Kata-kata seperti undang-undang, kerja, pembangunan, anggaran, perubahan, hingga maaf muncul berulang kali saat Jokowi berpidato di Sidang Tahunan MPR 2024. [526] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) paling banyak mengucapkan kata "Indonesia" dalam pidato kenegaraan terakhirnya. Kata-kata lain yang berulang kali disebut dalam pidato kenegaraan Jokowi di antaranya adalah undang-undang (UU), kerja, energi, hingga maaf.
Jokowi sampaikan pidato kenegaraan terakhir dalam Sidang Tahunan MPR di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, pada Jumat (16/8/2024). Pidato kali ini menjadi unik, lantaran menjadi pidato terakhir Jokowi sebelum menyerahkan kepemimpinannya kepada presiden terpilih Prabowo Subianto pada Oktober 2024 mendatang.
Presiden membuka pidatonya dengan menceritakan genap 10 tahun ia menjabat menjadi Presiden Republik Indonesia dan menyampaikan rasa terima kasih yang tulus, sambil mengatasnamakan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.
Tidak Lupa, Jokowi juga menyampaikan berbagai prestasi sang Tanah Air. Contohnya saja, Jokowi banyak menyampaikan prestasi di bidang hukum. Setelah 79 tahun merdeka, Jokowi pamer bahwa Indonesia akhirnya memiliki Kitab Undang-Undang Hukum Pidana serta UU Cipta Kerja yang merevisi 80 UU dan 1.200 pasal.
Sebab demikian, undang-undang menjadi salah satu kata yang paling banyak muncul dalam Pidato kenegaraan kali ini. Dia juga menyampaikan suksesi dari DPR, DPD, hingga Mahkamah Konstitusi seperti menyelesaikan undang-undang strategis, pengawasan pelaksanaan UU, serta menangani lebih dari 202 perkara pengujian UU dan mengadili sengketa pemilu.
Bisnis menggunakan piranti Word Cloud Generator untuk melihat kata apa yang paling banyak muncul dalam Pidato Kenegaraan Jokowi 2024. Sejumlah kata yang tidak kontekstual diabaikan dari perhitungan, seperti kata "dan", "oleh", "yang", dan lain-lain.
Berdasarkan perhitungan itu, "Indonesia" menjadi kata yang paling banyak disebut oleh Jokowi dalam pidatonya, yakni mencapai 24 kali. Lalu, "Negara" muncul 14 kali, "UU" sebanyak 20 kali, "Rakyat" 10 kali, dan "Masyarakat" 8 kali.
Berikut kata-kata yang paling banyak muncul dalam Pidato Presiden Jokowi di Sidang Tahunan MPR 2024:
Indonesia (24 kali)
Negara (14 Kali)
UU (10 Kali)
Rakyat (9 Kali)
Masyarakat (8 Kali)
Bangsa (8 Kali)
Kerja (7 Kali)
Pembangunan (6 Kali)
Negeri (6 Kali)
Energi (6 Kali)
Harapan (5 Kali)
Anggaran (5 Kali)
Desa (4 Kali)
Daerah (4 Kali)
Dunia (4 Kali)
Ekonomi (4 Kali)
Transisi (4 Kali)
Ma'ruf (3 Kali)
Tantangan (3 Kali)
Cita-Cita (3 Kali)
Perubahan (3 Kali)
Persatuan (3 Kali)
Kata-kata yang paling banyak diucapkan Presiden Jokowi dalam Pidato Sidang Tahunan MPR 2024. / dok. Bisnis via wordcloudgenerator
Namun, terdapat juga kata-kata yang menarik perhatian seperti kata "maaf". Hal ini lantaran Jokowi, yang juga mengatasnamakan sang Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyampaikan permintaan maaf bagi setiap pihak yang kecewa hingga hal-hal yang mungkin belum terwujud.
Jokowi juga sempat menyebut soal "Prabowo", sang Presiden Terpilih, yang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinannya. Ia berharap bahwa Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, memberikan petunjuk dan kemudahan baginya dalam memimpin Indonesia.
Digitalisasi dan komoditas juga tak lupa disebut. Ia menyebut soal "Digitalisasi" sebanyak 3 kali dalam konteks layanan pemerintah, kemudian "Nikel", "Bauksit", "Tembaga" sebanyak 2 kali, dalam konteks smelter dan industri pengolahan, dan langkah tidak lagi mengekspor bahan mentah.
Kali ini Jokowi juga menyebut kata "iklim" sebanyak satu kali dalam konteks klaimnya bahwa Indonesia berhasil mengatasi krisis iklim—setelah dalam pidato tahun lalu dia tidak sama sekali menyebutkannya. Dia juga menyebut kata "hijau" dua kali, menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar di sektor energi tersebut.
