#30 tag 24jam
Investasi Bitcoin Membuahkan Hasil: MicroStrategy Tambah Modal US$42 Miliar
Strategi investasi Bitcoin Microstrategy berhasil, perusahaan ini berencana menambah modal hingga $42 miliar, MetaPlanet siap menyusul! [551] url asal
#bitcoin #investasi-bitcoin #metaplanet #microstrategy
(BlockChain-Media) 31/10/24 16:00
v/17263118/
Dengan strategi investasi Bitcoin MicroStrategy yang semakin agresif, perusahaan ini kembali memperkuat posisinya sebagai salah satu pemilik BTC terbesar di dunia. Rencana modal baru senilai US$42 miliar akan digunakan untuk menambah cadangan Bitcoin perusahaan secara signifikan.
Di sisi lain, Metaplanet, perusahaan asal Jepang yang juga berinvestasi dalam Bitcoin, telah melihat hasil positif dari strategi mereka yang juga berhasil memberikan keuntungan besar.
Strategi Investasi Bitcoin MicroStrategy Cuan Besar, Tambah Modal US$42 MiliarMicroStrategy mengumumkan rencana untuk meningkatkan modal mereka sebesar US$42 miliar dalam tiga tahun mendatang, di mana modal ini akan didistribusikan dalam dua tahap besar: US$21 miliar dari ekuitas dan US$21 miliar dari surat utang.
Strategi investasi Bitcoin MicroStrategy bertujuan untuk memperkuat cadangan BTC mereka sebagai aset treasury perusahaan dan memberikan keuntungan bagi para pemegang saham.

“Fokus kami tetap pada peningkatan nilai yang dihasilkan untuk pemegang saham kami dengan memanfaatkan transformasi digital modal,” ujar Phong Le, CEO MicroStrategy, Rabu (30/10/2024).
Selama kuartal ketiga tahun 2024, MicroStrategy telah berhasil meningkatkan kepemilikan Bitcoin mereka sebesar 11 persen, dengan total cadangan mencapai 252.220 BTC pada akhir September.
Andrew Kang, CFO MicroStrategy, menegaskan bahwa strategi investasi Bitcoin perusahaan sejauh ini telah membuahkan hasil yang positif bagi perusahaan dan para pemegang sahamnya.
“Q3 2024 menjadi periode transformasi lainnya bagi MicroStrategy. Kami berhasil meningkatkan yield Bitcoin tahunan menjadi 17,8 persen dan mengurangi total beban bunga tahunan sebesar US$24 juta,” ungkapnya.
Metaplanet Ikuti MicroStrategy, Raup Untung Besar dari BitcoinSelain strategi investasi Bitcoin MicroStrategy yang dinilai berhasil, Metaplanet di Jepang juga sukses meraih keuntungan besar dari investasi mereka. Dengan kepemilikan BTC yang signifikan, Metaplanet kini menjadi salah satu perusahaan dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di Jepang, dan fokus mereka pada peningkatan daya tarik saham terus menarik minat investor serta para pemegang sahamnya.
Metaplanet Tambah Investasi Bitcoin, Harga Saham Langsung Naik!
Pasar merespons positif langkah Metaplanet dalam memperluas investasinya. Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam setelah pengumuman pembelian BTC pada 28 Oktober, harga saham Metaplanet di pasar saham mengalami kenaikan sebesar 7,18 persen
Strategi investasi Bitcoin MicroStrategy yang diikuti oleh Metaplanet telah terbukti efektif dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi perusahaan. Dari tanggal 1 Juli hingga 30 September 2024, BTC Yield mereka mencapai 41,7 persen, dan bahkan melonjak menjadi 155,8 persen dari 1 hingga 28 Oktober 2024.
Hasil ini mengindikasikan bahwa strategi akumulasi BTC yang dijalankan oleh Metaplanet telah berhasil meningkatkan nilai aset perusahaan dalam jangka panjang, memberikan keuntungan bagi pemegang saham, serta memperkuat posisi mereka di pasar.
Dampak Akumulasi Bitcoin Bagi Kinerja PerusahaanDengan strategi investasi Bitcoin MicroStrategy yang diperbarui untuk menambah modal, perusahaan berharap dapat mempertahankan tren positif BTC Yield mereka.
MicroStrategy menggunakan “BTC Yield” sebagai indikator utama untuk menilai kinerja strategi investasi Bitcoinnya, yang mengukur persentase perubahan total kepemilikan Bitcoin terhadap jumlah saham yang sepenuhnya terdilusi.
Di sisi lain, Metaplanet juga menunjukkan hasil serupa. Peningkatan BTC Yield yang drastis selama kuartal ketiga dan awal kuartal keempat 2024 ini semakin memperkuat strategi investasi Bitcoin mereka, yang tidak hanya memperkaya aset perusahaan, tetapi juga meningkatkan daya tarik saham di pasar.
Keputusan kedua perusahaan ini untuk mempertahankan strategi investasi Bitcoin tampaknya memberikan hasil yang positif, baik bagi MicroStrategy maupun Metaplanet.
Dengan terus memperkuat akumulasi BTC, kedua perusahaan tersebut optimis terhadap potensi jangka panjang investasi ini, yang semakin menarik perhatian pasar dan memberikan keuntungan yang signifikan bagi pemegang saham. [dp]
Bitcoin Tembus Rp 1 M, Masih Bisa Ngegas Lagi?
Bitcoin mencapai US$ 70.000 untuk pertama kalinya sejak Juni 2024. Investor bersiap menghadapi pemilihan presiden AS dan keputusan The Fed. [256] url asal
#bitcoin #harga-bitcoin #pemilihan-presiden-as #partai-republik #bitcoin-tembus-rp-1-m #demokrat #industri-kripto #the-fed #cnbc #trump #donald #pemilihan #kandidat #bank #tulis #bitcoin-microstrategy #proksi-bi
(detikFinance - Fintech) 29/10/24 14:00
v/17140904/
Jakarta - Bitcoin tembus US$ 70.000 atau Rp 1,09 triliun (kurs Rp 15.700) untuk pertama kalinya sejak Juni 2024. Investor bersiap menyambut pemilihan umum Amerika Serikat (AS) dan data ekonomi yang akan mempengaruhi keputusan bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) berikutnya.
Dilansir dari CNBC, Selasa (29/10/2024), harga bitcoin terakhir naik sekitar 3% ke level US$ 69.925, menurut Coin Metrics. Sekitar pukul 6:00 sore waktu setempat pada Senin (28/10), harganya menyentuh US$ 70.207 dan terus berfluktuasi sejak saat itu.
Saham yang terkait dengan harga kripto juga sedikit berubah. Dalam perdagangan reguler pada Senin (28/10), platform bursa kripto Coinbase naik 5% dan proksi bitcoin MicroStrategy melonjak hampir 9%.
