Reporter: Filemon Agung | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Linde Indonesia mengumumkan telah dimulainya proses pemasokan gas industri kepada fasilitas pemurnian dan pengolahan tembaga milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Gresik, Jawa Timur.
President ASEAN & South Asia Linde Moloy Banerjee mengatakan, Linde telah menginvestasikan senilai US$ 120 juta untuk mencakupi pembangunan, pengelolaan kepemilikan, dan pengoperasian unit pemisahan udara (Air Separation Unit/ASU) baru yang merupakan fasilitas terbesar di Indonesia dan juga fasilitas ASU milik Linde yang terbesar di kawasan Asia Tenggara.
“Dengan permintaan komoditas tembaga yang terus meningkat di tingkat global, dengan bangga kami mendukung upaya ekspansi PT Freeport Indonesia,” ujar Moloy dalam siaran pers, Sabtu (9/11).
Fasilitas yang telah dikembangkan Linde kini telah memulai fungsi pasokan gas industri oksigen dan nitrogen untuk PT Freeport Indonesia dalam menjalankan fungsi pemurnian tembaga dan fasilitas refining di Manyar, Gresik, Jawa Timur. Fasilitas proses pemurnian tembaga tersebut merupakan salah satu yang terbesar di tingkat dunia.
Unit ASU milik Linde ini juga akan memberikan pasokan gas industri yang dicairkan kepada customer baru dan existing di Jawa Timur yang turut meningkatkan kerapatan jejaring bisnis Perusahaan di wilayah tersebut.
Adapun, gas industri diklaim dapat membantu meningkatkan efisiensi pemurnian tembaga melalui dorongan kapasitas produksi yang diikuti dengan penurunan konsumsi dan emisi bahan bakar.
"Fasilitas baru di lapangan yang dikembangkan Linde menggunakan teknologi terbaru untuk memasok gas industry yang esensial secara aman dan dapat diandalkan kepada seluruh customer kami pada pasar industri yang penting," pungkas Moloy.
Linde mengumumkan telah dimulainya proses pemasokan gas industri kepada PT Freeport Indonesia (PTFI).
Linde telah menginvestasikan senilai US$ 120 juta untuk mencakupi pembangunan, pengelolaan kepemilikan, dan pengoperasian unit pemisahan udara (Air Separation Unit/ASU) baru yang merupakan fasilitas terbesar di Indonesia dan juga fasilitas ASU milik Linde yang terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Fasilitas yang telah dikembangkan Linde kini menjalankan telah menjalankan fungsi pasokan gas industri oksigen dan nitrogen untuk PT Freeport Indonesia dalam menjalankan fungsi pemurnian tembaga dan fasilitas refining di Manyar, Gresik, Jawa Timur.
Fasilitas proses pemurnian tembaga tersebut merupakan salah satu yang terbesar di tingkat dunia. Unit ASU milik Linde ini juga akan memberikan pasokan gas industri yang dicairkan kepada customer baru dan existing di Jawa Timur yang turut meningkatkan kerapatan jejaring bisnis Perusahaan di wilayah tersebut.
"Dengan permintaan komoditas tembaga yang terus meningkat di tingkat global, dengan bangga kami mendukung upaya ekspansi PT Freeport Indonesia," ujar Moloy Banerjee, President, ASEAN & South Asia, Linde.
"Gas industri membantu meningkatkan efisiensi pemurnian tembaga melalui dorongan kapasitas produksi yang diikuti dengan penurunan konsumsi dan emisi bahan bakar. Fasilitas baru di lapangan yang dikembangkan Linde menggunakan teknologi terbaru untuk memasok gas industry yang esensial secara aman dan dapat diandalkan kepada seluruh customer kami pada pasar industri yang penting." tambah Moloy Banerjee.
Bisnis.com, JAKARTA- Sosok Kertanegara, raja terakhir Singasari merupakan sosok yang penting bagi keberadaan Kerajaan Majapahit.
