#30 tag 24jam
Hasbunallah wani'mal wakil, Ribuan Tentara Israel Kepung Pejuang di Tepi Barat
Serangan Israel di Tepi Barat itu menjadi yang terbesar dalam 22 tahun terakhir. [431] url asal
#pejuang-palestina #tepi-barat #israel-kepung-tepi-barat #ribuan-tentara-israel-kepung-tepi-barat #tentara-israel-kepung-tepi-barat #pejuang-palestina-di-tepi-barat #tepi-barat-jadi-ajang-tempur #perla
(Republika - Khazanah) 28/08/24 07:24
v/14802620/
REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH -- Tentara penjajah Israel melancarkan serangan, yang diperkirakan akan menjadi yang terbesar dalam 22 tahun terakhir. Serangan tersebut mengincar beberapa kegubernuran di Tepi Barat yang diduduki pada Selasa (27/8/2024) malam.
Komando militer Israel mengatakan, pasukannya telah memulai “operasi berskala besar” di gubernuran Tulkarm dan Jenin, dengan menargetkan para pejuang. Setidaknya dua orang Palestina telah menjadi martir sejak dimulainya serangan di Jenin.
Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, dua orang yang menjadi syuhada adalah Qassam Mohammad Jabarin dan Issam Walif Balo'ut. Tiga orang lainnya terluka dalam konfrontasi, koresponden Al Mayadeen melaporkan.
Media Israel mengatakan, serangan ekstensif ke Tepi Barat akan melibatkan satu divisi pasukan penjajah Israel, termasuk pasukan khusus Mista'arvim yang bertindak sebagai orang Palestina yang menyamar.
Laporan tersebut juga mengindikasikan bahwa tentara Israel telah memblokir jalur menuju rumah sakit di wilayah pendudukan. Secara rinci, agresi tersebut menargetkan kamp pengungsi Jenin, kamp pengungsi al-Far'a, dan kamp pengungsi Nur Syam, masing-masing di Jenin, Tubas, dan Tulkarm.
Laporan juga mengindikasikan, pasukan Israel melakukan pendaratan udara melalui helikopter militer di Tubas di tengah kehadiran pasukan darat yang besar di daerah tersebut. Ribuan tentara penjajah Israel ikut serta dalam agresi yang diperkirakan akan berlangsung selama beberapa hari.
Brigade al-Quds Jihad Islam Palestina (PIJ) - Brigade Jenin mengumumkan bahwa para pejuangnya terlibat dalam pertempuran dengan pasukan penjajah Israel di beberapa titik di kota Jenin dan kamp pengungsi.
Brigade Abu Ali Mustapha dari Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP) di Tepi Barat juga mengatakan, para pejuangnya menghadapi pasukan pendudukan di kota tersebut.
Pasukan penjajah Israel juga melancarkan serangan ke kamp pengungsi al-Aroub di utara al-Khalil, sebuah kota di Tepi Barat bagian selatan. Laporan dari media setempat mengungkapkan bahwa pasukan penyerbu menjadi sasaran peledak improvisasi di pintu masuk kamp.
Faksi perlawanan serukan eskalasi
Pada Senin, sebuah pesawat tempur Israel menghantam sebuah bangunan di kamp pengungsi Nur Syam, di mana sedikitnya lima orang Palestina menjadi syuhada.
Serangan udara di Tepi Barat jarang terjadi. Sementara itu, insiden ini menandai eskalasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang dengan cepat dikutuk oleh faksi-faksi Perlawanan Palestina. Mereka berjanji akan melakukan pembalasan.
“Eskalasi kejahatan yang dilakukan oleh entitas Israel dan para pemukimnya di Tepi Barat yang diduduki selama beberapa jam terakhir merupakan keputusan untuk perang terbuka yang tidak dideklarasikan terhadap rakyat Palestina,” kata Jihad Islam Palestina (PIJ) dalam sebuah pernyataan setelah serangan udara dan serangan pemukim di Wadi Rahhal.
Gerakan tersebut mengatakan, peristiwa tersebut menunjukkan bahwa rezim Israel telah mengalihkan mesin perangnya dari Jalur Gaza ke Tepi Barat yang diduduki.Pada Rabu, PIJ kembali mengeluarkan pernyataan untuk menyikapi agresi berskala besar di Tepi Barat.
Pejuang Palestina Terus Melawan, Empat Tentara Israel Tewas
Pejuang Palestina tak berhasil dimusnahkan Israel di Jalur Gaza. [645] url asal
#idf-tewas #tentara-israel-tewas #tentara-israel-disergap #kematian-tentara-israel #pejuang-palestina #perlawanan-palestina
(Republika - News) 25/08/24 05:18
v/14676628/
REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Pejuang Palestina kembali menjebak sejumlah tentara pasukan penjajahan Israel (IDF) di Jalur Gaza. Serangan pada Sabtu (24/8/2024) tersebut menewaskan tiga tentara Israel sementara serangan lain menewaskan seorang tentara IDF.
Times of Israel melaporkan, tiga tentara cadangan tewas dalam pertempuran melawan pejuang Palestina di Jalur Gaza tengah, Pasukan Pertahanan Israel mengumumkan pada hari Sabtu. Dengan kematian itu, jumlah korban tentara yang terbunuh selama akhir pekan menjadi empat orang.
Dua tentara yang kematiannya diumumkan pada Sabtu malam tewas dalam ledakan di lingkungan Zeitoun di Kota Gaza. Ledakan itu yang merenggut nyawa tentara cadangan lainnya yang kematiannya diumumkan pada hari Jumat. Tentara keempat tewas dalam bentrokan terpisah dengan pria bersenjata Palestina di daerah terdekat.
Pasukan yang tewas dalam ledakan di Kota Gaza berdua bertugas di Batalyon 6310 Brigade Yerusalem. Prajurit yang tewas dalam bentrokan terpisah berasal dari Batalyon 8119 Brigade Yerusalem.
Dalam insiden pada Jumat pagi, beberapa tentara terkena alat peledak yang dipasang di luar gedung yang mereka cari, di lingkungan Zeitoun, Kota Gaza. Secara keseluruhan, tiga tentara tewas, empat orang luka berat, dan tiga lainnya luka sedang dalam insiden tersebut. Dalam insiden lain, sel yang terdiri dari empat pejuang Palestina Hamas menyerang perkemahan IDF di Koridor Netzarim yang membelah utara dan selatan Jalur Gaza..
Dengan kematian kemarin, jumlah tentara Israel yang tewas sejak awal perang pada 7 Oktober menjadi 699. Sementara yang tewas setelah serangan darat ke Gaza mencapai 337 orang. Pihak pejuang Palestina mengeklaim korban tewas si kalangan IDF jauh lebih banyak dari yang diumumkan.
Situs web Israel sebelumnya melaporkan bahwa tentara telah mengevakuasi sejumlah korban luka yang gugur dalam pertempuran di Jalur Gaza tengah dan selatan. Di sisi lain, tentara pendudukan mengatakan bahwa pasukannya melanjutkan “kampanye terfokus” di Jalur Gaza, dan melakukan 98 serangan di Rafah di Jalur Gaza selatan yang menargetkan militan.
Sementara, Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, mengatakan dalam postingan di Telegram pada Sabtu, bahwa para pejuangnya “terlibat dalam bentrokan sengit dengan pasukan musuh yang telah menembus wilayah Al-Jafrawi di sebelah timur kota Deir al-Balah di Jalur Gaza tengah. "
Batalyon tersebut mengkonfirmasi bahwa ada kematian dan cedera di antara pasukan pendudukan, dan mengatakan bahwa mereka telah memantau pendaratan helikopter Israel untuk mengangkut mereka.
Sementara itu, koresponden Aljazirah melaporkan bahwa tank-tank Israel menembakkan peluru selama serangan mereka ke daerah Hakr al-Jami' di Deir al-Balah, di tengah bentrokan dengan perlawanan Palestina. Tentara Israel memulai serangan baru ke Jalur Gaza tengah dan selatan setelah memaksa penduduk dan pengungsi untuk kembali mengungsi, dan mengurangi wilayah yang disebutnya sebagai wilayah aman.
Brigade al-Qassam mengumumkan bahwa mereka mampu memikat pasukan Israel dari unit teknik ke salah satu terowongan yang sebelumnya dijadikan jebakan di area lokasi militer di timur Deir al-Balah, dan "segera setelah mereka tiba di dalam terowongan, terowongan itu diledakkan, membunuh dan melukai mereka."
Batalyon tersebut melaporkan pagi ini bahwa pejuang mereka mampu meledakkan ladang ranjau yang telah disiapkan sebelumnya di sejumlah kendaraan pendudukan dan peralatan teknik di area yang sama, dan mengatakan bahwa mereka telah memantau pendaratan helikopter Israel setelah operasi tersebut. Selama bentrokan di poros yang sama, Al-Qassam mengatakan bahwa pasukan mereka menargetkan tank Merkava dan pengangkut personel lapis baja dengan dua peluru Al-Yassin 105.
