#30 tag 24jam
Iran Siap untuk Hajar Israel dengan Kekuatan Besar
Iran memperingatkan akan memberikan respons ‘keras dan menyesalkan’ terhadap serangan mematikan Israel terhadap fasilitas militer Iran. [284] url asal
#iran #israel #iran-serang-israel #militer-iran #garda-revolusi-iran
(MedCom - Internasional) 01/11/24 09:41
v/17307262/
Teheran: Iran pada Kamis 31 Oktober 2024 memperingatkan akan memberikan respons ‘keras dan menyesalkan’ terhadap serangan mematikan Israel pada Sabtu 26 Oktober 2024, terhadap fasilitas militer Iran. Ancaman dikeluarkan setelah serangkaian serangan balasan oleh kedua musuh tersebut.Pesawat tempur Israel melakukan serangan tersebut dalam apa yang Israel katakan sebagai pembalasan atas serangan rudal Teheran pada tanggal 1 Oktober, yang pada gilirannya digambarkan Iran sebagai pembalasan atas pembunuhan para pemimpin militan yang didukung Iran dan seorang komandan Garda Revolusi.
Sejak serangan pada 26 Oktober, Israel telah memperingatkan Iran agar tidak membalas. Sementara Teheran, yang menyatakan tidak menginginkan perang, bersumpah untuk menanggapi.
"Tindakan rezim Zionis baru-baru ini dalam menyerang bagian-bagian negara kita adalah langkah putus asa dan Republik Islam Iran akan memberikan respons yang keras dan menyesalkan," kata Mohammad Mohammadi Golpayegani, seorang pembantu senior pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, yang dikutip oleh kantor berita Tasnim, Jumat 1 November 2024.
Ia memuji kinerja pertahanan udara Iran dalam "mencegah masuknya pejuang rezim Zionis ke wilayah tersebut" dan mengatakan kerusakan akibat serangan itu "minimal".
Golpayegani adalah seorang ulama berpengaruh yang bertindak sebagai kepala kantor Khamenei, yang memiliki keputusan akhir dalam semua masalah negara.
Setelah serangan itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan serangan itu "menyerang kemampuan pertahanan dan produksi rudal Iran".
Angkatan bersenjata Iran mengatakan serangan itu menewaskan empat personel militer dan menyebabkan "kerusakan terbatas" pada beberapa sistem radar. Media Iran mengatakan seorang warga sipil juga tewas.
Pada Kamis, Jenderal Hossein Salami, kepala Korps Garda Revolusi Islam, cabang militer Iran, memperingatkan tentang tanggapan yang "tak terbayangkan" terhadap Israel.
"Israel telah mencapai tahap kehancuran dan akhir-akhir ini bertindak membabi buta dan tanpa mematuhi aturan apa pun, melakukan setiap kejahatan," pungkas Salami.
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(FJR)
Adu Kekuataan Militer Israel vs Iran, Mana yang Lebih Kuat?
Perbandingan kekuataan militer Iran vs Israel di tengah menegangkan konflik di Timur Tengah saat ini. [569] url asal
#israel #militer-israel #kekuatan-militer-israel #iron-dome #iran #kekuatan-iran #kekuataan-militer-iran #militer-iran-vs-israel
(Bisnis.Com) 03/10/24 10:41
v/15901863/
Bisnis.com, JAKARTA - Iran dan Israel saling sebar ancaman untuk menyerang satu sama lain, setelah kematian pemimpinan Hizbullah.
Israel secara keji menjatuhkan beberapa roket ke Lebanon untuk membunuh pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrullah.
Balas dendam akhirnya diberikan oleh Iran pada Selasa (1/10/024). Setidaknya 200 roket dijatuhkan di ibu kota Tel Aviv.
Setekah itu, Israel mengancam akan mengirim serangan balasan terhadap Iran yang mengincar ibu kota.
Presiden Iran Masoud kemudian mengatakan, akan terus memberikan balasan terhadap apa saja yang dilakukan oleh Israel.
Tindakan saling serang antar dua negara ini kemudian menimbulkan pertanyaan. Bagaimana kondisi kekuatan militer kedua negara?
