinjaman modal dari BRI ini saya pakai buat buka cabang dan beli alat-alat usaha,” katanya.
Kini, Beni sudah memiliki enam cabang es Nusantara Kelapa yang tersebar di Babakan Madang, Cibinong, dan Bekasi. Total ada 20 karyawan yang dipekerjakan di enam cabang es kelapa tersebut.
Dari usaha es kelapa Nusantara, Beni mampu meraup omzet ratusan juta rupiah per bulan. Omzet itu meningkat hampir dua kali lipat pada Bulan Ramadhan. Beni pun kini memiliki dua mobil dan rumah di Garut.
“Rata-rata Rp100 juta per bulan. Kalau di Bulan Ramadhan, bisa sampai Rp150 jutaan,” katanya.
Beni mengaku tidak ada tips khusus dalam berbisnis. Dia hanya menekankan kepada semua karyawannya untuk bersikap jujur, amanah, dan bertanggung jawab.
“Kita contoh sifat Nabi saja, jujur, sidik, tablig, dan amanah. Kalau ada komplain pelanggan, kita layani dengan sebaik-baiknya,” ucapnya.
Salah satu pelanggan, Raja mengaku sudah lama menjadi pelanggan setia es Nusantara Kelapa. Selain rasanya yang enak, harga yang ditawarkan juga ramah di kantong konsumen.
"Sudah lama saya jadi pelanggan es kelapa di sini. Sejak kios ini berdiri. Selain rasanya enak, harganya juga tidak nggetok," ucapnya.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus mengakselerasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia. BRI berhasil menyalurkan KUR senilai Rp59,96 triliun kepada 1,2 juta debitur pada sepanjang Januari hingga April 2024. Pencapaian tersebut setara 36 persen dari target penyaluran KUR yang di-breakdown oleh pemerintah kepada BRI di 2024 yakni sebesar Rp165 triliun.
Direktur Bisnis Mikro Supari mengungkapkan, mayoritas KUR BRI disalurkan kepada sektor produksi, dengan proporsi mencapai 55,95 persen.
"Secara umum, strategi bisnis mikro BRI di tahun 2024 akan fokus pada pemberdayaan berada di depan pembiayaan. BRI sebagai bank yang berkomitmen kepada UMKM telah memiliki kerangka pemberdayaan yang dimulai dari fase dasar, integrasi, hingga interkoneksi," kata Supari.
BRI akan terus menjalankan strategi yang telah dilaksanakan selama ini guna mendorong penyaluran KUR. Strategi tersebut melalui konsep revitalisasi tenaga pemasar mikro yang merupakan financial advisor dengan konsep penguasaan ekosistem suatu wilayah. Ini akan menjadi tulang punggung pelaksanaan program-program pemberdayaan yang digagas BRI, seperti Desa BRILiaN, Klasterkuhidupku, Figur Inspiratif Lokal (FIL), dan LinkUMKM (platform pemberdayaan online).
"Melalui berbagai program pemberdayaan tersebut, BRI berupaya memberikan one stop solution kepada pelaku usaha mikro, tidak hanya bidang keuangan, tetapi juga non-keuangan sesuai dengan kebutuhan pelaku UMKM," tuturnya.
Supari mengatakan, BRI bersama pemerintah memiliki komitmen untuk mendorong para nasabah KUR naik kelas. Atas dasar tersebut, lanjutnya, pemerintah memberlakukan aturan masa maksimal penerimaan KUR hingga penyesuaian bunga KUR.
"Dilakukan penyesuaian sehingga orang jangan nyaman KUR terus, tapi naik kelas. Siklusnya tidak boleh terus-terusan dan bunganya juga semakin naik mendekati komersial. Setelah itu didorong untuk percepatan graduasi," ujar Supari.
BRI optimistis dapat memenuhi penyaluran KUR, untuk tahun ini senilai Rp165 triliun pada September 2024. Hal tersebut dapat tercapai dengan adanya percepatan graduasi atau upaya untuk membuat nasabah eksisting naik kelas. Di sisi lain, penyaluran KUR juga didorong dengan perluasan jangkauan penerima baru.
“Untuk tahun ini, kami akan salurkan KUR kepada lebih dari 3,7 juta nasabah dari pipeline sebanyak 7 juta. Kami juga sudah siapkan nasabah-nasabah lama kami kurang lebih 2 juta kita akan naikkelaskan,” ucap Supari.
Editor: Kastolani Marzuki
Kisah Inspiratif Rega Satria Nugraha, dari Cleaning Service hingga Jadi Ahli SEO
Dikenal sebagai public figure dan influencer di bidang optimasi media sosial dan SEO, kini Rega menikmati omset puluhan juta rupiah per bulan. Perjalanan Rega Satria... | Halaman Lengkap [526] url asal
#kisah-sukses #kisah-inspiratif #influencer #kreator-konten
(SINDOnews Ekbis) 06/11/24 21:52
v/17607419/
JAKARTA - Perjalanan Rega Satria Nugraha penuh lika-liku membangun kesuksesan menarik untuk disimak. Dikenal sebagai public figure dan influencer di bidang optimasi media sosial dan SEO, kini Rega menikmati omset puluhan juta rupiah per bulan.Tapi siapa meyangka, anak muda kelahiran Sumedang, 22 Desember 1999 ini mulai dari bekerja sebagai cleaning service hingga merintis jasa optimasi media sosial dari nol. Berikut kisahnya.
