Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut terdapat dua fokus yang menjadi komitmen dari pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) untuk segera direalisasikan di Indonesia. [383] url asal
Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut terdapat dua fokus yang menjadi komitmen dari pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) untuk segera direalisasikan di Indonesia.
Orang nomor satu di Indonesia itu memerinci bahwa kedua topik tersebut adalah penyediaan pengembangan Pusat Keuangan di Ibu Kota Nusantara (IKN) dan hilirisasi industri.
“Pertama mengenai pembangunan financial center yang di sana [akan] ada sistemnya kita ingin biro, rekrutnya seperti apa, membawa uang untuk bisa masuk ke financial center yang ada di Dubai seperti apa,” ujarnya usai meresmikan turnamen sepak bola Piala Presiden Tahun 2024 yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jumat (19/7/2024).
Dia menekankan bahwa kerja sama antara Dubai International Financial Centre (DIFC) dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menjadi modal penting guna meningkatkan kerja sama keuangan Negara di mata internasional.
“Itu yang ingin kami kerja samakan dan kami sudah tandatangan MoU kerja sama antara OIKN antara DIFC. Artinya financial center yang ada di IKN ini nanti akan kita harapkan segera terbentuk dan segera bisa berjalan,” tuturnya.
Sekadar informasi, Dubai International Financial Centre (DIFC), pusat keuangan global terkemuka di kawasan Timur Tengah, Afrika, dan Asia Selatan (MEASA), telah menjalin kemitraan strategis dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) di Dubai pada Selasa (16/7/2024).
Dikutip melalui laman resmi IKN, nantinya MoU ini menjabarkan kerangka kerja sama untuk kolaborasi yang bertujuan memajukan kepentingan bersama dan Nusantara Financial Center di Nusantara.
Area utama kolaborasi yang dijabarkan dalam perjanjian ini meliputi pertukaran keahlian dalam operasi Pusat Keuangan Internasional, termasuk kerangka regulasi dan model bisnis untuk meningkatkan efisiensi operasional dan inovasi.
Termasuk pengembangan mekanisme yang memungkinkan entitas dari DIFC dan Otorita IKN untuk mendirikan operasi bisnis terdaftar di yurisdiksi masing-masing, memfasilitasi integrasi bisnis yang mulus dan partisipasi dalam pertukaran global.
Lalu, turut serta kolaborasi dalam tren, legislasi, dan regulasi dalam layanan keuangan internasional untuk tetap selaras dengan perkembangan global.
Lebih lanjut, Jokowi mengatakan bahwa pembahasan kedua menitikberatkan kepada kerja sama mengenai hilirisasi industri dimulai dari hulu sampai hilir, mulai dari pertambangan, nikel, kemudian di aspal, prekursor, baterai electric vehicle/EV, hingga kendaraan listrik.
“Dan itu kerja sama UEA—Indonesia dan nanti ada dua negara lagi yang baru kami dekati. Saya kira kalau ini berhasil kami harapkan bisa menguasai pasar 80—85% pasar dunia. itu yang kita harapkan,” pungkas Jokowi.
Pertemuan antara Jokowi dan Presiden UAEA Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) menghasilkan sejumlah kerja sama, salah satunya investasi dan hilirisasi industri [932] url asal
Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kenegaraan ke Uni Emirat Arab (UEA) untuk bertemu Presiden Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) pada Rabu (18/7/2024).
Bukan sekadar silaturahmi dengan sang sahabat, Jokowi dan beberapa menteri yang diboyongnya membawa misi ekonomi dan investasi, salah satunya terkait proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) dan pengembangan sektor industri.
Dalam pertemuan tersebut, Jokowi mengangkat empat isu utama, yakni kerja sama perdagangan, kerja sama investasi strategis, kerja sama energi bersih dan iklim, serta kerja sama sosial budaya.
Terkait kerja sama perdagangan, Presiden Jokowi menyatakan kegembiraannya atas penyelesaian perundingan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Hal ini menjadikan PEA sebagai negara Timur Tengah pertana yang memiliki kerja sama CEPA dengan Indonesia.
