Tesla membatalkan rencana pabrik kendaraan listrik di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia. Mereka akan fokus pada stasiun pengisian daya. [506] url asal
Tesla dikabarkan telah membatalkan rencana untuk mendirikan pabrik kendaraan listrik. Termasuk di Indonesia, Tesla tidak akan mendirikan pabrik di Asia Tenggara.
Dikutip media lokal Thailand, The Nation Thailand, Tesla telah membatalkan rencana untuk mendirikan pabrik kendaraan listrik di Thailand. Produsen mobil listrik asal Amerika Serikat itu akan fokus hanya pada stasiun pengisian daya. Informasi itu diungkapkan oleh sumber di Gedung Pemerintah Thailand.
"Tesla saat ini hanya membahas stasiun pengisian daya, dengan rencana pabrik yang ditangguhkan tidak hanya di Thailand tetapi di seluruh dunia. Mereka tidak melanjutkan di Malaysia, Indonesia, atau di mana pun kecuali China, Amerika, dan Jerman," kata sumber tersebut.
Tesla kini memutuskan membatalkan rencana investasinya setelah membubarkan tim eksekutifnya. Keputusan tersebut merupakan bagian dari penarikan investasi Tesla di Asia dan sekitarnya.
Sebelumnya, Tesla mengumumkan telah menghentikan rencana pembangunan gigafactory di Meksiko hingga setelah pemilihan presiden AS selesai. Soalnya, janji kandidat Donald Trump akan mengenakan tarif 100 persen pada kendaraan buatan Meksiko.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyebut Tesla belum akan membangun pabrik di mana pun dalam waktu dekat. Indonesia akan mencoba menawarkan potensi investasi lain, khususnya di sektor hilirisasi nikel.
"Kalau Tesla itu sekarang saya pikir setelah satu tahun, dua tahun ini tidak akan membangun pabrik di mana pun. Kita masih melihat peluang lain untuk dia masuk mungkin investasi di nikel kita," kata Luhut.
Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan Indonesia tidak bergantung pada 1-2 merek tertentu dalam membuka investasi mobil listrik (electric vehicle/EV) di Tanah Air. Pernyataan Jokowi tersebut menanggapi Elon Musk yang tak kunjung bangun pabrik Tesla di Indonesia.
"Saya kira kita (Indonesia) tidak bergantung pada satu atau dua merek," kata Jokowi dikutip detikFinance.
Jokowi membeberkan saat ini sudah terdapat pabrikan asal Korea Selatan Hyundai yang memproduksi mobil listrik di Indonesia. Selain itu juga sudah ada investasi dari Wulling, BYD, VinFast dan Chery.
Menurut Jokowi setelah Indonesia membangun industri kendaraan listrik dari hulu sampai hilir, investor akan datang dengan sendirinya.
"Kita harus optimis bahwa dengan pembangunan industri down streaming dari hulu sampai hilir dikerjakan secara baik, efisien, harganya kompetitif, saya kira investor akan datang cari, bukan kita yang mencari," ucapnya.
Penjualan lahan industri di Jabodetabek pada kuartal kedua tahun 2024 meningkat, yang didominasi oleh permintaan dari perusahaan sektor otomotif yang terkait ... [288] url asal
Sektor otomotif yang terkait kendaraan listrik (EV) mendominasi penjualan sekitar 70 persen dari keseluruhan transaksi lahan pada semester pertama tahun 2024
Jakarta (ANTARA) - Penjualan lahan industri di Jabodetabek pada kuartal kedua tahun 2024 meningkat, yang didominasi oleh permintaan dari perusahaan sektor otomotif yang terkait dengan pabrik kendaraan listrik.
Direktur Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia, Arief Rahardjo dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis, menyebut total transaksi penjualan tanah industri selama kuartal kedua tahun 2024 tercatat 182,90 hektar, meningkat 184 persen dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.
Sementara itu, total transaksi penjualan tanah yang tercatat hingga semester I 2024 mencapai 247 hektar dan diperkirakan akan terus bertambah hingga akhir 2024, didorong oleh banyaknya permintaan aktif dari perusahaan asing yang berencana mendirikan pabrik di Indonesia.
“Sektor otomotif yang terkait kendaraan listrik (EV) mendominasi penjualan sekitar 70 persen dari keseluruhan transaksi lahan pada semester pertama tahun 2024,” katanya.
Hal ini menunjukkan tren pertumbuhan bisnis industri kendaraan listrik di Indonesia.
Arief menambahkan pasokan lahan industri di wilayah Jabodetabek tetap sama seperti kuartal sebelumnya, yaitu sebesar 16.628 hektar, karena tidak ada pasokan lahan industri baru yang masuk ke pasar selama kuartal II 2024.
Ia menyebut kawasan industri tetap fokus mempromosikan pasokan lahan yang sudah ada kepada pembeli potensial. Ekspansi pasokan lahan industri di masa mendatang diperkirakan akan berasal dari kawasan industri di sepanjang koridor timur, Bekasi, Karawang, dan Subang.
Kemudian, tingkat okupansi rata-rata gudang yang disewa di area Jabodetabek pada Juni 2024 menurun 0,10 persen dibandingkan kuartal sebelumnya menjadi 86,20 persen.
Meski demikian, pasar pergudangan tetap kompetitif dengan terus bertambahnya pasokan baru. Pola permintaan diperkirakan akan tetap serupa, dengan permintaan utama berasal dari sektor otomotif dan logistik yang didorong oleh aktivitas e-commerce.