PURWOREJO, KOMPAS.com - Di sudut Kota Purworejo, Jawa Tengah, yang tenang, berdiri museum yang menyimpan sejarah berharga, tidak hanya bagi masyarakat lokal tapi juga bagi bangsa Indonesia. Namanya Museum Tosan Aji.
Berlokasi di Jalan Mayjen Sutoyo, Museum Tosan Aji berfokus pada pelestarian senjata tradisional Nusantara, khususnya keris dan tosan aji lainnya.
Namun, saat ini Museum Tosan Aji tidak hanya menjadi rumah bagi pusaka kuno, tapi juga jembatan antara warisan leluhur dengan dunia digital melalui teknologi yang mengubah cara pengunjung menikmati artefak budaya.
Ketika pertama kali melangkahkan kaki ke dalam museum, pengunjung akan disambut dengan sejumlah arca dan lingga yoni yang berjejer rapi di depan.
Ada pula gamelan milik Sri Susuhan Pakubuwono VI di seberang pintu loket. Gamelan yang diperkirakan berusia 380 tahun itu merupakan hadiah Sri Susuhan Pakubuwono VI kepada Bupati pertama Purworejo, Tjokro Negoro.
Deretan keris dengan ukiran rumit tersusun rapi di balik kaca, masing-masing ditemani papan keterangan yang menjelaskan asal-usul, motif atau pamor, serta perkiraan tahun pembuatan.
Museum ini tidak hanya menampilkan benda-benda mati, tapi juga menceritakan sejarah panjang manusia dan kepercayaan yang melekat di setiap bilah tosan aji.
Teknologi table mapping di Museum Tosan Aji
KOMPAS.COM/BAYUAPRILIANO Salah seorang pengunjung mencoba fitur table mapping dj museum Tosan Aji PurworejoMuseum Tosan Aji telah mengadopsi teknologi untuk memperkaya pengalaman pengunjungnya.
Kepala Bidang Kebudayaan Dindikbud Purworejo, Dyah Woro Setyaningsih mengatakan, digitalisasi museum paling mencolok adalah penambahan fitur table mapping yang memungkinkan pengunjung berinteraksi secara virtual dengan koleksi museum.
Melalui proyeksi visual interaktif, pengunjung dapat mempelajari lebih dalam tentang keris-keris atau senjata tertentu hanya dengan menyentuh permukaan meja yang dilengkapi teknologi ini.
"Untuk koleksi yang ada di table mapping memang baru sepuluh baik keris, tombak, dan sebagiannya," kata Dyah Woro Setyaningsih, Selasa (22/10/2024).
Dyah Woro menambahkan, dengan table mapping itu, pengunjung tidak hanya melihat koleksi secara fisik, tapi juga secara virtual terkait penjelasan atau sejarah dari koleksi yang ada.
Table mapping pun menyajikan animasi visual yang memukau. Saat sebuah keris dipilih melalui sentuhan, informasi mengenai asal usul, masa pembuatannya, jenis logam yang digunakan, serta makna simbolik yang terkandung di dalamnya akan muncul di layar dengan presentasi yang dinamis.
"Karena anak muda saat ini lebih suka dengan hal yang berbau teknologi, apalagi anak-anak sekolah juga suka yang interaktif," ujarnya.
Teknologi ini membawa pengunjung lebih dekat kepada artefak yang biasanya hanya bisa dilihat dari balik kaca.
Tidak hanya itu, Museum Tosan Aji juga telah menyediakan situs web khusus sebagai portal informasi digital. Melalui situs ini, pengunjung dapat menjelajahi koleksi museum secara virtual sebelum atau sesudah kunjungan fisik.
Fasilitas digital ini membuat museum lebih mudah diakses, tidak hanya oleh masyarakat lokal, tetapi juga oleh pencinta budaya dan sejarah di seluruh dunia.
Di dalam situs web tersebut, berbagai artikel, video, dan gambar berkualitas tinggi dapat diakses, menampilkan detail-detail tosan aji yang mungkin luput saat dilihat secara langsung.
Instagram @museum_tosanaji Museum Tosan Aji, Purworejo, Jawa TengahSelain itu, Museum Tosan Aji juga akan menyediakan akses pembayaran non-tunai bagi pengunjung yang ingin membeli tiket masuk.
Fasilitas ini merupakan salah satu upaya untuk memudahkan para wisatawan, terutama generasi muda yang terbiasa dengan transaksi digital.
"Masih akan kita persiapkan untuk pembayaran QRIS nantinya, ini masih dalam proses," kata Dyah Woro.
Dalam beberapa tahun terakhir, Museum Tosan Aji ini semakin menjadi tujuan populer, tidak hanya bagi para peneliti dan kolektor, tetapi juga bagi keluarga, pelajar, dan wisatawan mancanegara yang penasaran dengan kekayaan budaya Jawa.
"Tahun kemarin saja kunjungan ada sekitar 20.000 (pengunjung), semoga ke depannya bisa lebih banyak," ucapnya.
Untuk menambah pengalaman yang lebih personal, museum juga kerap mengadakan seminar dan pameran khusus mengenai keris dan tosan aji. Seminar-seminar ini sering menghadirkan para ahli tosan aji, sejarawan, dan pengrajin keris.
Salah satunya Pameran Temporer Museum Tosan Aji yang digelar selama tiga hari mulai hari Senin (21/10/2024) hingga Rabu (23/10/2024) di area museum.
Mengambil tema "Virtual Journey Through Time", kegiatan ini bisa digunakan sebagai ajang mempelajari sejarah Purworejo dari masa ke masa melalui pameran koleksi Museum Tosan Aji.
Pembukaan kegiatan secara resmi dilakukan Pjs Bupati Purworejo, Endi Faiz Effendi di Pendopo Agung Purworejo, dengan ditandai pemukulan gong dan pemotongan pita serta tinjauan museum oleh para pejabat.
Melalui inovasi dan koleksi yang ada, Museum Tosan Aji seakan mengajarkan bahwa warisan budaya tidak harus kaku dan tertinggal, tetapi bisa mengikuti arus zaman dengan cara yang cerdas dan relevan.