Israel dengan dukungan Amerika Serikat telah membombardir Gaza selama lebih dari 10 bulan. Pakar internasional menggambarkan hal ini sebagai genosida, karena puluhan ribu orang telah terbunuh, terluka dan hilang, kebanyakan dari mereka adalah anak-anak dan perempuan. Seluruh keluarga telah dihapus dari catatan sipil, dan hampir 70 persen infrastruktur sipil, termasuk rumah, sekolah dan rumah sakit, telah hancur.
Pemantau Hak Asasi Manusia Euro-Mediterania memperingatkan keseriusan perintah evakuasi ilegal yang baru-baru ini dikeluarkan oleh tentara Israel di Deir al-Balah di Jalur Gaza tengah, dan Mawasi al-Qarara di sebelah barat Khan Yunis di Jalur Gaza selatan. Evakuasi itu berarti memaksakan lebih banyak pengungsian dan mempersempit wilayah yang menampung hampir dua juta orang
Al-Qassam Pancing Tujuh Tentara Israel Masuk Gedung Al-Zaytoun, Jebakan Bom Sudah Menanti
Akibat ledakan tersebut, satu tentara tewas sementara lainnya luka berat. [310] url asal
#tentara-israel-tewas #tentara-israel-disergap #tentara-israel-kembali-tewas #alqasam-tewaskan-tentara-israel #pejuang-palestina #hamas #perang-di-jalur-gaza #tentara-israel-dijebak #tentara-israel-mat
(Republika - Khazanah) 24/08/24 11:19
v/14628042/
REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Seorang tentara Israel tewas dan tujuh lainnya terluka dalam sebuah penyergapan yang dilakukan oleh pejuang Brigade al-Qassam di jalur Gaza utara pada Jumat (23/8/2024).
Menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh komando militer penjajah Israel, seorang tentara yang bertugas di Batalyon ke-610 Brigade Infanteri ke-16 tewas setelah sebuah alat peledak improvisasi (IED) diledakkan di lingkungan al-Zaytoun, Kota Gaza, dilaporkan Al-Mayadeen.
Brigade ke-14 telah ditugaskan untuk memperluas Koridor Netzarim, yang saat ini diduduki oleh pasukan Israel, ke arah utara ke lingkungan-lingkungan di Kota Gaza. Namun, upaya ini telah terbukti merugikan pasukan pendudukan, yang telah mengalami beberapa kali penyergapan mematikan yang dilakukan oleh Brigade al-Qassam Hamas.
Komando militer Israel mengatakan, satu unit pasukan telah mencapai sebuah bangunan yang ingin mereka geledah di al-Zaytoun di mana sebuah bom rakitan (IED) telah ditanam di tembok luar, yang diarahkan ke jalan di bawahnya.
Menurut penyelidikan awal, sebuah pasukan telah memasuki gedung sementara kelompok lain mengambil posisi di luar. IED tersebut diledakkan, menewaskan satu tentara dan melukai empat orang lainnya. Sementara itu, tiga orang lainnya mengalami luka ringan.
Helikopter penyelamat militer Israel bergegas ke tempat kejadian untuk mengevakuasi para korban pada Jumat. Dengan operasi ini, berarti 337 tentara Israel telah tewas sejak penjajah Israel melancarkan invasi ke Jalur Gaza, sementara 696 lainnya telah terbunuh sejak 7 Oktober 2023.
Memberikan rincian lebih lanjut, Unit Media Militer al-Qassam mengatakan bahwa para pejuangnya menargetkan sejumlah kendaraan militer Israel di sekitar Pabrik Bintang di tenggara al-Zaytoun, menggunakan granat berpeluncur roket tandem untuk melakukannya.
Tembakan RPG tersebut memancing pasukan infanteri menuju sebuah bangunan yang telah dipasangi IED anti-personil. Segera setelah pasukan tersebut berada di luar gedung, IED tersebut diledakkan. Ledakan itu menewaskan dan melukai beberapa anggota pasukan Israel. Brigade Al-Qassam juga mengatakan bahwa helikopter penyelamat Israel terlihat mengevakuasi para korban dari lokasi kejadian.
Drone Al-Qasam Serang Langsung Pusat Komando Israel di Netzarim
Al-Qassam juga menembakkan dua granat ke tank Merkava. [357] url asal
#brigade-al-qassam #izzuddin-alqasam #pejuang-hamas #pejuang-palestina #operasi-militer-pejuang-palestina #serangan-brigade-alqassam #serangan-pejuang-ke-tentara-israel #drone-alqassam-serang-tenatara
(Republika - Khazanah) 23/08/24 08:30
v/14539691/
REPUBLIKA.CO.ID, GAZA — Pejuang Perlawanan Palestina kembali menggelar operasi penyerangan terhadap para tentara penjajah Israel di beberapa tempat yang mereka duduki di jalur Gaza, pada Kamis (22/8/2024).
Lewat salah satu operasi yang mereka lakukan, Brigade al-Qassam, Hamas, mengumumkan para pejuangnya meluncurkan drone serangan satu arah yang diproduksi secara lokal, al-Zouari, ke pusat komando dan kontrol lapangan Israel di Poros Netzarim. Poros tersebut memisahkan jalur Gaza utara dari wilayah lain yang terkepung. Serangan terhadap pasukan Israel diluncurkan pada pukul 19.30 (waktu setempat), Unit Media Militer Brigade Al-Qassam melaporkan yang dikutip Al-Mayadeen.
Di lokasi berbeda, para pejuang al-Qassam yang kembali dari garis depan di kota selatan Khan Younis melaporkan dua operasi di dekat daerah pemukiman Hamad.
Operasi pertama yang dilakukan para pejuang al-Qassam yakni mereka menembakkan dua granat berpeluncur roket tandem ke arah dua tank Merkava Israel. Operasi kedua, unit penyadap al-Qassam membuat jebakan dan meledakkan pintu masuk terowongan di daerah yang sama. Mereka pun menargetkan pasukan Israel yang telah tiba di titik penyergapan.
Lewat operasi ini dan operasi lainnya yang dilakukan pada hari Rabu, komando militer Israel mengatakan bahwa seorang tentara di Batalyon 46 Brigade Lapis Baja ke-401 tewas di Jalur Gaza selatan setelah kendaraan lapis bajanya menjadi sasaran peluru anti-tank.
Kematian tentara tersebut menjadikan jumlah total tentara yang tewas di Jalur Gaza sejak invasi darat diluncurkan menjadi 336 orang. Sementara itu, jumlah total tentara Israel yang tewas sejak 7 Oktober 2023 menjadi 695 orang.
Faksi-faksi perlawanan Palestina memfokuskan serangan mereka pada Poros Netzarim pada Kamis, ketika Jihad Islam Palestina, Brigade al-Quds, dan Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP), Brigade Abu Ali Mustapha, mengumumkan serangan terhadap sektor strategis tersebut.
Sayap militer PFLP dan Brigade al-Ansar melancarkan serangan mortir gabungan ke pusat komando dan kontrol pasukan pendudukan Israel. Sementara itu, sayap militer PIJ mengatakan bahwa para pejuangnya juga meluncurkan peluru mortir kaliber besar ke ruang komando dan kontrol yang sama.
Brigade Perlawanan Nasional Front Demokratik untuk Pembebasan Palestina (DFLP) menembakkan serangkaian peluru mortir mereka sendiri, kali ini menargetkan pasukan pendudukan Israel yang diposisikan di sebelah timur Deir al-Balah di Jalur Gaza tengah.
Bagaimana Bisa Perlawanan Pejuang Gaza Terus Berlanjut dan Mematikan? Ini Rahasianya
Faksi perlawanan di Gaza terus melakukan perlawanan [304] url asal
#jalur-gaza #perang-gaza #pejuang-gaza #pejuang-palestina #hamas #ismail-haniyeh #ismail-haniyeh-dibunuh #pembunuhan-ismail-haniyeh #ismail-haniyeh-terbunuh #ismail-haniyeh-syahid
(Republika - News) 09/08/24 17:44
v/13937239/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Pakar militer dan strategi Mayor Jenderal Fayez Al-Duwairi mengatakan bahwa faksi-faksi perlawanan di Jalur Gaza telah beradaptasi dengan perkembangan baru di lapangan, yang mendorong mereka untuk terus memerangi tentara pendudukan Israel sejak Oktober lalu.
Saat menganalisis situasi militer di Gaza, Al-Duwairi menjelaskan bahwa perlawanan perlu mengembangkan kinerja tempurnya selama pertempuran, setelah mereka menggunakan pertempuran konfrontatif pada fase pertama perang, yang menelan banyak korban baik dari segi material maupun manusia.
Pakar militer menggambarkan perkembangan kinerja perlawanan dan taktik baru itu sebagai "puncak keterampilan dan kecerdasan." Pada tahap-tahap akhir perang, setelah serbuan penjajah ke Gaza dan wilayah utara, perlawanan menerapkan perang kelompok kecil dan memanfaatkan semua cara yang tersedia untuk mencapai tujuan.
Akibatnya, penyergapan dan penggunaan alat peledak improvisasi (IED) digunakan secara efektif terhadap kendaraan pendudukan, terutama dalam pertempuran Khan Younis dan Rafah di selatan, menurut Al-Duwairi.
