#30 tag 24jam
Kemenangan Donald Trump Bisa Jadi Ujian buat Ekonomi RI
Donald Trump diprediksi menang Pilpres AS 2024, namun kebijakannya berpotensi berdampak negatif pada ekonomi Indonesia, termasuk nilai tukar rupiah dan ekspor. [672] url asal
#detikcom #trump #kampanyenya #perubahan #dolar-as #kebijakan-ekonomi-trump #perlambatan-ekonomi #pilpres-amerika-serikat #laba-forexindo-berjangka #the-fed #kebijakan-donald-trump #pilpres #pilpres-amerika #pie
(detikFinance - Market Research) 07/11/24 07:30
v/17642865/
Jakarta - Donald Trump memenangkan Pilpres Amerika Serikat (AS) 2024. Trump meraup 277 suara elektoral, melampaui ambang batas yang dibutuhkan untuk memenangkan pilpres. Meski begitu, kemenangan Trump berpotensi memberikan dampak negatif terhadap ekonomi Indonesia.
Kepala Ekonom Permata Institute for Economic Research (PIER), Josua Pardede menjelaskan sejumlah rencana kebijakan Donald Trump jika resmi jadi Presiden AS dapat memberikan dampak langsung maupun tidak langsung terhadap perekonomian Indonesia.
Salah satunya, rencana Donald Trump yang ingin memangkas pajak perusahaan dari 21% menjadi 15% untuk perusahaan yang memproduksi di AS dan tidak ada perubahan pada pajak capital gain.
"Kebijakan ini akan membuat investasi di dalam negeri AS lebih menarik, sehingga ada risiko capital outflow dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, menuju AS. Ini bisa mempengaruhi nilai tukar rupiah karena potensi arus modal keluar," terang Josua kepada detikcom, Rabu (6/11/2024) kemarin.
Kemudian jika Trump diasumsikan kembali menjadi presiden AS, maka terdapat potensi penguatan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang lain sebagai hasil dari pendapatan tarif yang mungkin dialokasikan untuk stimulus fiskal.
"Penguatan dolar AS berpotensi memberikan tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Hal ini bisa meningkatkan biaya impor bagi Indonesia dan menambah tekanan inflasi domestik," jelasnya.
Kemudian, menurut Josua berbagai kebijakan ekonomi Trump yang cenderung meningkatkan defisit fiskal lebih besar dapat mendorong inflasi di AS, sehingga rencana penurunan suku bunga bank sentral AS atau The Fed akan sangat terpengaruh.
Kembali lagi, kondisi ini diperkirakan kembali menekan nilai tukar rupiah terhadap AS. Pada akhirnya penguatan dolar AS akan mempersempit peluang Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan.
"Defisit fiskal AS yang lebih besar dapat mendorong inflasi di AS, yang berpotensi membatasi ruang penurunan suku bunga Fed ke depannya diperkirakan berpotensi mendorong penguatan dolar AS terhadap mata uang negara berkembang termasuk rupiah. Potensi penguatan dolar AS tersebut berimplikasi pada berkurangnya ruang penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia," papar Josua.
Kemudian ada juga sejumlah rencana terkait China yang secara tak langsung akan berdampak terhadap Indonesia. Trump berpotensi menaikkan tarif impor terhadap produk asal China yang diperkirakan dapat membatasi kinerja ekspor hingga pertumbuhan ekonomi negara itu.
Disebut-sebut, Trump ingin menetapkan bea tambahan 60-100% produk impor dari China. Padahal pelemahan ekonomi China diperkirakan berdampak negatif pada permintaan komoditas dari Indonesia.
"Indonesia yang sangat bergantung pada China sebagai mitra dagang utama bisa mendorong penurunan kinerja ekspor Indonesia sehingga pada akhirnya akan mempengaruhi kinerja nilai tukar rupiah," ungkap Josua.
Belum lagi rencana penambahan bea impor ini turut berpotensi dihadapi Indonesia mengingat Trump juga ingin menambahkan bea impor 10-20% secara menyeluruh. Kenaikan harga komoditas tertentu yang dipicu tarif juga dapat meningkatkan biaya impor bagi Indonesia
Pada akhirnya Josua berpendapat berbagai rencana kebijakan Trump ke depan dapat memberikan dampak yang cukup buruk terhadap perekonomian Indonesia, baik secara langsung maupun tidak langsung.