Membangun Jati Diri
Sejak kecil, Rega bercita-cita menjadi TNI. Impian yang ia anggap sebagai jalan untuk melindungi orang lain dan mengangkat martabat keluarga. Namun, kondisi ekonomi membuat Rega sering dihina oleh teman-temannya, mengisolasi dirinya secara sosial. ?Aku sering minder dan banyak habiskan waktu sendiri belajar dari HP,? kenang Rega.
Alih-alih mengeluh, ia memilih melatih fisiknya demi menjadi tentara. Namun ia terpaksa menunda impian tersebut karena biaya pendaftaran yang tinggi.
Setelah menghadapi kekecewaan itu, Rega sempat bekerja sebagai farmer game online di Bandung, namun kondisi fisiknya tak kuat menghadapi jam kerja yang panjang. Saat pulang ke kampung halaman, sebuah inspirasi baru muncul ketika ia melihat adik perempuannya aktif di aplikasi TikTok .
Merasa tertarik, ia mulai membuat konten sederhana tanpa wajah dan suara, hanya berupa kata-kata motivasi. Keputusannya tepat. Pengikut TikTok Rega dengan cepat mencapai 100.000. Dari titik ini, ia mendapatkan tawaran pertama dari brand yang ingin bekerjasama, memberi Rega rasa percaya diri untuk berkreasi lebih jauh.
Namun, ia segera menghadapi kenyataan baru. Setelah unggahan kerja sama tersebut, views TikTok-nya tiba-tiba anjlok. Setelah menganalisis, ia menyadari bahwa perubahan konten membuat pengikutnya kehilangan minat. Dengan penuh tekad, Rega memutuskan menjual akun tersebut dan mengumpulkan modal untuk pindah ke Jakarta.
Pekerjaan Keras di Ibu Kota
Dengan uang dari hasil penjualan akun, Rega bekerja serabutan di Jakarta. Ia menjadi kuli bangunan, bekerja keras demi biaya hidup. Setelah uang cukup, ia melamar pekerjaan dan diterima sebagai cleaning service di sebuah mall besar di Tangerang.
?Awalnya aku membersihkan WC dan area umum, tapi aku bekerja sungguh-sungguh karena ini untuk keluarga,? ceritanya. Keuletannya terlihat oleh leader tim, yang memindahkannya ke lantai paling atas, di mana para manajer mall bekerja.
Dari area manajer tersebut, Rega terinspirasi untuk meningkatkan potensi diri. Ia mulai mencari tahu tentang cara mengembangkan kemampuan dalam dunia digital. Setelah beberapa waktu, ia merasa siap mengambil langkah besar: keluar dari pekerjaannya dan fokus mengembangkan kemampuan di bidang media sosial.
Dengan bekal pengalaman membangun akun TikTok sebelumnya, Rega mulai menawarkan jasa optimasi media sosial dan SEO. Hari demi hari, kliennya bertambah, hingga akhirnya ia berhasil membangun basis klien yang mencapai ribuan pengguna.
Kini, jasa optimasi media sosial dan SEO yang Rega tawarkan menghasilkan omset antara 25 juta hingga 50 juta rupiah per bulan. Keberhasilan ini ia raih bukan karena latar belakang pendidikan atau koneksi, melainkan kerja keras, pembelajaran mandiri, dan tekad untuk bangkit dari masa lalu.
Menginspirasi Generasi Digital
Rega Satria Nugraha membuktikan bahwa kerja keras dan tekad bisa menjadi bekal untuk meraih kesuksesan, meski dimulai dari keterbatasan. Di era digital yang penuh peluang, kisah Rega menginspirasi banyak generasi muda untuk berani memulai dari bawah, menggali potensi diri, dan mengubah hidup dengan tangan mereka sendiri.
?Tidak masalah dari mana kamu mulai. Ketahuilah potensi diri, dan Tuhan akan membuka jalan yang tak terduga,? pesannya.
Kisah Paul Wardana Sathio, Ingin Jadi Atlet Profesional Malah Sukses di Bisnis Properti
Co Founder and CEO Crown Group Holdings Paul Wardhana Sathio awalnya ingin menjadi seorang atlet bulutangkis profesional. Cita-cita menjadi atlet kandas, kini Paul... | Halaman Lengkap [391] url asal
#pebisnis-properti #kisah-sukses #kisah-inspiratif #industri-properti #kiat-sukses
(SINDOnews Ekbis) 27/09/24 16:59
v/15634649/
SURABAYA - Kesuksesan yang diraih sekarang terkadang bukan menjadi impian di masa lalu. Seperti yang dialami Paul Wardhana Sathio, Co Founder and CEO Crown Group Holdings, perusahaan properti di Australia.Siapa sangka, pria asal Bali ini awalnya hanya ingin menjadi seorang atlet bulutangkis profesional. Namun jalan hidup menunjukkan ke arah yang lain karena di bidang olah raga baginya terbentur dengan persaingan yang ketat.
Meski cita-cita menjadi atlet kandas, Paul tak putus asa dan tetap semangat. Dengan semangat yang dimiliki mengantarkannya sukses di bidang properti. ?Sepertinya di bisnis ini jalan hidup saya,? katanya, Jumat (27/9/2024).
Perusahaannya, Crown Group dan Sathio Group pernah memenangi dua kali lifetime achievement tingkat Asia Pasific Property Award. Dengan kesuksesannya sekarang Paul Sathio tak lupa dengan cita-cita di masa lalu.
Karenanya, dia menjadi sponsorship atau investor di salah satu klub bulutangkis di Sidney, Australia. Dia berkeinginan untuk memajukan olahraga bulutangkis profesional.