Baca juga: Coba Cari Kesalahan Alquran, Mualaf Lamaan Ball: Tuhan Jika Engkau Ada, Bimbinglah Aku
Terkait kembalinya penjajah ke Khan Yunis untuk ketiga kalinya, pakar militer tersebut mengatakan bahwa tentara Israel tidak mencapai tujuannya dalam dua kali serangan sebelumnya, dengan mencatat bahwa Brigade Khan Yunis dari Brigade Al-Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) - dianggap sebagai kekuatan penyerang utama.
Dia menambahkan bahwa pertempuran pertama kali di Khan Yunis berlangsung selama empat bulan, di mana penjajah Zionis gagal menemukan para pemimpin Qassam yang terkemuka, selain gagal menemukan dan menghancurkan terowongan strategis dan tahanan yang ditangkap.
Penjajah menarik diri dari Khan Yunis pada April, tetapi kembali ke sana, terutama bagian timurnya, pada 22 Juli, sebelum menarik diri pada akhir bulan yang sama.
Sementara itu..
Segera setelah Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) mengumumkan pemilihan Yahya Sinwar untuk menggantikan Ismail Haniyeh, kepala biro politiknya, yang dibunuh di ibukota Iran, Teheran, Rabu 31 Juli 2024 lalu, media-media Israel dengan cepat membahas pilihan tersebut dan implikasinya.
Bangkitnya Pejuang-Pejuang Muda Palestina di Tepi Barat
Pejuang muda Palestina di Tepi Barat membuktikan Israel tak hanya melawan Hamas. [1,611] url asal
#pejuang-palestina #pejuang-palestina-di-tepi-barat #pejuang-muda-palestina #perlawanan-di-tepi-barat #penjajahan-israel #perlawanan-palestina
(Republika - News) 08/08/24 08:34
v/13755897/
Oleh Fitriyan Zamzami
REPUBLIKA.CO.ID, TEPI BARAT – Pembantaian terus menerus Israel di Gaza dan pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Teheran membangkitkan perlawanan pejuang-pejuang muda Palestina di Tepi Barat. Perlawanan yang dilakukan pejuang lokal di berbagai wilayah Tepi Barat terus meningkat meski ditekan habis-habisan oleh Israel. Bagaimana riwayat gerakan perlawanan tersebut?
Yang terkini, bentrokan meletus antara pejuang perlawanan Palestina dan pasukan pendudukan selama serangan mereka di sekitar kamp Balata di sebelah timur kota Nablus di Tepi Barat yang diduduki pada Rabu malam. Aljazirah Arabia melansir klip video yang menangkap suara tembakan otomatis yang dahsyat di kamp pengungsi Palestina yang terletak di sebelah timur Nablus. Kantor berita WAFA melaporkan bahwa pasukan Israel menyerbu kamp tersebut pada Rabu malam dan mendapat serangan dari pejuang perlawanan Palestina setempat.
Brigade Al-Quds-Batalyon Nablus mengumumkan bahwa mereka menargetkan "pasukan pendudukan yang menyerbu Nablus dengan hujan peluru, dan kami terus menghadapi penjajah."
Bagaimana awalnya kebangkitan pejuang di Tepi Barat belakangan? Sedianya, kebangkitan itu sudah jauh sebelum Operasi Topan al-Aqsa pada Oktober 2023. Kamp pengungsi Jenin menjadi rumah bagi para pejuang yang membentuk kelompok perlawanan itu pada 2021. Dilaporkan Aljazirah, ratusan pejuang bergabung di bawah panji Brigade Jenin yang terdiri atas para pejuang dari beberapa faksi bersenjata. Pejuang dari kelompok Jihad Islam Palestina, Fatah, dan Hamas juga diduga aktif di Jenin.
Peningkatan jumlah pemuda Palestina yang mengangkat senjata ini seiring meningkatnya operasi militer Israel dan upaya untuk memperluas permukiman ilegal di Tepi Barat. Bersamaan dengan Gaza, Jenin kini menjadi simbol utama perlawanan Palestina. Brigade Jenin hanyalah salah satu kelompok yang baru muncul. Mereka menunjukkan kekecewaan yang meningkat terhadap Otoritas Palestina dan frustrasi terhadap pendudukan Israel yang sedang berlangsung.
Para pejuang muda ini sangat terlokalisasi. Mereka beroperasi di parit kamp pengungsi dan kota tua. Sebagian besar pemuda berasal dari seantero Tepi Barat, dari gurun Jericho yang sepi hingga Nablus yang luas di utara dan pengungsi Jenin. Mereka sering terlihat membawa senapan M16 dan mengenakan balaclava agar tidak teridentifikasi.
“Brigade Jenin adalah organisasi bersenjata Palestina yang muncul pada 2021 di Kota Jenin dan berbasis di kamp Jenin dan dianggap sebagai salah satu kelompok modern yang muncul di Tepi Barat. Sedangkan, Lion’s Den berbasis di Kota Nablus. Hari ini, beberapa dari mereka tiba di Jenin untuk membantu menghadapi penjajah di Jenin dan membantu perlawanan di sana,” ujar Konsultan Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban Dr Ahed Abu Al Atta kepada Republika, beberapa waktu lalu.
Ia menyatakan, kelompok-kelompok baru ini tak terafiliasi dengan kekuatan tradisional, tapi mereka mendapatkan dukungan yang meluas. “Tentu saja faksi-faksi Palestina mendukung mereka. Tapi, mereka bekerja dengan semua orang Palestina. Dan orang-orang memfasilitasi mereka dengan segala kebutuhan, sangat mencintai mereka dan memberi mereka perlindungan,” Dr Ahed menambahkan.
Ia juga mengindikasikan ada semacam ketakpuasan atas perkembangan negosiasi Pemerintah Palestina saat ini yang mendorong perlawanan tersebut. “Intifada membutuhkan unsur-unsur besar dan saat ini kendala terbesar bagi terbentuknya intifada adalah koordinasi keamanan dengan pendudukan oleh penguasa. Namun, peristiwa ini dapat menjadi indikasi berkembangnya aksi perlawanan,” kata dia.
Menurutnya, perlawanan terkini akan punya dampak panjang. Setiap tekanan yang dihadapi warga Palestina, menurut Dr Ahed, akan membuat perlawanan Palestina semakin kuat, semakin kompak, dan semakin bertenaga.
Sedangkan Dr Achmed Mohammed Omar al Madani, seorang warga Palestina yang juga pakar terkait konflik di wilayah tersebut mengingatkan bahwa Israel pernah melakukan tindakan pemberantasan serupa pada 2002. Saat itu, mereka berpikir telah mengenyahkan akar perlawanan di Jenin setelah membunuh ratusan orang di pengungsian tersebut. “Sekarang setelah 20 tahun, muncul generasi-generasi pejuang baru ini,” kata dia kepada Republika.
Al Madani menjelaskan, kelompok bersenjata itu muncul dari ketidakpuasan dan keputusasaan akan kondisi terkini. Kekuatan-kekuatan politik di Palestina tak kunjung bisa menegosiasikan kemerdekaan. Sementara ada ancaman nyata dari Israel yang dipimpin kelompok sayap kanan yang tak ragu melancarkan perang dan pembunuhan.
Selain itu, para pemukim ilegal Yahudi kian merangsek ke wilayah Tepi Barat dan melakukan serangan terhadap warga Palestina. “Jadi apa yang harus kami lakukan? Komunitas internasional tak bisa membantu kami, Otoritas Palestina tak bisa membantu kami. Kami tak punya pilihan selain mengangkat senjata!” ujar Al Madani berapi-api.
Ia meyakini, perlawanan yang bangkit belakangan tak akan dengan mudah diberantas Israel. Pada 2002, Israel berpikir dengan memberantas perlawanan pejuang senior, anak-anak muda Palestina akan lebih moderat. Yang terjadi justru sebaliknya. “Mereka pernah mencoba pada 2002 tapi tak berhasil. Apalagi sekarang dengan teknologi seperti ini!? Apapun yang terjadi, ide perlawanan Palestina tak akan musnah sampai kami merdeka”.
Aboud, seorang pemuda di Ramallah, mengiyakan harapan generasinya kepada para pejuang muda tersebut. Ia sudah tak peduli lagi dengan pertentangan antarfaksi di Palestina. “Singa-singa ini yang akan menyelamatkan kami semua. Sekarang giliran generasi kami berjuang untuk tanah air kami,” kata dia, dilansir the Christian Science Monitor.
Dalia Hatuqa, kolumnis Foreign Policy yang berbasis di Tepi Barat, menganalisis, secara tradisional, kelompok militan Palestina berfungsi sebagai sayap bersenjata partai politik, seperti Hamas dan Fatah dari Otoritas Palestina. Operasi milisi mendukung tujuan politik partainya. Namun, selama intifada kedua, serangan serigala tunggal alias lone wolf lebih meluas.
Sebagai buntut pemberontakan, dan di bawah tekanan intelijen Israel, banyak kelompok tradisional melihat barisan mereka menyusut dan struktur organisasi runtuh. Ini memberi jalan bagi model perlawanan yang terdesentralisasi, dengan sel-sel kecil dan faksi-faksi yang memisahkan diri mendominasi lanskap militan.