"Kebijakan Donald Trump yang lebih proteksionis dan pro Amerika bisa menciptakan lingkungan ekonomi global yang lebih menantang bagi Indonesia dengan potensi penguatan dollar AS ke depannya, tekanan inflasi, dan ketegangan tensi dagang antara China dan AS," pungkasnya.
Sementara itu, Ekonom sekaligus Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi berpendapat terpilihnya Trump sebagai presiden AS kemungkinan besar tidak akan memberi dampak langsung terhadap Indonesia.
Ia khawatir salah satu kampanye Trump yang akan mengenakan sanksi kepada negara yang enggan menggunakan dolar AS dalam perdagangan internasional. Hal inilah yang ditakutkan akan menyasar Indonesia juga.
"Donald Trump sudah dalam kampanyenya mengatakan bahwa siapa saja negara yang dalam perdagangan internasional tidak menggunakan dolar ini akan mendapatkan saksi 100%. Nah, ini apakah nanti akan diterapkan atau tidak, kita tinggal lihat saja nanti," kata Ibrahim.
Ia juga menggarisbawahi peluang perang dagang AS lawan China jilid II yang akan berpengaruh terhadap ekspor Indonesia ke Negeri Tirai Bambu. Padahal China hingga saat ini merupakan mitra dagang utama Indonesia.
"Ada ketakutan peran dagang, karena ya Donald Trump sendiri sudah mengatakan akan melakukan perang dagang dengan Tiongkok. Indonesia saat ini kan fokus kebanyakan ekspor-impornya, perdagangannya kan kebanyakan adalah dengan Tiongkok. Ya, dengan Tiongkok, dengan Jepang, dengan Korea Selatan. Sehingga yang sekarang sedang difokuskan oleh Indonesia itu adalah bagaimana Tiongkok ini agar kembali pulih dari perlambatan ekonomi," terang Ibrahim.
(fdl/fdl)
Trump Menang, Apa Untungnya buat Ekonomi RI?
Donald Trump diprediksi unggul dalam pilpres 2024. Kebijakan ekonominya dapat berdampak negatif bagi Indonesia. [757] url asal
#rupiah #kebijakan-donald-trump #trump #serikat #perlambatan-ekonomi #laba-forexindo-berjangka #cnbc #kebijakan-ekonomi-trump #korea-selatan #tiongkok #pier #detikcom #kamala-harris #capres #korea #kebijakan-ekonomin
(detikFinance - Market Research) 06/11/24 16:58
v/17585818/
Jakarta - Calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Donald Trump, diperkirakan kuat akan memenangkan kontestasi pilpres 2024. Sebab hingga saat ini jumlah suara yang didapat Trump jauh lebih unggul dari saingannya, capres Partai Demokrat Kamala Harris.
Melansir dari update laporan CNBC, Rabu (6/11/2024) per pukul 04:00 waktu AS atau 16.00 WIB, Donald Trump unggul dengan 266 suara elektoral dibandingkan Kamala Harris yang mendapat 219 suara elektoral. Namun hasil akhir masih belum diumumkan mengingat proses perhitungan suara masih berlangsung.
Lalu apakah Indonesia bisa mendapatkan keuntungan lebih jika Donald Trump benar terpilih sebagai presiden AS?
Kepala Ekonom Permata Institute for Economic Research (PIER) Josua Pardede menjelaskan sejumlah rencana kebijakan Donald Trump jika terpilih sebagai presiden nanti dapat memberikan dampak langsung maupun tidak langsung terhadap kondisi perekonomian Indonesia.
Salah satunya ada rencana Donald Trump yang ingin memangkas pajak perusahaan dari 21% menjadi 15% untuk perusahaan yang memproduksi di dalam negeri (AS) dan tidak ada perubahan pada pajak capital gain.
"Kebijakan ini akan membuat investasi di dalam negeri AS lebih menarik, sehingga ada risiko capital outflow dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, menuju AS. Ini bisa mempengaruhi nilai tukar rupiah karena potensi arus modal keluar," terang Josua saat dihubungi detikcom.
Kemudian jika Trump diasumsikan kembali menjadi presiden AS, maka terdapat potensi penguatan nilai dolar terhadap mata uang lain sebagai hasil dari pendapatan tarif yang mungkin dialokasikan untuk stimulus fiskal.