Hal itu merupakan salah satu perspektif Herald Van der Linde berdasarkan riset yang dilakukan olehnya selama empat tahun. Riset itu kemudian dipublikasikan secara naratif melalui buku Majapahit: Intrigue, Betrayal and War in Indonesia’s Greatest Empire.
“Kertanegara menciptakan kondisi untuk Majapahit berkembang,” ujarnya singkat dalam siaran broadcast pada kanal youtube Bisniscom.
Menurutnya, raja tersebut tidak mendapatkan penghargaan sebagaimana tokoh Majapahit di kemudian hari yakni Gajah Mada dan Hayam Wuruk. Sebagai bukti, nama dua tokoh Majapahit itu hampir dapat ditemui di jalanan protokoler di kota besar di Indonesia. Suatu hal yang tidak terjadi pada nama Kertanegara.
Herald yang lebih suka disapa Mas Heru itu menceritakan, Kertanegara merupakan tokoh yang kuat di kerajaan tersebut. Dia memelopori konsep negara kesatuan Nusantara dengan mengirimkan pasukannya ke berbagai daerah seperti di Sumatra, Kalimantan, Bali dan sebagainya.
Setiap tahun, lanjutnya, Kertanegara menetapkan suatu hari khusus untuk merayakan persatuan Nusantara tersebut melalui sebuah upacara yang khidmat sekaligus meriah. Upacara itu dilangsungkan di dekat Trowulan yang disebut merupakan ibukota Majapahit. Daerah itu sekarang terletak di seputaran Mojokerto, Jawa Timur.
“Tempat itu merupakan lokasi spiritual dan simbolik karena beberapa ratus tahun sebelumnya, raja Airlangga ingin membagi kerajaan kepada kedua anaknya tepat di daerah itu, tapi kemudian tidak bisa dibagi-bagi. Jadi karena tidak bisa dibagi, artinya harus bersatu,” jelasnya.
Mas Heru mengatakan, upacara yang dilakukan oleh Kertanegara terjadi pada 21 November 1289. Karena Kertanegara lah tokoh pertama yang menyatukan Nusantara melalui militer dan spritual, maka dapat dikatakan tanggal pelaksanaan upacara itu merupakan hari lahir Indonesia.
Kertanegara juga merupakan tokoh yang patut diteladani karena teguh berpegang pada pendiriannya dan menolak intervensi pihak lain. Hal itu dibuktikan dengan keberaniannya menantang utusan Khubilai Khan, raja Mongol yang digdaya kala itu.
“Bayangkan Khubilai Khan itu adalah orang yang terkuat di dunia. Dia kirim diplomatnya ke Singasari dan hidungnya dipotong oleh Kertanegara. Kamu pasti tahu kalau hal itu bisa jadi masalah. Tapi dia sudah siap melawan pasukan Mongol. Tapi sebelum Mongol datang, dia sudah dibunuh,” ucap Heru.
Kertanegara merupakan raja terakhir Singasari. Saat berkonsentrasi menghadang laju pasukan Mongol dengan mengirimkan pasukan dalam jumlah besar ke semenanjung Melayu, dia justru diserang oleh Jayakatwang yang merupakan kerabatnya.
Berbicara tentang Majapahit, Herald mengatakan bahwa kerajaan itu memiliki kekuatan ekonomi yang besar. Hal ini ditopang oleh kondisi geografis kepulauan Nusantara yang merupakan daerah perlintasan dagang antara dua kebudayaan, China serta India.
Selain itu, kekuatan Angkatan Laut yang dahsyat juga menjadi salah satu bentuk diplomasi keras (hard diplomacy) sehingga negara-negara lain menaruh hormat kepada Majapahit.
Saat kerajaan itu tengah berada di masa kejayaan, ada kerajaan kecil di Sumatra mencoba menjalin hubungan dagang dengan China.
Hubungan itu hampir terlaksana sebelum pada akhirnya disemprit oleh Majapahit sehingga mengurungkan niat untuk membuka hubungan dagang tersebut.
Bisnis.com, JAKARTA- Sosok Kertanegara, raja terakhir Singasari merupakan sosok yang penting bagi keberadaan Kerajaan Majapahit.