Sejak 2022, para pejuang dari berbagai faksi tradisional mulai bekerja sama di bawah payung baru. Banyak pemuda memutuskan untuk mengambil tindakan sendiri setelah tumbuh dewasa melihat kubu pendudukan Israel, pengeboman rutin Jalur Gaza, dan pertumbuhan permukiman Israel. Mereka juga kecewa dengan Otoritas Palestina (PA), yang strategi politiknya tidak membuahkan hasil nyata selama hidup mereka.
Lion’s Den alias Kandang Singa di Nablus dan Brigade Jenin adalah kelompok baru yang terbesar. Tetapi, kelompok yang lebih kecil juga muncul, seperti Brigade Balata di kamp pengungsi Balata dan Batalyon Osh al-Dababir (Sarang Lebah), juga di kamp Jenin.
Lion’s Den secara teratur terlibat dalam bentrokan bersenjata dan penembakan terhadap tentara dan pemukim Israel di Tepi Barat. Oktober lalu, kelompok itu menembak dan membunuh seorang tentara Israel di wilayah pendudukan. Pada Februari, Batalyon Nablus, Sarang Singa, dan Brigade Martir al-Aqsha (sayap bersenjata Fatah) di Nablus mengatakan, anggota mereka telah menembak pasukan Israel yang menyerbu kota.
Munculnya kelompok-kelompok ini tidak mengejutkan para pengamat jika mengingat tangan besi yang digunakan Israel untuk menguasai Tepi Barat dan ketidakmampuan Otoritas Palestina untuk menindak kelompok-kelompok ini tanpa menimbulkan kemarahan publik. “Lions’ Den dan pejuang lain di kota-kota Tepi Barat adalah produk alami dari 30 tahun kegagalan internasional mengakhiri pendudukan Israel,” kata Nour Odeh, mantan juru bicara pemerintah PA, dilansir Foreign Policy. “Itu juga merupakan respons wajar terhadap kebangkitan partai-partai fasis-rasial di Israel yang agendanya mengancam keberadaan rakyat Palestina.”
Pertempuran kemarin menambah daftar panjang perlawanan di Tepi Barat. Brigade al-Quds-Brigade Jenin, salah satu kelompok Perlawanan paling aktif di Tepi Barat, mengumumkan beberapa operasi sepekan belakangan. Sejak Senin sore hingga malam, para pejuang Brigade menyerang beberapa posisi pasukan pendudukan Israel dan meledakkan sejumlah alat peledak yang telah ditentukan sebelumnya ke dalam kendaraan militer lapis baja.
Para pejuang brigade juga beberapa kali melawan pasukan infanteri Israel dan menembakkan senjata otomatis mereka ke pasukan yang bergerak melalui jalur pasokan ke Jenin. Pada Selasa pagi, Brigade tersebut mengumumkan bahwa para pejuangnya melakukan sejumlah penyergapan yang menargetkan kendaraan militer Israel dan pasukan infanteri di poros Jabairat dan poros Mahyoub, dengan menyatakan bahwa hal tersebut menimbulkan banyak korban jiwa di pihak penjajah.
Brigade al-Qassam-Batalyon Tubas menyatakan bahwa para pejuangnya, bersama faksi Perlawanan Palestina lainnya, terlibat dalam pertempuran dengan pasukan Israel. Batalyon Tubas mengumumkan bahwa mereka telah meledakkan alat peledak yang menargetkan kendaraan militer Israel di Aqaba, dan mengklaim serangan langsung.
Brigade al-Qassam-Batalyon Jenin, bersama dengan Brigade al-Quds, Brigade Martir al-Aqsa, dan Brigade Mujahidin, menyatakan bahwa pejuang mereka berhasil memukul mundur pasukan Israel.
Brigade al-Qassam-Batalyon Jenin menegaskan bahwa para pejuangnya, bersama dengan faksi Perlawanan lainnya, melawan pasukan Israel di Kota Jenin dan kamp pengungsi, menargetkan tentara dan kendaraan militer dengan tembakan dan alat peledak improvisasi (IED).
Brigade Mujahidin-Batalyon Jenin melaporkan meledakkan dua IED terhadap kendaraan militer Israel di dekat Cinema Square di Jenin. Brigade Martir al-Aqsa - Batalyon Jenin juga meledakkan IED yang kuat terhadap tentara dan kendaraan Israel di sekitar Pemakaman Martir, menargetkan mereka dengan tembakan keras. Pernyataan mereka mencatat konfrontasi sengit dengan pasukan Israel yang menggunakan senapan mesin dan alat peledak di Kamp Jenin.
Sementara tentara penjajah Israel melanjutkan kampanye penggerebekan dan penangkapannya di kota-kota Tepi Barat yang diduduki, Klub Tahanan Palestina mengumumkan bahwa jumlah tahanan di Tepi Barat telah meningkat menjadi 10.000 orang.
Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan bahwa seorang anak terluka oleh peluru tajam saat pasukan pendudukan menyerbu kamp Askar al-Jadeed di kota Nablus, kemarin. Sementara koresponden Aljazirah mengindikasikan cedera kedua selama operasi penyerbuan tersebut.
Perkembangan lainnya, koresponden Aljazirah melaporkan seorang anak Palestina terluka terkena peluru karet di kepala di kota Hebron, selatan Tepi Barat. Reporter itu menambahkan bahwa pasukan pendudukan menyerbu kota Hebron dan menyita peralatan dari fasilitas industri di desa Abda, selatan kota Dura, dan selatan Hebron.
Pasukan pendudukan juga menyerbu kota Qalqilya (Tepi Barat bagian utara), dan menggerebek rumah para syuhada Jamal Abu Haniya dan Ali Bakr, yang menjadi syuhada setelah sebuah drone menargetkan mobil mereka di kota Tulkarem beberapa hari yang lalu, selain itu hingga menyerbu rumah syahid Ihab Hamed dan menangkap ayahnya serta ayah syuhada Ali Bakr sebelum mundur.
Di Betlehem, pasukan pendudukan menyerbu kamp Deheishe dan menggerebek rumah martir Muhammad Hamash, pelaku "operasi terowongan" yang terjadi kemarin di selatan Yerusalem yang diduduki, yang mengakibatkan cederanya seorang tentara Israel dan kematian syahidnya. pelakunya. Pasukan pendudukan menginterogasi anggota keluarga korban dan menghancurkan isi rumah duka. Klub Tahanan Palestina melaporkan pasukan pendudukan menangkap 26 warga Palestina dalam penggerebekan di beberapa wilayah di Tepi Barat sejak Selasa.
Usai Yahya Sinwar Pimpin Hamas, Al-Qassam Sergap Namer, Tewaskan Tentara Israel
Para pejuang menghancurkan dua pengangkut personel Namer. [533] url asal
#brigade-al-qassam #namer-israel #tentara-israel-tewas #al-qassam-tewaskan-tentara-israel #brigade-al-quds #pejuang-palestina #perjuangan-palestina #yahya-sinwar #yahya-sinwar-gantikan-haniyeh #pemimpi
(Republika - Khazanah) 07/08/24 10:48
v/13630329/
REPUBLIKA.CO.ID, GAZA — Tak lama setelah Hamas menunjuk Yahya Sinwar sebagai pimpinan politik baru, sayap militer kelompok perjuangan Palestina tersebut, Brigade Al-Qassam, mengumumkan sebuah operasi terhadap tentara Israel di Rafah. Dalam operasi yang dirilis pada Selasa (6/8/2024) tersebut, para pejuangmelakukan penyergapan terhadap tentara Israel, dilaporkan laman Palestine Chronicle.
Al-Qassam mengatakan dalam sebuah pernyataan di akun Telegram-nya bahwa para pejuang menghancurkan dua pengangkut personel Namer selama penyergapan. Mereka juga telah menargetkan dua tank Merkava di George Street, sebelah timur Rafah.
Kelompok ini menambahkan, para pejuang memantau pendaratan helikopter Israel yang mengevakuasi tentara yang tewas dan terluka. Mereka mencatat bahwa bentrokan masih terus berlanjut di daerah tersebut. Operasi militer masih dilakukan oleh Al-Qassam dankelompok-kelompok perlawanan lainnya di semua lini.
Berikut ini adalah pernyataan terbaru dari dua kekuatan utama Perlawanan di Gaza, dan Gerakan Perlawanan Lebanon, Hizbullah yang dirilis melalui saluran Telegram mereka .
Brigade Al-Qassam (Hamas)
"Para pejuang Al-Qassam menyergap pasukan lapis baja Zionis dalam sebuah operasi yang ketat.Para pejuang kami menghancurkan dua pengangkut personel Namer dengan perangkat aksi gerilya dan dua rudal Al-Yassin 105. Setelah itu, dua tank Merkava menjadi sasaran dengan alat peledak darat dan roket Al-Yassin 105 di Jalan George dekat Masjid Tabieen di Rafah timur, Gaza selatan.
Pesawat tempur kami mengamati pendaratan helikopter untuk evakuasi, dan bentrokan masih berlangsung saat ini.Melanjutkan penyergapan yang telah dipersiapkan dengan baik terhadap kendaraan musuh di Jalan George di Rafah timur, para pejuang Al-Qassam menargetkan tank Merkava Zionis yang tiba dengan pasukan penguat ketika tank tersebut mengambil pengangkut personil yang hancur dari lokasi penyergapan.