"Optimisme meningkat menjelang pemilihan presiden AS minggu depan. Bitcoin telah dibatasi pada kisaran ketat antara US$ 55.000 dan US$ 70.000, namun Bitcoin mungkin siap untuk menembus level tertinggi baru bulan ini," tulis pemberitaan tersebut.
Sebagai informasi, hari pemilihan presiden AS akan jatuh pada 5 November 2024. Kemudian disusul keputusan kebijakan suku bunga The Fed pada 7 November 2024.
Calon presiden dari Partai Republik Donald Trump telah merayu industri kripto tahun ini dan menampilkan dirinya sebagai kandidat pro-kripto. Sementara calon presiden dari Partai Demokrat Kamala Harris lebih bungkam tentang kripto dan industri terpecah tentang bagaimana potensi kepresidenannya dapat memengaruhi perusahaan kripto.
Di tempat lain, investor mengamati laporan keuangan dari Coinbase dan MicroStrategy, di mana keduanya dijadwalkan akan mengumumkan pada Rabu (29/10). Pada Senin (28/10), saham MicroStrategy mencatat penutupan tertinggi sejak 15 Maret 2000.
(aid/das)
Samara Asset Group Ikuti Langkah Microstrategy Beli Bitcoin, Harga Saham Langsung Meroket
Samara Asset Group umumkan akuisisi Bitcoin, mengikuti jejak Microstrategy. Harga saham melonjak hingga 10 persen. [669] url asal
#bitcoin #btc #microstrategy #samara-asset-group
(BlockChain-Media) 15/10/24 12:00
v/16496412/
Samara Asset Group secara resmi mengumumkan akuisisi Bitcoin sebagai bagian dari strategi investasi utamanya, mengikuti jejak Microstrategy.
Dengan langkah ini, harga saham Samara melonjak hingga 10 persen. Masuknya institusi besar seperti Samara semakin memperkuat pasar kripto, mengangkat optimisme terhadap masa depan BTC.
Institusi Besar Beli Bitcoin, Pasar Kripto Makin PanasBitcoin terus menarik perhatian institusi besar di tengah perubahan iklim ekonomi global. Microstrategy, yang dikenal sebagai pionir dalam adopsi Bitcoin oleh korporasi, sebelumnya telah menambah 7.420 BTC senilai sekitar US$458,2 juta.
Keberhasilan strategi Microstrategy memperlihatkan betapa pentingnya BTC sebagai instrumen investasi alternatif di tengah ketidakpastian ekonomi. Kebijakan moneter longgar dan penurunan suku bunga di Amerika Serikat juga turut meningkatkan daya tarik kripto.
Selain Microstrategy, perusahaan investasi lainnya seperti juga Metaplanet telah membeli 107,913 BTC, memperlihatkan minat institusi yang terus meningkat terhadap Bitcoin.
Langkah ini semakin memperkuat sentimen positif di pasar kripto dan mencerminkan keyakinan bahwa BTC akan menjadi aset yang dominan di masa depan.
Ambisi Samara Asset Group Saingi MicrostrategySamara Asset Group, melalui CEO-nya Patrick Lowry, mengumumkan pada 14 Oktober 2024 bahwa BTC kini menjadi aset cadangan utama perusahaan. Perusahaan akan menggunakan dana dari penerbitan obligasi untuk memperkuat portofolio aset digital akuisisi Bitcoin dan berinvestasi dalam teknologi inovatif.
“Kami sangat antusias dengan potensi penerbitan obligasi ini dan berharap dapat menggunakan dananya untuk terus meningkatkan cadangan Bitcoin serta mendukung manajer dan inovator terbaik di dunia,” ungkap Lowry.
Langkah tersebut memperlihatkan bahwa suatu hari Samara dapat menyaingi Microstrategy dalam hal kepemilikan BTC.
Obligasi ini akan diterbitkan oleh Samara Asset Group p.l.c., sementara entitas baru yang dibentuk khusus, Samara Asset Holdings Ltd., akan dijadikan jaminan dan bertindak sebagai penjamin obligasi tersebut.
Obligasi ini akan dicatatkan di pasar tidak teregulasi di Bursa Oslo dan Bursa Frankfurt, memberikan akses kepada lebih banyak investor institusi. Penempatan obligasi secara privat akan memiliki jumlah minimum langganan dan alokasi sebesar €100.000.
Dengan penerbitan obligasi ini, Samara tidak hanya ingin memperkuat neraca keuangan tetapi juga memperluas investasinya di sektor teknologi baru yang sedang berkembang pesat.
Christian Angermayer, anggota komite penasihat Samara, menekankan pentingnya misi perusahaan dalam mendorong inovasi melalui akuisisi Bitcoin.
“Kami ingin menanamkan modal pada para pembangun masa depan dan memastikan posisi kami kuat dalam Bitcoin,” ujarnya.
Strategi ini menunjukkan bahwa Samara berusaha lebih dari sekadar mengikuti tren, tetapi ingin menjadi pemain kunci dalam industri kripto dan teknologi.
Saham Samara Meroket Hingga 10 PersenSetelah pengumuman akuisisi Bitcoin, harga saham Samara Asset Group (SRAG) di Bursa saham melonjak hingga 10 persen.
Respons positif ini menunjukkan betapa kuatnya kepercayaan pasar terhadap strategi akuisisi Bitcoin sebagai bagian dari aset cadangan.

Dalam beberapa tahun terakhir, investor semakin memandang BTC sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan alat diversifikasi yang efektif.
Langkah berani seperti ini juga menunjukkan bahwa pasar kripto kini telah mencapai fase baru, di mana institusi besar memimpin arus investasi kripto.
Saham Samara mencerminkan optimisme pasar dan memperlihatkan bahwa strategi investasi kripto dapat membawa keuntungan yang cukup signifikan bagi para pemegang saham.
Harga Bitcoin Makin Kuat: Dampak Masuknya Investor InstitusiMasuknya investor institusi semakin memperkuat posisi BTC sebagai aset investasi strategis di pasar global.
Sejak beberapa tahun terakhir, tren institusi dalam akuisisi Bitcoin terus meningkat, dengan perusahaan seperti Microstrategy dan kini Samara Asset Group aktif menambah cadangan BTC mereka.
Langkah ini memperlihatkan bagaimana BTC tidak lagi dipandang sebagai aset spekulatif semata, melainkan sebagai instrumen investasi jangka panjang yang menarik.
Sentimen positif terhadap harga Bitcoin juga didorong oleh kebijakan moneter yang lebih longgar dari The Fed dan penurunan suku bunga, yang membuat aset digital semakin menarik bagi investor institusi.
