#30 tag 24jam
Insentif Pajak Impor Mobil Listrik Mulai Diminati Para Produsen
pemerintah memberikan insentif bebas bea masuk dan PPnBM impor mobil listrik CBU [369] url asal
#kendaraan-listrik #insentif-kendaraan-listrik #penjualan-kendaraan-listrik #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #otomotif
(Kontan-Industri) 29/10/24 12:09
v/17149679/
Reporter: Dimas Andi | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beberapa pabrikan otomotif mulai memanfaatkan insentif pajak impor mobil listrik secara utuh atau completely built up (CBU). Untuk itu, mereka wajib segera membangun pabrik mobil listrik di Indonesia.
Sebagaimana diketahui, insentif bebas bea masuk dan PPnBM impor mobil listrik CBU diatur dalam Peraturan Menteri Investasi (Permeninves) No. 6 Tahun 2023 yang merupakan turunan dari Peraturan Presiden (Perpres) No. 79 Tahun 2023.
Salah satu agen pemegang merek (APM), Aion Indonesia disebut berhak memperoleh insentif bebas bea masuk dan PPnBM untuk impor tiga model mobil listriknya yakni Aion Y Plus, Aion ES, dan Hyptec HT ke Tanah Air. Insentif ini didapat lantaran Aion Indonesia akan membangun pabrik mobil listrik di Cikampek, Jawa Barat.
Pabrik yang berkapasitas 50.000 unit per tahun ini ditargetkan dapat beroperasi pada kuartal I-2025 mendatang. Pabrik ini menjadi bagian dari upaya Aion menjadikan Indonesia bersama Thailand sebagai pusat manufaktur mobil listrik terkemuka di ASEAN.
Marketing Communication & Public Relations Aion Indonesia Valdo Prahara mengatakan, pihaknya berusaha memaksimalkan kuota impor mobil listrik CBU dengan insentif sebanyak-banyaknya. "
“Kami sudah mulai distribusi unit Aion Y Plus, dan dalam waktu dekat akan kami distribusikan juga Hyptec HT,” ujar dia, Senin (28/10).
Aion Indonesia juga memastikan telah mengikuti aturan pemerintah yang berlaku, termasuk memberikan bank garansi sebagai jaminan ketika hendak mengikuti program insentif impor mobil listrik.
Selain Aion, ada Citroen Indonesia yang telah memanfaatkan insentif pembebasan bea masuk dan PPnBM impor mobil listrik model E-C3 yang telah dipasarkan di Tanah Air.
Tan Kim Piauw, CEO PT Indomobil National Distributor (Citroen Indonesia) mengatakan, pihaknya berkomitmen membangun fasilitas produksi mobil listrik di Purwakarta, Jawa Barat agar bisa memperoleh insentif tersebut. Citroen juga mesti menyerahkan dana sebagai bank garansi senilai insentif yang diberikan pemerintah.
Dalam catatan KONTAN, Citroen memperoleh kuota impor mobil listrik sebanyak 4.500 unit dengan bantuan insentif. "Kuota tersebut kini telah terpenuhi untuk menunjang rencana penjualan kami di Indonesia," kata Tan Kim Piauw, pekan lalu.
Dia juga mengonfirmasi, pabrik Citroen di Purwakarta telah beroperasi dengan kapasitas 6.500 unit per tahun. Sudah ada 30 unit mobil listrik yang diproduksi Citroen di pabrik tersebut meski baru dalam tahap uji coba.
Chery Omoda E5 Jadi Mobil Listrik Terlaris di Indonesia Hingga September 2024
Chery Omoda E5 memimpin pasar penjualan kendaraan listrik di Indonesia dengan total 3.628 unit hingga September 2024 [510] url asal
#kendaraan-listrik #penjualan-kendaraan-listrik #chery-omoda-5 #omoda-e5 #chery-omoda-e5 #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #otomotif
(Kontan) 24/10/24 08:55
v/16919512/
Reporter: Dimas Andi | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Chery Omoda E5 kembali mencatatkan prestasi gemilang dengan menjadi mobil listrik terlaris di Indonesia pada periode Januari hingga September 2024.
Data penjualan ritel (dealer ke konsumen) dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa pemilihan mobil listrik oleh konsumen Indonesia saat ini didominasi di rentang harga Rp 400 juta.
Chery Omoda E5 pun memimpin pasar tersebut di Indonesia dengan total 3.628 unit.
Rifkie Setiawan, Head of Brand Department PT Chery Sales Indonesia mengatakan, mobil listrik di Indonesia saat ini berkembang dengan agresif, yang mana didominasi dengan produk pada rentang harga Rp 300 juta - Rp 500 juta.