Sebagai seseorang yang sudah malang melintang di dunia bisnis, Paul tidak pelit berbagi ilmu. Dia berpesan, khususnya kepada generasi muda bahwa ada tiga kunci sukses yang harus dipegang, baik mau menjadi atlet, pebisnis , atau bahkan developer properti, kerja keras, pintar, dan beruntung.
"Semua orang harus pintar. Kalau enggak pintar, bagaimana mau beruntung. Rajin-rajin belajar, jangan cuma mengandalkan hoki doang,? tuturnya.
?Meski hoki itu penting, tetapi menurut saya, yang paling krusial justru kejujuran dan komitmen. Soalnya saya pernah ditipu partner bisnis," tambahnya.
Kisah Paul Sathio adalah bukti bahwa hidup tidak bisa ditebak. Terkadang yang dikira jalan buntu, ternyata malah menjadi pintu keberhasilan lebih besar. Dari seorang yang ingin menjadi atlet bulu tangkis profesional, Paul kini menjadi developer properti kelas dunia.
?Dengan modal semangat kerja keras, cerdas atau pintar dan beruntung, yang harus dijaga adalah kejujuran dan komitmen,? pesan pria 68 tahun ini.
Baginya, kejujuran dan komitmen menjadi sangat penting. Rupanya, dia pernah tertipu dengan patnernya. Dengan pengalaman pahitnya agar tidak terulang lagi sekarang dan ke depannya Paul Sathio menggandeng salah satu kuasa hukum, Lukman Sugiharto Wijaya.
Saat itu masalahnya adalah dugaan pemegang saham di perusahaan yang melakukan tindakan memberikan keterangan yang tidak sesuai dengan fakta di media sosial terkait Paul dan Crown Group. Di antaranya tentang proses pemberhentian pegawai atau karyawan di Crown Group yang kantornya di Indonesia.
Menurut keterangan pihak pemegang saham tersebut, Paul melakukan tindakan tak sesuai aturan hukum dalam memberhentikan pegawai tersebut. Faktanya hal tersebut telah sesuai aturan yang berlaku.
Kisah Mantan Karyawan Toko Jadi Pengusaha Batik hingga Go Global
Kisah karyawan toko batik Mira Joe, yang sukses menjadi pengusaha batik hingga memliki toko di luar negeri. Capain ini Ia dapatkan setelah menjadi mitra binaan... | Halaman Lengkap [667] url asal
#umkm #pt-pertamina #batik #kisah-sukses
(SINDOnews Ekbis - Success Stories) 23/08/24 14:00
v/14525493/
JAKARTA - Mira Joe tak pernah menyangka jika bisnis Batik Murni Asih yang dibangunnya dari nol sejak 2012 mampu berkembang pesat. Bermula menjadi karyawan di toko batik di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, pecinta batik ini mengembangkan usahanya sendiri. Mira, panggilannya, bahkan telah go international dan memiliki outlet di Malaysia.Pencapaiannya itu bermula ketika ia bergabung dalam UMKM mitra binaan Pertamina sejak tahun 2020, sebelum pandemi Covid-19 melanda. Mira mengaku mendapatkan berbagai manfaat setelah menjadi mitra binaan PT Pertamina (Persero). Misalnya, berlatih mengelola bisnis dan mengikuti berbagai event dan pameran.
Ia bahkan mendapat pinjaman modal dari Pertamina. Dengan modal tersebut, Mira mampu menaikkan produksi batik Murni Asih. Pinjaman bunga yang kecil membuat Mira mampu menjaga cash flow usahanya. Bisnis Mira semakin berkembang setelah ia mengikuti pelatihan pemasaran online.
"Saya diberi kesempatan mengikuti Pertamina UMK Academy 2023 dan mengikuti kelas Go Online,? kata Mira, Kamis (22/8/2024)
Ia jadi lebih memahami seluk-beluk media sosial dan cara berjualan di sana. Termasuk, mempersiapkan berbagai materi yang cocok dan strategi berjualan di marketplace.
Modal ilmu dari Pertamina UMK Academy membuat Mira tak hanya mengandalkan Murni Asih. Ia membangun brand baru bernama Poenja Batik dan Mierto. Tak hanya memproduksi baju batik, rumah produksi Mira juga membuat beragam kemeja pria, blazer, pakaian anak-anak, dan lain sebagainya.
Konsumen Mira pun berasal dari berbagai kota di Indonesia. Banyak yang tertarik setelah melihat Instagram yang dikelolanya. Belakangan, konsumen dari negara lain pun ikut memesan produk Mira.
?Dari negara-negara Asia seperti Myanmar,? ujar Mira yang pernah menjadi pekerja lepas di toko batik di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tak hanya mengejar laba, Mira memulai bisnisnya sambil berupaya menaikkan popularitas batik Sragen. Ia merasa banyak orang belum mengenal motif batik Sragen yang cenderung abstrak dan kaya warna. Fokus pertamanya adalah menjual batik produksi para pengrajin di berbagai desa.
Saat itu, Mira melihat banyak pengrajin batik merugi. Mereka kesulitan menjual produknya. Ditambah lagi, ada saja sales nakal yang gagal bayar.
?Saat itu niat saya hanya ingin membantu para pengrajin batik supaya mereka bisa mendapatkan uang," ujarnya.
Belakangan, bisnis batik Mira berkembang pesat. Ia melebarkan sayap bisnis hingga ke Jakarta. Ia memberanikan diri memulai usaha di Pusat Grosir Batik Thamrin City, Jakarta Pusat. Mira sadar bahwa batiknya bakal kalah bersaing jika ia tak mampu berinovasi dan berkreasi. Batik yang diproduksi Mira pun semakin kaya warna.
