PKB dan PDIP menyiapkan sederet menteri pemerintahan Presiden Jokowi untuk melawan Khofifah Indar Parawansa dalam ajang Pilkada Jatim 2024. [448] url asal
Terbaru, Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid memunculkan sosok Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar untuk maju dalam ajang Pilkada Jatim 2024.
Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid menjelaskan bahwa Halim, yang merupakan kakak kandung dari Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, adalah sosok yang tepat untuk hadapi calon gubernur Jatim petahana Khofifah Indar Parawansa.
Jazilul mengungkapkan, Halim sudah lama menjadi ketua DPW PKB Jatim. Oleh sebab itu, kemampuan Halim untuk menggerakkan kader PKB di Jatim sudah tidak perlu diragukan lagi.
"Ini pendapat saya pribadi, karena mengingat perlu figur yang langsung menghidupkan mesin, kalau saya pribadi begitu. Siapa yang bisa menghidupkan mesin? Ya Pak Halim Iskandar kalau di Jawa Timur," jelas Jazilul kepada wartawan, Kamis (25/7/2024).
Dia mengingatkan, PKB merupakan partai politik peraih suara terbanyak di Jatim. Menurutnya, kader PKB di Jatim sangat menentukan kemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nantinya.
Apalagi, sambungnya, apabila PKB jalin kerja sama politik dengan partai politik kedua terbesar di Jatim yaitu PDIP. Dia pun meyakini koalisi PKB-PDIP bisa mengalahkan pasangan Khofifah-Emil Dardak yang sudah mendapatkan mayoritas dukungan partai politik.
"Meski PKB itu mesin besar, mesin turbolah di Jawa Timur, 30%. Apalagi bareng PDIP, hampir separuh," katanya.
Sementara itu, PDIP memang mengaku sudah menjalin komunikasi dengan PKB ihwal wacana bentuk kerja sama politik di Pilkada Jatim. Bahkan, sejumlah elite PDIP seperti Ketua DPD PDIP Jatim Said Abdullah telah menemui Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.
Lebih lanjut, sama dengan PKB, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengungkapkan PDIP juga menyiapkan sejumlah menteri Jokowi untuk melawan Khofifah di Pilkada Jatim. Tak tanggung-tanggung, ada tiga menteri yang siap didorong maju.
"Kalau dari kalangan menteri misalnya, ada Ibu Risma [Menteri Sosial Tri Rismaharini] ada Pak Abdullah Azwar Anas [Menpan-RB], ada Pak Pramono Anung [Sekretaris Kabinet]. Pak Pramono ini laris manis, nih. Ada yang mengusulkan di Jakarta, ada yang mengusulkan di Jawa Timur," ungkap Hasto dalam rilis media PDIP, dikutip Minggu (30/6/2024).
Dia menjelaskan PDIP tinggal mencari partai politik yang mau menerima salah satu nama-nama tersebut. Meski demikian, dia meminta setiap pihak bersabar karena proses politik sangat dinamis.
Hasto hanya menegaskan, PDIP akan mencoba untuk mendorong kader internal agar maju Pilkada 2024.
Sebagai informasi, Khofifah bersama wakilnya Emil Dardak sudah mendapatkan dukungan dari Partai Golkar, Demokrat, Gerindra, PAN, PPP, dan PKS untuk kembali maju dalam ajang Pilkada Jatim 2024. Artinya, kini tinggal PKB, PDIP, dan Nasdem yang tentukan siapa bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jatim 2024 yang akan diusung.
Kongsi PDIP dan PKB bersiap untuk menghadapi koalisi partai pendukung Prabowo Subianto dalam Pilkada 2024 di sejumlah daerah basis suara penting. [892] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — KongsiPDI Perjuangan(PDIP) danPartai Kebangkita Bangsa(PKB) bersiap untuk menghadapi koalisi partai pendukung Prabowo Subianto dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di sejumlah daerah basis suara penting.
Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jakarta menjadi palagan bagi duoPDIPdanPKBmelawan sederet partai pendukung Presiden Terpilih 2024–2029 antara lain Partai Gerindra, Golkar, Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN) hingga Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Pasalnya, partai koalisi penyokong Prabowo tampak solid di sejumlah provinsi tersebut.
Di Jawa Timur, misalnya, partai-partai tersebut tampak satu suara mendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernurKhofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak. Bahkan, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) turut serta mengusung duet pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim 2019–2024 tersebut.
Alhasil tinggalPDIP,PKB, dan Nasdem yang belum mengumumkan dukungan politik untuk kontestasi Pilgub Jatim 2024.
Di Jateng, PartaiGerindrasudah lebih dahulu memutuskan untuk mengusung Kapolda Jateng Irjen Pol. Ahmad Luthfi sebagai bakal calon gubernur Jateng 2024. Kendati partai lainnya belum memutuskan pilihan di Jateng, PartaiGerindratelah membuka peluang untuk menggandeng Ketua Umum PSI sekaligus putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), yakni Kaesang Pangarep, sebagai kandidat kuat calon wakil gubernur di Pilkada Jateng 2024.
Sekretaris Jenderal PartaiGerindraAhmad Muzani mengatakan, partainya akan coba mengusung calon gubernur dan wakil gubernur Jateng 2024 bersama partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang terdiri dari Gerindra, Golkar, PAN, Demokrat, dan PSI. Muzani mengeklaim, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sudah menjalin komunikasi dengan banyak partai politik untuk mewujudkan pilihan itu di Pilkada Jateng 2024.