"Penguatan dolar AS berpotensi memberikan tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Hal ini bisa meningkatkan biaya impor bagi Indonesia dan menambah tekanan inflasi domestik," jelasnya.
Kemudian menurut Josua berbagai kebijakan ekonomi Trump yang cenderung meningkatkan defisit fiskal lebih besar dapat mendorong inflasi di AS. Sehingga rencana penurunan suku bunga The Fed (bank sentral AS) ke depannya pun juga akan sangat terpengaruh.
Kembali lagi, kondisi ini diperkirakan akan kembali menekan nilai mata uang rupiah terhadap AS. Pada akhirnya penguatan dolar ini akan mempersempit peluang Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga acuan.
"Defisit fiskal AS yang lebih besar dapat mendorong inflasi di AS, yang berpotensi membatasi ruang penurunan suku bunga Fed ke depannya diperkirakan berpotensi mendorong penguatan dollar AS terhadap mata uang negara berkembang termasuk rupiah," papar Josua.
"Potensi penguatan dolar AS tersebut berimplikasi pada berkurangnya ruang penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia," tambahnya.
Kemudian ada juga sejumlah rencananya terkait China yang secara tak langsung akan berdampak terhadap RI. Di mana Trump berpotensi menaikkan tarif impor terhadap produk-produk asal China yang diperkirakan dapat membatasi kinerja ekspor hingga pertumbuhan ekonomi negara itu.
Disebut-sebut ia ingin memberi bea tambahan 60%-100% untuk impor dari China. Padahal pelemahan ekonomi China diperkirakan akan berdampak negatif pada permintaan komoditas dari Indonesia.
"Indonesia yang sangat bergantung pada China sebagai mitra dagang utama bisa mendorong penurunan kinerja ekspor Indonesia sehingga pada akhirnya akan mempengaruhi kinerja nilai tukar rupiah," ungkap Josua.
Belum lagi rencana penambahan bea impor ini turut berpotensi dihadapi RI mengingat Trump juga ingin menambahkan bea impor 10%-20% secara menyeluruh. Kenaikan harga komoditas tertentu yang dipicu tarif juga dapat meningkatkan biaya impor bagi Indonesia
Pada akhirnya Josua berpendapat berbagai rencana kebijakan Donald Trump ke depan dapat memberikan dampak yang cukup buruk terhadap perekonomian RI. Baik secara langsung maupun tidak langsung.
"Kebijakan Donald Trump yang lebih proteksionis dan pro-Amerika bisa menciptakan lingkungan ekonomi global yang lebih menantang bagi Indonesia dengan potensi penguatan dollar AS ke depannya, tekanan inflasi, dan ketegangan tensi dagang antara China dan AS," pungkasnya.
Sementara itu Ekonom sekaligus Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, berpendapat terpilihnya Trump sebagai presiden kemungkinan besar tidak akan memberi dampak langsung terhadap RI.
Namun ia mengkhawatirkan salah satu isi kampanye Trump yang mengatakan ia akan mengenakan sanksi kepada negara yang enggan menggunakan dolar AS dalam perdagangan internasional. Hal inilah yang ditakutkan akan menyasar Indonesia juga.
"Donald Trump sudah dalam kampanyenya mengatakan bahwa siapa saja negara yang dalam perdagangan internasional tidak menggunakan dolar ini akan mendapatkan saksi 100%. Nah, ini apakah nanti akan diterapkan atau tidak, kita tinggal lihat saja nanti," kata Ibrahim.
Kemudian ia juga menggarisbawahi peluang perang dagang AS lawan China jilid dua yang sedikit banyak juga akan berpengaruh terhadap ekspor Indonesia ke Negeri Tirai Bambu. Padahal China hingga saat ini merupakan mitra dagang utama atau terbesar Indonesia.
"Ada ketakutan peran dagang, karena ya Donald Trump sendiri sudah mengatakan akan melakukan peran dagang dengan Tiongkok," ucapnya.
"Indonesia saat ini kan fokus kebanyakan ekspor-impornya, perdagangannya kan kebanyakan adalah dengan Tiongkok. Ya, dengan Tiongkok, dengan Jepang, dengan Korea Selatan. Sehingga yang sekarang sedang difokuskan oleh Indonesia itu adalah bagaimana Tiongkok ini agar kembali pulih dari perlambatan ekonomi," terang Ibrahim lagi.
