#30 tag 24jam
Daftar 40 Miliarder Pendonor Super Kaya Donald Trump di Pilpres AS 2024
Pilpres AS tidak hanya soal persaingan antara Donald Trump dan Kamala Harris, tetapi juga melibatkan sejumlah miliarder. Intip daftar 40 miliarder yang menjadi... | Halaman Lengkap [3,829] url asal
#donald-trump #pilpres-as #pilpres-amerika-serikat #miliarder #orang-terkaya
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 08/11/24 10:29
v/17759546/
JAKARTA - Pemilihan Presiden atau Pilpres Amerika Serikat (AS) tidak hanya soal persaingan antara Donald Trump dan Kamala Harris, tetapi juga melibatkan sejumlah miliarder AS. Di kubu Trump, ada beberapa miliarder dengan berbagai latar belakang.Beberapa dari mereka adalah rekan dan pendukung lama, sementara yang lainnya adalah pendatang baru. Para pendukung Trump dari kalangan miliarder ini mewakili beragam industri, dari pemilik raksasa minyak seperti Harold Hamm hingga elit Silicon Valley yang sebelumnya berhaluan kiri seperti Elon Musk dan Marc Andreessen seperti dilansir Bussiness Insider.
Masing-masing individu dengan kekayaan mentereng ini memiliki alasan yang berbeda untuk pilihan mereka: Beberapa mempermasalahkan rencana pajak Kamala Harris, sementara yang lain lebih memilih sikap keras Trump tentang imigrasi.
"Saya berbagi keprihatinan sebagian besar orang Amerika bahwa kebijakan ekonomi, imigrasi dan luar negeri kita membawa negara ke arah yang salah. Untuk alasan ini, saya berencana memilih perubahan dan mendukung Donald Trump sebagai Presiden," kata CEO Blackstone, Steve Schwarzman dalam sebuah pernyataan kepada Axios.
Pada tahun 2022, miliarder keuangan itu mengatakan dia tidak akan mendukung Trump dalam pemilihan dan menyerukan "Partai Republik untuk beralih ke generasi pemimpin baru."
Berikut adalah beberapa miliarder terkaya dan paling terkenal yang berkontribusi pada kampanye Trump 2024, termasuk komite penggalangan dana bersama "Trump 47", yang membagi hasil antara kampanye Trump dan Komite Nasional Partai Republik, dan super Komite Aksi Politik (PAC) MAGA Inc. pro-Trump.
Intip Daftar 40 Miliarder Pendonor Donald Trump di Pilpres AS 2024
1. Elon Musk
America PAC telah mengumpulkan dukungan dari orang lain di Silicon Valley dan menarik perhatian publik. Pada akhir Oktober, Elon Musk berjanji akan memberikan uang USD1 juta (sekitar Rp15,5 miliar) setiap hari hingga hari pemilu AS pada 5 November mendatang kepada seseorang yang menandatangani petisi daringnya yang berjanji akan ?mendukung Amandemen Pertama dan Kedua.?
Cek USD1 juta pertama diberikan kepada seorang peserta acara America PAC yang diselenggarakan Musk di Harrisburg, Pennsylvania, pada hari Sabtu (19/10). Acara itu digelar untuk menggalang dukungan bagi calon presiden AS dari Partai Republik Donald Trump.
Diketahui Musk tidak pernah menjadi pendonor politik sebelumnya, meskipun dia telah meningkatkan retorikanya dalam beberapa tahun terakhir.
2. Steve Schwarzman
CEO Blackstone, Steve Schwarzman sempat mengatakan, Partai Republik membutuhkan "generasi pemimpin baru". Tetapi pada bulan Mei, dia mengaku akan memilih mantan presiden pada bulan November.Pada tahun 2020, Schwarzman dengan harta kekayaan mencapai USD50,1 miliar, menurut Forbes, sudah menyumbangkan jutaan dolar untuk kampanye.

"Kebangkitan dramatis antisemitisme telah membuat saya fokus pada konsekuensi dari pemilu yang akan datang dengan urgensi yang lebih besar," ungkap Steve Schwarzman dalam pernyataannya.
Seorang pendonor jangka panjang dari Partai Republik dengan pengaruh yang kuat di Wall Street, Schwarzman sejauh ini telah menyumbangkan USD419.600 kepada Komite Trump 47 dan jutaan untuk PACS yang fokus pada pemilihan Partai Republik ke Kongres.
3. Miriam Adelson
Dukungan Adelson, tidak lantas membuatnya mengucurkan dana besar. Pemilik kekayaan bersih USD35,4 miliar, menurut Forbes, Miriam Adelson dilaporkan berencana untuk menyumbangkan setidaknya USD90 juta ke PAC super Preserve America yang jadi bagian penting bagi upaya kembalinya Trump ke Gedung Putih.