Berikut perbandingan kekuatan militer Iran vs Israel:
Iran
Iran memiliki kekuatan Udara yang cukup kuat. Dalam laporan Reuters, angkatan udara Iran punya sekitar 37 ribu personel.
Sedangkan total militer yang dimilikinya yakni 610 tantara aktif dan 350 ribu tantara cadangan.
Adapun menurut laporan dari Institut Internasional untuk Studi Strategis (IISS), tentara Iran tak sebanyak itu dan sudah banyak berkurang imbas sanksi embargo internasional.
Iran saat ini punya belasan jet tempur yang masih berfungsi, di mana kebanyakan merupakan warisan Amerika Serikat dan Rusia. Beberapa jet tempurnya yakni F-4, F-5, Sukhoi-24, dan beberapa pesawat MiG-29, F7 dan F14.
Selain itu, Iran juga punya pesawat nirawak atau drone untuk menyerang musuh melalui jalur udara. IIS mencatat rudal Iran juga masih banyak, yani lebih dari 3.500 rudal.
Adapun pada 2016, Iran sempat mendapatkan sumbangan rudal antipesawat S-3000 dari Rusia, yang mampu menyerang beberapa target secara bersamaan.
Iran juga punya model rudal yang sama, yang dibuat oleh mereka sendiri dan dinamakan dengan rudal Sayyad dan Raad.
Untuk kekuatan darat, Iran memiliki lebih banyak tank dari Israel yakni sebanyak 1996. Kemudian ada 65 ribu kendaraan lapis baja, 580 ribu artileri dan 775 mobile rocket projectors.
Kekuataan Iran di laut pun tak boleh diremahkan, negara ini memiliki 19 kapal selam, 21 kapal patrol, dan puluhan alat hingga kendaraan canggih lain.
Israel
Melansir Al Jazeera, menurut Neraca Militer 2023 Institut Internasional untuk Studi Strategis (IISS), Israel memiliki 169.500 personel militer aktif di angkatan darat, angkatan laut, dan paramiliter.
Sebanyak 465.000 lainnya merupakan pasukan cadangan, sementara 8.000 lainnya merupakan bagian dari paramiliter.
Kemudian merujuk pada Global Fire Power, Israel berada di urutan ke-18 sebagai negara dengan kekuatan militer terbaik di dunia pada 2023.
Negara ini menganggarkan 20,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp320 triliun untuk melengkapi persenjataan mereka di bidang militer.
Berikut rincian kekuatan militer Israel yang aktif saat ini:
1. Pasukan
- 170.000 personel militer aktif
- 465.000 pasukan cadangan
2. Kekuasaan di darat
- 2.200+ tank
- Artileri 530 (SP, Derek, MRL, MOR)
3. Kekuatan di udara
- 339 pesawat berkemampuan tempur termasuk 309 jet tempur serang darat
- 196 jet F-16
- 83 jet F-15
- 30 jet F-35
- 142 helikopter
- 43 helikopter serang Apache
4. Kekuatan angkatan laut
- 5 kapal selam
- 49 patroli dan kombatan pesisir
5. Sistem Pertahanan
Israel mengklaim memiliki sistem pertahanan paling canggih di dunia bernama Iron Dome, yang dirancang untuk mencegat dan menghancurkan roket jarak pendek menggunakan teknologi radar.
Selain itu, Israel juga memiliki balon mata-mata raksasa bernama Sky Dew untuk melindungi wilayah kekuasannya.
Sky Dew merupakan sistem, balon udara, yang mampu terbang di ketinggian dengan radar dan sistem deteksi untuk memindai jarak jauh ke segala arah.
Alat ini bisa mendetekti penyebaran drone, kapal pesiar, dan rudal jarak jauh.
Israel tercatat memiliki sekitar 80 senjata nuklir, dengan 30 di antaranya adalah bom yang dirancang untuk pengiriman dengan pesawat, sementara 50 sisanya dapat ditembakkan melalui rudal balistik jarak menengah, Jericho II.