Dok. BPMI Setpres - Muchlis Jr
“Saya juga menyambut baik kerja sama sistem pembayaran antara Bank Indonesia dan bank sentral UAE, serta kerja sama pembangunan kapal LPD untuk Angkatan Laut UAE oleh PT PAL Indonesia. Saya yakin semua ini akan memberikan manfaat positif bagi perdagangan kedua negara,” ujar Jokowi.
Kedua, terkait kerja sama investasi strategis. Presiden Jokowi mengatakan bahwa investasi PEA di Indonesia makin kuat dan salah satu yang menjadi fokus Indonesia saat ini adalah pembangunan IKN dan hilisirasi industri.
Ketiga, terkait kerja sama iklim dan energi bersih, Presiden Jokowi mengapresiasi dukungan investasi 145 megawatt pembangkit listrik tenaga surya terapung di Cirata, yang akan dikembangkan hingga 500 megawatt.
“Saya juga menyambut baik groundbreaking Mangrove Research Center di Bali dan kerja sama PLTN antara BRIN dan ENEC. Terima kasih Yang Mulia untuk dukungan nyata bagi transisi energi Indonesia,” imbuhnya.
Keempat, terkait kerja sama sosial budaya. Presiden Jokowi menyambut baik pemberian Zayed Award for Human Fraternity 2024 bagi Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah untuk mendukung toleransi dan moderasi Islam
Oleh-oleh 8 MoU
Presiden Jokowi membawa buah tangan saat pulang ke Indonesia dengan menghasilkan sejumlah kesepakatan dari kunjungan kenegaraan ke Uni Emirat Arab (UEA).
Meski terbilang singkat, kunjungan tersebut telah menghasilkan beberapa kesepakatan kerja sama bilateral yang signifikan, baik antarpemerintah maupun antarpelaku bisnis.
Kesepakatan berupa nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara pemerintah RI dan pemerintah UEA yang dihasilkan, kemudian diumumkan di depan Presiden Jokowi dan Presiden Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) saat keduanya bertemu bilateral di Qasr Al Watan.
Kesepakatan-kesepakatan tersebut adalah :
1. MoU antara Kementerian Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia dan Eagle Hills tentang Peningkatan Ekosistem Pariwisata melalui Kerja Sama dengan Aset Badan Usaha Milik Negara pada Sektor Bandar Udara dan Logistik, Pelayanan (Perhotelan), dan Destinasi Pariwisata;
2. MoU antara Dubai International Financial Centre Authority dan Otorita Ibu Kota Nusantara;
3. MoU antara PT Indonesia Comnets Plus dengan Abu Dhabi Future Energy Company PJSC-Masdar tentang Joint Study Atap Tenaga Surya di Indonesia;
4. MoU antara Emirates Nuclear Energy Company Persatuan Emirat Arab dan Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia tentang Kerja Sama di Bidang Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir untuk Mendukung Program Nuklir UEA dan Indonesia;
5. MoU antara Dana Konservasi Spesies Mohamed Bin Zayed Uni Emirat Arab dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia mengenai Proyek Pendirian Sheikh Mohamed Bin Zayed dan Joko Widodo Pusat Penelitian Mangrove Internasional di Bali, Republik Indonesia;
6. MoU antara Kementerian Keuangan RI dan Kementeriam Keuangan UEA terkait Manajemen Keuangan Publik;
7. MoU antara Bank Indonesia dan Bank Sentral UEA (UAECB) terkait Kerja Sama Sistem Pembayaran; dan
8. Perjanjian Kerja Sama dalam Bidang Pesawat Patroli Maritim dan Pesawat Anti Kapal Selam.
Diplomasi Masjid
Di luar agenda yang telah disiapkan dalam kunjungan kenegaraannya di Uni Emirat Arab (UEA), Presiden Jokowi mengunjungi Masjid Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi pada Rabu (17/7/2024).
Kunjungan ini dilakukan usai Presiden Jokowi disambut secara kenegaraan di Qasr Al Watan oleh Presiden UEA, Mohamed bin Zayed Al Nahyan.
Presiden Jokowi tiba di masjid sekitar pukul 14.20 waktu setempat dan langsung mengambil wudu. Setelah itu, Presiden Jokowi masuk ke area salat laki-laki dan melaksanakan salat sunah tahiatul masjid.