Di saat ketidakpastian ekonomi dan inflasi meningkat, banyak institusi mencari alternatif untuk melindungi nilai aset mereka, dan BTC menjadi salah satu pilihan utama.
Strategi investasi yang diambil oleh perusahaan seperti Samara dan Microstrategy dapat membuka jalan bagi lebih banyak institusi untuk masuk ke pasar kripto.
Hal ini tidak hanya berpotensi mendorong kenaikan harga Bitcoin tetapi juga meningkatkan stabilitas dan kredibilitas pasar kripto secara keseluruhan.
Dengan semakin banyaknya institusi yang masuk, BTC tampak siap mengukuhkan posisinya sebagai “emas digital” dan aset penyimpan nilai yang relevan di masa depan. [dp]
Harga Bitcoin Sentuh US$65 Ribu, Berikutnya akan Terpengaruh Banyak Faktor Katalis
Usai harga Bitcoin kembali menyentuh US$65 ribu hari ini dengan sejumlah katalis lainnya yang akan memengaruhinya. [542] url asal
#bitcoin #microstrategy #pasar-cryptocurrency #volatilitas
(BlockChain-Media) 14/10/24 20:48
v/16465057/
Usai harga Bitcoin kembali menyentuh US$65 ribu pada Senin (14/10/2024), pukul 18.30 WIB, ada sejumlah katalis lainnya yang akan memengaruhinya.
Dalam delapan minggu mendatang, harga Bitcoin diprediksi akan dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk perkembangan saham MicroStrategy. Indikasi pergeseran bullish pada saham tersebut dan momen penting yang akan datang dapat berdampak pada minat perusahaan untuk mengadopsi Bitcoin. Volatilitas pada options MicroStrategy juga dapat memengaruhi pergerakan harga Bitcoin.
Sebelumnya QCP Capital mengungkapkan bahwa ada sejumlah faktor yang dapat mempengaruhi harga Bitcoin dan saham MicroStrategy dalam waktu dekat.
“Terdapat indikasi pergeseran bullish pada saham MicroStrategy, di mana volume opsi menunjukkan minat meningkat menjelang akhir Oktober dan awal November,” ungkap laporan dari 10x Research pada Senin (14/10/2024).
Selain itu, pengumuman laporan keuangan kuartalan dan perubahan aturan akuntansi dari Financial Accounting Standards Board yang dijadwalkan mulai berlaku pada Desember 2024 diperkirakan akan mendorong lebih banyak perusahaan untuk mempertimbangkan adopsi Bitcoin.
Kepemilikan saham MicroStrategy yang semakin meningkat dari dana kekayaan negara seperti Norges Bank dan Swiss National Bank menjadi sorotan.
“Minat dari dana kekayaan negara, seperti Norges Bank dan Swiss National Bank, yang meningkatkan kepemilikan mereka di saham MicroStrategy, dapat menciptakan permintaan lebih besar untuk Bitcoin,” tambah laporan tersebut.
Hal ini menunjukkan bahwa potensi peningkatan investasi dari institusi besar dapat berkontribusi terhadap dinamika harga Bitcoin dalam waktu dekat.

Kondisi pasar yang volatile dan proyeksi yang beragam menambah kompleksitas pada analisis harga Bitcoin saat ini.
“Volatilitas tinggi pada opsi MicroStrategy dapat menyebabkan ‘gamma squeeze‘, yang berpotensi meningkatkan harga saham dan harga Bitcoin,” kata QCP Capital, menegaskan hubungan antara saham MicroStrategy dan nilai Bitcoin.
Mereka menambahkan, jika melihat kembali ke tahun 2016, harga Bitcoin (BTC) diperdagangkan dalam kisaran yang sangat ketat selama lebih dari tiga bulan. Baru tiga minggu sebelum hari pemilihan presiden AS, BTC mulai mengalami reli dari US$600 dan akhirnya menggandakan harganya pada minggu pertama Januari.
“Demikian pula, pada tahun 2020, BTC terjebak dalam kisaran yang membosankan selama setengah tahun dan baru mulai rally dari US$11.000 hanya tiga minggu sebelum hari pemilihan presiden, mencapai puncaknya di US$42.000 pada Januari,” jelas mereka.
Michael Saylor Ingin Ubah MicroStrategy Jadi Bank Bitcoin Terkemuka Dunia
Momen-momen penting ini dapat menjadi indikator bagi pengamat yang memantau pergerakan harga Bitcoin dan perkembangan saham MicroStrategy.
Dengan situasi pasar yang tidak pasti, penting bagi para pelaku pasar untuk memperhatikan perkembangan yang ada. Meskipun terdapat katalis positif yang dapat mendorong harga Bitcoin ke tingkat yang lebih tinggi, risiko penurunan tetap menjadi faktor yang harus diperhatikan. Oleh karena itu, pemantauan terhadap perkembangan pasar dan indikator ekonomi yang lebih luas akan sangat penting dalam beberapa minggu ke depan.
Prediksi Harga Bitcoin Berpotensi Capai US$250 Ribu, Ini Alasannya!
Dalam konteks ini, momentum positif yang berkembang di pasar dapat memberikan dorongan bagi harga Bitcoin. Bagi para pengamat, penting untuk memahami bahwa setiap faktor yang mempengaruhi saham MicroStrategy juga dapat memiliki dampak yang signifikan pada nilai Bitcoin. Dengan segala dinamika yang ada, harga Bitcoin bisa saja mengalami perubahan yang dramatis, tergantung pada bagaimana faktor-faktor ini berinteraksi di pasar.
Pelaku pasar dan pengamat perlu terus mengikuti berita dan analisis terkini untuk mendapatkan wawasan yang lebih baik tentang pergerakan harga Bitcoin ke depan. Dengan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi, situasi ini menawarkan tantangan bagi semua yang terlibat dalam pemantauan cryptocurrency. [ps]
Michael Saylor Ingin Ubah MicroStrategy Jadi Bank Bitcoin Terkemuka Dunia
MicroStrategy terus akumulasi Bitcoin dan bertujuan jadi bank BTC terkemuka dengan valuasi hingga triliunan dolar AS. [536] url asal
#bitcoin #michael-saylor #microstrategy
(BlockChain-Media) 12/10/24 11:00
v/16353146/
Pendiri dan Eksekutif utama MicroStrategy, Michael Saylor, memiliki visi besar untuk perusahaannya. Dengan strategi ambisius, Saylor berencana untuk mengubah MicroStrategy menjadi bank Bitcoin (BTC) terkemuka di dunia.
Rencana ini bukan sekadar upaya untuk menambah pundi-pundi Bitcoin perusahaan, melainkan juga untuk menghadirkan berbagai instrumen keuangan berbasis Bitcoin.
Langkah ini dinilai sebagai cara ampuh untuk memberikan alat lindung nilai terhadap inflasi dan menciptakan sarana penyimpanan nilai jangka panjang.