Pro-Kontra Serangan Iran ke Israel dalam Komunitas Internasional
Ketegangan antara Iran dan Israel meningkat sejak Israel melancarkan serangan ke Gaza Oktober lalu. [474] url asal
#timur-tengah #militer-israel #militer-iran #garda-revolusi-iran #serangan-iran-ke-israel #konflik-iran-israel #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi
(Kontan) 02/10/24 14:16
v/15860960/
Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo
KONTAN.CO.ID - Serangan rudal Iran ke Israel praktis membuka babak baru konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Respons berbeda pun muncul terkait serangan tersebut.
Iran mengakui pihaknya telah menembakkan puluhan rudal balistik ke target militer dan keamanan Israel pada hari Selasa (1/10) malam.
Serangan itu disebut sebagai respons atas pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh, pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah, dan komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Abbas Nilforoushan.
Ketegangan antara Iran dan Israel meningkat sejak Israel melancarkan serangan ke Gaza Oktober lalu. Hingga saat ini, serangan Israel telah menewaskan lebih dari 43.000 penduduk Palestina.
Dukungan dari Negara Islam
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengutip ayat Al-Quran dan menyebut serangan militer Iran sebagai pertanda bahwa kemenagan ilahi semakin dekat.
"Orang-orang saleh mungkin harus berkorban, tetapi mereka tidak akan dikalahkan pada akhirnya. Mereka adalah pemenang di lapangan," tulis Khamenei di akun X pribadinya.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengatakan bahwa serangan ini dilakukan untuk membela kepentingan dan warga negara Iran. Di media sosial, Pezeshkian menyampaikan pesan ancaman kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
"Beri tahu Netanyahu bahwa Iran bukanlah negara yang suka berperang, tetapi Iran berdiri teguh melawan ancaman apa pun. Ini hanyalah sebagian kecil kekuatan kita. Jangan terlibat konflik dengan Iran," tulisnya.
Dari tanah Palestina, kelompok Hamas memuji serangan rudal Iran. Mereka secara terbuka mengucapkan selamat atas aksi heroik IRGC dalam melawan kejahatan.
"Kami mengucapkan selamat atas peluncuran roket heroik yang dilakukan oleh Korps Garda Revolusi Islam di Iran, di wilayah kami yang diduduki, sebagai respons atas kejahatan yang terus dilakukan oleh pihak yang menduduki (Israel)," ungkap Hamas.
Juru bicara Houthi Yaman, Mohammed Abdulsalam, juga menyambut baik operasi militer Iran. Baginya, serangan itu menunjukkan dukungan kuat terhadap Palestina dan menentang kehadiran Israel.
"Menghalangi dan melawan entitas Zionis adalah satu-satunya cara untuk mengendalikannya dan mencegahnya meningkatkan kejahatan biadabnya terhadap rakyat Lebanon dan Palestina serta seluruh wilayah," kata Abdulsalam.
Dikecam Negara Barat
Netanyahu bersumpah akan melakukan pembalasan. Dirinya mengatakan bahwa Iran telah melakukan kesalahan besar dan harus membayarnya.
"Kami akan berpegang teguh pada prinsip yang telah kami tetapkan: Siapa pun yang menyerang kami, kami akan menyerang mereka," ungkap Netanyahu dalam pernyataannya hari Selasa.
Serangan Iran tersebut tentu dikecam oleh Amerika Serikat yang selama ini merupakan negara pendukung nomor satu Israel.
Penasihat Kemanan Gedung Putih, Jake Sullivan, mengatakan bahwa Presiden Joe Biden telah memerintahkan militer AS untuk membantu pertahanan Israel menghalau serangan Iran.
Sullivan menambahkan, kapal perusak milik Angkatan Laut Israel telah bergabung dengan unit pertahanan udara Israel dalam menembakkan pencegat untuk menembak jatuh rudal yang masuk.
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, juga mengutuk serangan rudal balistik Iran terhadap Israel.
Kantor Starmer mengabarkan, dalam obrolan dengan Netanyahu melalui telepon Starmer menyatakan komitmen teguh Inggris terhadap keamanan Israel dan perlindungan warga sipil.
Presiden Dewan Eropa, Charles Michel, juga secara terbuka mengutuk serangan Iran terhadap Israel. Michel melihat aksi itu merupakan ancaman terhadap keamanan regional.
