#30 tag 24jam
Kekayaan Elon Musk, Larry Ellison & Warren Buffet Terbang Usai Trump Menang Piplres AS
Jeff Bezos, Mark Zuckerberg, serta pendiri Google Larry Page dan Sergey Brin mencatatkan penurunan kekayaan bersih yang signifkan. [444] url asal
#pilpres-as #pilpres-amerika #presiden #forbesjeff-bezos #mark-zuckerberg #serta-pendiri-google-larry-page #sergey-brin
(Bisnis.Com - Entrepreneur) 09/11/24 22:27
v/17912224/
Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah miliarder Amerika Serikat (AS) mencatat kenaikan kekayaan signifikan selepas Donald Trump dipastikan menang dalam pemilihan presiden (Pilpres) AS.
Nama-nama seperti Elon Musk, Larry Ellison hingga Warren Buffet tercatat mendapat katalis positif dari kemenangan Trump. Kekayaan mereka melonjak lebih dari 1,1% per Sabtu (9/11/2024).
Sementara itu, nama besar lainnya seperti Jeff Bezos, Mark Zuckerberg, Larry Page, Sergey Brin, Jensen Huang justru mencatat koreksi yang cukup lebar atas total kekayaannya.
Berdasarkan hitung-hitungan Forbes, kekayaan Elon Musk melesat 4,71% atau US$13,7 miliar selepas kemenangan Trump.
Saat ini, Elon Musk berada di puncak daftar real-time billionaires list yang disusun Forbes, dengan estimasi kekayaan bersih mencapai US$304 miliar.
Sebagai pendukung utama kampanye Trump, Musk diuntungkan oleh lonjakan harga saham Tesla, produsen mobil listrik tempat dia menjabat sebagai kepala eksekutif dan memiliki 13% saham di perusahaan tersebut.
Selain itu, Larry Ellison, pendiri Oracle turut mencatatkan kenaikan kekayaan bersih 1,8% atau setara US$4,1 miliar sampai akhir pekan ini.
Kekayaan Larry saat ini berada di angka US$230,7 miliar, berada di urutan kedua menurut rangking orang terkaya dunia Forbes, melewati Jeff Bezos dan Mark Zuckerberg masing-masing berada di posisi ke-3 dan ke-4.
Sementara itu, kekayaan Warrent Buffett turut mencatatkan lonjakan 1,1% atau US$1,6 miliar ke level US$145,9 miliar. Buffet berada di urutan ke-7 orang terkaya di dunia menurut Forbes.
Di sisi lain, Jeff Bezos, Mark Zuckerberg, serta pendiri Google Larry Page dan Sergey Brin mencatatkan penurunan kekayaan bersih yang signifkan.
Kekayaan Jeff Bezos dan Mark Zuckerberg masing-masing susut 0,77% dan 0,39%. Sementara itu, kekayaan Larry Page dan Sergey Brin terkoreksi masing-masing 1,25% dan 1,23%.
Selain itu, CEO Nvidia Jensen Huang dan CEO Moët Hennessy Louis Vuitton Moët Hennessy (LVMH) Bernard Arnault turut mencatatkan penurunan kekayaan bersih yang relatif lebar selepas sentimen kemenangan Trump.
Berikut Daftar Miliarder Dunia Teratas Versi Forbes Seusai Kemenangan Donald Trump per Sabtu (9/11/2024) :
Urutan | Nama | Kekayaan Bersih | Perubahan |
1 | Elon Musk | US$304 miliar | US$13,7 miliar (4,71%) |
2 | Larry Ellison | US$230,7 miliar | US$4,1 miliar (1,8%) |
3 | Jeff Bezos | US$224,5 miliar | -US$1,7 miliar (-0,77%) |
4 | Mark Zuckerberg | US$203,8 miliar | -US$806 juta (0,39%) |
5 | Bernard Arnault | US$165,5 miliar | -US$5,5 miliar (-3,2%) |
6 | Larry Page | US$147,7 miliar | -US$1,9 miliar(-1,25%) |
7 | Warren Buffet | US$145,9 miliar | US$1,6 miliar (1,1%) |
8 | Sergey Brin | US$141,1 miliar | -US$1,8 miliar (1,23%) |
9 | Jensen Huang | US$128,7 miliar | -US$1,1 miliar (-0,83%) |
10 | Amancio Ortega | US$126,3 miliar | US$640 juta (0,51%) |
Sumber : Forbes, November 2024
Daftar 40 Miliarder Pendonor Super Kaya Donald Trump di Pilpres AS 2024
Pilpres AS tidak hanya soal persaingan antara Donald Trump dan Kamala Harris, tetapi juga melibatkan sejumlah miliarder. Intip daftar 40 miliarder yang menjadi... | Halaman Lengkap [3,829] url asal
#donald-trump #pilpres-as #pilpres-amerika-serikat #miliarder #orang-terkaya
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 08/11/24 10:29
v/17759546/
JAKARTA - Pemilihan Presiden atau Pilpres Amerika Serikat (AS) tidak hanya soal persaingan antara Donald Trump dan Kamala Harris, tetapi juga melibatkan sejumlah miliarder AS. Di kubu Trump, ada beberapa miliarder dengan berbagai latar belakang.Beberapa dari mereka adalah rekan dan pendukung lama, sementara yang lainnya adalah pendatang baru. Para pendukung Trump dari kalangan miliarder ini mewakili beragam industri, dari pemilik raksasa minyak seperti Harold Hamm hingga elit Silicon Valley yang sebelumnya berhaluan kiri seperti Elon Musk dan Marc Andreessen seperti dilansir Bussiness Insider.
Masing-masing individu dengan kekayaan mentereng ini memiliki alasan yang berbeda untuk pilihan mereka: Beberapa mempermasalahkan rencana pajak Kamala Harris, sementara yang lain lebih memilih sikap keras Trump tentang imigrasi.
"Saya berbagi keprihatinan sebagian besar orang Amerika bahwa kebijakan ekonomi, imigrasi dan luar negeri kita membawa negara ke arah yang salah. Untuk alasan ini, saya berencana memilih perubahan dan mendukung Donald Trump sebagai Presiden," kata CEO Blackstone, Steve Schwarzman dalam sebuah pernyataan kepada Axios.
Pada tahun 2022, miliarder keuangan itu mengatakan dia tidak akan mendukung Trump dalam pemilihan dan menyerukan "Partai Republik untuk beralih ke generasi pemimpin baru."
Berikut adalah beberapa miliarder terkaya dan paling terkenal yang berkontribusi pada kampanye Trump 2024, termasuk komite penggalangan dana bersama "Trump 47", yang membagi hasil antara kampanye Trump dan Komite Nasional Partai Republik, dan super Komite Aksi Politik (PAC) MAGA Inc. pro-Trump.
Intip Daftar 40 Miliarder Pendonor Donald Trump di Pilpres AS 2024
1. Elon Musk
America PAC telah mengumpulkan dukungan dari orang lain di Silicon Valley dan menarik perhatian publik. Pada akhir Oktober, Elon Musk berjanji akan memberikan uang USD1 juta (sekitar Rp15,5 miliar) setiap hari hingga hari pemilu AS pada 5 November mendatang kepada seseorang yang menandatangani petisi daringnya yang berjanji akan ?mendukung Amandemen Pertama dan Kedua.?
Cek USD1 juta pertama diberikan kepada seorang peserta acara America PAC yang diselenggarakan Musk di Harrisburg, Pennsylvania, pada hari Sabtu (19/10). Acara itu digelar untuk menggalang dukungan bagi calon presiden AS dari Partai Republik Donald Trump.
Diketahui Musk tidak pernah menjadi pendonor politik sebelumnya, meskipun dia telah meningkatkan retorikanya dalam beberapa tahun terakhir.
2. Steve Schwarzman
CEO Blackstone, Steve Schwarzman sempat mengatakan, Partai Republik membutuhkan "generasi pemimpin baru". Tetapi pada bulan Mei, dia mengaku akan memilih mantan presiden pada bulan November.Pada tahun 2020, Schwarzman dengan harta kekayaan mencapai USD50,1 miliar, menurut Forbes, sudah menyumbangkan jutaan dolar untuk kampanye.

"Kebangkitan dramatis antisemitisme telah membuat saya fokus pada konsekuensi dari pemilu yang akan datang dengan urgensi yang lebih besar," ungkap Steve Schwarzman dalam pernyataannya.
Seorang pendonor jangka panjang dari Partai Republik dengan pengaruh yang kuat di Wall Street, Schwarzman sejauh ini telah menyumbangkan USD419.600 kepada Komite Trump 47 dan jutaan untuk PACS yang fokus pada pemilihan Partai Republik ke Kongres.
3. Miriam Adelson
Dukungan Adelson, tidak lantas membuatnya mengucurkan dana besar. Pemilik kekayaan bersih USD35,4 miliar, menurut Forbes, Miriam Adelson dilaporkan berencana untuk menyumbangkan setidaknya USD90 juta ke PAC super Preserve America yang jadi bagian penting bagi upaya kembalinya Trump ke Gedung Putih.