MicroStrategy: Akumulasi Bitcoin yang Mengguncang PasarSejak 2020, MicroStrategy telah secara agresif mengakuisisi Bitcoin. Hingga saat ini, perusahaan tersebut telah mengumpulkan sebanyak 252.220 BTC, yang bernilai sekitar US$15 milyar. Langkah ini menjadikan MicroStrategy sebagai pemegang Bitcoin korporat terbesar di dunia.
Namun, Saylor tidak berhenti di sini. Dia mengungkapkan bahwa dengan berbagai bentuk instrumen keuangan seperti utang konversi, saham preferen, dan bentuk utang lainnya, MicroStrategy dapat terus memperbesar kepemilikan Bitcoin-nya hingga mencapai US$150 milyar.
Dalam pandangan Saylor, Bitcoin adalah aset yang paling berharga di dunia saat ini. Dia memprediksi bahwa nilai Bitcoin akan terus meroket hingga mencapai jutaan dolar per koin.
Hal ini, menurutnya, akan membawa MicroStrategy menjadi perusahaan dengan valuasi mencapai triliunan dolar dalam beberapa dekade mendatang.
Strategi Keuangan untuk Menguasai Pasar BitcoinSalah satu strategi utama MicroStrategy adalah memanfaatkan pasar modal untuk mendapatkan pendanaan guna membeli lebih banyak Bitcoin.
“Ini [BTC] adalah aset paling berharga di dunia. Tujuan akhirnya [MicroStrategy] adalah menjadi bank Bitcoin terkemuka, atau bank dagang, atau Anda bisa menyebutnya perusahaan pembiayaan Bitcoin. Jika kita berakhir dengan US$20 milyar konversi, US$20 milyar saham preferen, US$10 milyar utang dan katakanlah US$50 milyar instrumen utang dan instrumen struktur, kita akan memiliki US$100-US$150 milyar Bitcoin,” ujar Saylor, dilansir dari The Block.
Menurut Saylor, Bitcoin bukan hanya aset digital semata, tetapi juga alat yang sangat efektif untuk menghindari risiko inflasi. Strategi yang diusung MicroStrategy tidak seperti model bank tradisional yang meminjamkan uang kepada pihak ketiga.
Sebaliknya, perusahaan ini lebih memilih untuk terus meminjam dari pasar obligasi dan menggunakan dana tersebut untuk membeli lebih banyak BTC. Ini dianggap jauh lebih menguntungkan dengan tingkat pengembalian sekitar 29 persen per tahun.
Proyeksi Masa Depan dan Dominasi PasarSaylor yakin bahwa MicroStrategy memiliki potensi untuk mendominasi pasar opsi dan ekuitas di masa depan.
Dengan valuasi Bitcoin yang terus meningkat, dia memperkirakan bahwa perusahaan dapat mencapai valuasi US$300 milyar hingga US$400 milyar dalam waktu dekat, dengan langkah-langkah lanjutan menuju valuasi triliunan dolar.
Salah satu proyeksi paling ambisius yang diungkapkan oleh Saylor adalah bahwa Bitcoin akan mewakili sekitar 7 persen dari total modal keuangan global pada tahun 2045.
Jika hal ini terjadi, nilai per koin BTC bisa mencapai angka fantastis, yakni US$13 juta. Ini memberikan gambaran jelas tentang seberapa besar potensi pertumbuhan Bitcoin di masa depan.
Meskipun MicroStrategy memegang Bitcoin dalam jumlah besar, Saylor menegaskan bahwa perusahaan tidak berencana untuk meminjamkan Bitcoin tersebut ke pihak lain.
Sebaliknya, fokus utama adalah terus menambah kepemilikan Bitcoin, memanfaatkan volatilitas pasar untuk keuntungan yang maksimal.
Saylor juga mengakui bahwa risiko yang lebih besar justru muncul dari meminjamkan uang kepada pemerintah, perusahaan, atau individu dibandingkan dengan memegang Bitcoin sebagai aset.
Dengan pendekatan unik ini, MicroStrategy berharap dapat menciptakan pasar modal Bitcoin yang kuat, menawarkan instrumen keuangan yang lebih beragam, dan pada akhirnya, mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pasar Bitcoin. [st]
Metaplanet Serok Bitcoin Lagi Hari Ini Setara 1 Miliar Yen
Metaplanet kembali borong 108,786 BTC, ikuti jejak Microstrategy dalam akumulasi Bitcoin sebagai strategi investasi jangka panjang. [526] url asal
#bitcoin #btc #metaplanet #microstrategy
(BlockChain-Media) 07/10/24 14:25
v/16108856/
Kurang dari sepekan, Metaplanet kembali membeli BTC dalam jumlah besar. Langkah ini semakin menegaskan keyakinan perusahaan terhadap potensi Bitcoin. Setelah sebelumnya menambah kepemilikan Bitcoin, kini Metaplanet semakin mendekati strategi akumulasi yang telah diterapkan oleh Microstrategy.
Metaplanet Serok Bitcoin TambahanPada 7 Oktober 2024, Metaplanet Inc., yang dipimpin oleh Simon Gerovich, mengumumkan pembelian tambahan 108,786 BTC dengan total nilai 1 miliar yen. Dengan akuisisi ini, total kepemilikan Bitcoin Metaplanet mencapai 639,503 BTC.

Langkah terbaru ini menjadi sinyal kuat bahwa Metaplanet melihat masa depan Bitcoin sebagai instrumen investasi yang menjanjikan. Kepemilikan Bitcoin yang terus bertambah menunjukkan strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat posisinya di pasar kripto.
Metaplanet, yang terdaftar di Bursa Efek Tokyo, telah secara konsisten menunjukkan minat terhadap aset kripto sebagai bagian dari diversifikasi portofolionya.
Pembelian ini adalah salah satu langkah penting perusahaan untuk memanfaatkan peluang pasar, terutama di tengah meningkatnya minat institusi global terhadap BTC.
Langkah Strategis MetaplanetSebelum pembelian terbaru ini, sebelumnya Metaplanet juga telah melakukan akuisisi Bitcoin pada 1 Oktober 2024. Saat itu, perusahaan membeli 107,913 BTC dengan total nilai 1 miliar yen.
Strategi ini mencerminkan keyakinan Metaplanet terhadap potensi pertumbuhan nilai Bitcoin di masa depan, mengikuti jejak perusahaan besar lainnya seperti Microstrategy.
Microstrategy, di bawah kepemimpinan Michael Saylor, telah menjadi pelopor dalam hal akumulasi Bitcoin oleh perusahaan publik.
Sejak tahun 2020, Microstrategy terus membeli Bitcoin dan pada bulan September 2024, perusahaan ini mengumumkan pembelian 7.420 BTC dengan total nilai US$458,2 juta.