Inovasi dan kreasi itu membuat Mira mendapatkan apresiasi dari presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono. SBY, panggilan Yudhoyono, pernah mengenakan batik tulis Sragen miliknya bermotif parang, motif pakem gambar batik burung merak, dan cendrawasih. Putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono, pun pernah memakai batik biru bermotif burung dari Mira.
Mira bertekad terus menghasilkan produk baru. Salah satunya adalah rok batik yang bila digunakan akan terlihat seperti mengenakan kain. Rok batik itu terlihat kasual dan praktis dikenakan oleh konsumen dari berbagai usia. Ia pun menerima pesanan khusus batik motif budaya Papua. ?Kami harus terus membaca selera pasar dan mendapat pasar baru,? ucapnya.
Mira mengakui perkembangan bisnisnya tak lepas dari peran Pertamina. Ia sangat bersyukur mendapatkan banyak dukungan dari Pertamina, khususnya dari sisi pendampingan usaha, pemasaran, serta branding lewat media sosial Rumah BUMN Pertamina.
"Pendampingan Pertamina itu luar biasa. Kini relasi saya lebih banyak dan pasar batik saya menjadi lebih luas,? kata Mira.
Sementara itu, VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso menyampaikan UMK Academy sejalan dengan komitmen perseroan dalam mengimplementasikan semangat Sustainable Development Goals (SDGs) yakni pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan serta tenaga kerja penuh dan produktif pada Goal 8 SDGs, yang diwujudkan melalui program pendanaan dan pembinaan UMK.
"UMK Academy membantu UMKM di Indonesia lebih maju, berkualitas, melek digital yang bisa membuka jalan ke pasar global. Terbukti dari kepesertaan para UMK di tahun sebelumnya. Mereka menjadi lebih produktif, inovatif dan berkembang," ujar dia di Jakarta.
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.
Kisah Inspiratif Rofi Ridwanda, Anak Satpam yang Sukses Berbisnis Digital dan Kuliner
Rofi Ridwanda, seorang pemuda inspiratif asal Pringsewu, Lampung membuktikan bahwa latar belakang sederhana bukanlah penghalang untuk mencapai kesuksesan. Rofi... | Halaman Lengkap [515] url asal
#kisah-inspiratif #kisah-sukses #pebisnis-sukses #entrepreneur-muda #pringsewu
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 30/07/24 17:06
v/12669937/
PRINGSEWU - Rofi Ridwanda, seorang pemuda inspiratif asal Pringsewu, Lampung, telah membuktikan bahwa latar belakang sederhana bukanlah penghalang untuk mencapai kesuksesan. Berbekal ketekunan dan semangat yang tinggi, entrepreneur muda ini berhasil mengembangkan berbagai bisnis , mulai dari kerajinan tangan, digital agency, hingga kuliner, yang semuanya dimulai dari desa kecilnya.Rofi tumbuh di Pringsewu dengan ayah yang bekerja sebagai satpam di pabrik gula. Kondisi ekonomi yang pas-pasan tidak menghalangi Rofi Ridwanda untuk bermimpi besar. Berkat kegigihannya, ia berhasil meraih beasiswa Bidikmisi dan melanjutkan pendidikan tinggi di Jurusan Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.
Pada 2017, saat masih berada di semester tiga, Rofi memulai usaha kerajinan tangan bernama Bakul Quilling dengan modal awal hanya Rp15.000. Menggunakan teknik paper quilling, sebuah seni kerajinan tangan dari Eropa, Rofi Ridwanda berhasil menarik perhatian pasar dan memperoleh pendanaan dari berbagai program seperti Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) UGM, Kementerian Koperasi dan UMKM melalui Gerakan Mahasiswa Pengusaha (GMP), serta dari Kemenristek Dikti melalui Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI).
Pada 2019, Rofi meluncurkan brand baru bernama Diseeni. Menawarkan kado unik dalam bentuk bingkai berisi bunga imitasi, tulisan atau ucapan, foto, serta dilengkapi dengan lampu.
Diseeni berhasil menarik lebih dari 105 reseller, menunjukkan betapa besar antusiasme pasar terhadap produk inovatif ini. ?Diseeni adalah cara lain saya mengekspresikan kreativitas dalam bisnis,? ujar Rofi Ridwanda.
Lulus dari UGM dengan predikat cumlaude, Rofi memutuskan untuk kembali ke desanya dan mendirikan Tanfida Digital. Sebuah digital agency yang berfokus pada pembuatan website dan logo untuk UMKM serta personal branding.
?Kami di Tanfida Digital berkomitmen untuk membantu UMKM meningkatkan citra mereka di dunia digital. Website yang baik sangat penting untuk membangun kepercayaan dan branding,? jelasnya.
Sukses di bidang digital, Rofi pun memasuki dunia kuliner dengan mendirikan Roti Terbang dan Es Teh Bamtea. Roti Terbang menawarkan roti bakar dan kukus dengan berbagai varian rasa. Sementara Es Teh Bamtea menjual es teh khas Solo dengan berbagai rasa buah.
Kedua usaha ini telah berkembang pesat dan memiliki empat cabang di kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu. ?Kami ingin menghadirkan produk kuliner yang berkualitas dengan harga terjangkau. Konsep gerobakan memungkinkan kami untuk lebih dekat dengan konsumen dan menawarkan pengalaman
kuliner yang unik,? ujarnya.
