JAKARTA, investor.id - Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma'ruf Amin menegaskan pentingnya penguatan kerja sama ekonomi hijau, ekonomi digital, rantai pasok, serta penguatan UMKM antara negara-negara ASEAN dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT).
Menurut Wapres, RRT menjadi mitra dagang terbesar sekaligus sumber investasi langsung terbesar di ASEAN selain Amerika Serikat. Selama 15 tahun berturut-turut, RRT menjadi mitra dagang terbesar ASEAN, dengan nilai perdagangan mencapai USD 696,7 miliar pada 2023 lalu.
“Kerja sama ASEAN dan RRT melaju pesat di tengah meningkatnya ketidakpastian global," ujar Wapres Ma’ruf Amin dalam rangkaian acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-44 dan 45 di National Convention Center, Vientiane, Laos, Kamis (10/10/2024).
Dalam acara tersebut, Wapres didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Pertemuan KTT ASEAN ini dihadiri oleh seluruh kepala pemerintahan Negara Anggota ASEAN kecuali Myanmar (diwakili oleh Menteri Luar Negeri), dan juga Perdana Menteri Timor Leste. Selain itu, hadir juga Perdana Menteri RRT Li Qiang, dan Sekretaris Jenderal ASEAN.
Wapres mengatakan Indonesia menginginkan agar penguatan kemitraan ASEAN-RRT harus makin, luas, inklusif dan berkelanjutan. Hal ini nanti pada akhirnya, bisa memberikan manfaat positif negara-negara ASEAN dan RRT.
“Perluasan akses pasar, inovasi dan adaptasi adalah kunci mencapai kemakmuran. Saya mengapresiasi selesainya negosiasi Peningkatan Perjanjian Perdagangan ASEAN RRT 3.0 yang akan memperkuat kerja sama kita di bidang ekonomi hijau, ekonomi digital, rantai pasok dan dukungan untuk UMKM,” terang Wapres.
Dalam pertemuan tersebut, Perdana Menteri RRT Li Qiang menyampaikan beberapa komitmen penguatan hubungan ASEAN-RRT.
Komitmen tersebut, antara lain meningkatkan dukungan pembangunan infrastuktur rel kereta dan pelabuhan di negara-negara ASEAN, mendorong implementasi ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA) 3.0, dan memperluas kerja sama pembayaran lintas batas dan Local Currency Settlement (LCS).
Selain itu, RRT juga akan menambah pendanaan untuk ASEAN-China Cooperation Fund (ACCF), serta meningkatkan jumlah penerima beasiswa ASEAN-China Youth Leaders Scholarship (ACYLS) menjadi dua kali lipat dalam lima tahun mendatang.
Salah satu komitmen RRT yang diadopsi pada pertemuan KTT ini adalah ASEAN-China Leaders’ Joint Statement on the Substantial Conclusion of the ACFTA 3.0 Upgrade Negotiation. Negosiasi tersebut sebelumnya telah disahkan oleh para Menteri Ekonomi ASEAN (AEM) dalam pertemuan Konsultasi AEM-MOFCOM ke-23 pada September 2024.
Komitmen bersama ASEAN dan RRT ini menandai babak baru kerja sama ekonomi ASEAN dan RRT, karena ACFTA 3.0 telah memasukkan isu baru dalam perdagangan seperti rantai pasok, ekonomi digital, hingga ekonomi hijau.
Sementara Menko Airlangga mengajak semua negara anggota ASEAN untuk mempercepat penyelesaian perundingan Digital Economy Framework Agreement (DEFA). Menurut Airlangga, DEFA merupakan salah satu program kerja sama unggulan ASEAN dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital yang sangat pesat.
"Kami juga mengajak ASEAN lebih konkret merealisasikan proyek ASEAN Power Grid, transisi energi, dan penguatan rantai pasok," imbuh Airlangga.
Airlangga menegaskan, kerja sama ASEAN dengan RRT saling menguntungkan. Bagi ASEAN, RRT masih menjadi negara mitra dagang terbesar saat ini dan bagi RRT, perdagangan dengan negara-negara ASEAN pada 2023 mencapai 15,9% dari total perdagangan luar negeri Tiongkok.
"Selain itu, RRT juga menjadi negara sumber foreign direct investment (FDI) terbesar ketiga di kawasan ASEAN, dengan nilai investasi sebesar USD 17,3 miliar pada tahun yang sama," pungkas Airlangga.
Editor: Maswin (maswin.investorID@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News