Dalam hal ini, Okoda E5 memimpin pasar mobil listrik di segmen Rp 400 juta, sehingga membuktikan Omoda E5 mampu diterima baik oleh masyarakat Indonesia.
"Dengan desain yang futuristik baik dari interior maupun eksterior, serta didukung dengan fast charging dan jarak tempuh yang mencapai 505 km dengan metode NEDC, Chery Omoda E5 benar-benar bisa diandalkan menjadi bagian gaya hidup aktif masyarakat urban," ujar dia dalam siaran pers yang diterima Kontan, Kamis (24/10).
Salah satu faktor kunci kesuksesan Chery Omoda E5 selain desain yang futuristik adalah fitur lengkapnya yang menunjang kenyamanan dan keamanan berkendara. Dilengkapi dengan 17 fitur ADAS, ventilated seat dan Fitur Vehicle-to-Load (V2L), ini memungkinkan Omoda E5 untuk digunakan sebagai sumber daya listrik portabel.
Berbekal performa tinggi dengan kemampuan akselerasi 0-100 km/jam dalam 7,2 detik, dan ground clearance 190 mm, Chery Omoda E5 memberikan pengalaman berkendara yang menyenangkan dan mengesankan.
Selain itu, Chery Omoda E5 juga dibekali dengan teknologi canggih seperti Snapdragon Cockpit Platform Gen Tiga, SA 8155, dan baterai berteknologi tinggi yang efisien. Dengan jangkauan hingga 430 km (WLTP) atau 505 km (NEDC), Omoda E5 juga mampu memenuhi kebutuhan mobilitas sehari-hari dengan mudah.
Keberhasilan Chery Omoda E5 tidak terlepas dari kombinasi sempurna antara harga, desain futuristik, dan fitur canggih yang lengkap. Dengan harga mulai dari Rp 419.800.000 untuk varian Pure dan Rp 498.800.000 untuk varian tertinggi OTR Jakarta, Chery Omoda E5 menawarkan nilai tambah yang luar biasa bagi konsumen.
Untuk memberikan apresiasi kepada konsumen, Chery menawarkan berbagai benefit menarik bagi 4.000 pembeli pertama Chery Omoda E5 yaitu garansi lifetime untuk power battery/electric motor, asuransi 1 tahun, free wall charging 7 kwh, portable charging, kabel portable V2L, gratis biaya perawatan dan jasa 5 tahun atau 75.000 km, garansi kendaraan 6 tahun atau 160.000 km, serta layanan derek dan antar jemput kendaraan selama 1 tahun.
Sampai saat ini sudah 3.700 unit Chery Omoda E5 yang sudah terjual dan masih ada 300 unit yang bisa mendapatkan benefit garansi lifetime untuk power battery/electric motor dan 500 pembeli pertama untuk Omoda E5 Pure.
Keberhasilan Chery Omoda E5 semakin memperkuat posisi Chery sebagai merek otomotif yang inovatif dan terpercaya di Indonesia. Dengan terus menghadirkan produk-produk berkualitas dan memberikan layanan purna jual yang prima, Chery berkomitmen untuk terus memenuhi kebutuhan konsumen Indonesia dan berkontribusi dalam pengembangan industri otomotif nasional.
Neta Resmi Umumkan Harga Mobil Listrik Neta X
Neta Auto Indonesia mengumumkan harga Medium SUV terbaru yaitu Neta X. [1,252] url asal
#kendaraan-listrik #insentif-kendaraan-listrik #penjualan-kendaraan-listrik #pt-neta-auto-indonesia #neta-x #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi
(Kontan) 28/09/24 07:52
v/15659189/
Reporter: Dimas Andi | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Neta Auto Indonesia resmi mengumumkan harga salah satu line up terbaru untuk kelas Medium SUV yaitu Neta X melalui acara The Grand Launch of Neta X - Xperience Tech With EV.
Bertempat di Hutan Kota by Plataran, Jakarta Pusat, Neta mengumumkan harga Neta X yaitu Rp 428 juta untuk Neta X 500 Elite dan Rp 448 juta untuk Neta X 500 Supreme berlaku on the road (OTR) Jakarta. Tidak hanya membuka tabir harga, NETA juga mengumumkan telah memulai pengiriman kepada 500 konsumen pertama Neta X yang telah melakukan SPK selama masa pre-book.
Mengusung konsep Xperience Tech With EV, Neta X membawa beragam fitur dan teknologi terdepan yang tidak hanya untuk kenyamanan serta keamanan berkendara, melainkan juga menjawab kebutuhan keluarga muda yang dinamis lewat tampilan futuristik dan kokpit cerdas. Neta X siap mengawal petualangan yang tidak terlupakan dengan semua keistimewaan yang dimiliki.