Meski sibuk berbisnis, Rofi juga aktif berbagi ilmu dan pengalaman dengan menjadi pembicara di berbagai seminar dan workshop bisnis. Ia telah lebih dari 20 kali diundang untuk berbicara di berbagai acara. Termasuk menjadi pembicara di Desa Banyusoco, Gunungkidul, DIY, dalam acara yang diselenggarakan TIM KKN UGM. ?Berbagi pengalaman dengan pemuda-pemudi desa adalah cara saya untuk menginspirasi mereka agar berani bermimpi dan berwirausaha,? tandasnya.
Selain itu, Rofi pernah menjadi mentor reseller dan pengembangan bisnis dalam program Kartu Prakerja yang diadakan pemerintah. Selama enam bulan, ia memberikan pelatihan kepada lebih dari 1.000 peserta.
?Program Kartu Prakerja memberikan kesempatan untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada banyak orang. Melihat mereka tumbuh dan berkembang adalah kebanggaan tersendiri bagi saya,? tambahnya.
Kini Rofi terus berinovasi dan mengembangkan usahanya. Dengan kombinasi antara bisnis digital dan kuliner, ia berharap dapat terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitarnya. ?Saya percaya bahwa dengan kerja keras dan inovasi, kita bisa mencapai apa pun yang kita inginkan, meski memulai dari desa kecil,? tuturnya.
Modal 'Dengkul' dan Nekat, Wanita Ini Sukses Raup Cuan Rp 46 Miliar
Kisah sukses perempuan ini bermula saat ia pindah ke kawasan pertanian kecil diScottsville, Virginia pada 2019 lalu. [420] url asal
#sukses #kisah-sukses #orang-kaya
(detikFinance - Sosok) 27/07/24 14:30
v/12305553/
Jakarta - Jamie Stark Inlow (32) tahun sukses membuka bisnis pengelola penginapan di Virginia, Amerika Serikat (AS). Siapa sangka usahanya ini berawal dari modal 'dengkul' dan nekat saja.
Melansir dari CNBC Make It, Selasa (27/9/2023), kisah sukses Jamie ini bermula saat ia pindah ke kawasan pertanian kecil diScottsville, Virginia pada 2019 lalu.
Saat pertama pindah ke kawasan itu, ia bekerja sebagai konsultan pendidikan dan koordinator program mahasiswa di Universitas Virginia. Namun saat bekerja di kawasan pertanian itu ia melihat ada peluang usaha baru, yakni tempat penginapan.
Pada awalnya ia melihat sebuah gudang tua milik salah seorang tetangganya. Modal nekat, Jamie meminta tetangganya itu untuk merenovasi dan mengizinkan dirinya mendaftarkan gudang tersebut sebagai tempat penginapan di Airbnb.
Siapa sangka usahanya itu membuahkan hasil. Bahkan dalam dua bulan pertama, penginapan tersebut ramai dipesan orang.
"Beri saya US$ 2.000 (Rp 30,8 juta) untuk membeli furnitur dan dekorasi, dan kami akan membagi keuntungannya. Dalam waktu dua bulan, pemesanan mulai dilakukan hampir setiap malam," kata Jamie kepada tetangganya kala itu.
Merasa usahanya berhasil, Jamie meminta tambahan US$ 110.000 atau Rp 1,69 miliar (kurs Rp 15.400/dolar AS) kepada tetangga itu untuk kemudian membangun dan mendekorasi sebuah rumah kecil, yang juga milik tetangganya itu.
Melihat keberhasilan sebelumnya itu, tetangganya itu memutuskan untuk memenuhi keinginan Jamie. Singkat cerita mereka bisa mendaftarkan tempat penginapan kedua itu di Airbnb pada Maret 2020.
Keberhasilan usaha sampingannya ini kemudian menarik lebih banyak mitra bisnis, dan pada akhir tahun 2020 Jamie mengelola sekitar 20 properti untuk disewakan di Airbnb.
Namun karena kesibukannya, pada 2021 Jamie akhirnya mempekerjakan seorang pegawai untuk membantunya mengelola sejumlah penginapan. Keputusannya itu membuat Jamie sempat tidak mendapat cuan sedikitpun dari usaha penginapan itu karena uangnya habis untuk gaji karyawan.
Melihat kondisi ini, ia merasa satu-satunya cara untuk mendapatkan untung adalah dengan memperluas jaringan bisnis penginapannya itu. Saat itulah ia menyewa lebih banyak pekerja dan terus memperluas jaringan bisnisnya.
Singkat cerita usahanya ini mulai membuahkan hasil dan pada akhir 2021 ia mampu mendapat untung sebesar US$ 205.000 atau Rp 3,15 miliar.
Dari sana akhirnya Jamie memutuskan untuk berhenti bekerja dan hanya fokus pada usaha barunya itu. Hingga 2022 kemarin usaha sampingan Jamie ini sudah mengelola lebih dari 120 tempat penginapan di seluruh Virginia dan menghasilkan US$ 2 juta (Rp 30,8 miliar).
Berawal dari modal 'dengkul' dan nekat merenovasi gudang tua milik tetangganya itu, berdasarkan peninjauan CNBC Make it, tahun ini total penghasilan yang bisa dikantongi Jamie mencapai US$ 3 juta atau Rp 46,2 miliar.
(fdl/fdl)
Kisah Sukses Endah Bangun Bisnis Kue Macaron, Raup Omzet Hingga Rp 500 Juta Per Bulan
Dengan masifnya bisnis Maira Cookies ini, Endah mengaku per bulan usahanya bisa meraup omzet hingga Rp 500 juta. Halaman all [708] url asal
#jakarta #kisah-sukses #macaron
(Kompas.com) 23/07/24 13:45
v/11792421/
JAKARTA, KOMPAS.com - Kota Bandung memang dikenal sebagai surganya makanan lezat. Julukan itu tampaknya tak berlebihan, sebab setiap kali ke kota tersebut ada saja makanan khas yang bisa dibawa pulang.