Sementara pada bulan Mei, dia menyumbangkan USD5 juta untuk Preserve America. Pada tahun 2020, dia dan Sheldon adalah pendonor terbesar Trump, menyumbangkan lebih dari USD120 juta untuk kampanyenya, serta untuk tujuan dan kandidat Republik lainnya.
4. Diane Hendricks
Diane Hendricks, salah satu pendiri perusahaan atap ABC Supplies, tercatat sudah menyumbangkan setidaknya USD15 juta ke MAGA Inc. super Pac dan USD844.600 untuk Komite Trump 47.Memiliki harta senilai USD21,9 miliar, menurut Forbes, dia adalah pendonor reguler dari Partai Republik. Pada 2016, dia menjabat sebagai wakil ketua salah satu komite penggalangan dana Trump dan telah memberikan enam angka kepada berbagai partai negara bagian Republik dan Komite Nasional Republik.
Dia juga sudah menyumbangkan USD15 juta ke super PAC MAGA Inc. siklus ini dan USD844,600 untuk Komite Trump 47.
5. Harold Hamm
Harold Hamm, seorang raja minyak dan gas pemilik kekayaan USD18,5 miliar, berdasarkan data Forbes, telah menyumbangkan USD614.000 kepada Komite Trump 47 dan USD200.000 untuk super PAC MAGA Inc. yang bersekutu dengan Trump.
Seperti beberapa donor miliarder lainnya, Hamm tidak selalu yakin Trump adalah orang yang tepat untuk tahun 2024. Dia menyumbangkan ribuan untuk Gubernur Florida Ron DeSantis dan mantan Duta Besar Nikki Haley dalam pemilihan pendahuluan.
Bahkan dilaporkan dia mengatakan kepada Trump untuk mengakhiri kampanye presidennya tahun lalu, dengan alasan "kekacauan" yang disebabkan oleh mantan presiden.
Dukungan Hamm mungkin memberikan beberapa wawasan tentang bagaimana Trump melakukannya dengan uang minyak dan gas, yang telah dia cari selama berbulan-bulan. "Republik, Demokrat ... Saya seorang oilocrat," katanya kepada Financial Times pada tahun 2022.
6. Andrew Beal
Bankir Andrew Beal yang berbasis di Texas dengan harta mencapai USD12 miliar, menurut Forbes. Dia telah menghabiskan setidaknya USD1,8 juta untuk kelompok-kelompok pendukung Trump pada tahun 2024, tetapi dukungannya sudah bertahan selama bertahun-tahun. Kedua pria itu dilaporkan berteman, meskipun ada perselisihan bisnis sebelumnya.Pada tahun 2016, Beal membentuk PAC, Save American From Its Government, untuk mendukung pencalonan awal Trump menuju Gedung Putih. Kelompok itu menghabiskan uang untuk iklan surat kabar di negara bagian dan Ia mendanai awal PAC dengan USD2 juta.
"Saya punya banyak uang dan akan membelanjakannya untuk menjadikannya negara yang lebih baik," kata Beal kepada Forbes pada saat itu.
"Tujuan saya adalah membuat negara yang lebih baik dengan memilih Donald Trump," sambungnya.
Pada tahun 2020, Beal menyumbangkan lebih dari USD4 juta kepada komite Trump dan upaya GOP lainnya pada tahun 2020.
7. Bernard Marcus
Salah satu pendiri Home Depot Bernie Marcus telah menyumbangkan jutaan dolar kepada GOP, membuatnya berselisih dengan rekan pendiri dan salah satu pendonor Demokrat, Arthur Blank.Marcus yang memiliki kekayaan USD11 miliar menurut data Forbes, adalah pendukung MAGA awal. Dia menyumbangkan lebih dari USD5 juta ke super PACS terkait Trump pada tahun 2016 dan USD10 juta di 2020.

Marcus dan istrinya juga sudah memberikan setidaknya USD1 juta untuk MAGA Inc. dan USD844.600 kepada Komite Trump 47. Tinggal di Atlanta, Marcus juga telah menghabiskan dana besar dalam persaingan menuju senat utama di Georgia.
Pria berusia lebih dari 90 tahun itu dan istrinya adalah pendonor individu terbesar ketujuh dari Partai Republik pada tahun 2020, seperti dilaporkan Reuters. Dia menggambarkan Trump sebagai "fixer" yang akan membantu ekonomi.
Bernard Marcus, salah satu pendiri Home Depot yang membantu mengembangkan bisnis yang berbasis di Atlanta menjadi perusahaan global, telah meninggal pada usia 95 tahun. Home Depot mengumumkan kematian Marcus pada Selasa pagi, lalu.
8. Tilman Fertitta
Miliarder yang satu ini memberikan setidaknya lebih dari USD407.000 kepada Komite Trump 47, lalu USD306.500 kepada Komite Nasional Partai Republik, USD4.950 kepada Donald J. Trump untuk Presiden 2024, dan USD2.500 kepada Save America PAC.
Dukungan Fertitta dalam pemilu ini bukanlah hal baru, karena dia juga menyumbang untuk kampanye Trump selama siklus pemilu 2020. Catatan FEC menunjukkan bahwa dia menyumbangkan USD35.000 kepada mantan presiden AS itu dan USD35.000 lainnya untuk Komite Nasional Republik pada Februari tahun itu.
9. Bill Ackman
Berharta USD9 miliar versi Forbes, Bill Ackman menjadi pendukung Donald Trump yang sangat vokal di platform X (dulunya Twitter). Pendiri dan CEO Pershing Square itu memilih mantan presiden AS setelah upaya pembunuhan pada bulan Juli, tetapi belum menyumbang untuk kampanyenya.
Dukungan Bill Ackman menandai pergeseran arah politiknya dari tahun 2021, ketika dia mengatakan, bahwa Trump harus "mengundurkan diri" setelah peristiwa 6 Januari.
Dalam postingannya yang mendukung Trump musim panas ini, Ackman mengatakan, bahwa dia mendapat "banyak masukan setelah menghabiskan beberapa jam belum lama ini dengan Presiden Trump." Dia secara teratur me-retweet komentar politik dan data jajak pendapat.
10. Douglas Leone
Namun dia sudah menyumbangkan USD2 juta ke super PAC Right for America. Dia juga menyumbangkan USD1 juta ke PAC Amerika dan ratusan ribu dolar mengalir ke Komite Nasional Partai Republik.
Pada tahun 2020, Leone juga menyumbangkan sekitar USD700.000 untuk kampanye pemilihan kembali Trump.
"Saya menjadi semakin khawatir tentang arah negara kita secara umum, keadaan sistem imigrasi kita rusak, defisit yang membengkak, dan salah langkah kebijakan luar negeri, serta di antara isu-isu lainnya," tulisnya di X.
"Oleh karena itu, saya mendukung mantan Presiden Trump dalam pemilihan mendatang," ucapnya.
Leone mewakili banyak petinggi Silicon Valley yang beralih mendukung mantan presiden tersebut. Pemodal ventura David Sacks dan Chamath Palihapitiya, serta sesama mitra Sequoia Leone, Shaun Maguire, telah mendukung Trump untuk pertama kalinya dalam pemilu Presiden AS kali ini.
11. Jeffery Hildebrand
Jeffery Hildebrand, merupakan pendiri dan CEO perusahaan minyak dan gas Hilcorp, dengan harta kekayaan mencapai USD8 miliar, menurut Forbes. Hildebrand menyumbangkan USD3.300 kepada Donald J. Trump untuk Presiden 2024, Inc., lalu ia juga mendonorkan dana sebesar USD5.000 kepada Save America, dan setidaknya USD413.000 ke Komite Nasional Partai Republik.Selain itu perusahaan raksasa minyak itu juga memberikan dana kepada Partai Republik selama pemilihan pendahuluan, termasuk Doug Burgum, Nikki Haley, Ron DeSantis, Mike Pence, dan Tim Scott. Sejak menjadi calon, Trump telah membuat seruan langsung kepada para pemimpin industri minyak dan gas, dengan menjanjikan kepresidenan di eranya bakal pro-bahan bakar fosil dan anti-regulasi.
12. Kelcy Warren
Kelcy Warren, chairman dan mantan CEO perusahaan pipa Energy Transfer Partners dengan kekayaan bersih USD7 miliar, sudah memberikan USD814.600 kepada Komite Trump 47, ditambah USD5 juta untuk super PAC MAGA Inc., dan setidaknya USD413.000 kepada Komite Nasional Partai Republik. Pada tahun 2020, dia juga menyumbangkan USD10 juta untuk PAC super pro-Trump.Perusahaan Warren adalah pemilik Dakota Access Pipeline, yang pembangunannya memicu protes besar dari aktivis lingkungan dan Standing Rock Indian Reservation di tahun 2016.