Alan Zhou, Vice President of Neta Auto mengatakan, setelah resmi diperkenalkan ke hadapan publik Indonesia pada ajang GIIAS 2024 lalu, kini waktu yang tepat bagi Neta untuk mengumumkan harga resmi Neta X. Melalui Neta X, pihak Neta menghadirkan Intelligent Electric SUV dengan teknologi pintar nan inovatif yang ditargetkan untuk keluarga muda.
"Peluncuran Neta X tentunya akan memberikan motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan kendaraan listrik dengan teknologi dan inovasi terbarukan sebagai solusi mobilitas terdepan bagi masyarakat Indonesia," ujar dia dalam siaran pers yang diterima Kontan, Jumat (27/9).
Neta X tersedia dalam dua varian, yaitu 500 Supreme dan 500 Elite yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan konsumen. Keduanya sama-sama tampil dengan dimensi yang tergolong besar di kelas SUV Medium, yaitu panjang 4.619 mm, lebar 1.860 mm, dan tinggi 1.628 mm yang dipadukan dengan wheelbase 2.770 mm.
Hal itu lantas berdampak terhadap ruang kabin yang lapang untuk 5 penumpang dengan One-piece Affinity Seat, yakni fitur pengaturan jok elektrik di sisi pengemudi maupun penumpang baris depan dengan ketebalan yang dirancang untuk memberikan dukungan optimal pada punggung dan bahu.
Bangku baris belakang memiliki ketebalan 92 mm yang sudah dilengkapi lumbar support, semakin memanjakan setiap perjalanan dan pengalaman duduk yang tak terlupakan. Kapasitas bagasi Neta X mencapai 508 liter dan bisa diperluas menjadi 1.388 liter sehingga sangat mumpuni untuk menampung barang setiap anggota keluarga.
Tidak hanya menawarkan ruang kabin yang luas, Neta X memiliki desain interior cerdas yang berpadu karakter premium berkat sentuhan bahan soft leather dan alcantara yang memberikan kenyaman tingkat atas bagi penumpang maupun pengemudi. Bahkan, area yang memiliki frekuensi tinggi untuk tersentuh sudah secara cermat dilapisi dengan 100% bahan kulit lembut guna meningkatkan level kenyamanan berkendara.
Seluruh varian Neta X tersemat Panoramic Sunroof sebagai standar guna memberikan pemandangan yang luas dan meningkatkan pencahayaan alami sehingga memberikan pengalaman berkendara yang lebih menyenangkan.
Untuk mencerminkan teknologi cerdas dalam berbagai fitur keselamatan yang dirangkum dalam konsep 'High Technology Vibes', Neta X varian 500 Supreme sudah dipersenjatai fitur Advanced Driving Assistance System (ADAS) Level 2 yang didukung oleh 11 High Precision Sensor di sekeliling mobil.
Ini menghasilkan 15 fitur canggih ADAS yang di antaranya Full Speed Adaptive Cruise Control (ACC), Automatic Emergency Braking (AEB) dan Lane Keep Assist (LKA) yang dapat memberikan proteksi maksimal saat berkendara.
Beragam fitur unggulan lantas menjadikan Neta X semakin istimewa di kelasnya. Pada bagian depan kabin sudah dilengkapi dengan Wireless Phone Charging, Intelligent Central Control Screen berukuran 15,6 inch yang terkoneksi dengan NETA Auto App dan tampilannya dapat diatur menjadi Split-screen Design, serta Floating D-shaped Steering Wheel.
Neta X juga sudah tersemat fitur V2L atau vehicle-to-load dan Cockpit Cerdas Terhubung untuk memberikan pengalaman berkendara yang lebih memuaskan, sesuai dengan kebutuhan keluarga muda yang dinamis.
Beralih ke bagian eksterior, Neta X menampilkan fascia yang terinspirasi dari gambar-gambar robot atau yang disebut 'Mecha-Design'. Dipadukan dengan Avant-garde design seperti L-Shape LED DRL, Camera 360 di bagian depan, samping dan belakang yang membuat berkendara terasa lebih aman. Ada pula penggunaan Full LED Headlights dengan Intelligent High Beam yang membantu pencahayaan jalan menjadi terang dan berkendara lebih nyaman, namun tidak mengganggu pandangan dari pengendara yang berada di arah berlawanan.
Untuk bagian belakang, Neta X sudah dilengkapi Continuous Tail-light serta Electric Power Tailgate yang dapat membuka dan menutup pintu bagasi secara otomatis sehingga lebih praktis.