(fdl/fdl)
Sayap Pertamina Antar Energi sampai ke Ujung Dunia
PT Pertamina memperluas jangkauan global melalui anak usaha, termasuk PIS. Fokus pada keberlanjutan dan inovasi, PIS siap menjawab tantangan energi dunia. [1,344] url asal
#pis-asia-pacific #piep #rhenald-kasali #mr-tankers #gas #dubai #mauritius #gastech #lpg #nama #international-shipping #sayap-pertamina-antar-energi #pt-pertamina #pertamina-gas #lco2 #petronas #phe #vlgc #karbon #sayap
(detikFinance - Energi) 30/10/24 20:24
v/17218196/
Jakarta - Sebagai perusahaan energi raksasa di Indonesia, PT Pertamina (Persero) telah membuktikan menjadi BUMN tidak hanya jago kandang. Melalui sederet anak usahanya, Pertamina berhasil mengembangkan sayapnya di pasar internasional.
Pertamina mempunyai banyak anak usaha yang berperan penting dalam mendukung ekspansi globalnya. Di sektor hulu, ada Pertamina Hulu Energi (PHE) yang fokus pada eksplorasi dan produksi minyak dan gas, termasuk proyek-proyek internasional di negara-negara seperti Malaysia dan Arab Saudi. PHE tak cuma berkontribusi terhadap produksi energi dalam negeri, tetapi juga menambah cadangan energi global.
Di sisi hilir, Pertamina mengoperasikan berbagai SPBU dan fasilitas distribusi di luar negeri, termasuk di Timor Leste dan sejumlah negara di Afrika. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan visibilitas merek Pertamina, tetapi juga membantu mendiversifikasi sumber pendapatan perusahaan.
Pertamina juga memperkuat cengkramannya di Timur Tengah melalui Regional Internasional Subholding Upstream Pertamina yang Bernama PT Pertamina Internasional EP (PIEP). PIEP telah membuka kantor cabang di Dubai, Uni Emirat Arab. Kantor cadang itu akan menjadi kendaraan bagi PIEP untuk ekspansi dan menciptakan peluang penambahan blok baru di Timur Tengah.
Pertamina juga terus melakukan investasi strategis di berbagai sektor. Salah satunya adalah Pertamina Gas, yang berfokus pada pengembangan infrastruktur gas di kawasan Asia-Pasifik. Dengan membangun terminal LNG dan jaringan distribusi, Pertamina Gas berupaya memenuhi permintaan energi yang terus meningkat di wilayah tersebut.
Pertamina juga memiliki anak usaha di bidang pengangkutan. Yaitu Pertamina International Shipping (PIS) yang berperan vital dalam distribusi energi nasional dan internasional. Dengan armada kapal modern, PIS telah mampu melayani lebih dari 60 rute internasional, menjangkau pasar di Asia, Eropa, dan Afrika.
Dalam upaya memperkuat posisi sebagai pemain utama di pasar energi global, PIS telah melakukan langkah signifikan dalam ekspansi produk dan layanan energi.
PIS kini telah memperluas rute pelayaran internasionalnya, kini mencapai lebih dari 60 rute. Di antaranya, PIS baru saja menandatangani kontrak untuk mengangkut bahan bakar minyak di Afrika Barat, dengan tujuan baru di Mauritius dan Togo. "Kami ingin menjadi bagian yang mengantar energi sampai ke ujung dunia," kata CEO PIS Yoki Firnandi kepada detikcom.
Kapal Berbunga Membelah Dunia: Simbol Keberlanjutan dan Estetika
Kapal besar gagah pembelah lautan milik PIS memiliki nama-nama bunga yang indah dan feminin. Nama itu diberikan bukan tanpa arti, Yoki menceritakan secara historis kapal dianalogikan sebagai dewi atau wanita yang memiliki signifikasi sejarah.
Selain itu nama bunga juga diberikan agar kapal-kapal itu dicintai oleh pelaut. Karena kapal itu merupakan rumah kedua mereka di tengah laut. "Seperti mereka mencintai perempuan yang paling berjasa dalam hidupnya," jelasnya.
Yoki menambahkan, tak hanya berlayar jauh ke ujung dunia. Kapal ini juga sudah dilengkapi dengan teknologi ramah lingkungan. VLGC (Very Large Gas Carrier) Pertamina Gas Dahlia misalnya, merupakan kapal pertama milik PIS yang berhasil berlayar mengelilingi bumi dalam satu pelayaran. "Kami berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi emisi karbon," tambahnya.