Saat ini, Microstrategy memegang lebih dari 252.220 BTC, menjadikannya perusahaan publik dengan kepemilikan BTC terbesar di dunia.
Langkah Metaplanet untuk meningkatkan kepemilikan Bitcoin mencerminkan pendekatan yang serupa. Meski Metaplanet tidak secara eksplisit menggunakan penerbitan utang seperti yang dilakukan Microstrategy, strategi mereka untuk melakukan investasi langsung ke dalam Bitcoin menunjukkan komitmen yang kuat untuk menjadi pemain utama dalam pasar aset digital ini.
Setelah Microstrategy, Kini Metaplanet Ikut Borong Bitcoin
Bitcoin, Aset Strategis bagi InstitusiKeputusan Metaplanet untuk terus mengakumulasi BTC datang pada saat yang tepat. Tren di kalangan institusi besar yang mulai memasuki pasar kripto semakin terlihat, terutama dengan kebijakan moneter yang lebih longgar dan penurunan suku bunga oleh The Fed.
Keadaan ini mendorong banyak perusahaan dan investor untuk mencari aset yang menawarkan potensi imbal hasil tinggi di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Seiring dengan meningkatnya sentimen positif terhadap Bitcoin, perusahaan seperti Metaplanet berharap dapat memanfaatkan kenaikan harga yang diantisipasi.
Bitcoin yang sebelumnya dianggap sebagai aset digital yang sangat fluktuatif kini dipandang sebagai aset strategis yang bisa memberikan stabilitas keuangan jangka panjang bagi institusi.
Dengan langkah ini, Metaplanet tidak hanya mengikuti tren pasar, tetapi juga memperlihatkan bahwa mereka berkomitmen untuk menjadi pemain besar dalam dunia investasi kripto.
Kepemilikan yang semakin besar memungkinkan perusahaan untuk memperkuat portofolio mereka dan mempersiapkan diri menghadapi potensi kenaikan harganya di masa mendatang.
Metaplanet Siap Susul Microstrategy?Metaplanet telah menunjukkan bahwa saat ini mereka memiliki visi yang jelas dalam mengakuisisi BTC, baik untuk jangka panjang maupun sebagai respons terhadap tren pasar.
Melalui langkah-langkah strategis ini, perusahaan berharap dapat meningkatkan nilai portofolio mereka sekaligus mendapatkan keuntungan signifikan dari perkembangan pasar kripto.
Pada waktu mendatang, akan sangat menarik untuk melihat apakah Metaplanet mampu mengejar atau bahkan menyaingi posisi Microstrategy sebagai salah satu institusi dengan kepemilikan Bitcoin terbesar. [dp]
Setelah Microstrategy, Kini Metaplanet Ikut Borong Bitcoin
Metaplanet mengikuti langkah Microstrategy dengan kembali membeli Bitcoin. Saat ini, perusahaan tersebut memiliki 506 BTC dalam portofolionya. [557] url asal
#bitcoin #btc #metaplanet #microstrategy
(BlockChain-Media) 01/10/24 15:30
v/15814877/
Pasar Bitcoin kembali memanas. Metaplanet Inc. baru saja mengumumkan pembelian tambahan Bitcoin senilai 1 miliar yen. Ini menandai langkah penting di tengah tren institusi besar yang mulai mengakuisisi Bitcoin untuk diversifikasi portofolio mereka. Setelah Microstrategy, Metaplanet juga menunjukkan keyakinan terhadap potensi aset kripto ini.
BitcoinBooming: Institusi Berbondong-bondong MasukDalam beberapa bulan terakhir, Bitcoin telah menarik perhatian besar dari berbagai institusi. Microstrategy menjadi salah satu pelopor dengan strategi agresifnya yang terus membeli Bitcoin sejak 2020. Terbaru, perusahaan yang dipimpin oleh Michael Saylor ini mengumumkan pembelian 7.420 BTC senilai US$458,2 juta.
Pembelian ini dilakukan antara tanggal 13 hingga 19 September 2024, dengan harga rata-rata US$61.750 per BTC. Dengan total kepemilikan mencapai 252.220 BTC, Microstrategy mencatatkan diri sebagai perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia.
Keberhasilan Microstrategy dalam mengakumulasi Bitcoin menunjukkan bagaimana aset ini telah bertransformasi menjadi pilihan investasi yang menarik bagi institusi.
Selain itu, dampak dari kebijakan moneter yang lebih longgar dan penurunan suku bunga oleh The Fed serta perubahan sentimen pemerintah AS terhadap kripto semakin memperkuat minat investor terhadap investasi kripto.
Metaplanet Perluas Portofolio Kripto, Kini Miliki 506 BTCMetaplanet Inc. telah resmi membeli 107,913 Bitcoin dengan total nilai 1 miliar yen pada 1 Oktober 2024. Dengan tambahan ini, total kepemilikan BTC perusahaan kini mencapai 506,745 BTC.

Langkah ini mencerminkan kepercayaan Metaplanet terhadap masa depan Bitcoin sebagai instrumen investasi yang berpotensi tinggi.
Investasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Metaplanet untuk memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh pasar kripto.
Pengumuman ini datang pada saat yang tepat, mengingat banyak institusi lainnya juga menunjukkan minat yang sama terhadap Bitcoin. Dalam upaya memperkuat posisi di pasar, Metaplanet menunjukkan bahwa mereka tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga berusaha menjadi salah satu pemain kunci dalam industri ini.
Melalui akuisisi ini, Metaplanet berharap dapat meningkatkan nilai portofolionya dan menciptakan keuntungan yang signifikan di masa depan.
Mengadopsi Model Investasi MicrostrategyLangkah Metaplanet sejalan dengan model investasi yang telah diterapkan oleh Microstrategy. Di bawah kepemimpinan Michael Saylor, Microstrategy menggunakan penerbitan utang untuk mendanai pembelian mereka.
Pada awalnya, perusahaan tersebut merencanakan penerbitan utang senilai US$700 juta, tetapi karena tingginya permintaan, jumlah tersebut meningkat menjadi US$1,01 miliar. Dengan menggunakan hasil penerbitan utang, Microstrategy berhasil membeli lebih banyak Bitcoin dan memperkuat posisinya di pasar kripto.
Metaplanet, meskipun tidak menggunakan penerbitan utang secara eksplisit, telah menunjukkan komitmen yang sama dalam mengakumulasi BTC. Dengan strategi yang lebih berfokus pada investasi langsung, Metaplanet berharap dapat memanfaatkan keuntungan dari kenaikan harga Bitcoin yang diharapkan di masa depan.
