BYD berencana membawa mobil PHEV ke Indonesia, termasuk model DM-i. Dua desain terdaftar, menawarkan teknologi efisien dan jangkauan jauh. [654] url asal
BYD tampaknya tidak hanya akan bermain di segmen mobil listrik berbasis baterai. Kemungkinan, BYD akan membawa mobil berteknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) yang disebut dengan teknologi DM-i.
Dua mobil PHEV BYD terdaftar di Indonesia. Paten desain kedua mobil PHEV BYD itu terdaftar dalam dokumen Berita Resmi Desain Industri No. 56/DI/2024 yang dirilis Direktorat Hak Cipta dan Design Industri Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM.
Dalam dokumen itu, BYD COMPANY LIMITED mendaftarkan desain sebuah SUV yang diduga berteknologi PHEV atau DM-i. Desain yang didaftarkan tersebut identik dengan mobil PHEV BYD Song L DM-i yang belum lama ini meluncur di China.
BYD Song L DM-i di China Foto: Carnewschina
Di negara asalnya, Mobil itu menggunakan mesin 1.500 cc bertenaga maksimal 74 kW dengan torsi maksimal 126 Nm. Mesin bensin tersebut dikawinkan dengan motor listrik 160 kW dan torsi 260 Nm.
Dikutip Carnewschina, BYD Song L DM-i memiliki tiga pilihan paket baterai dengan daya 12,9 kWh, 18,3 kWh, dan 26,6 kWh. Masing-masing memiliki jarak tempuh listrik murni sejauh 75 km, 112 km, dan 160 km berdasarkan siklus CLTC. Dengan teknologi DM 5.0 itu, BYD mengklaim mobil tersebut bisa menjangkau jarak hingga 1.500 km dalam kondisi bensin dan baterai penuh.
Selain itu, BYD juga mendaftarkan mobil PHEV bergaya offroad. Mobil itu diduga BYD Fang Cheng Bao (FCB) Bao 8 yang juga telah diperkenalkan di China baru-baru ini.
BYD Fang Cheng Bao (FCB) Bao 8 Foto: Carnewschina
FCB Bao 8 dibangun di atas Platform Super Hybrid 2.0T Dual Mode Off-road (DMO) milik BYD dan dilengkapi dengan Sistem Kontrol Bodi Hidrolik Cerdas DiSus-P.
Tenaga berasal dari mesin 2.0T 200 kW (268 hp) dan dua motor listrik (depan: 200 kW, belakang: 300 kW), menghasilkan daya sistem gabungan sebesar 550 kW (738 hp) dan torsi puncak 760 Nm. Akselerasi 0-100 km/jam bisa ditempuh hanya dalam 4,8 detik.
Baterai Blade LFP 36.864 kWh milik FCB Bao 8 menawarkan jangkauan listrik murni sejauh 125 km. Gabungan bensin dan baterainya jika terisi penuh bisa membuat mobil ini melaju hingga 1.200 km (dengan asumsi dalam kondisi CLTC).
Akankah kedua mobil PHEV BYD ini masuk Indonesia? Head of PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan pada dasarnya BYD mendukung penuh segala jenis inisiatif transisi energi yang ditentukan pemerintah. Termasuk dengan mobil listrik murni berbasis baterai atau PHEV.
"Memang bila mengacu pada determinasi NEV (new energy vehicle/kendaraan energi baru) di global, juga termasuk PHEV. Dan juga pengalaman di beberapa negara PHEV dan EV sama-sama memainkan peran tinggi dalam transisi energi, khususnya pada area dengan kondisi geografi dan demografi tertentu," kata Luther kepada detikOto, Senin (14/10/2024).
Menurutnya, secara lini produk, mobil berteknologi PHEV atau DM-i milik BYD bisa saja masuk Indonesia.
"Namun masih tetap diperlukan favorable policies (kebijakan yang menguntungkan) yang mendukung agar kompetitif , khususnya bila diharapkan mampu menyamai pricing level (tingkat harga) ICE car (mobil bermesin konvensional) guna percepatan transisi," sebutnya.
BYD mendaftarkan desain mobil PHEV di Indonesia, menunjukkan minat untuk memasuki segmen ini. Begini kata BYD soal kemungkinan PHEV masuk indonesia. [430] url asal
Mobil plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) BYD sudah terdaftar di Indonesia. Apakah BYD berminat untuk menjual mobil PHEV di Indonesia?
BYD tampaknya tak hanya ingin bermain di segmen mobil listrik murni berbasis baterai. Secara global, BYD memiliki teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) yang disebut dengan teknologi DM-i.