Meskipun dia adalah pendonor utama Trump pada tahun 2020, dia juga menyumbangkan USD26,400 ke PAC super pro-DeSantis pada Juni 2023. Pada bulan Mei, Trump mendapat dukungan penuh. Kelcy Warren ikut menyelenggarakan penggalangan dana untuk Trump di Houston bulan itu, bersama dengan acara lain di Dallas, yang menghasilkan USD15 juta untuk Trump, seperti dilansir Reuters.
13. Paul Singer
Raksasa Hedge fund, Paul Singer diketahui sudah menyumbangkan dana mencapai USD5 juta ke super PAC MAGA Inc. Sementara itu Paul Singer diperkirakan memiliki kekayaan sebesar USD6 miliar.
Investor Wall Street yang sebelumnya mendukung Nikki Haley di pendahuluan dan memberikan USD5 juta kepada SFA Fund Inc. yang selaras dengan Haley pada Desember 2023, telah memberikan lebih dari USD40 juta kepada kelompok politik ini. Termasuk USD10 juta yang masing-masing untuk Dana Kepemimpinan Kongres dan Dana Kepemimpinan Senat super PAC.
14. Jan Koum
Koum adalah pendukung Nikki Haley yang vokal dan murah hati selama pemilihan pendahuluan Partai Republik dan menyumbangkan setidaknya USD10 juta untuk kampanyenya. Dengan kekayaan bersih USD16,3 miliar, pria berusia 48 tahun itu juga telah memberikan puluhan ribu kepada partai Republik di beberapa negara bagian, termasuk Michigan dan Georgia.
Aktivisme politikmenjadi hal baru bagi Koum, meski dia dulu cukup apolitis, seperti diungkap Puck News tahun lalu.
15-16. Richard dan Elizabeth Uihlein
Harta Richard dan Elizabeth Uihlein jika digabungkan bisa mencapai USD12 miliar, dimana keduanya mendapatkan pundi-pundi kekayaannya dari perusahaan pengemasan dan pengiriman yakni Uline. Keduanya diketahui sudah lama menjadi pendonor yang dapat diandalkan untuk berbagai tujuan dan kandidat konservatif, termasuk mendanai upaya untuk mempersulit amandemen konstitusi Ohio pada tahun 2023.
Uihlein memulai siklus ini dengan mendukung tawaran presiden Gubernur Florida Ron DeSantis, dan masing-masing memberikan USD1,5 juta kepada PAC super DeSantis, Never Back Down.
Setelah Trump ditentukan untuk menjadi calon, mereka masing-masing memberikan USD5 juta kepada super PAC MAGA Inc. yang selaras dengan Trump dan sejak saat itu terus memberikan ribuan kepada Donald J. Trump pada ajang Pemilihan Presiden 2024, Inc.
17. Ike Perlmutter
Anggota Mar-a-Lago, yang memiliki kekayaan bersih USD5 miliar, menurut Forbes, dan istrinya telah memberikan lebih dari USD20 juta untuk Right for America, PAC super pro-Trump.
Nelson Peltz - sesama miliarder dan mitra dalam pengambilalihan Disney yang gagal - mengatakan kepada Financial Times bahwa dia juga akan memilih Trump, meskipun meminta maaf karena mendukung kandidat lain sebelumnya.
18. Joe Ricketts
Joe Ricketts, pendiri dan mantan CEO TD Ameritrade, menurut Forbes memiliki kekayaan senilai USD4 miliar. Dia telah memberikan USD824.600 kepada Komite Trump 47, dan istrinya, Marlene menyumbangkan setidaknya USD814.600. Mereka adalah salah satu pendonor terbesar, dimana sudah memberikan lebih dari USD20 juta untuk tujuan GOP pada tahun 2020, dilaporkan Forbes.
Pada 2019, Ricketts - yang keluarganya memiliki Chicago Cubs - ditemukan telah mengirim email rasis dan Islamofobia selama pemilihan 2012, yang kemudian dia meminta maaf.
Sebagai informasi tahun lalu, salah satu putra Ricketts - mantan Gubernur Nebraska Pete Ricketts - ditunjuk ke Senat AS setelah mantan Senator Ben Sasse memilih untuk pensiun. Ricketts yang lebih muda kemungkinan akan terpilih untuk sisa masa jabatan Sasse.
19. John Paulson
Dia telah lama menjadi rekan mantan presiden dan menjadi penasehat tentang masalah ekonomi. Bloomberg baru-baru ini melaporkan bahwa dia dapat menjabat sebagai Menteri Keuangan di bawah pemerintahan Trump yang kedua.
Pada bulan April, Paulson menjamu Trump dan istrinya, Melania untuk penggalangan dana di rumahnya di Palm Beach. Acara itu dihadiri oleh beberapa miliarder dan dikabarkan berhasil mengumpulkan lebih dari USD50 juta.
20. Steve Wynn
Pemilik kasino dan pengembang real estate, Steve Wynn telah memberikan USD806.300 kepada Komite Trump 47 pada tahun ini. Wynn, merupakan seorang megadonor GOP lama dengan kekayaan bersih USD4 miliar, menurut Forbes, dimana Ia menjabat sebagai wakil chairman komite perdana Trump pada 2017.
Pada tahun 2020, Wynn menyumbangkan setidaknya USD12 juta untuk berbagai tujuan Partai Republik.
21. Woody Johnson
Woody Johnson, pewaris kekayaan farmasi Johnson and Johnson dan salah satu pemilik New York Jets dengan saudaranya, telah menggunakan kekayaannya senilai USD3 miliar, untuk menjadi salah satu pendukung terbesar Trump.
Dia memberikan USD1 juta kepada super PAC MAGA Inc. yang bersekutu dengan Trump, ditambah dia dan istrinya Suzanne masing-masing menyumbangkan USD806.300 untuk Komite Trump 47.
Johnson sempat menjabat sebagai Duta Besar AS untuk Inggris selama masa kepresidenan Trump.
22. Warren Stephens
Bankir investasi Warren Stephens, dengan harta kekayaan sebesar USD3 miliar, telah menyumbangkan USD2 juta ke MAGA Inc. super PAC dan USD250.000 kepada Komite Trump 47 pada pesta politik kali ini.Di awal dukungannya, Ia mendonasikan lebih dari USD2 juta kepada Nikki Haley selama pemilihan pendahuluan, tetapi mendukung Trump pada tahun 2020, serta memberikan lebih dari USD3 miliar kepada kelompok-kelompok yang mendukung mantan presiden AS itu.
23-24. Cameron dan Tyler Winklevoss
Pada bulan Juni, ketika mereka mendukung Trump, Tyler memanggilnya "pro-Bitcoin, pro-crypto, dan pro-bisnis," serta menambahkan, bahwa Biden telah "secara terbuka menyatakan perang terhadap crypto."
25. Linda McMahon
Linda McMahon, yang mendirikan World Wrestling Entertainment bersama suaminya Vince - yang kekayaan bersihnya adalah USD2,5 miliar versi Forbes - telah memberikan lebih dari USD15 juta kepada super PAC MAGA Inc. yang bersekutu dengan Trump, bersama dengan USD814.600 untuk Komite Trump 47.
Dia juga memberikan jutaan dolar kepada Trump pada tahun 2016 dan lebih dari USD15 juta untuk super PAC pemilihannya kembali pada tahun 2020. Di bawah Trump, McMahon ditunjuk sebagai kepala Small Business Administration dari 2017 hingga 2019. Dia juga chairman dewan America First Policy Institute, sebuah think tank yang selaras dengan Trump.
26. Jimmy John Liautaud
Orang di balik jaringan restoran Jimmy John sandwich sudah memberikan lebih dari USD3 juta kepada kelompok Trump sejauh ini. Pengusaha yang memiliki harta kekayaan mencapai USD2,4 miliar, juga memberikan sejumlah dana termasuk USD1 juta untuk MAGA Inc. super PAC, USD1 juta untuk America super PAC, dan USD844.600 kepada Komite Trump 47.Liautaud terlibat dalam pemerintahan Trump edisi pertama, dimana Ia bertugas di Great American Economic Revival Industry Group for Food and Beverage. Miliarder itu mendukung Trump pada tahun 2020 ke Gedung Putih - bersama dengan istrinya, Leslie, dia menyumbangkan USD100.000 selama siklus pemilihan itu.
Namun pada tahun 2016, Leslie Liautaud memberikan banyak sumbangan kepada Hillary Clinton.
27. Timothy Dunn
Raja minyak dan juga pendeta, Timothy Dunn memiliki harta senilai USD2,2 miliar, dan telah menyumbangkan USD5 juta ke super PAC MAGA Inc. tahun lalu.Pada tahun 2022, ia menyumbangkan lebih dari USD1.8 juta ke Partai Republik dan juga memberi kepada Trump pada tahun 2020. Dia adalah donor aktif dalam politik Texas, dengan mendonorkan hampir USD10 juta kepada Defend Texas Liberty PAC yang konservatif, menurut Texas Monthly, yang melaporkan keterlibatannya dalam gerakan nasionalisme Kristen.