Pemimpin Barat Kelimpungan Cegah Iran Serang Israel
Serangan Iran diperkirakan akan dalam sekala besar. [765] url asal
#iran-serang-israel #iran-ancam-israel #iran-latihan-militer #iran-ancam-serang-israel #latihan-militer-iran #kapan-iran-serang-israel #barat-cegah-iran
(Republika - News) 12/08/24 18:53
v/14315074/
REPUBLIKA.CO.ID, LONDON – Para pemimpin Inggris, Perancis dan Jerman pada hari Senin secara serentak meminta Iran dan sekutunya untuk menahan diri melancarkan serangan terhadap Israel. Hal ini menguatkan kecurigaan bahwa Israel tak akan mampu membendung serangan tersebut.
Dalam pernyataan bersama, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Kanselir Jerman Olaf Scholz menekankan bahwa serangan Iran akan meningkatkan ketegangan, memperluas cakupan perang di kawasan, dan membahayakan peluang mencapai gencatan senjata dan pembebasan tahanan.
Aljazirah melansir, pernyataan tersebut menyambut baik upaya “mitra” di Qatar, Mesir dan Amerika Serikat untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata di Gaza. Mereka menekankan perlunya menghentikan agresi Israel segera, dan menyerukan pembebasan semua sandera yang ditahan oleh Hamas) Pernyataan tersebut menekankan bahwa masyarakat Jalur Gaza sangat membutuhkan pengiriman dan distribusi bantuan yang mendesak dan tanpa hambatan.
Vatikan juga ikut mencoba mencegah Iran melakukan serangan ke Israel. Selama panggilan telepon dengan presiden baru Iran, Masoud Pezeshkian, Menteri Luar Negeri Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, mengimbau Teheran untuk melakukan “dialog, negosiasi, dan perdamaian”.
Menurut pernyataan Vatikan, Parolin mengungkapkan “keprihatinan serius Paus Fransiskus terhadap apa yang terjadi di Timur Tengah, menegaskan kembali perlunya menghindari perluasan konflik sangat serius yang sedang terjadi dan lebih memilih dialog, negosiasi, dan perdamaian”.
Vatikan telah mencoba untuk mempertahankan posisi seimbang dalam perang Israel di Gaza tetapi telah menegaskan kembali perlunya gencatan senjata, meningkatkan bantuan kemanusiaan ke wilayah kantong tersebut dan mengakhiri perang.
Dalam perkembangan terkait, Departemen Pertahanan AS (Pentagon) mengungkapkan bahwa Menteri Pertahanan Lloyd Austin memerintahkan pengiriman kapal selam berpeluru kendali ke Timur Tengah, dan percepatan kedatangan kelompok penyerang kapal induk ke wilayah tersebut.
Hal ini terjadi sebagai bagian dari upaya AS untuk menghalangi Iran dan sekutunya, di tengah meningkatnya ketegangan regional.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Sekretaris Pers Pentagon Mayor Jenderal Patrick Ryder, Austin menegaskan melalui panggilan telepon dengan timpalannya dari Israel Yoav Galant tentang komitmen Amerika Serikat untuk mengambil "setiap langkah yang diperlukan" untuk membela Israel.
Austin juga mencatat penguatan postur dan kemampuan militer AS di Timur Tengah karena meningkatnya ketegangan, dengan dikeluarkannya perintah untuk mempercepat transfer kelompok kapal induk USS Abraham Lincoln yang dilengkapi dengan pesawat tempur F-35C ke Komando Pusat AS (CENTCOM ) wilayah tanggung jawab.
Awal bulan ini, Pentagon mengumumkan pengerahan aset militer tambahan ke Timur Tengah untuk mengantisipasi kemungkinan tanggapan Iran terhadap Israel, di tengah meningkatnya ketegangan menyusul pembunuhan kepala biro politik Hamas Ismail Haniyeh dan pemimpin senior Hizbullah Fouad Shukr.
Pada Senin, Israel telah memberitahu Amerika Serikat bahwa Iran sedang mempersiapkan serangan besar-besaran terhadap Iran, sementara Washington telah mempercepat pengerahan kapal perang, termasuk kapal induk dan kapal selam, ke wilayah tersebut.