Selepas mengerjakan salat sunah dua rakaat, Presiden Jokowi kemudian menjadi imam dan memimpin salat zuhur dan asar secara jamak qasar.
Selepas melaksanakan salat fardu, Presiden Jokowi berdoa bersama yang dipimpin oleh Chairman Awqaf (General Authority of Islamic Affairs and Endowments), Omar Habtoor Al Darei.
Duta Besar RI untuk PEA Husin Bagis menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan momen bersejarah karena ini merupakan kali pertama Presiden Jokowi berkunjung ke masjid yang diberi nama atas nama Presiden Jokowi sendiri.
“Sejak diresmikan pada 14 Desember 2023, ini adalah kali pertama Bapak Presiden dapat mengunjungi dan melaksanakan salat di masjid yang diberi nama dengan nama beliau, yang merupakan penghormatan atas kontribusi beliau dalam mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan PEA,” ujar Dubes Husin Bagis dalam keterangan tertulisnya.
Lebih lanjut, Dubes Husin menyatakan bahwa kehadiran Presiden Jokowi di masjid ini bukan hanya simbol penghormatan, tetapi juga cerminan dari kuatnya ikatan persahabatan dan kerja sama antara kedua negara.
Untuk diketahui, Masjid Joko Widodo di Abu Dhabi terletak di area diplomatik Abu Dhabi dan dilalui Jalan Presiden Joko Widodo. Masjid Joko Widodo dapat menampung sekitar 2.500 jemaah.
Masjid tersebut berdiri di atas tanah seluas lebih kurang 3.766 meter persegi dan dibangun dengan pendanaan dari pihak UEA. Masjid tersebut mulai dibangun pada November 2021 hingga Oktober 2023 dan diresmikan pada 14 Desember 2023.
Kehadiran Masjid Presiden Joko Widodo menjadi simbol kedekatan Indonesia dan PEA setelah adanya Jalan Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi. Sebaliknya, di Indonesia disimbolkan oleh kehadiran Masjid Syekh Zayed Solo dan Jalan Tol Layang MBZ.
Presiden Jokowi juga mengatakan ingin kembali mengundang Presiden MBZ untuk berkunjung ke Indonesia pada September mendatang.
“Kalau ada waktu saya ingin mengundang yang mulia [MBZ] untuk berkunjung ke Indonesia tahun ini pada September dan saya merasa sangat terhormat jika yang mulia berkenan memenuhi,” ujarnya.
Pertemuan antara Jokowi dan Presiden UAEA Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) menghasilkan sejumlah kerja sama, salah satunya investasi dan hilirisasi industri [932] url asal
Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kenegaraan ke Uni Emirat Arab (UEA) untuk bertemu Presiden Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) pada Rabu (18/7/2024).
Bukan sekadar silaturahmi dengan sang sahabat, Jokowi dan beberapa menteri yang diboyongnya membawa misi ekonomi dan investasi, salah satunya terkait proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) dan pengembangan sektor industri.
Dalam pertemuan tersebut, Jokowi mengangkat empat isu utama, yakni kerja sama perdagangan, kerja sama investasi strategis, kerja sama energi bersih dan iklim, serta kerja sama sosial budaya.
Terkait kerja sama perdagangan, Presiden Jokowi menyatakan kegembiraannya atas penyelesaian perundingan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Hal ini menjadikan PEA sebagai negara Timur Tengah pertana yang memiliki kerja sama CEPA dengan Indonesia.
Dok. BPMI Setpres - Muchlis Jr
“Saya juga menyambut baik kerja sama sistem pembayaran antara Bank Indonesia dan bank sentral UAE, serta kerja sama pembangunan kapal LPD untuk Angkatan Laut UAE oleh PT PAL Indonesia. Saya yakin semua ini akan memberikan manfaat positif bagi perdagangan kedua negara,” ujar Jokowi.
Kedua, terkait kerja sama investasi strategis. Presiden Jokowi mengatakan bahwa investasi PEA di Indonesia makin kuat dan salah satu yang menjadi fokus Indonesia saat ini adalah pembangunan IKN dan hilisirasi industri.