Salah satunya adalah produk kue macaron buatan Maira Cookies. Sedikit catatan, macaron merupakan kue mungil nan cantik berwarna-warni yang berasal dari Perancis.
Melihat peluang untuk menjual macaron di Bandung kala itu, pemilik Maira Cookies, Endah Permatasari berinisiatif untuk membuka bisnis dengan macaron sebagai produk usahanya. Semua bermula dari hobinya membuat kukis sejak 2017 untuk anak-anak terutama saat Lebaran. Dari situ ia kemudian terdorong untuk membuat usaha sendiri.
“Nama Maira diambil dari nama anak perempuan saya yang bungsu. Pada 2019 saya dapat kesempatan mengikuti pelatihan di Bandung. Dari situ saya jadi kenal dengan banyak mitra penting untuk memasarkan produk kue kering saya, termasuk swalayan-swalayan ternama,” jelas Endah, dalam keterangan resmi, Selasa (23/7/2024).
Sayangnya, pandemi yang mulai terjadi pada 2020 membuat Endah tak kunjung mendapatkan sertifikasi halal untuk produknya. Sertifikasi itu merupakan salah satu syarat utama agar produknya bisa dijual di swalayan ternama.
Setelah menunggu setahun, Endah akhirnya mendapatkan sertifikasi halal dan membuat kemasan Maira Cookies yang menarik. Ia pun mulai memasarkan produk Crispy Macaron Maira Cookies ke beberapa mitra swalayan yang dikenalnya.
Seiring berjalannya waktu, Endah berhasil menjual produk usahanya di etalase UMKM yang tersedia di beberapa swalayan ternama di Bandung dan Cirebon. Pada April 2021, Endah mencoba ikut BRIncubator atau inkubator bisnis UMKM di Bandung. Program inkubasi dan akselerasi bisnis yang diselenggarakan oleh BRI ini yang bekerjasama dengan Rumah Kreatif BUMN Bandung.
“Awalnya, saya tidak berekspektasi apa-apa, tetapi dari ribuan peserta UMKM yang ikut BRIncubator, saya masuk seleksi 100 besar hingga akhirnya masuk 10 besar. Saya kemudian dapat beragam pelatihan. Dari situ, saya dapat banyak ilmu dan akhirnya paham jika untuk membuat sebuah usaha harus punya visi misi yang jelas, legalitas, struktur organisasi, strategi bisnisnya seperti apa dan hal-hal penting lainnya yang berkaitan dengan pengembangan usaha. Inkubator bisnis tersebut saya ikuti sekitar kurang lebih 6 bulan,” terang Endah.
Adapun keunggulan dari Crispy Macaron ini dibuat dari tepung almond, putih telur, dan gula. Selain bersertifikat halal, produk Maira Cookies juga sudah terdaftar di Dinas Kesehatan.
Endah menuturkan, produknya tak menggunakan bahan pengawet sama sekali, tetapi mampu bertahan hingga sekitar 1 tahun lamanya.
Selain Crispy Macaron, Maira Cookies juga memiliki produk andalan lain, yaitu pampyron yang menggunakan gula palem dan Macana alias Macaron Kacang Tanah. Selain bisa dijumpai di berbagai swalayan ternama di Bandung, produk Maira Cookies juga tersedia secara online di wellmairafood.co.id.
Dengan masifnya bisnis Maira Cookies ini, Endah mengaku per bulan usahanya bisa meraup omzet hingga Rp 500 juta. Padahal, di awal-awal ia hanya menggunakan modal pribadi dengan menjual beberapa aset yang dimiliki.
Namun, dengan pendampingan yang baik dari BRIncubator, Maira Cookies dapat memasarkan produknya tak hanya ke Bandung, tetapi sudah masuk ke berbagai swalayan dan toko oleh-oleh besar di Jabodetabek hingga Jawa Tengah juga.
Untuk memenuhi permintaan pasar, Maira Cookies kini sudah memberdayakan 40 orang pegawai.
Menariknya, Endah memberdayakan ibu-ibu rumah tangga di sekitar tempat produksi. Selain itu, berkat BRIncubator ini pula, Maira Cookies sering ikut acara bazar maupun pameran UMKM termasuk yang diadakan oleh Rumah Kreatif BUMN di Jakarta.
Endah pun berharap dengan upaya ini, ke depan Maira Cookies semakin dikenal sebagai camilan favorit keluarga Indonesia.
Pada kesempatan terpisah, Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengungkapkan bahwa BRI akan terus berkomitmen dalam mendorong pemberdayaan UMKM di Indonesia.
“Secara umum, strategi Bisnis Mikro BRI ke depan akan fokus pada pemberdayaan berada di depan pembiayaan. BRI sebagai bank yang berkomitmen kepada UMKM, telah memiliki kerangka pemberdayaan yang dimulai dari fase dasar, integrasi hingga interkoneksi,” pungkas Supari.