Situs berita Axios mengatakan bahwa Menteri Pertahanan Israel Yoav Galant berbicara dengan mitranya dari Amerika, Lloyd Austin, dan memberitahunya bahwa persiapan militer Iran menunjukkan bahwa Teheran sedang mempersiapkan serangan skala besar.
Situs web Israel Walla juga mengatakan bahwa Galant memberi tahu Austin bahwa Iran telah memantau persiapan militer, yang memperkuat perkiraan niatnya untuk melancarkan serangan dalam beberapa hari mendatang.
Situs web tersebut mengutip para pejabat Israel yang mengatakan bahwa perkiraan menunjukkan bahwa Iran telah memutuskan untuk melancarkan serangan langsung terhadap Israel, sebagai tanggapan atas pembunuhan kepala biro politik Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), Ismail Haniyeh, di Teheran.
Teheran telah berulang kali menekankan bahwa mereka akan menanggapi pembunuhan Haniyeh pada waktu yang tepat, dan mencatat bahwa pembunuhan tersebut merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatannya. Hizbullah di Lebanon juga berjanji untuk menanggapi pembunuhan pemimpin terkemuka Israel Fouad Shukr dalam serangan di pinggiran selatan Beirut.
Israel tiba-tiba meminta tentara dan perwiranya di Georgia dan Azerbaijan untuk segera pergi dan tidak melakukan perjalanan ke kedua negara tersebut. Hal ini terkait ketakutan soal serangan dari Iran yang berbatasan dengan negara-negara tersebut.
Otoritas Penyiaran Israel mengatakan bahwa tentara sedang melakukan penilaian berkelanjutan terhadap situasi keamanan dan memperbarui daftar negara-negara yang dilarang dikunjungi oleh warga Israel mengingat situasi keamanan saat ini.
Keputusan Israel ini diambil sebagai bagian dari langkah keamanan dan tindakan pencegahan yang diambil Israel dalam mengantisipasi serangan Iran sebagai respons terhadap pembunuhan kepala biro politik Hamas, Ismail Haniyeh, di Teheran, dan sebagai tanggapan Hizbullah atas pembunuhan pemimpin partai, Fouad Shukr, di Beirut.
Sebaliknya, Layanan Media Azerbaijan membantah “kehadiran unit militer negara asing mana pun” di wilayahnya. “Beberapa negara menerbitkan informasi yang salah di media, dan kami mengutuk keras manipulasi ini,” tanpa menyebutkan nama-nama negara-negara tersebut.
Sebelumnya, surat kabar Yedioth Ahronoth mengutip seorang diplomat senior yang mengatakan bahwa Israel memiliki kekhawatiran tentang kemungkinan Iran dan Hizbullah menargetkan warga Israel di luar negeri atau diplomat dan kedutaan besar di Tel Aviv. “Situasi kami sangat serius mengenai utusan di luar negeri, dan banyak dari mereka merasa terancam,” surat kabar itu mengutip sumber tersebut.
Iran Latihan Militer, Serang Israel Pekan Ini?
Dewan Syura Iran sudah memutuskan akan melakukan serangan. [593] url asal
#iran-latihan-militer #serangan-iran #cina-dukung-iran #iran-serang-israel #iran-ancam-serang-israel #latihan-militer-iran #kapan-iran-serang-israel
(Republika - News) 12/08/24 08:06
v/14266883/
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Pengawal Revolusi elit Iran mengadakan latihan militer yang meliputi peluncuran misil di bagian barat negara itu yang akan berlanjut hingga Selasa. Sementara sumber-sumber di kalangan militer menyatakan bahwa serangan Iran ke Israel sebagai balasan pembunuhan kepala biro politik Hamas kemungkinan akan berlangsung pekan ini.
CNN melaporkan bahwa intelijen Israel yakin Hizbullah Lebanon akan melancarkan serangan pada 12 Agustus ini. Dan beberapa jam kemudian, Iran akan melancarkan serangan terhadap Israel.