Ini menunjukkan bahwa banyak institusi kini berani mengambil risiko dengan berinvestasi dalam aset digital, yang sebelumnya dianggap sangat fluktuatif.
Institusi Besar Masuk Bitcoin: Apa Artinya?Masuknya institusi besar seperti Microstrategy dan Metaplanet ke pasar Bitcoin menunjukkan perubahan signifikan dalam pandangan terhadap aset digital.
Bitcoin kini dipandang sebagai aset strategis yang dapat memberikan stabilitas keuangan di tengah ketidakpastian ekonomi. Dengan semakin banyak institusi yang mengadopsi BTC, pasar kripto diprediksi akan berkembang dan menarik lebih banyak investor.
Sentimen positif ini juga didukung oleh penurunan suku bunga oleh The Fed, yang mendorong peralihan investor ke aset berisiko.
Meskipun ada risiko volatilitas akibat keterlibatan institusi yang meningkat, peluang untuk mendapatkan keuntungan tetap ada bagi investor yang mampu mengelola risiko.
Perkembangan ini menegaskan pentingnya Bitcoin dalam lanskap investasi global. Metaplanet dan Microstrategy menunjukkan bahwa masa depan Bitcoin cukup menjanjikan, dan peran institusi besar akan terus mendorong pertumbuhan pasar kripto. [dp]
MicroStrategy Borong 7.420 BTC Lagi, Simpanan Bitcoin Membengkak!
MicroStrategy kembali borong 7.420 Bitcoin senilai US$458 juta, meningkatkan total kepemilikan menjadi 252.220 BTC. [615] url asal
(BlockChain-Media) 21/09/24 10:30
v/15333136/
MicroStrategy kembali mencuri perhatian dengan pembelian terbaru sebanyak 7.420 Bitcoin (BTC) senilai US$458,2 juta.
Berdasarkan laporan dari perusahaan tersebut, pembelian itu dilakukan antara tanggal 13 hingga 19 September 2024, dengan harga rata-rata US$61.750 per Bitcoin.
Strategi agresif perusahaan yang dipimpin oleh Michael Saylor ini telah membuat MicroStrategy menjadi perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia.
![]()
Dengan tambahan terbaru itu, total kepemilikan MicroStrategy kini mencapai 252.220 BTC. Bitcoin tersebut diperoleh dengan total biaya sekitar US$9,9 milyar, dengan harga pembelian rata-rata US$39.266 per koin.
Pada harga pasar saat ini, nilai kepemilikan tersebut hampir mendekati US$16 milyar, menunjukkan potensi keuntungan yang signifikan bagi perusahaan.
Langkah MicroStrategy ini bukanlah yang kali pertama. Sebelumnya, pada awal September, perusahaan ini juga menambah 18.300 Bitcoin dengan harga rata-rata US$60.408 per koin, menambah sekitar US$1,11 milyar ke dalam investasinya. Totalnya, selama kuartal ketiga tahun ini, perusahaan telah membeli 25.720 BTC.
Pembelian Dibiayai UtangUntuk mendanai pembelian Bitcoin ini, MicroStrategy menggunakan hasil dari penerbitan utang baru melalui convertible senior notes.
Awalnya, perusahaan berencana mengumpulkan US$700 juta dari penerbitan ini, namun karena tingginya minat investor, jumlah tersebut diperbesar menjadi US$1,01 milyar.
Seluruh hasil dari penerbitan ini digunakan untuk membeli Bitcoin. Langkah ini sejalan dengan strategi perusahaan sejak 2020, yaitu mendanai akumulasi BTC melalui penerbitan utang.
MicroStrategy memang telah dikenal sebagai pelopor dalam menggunakan Bitcoin sebagai aset treasuri perusahaan, di mana strategi ini mulai diikuti oleh perusahaan publik lainnya seperti Marathon Digital.
Keberhasilan MicroStrategy dalam mengakumulasi Bitcoin dengan metode ini telah mengubah pandangan banyak perusahaan terhadap penggunaan Bitcoin sebagai aset perusahaan.
Imbal Hasil Bitcoin yang SignifikanMicroStrategy juga melaporkan bahwa mereka mencapai imbal hasil (yield) sebesar 5,1 persen dalam kuartal ini dan 17,8 persen sejak awal tahun. Hasil ini menunjukkan keuntungan besar yang diperoleh perusahaan dari kepemilikan Bitcoin, mengingat volatilitas pasar kripto yang tinggi.
Keuntungan ini semakin diperkuat dengan harga BTC yang terus merangkak naik. Analis memprediksi bahwa harga Bitcoin bisa segera mencapai titik tertinggi sepanjang masa (ATH) baru, terutama dengan adanya faktor-faktor pendukung seperti peningkatan likuiditas pasar kripto dan keputusan bank sentral yang memperlonggar kebijakan moneter.
Selain strategi pembelian agresif dari perusahaan seperti MicroStrategy, sentimen positif juga datang dari faktor makroekonomi.
The Fed baru-baru ini telah menurunkan suku bunga sebesar 50 basis poin, dan diperkirakan akan ada penurunan lanjutan sebesar 75 basis poin pada kuartal keempat tahun ini.
Hal ini bisa mendorong investor untuk beralih ke aset yang lebih berisiko seperti Bitcoin dan Ethereum, terutama dalam kondisi ekonomi global yang masih tidak menentu.
Di sisi lain, redistribusi dana sebesar US$16 milyar dari aset-aset yang disita dari kebangkrutan FTX kepada kreditur diperkirakan akan memberikan dorongan besar pada pasar kripto di akhir tahun ini.
Banyak yang memprediksi sebagian besar dari dana tersebut akan kembali diinvestasikan ke dalam aset kripto, yang bisa memicu lonjakan harga Bitcoin dan aset kripto lainnya.
Masa Depan MicroStrategy dan BitcoinMicroStrategy telah menempatkan diri sebagai salah satu pemain utama dalam ekosistem Bitcoin. Dengan terus menambah kepemilikan Bitcoin, perusahaan ini menjadi panutan bagi perusahaan lain yang mulai mempertimbangkan untuk menggunakan BTC sebagai bagian dari aset mereka.
Langkah terbaru ini juga menegaskan bahwa MicroStrategy masih sangat optimis terhadap masa depan Bitcoin.
Michael Saylor, sebagai sosok di balik strategi agresif ini, telah berulang kali menyatakan keyakinannya bahwa Bitcoin akan terus menjadi aset yang semakin penting dalam sistem keuangan global.
Dengan akumulasi kepemilikan yang mencapai lebih dari 250.000 BTC, MicroStrategy telah menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap Bitcoin.