Neta X menawarkan pengalaman berkendara yang lebih premium dengan struktur bodi monocoque yang menggunakan 75% high strength steel untuk memberikan perlindungan maksimal. Fitur keamanan seperti Anti-Collision Beam pada rangka depan, atas, dan samping, serta Door Side Crash Beam akan memastikan keamanan terbaik dalam setiap perjalanan.
Sasis Neta X pun dituning oleh MIRA, yang membuatnya lebih kokoh, stabil dan aman. Secara performa, Neta X memiliki output daya maksimum 120 kW (175 hp) dengan torsi 210 Nm, dan sanggup menempuh jarak hingga 480 km dalam sekali pengisian daya penuh.
Sumber tenaga yang dihasilkan motor listrik tersebut berasal dari baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) berkapasitas 63,56 kWh yang sudah dilengkapi Liquid Cooling HEPT 4.0 dan bersertifikat IP68+ Waterproof dan Dustproof sehingga aman melintasi genangan air serta jalanan berdebu.
Baterai yang tersemat di Neta X juga sudah memiliki fitur Ultra Fast Charging hingga 105 kW untuk mengisi daya dari 30% ke 80% bisa dituntaskan dalam 30 menit. Poin menarik lainnya adalah Neta X sudah mengadopsi port charging model Combined Charging System 2 (CCS2), salah satu port charging yang paling umum dan paling mudah ditemui pada SPKLU di Indonesia untuk pengisian reguler maupun fast charging.
Sebagai pengingat, perjalanan Neta X di Indonesia dimulai sejak perhelatan GIIAS 2024 lalu dengan keran pemesanan dibuka melalui skema pre-book eksklusif. Neta X berhasil memikat perhatian masyarakat dalam waktu yang tergolong singkat yang dibuktikan lewat capaian SPK sebanyak lebih dari 500 unit selama masa pre-book.
Kini, babak baru Neta X di Tanah Air telah dimulai lewat pengiriman perdana sebagai komitmen Neta menjadikan kepuasan konsumen sebagai prioritas utama. Neta Indonesia pun secara simbolis menyerahkan Neta X kepada perwakilan 8 konsumen sekaligus menjadi bukti keseriusan perusahaan dalam berkontribusi di industri otomotif Indonesia.
Keputusan untuk merakit lokal Neta X secara Completely Knock-Down (CKD) juga merupakan bukti nyata bahwa Indonesia adalah pasar yang sangat strategis bagi Neta. Seluruh unit Neta X yang dikirimkan kepada konsumen merupakan produksi dalam negeri di pabrik PT Handal Indonesia Motor (HIM), Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat.
Neta X sudah memiliki Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebesar 44% dan akan terus ditingkatkan lewat kerja sama dengan para mitra lokal, salah satunya menghasilkan buah kerja sama strategis dengan PT Gotion Green Energy Solutions Indonesia untuk penyediaan baterai mobil listrik Neta.
Neta X hadir dengan empat pilihan warna eksterior menarik yaitu Glacier Blue, Jet Black, Sky Grey, dan Pearl White, serta dua pilihan warna interior yang memikat yakni Black dan Brown. Setiap pembelian NetaX dilengkapi dengan berbagai keuntungan, termasuk OCPP Wall Charger beserta instalasi, Emergency Portable Charger, Kaca Film Premium, Asuransi 1 Tahun, Pengisian 1.000 kWh dan 24 HRoadside Assistance 5 tahun.
Alan Zhou menyatakan, capaian 500 SPK selama masa pre-book serta dimulainya pengiriman unit Neta X kepada konsumen membuktikan popularitasnya di pasar otomotif Indonesia sekaligus menandai tonggak sejarah baru bagi Neta dalam menghadirkan kendaraan listrik terbaik dengan teknologi inovatif ke pasar Tanah Air.
Ini juga menjadi pembuktian bahwa kerja sama antara NETA dan para mitra lokal dalam merakit Neta X secara CKD dapat menghasilkan mobil listrik berkualitas terbaik dengan komponen lokal yang memenuhi regulasi pemerintah.
"Tentu saja kami tidak akan berhenti di sini, karena kami berkomitmen untuk terus menghadirkan mobil listrik berkualitas serta layanan purna jual yang premium untuk semua kalangan di Indonesia," pungkas dia.