Brigade Al-Qassam mengebom markas komando musuh di poros Netzarim dengan sistem roket Rajoom jarak pendek 114 mm.
Pejuang Al-Qassam menembak mati seorang serdadu Zionis dengan senapan Qassam Ghoul di dekat desa Swedia di sebelah barat kota Rafah di Jalur selatan.
Operasi dari Brigade Al-Quds dan Hizbullah...
Brigade Al-Quds (Jihad Islam Palestina)
"Kami membombardir Asqalan, Sderot, Nir Am, dan permukiman di lingkungan Gaza sebagai tanggapan atas kejahatan musuh Zionis terhadap rakyat Palestina.
Hizbullah
"Para pejuang Perlawanan Islam, pada Selasa, 06-08-2024, menargetkan sebuah bangunan yang digunakan oleh tentara musuh di pemukiman Avivim dengan senjata yang sesuai, dan menghantamnya secara langsung.
"Para pejuang Perlawanan Islam, pada pukul 11:07 hari Selasa, 06-08-2024, menargetkan pertemuan tentara musuh Israel di dekat situs Birkat Risha dengan rudal Burkan.
"Para pejuang Perlawanan Islam, pada hari Selasa, 06-08-2024, melancarkan serangan udara dengan skuadron pesawat tak berawak yang menargetkan markas Brigade Golani dan markas Unit 621 Egoz di barak Shraga di utara Akka yang diduduki, mengenai target mereka secara akurat dan mencapai target yang telah dikonfirmasi.
"Para pejuang Perlawanan Islam, pada hari Selasa, 06-08-2024, menyergapnya setibanya di titik penyergapan, dan menargetkannya dengan peluru kendali, menghantamnya secara langsung, mengakibatkan kehancuran dan menyebabkan awaknya jatuh di antara yang tewas dan terluka.
"Para pejuang Perlawanan Islam, pada pukul 11:30 pagi pada hari Selasa, 06-08-2024, menargetkan situs Marj dengan peluru artileri, menghantamnya secara langsung.
"Para pejuang Perlawanan Islam, pada pukul 14:45 siang hari Selasa, 06-08-2024, menargetkan situs Ruwaisat Al-Alam di perbukitan Kfar Shuba Lebanon yang diduduki dengan senjata roket, menghantamnya secara langsung."
Haniyeh Syahid, Perlawanan di Tepi Barat Menyala
Brigade al-Qassam hancurkan dua pengangkut Namer Israel di Gaza. [1,038] url asal
#pejuang-palestina #perlawanan-palestina #palestina-melawan #tepi-barat-melawan #perlawanan-tepi-barat #penjajahan-israel
(Republika - News) 06/08/24 17:25
v/13532099/
REPUBLIKA.CO.ID, TEPI BARAT – Perlawanan pejuang Palestina kian gencar di Tepi Barat setelah syahidnya kepala biro politik Hamas Ismail Haniyeh pekan lalu. Sejumlah serangan dilancarkan terhadap pasukan penjajahan Israel (IDF) di lokasi tersebut.
Brigade al-Quds Jihad Islam Palestina (PIJ)-Brigade Jenin, salah satu kelompok Perlawanan paling aktif di Tepi Barat, mengumumkan beberapa operasi sepekan belakangan. Sejak Senin sore hingga malam, para pejuang Brigade menyerang beberapa posisi pasukan pendudukan Israel dan meledakkan sejumlah alat peledak yang telah ditentukan sebelumnya ke dalam kendaraan militer lapis baja.
Para pejuang brigade juga beberapa kali melawan pasukan infanteri Israel dan menembakkan senjata otomatis mereka ke pasukan yang bergerak melalui jalur pasokan ke Jenin.
Pada Selasa pagi, Brigade tersebut mengumumkan bahwa para pejuangnya melakukan sejumlah penyergapan yang menargetkan kendaraan militer Israel dan pasukan infanteri di poros Jabairat dan poros Mahyoub, dengan menyatakan bahwa hal tersebut menimbulkan banyak korban jiwa di pihak penjajah.
Mereka juga mengumumkan bahwa para pejuangnya melakukan penyergapan kompleks di poros Awda, menargetkan pasukan infanteri Israel. Penyergapan tersebut menimbulkan beberapa korban jiwa yang diangkut oleh tim penyelamat dari daerah tersebut.
Sekitar 604 warga Palestina telah terbunuh dan sekitar 5.400 lainnya terluka di tangan pasukan pendudukan Israel dan pemukim Israel di berbagai kota dan kamp di Tepi Barat sejak dimulainya perang di Gaza pada 7 Oktober.
Pada Selasa empat warga Palestina syahid dan delapan lainnya terluka, termasuk dua dalam kondisi kritis, oleh pasukan pendudukan Israel selama konfrontasi kekerasan di kota Aqaba, utara Tubas, menurut Bulan Sabit Merah Palestina. Konfrontasi tersebut meletus setelah serangan militer Israel di kota tersebut, yang merupakan bagian dari serangkaian serangan yang lebih luas di Tepi Barat yang diduduki.
Koresponden Almayadeen melaporkan bahwa IDF menyerbu Aqaba dan mengepung sebuah rumah, yang menyebabkan bentrokan dengan pemuda setempat. Tentara Israel melepaskan tembakan selama konfrontasi.
Brigade al-Qassam-Batalyon Tubas menyatakan bahwa para pejuangnya, bersama faksi Perlawanan Palestina lainnya, terlibat dalam pertempuran dengan pasukan Israel. Batalyon Tubas mengumumkan bahwa mereka telah meledakkan alat peledak yang menargetkan kendaraan militer Israel di Aqaba, dan mengklaim serangan langsung.
Kementerian Kesehatan Palestina mengkonfirmasi bahwa para korban jiwa termasuk Aysar Mohammad Abu Urrah yang berusia 36 tahun, Nour Mohammad Yassine al-Yassine dan Aamid Yassine Ghannam yang berusia 19 tahun, dan Bilal Ezzeddine yang berusia 14 tahun. Dua lainnya terluka parah.
Dalam insiden terkait, koresponden kami melaporkan bahwa serangan Israel ke kota Jenin di bagian utara Tepi Barat berakhir setelah 20 jam, menyusul konfrontasi antara pemuda dan pasukan pendudukan Israel. IDF membunuh delapan warga Palestina dalam serangan mereka.
IOF mengepung sebuah kendaraan di dekat Rumah Sakit Aal-Razi di kota tersebut. Selain itu, buldoser Israel melakukan operasi pembongkaran besar-besaran di Pemakaman Martir Baru di Kamp Jenin.
Laporan lebih lanjut dari koresponden Al Mayadeen menunjukkan bahwa pasukan Israel mengebom lingkungan timur Jenin, mengakibatkan beberapa orang terluka. Di antara korban luka terdapat seorang anak laki-laki berusia 15 tahun dalam kondisi kritis yang sedang diresusitasi setelah pemboman sebuah kendaraan di timur Jenin, kata sebuah pernyataan dari Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina.
Brigade al-Qassam-Batalyon Jenin, bersama dengan Brigade al-Quds, Brigade Martir al-Aqsa, dan Brigade Mujahidin, menyatakan bahwa pejuang mereka berhasil memukul mundur pasukan Israel.
Brigade al-Qassam-Batalyon Jenin juga menegaskan bahwa para pejuangnya, bersama dengan faksi Perlawanan lainnya, melawan pasukan Israel di Kota Jenin dan kamp pengungsi, menargetkan tentara dan kendaraan militer dengan tembakan dan alat peledak improvisasi (IED).
Brigade Mujahidin - Batalyon Jenin melaporkan meledakkan dua IED terhadap kendaraan militer Israel di dekat Cinema Square di Jenin. Brigade Martir al-Aqsa - Batalyon Jenin juga meledakkan IED yang kuat terhadap tentara dan kendaraan Israel di sekitar Pemakaman Martir, menargetkan mereka dengan tembakan keras. Pernyataan mereka mencatat konfrontasi sengit dengan pasukan Israel yang menggunakan senapan mesin dan alat peledak di Kamp Jenin.
Di Gaza, Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas pada Selasa, mengumumkan bahwa mereka telah melakukan penyergapan terhadap tentara Israel di wilayah Rafah. Brigade Al-Qassam mengatakan dalam sebuah pernyataan di akun Telegramnya bahwa para pejuangnya menghancurkan dua pengangkut pasukan "Namer" selama penyergapan, dan menargetkan dua tank Merkava di George Street, sebelah timur Rafah.
Mereka menambahkan bahwa para pejuangnya memantau pendaratan helikopter Israel untuk mengevakuasi tentara yang terluka atau tewas, dan mencatat bahwa bentrokan masih berlangsung di daerah tersebut.
Sebelumnya pada Selasa, media Israel melaporkan bahwa sebuah helikopter yang membawa tentara yang terluka tiba di Rumah Sakit Beilinson di Petah Tikva, sebelah timur Tel Aviv.