Sementara pada bulan Mei, dia menyumbangkan USD5 juta untuk Preserve America. Pada tahun 2020, dia dan Sheldon adalah pendonor terbesar Trump, menyumbangkan lebih dari USD120 juta untuk kampanyenya, serta untuk tujuan dan kandidat Republik lainnya.
4. Diane Hendricks
Diane Hendricks, salah satu pendiri perusahaan atap ABC Supplies, tercatat sudah menyumbangkan setidaknya USD15 juta ke MAGA Inc. super Pac dan USD844.600 untuk Komite Trump 47.Memiliki harta senilai USD21,9 miliar, menurut Forbes, dia adalah pendonor reguler dari Partai Republik. Pada 2016, dia menjabat sebagai wakil ketua salah satu komite penggalangan dana Trump dan telah memberikan enam angka kepada berbagai partai negara bagian Republik dan Komite Nasional Republik.
Dia juga sudah menyumbangkan USD15 juta ke super PAC MAGA Inc. siklus ini dan USD844,600 untuk Komite Trump 47.
5. Harold Hamm
Harold Hamm, seorang raja minyak dan gas pemilik kekayaan USD18,5 miliar, berdasarkan data Forbes, telah menyumbangkan USD614.000 kepada Komite Trump 47 dan USD200.000 untuk super PAC MAGA Inc. yang bersekutu dengan Trump.
Seperti beberapa donor miliarder lainnya, Hamm tidak selalu yakin Trump adalah orang yang tepat untuk tahun 2024. Dia menyumbangkan ribuan untuk Gubernur Florida Ron DeSantis dan mantan Duta Besar Nikki Haley dalam pemilihan pendahuluan.
Bahkan dilaporkan dia mengatakan kepada Trump untuk mengakhiri kampanye presidennya tahun lalu, dengan alasan "kekacauan" yang disebabkan oleh mantan presiden.
Dukungan Hamm mungkin memberikan beberapa wawasan tentang bagaimana Trump melakukannya dengan uang minyak dan gas, yang telah dia cari selama berbulan-bulan. "Republik, Demokrat ... Saya seorang oilocrat," katanya kepada Financial Times pada tahun 2022.
6. Andrew Beal
Bankir Andrew Beal yang berbasis di Texas dengan harta mencapai USD12 miliar, menurut Forbes. Dia telah menghabiskan setidaknya USD1,8 juta untuk kelompok-kelompok pendukung Trump pada tahun 2024, tetapi dukungannya sudah bertahan selama bertahun-tahun. Kedua pria itu dilaporkan berteman, meskipun ada perselisihan bisnis sebelumnya.Pada tahun 2016, Beal membentuk PAC, Save American From Its Government, untuk mendukung pencalonan awal Trump menuju Gedung Putih. Kelompok itu menghabiskan uang untuk iklan surat kabar di negara bagian dan Ia mendanai awal PAC dengan USD2 juta.
"Saya punya banyak uang dan akan membelanjakannya untuk menjadikannya negara yang lebih baik," kata Beal kepada Forbes pada saat itu.
"Tujuan saya adalah membuat negara yang lebih baik dengan memilih Donald Trump," sambungnya.
Pada tahun 2020, Beal menyumbangkan lebih dari USD4 juta kepada komite Trump dan upaya GOP lainnya pada tahun 2020.
7. Bernard Marcus
Salah satu pendiri Home Depot Bernie Marcus telah menyumbangkan jutaan dolar kepada GOP, membuatnya berselisih dengan rekan pendiri dan salah satu pendonor Demokrat, Arthur Blank.Marcus yang memiliki kekayaan USD11 miliar menurut data Forbes, adalah pendukung MAGA awal. Dia menyumbangkan lebih dari USD5 juta ke super PACS terkait Trump pada tahun 2016 dan USD10 juta di 2020.

Marcus dan istrinya juga sudah memberikan setidaknya USD1 juta untuk MAGA Inc. dan USD844.600 kepada Komite Trump 47. Tinggal di Atlanta, Marcus juga telah menghabiskan dana besar dalam persaingan menuju senat utama di Georgia.
Pria berusia lebih dari 90 tahun itu dan istrinya adalah pendonor individu terbesar ketujuh dari Partai Republik pada tahun 2020, seperti dilaporkan Reuters. Dia menggambarkan Trump sebagai "fixer" yang akan membantu ekonomi.