PT Pertamina International Shipping (PIS) menambah 2 kapal berukuran raksasa. Kapal kembar tersebut yakni VLGC Pertamina Gas Tulip dan Pertamina Gas Bergenia. Foto: Dok. Pertamina International Shipping |
Mengantar Energi Sambil Tekan Emisi
Penetrasi PIS menggarap pasar dunia tidak serta merta melupakan faktor penting dalam menjaga dunia. Perusahaan memiliki target untuk menekan 30% total emisi karbon pada 2030. Caranya dengan melibatkan investasi pada pengembangan dan adopsi bahan bakar rendah emisi Seperti biofuel, LNG, ammonia dan methanol dalam mengoperasikan armadanya.
Sejumlah kapal dari lini armada PIS, khususnya yang beroperasi di dalam negeri atau rute domestik, telah menggunakan biofuel yang didukung oleh Pertamina. Selain itu, kapal-kapal baru yang akan datang juga tengah disiapkan untuk penggunaan bahan bakar alternatif rendah karbon.
"Seperti MR Tankers dengan implementasi teknologi dual-fuel-ready LNG dan Handysize LPG dengan teknologi dual-fuel-ready amonia. Belum lagi kehadiran armada Very Large Gas Carrier (VLGC) juga berbahan bakar dual-fuel-ready. Tak hanya itu PIS sedang menjajal sumber energi baru seperti baterai dan hidrogen di masa depan," terang Yoki.
Selain armada green ships, bahan bakar alternatif, dan green terminal, PIS juga mulai merambah bisnis carbon capture storage (CCS)/carbon capture utilize storage (CCUS). Potensi bisnis dari sektor ini mulai dari pengantaran, penyimpanan, injeksi, hingga infrastruktur terminal karbon. Untuk memasuki bisnis tersebut, PIS bersiap dengan investasi pada kapal pengangkut LCO2 (liquid carbon dioxide) dan receiving terminal.
PIS telah melakukan investasi signifikan, termasuk kerjasama dengan Nippon Yusen Kaisha (NYK) untuk mengembangkan transportasi Carbon Capture and Storage (CCS) di Indonesia. "Kami sedang mengembangkan infrastruktur untuk transportasi LCO2 dan terminal penerima," jelasnya.
Kinerja Keuangan yang Meningkat
Pada semester I 2024, PIS mencatat pendapatan sebesar US$ 1,72 miliar atau setara dengan Rp 26,5 triliun (kurs Rp 15.411). Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu US$ 1,62 miliar atau Rp 24,96 triliun. Selain itu, laba bersih PIS mencapai US$ 280,9 juta atau Rp 4,32 triliun, naik 103% dari US$ 138,5 juta atau Rp 2,13 triliun pada tahun sebelumnya.
Pendapatan dari Januari hingga Juni 2024 juga menunjukkan pertumbuhan signifikan, yaitu mencapai US$ 1,7 miliar, dibandingkan dengan US$ 1,3 miliar pada akhir 2023. Kinerja ini mencerminkan strategi ekspansi yang berhasil dan kepercayaan pasar terhadap PIS.
Paling baru, PIS berpartisipasi perdana PIS di Gastech, forum energi terbesar dunia, menjadi momen penting untuk memperkenalkan inovasi dan komitmen mereka dalam transisi energi.
Tahun ini, PIS menampilkan booth seluas 150 meter persegi yang memamerkan miniatur kapal-kapalnya dan menyediakan informasi interaktif tentang bisnis mereka. Di hadapan lebih dari 15.000 delegasi dari 125 negara, PIS menyampaikan visi dan misinya untuk menghadapi tantangan energi yang terus berkembang.
Setelah sukses di Dubai dan Singapura, PIS kini membidik Eropa sebagai pasar baru. Perusahaan akan membuka kantor cabang di Eropa. Ekspansi itu terinspirasi dari kesuksesan PIS Asia Pacific di Singapura yang memberikan kontribusi signifikan terhadap profit perusahaan pada 2023.
"Kantor cabang baru kami akan berlokasi di London, yang direncanakan akan diresmikan dalam waktu dekat," kata Yoki.