Pada Senin, Brigade Al-Qassam mengumumkan bahwa mereka telah meledakkan dua bom anti-personel dan anti-kendaraan terhadap pasukan teknik Israel di daerah "Zalata", menewaskan dan melukai mereka. Mereka juga mengumumkan dua operasi serupa di timur Khan Yunis dan di lingkungan Tal al-Hawa di barat daya Kota Gaza.
Kemarin, media Israel melaporkan "insiden keamanan yang sulit" di Rafah, sementara Radio Angkatan Darat Israel melaporkan bahwa 7 tentara terluka dalam ledakan alat peledak di Jalur Gaza selatan, empat di antaranya dalam kondisi kritis. Juru bicara militer Israel juga mengatakan empat tentara cadangan terluka parah dalam pertempuran di Jalur Gaza selatan.
Laman Israel menerbitkan adegan helikopter militer Israel mengangkut tentara yang terluka dari tentara ke Rumah Sakit Soroka di Beersheba. Dalam perkembangan lapangan lainnya, koresponden Aljazirah melaporkan bahwa wilayah Al-Maghraqa, Al-Zahraa dan utara kamp Nuseirat di Jalur Gaza tengah menjadi sasaran tembakan artileri berat Israel pagi ini, Selasa.
Koresponden mengatakan bahwa pesawat-pesawat tempur Israel melancarkan serangan di timur Deir al-Balah, menambahkan bahwa jenazah 5 orang syuhada juga ditemukan di timur kamp al-Bureij di Jalur Gaza tengah, dan artileri pendudukan juga membom daerah sekitar markas Islam. kompleks di lingkungan al-Sabra di selatan Kota Gaza.
Di Jalur Gaza utara, pasukan pendudukan melepaskan tembakan di barat laut Beit Lahia, dan di selatan, tentara Israel menembaki wilayah barat kota Rafah dengan artileri berat, dan juga meledakkan bangunan tempat tinggal di timur kota.
Koresponden Aljazirah melaporkan bahwa kru ambulans mengambil jenazah seorang syuhada dari lingkungan Saudi, sebelah barat Rafah. Sementara itu, Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan bahwa mereka sedang berupaya untuk memulihkan puluhan syuhada dari wilayah timur Khan Yunis dan Rafah utara.
Koresponden Aljazirah sebelumnya melaporkan bahwa 22 warga Palestina syahid dalam serangan Israel yang sedang berlangsung di berbagai wilayah di Jalur Gaza sejak Senin pagi. Sejak 7 Oktober, agresi Israel di Jalur Gaza telah mengakibatkan kematian hampir 40.000 orang dan melukai lebih dari 91.000 lainnya.
Analisis: Sebagian Besar Batalyon Pejuang Palestina Masih Sanggup Bertempur
Hanya tiga dari 24 batalyon Brigade al-Qassam yang dilumpuhkan. [1,017] url asal
#pejuang-palestina #perlawanan-palestina #perang-di-gaza #genosida-di-gaza #pejuang-hamas-bertahan #hamas-belum-hancur
(Republika - News) 06/08/24 16:03
v/13526175/
REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Klaim Israel bahwa mereka berhasil menghabisi sebagian besar batalyon Brigade al-Qassam setelah sembilan bulan lebih menyerang Gaza terbantahkan. Kelompok pejuang tersebut dilaporkan masih aktif dan mampu memberikan perlawanan terhadap penjajah Israel.
Analisis dari American Enterprise Institute’s Critical Threats Project, Institute for the Study of War dan CNN melansir bahwa hampir setengah dari batalion militer Hamas di Gaza utara dan tengah telah membangun kembali beberapa kemampuan tempur mereka. Hal ini menyangkal klaim Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa mereka berhasil melumpuhkan pejuang Hamas.
Penelitian tersebut, yang mencakup aktivitas Hamas hingga bulan Juli, menunjukkan bahwa kelompok tersebut tampaknya telah memanfaatkan secara efektif sumber daya yang semakin berkurang di lapangan. Beberapa unit telah kembali ke daerah-daerah penting yang diklaim Israel telah dibersihkan melalui pertempuran sengit dan pemboman intensif. Pejuang Palestina terus menyelamatkan sisa-sisa batalyon mereka dalam upaya habis-habisan untuk menambah barisan mereka.
“Israel akan mengatakan bahwa mereka membersihkan suatu tempat, namun mereka belum sepenuhnya membersihkan wilayah tersebut, mereka belum mengalahkan para pejuang ini sama sekali,” kata Brian Carter, manajer portofolio Timur Tengah untuk Critical Threats Project (CTP), yang memimpin penelitian bersama dengan Institut Studi Perang (ISW) mengenai pola aktivitas militer Hamas dan Israel dilansir CNN International pada Senin (5/8/2024).
“(Hamas) siap berperang dan punya kemauan bertempur,” ia menambahkan. Analisis forensik dalam laporan ini menggunakan definisi dari militer AS untuk mengkarakterisasi status unit Hamas, yang berbeda dengan definisi militer Israel.
Sayap militer Hamas, yang dikenal sebagai Brigade Qassam, dibagi menjadi 24 batalyon yang tersebar di seluruh wilayah, menurut militer Israel. Per 1 Juli, hanya tiga dari 24 batalyon ini yang tidak lagi bisa bertempur secara efektif karena dihancurkan oleh militer Israel, menurut penilaian CTP dan ISW. Delapan batalyon tempur efektif, mampu melaksanakan misi melawan tentara Israel di darat di Gaza.
Sedangkan 13 sisanya telah terdegradasi, hanya mampu melakukan serangan gerilya secara sporadis dan sebagian besar tidak berhasil. Batalyon di Gaza tengah adalah yang paling sedikit mengalami kerusakan di jalur tersebut, menurut sumber dan analisis militer Israel. Sumber-sumber Israel mengatakan mereka belum “menangani” batalyon-batalyon tersebut secara memadai karena mereka diyakini menyandera banyak orang Israel.
Analisis CTP, ISW dan CNN mengenai kemampuan Hamas untuk menyusun kembali fokus pada 16 batalyon di Gaza tengah dan utara, yang merupakan target serangan Israel yang paling lama berjalan. Tujuh dari 16 batalyon ini telah mampu menyusun dan membangun kembali beberapa kemampuan militer mereka setidaknya sekali dalam enam bulan terakhir. Semua ini berada di bagian utara Jalur Gaza yang diluluhlantakkan Israel.
Analisis yang dipublikasikan dalam laporan CNN ini tidak memasukkan Gaza bagian selatan karena data historis yang tidak lengkap mengenai status delapan batalyon Hamas yang diyakini beroperasi di sana. Pakar militer AS yang diwawancarai untuk laporan ini mengatakan bahwa tindakan Israel atas perang tersebut, yang ditandai dengan pengeboman brutal, dan tidak adanya rencana pascaperang telah membantu memicu kebangkitan Hamas.
Terdapat bukti kebangkitan kembali hal tersebut di titik-titik konflik utama. Di kamp pengungsi Jabaliya, Israel mengatakan pihaknya kembali pada bulan Mei untuk melakukan perlawanan “sengit” dari tiga batalyon Hamas, meskipun telah menghancurkan daerah tersebut dalam kampanye pemboman selama hampir tiga bulan pada musim gugur. Dan Israel telah melancarkan empat serangan di lingkungan Zeitoun di Kota Gaza, menurut analisis tersebut.
“Jika sebagian besar batalyon Hamas dihancurkan, pasukan Israel tidak akan lagi berperang,” kata pensiunan Kolonel Angkatan Darat AS Peter Mansoor, yang membantu mengawasi pengerahan tambahan 30.000 tentara AS ke Irak pada 2007.
Mansoor menjabat sebagai pejabat eksekutif pensiunan Jenderal David Petraeus, yang merupakan kepala pasukan multinasional pimpinan AS pada saat itu. “Fakta bahwa mereka masih berada di Gaza, masih berusaha mengusir unsur-unsur batalyon Hamas menunjukkan kepada saya bahwa Perdana Menteri Netanyahu salah,” tambahnya. “Kemampuan Hamas untuk menyusun kembali kekuatan tempurnya tidak berkurang.”
Menanggapi investigasi CNN yang IDF mengatakan bahwa kesimpulan tersebut tidak akurat. “Dari intelijen dan temuan di lapangan, sebagian besar Brigade Hamas telah dibubarkan. Diperkirakan sebagian besar batalion memiliki tingkat kompetensi yang rendah dan tidak dapat lagi berfungsi sebagai kerangka militer,” kata IDF dilansir the Times of Israel. “Klaim yang dibuat dalam artikel tersebut bertentangan dengan pencapaian pasukan di lapangan, dan menciptakan gambaran yang salah tentang situasi Hamas di Gaza,” lanjut tanggapan tersebut. “
Israel mengatakan bahwa mereka telah membunuh setengah dari komandan Hamas dan lebih dari 14.000 pejuang di Gaza. Hamas membantah angka tersebut, meski belum menyebutkan jumlah korban. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, hampir 40.000 orang telah syahid dan lebih dari 91.000 orang terluka, sejak perang dimulai.
Sekitar 1.200 orang tewas dalam serangan pimpinan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober, dan lebih dari 250 orang diculik.