Didominasi Merek China, Penjualan Mobil Listrik Tembus 17.826 Unit Hingga Juli 2024
penjualan wholesales mobil listrik nasional tercatat sebanyak 17.826 unit pada Januari-Juli 2024. [573] url asal
#gabungan-industri-kendaraan-bermotor-indonesia-gaikindo #gaikindo #kendaraan-listrik #penjualan-kendaraan-listrik #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi
(Kontan-Industri) 14/08/24 20:37
v/14421359/
Reporter: Dimas Andi | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar mobil listrik atau battery electric vehicle (BEV) di Indonesia masih cukup atraktif kendati kondisi pasar otomotif secara umum sedang lesu. Terbukti, meski pangsa pasarnya tergolong kerdil, kinerja penjualan mobil setrum nasional melonjak signifikan.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales (pabrik ke dealer) mobil listrik nasional tercatat sebanyak 17.826 unit pada Januari-Juli 2024. Angka ini melesat 157,30% year on year (YoY) dibandingkan penjualan mobil listrik nasional pada periode yang sama tahun sebelumnya yakni 6.928 unit.
Volume penjualan mobil listrik nasional hingga Juli 2024 sudah sedikit melampaui capaian penjualan sepanjang tahun lalu yakni 17.051 unit. Hingga Juli 2024, segmen mobil listrik berkontribusi 3,68% dari total penjualan wholesales mobil nasional sebanyak 484.236 unit.
Merek-merek asal China cukup mendominasi pasar mobil listrik nasional. Ini terlihat dari tiga besar mobil listrik terlaris di Indonesia pada Januari-Juli 2024 yang dihuni oleh Wuling BinguoEV sebanyak 3.743 unit, kemudian disusul Chery Omoda E5 sebanyak 3.036 unit dan Wuling Cloud EV sebanyak 2.097 unit.
Ketiga model tersebut memiliki persamaan, yakni dirakit di dalam negeri dan memperoleh insentif PPN 1% dari pemerintah.
Uniknya, pendatang baru seperti BYD mampu menorehkan kinerja penjualan mobil listrik yang menawan. Salah satu model yaitu BYD Seal membukukan penjualan wholesales sebesar 1.989 unit atau peringkat empat mobil listrik terlaris nasional hingga Juli 2024.
Meski masih berstatus impor utuh atau completely built up (CBU), penjualan BYD Seal mengungguli beberapa model lain yang notabene sudah diproduksi lokal seperti MG 4 EV (1.557 unit), Wuling Air ev (1.253 unit), dan Hyundai Ioniq 5 (808 unit).
Sementara itu, PT Chery Sales Indonesia (CSI) menilai, larisnya penjualan Omoda E5 cukup di luar ekspektasi. Apalagi, model ini sebenarnya baru diperkenalkan ke publik awal 2024. Omoda E5 pun dihadirkan untuk memenuhi selera konsumen Indonesia terhadap mobil berdesain futuristik dan sporty.
"Saat ini, Omoda E5 merupakan SUV listrik terlaris di Indonesia," ujar Head of Brand Department Chery Sales Indonesia Rifkie Setiawan dalam keterangan resmi, Rabu (14/8).
Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto meyakini, penjualan mobil listrik nasional akan terus tumbuh pada bulan-bulan berikutnya seiring banyaknya merek dan model baru yang membanjiri pasar.
Gaikindo juga memperkirakan, mobil listrik yang memperoleh insentif seperti PPN 1% ataupun bebas bea masuk impor CBU berpeluang besar mencatat volume penjualan yang lebih besar ketimbang mobil listrik lainnya.
"Tentu kalau mobil-mobil listrik yang mendapat insentif harganya lebih terjangkau, sehingga penjualannya berpeluang meningkat," terang Jongkie, Rabu (14/8).
Pengamat Otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu menyebut, pangsa pasar mobil listrik nasional sangat berpotensi tumbuh lebih dari 3% dalam waktu dekat. Hal ini dengan catatan program insentif penjualan mobil listrik terus berlanjut dan infrastruktur penunjang seperti charging station terus dikebut pembangunannya.
Meski penyerapannya belum signifikan dan merata di Indonesia, lokalisasi produksi mobil listrik akan tetap menguntungkan bagi para agen pemegang merek (APM) secara jangka panjang. Sebab, pemerintah memiliki program penguatan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang bisa mendorong harga mobil listrik menjadi lebih murah di kemudian hari.
Lagi pula, Indonesia merupakan salah satu pasar terbesar di Asia Tenggara yang memiliki beberapa perjanjian perdagangan bebas dengan beberapa negara atau kawasan regional lain. Hal ini dapat menjadi kesempatan bagi APM mobil listrik yang memiliki fasilitas produksi di Tanah Air untuk memasarkan produknya baik di dalam maupun luar negeri.
"Indonesia berpotensi menjadi hub pemasok mobil listrik ke kawasan lain," tandas dia, Rabu (14/8).