Situs web Israel Walla juga mengutip para pejabat Israel yang mengatakan bahwa perkiraan menunjukkan bahwa Iran telah memutuskan untuk melancarkan serangan langsung terhadap Israel. Situs web tersebut menambahkan bahwa intelijen militer dan angkatan udara menaikkan tingkat kewaspadaan mengingat perkiraan respons Iran yang akan segera terjadi.
Radio Tentara Israel mengutip para pejabat keamanan yang mengatakan bahwa Iran hampir mengambil keputusan mengenai serangan langsung dari wilayahnya terhadap Israel, namun perkiraan di Israel menunjukkan bahwa tanggapan Iran akan terbatas dan tidak akan mengarah pada perang yang komprehensif.
Merujuk Aljazirah Arabia, koresponden Axios Barak Ravid melaporkan pada Ahad, mengutip dua sumber, bahwa intelijen Israel yakin Iran telah memutuskan untuk menyerang Israel secara langsung, dan mungkin melakukannya dalam beberapa hari, sebagai tanggapan atas pembunuhan Haniyeh.
Sementara, kantor berita resmi Iran mengumumkan pada Ahad, latihan tersebut berlangsung ketika Iran berjanji akan melakukan pembalasan terhadap Israel setelah pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh pada 31 Juli di Teheran. Iran dan kelompok Islam Palestina Hamas menuduh Israel melakukan pembunuhan terhadap Haniyeh pada 31 Juli.
Israel belum mengaku atau menyangkal tanggung jawab atas pembunuhan tersebut, yang telah memicu kekhawatiran lebih lanjut bahwa perang antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza akan berubah menjadi konflik yang lebih luas. perang timur.
Dikutip oleh media Iran, wakil komandan Garda Revolusi Ali Fadavi mengatakan pada hari Jumat bahwa perintah pemimpin tertinggi Iran mengenai hukuman keras terhadap Israel dan balas dendam terhadap Haniyeh sudah jelas dan akan dilaksanakan dengan "cara terbaik".
Sedangkan Almayadeen melaporkan, dalam sesi publik parlemen pada Ahad pagi, ketua Dewan Syura Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan kembali komitmen Iran untuk membalas kematian Ismail Haniyeh, dan menganggapnya sebagai tugas nasional dan agama.
Ghalibaf memperingatkan bahwa “entitas Zionis harus bersiap menghadapi pembalasan hebat dari rakyat Iran.” Menyikapi pembantaian Israel di Gaza, khususnya pembantaian mengerikan di sekolah Al-Tabi'in di Kota Gaza, Ghalibaf mengutuk hal tersebut sebagai bukti ketidakmanusiawian entitas Zionis, dengan menyatakan bahwa "Zionis hanya memahami bahasa kekuasaan."
Dia menggambarkan tindakan Israel sebagai kejahatan perang terhadap kemanusiaan. Di tempat lain dalam sambutannya, Ghalibaf meminta negara-negara Islam untuk memberikan dukungan nyata kepada Perlawanan Palestina dalam melawan kejahatan ini.
Misi Iran untuk PBB menegaskan kembali pada hari Jumat bahwa prioritas Iran adalah mencapai gencatan senjata yang langgeng di Gaza, menekankan bahwa setiap perjanjian yang diterima oleh Hamas akan diakui oleh Teheran.
Ketika ditanya oleh Al-Monitor apakah Iran akan menunda pembalasannya sampai perundingan gencatan senjata yang dijadwalkan diadakan minggu depan selesai, misi Iran menyatakan bahwa "rezim Israel telah melanggar keamanan dan kedaulatan nasional kami melalui tindakan terorisme baru-baru ini." Mereka juga menjawab, Republik Islam mempunyai "hak untuk membela diri—hal yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan gencatan senjata di Gaza".
Namun, misi tersebut menyatakan harapan bahwa tanggapannya terhadap agresi Israel akan terukur dan tepat waktu agar tidak merusak potensi gencatan senjata di Gaza. Mereka mengakui adanya saluran komunikasi langsung dan perantara dengan Amerika Serikat, “yang rinciannya tidak diungkapkan oleh kedua belah pihak”.