Media Israel melaporkan sedikitnya 10 ribu tentara pasukan penjajahan Israel (IDF) tewas atau terluka akibat perlawanan pejuang Palestina di Jalur Gaza. Angka itu jauh melampaui angka yang dilansir markas besar IDF.
Media Israel Yedioth Ahronoth menuliskan, mereka memeroleh nama-nama sekitar 10 ribu ribu tentara Israel termasuk di antara korban tewas atau terluka dalam agresi yang sedang berlangsung di Jalur Gaza. Hal itu termuat dalam laporan yang diterbitkan pada Ahad.
Surat kabar tersebut menyoroti bahwa sekitar seribu tentara ditambahkan ke dalam barisan mereka yang terluka secara fisik dan mental di departemen rehabilitasi militer Israel setiap bulannya, menurut data departemen.
Terlepas dari angka-angka yang mengejutkan ini, baik Knesset maupun pemerintah telah melanjutkan penyusunan ulang dan pengesahan undang-undang untuk memperluas wajib militer, sehingga membuat tentara reguler berada dalam keadaan frustasi yang signifikan, menurut media Israel.
Yedioth Ahronoth mengutip ayah seorang tentara dari brigade elit Israel Nahal, yang saat ini menjadi bagian dari pasukan yang menyerang Rafah di Jalur Gaza selatan, yang menyatakan keprihatinan mendalam tentang kondisi tentara tersebut. “Situasi seperti ini belum pernah terjadi dalam sejarah perang Israel, bahkan pada tahun 1948,” katanya. “Tentara bertempur dalam kondisi yang tidak menguntungkan selama sepuluh bulan berturut-turut.”
Menurut data Israel, berdasarkan sensor militer, lebih dari 690 perwira dan tentara telah terbunuh sejak 7 Oktober. Selain itu, mereka mengumumkan sekitar 2.500 tentara terluka. Atas angka-angka itu, militer Israel saat ini menghadapi tuduhan internal karena menyembunyikan jumlah korban jiwa yang sebenarnya, yang dilaporkan jauh lebih tinggi. Kelompok pejuang Palestina berulang kali mengeklaim bahwa yang mereka habisi di Gaza jauh lebih banyak yang diumumkan pemerintah Israel.
Terungkap, Tentara IDF yang Tewas dan Terluka di Gaza Lampaui 10 Ribu Personel
Angka yang diungkapkan media Israel jauh melebihi yang resmi diumumkan. [342] url asal
#idf-tewas #tentara-israel-tewas #israel-diserang #pejuang-palestina #perlawanan-palestina #agresi-di-gaza #genosida-di-gaza
(Republika - News) 05/08/24 18:58
v/13404275/
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Media Israel melaporkan sedikitnya 10 ribu tentara pasukan penjajahan Israel (IDF) tewas atau terluka akibat perlawanan pejuang Palestina di Jalur Gaza. Angka itu jauh melampaui angka yang dilansir markas besar IDF.
Media Israel Yedioth Ahronoth menuliskan, mereka memeroleh nama-nama sekitar 10 ribu ribu tentara Israel termasuk di antara korban tewas atau terluka dalam agresi yang sedang berlangsung di Jalur Gaza. Hal itu termuat dalam laporan yang diterbitkan pada Ahad.
Surat kabar tersebut menyoroti bahwa sekitar seribu tentara ditambahkan ke dalam barisan mereka yang terluka secara fisik dan mental di departemen rehabilitasi militer Israel setiap bulannya, menurut data departemen.
Terlepas dari angka-angka yang mengejutkan ini, baik Knesset maupun pemerintah telah melanjutkan penyusunan ulang dan pengesahan undang-undang untuk memperluas wajib militer, sehingga membuat tentara reguler berada dalam keadaan frustasi yang signifikan, menurut media Israel.
Yedioth Ahronoth mengutip ayah seorang tentara dari brigade elit Israel Nahal, yang saat ini menjadi bagian dari pasukan yang menyerang Rafah di Jalur Gaza selatan, yang menyatakan keprihatinan mendalam tentang kondisi tentara tersebut. “Situasi seperti ini belum pernah terjadi dalam sejarah perang Israel, bahkan pada tahun 1948,” katanya. “Tentara bertempur dalam kondisi yang tidak menguntungkan selama sepuluh bulan berturut-turut.”
Dalam perkembangan terkait, surat kabar tersebut melaporkan bahwa tentara wanita yang ditempatkan di Dataran Tinggi Golan bagian utara “secara sewenang-wenang” diberitahu dalam beberapa hari terakhir bahwa tugas mereka akan diperpanjang empat bulan tambahan, meskipun mereka dijadwalkan diberhentikan pada September.
Pada 12 Juli, Kabinet Israel menyetujui keputusan untuk memperpanjang wajib militer menjadi tiga tahun, dengan alasan kekurangan tenaga kerja. Keputusan tersebut akan diajukan kepada pemerintah untuk disetujui dan kemudian disahkan dalam sidang penuh Knesset.
Menurut data Israel, berdasarkan sensor militer, lebih dari 690 perwira dan tentara telah terbunuh sejak 7 Oktober. Selain itu, mereka mengumumkan sekitar 2.500 tentara terluka. Atas angka-angka itu, militer Israel saat ini menghadapi tuduhan internal karena menyembunyikan jumlah korban jiwa yang sebenarnya, yang dilaporkan jauh lebih tinggi. Kelompok pejuang Palestina berulang kali mengeklaim bahwa yang mereka habisi di Gaza jauh lebih banyak yang diumumkan pemerintah Israel.
Balaskan Haniyeh, Pejuang Palestina Kembali Hajar Tank Israel
Perlawanan Palestina diperkirakan menguat setelah syahidnya Haniyeh. [778] url asal
#ismail-haniyeh-dibunuh #kematian-ismail-haniyeh #pejuang-palestina #perlawanan-palestina #hamas #tank-israel
(Republika - News) 05/08/24 06:58
v/13336505/
REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Syahidnya Ismail Haniyeh yang dibunuh Israel di Teheran, Iran, tak berhasil meredam perlawanan pejuang Palestina di Jalur Gaza. Pada Ahad, Brigade Izzuddin al-Qassam, sayap militer Hamas kembali menyiarkan sejumlah serangan terbaru terhadap pasukan penjajahan Israel.
Brigade al-Qassam kemarin menayangkan adegan menargetkan kendaraan pendudukan Israel yang menembus timur kota Rafah di Jalur Gaza selatan. Mereka menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi pada 3 Agustus, dan mencatat bahwa operasi penargetan terjadi di daerah "Zalata" di sebelah timur kota perbatasan dengan Mesir.
Rekaman tersebut menunjukkan pejuang Qassam muncul dari salah satu terowongan ofensif, dan tank Israel menjadi sasaran peluru anti-tank "Al-Yassin 105". Al-Qassam mengakhiri adegan tersebut dengan rekaman evakuasi korban tewas dan tentara pendudukan melalui helikopter Israel, selain penarikan salah satu kendaraan yang menjadi sasaran.
Pada hari yang sama, surat kabar Israel Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa setidaknya 10.000 tentara Israel tewas atau terluka selama berbulan-bulan pertempuran di Jalur Gaza, dan mencatat bahwa seribu tentara bergabung dengan departemen rehabilitasi Kementerian Pertahanan setiap bulannya.
Brigade al-Qassam juga menyiarkan rekaman yang dikatakan menunjukkan pasukan tentara Israel diledakkan sebuah terowongan dan penembakan seorang tentara penjajah di lingkungan Tel al-Sultan, sebelah barat Rafah, di wilayah selatan Jalur Gaza.
Adegan tersebut menunjukkan sejumlah tentara pendudukan di sebuah terowongan di lingkungan Tel al-Sultan, sebelum salah satu anggota Brigade Qassam memberi perintah untuk meledakkan. Al-Qassam mengatakan dalam klip tersebut bahwa mata terowongan sempat diledakkan pada Jumat pagi, 19 Juli lalu, menewaskan dan melukai mereka tentara Israel.
Video yang dilansir Brigade al-Qassam juga termasuk penembakan terhadap seorang tentara Israel yang bersembunyi di dalam sebuah bangunan di daerah Al-Brahma, setelah dia terlihat oleh pejuang.
Rekaman menunjukkan tentara yang menjadi sasaran terluka dan jatuh ke tanah, sementara salah satu pejuang Qassam terdengar meneriakkan “Allahu Akbar.” Al-Qassam mengakhiri klip tersebut dengan cuplikan saat tentara yang menjadi sasaran dievakuasi setelah dia terluka.
Senjata penembak jitu Brigade Qassam sangat berperan dalam perang Israel di Gaza, berkat senapan Qassam Ghoul yang diproduksi secara lokal, yang dinamai sesuai nama pengembangnya, martir Adnan Ghoul, dan jangkauan mematikannya mencapai dua ribu meter.
Pada 22 Februari, Qassam mengungkapkan bahwa para pejuangnya telah melakukan “57 misi penembak jitu, 34 diantaranya menggunakan senapan Qassam Ghoul, yang menyebabkan terbunuhnya puluhan tentara pendudukan,” namun operasi penembak jitu diperkirakan meningkat dua kali lipat sejak itu. tanggal.