Dalam waktu dekat, perusahaan kemungkinan besar akan kembali melakukan pembelian, terutama dengan sisa dana utang yang masih tersedia sebesar US$889 juta. Mari kita saksikan. [st]
MicroStrategy dan Bhutan Buktikan Bitcoin Lebih dari Sekadar Mata Uang Digital
Microstrategy dan kerajaan Bhutan diketahui memiliki cadangan Bitcoin yang cukup besar sebagai bagian dari strategi investasi mereka. [445] url asal
#bhutan #bitcoin #inflasi #investasi-bitcoin #microstrategy
(BlockChain-Media) 18/09/24 16:23
v/15186144/
MicroStrategy, dalam beberapa tahun terakhir, semakin dikenal sebagai pemimpin dalam mengadopsi Bitcoin sebagai aset investasi sekaligus lindung nilai terhadap inflasi. Bhutan pun ikut serta.
Pemerintah dan perusahaan di seluruh dunia, termasuk Bhutan, mulai menjajaki potensi Bitcoin tidak hanya sebagai aset spekulatif tetapi juga sebagai alat investasi keuangan yang strategis.
Meskipun berbeda dalam skala dan sumber daya, keduanya memanfaatkan Bitcoin untuk memperkuat posisi keuangan mereka dan mencapai stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.
MicroStrategy Berutang Lagi Demi Beli BitcoinDi bawah kepemimpinan Michael Saylor, MicroStrategy telah muncul sebagai salah satu perusahaan terbesar di dunia yang secara aktif memegang Bitcoin.
MicroStrategy baru-baru ini menarik perhatian publik setelah mengumumkan penerbitan obligasi alias surat utang perusahaan—senior convertible note—senilai US$700 juta, yang bertujuan utama untuk mendanai pembelian Bitcoin tambahan, kendati ini bukanlah yang pertama.
Senior convertible note adalah instrumen utang yang memungkinkan penerbit untuk mengumpulkan modal dari investor.
Jenis obligasi ini dapat dikonversi menjadi saham perusahaan pada harga dan ketentuan tertentu di masa depan.
“Hari ini diumumkan bahwa perusahaan bermaksud untuk menawarkan, dengan memperhatikan kondisi pasar dan faktor lainnya, senior convertible note dengan nilai pokok agregat sebesar US$700 juta yang jatuh tempo pada tahun 2028 dalam penawaran pribadi kepada pihak-pihak yang diyakini sebagai pembeli institusional yang memenuhi syarat,” kata Microstrategy pada pengumuman resminya.
Pengumuman ini menandai akuisisi terbesar Bitcoin oleh MicroStrategy dalam lebih dari tiga tahun, dengan pembelian terbaru sebanyak 18.300 BTC yang dilakukan antara Agustus dan September 2024.
Saat ini, total kepemilikan Bitcoin perusahaan telah mencapai sekitar 244.800 BTC, yang memiliki nilai sekitar US$14 miliar, di mana pembelian terbanyak dari segi jumlah BTC dilakukan pada pembelian terakhir itu.

Hal ini menunjukkan kepercayaan para investor terhadap kemampuan MicroStrategy untuk mengelola strategi Bitcoinnya secara efektif.
Di sisi lain, pendekatan Bhutan yang lebih konservatif tetapi tetap strategis. Dengan memanfaatkan sumber daya tenaga airnya untuk menambang Bitcoin, negara ini menciptakan nilai dari aset alamnya sambil mempertahankan komitmennya terhadap lingkungan.
Operasi penambangan bebas karbon Bhutan membedakannya dari penambang Bitcoin lainnya, banyak di antaranya mengandalkan metode yang intensif energi dan berkontribusi terhadap perubahan iklim.
Masa Depan Bitcoin sebagai Safe HavenStrategi MicroStrategy dan Bhutan menyoroti tren global yang lebih luas. Saat ini, bitcoin bukan lagi sekadar aset spekulatif semata tetapi telah menjadi komponen penting dalam perencanaan keuangan untuk perusahaan dan pemerintah.
Ketika inflasi terus mengancam ekonomi di seluruh dunia, peran Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap ketidakstabilan ekonomi semakin terlihat.
Bagi MicroStrategy, Bitcoin mewakili investasi jangka panjang yang melindungi neraca keuangan mereka dari erosi inflasi.
Di sisi lain, bagi Bhutan, Bitcoin menawarkan aliran pendapatan baru yang melengkapi sumber daya alamnya sambil mendukung pertumbuhan ekonomi.
Meskipun berbeda, keduanya menggunakan Bitcoin untuk menghadapi tantangan ekonomi global yang terus berubah. [dp]
MicroStrategy Tambah Muatan: 18.300 Bitcoin Baru Telah Dibeli!
MicroStrategy tambah 18.300 Bitcoin senilai US$1,11 milyar, kini pegang total 244.800 BTC. Investasi besar-besaran ini terus berlanjut! [480] url asal
(BlockChain-Media) 14/09/24 10:30
v/15006622/
MicroStrategy, perusahaan yang dikenal karena strategi investasinya yang agresif dalam Bitcoin, baru saja menambah kepemilikannya dengan membeli 18.300 BTC senilai sekitar US$1,11 milyar.
Hal ini menjadikan total simpanan Bitcoin perusahaan menjadi 244.800 BTC, dengan harga rata-rata perolehan US$38.585 per koin. Keputusan ini mempertegas posisi MicroStrategy sebagai pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia.

Melalui pengumuman resmi, dalam rentang waktu dari 6 Agustus hingga 12 September 2024, perusahaan itu telah melakukan akuisisi tambahan Bitcoin yang signifikan.
Dengan harga rata-rata US$60.408 per koin, perusahaan ini berinvestasi lebih dari US$1,1 milyar, menukar saham mereka untuk memperoleh Bitcoin.
Salah satu Pendiri dan Executive Chairman MicroStrategy, Michael Saylor, secara konsisten menunjukkan keyakinannya terhadap Bitcoin sebagai aset masa depan yang penting.
Langkah terbaru ini mencerminkan keyakinan kuat perusahaan dalam prospek jangka panjang BTC, terutama sebagai penyimpan nilai dan alat lindung inflasi.
Pembelian ini bukan langkah pertama MicroStrategy dalam mengakumulasi Bitcoin. Sejak kali pertama mereka mulai berinvestasi pada Agustus 2020, ketika Bitcoin berada di kisaran US$12.000, perusahaan terus menambah kepemilikan mereka hingga mencapai hampir seperempat juta koin.
Dengan total nilai lebih dari US$9,45 milyar, portofolio Bitcoin MicroStrategy menjadi salah satu yang paling substansial di antara perusahaan global.
Hasil Menggiurkan dari Investasi BitcoinMicroStrategy tidak hanya menambah jumlah Bitcoin yang mereka pegang, tetapi juga berhasil mencetak hasil yang signifikan dari investasi ini.