Pekan lalu, “Israel” membunuh kepala Biro politik Hamas Ismail Haniyeh ketika dia berada di Teheran dalam kunjungan resmi. Republik Islam Iran berjanji untuk menanggapi agresi tersebut di tengah peningkatan persiapan militer yang dilakukan oleh “Israel”, Amerika Serikat, dan sekutunya.
Ismail Haniyeh Dibunuh di Iran Bukan di Qatar, Ini Perbandingan Militer Kedua Negara
Pembunuhan yang dilakukan terhadap pemimpin Hamas Ismail Haniyeh terjadi di Iran. [877] url asal
#ismail-haniyeh #ismail-haniyeh-tewas #pemimpin-hamas #kekuatan-militer #militer-iran #militer-qatar #iran #qatar
(MedCom - Internasional) 05/08/24 10:22
v/13356000/
Jakarta: Pembunuhan yang dilakukan terhadap pemimpin HamasIsmail Haniyeh terjadi di Iran. Muncul pertanyaan mengapa hal itu tidak terjadi di Qatar, tempat Haniyeh selama ini bertempat tinggal.Tidak hanya itu, Haniyeh juga dikenal sebagai Kepala Tim Negosiator gencatan senjata Hamas. Dia beberapa kali memimpin Hamas melakukan negosiasi untuk gencatan senjata di Gaza yang juga dilakukan di Qatar.
Melihat insiden tersebut, mengapa Iran menjadi lokasi yang dipilih untuk melakukan pembunuhan terhadap Haniyeh. Apakah Qatar dianggap cukup kuat untuk menghalau pembunuhan Haniyeh.
Untuk melihat kejadian ini, dapat dibandingkan kekuatan militer Iran dan Qatar. Kekuatan itu tersebut dirangkum oleh Medcom.id, sebagai berikut:
Iran
Angkatan bersenjata Iran termasuk yang terbesar di Timur Tengah, dengan sedikitnya 580.000 personel tugas aktif dan sekitar 200.000 personel cadangan terlatih yang terbagi di antara tentara tradisional dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menurut penilaian tahunan tahun lalu oleh Institut Internasional untuk Studi Strategis.Tentara dan Garda masing-masing memiliki pasukan darat, udara, dan laut yang terpisah dan aktif, dengan Garda bertanggung jawab atas keamanan perbatasan Iran. Staf Umum Angkatan Bersenjata mengoordinasikan cabang-cabang dan menetapkan strategi keseluruhan.
Garda juga mengoperasikan Pasukan Quds, unit elit yang bertugas mempersenjatai, melatih, dan mendukung jaringan milisi proksi di seluruh Timur Tengah.
Sementara menurut situs Global Firepower indeks, Iran berada pada urutan 14 GFP Index. Negeri Mullah memiliki 0,2269 (skor 0,0000 dianggap sempurna).
Iran memiliki berbagai macam rudal yang mematikan. Salah satu yang paling jadi andalan adalah Khorramshar yang merupakan intermediate-range ballistic missile (IRBM) yang memiliki jarak 2.000 kilometer. IRGC juga merilis rudal hipersonik pertama pada Juni 2023 yang disebut Fattah. IRGC mengklaim rudal itu memiliki jarak tempuh 1.400 kilometer dan memiliki kecepatan hingga mach 15.
Iran juga memiliki rudal Shahab-3. Bersama dengan rudal Fattah, rudal tersebut bisa dilengkapi dengan hulu ledak nuklir. Berbagai kemampuan militer juga dimiliki oleh Iran, namun ada beberapa kemampuan itu yang belum terverifikasi.
Qatar
Negara ini memiliki perekonomian berpendapatan tinggi, didukung oleh cadangan gas alam dan minyak terbesar ketiga di dunia. Qatar merupakan salah satu pengekspor gas alam cair terbesar di dunia dan penghasil emisi karbon dioksida per kapita terbesar di dunia.Memiliki kemampuan semacam itu membuat Qatar bisa melengkapi militernya dengan alat-alat canggih dan berteknologi terkini.
Namun Qatar menurut GFP Index berada pada peringkat 63 dari 145. Negara kaya ini memiliki skor PwrIndx 1.0789. Personel yang dimiliki oleh Qatar dilaporkan mencapai 11.800 orang, kekuatan Qatar merupakan kedua terkecil di Timur Tengah.