Al-Qassam telah mendokumentasikan operasinya melawan pasukan tentara pendudukan dan kendaraannya di berbagai lokasi tempur sejak dimulainya operasi darat Israel pada 7 Oktober, dan banyak rincian tentang operasi yang dilakukan terhadap pasukan pendudukan muncul dalam klip video.
Pakar militer dan strategis, Mayor Jenderal Fayez Al-Duwairi menyatakan, perlawanan Palestina memberikan hadiah kepada rakyat Palestina pada Ahad, sebagai respons atas pembunuhan Haniyeh di Teheran.
Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, menyiarkan rekaman para pejuangnya yang menargetkan kendaraan pendudukan Israel di daerah "Zalata" sebelah timur kota Rafah di Jalur Gaza selatan, pada 3 Agustus dan mengatakan bahwa operasi tersebut dilakukan. sebagai balas dendam atas darah syahid Haniyeh.
Al-Duwairi mengatakan - dalam analisis adegan militer di Gaza - hadiah pertama diberikan pada Sabtu, melalui operasi penembak jitu tentara Israel dengan senapan Ghoul. Brigade al-Qassam mengumumkan bahwa para pejuangnya telah menembak seorang tentara Israel dengan senapan Ghoul di dekat pemakaman timur di kota Rafah.
Saat ini, respons terhadap pembunuhan Haniyeh datang, tambah Al-Duwairi, dengan menargetkan dua kendaraan Israel dengan rudal Al-Yassin 105 mm. Al-Duwairi mengatakan bahwa video Qassam diambil 24 atau 48 jam yang lalu, mengingat lokasi operasinya (sebelah timur kota Rafah) cukup signifikan.
Dia menjelaskan bahwa wilayah Zalata di sebelah timur Rafah adalah bagian dari fase pertama perang Israel di Jalur Gaza, karena pasukan yang memasuki wilayah tersebut tidak mengumumkan penempatan dan posisinya, sehingga ada kemungkinan terjadinya pertempuran habis-habisan.
The New York Times mengutip para analis mengatakan bahwa pukulan baru-baru ini yang dialami oleh Hamas, termasuk pembunuhan Haniyeh di Teheran, mungkin merupakan kemunduran jangka pendek bagi gerakan tersebut. Namun, hal itu tidak cukup untuk menghancurkan Hamas, bahkan sebaliknya akan membuat Hamas makin radikal dan lebih kuat secara politik.
Surat kabar tersebut menyatakan dalam sebuah artikel yang ditulis oleh penulis Erica Solomon yang diterbitkan Ahad bahwa Hamas telah mengalami pukulan hebat dalam beberapa hari terakhir. Yang pertama ditandai dengan pembunuhan Haniyeh di Teheran, kemudian pengumuman Israel bahwa mereka telah membunuh komandan Brigade Izz ad-Din al-Qassam, Muhammad Deif.
Pada pandangan pertama, dampak terbaru dari konflik yang telah berlangsung selama 30 tahun antara Israel dan Hamas tampaknya berdampak buruk bagi gerakan tersebut, sehingga menimbulkan keraguan akan masa depannya. Namun, sejarah Hamas, evolusi kelompok militan Palestina selama beberapa dekade, dan logika pemberontakan dan perlawanan secara umum menunjukkan bahwa gerakan tersebut tidak hanya akan bertahan, namun mungkin akan menjadi lebih kuat secara politik.
Makin Bersatu, Pejuang Palestina Tukar Ilmu di Tepi Barat
Serangan perlawanan Palestina terus meningkat di Tepi Barat. [613] url asal
#faksi-palestina-bersatu #rekonsiliasi-faksi-palestina #faksi-palestina #pejuang-palestina #perlawanan-palestina #tepi-barat
(Republika - News) 26/07/24 06:46
v/12148174/
REPUBLIKA.CO.ID, TEPI BARAT – Pejabat Hamas di Tepi Barat yang diduduki, Zaher Jabarin, mengungkapkan adanya koordinasi, kerja sama dan transfer keahlian antarfaksi perlawanan Palestina di Tepi Barat. Dia menekankan bahwa Tepi Barat akan tetap melakukan pemberontakan sampai berakhirnya penjajahan Israel.
Dalam sebuah wawancara dengan Aljazirah Kamis malam, Jabareen menekankan bahwa seluruh rakyat Palestina di Tepi Barat – yang ia gambarkan sebagai pihak yang selalu menjadi pihak yang lemah terhadap pendudukan – kreatif dalam alat perjuangan mereka melawan pendudukan. Ia mencatat bahwa Tepi Barat “memiliki persediaan pejuang dan syuhada dari seluruh spektrum masyarakat kami.”
Dia menekankan bahwa intensitas faksi-faksi adalah batu terbesar yang menghancurkan tujuan penjajahan. Menurutnya, rakyat Palestina di Tepi Barat tidak punya pilihan selain bekerja melawan penjajah dan “berjuang sampai kami mendapatkan kemerdekaan dan hak-hak mereka yang dirampas.”
Jabareen juga menekankan bahwa rakyat Palestina, dengan seluruh komponennya, bersatu mendukung perlawanan, menekankan bahwa semua jajak pendapat di Tepi Barat memberikan preferensi pada opsi ini.
Mengenai ancaman penjajah untuk menggunakan pesawat di Tepi Barat, seorang pejabat Hamas di Tepi Barat menjawab, “Ancaman ini tidak membuat kami takut. Kami yakin masyarakat Tepi Barat akan tetap memberontak dan terus kreatif dalam segala cara perlawanan.”
Meningkatnya resistensi
Tepi Barat menyaksikan peningkatan dan perluasan cakupan operasi yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dilakukan oleh faksi-faksi perlawanan. Faksi-faksi ini mengembangkan taktik tempur mereka dan mampu memproduksi senjata dan amunisi meskipun ada pembatasan keamanan yang diberlakukan oleh Israel terhadap pergerakan orang dan pergerakan di Tepi Barat.
Tiga hari lalu, Pengawas Keuangan Negara Israel, Matanyahu Englman, mengatakan dalam sebuah laporan bahwa insiden penembakan di Tepi Barat meningkat sebesar 330 persen antara Januari 2022 dan Juni 2023 dibandingkan periode yang sama antara tahun 2019 dan 2021.
Media Israel, termasuk Kan dan Israel Hayom, melaporkan kutipan dari laporan Engelman Selasa lalu, yang mengungkapkan peningkatan tajam dalam laju operasi bersenjata Palestina di Tepi Barat. Pengungkapan laporan tersebut terjadi seiring seruan Israel untuk terus mengintensifkan operasi militer dalam upaya menghilangkan perlawanan bersenjata di Tepi Barat.
Pekan lalu, Menteri Pertahanan Israel Yoav Galant mengatakan dia telah memerintahkan komando pusat tentara Israel untuk menghilangkan apa yang dia sebut sebagai "batalyon bersenjata" di Tepi Barat. Dia juga telah menghapus pembatasan penggunaan drone militer di sana untuk mengurangi risiko kematian tentara Israel.
Sejak Operasi Banjir Al-Aqsa, pembunuhan Israel terhadap pejuang perlawanan di Tepi Barat semakin meningkat, dan tentara Israel mulai menggunakan drone dan bahkan pesawat tempur untuk melakukan operasi tersebut.
Operasi militer Israel di Tepi Barat sejak dimulainya agresi di Gaza telah mengakibatkan kematian sekitar 600 warga Palestina dan penangkapan lebih dari 4.200 warga lewat penggerebekan dan penyerangan yang terus berlanjut setiap hari selama sekitar 10 bulan.
Sementara, Brigade al-Qassam, sayap militer Hamas, menerbitkan rekaman penyergapan kompleks yang mereka lakukan terhadap pasukan Israel di dekat desa Al-Matla di Tepi Barat yang diduduki pada Selasa.
Al-Qassam mengatakan bahwa para pejuangnya berangkat dari kota Jenin untuk mempersiapkan penyergapan di gerbang tembok pemisah yang sejajar dengan desa Al-Matla. Tiga alat peledak digunakan: satu untuk mengusir pasukan Israel dan satu untuk mengusir pasukan Israel, serta dua untuk membunuhnya.
Video tersebut menunjukkan para pejuang Qassam memantau lokasi penyergapan dan menyiapkan alat peledak sebelum meledakkan alat pertama untuk memikat pasukan Israel.
Setelah ledakan, pasukan Israel tiba di lokasi kejadian dan meledakkan alat peledak yang menargetkan dua anggotanya, kemudian yang ketiga diledakkan dengan sasaran salah satu petugas.
Pasukan baru tiba untuk mencari dan memeriksa, dan para prajurit berdiri beberapa langkah dari kamera yang dipasang oleh Qassam, tetapi mereka mundur dari tempat itu tanpa menyadari hal tersebut.
Al-Qassam mengumumkan operasi yang mereka lakukan sehari setelah syahidnya tiga pemimpinnya di Tepi Barat pada Senin lalu. Sementara tentara pendudukan mengumumkan bahwa seorang perwira dan dua tentara terluka dalam penyergapan tersebut.