28. Geoffrey Palmer
Geoffrey Palmer, seorang pengembang real estat yang berbasis di Los Angeles mempunyai harta kekayaan mencapai USD2 miliar, menurut Forbes. Geoffrey Palmer telah memberikan USD2 juta kepada super PAC MAGA Inc. Trump dan USD814.600 kepada Komite Trump 47.Palmer telah mengumpulkan teman-temannya yang kaya di Los Angeles untuk menyumbang kepada mantan presiden AS Donald Trump, ditambah serta menyelenggarakan beberapa penggalangan dana, termasuk salah santunya pada September 2023, lalu.
29. Phil Ruffin
Phil Ruffin, seorang raja kasino dengan harga USD2,6 miliar, sudah mendonasikan USD2 juta untuk super PAC MAGA Inc. Trump, USD814.600 kepada Komite Trump 47, dan setidaknya USD413.000 untuk Komite Nasional Partai Republik.Ruffin adalah rekan lama dan mitra bisnis Trump - dia memiliki Trump International Hotel di Las Vegas bersama Trump Organization. Ruffin juga menemani Trump ke Moskow pada tahun 2013 untuk Kontes Miss Universe.
30-31. Marc Andreessen dan Ben Horowitz
Marc Andreessen dan Ben Horowitz, salah satu pendiri perusahaan modal ventura Andreessen Horowitz, mengumumkan kepada karyawan mereka bahwa mereka akan menyumbang ke PAC yang bersekutu dengan Trump, dilaporkan oleh The Information melaporkan di bulan Juli.Kedua pria itu menyumbangkan USD2,5 juta ke Right for America PAC, yang ingin "memastikan Presiden Donald J. Trump menang dalam pemilihan presiden 2024," menurut situs webnya.

Horowitz mengubah nada suaranya pada awal Oktober, memberi tahu karyawan dalam email bahwa dia dan istrinya berencana untuk memberikan "sumbangan signifikan" untuk mendukung Harris. Dalam email itu, dia mengatakan bahwa dia telah mengenal Harris selama lebih dari satu dekade dan menganggapnya "teman baik."
Dia menahan diri untuk tidak menawarkan dukungan, dan sebuah sumber mengatakan kepada Axios bahwa Horowitz berharap dapat menjaga hubungan kerja dengan kedua kandidat.
Sementara itu Andreessen menurut Forbes, memiliki harta senilai USD1,8 miliar, Ini adalah pergeseran bagi raksasa Silicon Valley, yang pada tahun 2016 mengatakan dia akan memilih Hillary Clinton.
32. Timothy Mellon
Timothy Mellon adalah donor terbesar Trump masa siklus kampanye tahun ini. Miliarder dengan harta setidaknya USD1 miliar ini merupakan pewaris kekayaan perbankan Mellon, dan sudah menyumbangkan USD125 juta kepada Trump.33-34. Kelly Loeffler dan Jeff Sprecher
Pada tahun 2022, Jeff Sprecher diperkirakan punya harta sebanyak USD1 miliar. Loeffler masuk Senat usai ditunjuk oleh Gubernur Georgia Brian Kemp pada akhir 2019 setelah kematian Senator Johnny Isakson. Dia kemudian kalah dalam pemilihan putaran kedua pada Januari 2021 dari Demokrat Raphael Warnock, yang memenangkan masa jabatan penuh pada tahun 2022.
Sementara itu, Sprecher adalah CEO Intercontinental Exchange dan sebelumnya menjabat sebagai ketua Bursa Efek New York.
35-36. Robert dan Rebekah Mercer
Robert Mercer, mantan CEO hedge fund yang menurut The New York Times, adalah seorang miliarder yang sudah menyumbangkan USD814.399 kepada Komite Trump 47. Baik Robert dan putrinya Rebekah telah menjadi kontributor utama untuk pro-Trump.
Pada tahun 2016, mereka membantu menghubungkan Trump dengan tim kampanyenya, dan meskipun mereka bukan pendukung vokal mantan presiden AS itu pada tahun 2020. Namun mereka telah muncul kembali sebagai tuan rumah penggalangan dana dalam periode kali ini.
37. Robert Bigelow
"Saya akan memberinya lebih banyak uang dan pergi tanpa makanan," kata Bigelow kepada Time setelah menuangkan lebih dari USD20 juta ke super PAC "Never Back Down" gubernur Florida pada Maret 2023.
Sejak saat itu, miliarder ini menurut Las Vegas Sun, menyumbangkan sekitar USD15 juta kepada kelompok-kelompok yang bersekutu dengan Trump sejak Februari 2024. Dia mengatakan kepada Reuters pada bulan Januari, bahwa dia juga akan menyumbangkan USD1 juta untuk membayar biaya hukum Trump.
"Saya hanya bersimpati. Mereka tidak meminta apa pun dari saya," kata Bigelow.
38. Jos� "Pepe" Fanjul
Jos� "Pepe" Fanjul, seorang pengusaha gula, telah memberikan USD814.600 kepada Komite Trump 47 dan setidaknya USD413.000 kepada Komite Nasional Partai Republik. Menurut NBC, Pepe menjadi tuan rumah penggalangan dana untuk mantan presiden AS itu.
Sementara Fanjul telah lama menjadi megadonor GOP, saudaranya Alfonso memiliki sejarah sebagai megadonor utama Demokrat.
39. Edward Roski
Sebagai presiden dan chairman Majestic Realty, Roski memiliki real estat industri dengan luas lebih dari 91 juta kaki persegi dan bernilai USD7,8 miliar, menurut Forbes. Dia menyumbangkan USD200.000 kepada kelompok-kelompok yang bersekutu dengan Trump dan Komite Nasional Partai Republik, seperti diperlihatkan FEC.Selain pekerjaannya sebagai pengembang properti yang berbasis di Los Angeles, Roski adalah salah satu pemilik LA Lakers, LA Kings, dan Staples Center.
40. Ron Cameron
Pada Juni 2023, Ron Cameron memberikan USD500,000 kepada super PAC yang mendukung mantan Wakil Presiden Mike Pence. Kemudian pada tahun yang sama, ia menyumbang ke PAC yang berafiliasi dengan tawaran presiden yang merupakan mantan duta besar PBB Nikki Haley. Namun, ketika calon presiden dari Partai Republik menjauh, Cameron mengarahkan dananya ke Trump.Cameron berbasis di Arkansas dan CEO Mountaire Farms, perusahaan ayam terbesar keempat di negara itu menurut situs webnya. Pada Juli 2024, dia menyumbangkan USD1 juta ke PAC yang bersekutu dengan Trump, Make America Great Again. Meskipun Cameron menjaga, namun dia secara konsisten menyumbang kepada Partai Republik dan menghabiskan banyak uang selama pertengahan tahun 2022.
Kamala Harris ke Pendukungnya: Kita Harus Terima Hasil Pemilu
Kamala Harris ke Pendukungnya: Kita Harus Terima Hasil Pemilu [220] url asal
#kamala-harris #joe-biden #pilpres-amerika #pemilu-as
(MedCom) 07/11/24 14:20
v/17672839/
Washington: Kandidat calon presiden AS sekaligus petahana Wakil Presiden Kamala Harris meminta para pendukungnya untuk menerima kekalahannya dalam Pemilu 2024.Harris mengaku memahami kekecewaan mendalam yang dirasakan oleh banyak pendukungnya, dengan mengatakan bahwa hasil Pilpres AS kali ini bukan lah yang mereka inginkan, pilih, dan perjuangkan.
"Saya tahu orang-orang merasakan dan mengalami berbagai emosi saat ini. Saya mengerti. Namun, kita harus menerima hasil pemilu ini," kata Harris kepada para pendukungnya yang berkumpul di Howard University, Washington DC, Rabu, 6 November 2024.
Calon presiden Partai Demokrat itu pun mengatakan telah berbicara dengan Presiden terpilih Donald Trump dan mengucapkan selamat atas kemenangannya.
"Saya juga mengatakan kepadanya (Trump) bahwa kami akan membantu dia dan timnya dalam masa transisi mereka, dan bahwa kami akan bekerja sama dalam pengalihan kekuasaan secara damai," ujar Harris.
Ia mendesak pendukung Demokrat untuk tidak menyerah setelah hasil pemilu, tetapi sebaliknya justru menyingsingkan lengan baju, berorganisasi, dan tetap bekerja demi kebebasan dan keadilan serta masa depan yang bisa dibangun bersama.