Bernard Marcus, salah satu pendiri Home Depot yang membantu mengembangkan bisnis yang berbasis di Atlanta menjadi perusahaan global, telah meninggal pada usia 95 tahun. Home Depot mengumumkan kematian Marcus pada Selasa pagi, lalu.
8. Tilman Fertitta
Miliarder yang satu ini memberikan setidaknya lebih dari USD407.000 kepada Komite Trump 47, lalu USD306.500 kepada Komite Nasional Partai Republik, USD4.950 kepada Donald J. Trump untuk Presiden 2024, dan USD2.500 kepada Save America PAC.
Dukungan Fertitta dalam pemilu ini bukanlah hal baru, karena dia juga menyumbang untuk kampanye Trump selama siklus pemilu 2020. Catatan FEC menunjukkan bahwa dia menyumbangkan USD35.000 kepada mantan presiden AS itu dan USD35.000 lainnya untuk Komite Nasional Republik pada Februari tahun itu.
9. Bill Ackman
Berharta USD9 miliar versi Forbes, Bill Ackman menjadi pendukung Donald Trump yang sangat vokal di platform X (dulunya Twitter). Pendiri dan CEO Pershing Square itu memilih mantan presiden AS setelah upaya pembunuhan pada bulan Juli, tetapi belum menyumbang untuk kampanyenya.
Dukungan Bill Ackman menandai pergeseran arah politiknya dari tahun 2021, ketika dia mengatakan, bahwa Trump harus "mengundurkan diri" setelah peristiwa 6 Januari.
Dalam postingannya yang mendukung Trump musim panas ini, Ackman mengatakan, bahwa dia mendapat "banyak masukan setelah menghabiskan beberapa jam belum lama ini dengan Presiden Trump." Dia secara teratur me-retweet komentar politik dan data jajak pendapat.
10. Douglas Leone
Namun dia sudah menyumbangkan USD2 juta ke super PAC Right for America. Dia juga menyumbangkan USD1 juta ke PAC Amerika dan ratusan ribu dolar mengalir ke Komite Nasional Partai Republik.
Pada tahun 2020, Leone juga menyumbangkan sekitar USD700.000 untuk kampanye pemilihan kembali Trump.
"Saya menjadi semakin khawatir tentang arah negara kita secara umum, keadaan sistem imigrasi kita rusak, defisit yang membengkak, dan salah langkah kebijakan luar negeri, serta di antara isu-isu lainnya," tulisnya di X.
"Oleh karena itu, saya mendukung mantan Presiden Trump dalam pemilihan mendatang," ucapnya.
Leone mewakili banyak petinggi Silicon Valley yang beralih mendukung mantan presiden tersebut. Pemodal ventura David Sacks dan Chamath Palihapitiya, serta sesama mitra Sequoia Leone, Shaun Maguire, telah mendukung Trump untuk pertama kalinya dalam pemilu Presiden AS kali ini.
11. Jeffery Hildebrand
Jeffery Hildebrand, merupakan pendiri dan CEO perusahaan minyak dan gas Hilcorp, dengan harta kekayaan mencapai USD8 miliar, menurut Forbes. Hildebrand menyumbangkan USD3.300 kepada Donald J. Trump untuk Presiden 2024, Inc., lalu ia juga mendonorkan dana sebesar USD5.000 kepada Save America, dan setidaknya USD413.000 ke Komite Nasional Partai Republik.Selain itu perusahaan raksasa minyak itu juga memberikan dana kepada Partai Republik selama pemilihan pendahuluan, termasuk Doug Burgum, Nikki Haley, Ron DeSantis, Mike Pence, dan Tim Scott. Sejak menjadi calon, Trump telah membuat seruan langsung kepada para pemimpin industri minyak dan gas, dengan menjanjikan kepresidenan di eranya bakal pro-bahan bakar fosil dan anti-regulasi.
12. Kelcy Warren
Kelcy Warren, chairman dan mantan CEO perusahaan pipa Energy Transfer Partners dengan kekayaan bersih USD7 miliar, sudah memberikan USD814.600 kepada Komite Trump 47, ditambah USD5 juta untuk super PAC MAGA Inc., dan setidaknya USD413.000 kepada Komite Nasional Partai Republik. Pada tahun 2020, dia juga menyumbangkan USD10 juta untuk PAC super pro-Trump.Perusahaan Warren adalah pemilik Dakota Access Pipeline, yang pembangunannya memicu protes besar dari aktivis lingkungan dan Standing Rock Indian Reservation di tahun 2016.