Serena Williams Pernah Coba Cairkan Cek US$ 1 Juta di ATM
Pada hari-hari awal karir tenisnya, Serena Williams sangat mementingkan kemenangan sehingga dia lupa mengumpulkan penghasilannya. - Halaman all [599] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #serena-williams #atlet-tenis #tenis #kisah-sukses #atm #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 10/07/24 16:15
v/10318660/
LOUISIANA, investor.id – Pada hari-hari awal karir tenisnya, Serena Williams sangat mementingkan kemenangan sehingga dia lupa mengumpulkan penghasilannya hingga berulang kali. Atlet tenis asal Amerika Serikat (AS) itu pun pernah mencoba mencaikan hadiah cek US$ 1 juta (sekitar Rp 16,2 miliar) lewat ATM drive-thru.
Williams (42) menghasilkan hadiah uang US$ 94,8 juta (sekitar Rp 1,5 triliun) sebagai pemain tenis sebelum pensiun pada 2022, menurut Asosiasi Tenis Wanita. Berikut sekelumit kisah sukses Serena Williams.
Di awal karirnya, Williams hampir meninggalkan sebagian besar uangnya. Dia sangat fokus pada penampilan sehingga ia hampir meninggalkan kota tanpa mengambil uangnya, katanya kepada acara bincang-bincang YouTube First We Feast “Hot Ones” pekan lalu
“Benarkah Anda jarang mengumpulkan kemenangan pada tahun pertama tur dan kemudian gagal mencairkan cek jutaan dolar pertama Anda dalam drive melalui ATM?” tutur pembawa acara Sean Evans bertanya padanya, seperti dikutip pada Rabu (10/7/2024).
“Itu semua benar. Saya tidak pernah bermain demi uang. Saya bermain karena saya menyukai olahraga ini... Saya ingin menang,” jawab Williams, yang memenangkan 23 gelar tunggal Grand Slam dan 73 gelar tunggal karier selama 27 tahun kariernya.
Pada debut profesionalnya, Williams memainkan satu pertandingan namun kalah dalam pertandingan kualifikasi di Bell Challenge 1995 di Quebec, Kanada. Ia dilaporkan menghasilkan cek sebesar US$ 240 (Rp 3,9 juta). Pada usia 14 tahun, Williams tidak terburu-buru mengeluarkan uang itu, katanya.
Hal yang sama juga terjadi ketika Williams menerima cek pertamanya senilai satu juta dolar. Orang-orang di sekitarnya sangat antusias dengan angka dolar tersebut, namun yang ingin dilakukan Williams hanyalah menyetorkannya dan kembali bekerja, kenangnya.
“Saya tidak pernah menghabiskan banyak uang. Saya baru saja melewati ATM drive-thru dan orang itu berkata, 'Eh, menurut saya Anda harus masuk ke dalam (bank) untuk (mencairkan) ini',” ungkap Williams.
Seiring berkembangnya kariernya, “petugas pajak” harus mengingatkannya untuk mendapatkan uang saat dia melakukan tur, kenangnya.
Kapan Harus Ajarkan Uang kepada Anak-anak
Pengalaman awal karir Williams adalah bagian dari pendidikan literasi keuangannya. Ketika mulai menghasilkan uang sendiri saat remaja, ayahnya Richard memastikan bahwa dialah yang bertanggung jawab atas hal tersebut. Ini disampaikan Williams kepada podcast 'The Deal' Bloomberg pada Mei 2024.
“Saya ingat harus memikirkan hal itu dan harus belajar bagaimana mengelola sejak usia dini dan tidak menjadi gila dengan hal itu, dan karena itu dia memberdayakan kami untuk melakukan hal itu,” ucap Williams. Ia menambahkan, ketika tiba saatnya untuk mempertimbangkan kesepakatan sponsorship dengan perusahaan seperti Puma dan Nike, ia selalu mendapat tempat duduk di meja.
“Saya berusia 16 tahun, ayah saya sedang bernegosiasi, mereka bolak-balik, dan dia ingin saya berada di sana sepanjang waktu untuk memastikan saya tahu apa yang harus saya lakukan di masa depan,” tutur perempuan kelahiran 1981 itu.
“Saya belajar sejak awal bahwa gaji Anda dari tenis. Mungkin itu sebabnya saya melupakannya. Seharusnya menjadi penghasilan terkecil Anda,” imbuhnya.
Pelajaran keuangan pribadi untuk anak-anak itu penting, kata para ahli. Jika Anda mulai mengajari anak-anak pelajaran dasar tentang uang sejak usia lima hingga delapan tahun, mereka akan siap mempelajari konsep-konsep seperti menabung, membelanjakan, dan berinvestasi pada usia delapan hingga 12 tahun. Ini disampaikan Eric Landolt, kepala penasihat keluarga dan seni & pengumpulan di UBS Global Wealth Management.
Pada saat mereka remaja, mereka akan diperlengkapi dengan baik untuk mengelola anggaran atau tunjangan kecil secara efektif, kata Landolt.
“Literasi keuangan harus menjadi keterampilan dasar, keterampilan dasar dalam arti suka, membaca atau menulis atau melakukan sesuatu dengan cara yang harus disampaikan kepada semua orang dalam keadaan apa pun,” sambungnya.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Resep Sukses Wadirut Bank Mandiri Alexandra Askandar Membangun Keseimbangan Karir
Alexandra Askandar memulai perjalanan karirnya di Bank Mandiri sejak tahun 2000. Berkat dedikasi dan kerja kerasnya membangun Bank Mandiri, Ia dipercaya menjadi... | Halaman Lengkap [649] url asal
#bank-mandiri #kisah-sukses #pemimpin-wanita #pemimpin-perempuan #wakil-direktur-utama-bank-mandiri-alexandra-askandar
(SINDOnews Ekbis - Success Stories) 28/06/24 14:00
v/11406249/
JAKARTA - Nama Alexandra Askandar mungkin sudah tidak asing terdengar di telinga. Ia merupakan Wakil Direktur Utama (Wadirut) salah satu Bank tersohor di Indonesia, yaitu Bank Mandiri .Lahir di Medan, Sumatera Utara, pada tahun 1972, Alexandra Askandar tumbuh di tengah keluarga yang akrab dengan dunia perbankan. Ia merupakan putri dari seorang bankir senior di Indonesia, yakni Askandar.