"Saya tahu banyak orang merasa kita sedang memasuki masa gelap, tetapi demi kebaikan kita semua, saya harap itu tidak terjadi. Tetapi begini masalahnya, Amerika, jika memang demikian, mari kita penuhi langit dengan cahaya dari miliaran bintang yang cemerlang, cahaya optimisme, iman, kebenaran, dan pelayanan," kata Harris. Sumber: Anadolu
AFP PHOTO/Brendan Smialowski/Angela Weiss
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(WWD)
Donald Trump Menang Pilpres, Dolar AS Lesu
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap rupiah pagi ini. [229] url asal
#trump #amerika #lesu #pilpres-amerika-serikat #anjloknya-nilai-tukar-dolar-as #posisi-dolar-as #pilpres #anjlok #pilpres-amerika #amerika-serikat #ambang #serikat #donald #rti #yuan #euro #nilai-tukar-dolar-amerik
(detikFinance - Bursa Valas) 07/11/24 09:44
v/17652014/
Jakarta - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap rupiah pagi ini. Dolar AS berada pada posisi Rp 15.799/US$ atau melemah 29 poin (0,18%) pada pukul 9.04 WIB.
Anjloknya nilai tukar dolar AS ini terjadi usai Donald Trump disebut memenangkan Pilpres Amerika Serikat tahun ini. Media terkemuka Amerika Serikat (AS), Fox News mengumumkan Trump menang Pilpres dan menyebut Trump telah meraup 277 suara elektoral, melampaui ambang batas yang dibutuhkan untuk memenangi pilpres
Dikutip dari RTI, Kamis (7/11/2024), dolar AS dibuka pada level Rp 15.828/US$. Namun tidak lama berselang, sekitar pukul 09.04 nilainya anjlok ke posisi Rp 15.799/US$.
Pagi ini dolar AS bergerak di level tertinggi Rp 15.828/US$ dan level terendah Rp 15.625/US$. Secara mingguan dolar AS tercatat menguat 0,69% dan secara bulanan dolar AS menguat 0,89%.
Kemudian secara tiga bulanan dolar AS minus 0,60%. Secara 6 bulanan melemah 1,42%. Lalu secara year to date dolar AS menguat 2,62%. Serta secara tahunan menguat 0,95%.
Sedangkan posisi Dolar AS dengan sejumlah mata uang sebagian besar melemah. Contohnya seperti terhadap dolar Australia, dolar AS terpantau minus 0,26%, terhadap Poundsterling melemah 0,10%. Lalu terhadap Yen melemah 0,11% dan terhadap dolar Singapura juga melemah 0,02%.
Sementara itu, terhadap Euro menguat 0,07%. Kemudian terhadap Yuan menguat 0,11%.
(kil/kil)
BRICS: Apa Arti Kemenangan Donald Trump bagi Dedolarisasi?
Di tengah tantangan yang sedang berlangsung terhadap mata uang negara-negara BRICS, kemenangan Donald Trump telah mengubah lanskap prospek dedolarisasi. Di tengah... | Halaman Lengkap [339] url asal
#donald-trump #brics #dedolarisasi #sanksi-barat #pilpres-amerika-serikat
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 07/11/24 08:06
v/17647368/
JAKARTA - Di tengah tantangan yang sedang berlangsung terhadap mata uang negara-negara BRICS, kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat 2024 telah mengubah lanskap prospek dedolarisasi.Aliansi yang dibangun China dan Rusia ini telah lama menentang dolar AS sebagai upaya membentuk kembali tatanan ekonomi global. Namun, upaya tersebut akan menemui hambatan baru.
Sepanjang kampanyenya, Donald Trump konsisten menyuarakan perlunya memperkuat dolar AS sebagai mata uang global. Trump memastikan akan membuat kebijakan untuk menantang negara-negara yang ingin mengikuti jejak BRICS.
Sejak tahun 2022, aliansi BRICS telah merangkul inisiatif dedolarisasi. Didorong oleh sanksi Barat terhadap Rusia atas invasinya ke Ukraina dengan berupaya keras mengurangi ketergantungan internasional pada greenback.
Selama hampir dua tahun terakhir, ideologi tersebut telah menikmati pertumbuhan yang luar biasa. BRICS telah mendapatkan penantang baru dengan kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden 2024 yang kemungkinan besar akan menghancurkan upaya-upaya dedolarisasi global. Trump selama kampanyenya tidak malu-malu dalam menyuarakan sikap terhadap gerakan yang sedang berkembang ini.
"Saya akan mengatakan, Anda meninggalkan dolar, Anda tidak berbisnis dengan Amerika Serikat," ujar Trump dalam sebuah rapat umum di Wisconsin, dikutip dari Watcher Guru, Kamis (7/11/2024). "Karena kami akan mengenakan tarif 100% untuk barang-barang Anda," tandas Trump.
Itu bukanlah sebuah insiden yang terisolasi. Trump terus memperjuangkan perlunya mempertahankan greenback sebagai mata uang dunia.
"Jika kita kehilangan dolar sebagai mata uang dunia, saya pikir itu sama saja dengan kalah perang," katanya kepada Economic Club pada sebuah pertemuan di New York.
Mentalitas America First tersebut telah mendorong rekor reaksi terhadap kepresidenan. Indeks Dow Jones Industrial dan S&P 500 mencapai rekor tertinggi di awal pembukaan. Selain itu, dolar AS melonjak dengan indeks dolar naik sebanyak 1,8%, kenaikan terbesar dalam satu hari sejak Juni 2016. Situasi menjadi semakin sulit bagi blok BRICS dengan kemenangan Partai Republik.
BRICS telah menggunakan metode mata uang alternatif sebagian besar tahun lalu, tetapi mereka mungkin juga mengincar perubahan. Awal tahun ini, Trump mengisyaratkan akan mempertimbangkan untuk mencabut sanksi dan mendorong penggunaan dolar dan menarik untuk melihat bagaimana blok ini merespons jika hal itu terjadi.
Kemenangan Donald Trump Bisa Jadi Ujian buat Ekonomi RI
Donald Trump diprediksi menang Pilpres AS 2024, namun kebijakannya berpotensi berdampak negatif pada ekonomi Indonesia, termasuk nilai tukar rupiah dan ekspor. [672] url asal
#detikcom #trump #kampanyenya #perubahan #dolar-as #kebijakan-ekonomi-trump #perlambatan-ekonomi #pilpres-amerika-serikat #laba-forexindo-berjangka #the-fed #kebijakan-donald-trump #pilpres #pilpres-amerika #pie
(detikFinance - Market Research) 07/11/24 07:30
v/17642865/
Jakarta - Donald Trump memenangkan Pilpres Amerika Serikat (AS) 2024. Trump meraup 277 suara elektoral, melampaui ambang batas yang dibutuhkan untuk memenangkan pilpres. Meski begitu, kemenangan Trump berpotensi memberikan dampak negatif terhadap ekonomi Indonesia.
Kepala Ekonom Permata Institute for Economic Research (PIER), Josua Pardede menjelaskan sejumlah rencana kebijakan Donald Trump jika resmi jadi Presiden AS dapat memberikan dampak langsung maupun tidak langsung terhadap perekonomian Indonesia.
Salah satunya, rencana Donald Trump yang ingin memangkas pajak perusahaan dari 21% menjadi 15% untuk perusahaan yang memproduksi di AS dan tidak ada perubahan pada pajak capital gain.
"Kebijakan ini akan membuat investasi di dalam negeri AS lebih menarik, sehingga ada risiko capital outflow dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, menuju AS. Ini bisa mempengaruhi nilai tukar rupiah karena potensi arus modal keluar," terang Josua kepada detikcom, Rabu (6/11/2024) kemarin.
Kemudian jika Trump diasumsikan kembali menjadi presiden AS, maka terdapat potensi penguatan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang lain sebagai hasil dari pendapatan tarif yang mungkin dialokasikan untuk stimulus fiskal.
"Penguatan dolar AS berpotensi memberikan tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Hal ini bisa meningkatkan biaya impor bagi Indonesia dan menambah tekanan inflasi domestik," jelasnya.
Kemudian, menurut Josua berbagai kebijakan ekonomi Trump yang cenderung meningkatkan defisit fiskal lebih besar dapat mendorong inflasi di AS, sehingga rencana penurunan suku bunga bank sentral AS atau The Fed akan sangat terpengaruh.
Kembali lagi, kondisi ini diperkirakan kembali menekan nilai tukar rupiah terhadap AS. Pada akhirnya penguatan dolar AS akan mempersempit peluang Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan.
"Defisit fiskal AS yang lebih besar dapat mendorong inflasi di AS, yang berpotensi membatasi ruang penurunan suku bunga Fed ke depannya diperkirakan berpotensi mendorong penguatan dolar AS terhadap mata uang negara berkembang termasuk rupiah. Potensi penguatan dolar AS tersebut berimplikasi pada berkurangnya ruang penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia," papar Josua.
Kemudian ada juga sejumlah rencana terkait China yang secara tak langsung akan berdampak terhadap Indonesia. Trump berpotensi menaikkan tarif impor terhadap produk asal China yang diperkirakan dapat membatasi kinerja ekspor hingga pertumbuhan ekonomi negara itu.