Hingga kuartal ini, perusahaan mencatat imbal hasil atau yield Bitcoin sebesar 4,4 persen untuk kuartal berjalan (QTD) dan 17,0 persen untuk tahun berjalan (YTD). Hasil ini menunjukkan bahwa, meskipun harga Bitcoin cenderung fluktuatif, MicroStrategy mampu memaksimalkan keuntungan dari strategi investasi mereka.
Kemungkinan besar, hasil ini berasal dari berbagai strategi keuangan yang diimplementasikan oleh perusahaan untuk menghasilkan pendapatan dari kepemilikan BTC mereka.
Strategi ini mungkin termasuk kegiatan seperti peminjaman atau staking, meskipun MicroStrategy tidak memberikan rincian spesifik tentang metode yang digunakan.
Namun, yang jelas, hasil yang dicapai oleh perusahaan menunjukkan kejelian mereka dalam mengelola aset digital.
Tantangan Pasar dan Keyakinan Jangka PanjangMeskipun harga Bitcoin sempat mengalami penurunan di bulan Juli 2024, MicroStrategy tetap melanjutkan strategi akumulasi mereka.
Pada kuartal kedua tahun ini, perusahaan membeli 12.222 BTC senilai lebih dari US$805 juta, menunjukkan komitmen mereka untuk terus memperbesar posisi di pasar Bitcoin.
Strategi ini berhasil meningkatkan nilai saham perusahaan hingga lebih dari 800 persen sejak kali pertama mereka memutuskan berinvestasi dalam Bitcoin.
Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa keputusan untuk membeli Bitcoin dengan nilai sebesar ini tidak tanpa risiko. Harga BTC yang sangat volatil dapat mempengaruhi nilai investasi mereka dalam jangka pendek.
Bahkan, setelah pengumuman rencana pembelian tambahan hingga US$2 milyar pada Agustus 2024, saham MicroStrategy mengalami penurunan sekitar 20 persen.
Meskipun begitu, Michael Saylor dan timnya tetap optimis bahwa keputusan mereka akan mendatangkan hasil besar di masa depan, mengingat potensi Bitcoin sebagai alat pembayaran dan aset digital yang semakin diterima secara luas. [st]
Pertaruhan MicroStrategy di Bitcoin Berhasil Kalahkan Warren Buffett
Warren Buffett dan Berkshire Hathaway ketinggalan kereta karena tidak berinvestasi di Bitcoin maupun aset kripto lainnya. [466] url asal
#bitcoin #microstrategy #warren-buffett #kripto #update-me
(Katadata - FINANSIAL) 12/08/24 11:55
v/14290299/
Nilai saham MicroStrategy naik 1.000% sejak membeli Bitcoin pertamanya pada 2020. Sementara itu, Warren Buffett dan Berkshire Hathaway ketinggalan kereta karena tidak berinvestasi di Bitcoin maupun aset kripto lainnya.
MicroStrategy, perusahaan teknologi yang gencar berinvestasi di kripto, membeli Bitcoin pertamanya pada 10 Agustus 2020. MicroStrategy menjadi perusahaan publik pertama yang mengadopsi mata uang kripto sebagai aset cadangan treasury utamanya. Empat tahun kemudian, langkah berani tersebut telah berkembang menjadi strategi yang menentukan bagi perusahaan. Bahkan, melampaui keuntungan Berkshire Hathaway milik Warren Buffett.
Menurut catatan Cointelegraph, MicroStrategy menjaring keuntungan dari Bitcoin (BTC) sebesar US$5,38 miliar (Rp 85,97 triliun). Pada 10 Agustus 2024, MicroStrategy memiliki 226.500 BTC senilai US$13,77 miliar (Rp 220,05 triliun) dalam bentuk cadangan.
Bitcoin tersebut diperolehnya dengan biaya rata-rata sekitar US$37.000 (Rp 59,13 juta). Dengan Bitcoin yang saat ini diperdagangkan sekitar US$60,500 (Rp 966,8 juta), MicroStrategy sekarang memiliki keuntungan yang belum direalisasikan sekitar US$5.38 miliar (Rp 85,97 triliun).
Terlepas dari keuntungan yang besar, perusahaan Michael Saylor itu tetap mempertahankan kepemilikan Bitcoin-nya. MicroStrategy memilih untuk tidak melikuidasi aset yang terkumpul. Perusahaan ini telah menyatakan niatnya untuk terus mengumpulkan Bitcoin, yang dibuktikan dengan pembelian terakhirnya pada 1 Agustus.
Michael Saylor mengalahkan Warren Buffett
Nilai saham MicroStrategy melonjak sekitar 1.000% sejak Agustus 2020, setelah pasar merespons pembelian Bitcoin secara bullish. Sebagai perbandingan, kenaikan harga saham perusahaan itu 1,5 kali lebih tinggi dari pengembalian BTC dan 16,25 kali lebih tinggi dari pengembalian indeks S&P 500 (SPX) pada periode yang sama.
Sementara itu, saham Berkshire Hathaway Kelas A milik Warren Buffett, telah berkinerja buruk secara signifikan dibandingkan dengan MicroStrategy sejak pembelian Bitcoin. Harga saham Berkshire Hathaway hanya naik 104,75% selama periode ini. Sikap negatif Buffett yang terus-menerus terhadap Bitcoin membuat Berkshire tidak menjajaki investasi kripto.
Pada 2018, Buffett menyebut Bitcoin sebagai racun tikus yang sangat mematikan. Rekan dekatnya, mendiang Charlie Munger, melangkah lebih jauh dan meramalkan bahwa harga BTC akan jatuh ke titik nol. Munger menyebut Bitcoin sebagai produk yang menjijikkan, dalam pernyataannya pada tahun 2021.
Namun, Bitcoin dan MicroStrategy memiliki kinerja yang lebih baik daripada kepemilikan saham teratas Buffett, yaitu Apple, American Express, dan Bank of America, dalam beberapa tahun terakhir.
Beberapa pialang telah menyatakan niat mereka untuk menjual saham MicroStrategy. Perusahaan investasi Kerrisdale Capital berargumen bahwa saham tersebut diperdagangkan dengan "premi yang tidak dapat dibenarkan" terhadap Bitcoin.
"Bisnis perangkat lunak bernilai satu miliar, mungkin satu miliar [poin] lima, di suatu tempat di antara keduanya. Itu tidak terlalu berharga," kata Sahm Adrangi, Kepala Investasi di Kerrisdale Capital, kepada Cointelegraph, pada Senin (12/8).
Ia menilai harga Bitcoin harus naik agar nilai perusahaan meningkat. Jika Bitcoin turun, nilai perusahaan akan turun. "Saham MicroStrategy harus diperdagangkan pada nilai Bitcoin. Argumen kami adalah jual MicroStrategy, beli Bitcoin," kata Adrangi.