Alexandra Askandar memulai perjalanan karirnya di Bank Mandiri sejak tahun 2000. Berkat dedikasi dan kerja kerasnya membangun Bank Mandiri, Ia dipercaya menjadi Wadirut 20 tahun kemudian, yakni pada tahun 2020.
Alexandra Askandar merupakan lulusan sarjana Ekonomi Universitas Indonesia. Mengejar karir yang luar biasa, ia memperkuat pondasinya dengan melanjutkan studi di Boston University dan meraih gelar MBA.
Dengan latar belakang akademis dan serangkaian gelar cemerlang yang menghiasi namanya, Alexandra Askandar kemudian terjun ke dunia profesional sebagai Assistant Vice President pada tahun 2000, lalu Vice President Corporate Banking sampai tahun 2008.
Pada tahun 2009 hingga 2016, Alexandra Askandar melanjutkan karirnya sebagai Senior Vice President di Corporate Banking. Pada tahun berikutnya, Alexandra Askandar menjabat posisi sebagai Senior Executive Vice President dan menempati posisi sebagai Komisaris PT Mandiri Sekuritas pada tahun 2018.
Karir Alexandra Askandar semakin meningkat dan sempat menduduki posisi Direktur Hubungan Kelembagaan dan Direktur Corporate Banking sebelum akhirnya menjabat sebagai Wadirut Bank Mandiri pada tahun 2020 hingga saat ini.
Pengalaman panjang dan jam terbang yang tinggi pada beberapa sektor Bank Mandiri menjadikan Alexandra Askandar tangkas dan tanggap dalam mengelola tantangan yang ada hingga membuatnya mendapatkan apresiasi dari banyak pihak. Mulai dari apresiasi Menteri BUMN RI, Fortune Indonesia, hingga penghargaan bergengsi dari Infobank Media Group.
Jenjang karir Alexandra Askandar tidak akan sesukses saat ini apabila Ia tidak memegang nilai yang kuat. Alexandra Askandar mengaku bahwa nilai yang selalu Ia pegang teguh adalah commitment, discipline, dan persistent.
Alexandra Askandar merasa bahwa tidak ada kestabilan dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari. Ia bercerita dalam hidup pasti ada tantangan dan kesenangan atau ups and downs. Oleh karenanya, nilai tersebut penting untuk dipegang dengan erat agar Ia dapat melewati berbagai tantangan dan rintangan.
Selain bekerja sebagai individu, tentunya Alexandra Askandar memiliki tim yang perlu diarahkan sehingga perusahaan dapat berkembang. Ia juga mengakui bahwa dalam mencapai kesuksesan, manusia tidak bisa bekerja sendiri.
Bagi Alexandra Askandar, kesuksesan adalah saat Ia bisa melihat tim lebih maju dan punya karir yang lebih baik daripadanya. Oleh sebab itu, Alexandra Askandar selalu membuka ruang diskusi bagi timnya agar bisa berkembang lebih baik sesuai dengan kapabilitas dan kompetensinya masing-masing.
Pengalaman memimpin sebuah tim dalam organisasi banyak mengajarkan Alexandra Askandar untuk dapat memiliki keterbukaan terhadap ide maupun gagasan yang ditampilkan oleh timnya.
Alexandra Askandar selalu melibatkan timnya dalam mengambil keputusan. Ia menilai bahwa macam-macam sudut pandang dalam diskusi tim dapat mengurangi risiko atau konsekuensinya.
?Gagasan akan didiskusikan bersama tim dan dari situ, saya bisa melihat berbagai potensi yang mungkin selama ini belum terlihat oleh tim saya? mengutip dari salah satu unggahan pada media sosial Alexandra Askandar dengan tajuk #LearnFromTheExpert.
Ia percaya bahwa diskusi dan komunikasi dalam tim menjadi hal yang utama untuk mengantarkan organisasi ke pintu gerbang kesuksesan.
Di luar dari karir yang gemilang, Alexandra Askandar aktif dalam beberapa organisasi dan komunitas. Disela-sela kesibukannya, Ia tetap aktif berorganisasi dalam Ikatan Alumni (ILUNI) FEB UI dan menjadi ketua umum untuk periode 2022?2024.
Sebagai Ketua Umum ILUNI FEB UI, Alexandra Askandar tak hanya mendorong terlaksananya program-program organisasi tetapi juga turut berpartisipasi pada acara yang diselenggarakan oleh organisasi.
Selain organisasi, Alexandra Askandar juga terlihat menyempatkan diri untuk tetap menyalurkan hobinya dalam berolahraga. Beberapa olahraga yang sering dilakukan oleh Alexandra Askandar, yaitu bersepeda, golf, dan lari marathon. Wah, tak heran Ia memiliki tubuh dan paras yang bugar karena gaya hidup yang sehat.
Dalam unggahannya di media sosial, Alexandra Askandar tak hanya berbagi cerita mengenai pekerjaan, organisasi, dan hobi. Ia juga membagikan foto-foto lucu kucing peliharaannya, yang diberi nama Zuzu. Alexandra Askandar bercerita bahwa Ia sering bermain bersama Zuzu selepas pulang kantor dan saat akhir pekan.