Disebut-sebut, Trump ingin menetapkan bea tambahan 60-100% produk impor dari China. Padahal pelemahan ekonomi China diperkirakan berdampak negatif pada permintaan komoditas dari Indonesia.
"Indonesia yang sangat bergantung pada China sebagai mitra dagang utama bisa mendorong penurunan kinerja ekspor Indonesia sehingga pada akhirnya akan mempengaruhi kinerja nilai tukar rupiah," ungkap Josua.
Belum lagi rencana penambahan bea impor ini turut berpotensi dihadapi Indonesia mengingat Trump juga ingin menambahkan bea impor 10-20% secara menyeluruh. Kenaikan harga komoditas tertentu yang dipicu tarif juga dapat meningkatkan biaya impor bagi Indonesia
Pada akhirnya Josua berpendapat berbagai rencana kebijakan Trump ke depan dapat memberikan dampak yang cukup buruk terhadap perekonomian Indonesia, baik secara langsung maupun tidak langsung.
"Kebijakan Donald Trump yang lebih proteksionis dan pro Amerika bisa menciptakan lingkungan ekonomi global yang lebih menantang bagi Indonesia dengan potensi penguatan dollar AS ke depannya, tekanan inflasi, dan ketegangan tensi dagang antara China dan AS," pungkasnya.
Sementara itu, Ekonom sekaligus Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi berpendapat terpilihnya Trump sebagai presiden AS kemungkinan besar tidak akan memberi dampak langsung terhadap Indonesia.
Ia khawatir salah satu kampanye Trump yang akan mengenakan sanksi kepada negara yang enggan menggunakan dolar AS dalam perdagangan internasional. Hal inilah yang ditakutkan akan menyasar Indonesia juga.
"Donald Trump sudah dalam kampanyenya mengatakan bahwa siapa saja negara yang dalam perdagangan internasional tidak menggunakan dolar ini akan mendapatkan saksi 100%. Nah, ini apakah nanti akan diterapkan atau tidak, kita tinggal lihat saja nanti," kata Ibrahim.
Ia juga menggarisbawahi peluang perang dagang AS lawan China jilid II yang akan berpengaruh terhadap ekspor Indonesia ke Negeri Tirai Bambu. Padahal China hingga saat ini merupakan mitra dagang utama Indonesia.
"Ada ketakutan peran dagang, karena ya Donald Trump sendiri sudah mengatakan akan melakukan perang dagang dengan Tiongkok. Indonesia saat ini kan fokus kebanyakan ekspor-impornya, perdagangannya kan kebanyakan adalah dengan Tiongkok. Ya, dengan Tiongkok, dengan Jepang, dengan Korea Selatan. Sehingga yang sekarang sedang difokuskan oleh Indonesia itu adalah bagaimana Tiongkok ini agar kembali pulih dari perlambatan ekonomi," terang Ibrahim.
(fdl/fdl)
Akui Kekalahan, Kamala Harris Ucapkan Selamat Kepada Presiden Terpilih Donald Trump
Hingga pagi ini, Trump meraih 294 suara elektoral dan mengukuhkan kemenangan di Pemilu Amerika Serikat. Kamala Harris pun secara terbuka mengakui kekalahannya. [698] url asal
#kamala-harris-ucapkan-selamat-kepada-donald-trump #kamala-harris-akui-kekalahan #kamala-harris-akui-kekalahan-di-pemilu-amerika #donald-trump-menang #donald-trump-menang-pilpres-amerika #donald-trump
(Bisnis.Com - Terbaru) 07/11/24 07:25
v/17643162/
Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris secara terbuka mengakui kekalahan dalam Pemilihan Presiden 2024 dari pesaingnya, Donald Trump.
Harris mengatakan kepada para pendukungnya untuk menerima kekalahan atas Trump, tetapi mendesak mereka untuk terus memperjuangkan cita-cita yang dianutnya dalam kampanyenya.
"Saya tahu orang-orang sedang merasakan dan mengalami berbagai emosi saat ini. Saya mengerti. Tapi kita harus menerima hasil pemilu ini," kata Harris di Howard University, Washington, dikutip dari Bloomberg pada Kamis (7/11/2024).
Hal itu menjadi pernyataan publik pertama Harris sejak Trump melakukan salah satu kebangkitan politik paling menakjubkan dalam sejarah AS.
"Sebelumnya hari ini, saya berbicara dengan presiden terpilih Trump dan mengucapkan selamat atas kemenangannya. Saya juga mengatakan kepadanya bahwa kami akan membantu dia dan timnya dalam transisi mereka dan bahwa kami akan melakukan transfer kekuasaan secara damai," ujar Harris.
Harris mengatakan meskipun dia mengakui kekalahan pada pemilu ini, dia tidak akan berhenti melanjutkan perjuangan yang memicu kampanye ini.
"Hasil pemilu ini bukanlah apa yang kami inginkan. Bukan apa yang kita perjuangkan, bukan apa yang kita pilih, tapi dengarkan saya ketika saya berkata: janji Amerika akan selalu menyala terang selama kita tidak pernah menyerah dan selama kita terus berjuang," kata Harris.
Presiden Joe Biden juga menyatakan komitmennya terhadap transisi yang lancar dan bekerja sama untuk menyatukan negara melalui panggilan telepon dengan Trump, menurut Gedung Putih. Presiden mengundang Trump untuk menemuinya di Gedung Putih dalam waktu dekat.
Biden juga berbicara melalui telepon dengan Harris untuk mengucapkan selamat kepadanya karena telah menjalankan kampanye bersejarah. Gedung Putih menyebut, Biden akan menyampaikan pidato kepada masyarakat AS untuk membahas hasil pemilu dan transisinya pada Kamis waktu setempat.
Pidato Harris menarik perhatian sejumlah tokoh Demokrat terkemuka, termasuk Ketua Komite Nasional Demokrat Jaime Harrison dan mantan Ketua DPR Nancy Pelosi, dan memulai periode saling tuding dan refleksi diri bagi partai tersebut setelah kekalahan pemilu yang mengejutkan.
Terpilihnya Trump sebagai presiden Amerika Serikat yang ke-47 membuat Trump berhasil membalikkan keadaan dan partainya mengambil kembali kendali Senat AS dalam jajak pendapat menjelang Hari Pemilu yang dianggap sebagai persaingan ketat dalam pemilihan presiden.
Adapun, kendali atas DPR AS belum ditentukan, dengan beberapa pemilihan yang masih terlalu dekat untuk diputuskan, namun harapan Partai Demokrat untuk merebut kembali majelis tersebut semakin memudar.
Sebagai wakil presiden, Harris akan mengawasi sertifikasi kemenangan pemilu Trump oleh Kongres pada bulan Januari—sebuah proses yang pada tahun 2021 menyebabkan gerombolan pendukungnya menyerang Capitol AS untuk mengganggu proses setelah kemenangan pemilu Biden.
Harris menyampaikan argumen penutupnya kepada para pemilih minggu lalu dari Ellipse dekat Gedung Putih, tempat yang sama di mana Trump berbicara kepada para pendukungnya menjelang pemberontakan pada 6 Januari 2021.
Kekalahan Harris dalam pemilu mengakhiri kampanye besar bagi wakil presiden perempuan pertama di negara itu, yang berupaya membuat sejarah dengan menjadi presiden perempuan pertama AS.
Harris hanya berkampanye selama 107 hari—terpaksa meningkatkan operasi kampanyenya setelah keputusan Biden untuk keluar dari pencalonan dan mendukungnya.
Calon presiden dari Partai Demokrat, meski merupakan bagian dari pemerintahan petahana, mendesak para pemilih untuk mengubah keputusannya. Namun dia tidak bisa lepas dari rasa frustrasi para pemilih terhadap Biden—terutama akibat inflasi yang tinggi selama beberapa dekade dan lonjakan migran melintasi perbatasan AS-Meksiko.
Trump memanfaatkan kekhawatiran para pemilih tersebut dalam salah satu kontestasi yang paling terpolarisasi dalam sejarah – sebuah pemilu yang belum pernah terjadi sebelumnya yang membuatnya selamat dari dua upaya pembunuhan dan tantangan hukum, termasuk menjadi mantan presiden AS pertama yang dihukum karena melakukan kejahatan.
Presiden terpilih ini menunjukkan kinerja yang sangat baik di beberapa wilayah dan kelompok-kelompok penting dibandingkan dengan kampanyenya pada tahun 2020 ketika ia berhasil mencapai kebangkitan politik yang menakjubkan.
Harris sangat fokus pada jumlah pemilih perempuan, dan dia berjanji untuk berupaya memulihkan hak aborsi federal setelah keputusan Mahkamah Agung AS membatalkan Roe v. Wade, namun ia tidak mampu memperbaiki kinerja Biden dalam kaitannya dengan perempuan.