Hal itu merupakan salah satu perspektif Herald Van der Linde berdasarkan riset yang dilakukan olehnya selama empat tahun. Riset itu kemudian dipublikasikan secara naratif melalui buku Majapahit: Intrigue, Betrayal and War in Indonesia’s Greatest Empire.
“Kertanegara menciptakan kondisi untuk Majapahit berkembang,” ujarnya singkat dalam Dalam siaran broadcast pada kanal youtube Bisniscom.
Menurutnya, raja tersebut tidak mendapatkan penghargaan sebagaimana tokoh Majapahit di kemudian hari yakni Gajah Mada dan Hayam Wuruk. Sebagai bukti, nama dua tokoh Majapahit itu hampir dapat ditemui di jalanan protokoler di kota besar di Indonesia. Suatu hal yang tidak terjadi pada nama Kertanegara.
Herald yang lebih suka disapa Mas Heru itu menceritakan, Kertanegara merupakan tokoh yang kuat di kerajaan tersebut. Dia memelopori konsep negara kesatuan Nusantara dengan mengirimkan pasukannya ke berbagai daerah seperti di Sumatra, Kalimantan, Bali dan sebagainya.
Setiap tahun, lanjutnya, Kertanegara menetapkan suatu hari khusus untuk merayakan persatuan Nusantara tersebut melalui sebuah upacara yang khidmat sekaligus meriah. Upacara itu dilangsungkan di dekat Trowulan yang disebut merupakan ibukota Majapahit. Daerah itu sekarang terletak di seputaran Mojokerto, Jawa Timur.
“Tempat itu merupakan lokasi spiritual dan simbolik karena beberapa ratus tahun sebelumnya, raja Airlangga ingin membagi kerajaan kepada kedua anaknya tepat di daerah itu, tapi kemudian tidak bisa dibagi-bagi. Jadi karena tidak bisa dibagi, artinya harus bersatu,” jelasnya.
Mas Heru mengatakan, upacara yang dilakukan oleh Kertanegara terjadi pada 21 November 1289. Karena Kertanegaralah tokoh pertama yang menyatukan Nusantara melalui militer dan spritual, maka dapat dikatakan tanggal pelaksanaan upacara itu merupakan hari lahir Indonesia.
Kertanegara juga merupakan tokoh yang patut diteladani karena teguh berpegang pada pendiriannya dan menolak intervensi pihak lain. Hal itu dibuktikan dengan keberaniannya menantang utusan Khubilai Khan, raja Mongol yang digdaya kala itu.
“Bayangkan Khubilai Khan itu adalah orang yang terkuat di dunia. Dia kirim diplomatnya ke Singasari dan hidungnya dipotong oleh Kertanegara. Kamu pasti tahu kalau hal itu bisa jadi masalah. Tapi dia sudah siap melawan pasukan Mongol. Tapi sebelum Mongol datang, dia sudah dibunuh,” ucap Heru.
Kertanegara merupakan raja terakhir Singasari. Saat berkonsentrasi menghadang laju pasukan Mongol dengan mengirimkan pasukan dalam jumlah besar ke semenangjung Melayu, dia justru diserang oleh Jayakatwang yang merupakan kerabatnya.
Berbicara tentang Majapahit, Herald mengatakan bahwa kerajaan itu memiliki kekuatan ekonomi yang besar. Hal ini ditopang oleh kondisi geografis kepulauan Nusantara yang merupakan daerah perlintasan dagang antara dua kebudayaan, China serta India.
Selain itu, kekuatan Angkatan Laut yang dasyat juga menjadi salah satu bentuk diplomasi keras (hard dicplomacy) sehingga negara-negara lain menaruh hormat kepada Majapahit.
Saat kerajaan itu tengah berada di masa kejayaan, ada kerajaan kecil di Sumatra mencoba menjalin hubungan dagang dengan China.
Hubungan itu hampir terlaksana seblum pada akhirnya di-semprit oleh Majapahit sehingga mengurungkan niat untuk membuka hubungan dagang tersebut.