Ketiga, terkait kerja sama iklim dan energi bersih, Presiden Jokowi mengapresiasi dukungan investasi 145 megawatt pembangkit listrik tenaga surya terapung di Cirata, yang akan dikembangkan hingga 500 megawatt.
“Saya juga menyambut baik groundbreaking Mangrove Research Center di Bali dan kerja sama PLTN antara BRIN dan ENEC. Terima kasih Yang Mulia untuk dukungan nyata bagi transisi energi Indonesia,” imbuhnya.
Keempat, terkait kerja sama sosial budaya. Presiden Jokowi menyambut baik pemberian Zayed Award for Human Fraternity 2024 bagi Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah untuk mendukung toleransi dan moderasi Islam
Oleh-oleh 8 MoU
Presiden Jokowi membawa buah tangan saat pulang ke Indonesia dengan menghasilkan sejumlah kesepakatan dari kunjungan kenegaraan ke Uni Emirat Arab (UEA).
Meski terbilang singkat, kunjungan tersebut telah menghasilkan beberapa kesepakatan kerja sama bilateral yang signifikan, baik antarpemerintah maupun antarpelaku bisnis.
Kesepakatan berupa nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara pemerintah RI dan pemerintah UEA yang dihasilkan, kemudian diumumkan di depan Presiden Jokowi dan Presiden Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) saat keduanya bertemu bilateral di Qasr Al Watan.
Kesepakatan-kesepakatan tersebut adalah :
1. MoU antara Kementerian Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia dan Eagle Hills tentang Peningkatan Ekosistem Pariwisata melalui Kerja Sama dengan Aset Badan Usaha Milik Negara pada Sektor Bandar Udara dan Logistik, Pelayanan (Perhotelan), dan Destinasi Pariwisata;
2. MoU antara Dubai International Financial Centre Authority dan Otorita Ibu Kota Nusantara;
3. MoU antara PT Indonesia Comnets Plus dengan Abu Dhabi Future Energy Company PJSC-Masdar tentang Joint Study Atap Tenaga Surya di Indonesia;
4. MoU antara Emirates Nuclear Energy Company Persatuan Emirat Arab dan Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia tentang Kerja Sama di Bidang Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir untuk Mendukung Program Nuklir UEA dan Indonesia;
5. MoU antara Dana Konservasi Spesies Mohamed Bin Zayed Uni Emirat Arab dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia mengenai Proyek Pendirian Sheikh Mohamed Bin Zayed dan Joko Widodo Pusat Penelitian Mangrove Internasional di Bali, Republik Indonesia;
6. MoU antara Kementerian Keuangan RI dan Kementeriam Keuangan UEA terkait Manajemen Keuangan Publik;
7. MoU antara Bank Indonesia dan Bank Sentral UEA (UAECB) terkait Kerja Sama Sistem Pembayaran; dan
8. Perjanjian Kerja Sama dalam Bidang Pesawat Patroli Maritim dan Pesawat Anti Kapal Selam.
Diplomasi Masjid
Di luar agenda yang telah disiapkan dalam kunjungan kenegaraannya di Uni Emirat Arab (UEA), Presiden Jokowi mengunjungi Masjid Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi pada Rabu (17/7/2024).
Kunjungan ini dilakukan usai Presiden Jokowi disambut secara kenegaraan di Qasr Al Watan oleh Presiden UEA, Mohamed bin Zayed Al Nahyan.
Presiden Jokowi tiba di masjid sekitar pukul 14.20 waktu setempat dan langsung mengambil wudu. Setelah itu, Presiden Jokowi masuk ke area salat laki-laki dan melaksanakan salat sunah tahiatul masjid.
Selepas mengerjakan salat sunah dua rakaat, Presiden Jokowi kemudian menjadi imam dan memimpin salat zuhur dan asar secara jamak qasar.
Selepas melaksanakan salat fardu, Presiden Jokowi berdoa bersama yang dipimpin oleh Chairman Awqaf (General Authority of Islamic Affairs and Endowments), Omar Habtoor Al Darei.
Duta Besar RI untuk PEA Husin Bagis menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan momen bersejarah karena ini merupakan kali pertama Presiden Jokowi berkunjung ke masjid yang diberi nama atas nama Presiden Jokowi sendiri.