Qatar kini dilengkapi dengan kendaraan tempur paling modern buatan Jerman, termasuk tank tempur utama Leopard 2A7+, howitzer gerak sendiri PzH 2000 155 pada lapis baja beroda rantai, kendaraan lapis baja Dingo 2 HD 4x4, dan Fennek, kendaraan lapis baja pengintai ringan 4x4.
Qatar telah membeli Dingo 2 HD (Heavy Duty), versi terbaru dari kendaraan lapis baja 4x4 dalam keluarga Dingo. Qatar adalah pelanggan pertama Dingo 2 HD, setelah menerima pengiriman 14 kendaraan dalam tiga versi, ambulans, pos komando, dan kendaraan pengintai radar. Kendaraan ini juga telah dioptimalkan untuk digunakan pada suhu lingkungan yang tinggi.
Dingo 2 HD didasarkan pada sasis UNIMOG FGA20 dan memiliki muatan yang lebih besar dengan berat kotor kendaraan maksimum hingga 20.000 kg. Garis atap yang ditinggikan di bagian belakang posisi komandan dan pengemudi menambah volumenya untuk fleksibilitas misi, sementara sistem pengisian ban sentral dipasang sebagai standar untuk meningkatkan mobilitas lintas negara.

Jet tempur Eurofighter Typhoon militer Qatar. Foto: BEA Systems
Pesanan pesawat tempur terbaru Qatar telah menambah jumlah pesawat yang dipesan untuk Angkatan Udara Qatar Emiri menjadi 96 pesawat tempur multiperan generasi baru. Ini akan melengkapi armada pesawat tempur yang delapan kali lebih besar dari kekuatan saat ini – perluasan yang tak tertandingi. Dan pesanan terbaru untuk 12 Dassault Rafale tambahan mencakup ketentuan untuk 36 opsi lebih lanjut, yang berpotensi menambah jumlah total menjadi 132 pesawat!
BAE Systems pada akhir Februari mengumumkan bahwa mereka telah mengirimkan 10 Eurofighter Typhoon ke Qatar pada tahun 2023, dengan delapan pesawat berikutnya diserahkan tahun sebelumnya. Total komitmen Doha untuk Typhoon adalah untuk 24 pesawat, dengan pengiriman akan diselesaikan dari lokasi perakitan akhir BAE di Warton pada tahun 2024.
Qatar pada tahun 2024 menandai ulang tahun ke-50 pembentukan resmi angkatan udaranya. Selama kurun waktu tersebut, Angkatan Udara juga telah mengoperasikan Hawker Hunter, Dassault/Dornier Alpha Jet, Dassault Mirage F1, dan Mirage 2000-5 dalam peran tempur. Angkatan Udara saat ini sedang dalam proses memensiunkan Mirage 2000-5 terakhirnya.
Program investasi pesawat tempur Doha merupakan bagian dari perluasan pertahanan besar-besaran yang juga telah membuatnya memiliki pesawat angkut strategis Boeing C-17, pesawat angkut taktis Lockheed Martin C-130J, helikopter serang Boeing AH-64E Apache, dan helikopter angkatan laut dan angkut NH Industries NH90, serta pesawat latih BAE Hawk, Leonardo M-346, dan Pilatus PC-21.
Dari kemampuan di atas, jelas ada maksud tertentu dengan melakukan pembunuhan Haniyeh di Iran. Kemampuan militer Iran yang jauh lebih besar menjadi target utama untuk melakukan pembunuhan.
Operasi Israel di Iran kemungkinan besar ditujukan untuk memancing Iran ke dalam konflik yang lebih besar di Timur Tengah. Iran memang musuh bebuyutan dari Israel dan selama ini Israel selalu berniat untuk melakukan serangan ke Israel.
Keterlibatan Iran dalam perang di Timur Tengah bisa membuka peluang bagi Israel untuk melakukan serangan besar-besaran yang dibantu oleh Amerika Serikat dan Inggris dan pada akhirnya bermaksud untuk berkuasa penuh di Timur Tengah.
(FJR)