Dilansir dari Reuters, hingga Rabu (6/11/2024) pukul 19.25 waktu AS atau Kamis (7/11/2024) pukul 07.25 WIB, Trump tercatat telah meraih 294 suara elektoral (electoral college). Untuk terpilih sebagai presiden, para kandidat harus meraih lebih dari 270 suara elektoral.
Perhitungan suara masih berlangsung di sejumlah negara bagian, seperti Nevada, Arizona, dan Maine. Namun, perolehan suara elektoral di atas 270 memastikan Trump untuk kembali menduduki Gedung Putih.
Trump Menang Pilpres AS 2024, Apa Artinya bagi Ekonomi Dunia?
Calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik Donald Trump mengumumkan telah memenangi pemilihan presiden Amerika Serikat 2024. Calon Presiden Amerika... | Halaman Lengkap [806] url asal
#amerika-serikat #donald-trump #pilpres-amerika-serikat #pilpres-as #ekonomi-dunia
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 07/11/24 07:20
v/17647370/
JAKARTA - Calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik Donald Trump mengumumkan telah memenangi pemilihan presiden Amerika Serikat 2024. Dalam pidato pada Rabu (6/11/2024) dini hari di Florida atau Rabu sore WIB, Trump menyebut kemenangannya sebagai gerakan politik terbesar sepanjang masa.Dengan kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih, ide-ide ekonominya dapat segera menjadi kenyataan didukung Partai Republik yang telah menguasai Senat AS sehingga memudahkan Trump untuk meloloskan ide-ide ekonominya menjadi undang-undang. Apa arti kemenangan Donald Trump bagi perekonomian dunia?
1. Kenaikan Tarif
Kemenangan Trump akan memberikan guncangan baru pada ekonomi global. Banyak ide ekonominya yang mirip dengan saat pertama kali berkuasa. Namun kali ini, gagasan-gagasan tersebut lebih halus dan ia memiliki lebih banyak pengalaman dan tekad untuk mewujudkannya.
Trump telah menjanjikan tarif 10% atau 20% untuk semua barang yang diimpor ke AS dan bahkan tarif yang lebih tinggi lagi, yaitu 60%, untuk barang-barang buatan China. Pada saat yang sama, ia juga berjanji untuk membawa pulang industri manufaktur, memotong pajak, dan mendeportasi jutaan imigran gelap.
Meskipun beberapa dari janji-janji ini mungkin tampak ekstrem, namun cukup untuk meyakinkan banyak pemilih yang berjuang dengan harga makanan dan perumahan yang lebih tinggi bahwa mereka lebih baik mendukung Trump secara ekonomi.
2. Reaksi Pasar Global
Kebijakan-kebijakan Trump akan berdampak besar pada ekonomi AS, tetapi juga akan memiliki efek riak yang besar di seluruh dunia. Sebelum pemilu, bisnis di seluruh dunia telah memperhitungkan kemenangan Partai Demokrat atau Partai Republik dan membuat rencana kontinjensi.
Sekarang, setelah kemenangan Partai Republik terwujud, pasar bereaksi. Pasar saham di Asia, yang pertama kali dibuka setelah pemilu, memiliki reaksi beragam terhadap kemenangan Trump.
Nikkei Jepang dan S&P/ASX 200 Australia naik. Sementara itu, Indeks Hang Seng Hong Kong turun. Saham-saham di China daratan tidak banyak bergerak dan pasar Eropa sejauh ini tidak banyak bergerak.
Pasar AS menyambut kemenangan Trump dengan optimisme dan kegelisahan. Indeks S&P 500 melonjak 2,4%, Dow Jones Industrial Average melonjak 3,4%, dan Nasdaq Composite melonjak 2,7%, Ketiga indeks tersebut mencapai rekor tertinggi pada hari Rabu, sementara indeks MSCI untuk saham-saham dunia naik 1,3%.
Tidak ada kenaikan yang terlihat di pasar obligasi karena obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun terjual habis, dengan imbal hasil yang melonjak ke arah 4,5% di tengah antisipasi bahwa pembengkakan defisit di bawah pemerintahan Trump akan memaksa pemerintah untuk membayar pinjaman.
3. Bitcoin Capai Titik Tertinggi Sepanjang Masa
Trump telah berjanji untuk menjadikan Amerika sebagai "ibu kota kripto planet ini" dengan menghentikan regulasi dan lebih terbuka terhadap inovasi. Dukungannya terhadap mata uang kripto telah memberikan harapan bagi industri ini di AS. Bitcoin, mata uang kripto yang paling populer, mencapai rekor lebih dari USD75.000 atau Rp1,2 miliar pada Rabu (6/11/2024).
Banyak pendukung mata uang kripto seperti Elon Musk ingin melihat dia terpilih. Beberapa individu dan perusahaan kripto telah menyumbangkan jutaan dolar kepada Super PAC untuk mendukung kandidat pilihan mereka.
4. Dominasi Dolar AS
Saat harga bitcoin meledak, sejumlah mata uang lain tidak begitu baik bagi dolar Amerika, Uni Eropa dan negara-negara seperti China, Jepang, dan Meksiko sangat mengkhawatirkan tarif. Pada hari Rabu, banyak mata uang mereka kehilangan nilai terhadap dolar AS yang melonjak.
Peso Meksiko mengalami penurunan terbesar dalam tiga bulan terakhir karena mata uang ini sangat rentan terhadap tarif baru AS, karena Meksiko merupakan mitra dagang terbesar negara tersebut.
Dolar yang lebih mahal akan membuat barang-barang AS menjadi lebih mahal bagi negara lain secara umum. Hal ini juga akan membuat komoditas global yang dihargakan dalam dolar seperti minyak menjadi lebih mahal bagi pembeli yang membayar dengan mata uang lain.
5. Ketakutan Eropa
Selain kesulitan-kesulitan perdagangan dan tarif, sejumlah negara Eropa Timur khawatir bahwa Trump akan melemahkan atau bahkan merusak dukungan penting Amerika untuk NATO. Ketakutan ini, bersama dengan kekhawatiran mengenai masa depan perang di Ukraina dan siapa yang akan membayarnya, telah menekan sejumlah mata uang Eropa Timur seperti forint Hungaria.
Untuk menenangkan Trump, Eropa mungkin perlu meningkatkan pengeluaran pertahanannya secara umum dan dukungannya untuk Ukraina pada khususnya. Selain itu, banyak kebijakan Trump yang dapat menyebabkan inflasi yang berakar dari AS dan merugikan kemampuan negara-negara lain untuk meminjam uang.
"Secara keseluruhan, kebijakan-kebijakan tersebut akan memiliki konsekuensi-konsekuensi yang sangat negatif untuk Meksiko, tetapi juga untuk zona euro, dan berkorelasi erat dengan kawasan Eropa Tengah dan Timur," ujar Piotr Matys, analis FX senior di In Touch Capital Markets, mengatakan kepada kantor berita Bloomberg dikutip dari DW, Kamis (7/11/2024).
"Masa jabatan kedua Donald Trump akan menjadi tantangan yang lebih besar bagi industri Jerman dan Eropa dibandingkan masa jabatan pertamanya," kata Thilo Brodtmann, kepala Asosiasi Industri Teknik Mesin Jerman, memperingatkan dalam sebuah pernyataan.
"Kita harus secara khusus menanggapi pengumuman tarifnya dengan serius," kata Brodtmann, seraya menambahkan bahwa tarif akan membebani perdagangan global dan dapat memaksa China juga negara-negara Eropa untuk lebih mengembangkan kekuatan ekonomi mereka.
Donald Trump Menang Pemilu AS, Bagaimana Nasib Industri Tekstil RI?
Melongok dampak industri tekstil dan alas kaki Indonesia di tengah kemenangan Donald Trump pada Pilpres AS. [305] url asal
#donald-trump #industri-tekstil #pilpres-amerika #pemilu-amerika
(IDX-Channel - Economics) 07/11/24 01:03
v/17618788/
IDXChannel - Donald Trump menang dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Amerika Serikat (AS) yang digelar hari ini, Rabu (5/11/2024) waktu setempat. Trump dari Partai Republik menang atas rivalnya dari Partai Demokrat Kamala Harris.
Kemenangan Trump ini dinilai dapat memberikan dampak besar terhadap ekonomi Indonesia. Salah satunya pada sektor perdagangan internasional, seperti ekspor dan impor, serta industri padat karya, seperti tekstil dan alas kaki Indonesia.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal mengatakan, industri tekstil dan alas kaki Indonesia memiliki ketergantungan pasar ekspor ke AS.
Namun apabila Trump yang terpilih sebagai Presiden, kebijakan tarif impor akan kembali digalakkan di pasar global AS.
“Apabila Trump benar-benar terpilih sebagai Presiden AS, prospek ekspor kita, khususnya industri tekstil dan alas kaki yang padat karya, posisinya akan semakin dalam bahaya,” kata Faisal kepada IDXChannel.com, Rabu (6/11/2024).