Pertamina Tak Boleh Lelah Tingkatkan Agresifitas
Cap sebagai perusahaan global memang sudah seharusnya Pertamina menancapkan cakarnya di pasar internasional. Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhy menilai memang sudah semestinya Pertamina go global tidak hanya Terkait bisnis intinya saja tapi juga segala bisnis penunjangnya.
"Seperti yang sudah dilakukan saat ini melalui anak-anak usahanya yang mendistribusikan energi ke luar negeri. Misalnya PIS itu juga tidak kalah dengan Petronas. PIS juga harus bersiap memperbanyak rute kapal, jalur shipping juga harus diperkuat dan semakin bervariasi, harus lebih agresif di pasar," tegasnya.
Fahmy melanjutkan Pertamina memang harus terus agresif dalam rangka membuka peluang di negara-negara lain. Jika Asia Pasifik sudah dikuasai, Timur Tengah Mulai dijajaki, seharusnya Eropa juga bisa digarap potensinya.
Sementara itu Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Rhenald Kasali mengatakan di era saat ini seluruh perusahaan jangan terbuai dengan kenyamanan. Terus mencari tantangan menjadi kunci kesuksesan perusahaan, apa lagi sekelas BUMN raksasa.
"Selama ini kita sudah terlalu nyaman dengan kepastian, pertumbuhan bagus, ekonomi China bagus, permintaan pasar besar. Barang China banjir ke sini karena di sana pasarnya sedang lesu," kata dia.
Memang, Rhenald mengakui kondisi saat ini di global cukup berat. Ketidakpastian kondisi ekonomi dan politik membuat pertumbuhan ekonomi dibayangi tanda tanya. Apalagi masyarakat kini mulai menyadari ekonomi yang tingkatannya tinggi masih tetap tinggi, tapi kelas bawah malah menurun. "Persaingan kini sangat tinggi sekali, ini memang harus dihadapi. Karena itu perusahaan harus memperhatikan masalah lingkungan, masalah sosial dan tata kelola. Perusahaan harus makin kreatif, dan harus memperhatikan aspek keberlanjutan," ujar dia.
Kondisi ini juga akan berpengaruh pada bisnis pelayaran internasional. "Karena itu harus waspada, apalagi di era BANI ini, Brittle, Anxious, non-Linear, Incomprehensible. Brittle itu jangan merasa kuat, sekarang perusahaan besar banyak yang menghadapi tekanan. Dunia ini sekarang sudah penuh dengan ilusi. Mulai dari Illusion of Strength, Illusion of Control, Illusion of Predictability dan Illusion of Knowledge," tambah dia.
Meski begitu dengan semangat untuk menjawab tantangan energi dunia, PIS berencana untuk terus menggali potensi pasar Eropa, berkolaborasi dengan pemain lokal dalam pengangkutan dry bulk.
Sebagai bagian dari Pertamina Grup, PIS tidak hanya berfokus pada profitabilitas, tetapi juga pada keberlanjutan dan inovasi dalam layanan energi. Dengan langkah-langkah strategis yang diambil, PIS berambisi untuk menjadi salah satu penyedia energi terkemuka di dunia, mengantar energi hingga ke ujung dunia.
Infografis Sayap Pertamina Antar Energi hingga Ujung Dunia Foto: Zaki Alfarabi/Infografis |
MrBeast Jadi YouTuber Pertama yang Memiliki 300 Juta Subscriber
Jimmy Donaldson alias Mr Beast memperoleh 300 subscriber pertamanya 11 tahun lalu. Kini angkanya sudah berlipat hingga ratusan juta kali. Halaman all [686] url asal
#konten-kreator #pewdiepie #kreator #youtube #youtuber #mrbeast #subscriber-terbanyak
(Kompas.com) 15/07/24 09:02
v/10826028/
KOMPAS.com - KreatorYouTube kenamaan Jimmy Donaldson, atau yang lebih dikenal dengan nama MrBeast, menjadi kanal YouTube pertama di dunia yang berhasil tembus 300 juta pengikut/pelanggan (subscriber).
Pencapaiannya dibagikan lewat akun X Twitter pribadi (@MrBeast) pada beberapa waktu lalu. Unggahannya telah dilihat oleh lebih dari 15 juta orang, dikomentari 10.000 komentar, 472.000 likes, dan diunggah ulang (repost) 21.000 kali.
“Saya teringat saya sangat histeris ketika menyentuh 300 subscriber 11 tahun lalu, lol (Laugh Out Loud/tertawa terbahak-bahak)”, tulis MrBeast.
