JAKARTA, KOMPAS.com - Wacana Muktamar Luar Biasa (MLB) Nahdlatul Ulama (NU) terus bergulir seiring dengan proses konsolidasi yang dilakukan oleh pihak penyelenggara.
Risalah Amanat Bangkalan menjadi dokumen penting yang disiapkan sebagai dasar argumentasi dalam gerakan ini.
Dokumen itu disebut telah disebarkan ke berbagai kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), serta Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) di luar negeri.
Sekretaris Steering Committee (SC) MLB Pengurus Besar NU (PBNU) Abdussalam Shohib, menjelaskan proses konsolidasi masih terus berlangsung. Ia memastikan pengiriman dokumen Risalah Amanat Bangkalan telah dilakukan secara menyeluruh.
“Kita kirim karena kita sudah punya data,” kata pria disapa Gus Salam itu saat dihubungi Kompas.com pada Senin (16/9/2024).
Strategi konsolidasi itu dianggap sebagai langkah strategis guna mempersiapkan agenda MLB yang melibatkan banyak pihak.
Gus Salam menyebutkan pihaknya terus melakukan komunikasi intensif dengan berbagai pengurus NU di tingkat wilayah, cabang, dan internasional.
Dalam keterangannya, Gus Salam menekankan pentingnya menjaga strategi agar gerakan MLB tidak terganggu.
“Katanya struktur kalau tidak bisa buka data, itu bagian dari strategi, enggak mungkin buka data,” ucap Gus Salam.
Pernyataan ini menggambarkan pentingnya kerahasiaan dalam tahapan konsolidasi demi menjaga stabilitas gerakan.
Dalam konsolidasi tersebut, Risalah Amanat Bangkalan digunakan sebagai dasar argumen mengapa kepemimpinan PBNU di bawah Yahya Cholil Qoumas perlu diganti.
Gus Salam mengungkapkan banyak pengurus PWNU, PCNU, dan PCINU telah memberikan dukungan, meskipun nama-nama mereka belum diungkap secara terbuka.
“Sudah ada 23 PWNU, 326 PCNU, dan 12 PCINU yang menjalin komunikasi untuk pelaksanaan MLB NU,” papar Gus Salam.
Terpisah, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Abdullah Latopada memastikan tidak ada pengurus tingkat cabang dan wilayah yang terlibat dalam wacana penyelenggaraan Muktamar Luar Biasa (MLB) NU.
Latopada mengatakan, MLB NU itu merupakan isu yang digulirkan segelintir orang yang tidak mempunyai legitimasi dalam kepengurusan PBNU.
“Saya pastikan tidak ada (pengurus) cabang ataupun wilayah yang ikut. Itu hanya wacana yang didengungkan segelintir orang pengangguran,” kata Latopada kepada wartawan sebagaimana dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (15/9/2024), dikutip dari Antara.
Risalah Amanat Bangkalan disusun sebagai respons atas berbagai kontroversi yang muncul dalam kepemimpinan PBNU saat ini. Dokumen ini diharapkan menjadi pijakan bagi para pengurus dalam menilai kinerja dan arah kebijakan organisasi.
Meskipun belum ada tanggal pasti mengenai pelaksanaan MLB, Gus Salam optimistis proses Pra MLB dapat dilaksanakan pada awal atau pekan kedua Oktober mendatang.
Dengan konsolidasi yang terus berjalan, Risalah Amanat Bangkalan menjadi alat penting dalam merespons berbagai kegaduhan internal di tubuh NU.
Banyak pihak berharap MLB ini dapat mengakhiri ketegangan yang terjadi di dalam organisasi, sekaligus menjadi momentum untuk mengembalikan NU ke jalur yang lebih baik.