Menurutnya, meski tarif impor atas tekstil dan alas kaki Indonesia cenderung tidak terlalu tinggi penerapannya, namun beban berat ini akan bertambah terhadap kondisinya.
Trump semakin memperketat produk impor, sementara industri padat karya Indonesia tengah membutuhkan napas tambahan guna kembali bangkit.
“Di sisi lain, peningkatan impor jika potensi perang dagan AS dengan China kembali terjadi di masa Trump nanti, negara dengan pasar domestik besar seperti kita bakal terancam, juga dengan barang-barang impor ilegal. Ini juga akan memperparah sektor padat karya kita,” katanya.
Sementara itu, Ekonom dari Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin mengatakan, Trump akan menerapkan tarif ke seluruh produk impor sebesar 10-20 persen, dan hingga 60 persen untuk produk tertentu dari China.
Senada dengan Faisal, Wijayanto memandang apabila Trump menjadi Presiden AS, maka potensi ekspor Indonesia akan semakin mendapatkan tantangan.
“Kebijakan perdagangan Trump membuat pasar ekspor kita semakin menantang, sementara produk impor akan semakin membanjiri Indonesia. Pemerintah perlu memastikan prosuk dalam negeri terlindungi dari serangan produk impor, case seperti pada sektor tekstil harus diantisipasi,” ujarnya.
(Fiki Ariyanti)
Gubernur BI Buka-bukaan Dampak ke RI Jika Trump Jadi Presiden AS
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengungkapkan dampaknya ke Indonesia apabila Donald Trump terpilih jadi Presiden AS. [262] url asal
#perry-warjiyo #donald-trump #pilpres-amerika #pemilu-amerika #kamala-harris
(IDX-Channel - Banking) 06/11/24 18:02
v/17593244/
IDXChannel - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menanggapi dinamika Pemilihan Presiden (Pilpres) di Amerika Serikat (AS) antara calon presiden Donald Trump dengan Kamala Harris.
Menurut Perry, dengan Trump yang unggul atau menjadi Presiden AS lagi bisa membuat dolar AS menguat, hingga suku bunga The Fed akan tetap tinggi atau higher for longer.
"Sementara kita melihat monitoring hari ini perkembangan Pemilu di AS yang perhitungan sementaranya Trump itu unggul dan prediksi-prediksi dari pasar dan kami juga melihat kemungkinan-kemungkinan akan menyebabkan mata uang dolar AS akan kuat, suku bunga Amerika akan tetap tinggi, dan tentu saja perang dagang masih berlanjut," tutur Perry dalam rapat kerja Komisi XI DPR, Rabu (6/11/2024).
Perry menjelaskan, dinamika ini akan berdampak kepada seluruh negara berkembang atau emerging market, termasuk Indonesia dan diperkirakan memberikan tekanan pada nilai tukar Rupiah.
Kemudian, Perry menambahkan, dampaknya juga terhadap arus modal serta berpengaruh pada dinamika ketidakpastian pasar keuangan.
“Dinamika ini yang akan berdampak ke seluruh negara, khususnya emerging market, termasuk Indonesia, yaitu satu tekanan-tekanan terhadap nilai tukar, kedua arus modal, dan ketiga adalah bagaimana ini berpengaruh kepada dinamika ketidakpastian di pasar keuangan,” ujar Perry.
Dengan demikian, untuk mengantisipasi potensi risiko dari menangnya Trump dalam Pilpres AS itu, Perry mengatakan, BI bersama pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) akan terus berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi dan pasar keuangan, sambil terus mendukung laju pertumbuhan ekonomi.
"Ini yang kemudian kita harus respons secara hati-hati, Bank Indonesia untuk itu terus menyampaikan komitmen kami menjaga stabilitas dan turut mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, bersinergi erat dengan pemerintah dan KSSK," kata Perry.
(Fiki Ariyanti)
Donald Trump Menang Pilpres, Dolar AS Perkasa
Fox News mengumumkan Donald Trump menang Pilpres AS 2024 dengan 277 suara elektoral. Kemenangan ini menguatkan dolar AS terhadap berbagai mata uang dunia. [260] url asal
#sentimen #donald #paman-sam #rti #pilpres-as-2024 #pound-sterling #donald-trump-unggul-pilpres #pilpres-amerika-serikat #trump #unggul-pilpres #asia #grover-cleveland #euro #capres #serikat #paman #ambang #pilpres
(detikFinance - Moneter) 06/11/24 17:24
v/17589914/
Jakarta - Media terkemuka Amerika Serikat (AS), Fox News mengumumkan Donald Trump menang Pilpres Amerika Serikat (AS) tahun ini. Trump telah meraup 277 suara elektoral, melampaui ambang batas yang dibutuhkan untuk memenangi pilpres.
Kemenangan Trump membawa sentimen positif terhadap dolar AS. Mata uang Paman Sam terpantau menguat terhadap sejumlah mata uang dunia, termasuk rupiah.
Dikutip dari RTI, Rabu (6/11/2024), nilai tukar dolar AS terhadap rupiah sore ini berada pada posisi Rp 15.828. Dolar AS menguat 98 poin atau 0,62%. Dolar AS juga menguat terhadap dolar Australia. Terpantau dolar AS berada pada level 0,6583, menguat 0,77% atau naik 0,005 poin.
Kemudian, Dolar AS menguat terhadap mata uang Euro, yakni sebesar 1,66% atau naik 0,018 poin ke level 1,07. Dolar AS turut menguat terhadap pound sterling ke level 1,28, naik 1,15% atau 0,01%.
Untuk mata uang Asia, mata uang Paman Sam menguat 1,08% atau 0,076 poin ke level 7,18, lalu menguat 1,60% atau 2,41 poin terhadap Yen Jepang ke level 154, serta naik 1,27% atau 0,01 poin ke level 1,33 terhadap dolar Singapura.
Disebutkan oleh Fox News dalam laporannya, Trump akan menjadi presiden pertama yang menjabat dua periode secara tidak berturut-turut sejak Grover Cleveland tahun 1982 silam, dan merupakan presiden kedua dalam sejarah.
Hasil proyeksi Fox News menyebut Trump telah meraup 277 suara elektoral, sedangkan Kamala Harris hanya meraup 226 suara elektoral. Diperlukan sedikitnya 270 suara elektoral, dari total 538 suara elektoral, agar seorang capres bisa memenangkan pilpres AS.
(ily/fdl)
Donald Trump Menang Pilpres, Dolar AS Perkasa
Fox News mengumumkan Donald Trump menang Pilpres AS 2024 dengan 277 suara elektoral. Kemenangan ini menguatkan dolar AS terhadap berbagai mata uang dunia. [260] url asal
#amerika-serikat #euro #pound-sterling #pilpres-amerika-serikat #serikat #sentimen #pilpres-amerika #fox-news #yen-jepang #donald-trump-unggul-pilpres #trump #paman #ambang #asia #paman-sam #grover-cleveland #capres
(detikFinance - Sosok) 06/11/24 17:24
v/17585987/
Jakarta - Media terkemuka Amerika Serikat (AS), Fox News mengumumkan Donald Trump menang Pilpres Amerika Serikat (AS) tahun ini. Trump telah meraup 277 suara elektoral, melampaui ambang batas yang dibutuhkan untuk memenangi pilpres.
Kemenangan Trump membawa sentimen positif terhadap dolar AS. Mata uang Paman Sam terpantau menguat terhadap sejumlah mata uang dunia, termasuk rupiah.
Dikutip dari RTI, Rabu (6/11/2024), nilai tukar dolar AS terhadap rupiah sore ini berada pada posisi Rp 15.828. Dolar AS menguat 98 poin atau 0,62%. Dolar AS juga menguat terhadap dolar Australia. Terpantau dolar AS berada pada level 0,6583, menguat 0,77% atau naik 0,005 poin.
Kemudian, Dolar AS menguat terhadap mata uang Euro, yakni sebesar 1,66% atau naik 0,018 poin ke level 1,07. Dolar AS turut menguat terhadap pound sterling ke level 1,28, naik 1,15% atau 0,01%.
Untuk mata uang Asia, mata uang Paman Sam menguat 1,08% atau 0,076 poin ke level 7,18, lalu menguat 1,60% atau 2,41 poin terhadap Yen Jepang ke level 154, serta naik 1,27% atau 0,01 poin ke level 1,33 terhadap dolar Singapura.
Disebutkan oleh Fox News dalam laporannya, Trump akan menjadi presiden pertama yang menjabat dua periode secara tidak berturut-turut sejak Grover Cleveland tahun 1982 silam, dan merupakan presiden kedua dalam sejarah.
Hasil proyeksi Fox News menyebut Trump telah meraup 277 suara elektoral, sedangkan Kamala Harris hanya meraup 226 suara elektoral. Diperlukan sedikitnya 270 suara elektoral, dari total 538 suara elektoral, agar seorang capres bisa memenangkan pilpres AS.
(ily/fdl)