Presiden Jokowi akan menyampaikan Pidato Kenegaraan dan Nota Keuangan terakhir pada Sidang Tahunan MPR 2024. Cek jadwal dan link live streaming berikut ini. [591] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menyampaikan pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR 2024 dan Nota Keuangan untuk terakhir kalinya sebelum kepemimpinannya diserahkan kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto.
Pada 16 Agustus 2024, Presiden Jokowi nantinya akan membacakan pidato kenegaraan dan nota keuangan dalam forum Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD. Adapun, masa jabatan pemerintahan Jokowi akan berakhir pada 20 Oktober 2024.
Jokowi akan membacakan pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR 2024. Adapun, Jokowi juga akan memaparkan nota keuangan sekaligus Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2025 yang akan dijalankan pemerintah presiden terpilih 2024—2029 Prabowo Subianto di Ruang Rapat Paripurna, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat pada Jumat (16/8/2024).
Diberitakan sebelumnya, Sebagai agenda rutin tahunan, Kepala Pemerintahan RI akan membacakan nota keuangan yang berisi penjelasan dan penjabaran RUU APBN.
Secara umum, ada empat bagian utama dalam nota keuangan. Pertama, bagian pendapatan yang menjelaskan sejumlah sumber pendapatan negara yang diharapkan seperti pajak, kepabeanan dan cukai.Kedua, perincian belanja negara yang mencakup berbagai sektor prioritas mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pertahanan dan sejumlah sektor lainnya guna mencapai tujuan pembangunan ke depan.
Ketiga, penjelasan ihwal defisit dan pembiayaan anggaran serta sumber perencanaan pembiayaan guna mengatasi defisit.
Keempat, risiko dan tantangan yang ditengarai mampu mempengaruhi pelaksanaan rencana keuangan, mulai dari kondisi ekonomi global, fluktuasi harga komoditas, serta perubahan dalam implementasi kebijakan.
Berikut jadwal dan link streaming Sidang Tahunan MPR, pidato kenegaraan, dan nota keuangan Jokowi untuk terakhir kalinya sebagai Presiden RI
Jadwal Sidang Tahunan MPR 2024 dan Nota Keuangan
Susunan Acara Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI
Waktu
Pokok-Pokok Acara
09.30 – 09.35
Lagu Kebangsaan Indonesia Raya
09.35 – 09.38
Mengheningkan Cipta dipimpin oleh Ketua MPR
09.38 – 09.58
Pembukaan Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD Tahun 2024 Sekaligus Pidato Pengantar Sidang Tahunan MPR Tahun 2024 oleh Ketua MPR
09.58 – 10.18
Pidato Pengantar Sidang Bersama DPR dan DPD oleh Ketua DPR
10.18 – 11.03
Pidato Presiden RI tentang Penyampaian Laporan Kinerja Lembaga-Lembaga Negara dan Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia
11.03 – 11.06
Ketua DPR melanjutkan Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD
11.06 – 11.13
Persembahan Lagu Daerah
11.13 – 11.18
Pembacaan Doa
11.18 – 11.23
Penutupan Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD oleh Ketua DPR
11.23 – 11.28
Lagu Kebangsaan Indonesia Raya
11.28
Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD RI selesai
Susunan Acara Sidang Paripurna DPR RI Tentang RAPBN Tahun 2025
Waktu
Pokok-Pokok Acara
13.30 – 13.35
Lagu Kebangsaan Indonesia Raya
13.35 – 13.50
Pidato Pembukaan Masa Persidangan I DPR RI Tahun Sidang 2024-2025 oleh Ketua DPR
13.50 – 14.35
Pidato Presiden RI dalam rangka Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU Tentang APBN Tahun Anggaran 2025 beserta Nota Keuangannya
14.35 – 14.50
- Penyampaian RUU Tentang APBN Tahun Anggaran 2025 dan Nota Keuangan beserta Dokumen Pendukungnya dari Presiden RI kepada Ketua DPR, dan dilanjutkan Penyampaian RUU Tentang APBN Tahun Anggaran 2025 dan Nota Keuangan beserta Dokumen Pendukungnya, serta Surat Permintaan Pertimbangan dari Ketua DPR kepada Ketua DPD
- Penandatanganan Berita Acara Penyerahan RUU Tentang APBN Tahun Anggaran 2025 oleh Ketua DPR RI dan Presiden RI
- Penandatangan Berita Acara Penyerahan RUU Tentang APBN beserta Surat Permintaan Pertimbangan dari Ketua DPR RI kepada Ketua DPD RI