I remember freaking out when I hit 300 subscribers 11 years ago.. lol pic.twitter.com/YJadTd0pZq
— MrBeast (@MrBeast) July 10, 2024
Kabar baik ini pun disambut antusias dan positif dari para pengikutnya di X Twitter. Sebagian besar dari mereka mengucapkan selamat dan harapan soal konten-konten MrBeast di masa mendatang.
“Anda benar-benar teladan sesungguhnya, Anda tidak pernah menyerah dan terus berusaha keras. Menjadi contoh tepat dari hasil sebuah dedikasi dan konsistensi.” ujar salah seorang pengikut (followers).
“Inilah hidup! (Kabar) itu menjadi pengingat kembali bahwa tidak ada yang tidak mungkin,” ungkap akun meme Elon Musk Satire (@elonmuskPOTUX).
“Selamat, MrBeast. Tidak ada orang lain yang layak selain Anda,” tambah salah seorang pengguna.
YouTube/MrBeast MrBeast, youtuber yang menantang dirinya terdampar di tengah laut selama tujuh hariBagi yang belum familiar, MrBeast merupakan kreator yang suka membuat konten amal. Ia suka membagikan orang kepada orang baru yang dikenalnya ataupun kepada teman-temannya.
Beberapa videonya seperti “Saya Membangun 100 Rumah dan Memberikannya Secara Gratis”, “Bertahan Dikurung 100 Hari, Pemenang Dapat 500.000 dollar AS”, dan sebagainya.
Ia juga dikenal dengan konten-kontennya yang absurd karena suka menantang diri ataupun orang lain untuk bereksperiman hal baru. Misalnya, terdampar bersama teman di tengah laut selama tujuh hari, bertahan 50 jam di Antartika, dan sebagainya.
Sempat bersaing dengan label musik Bollywood
Dihimpun KompasTekno dari Hindustan Times, Senin (15/7/2024), sebelum berhasil menjadi YouTuber dengan subscriber terbanyak, MrBeast harus bersaing lebih dulu dengan label musik Bollywood T-series pada awal Juni lalu.
Saat itu, YouTube MrBeast masih memiliki jumlah subscriber sebanyak 266.707.995, berselisih tipis dari T-series di angka 266.706.387. Setelah persaingan sengit berakhir dan MrBeast berhasil mengalahkan T-series, ia membagikan pengumuman tersebut di akun X Twitter-nya.
“Setelah enam tahun, akhirnya kami (berhasil) membalaskan dendam PewDiePie,” tulis pria yang juga akrab disapa Donaldson.
Sedikit konteks, pemilik kanal YouTube PewDiePie adalah Felix Kjellberg. Ia menjadi kreator YouTube dengan subscriber terbanyak dari 2013–2017. Namun, jumlah itu tersaingi oleh label musik T-series pada 2017–2018. Tidak disangka, pertumbuhan T-series naik signifikan.
Akun PewDiePie dan T-series pun saling berlomba-lomba mempertahankan dan mendapatkan titel “kanal YouTube dengan jumlah subscriber terbanyak”. Namun, pada Februari 2017, titel tersebut berhasil direbut T-series.
Per akhir 2018, jumlah subscriber T-series sudah jauh melampaui subscribe PewDiePie. Persaingan ini pun mendapat sorotan dari berbagai macam pihak.
Mulai dari para penggemar, kreator konten YouTube, hingga sejumlah aktivis turut membuat kampanye dengan slogan “Subscribe to PewDiePie”.
Nah, saat masa persaingan terjadi, MrBeast belum sepopuler sekarang. MrBeast menjadi salah satu penggemar PewDiePie yang turut mendukung persaingan tersebut.
Donaldson memberi dukungan dengan membeli semua papan iklan (billboard) di seluruh kotanya dan mempromosikan akun PewDiePie. Donaldson juga muncul di acara pertandingan Super Bowl bersama teman-temannya sambil mengenakan kaos “SUB 2 PEW DIE PIE”.
Mengingat usaha yang sudah dilakukan selama ini, pencapaiannya menggeser posisi T-series sebagai “kanal YouTube dengan subscriber terbanyak” dianggap sebagai “dendam yang terbalaskan”.
Dari momen itu sampai saat ini, MrBeast menjadi kreator sekaligus pemegang titel “kanal YouTube dengan jumlah subscriber terbanyak”.