"Jateng adalah provinsi yg cukup penting juga di Pulau Jawa ini sehingga beliau [Prabowo] merasa perlu menggotong kepentingan politik itu untuk bersama-sama menyukseskan di Pilkada Jawa Tengah," jelas Muzani, Senin (22/7/2024).
Di sisi lain,PDIPdanPKBbelum menetapkan nama definitif sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur untuk Pilgub Jateng 2024.PDIPenggan tergesa-gesa untuk memutuskan bakal calonnya diPilkadaJateng 2024.
“Bagus, enggak apa-apa. Siapapun yang dicalonkan oleh pihak manapun itu tidak akan membuat kita harus kemudian tergesa-gesa, tidak,” kata Ketua Tim Pemenangan Pilkada PDIP Adian Napitupulu, Selasa (22/7/2024).
Ketua Umum Partai Gerindra memberikan keterangan resmi setelah partainya resmi mengusung Khofifah-Emil untuk maju ke Pilkada Jatim 2024 / Bisnis - Surya Dua Artha
Sementara di Jakarta,PDIPdanPKBpun belum buka suara ihwal calon resminya di Pilgub 2024. Hanya PKS dan Nasdem yang sudah menjatuhkan pilihannya kepada Anies Baswedan.
Adapun, koalisi partai pendukung Prabowo juga belum memutuskan bakal calon definitif untuk Pilkada Jakarta 2024. Yang pasti, Muzani kembali mengeklaim bahwa partai yang tergabung dalam KIM akan tetap kompak dalam menghadapi kontestasi politik di Jakarta.
"Tidak [khawatir]. Prabowo saja di Jakarta menang dengan Anies," kata Muzani.
KOALISI PDIP-PKB
Untuk menghadapi KIM,PDIPdanPKBsudah mengambil ancang-ancang. Bahkan, kedua partai ini telah membentuk tim khusus untuk mematangkan wacana pembentukan koalisi tandingan untuk Pilkada 2024 di sejumlah daerah tersebut.
Hal itu diungkapkan Ketua UmumPKBMuhaimin Iskandar alias Cak Imin. Cak Imin tidak menampik sudah bertemu dengan sejumlah elite PDIP yang diutus langsung oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Dia hanya menegaskan bahwa PKB dan PDIP serius menjajaki kerja sama politik diPilkada 2024.
"Kita ada satu forum antara tim pilkada, khusus dengan PDIP, untuk terus mencari titik temu di antara daerah-daerah yang ada," ungkap Cak Imin, Rabu (24/7/2025).
Untuk di Jakarta dan Jatim, sambungnya,PKBdan PDIP belum menemui titik temu. Meski demikian, kedua pihak masih terus mencari kombinasi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang dirasa terbaik.
"Masih terus pembicaraan, pematangan," jelas Cak Imin.
Wacana duet kedua partai itu juga ditegaskan Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid. Apalagi, jelasnya, PKB punya sejarah panjang dengan PDIP.
"Baik PKB denganPDIPini sahabat lama, saudara lama, dan memang secara nilai kita mengusung nilai-nilai yang hampir sama dengan PDIP, kerakyatan," jelas Jazilul.
Namun, dia mengingatPKBcondong untuk mengusung Anies Baswedan sebagai bakal calon Gubernur Jakarta 2024 sesuai usulan pengurus daerah.
Untuk Jateng, PKB ingin mendukung kadernya Yusuf Khudori maju sebagai calon gubernur sesuai usulan pengurus daerah. Sementara untuk Jatim, PKB belum punya nama pasti.
"Perlu diketahui di Jawa Timur,PDIPdanPKBadalah pemenang kesatu dan kedua yang mesinnya sangat kuat, tinggal mencari figurnya," ujar Jazilul.
Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid menemui awak media di Hotel Sultan, Jakarta Pusat pada Rabu (24/7/2024). Jazilul mengakui pembicaraan ihwal Pilkada Jakarta 2024 mandeg dengan Partai Nasdem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak ada perkembangan/JIBI-Surya Dua Artha Simanjuntak.
Rencana pembentukan koalisi tandingan itu juga sebelumnya telah diungkap Ketua DPP PDIP Eriko Sotarduga. Dia mengakui PDIP sedang menegosiasikan peluang kerja sama dengan PKB dalam ajang Pilgub Jakarta sekaligus Jatim 2024.
Untuk Pilgub Jakarta, Eriko menjelaskan bahwa PDIP danPKBsecara total memiliki 21,77% total kursi di DPRD Jakarta sesuai hasil Pileg 2024. Dengan syarat minimal 20% dari total kursi di DPRD sesuai Pasal 40 ayat (1) UU No. 10/2016 tentang Pilkada, koalisi dua partai ini bisa mencalonkan kepala daerah sendiri.
Hal serupa juga terjadi di Pilgub Jatim. Duet PKB dan PDIP sudah bisa mencalonkan bakal cagub-cawagub untuk melawanKhofifah-Emil. Kedua partai ini pun bisa bernegosiasi ihwal kader yang layak mengisi bakal calon gubernur dan wakil gubernur di kedua wilayah itu.
"Kalau misalnya di Jakarta, misalnya ini berandai-andai, PKB menjadi calon gubernurnya, bolehenggakdi Jawa Timur, PDIP yang menjadi calon gubernurnya, boleh kan?" jelas Eriko beberapa waktu lalu.
Patut dinanti, bagaimana rencana kongsiPDIPdanPKBitu bakal terwujud untuk menghadapi koalisi partai pendukung Prabowo di daerah-daerah basis suara tersebut.