“Sejak diresmikan pada 14 Desember 2023, ini adalah kali pertama Bapak Presiden dapat mengunjungi dan melaksanakan salat di masjid yang diberi nama dengan nama beliau, yang merupakan penghormatan atas kontribusi beliau dalam mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan PEA,” ujar Dubes Husin Bagis dalam keterangan tertulisnya.
Lebih lanjut, Dubes Husin menyatakan bahwa kehadiran Presiden Jokowi di masjid ini bukan hanya simbol penghormatan, tetapi juga cerminan dari kuatnya ikatan persahabatan dan kerja sama antara kedua negara.
Untuk diketahui, Masjid Joko Widodo di Abu Dhabi terletak di area diplomatik Abu Dhabi dan dilalui Jalan Presiden Joko Widodo. Masjid Joko Widodo dapat menampung sekitar 2.500 jemaah.
Masjid tersebut berdiri di atas tanah seluas lebih kurang 3.766 meter persegi dan dibangun dengan pendanaan dari pihak UEA. Masjid tersebut mulai dibangun pada November 2021 hingga Oktober 2023 dan diresmikan pada 14 Desember 2023.
Kehadiran Masjid Presiden Joko Widodo menjadi simbol kedekatan Indonesia dan PEA setelah adanya Jalan Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi. Sebaliknya, di Indonesia disimbolkan oleh kehadiran Masjid Syekh Zayed Solo dan Jalan Tol Layang MBZ.
Presiden Jokowi juga mengatakan ingin kembali mengundang Presiden MBZ untuk berkunjung ke Indonesia pada September mendatang.
“Kalau ada waktu saya ingin mengundang yang mulia [MBZ] untuk berkunjung ke Indonesia tahun ini pada September dan saya merasa sangat terhormat jika yang mulia berkenan memenuhi,” ujarnya.
Presiden UEA Mohamed bin Zayed (MBZ) memuji kepemimpinan Presiden Jokowi seiring dengan meningkatnya volume perdagangan nonmigas antara Indonesia dengan UEA. [479] url asal
Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohamed bin Zayed (MBZ) memuji kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) seiring dengan meningkatnya volume perdagangan nonmigas antara Indonesia dengan UEA.
Dia menjabarkan, sejak 2014, saat Presiden Jokowi awal mulai menjabat, volume perdagangan nonmigas antara UEA dan Indonesia hanya mencapai US$2,7 miliar. Jumlah itu telah meningkat menjadi US$4,4 miliar pada 2023.
"Hal ini mencerminkan besarnya perkembangan yang terjadi dalam hubungan antara kedua negara selama periode ini, berkat kemauan kita bersama, dan kepentingan pribadi Anda, saudaraku, Yang Mulia Presiden, dalam mengembangkan hubungan ini," tuturnya dikutip melalui Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (17/7/2024)
Di akhir pertemuan, dia mengaku senang atas undangan dari Jokowi untuk berkunjung ke Indonesia pada September 2024 mendatang.
Presiden MBZ menyatakan akan memenuhi undangan tersebut, mengingat kedatangannya ditunjukan untuk menunjukkan kehangatan dan kedekatan hubungan kedua pemimpin.
"Yang Mulia saya ingin sampaikan sekali lagi, rasa terima kasih kami dan atas undangan Yang Mulia tadi saya dapat kehormatan untuk memenuhi," ujar MBZ.
Sekadar informasi, dalam kunjungan kenegaraannya ke Uni Emirat Arab (UEA), Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) di Qasr Al Watan, Abu Dhabi, pada Rabu (17/7/2024).
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Ke-7 RI mengangkat empat isu utama, yakni kerja sama perdagangan, kerja sama investasi strategis, kerja sama energi bersih dan iklim, serta kerja sama sosial budaya.
Terkait kerja sama perdagangan, Presiden Jokowi menyatakan kegembiraannya atas penyelesaian perundingan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Hal ini menjadikan UEA sebagai negara Timur Tengah pertana yang memiliki kerja sama CEPA dengan Indonesia.