Teknologi hybrid DM-i itu tampaknya akan masuk Indonesia. Buktinya, BYD mendaftarkan desain dari sebuah mobil berteknologi DM-i. Paten desain itu terdaftar dalam dokumen Berita Resmi Desain Industri No. 56/DI/2024 yang dirilis Direktorat Hak Cipta dan Design Industri Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM.
Dalam dokumen itu, BYD COMPANY LIMITED mendaftarkan desain sebuah SUV yang diduga berteknologi PHEV atau DM-i. Desain yang didaftarkan tersebut identik dengan mobil PHEV BYD Song L DM-i yang belum lama ini meluncur di China.
Head of PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan pada dasarnya BYD mendukung penuh segala jenis inisiatif transisi energi yang ditentukan pemerintah. Termasuk dengan mobil listrik murni berbasis baterai atau PHEV.
"Memang bila mengacu pada determinasi NEV (new energy vehicle/kendaraan energi baru) di global, juga termasuk PHEV. Dan juga pengalaman di beberapa negara PHEV dan EV sama-sama memainkan peran tinggi dalam transisi energi, khususnya pada area dengan kondisi geografi & demografi tertentu," kata Luther kepada detikOto, Senin (14/10/2024).
Luther menegaskan, BYD merupakan pemain kunci di industri NEV. Menurutnya, secara lini produk, mobil berteknologi PHEV atau DM-i milik BYD bisa saja masuk Indonesia.
"Namun masih tetap diperlukan favorable policies (kebijakan yang menguntungkan) yang mendukung agar kompetitif , khususnya bila diharapkan mampu menyamai pricing level (tingkat harga) ICE car (mobil bermesin konvensional) guna percepatan transisi," sebutnya.
Penjualan kendaraan listrik di Indonesia dalam empat tahun belakangan naik signifikan. Begini catatan penjualan kendaraan elektrifikasi di Indonesia. [494] url asal
Penjualan kendaraan listrik di Indonesia dalam empat tahun belakangan naik signifikan. Begini catatan penjualan kendaraan elektrifikasi di Indonesia.
Kendaraan elektrifikasi bukan hanya jadi tren di Indonesia. Kendaraan yang lebih ramah lingkungan itu juga tengah naik daun di berbagai negara. Di Indonesia, penjualan kendaraan elektrifikasi tercatat mengalami peningkatan.
Bicara kendaraan elektrifikasi, jenisnya cukup beragam. Mulai dari mobil hybrid, PHEV (Plug-in hybrid), hingga BEV yang sepenuhnya menggunakan tenaga bersumber dari baterai.
Secara penjualan, mobil jenis hybrid masih mendominasi. Jumlahnya naik signifikan dari tahun ke tahun. Misalnya pada tahun 2020, penjualan mobil hybrid hanya menyentuh 1.191 unit. Selanjutnya pada tahun 2021 meningkat menjadi 2.472 unit. Tahun 2022, peningkatannya lebih signifikan lagi mencapai 10.344 unit.
Kemudian pada tahun 2023, mobil hybrid kian diminati. Otomatis pangsa pasarnya juga meningkat. Tercatat sepanjang tahun 2023, distribusi mobil hybrid secara wholesales mencapai 54.179 unit. Sedangkan untuk tahun 2024 tampaknya bakal meningkat atau setidaknya menyamai pencapaian tahun 2024. Hingga Juni 2024, distribusi mobil hybrid mencapai 25.807 unit.
Tak cuma mobil hybrid, mobil listrik juga meningkat cukup tajam. Terlihat tren mobil listrik di Indonesia mulai terlihat pada tahun 2020. Pada tahun tersebut, ada 125 unit mobil listrik berbasis baterai yang terdistribusi.
Tahun 2021, jumlahnya meningkat meski tak sebanyak mobil hybrid. Distribusi mobil listrik pada tahun 2021 mencapai 687 unit. Peningkatan signifikan baru terjadi pada tahun 2022. Peningkatannya lebih dari 10 kali lipat mencapai 10.327 unit. Tahun 2023, distribusi mobil listrik naik lagi tercatat sebanyak 17.051 unit. Pada tahun 2024, potensi peningkatan masih ada.
Pasalnya hingga bulan keenam tahun ini, distribusinya sudah mencapai 11.938 unit. Di enam bulan tersisa, distribusi mobil listrik itu bisa menyamai torehan tahun lalu. Adapun untuk kendaraan jenis PHEV tampaknya tak terlalu populer. Distribusinya tak pernah lebih dari 150 unit sejak tahun 2020 hingga 2024.
Dibandingkan mobil bensin, kontribusi kendaraan elektrifikasi terhadap keseluruhan penjualan mobil di Indonesia memang belum besar namun terus meningkat. Untuk periode year to date Juni 2024, 9,3 persen mobil yang dijual di Indonesia merupakan kendaraan elektrifikasi. Sedangkan 90,7 persen sisanya adalah mobil bensin.