"Saya juga menyambut baik kerja sama sistem pembayaran antara Bank Indonesia dan bank sentral UAE, serta kerja sama pembangunan kapal LPD untuk Angkatan Laut UAE oleh PT PAL Indonesia. Saya yakin semua ini akan memberikan manfaat positif bagi perdagangan kedua negara," kata Jokowi.
Kedua, terkait kerja sama investasi strategis. Presiden asal Surakarta itu mengatakan bahwa investasi UEA di Indonesia makin kuat dan salah satu yang menjadi fokus Indonesia saat ini adalah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan hilisirasi industri.
Ketiga, terkait kerja sama iklim dan energi bersih, Presiden Jokowi mengapresiasi dukungan investasi 145 megawatt pembangkit listrik tenaga surya terapung di Cirata, yang akan dikembangkan hingga 500 megawatt.
"Saya juga menyambut baik groundbreaking Mangrove Research Center di Bali dan kerja sama PLTN antara BRIN dan ENEC. Terima kasih Yang Mulia untuk dukungan nyata bagi transisi energi Indonesia," imbuhnya.
Keempat, terkait kerja sama sosial budaya. Presiden Jokowi menyambut baik pemberian Zayed Award for Human Fraternity 2024 bagi Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah untuk mendukung toleransi dan moderasi Islam.
"Saya juga ingin mengucapkan terima kasih atas pembangunan masjid di Solo, kota kelahiran saya, Masjid Syekh Zayed dan juga rumah sakit radiologi di kota kelahiran saya Solo dan juga penamaan jalan di Abu Dhabi dan Masjid Jokowi di Abu Dhabi. Ini akan mempererat hubungan kita ke depan antara Indonesia dan UEA," pungkas Jokowi.
Presiden Jokowi dengan Presiden UEA MBZ menyaksikan penandatanganan 8 nota kesepahaman (MoU), di antaranya terkait investasi dan pengembangan industri [320] url asal
Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menyampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) menyaksikan sejumlah nota kesepahaman (MoU).
Dia menjabarkan, MoU yang disaksikan antara kedua pihak dalam berbagai bidang, antara lain energi, pariwisata, hingga keuangan di Qasr Al Watan, Abu Dhabi, pada Rabu (17/7/2024).
“Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi mengangkat empat isu utama, yakni kerja sama perdagangan, kerja sama investasi strategis, kerja sama energi bersih dan iklim, serta kerja sama sosial budaya,” ujarnya melalui keterangan pers dikutip melalui Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (17/7/2024).
Di sela-sela pertemuan bilateral, kedua pemimpin juga menyaksikan pengumuman 8 kesepakatan deliverables kunjungan, yaitu:
MoU antara Kementerian BUMN dan Eagle Hills terkait pariwisata dan transportasi udara;
MoU antara Nusantara Capital Authority dan Dubai International Financial Centre Authority terkait pembentukan Financial Centre di IKN;
MoU antara BRIN dan Emirates Nuclear Energy (ENEC) terkait energi nuklir;
MoU antara BI dan UAECB terkait sistem pembayaran;
MoU antara Kementerian Keuangan dan Ministry of Finance terkait Public Finance Management;
Framework Agreement antara PT DI & PAL Aerospace terkait Technology Transfer of Maritime Patrol Aircraft and Anti-Submarine Warfare;
MoU antara Masdar dan PLN Icon+ untuk Joint Assessment and Study instalasi Solar Rooftop bidang komersil dan industrial di Indonesia;
MoU antara Mohamed bin Zayed Species Conservation Fund United Arab Emirates dan Kemenkomarves terkait pembangunan Sheikh Mohamed bin Zayed and Joko Widodo International Mangrove Research Center di Bali.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga menerima penghargaan sipil tertinggi dari Presiden MBZ berupa Order of Zayed.
Para pemimpin dunia termasuk Xi Jinping dari Tiongkok, Narendra Modi dari India, Vladimir Putin dari Rusia, hingga Presiden RI terpilih Prabowo Subianto telah menerima Order of Zayed.
“Di dalam kunjungan kenegaraan ini, Bapak Presiden telah menerima tanda jasa kehormatan, Order of Zayed dari Presiden PEA. Order of Zayed merupakan penghargaan sipil tertinggi dari PEA untuk tokoh-tokoh dunia,” pungkas Retno.