Meskipun dia adalah pendonor utama Trump pada tahun 2020, dia juga menyumbangkan USD26,400 ke PAC super pro-DeSantis pada Juni 2023. Pada bulan Mei, Trump mendapat dukungan penuh. Kelcy Warren ikut menyelenggarakan penggalangan dana untuk Trump di Houston bulan itu, bersama dengan acara lain di Dallas, yang menghasilkan USD15 juta untuk Trump, seperti dilansir Reuters.
13. Paul Singer
Raksasa Hedge fund, Paul Singer diketahui sudah menyumbangkan dana mencapai USD5 juta ke super PAC MAGA Inc. Sementara itu Paul Singer diperkirakan memiliki kekayaan sebesar USD6 miliar.
Investor Wall Street yang sebelumnya mendukung Nikki Haley di pendahuluan dan memberikan USD5 juta kepada SFA Fund Inc. yang selaras dengan Haley pada Desember 2023, telah memberikan lebih dari USD40 juta kepada kelompok politik ini. Termasuk USD10 juta yang masing-masing untuk Dana Kepemimpinan Kongres dan Dana Kepemimpinan Senat super PAC.
14. Jan Koum
Koum adalah pendukung Nikki Haley yang vokal dan murah hati selama pemilihan pendahuluan Partai Republik dan menyumbangkan setidaknya USD10 juta untuk kampanyenya. Dengan kekayaan bersih USD16,3 miliar, pria berusia 48 tahun itu juga telah memberikan puluhan ribu kepada partai Republik di beberapa negara bagian, termasuk Michigan dan Georgia.
Aktivisme politikmenjadi hal baru bagi Koum, meski dia dulu cukup apolitis, seperti diungkap Puck News tahun lalu.
15-16. Richard dan Elizabeth Uihlein
Harta Richard dan Elizabeth Uihlein jika digabungkan bisa mencapai USD12 miliar, dimana keduanya mendapatkan pundi-pundi kekayaannya dari perusahaan pengemasan dan pengiriman yakni Uline. Keduanya diketahui sudah lama menjadi pendonor yang dapat diandalkan untuk berbagai tujuan dan kandidat konservatif, termasuk mendanai upaya untuk mempersulit amandemen konstitusi Ohio pada tahun 2023.
Uihlein memulai siklus ini dengan mendukung tawaran presiden Gubernur Florida Ron DeSantis, dan masing-masing memberikan USD1,5 juta kepada PAC super DeSantis, Never Back Down.
Setelah Trump ditentukan untuk menjadi calon, mereka masing-masing memberikan USD5 juta kepada super PAC MAGA Inc. yang selaras dengan Trump dan sejak saat itu terus memberikan ribuan kepada Donald J. Trump pada ajang Pemilihan Presiden 2024, Inc.
17. Ike Perlmutter
Anggota Mar-a-Lago, yang memiliki kekayaan bersih USD5 miliar, menurut Forbes, dan istrinya telah memberikan lebih dari USD20 juta untuk Right for America, PAC super pro-Trump.
Nelson Peltz - sesama miliarder dan mitra dalam pengambilalihan Disney yang gagal - mengatakan kepada Financial Times bahwa dia juga akan memilih Trump, meskipun meminta maaf karena mendukung kandidat lain sebelumnya.
18. Joe Ricketts
Joe Ricketts, pendiri dan mantan CEO TD Ameritrade, menurut Forbes memiliki kekayaan senilai USD4 miliar. Dia telah memberikan USD824.600 kepada Komite Trump 47, dan istrinya, Marlene menyumbangkan setidaknya USD814.600. Mereka adalah salah satu pendonor terbesar, dimana sudah memberikan lebih dari USD20 juta untuk tujuan GOP pada tahun 2020, dilaporkan Forbes.
Pada 2019, Ricketts - yang keluarganya memiliki Chicago Cubs - ditemukan telah mengirim email rasis dan Islamofobia selama pemilihan 2012, yang kemudian dia meminta maaf.
Sebagai informasi tahun lalu, salah satu putra Ricketts - mantan Gubernur Nebraska Pete Ricketts - ditunjuk ke Senat AS setelah mantan Senator Ben Sasse memilih untuk pensiun. Ricketts yang lebih muda kemungkinan akan terpilih untuk sisa masa jabatan Sasse.
19. John Paulson
Dia telah lama menjadi rekan mantan presiden dan menjadi penasehat tentang masalah ekonomi. Bloomberg baru-baru ini melaporkan bahwa dia dapat menjabat sebagai Menteri Keuangan di bawah pemerintahan Trump yang kedua.
Pada bulan April, Paulson menjamu Trump dan istrinya, Melania untuk penggalangan dana di rumahnya di Palm Beach. Acara itu dihadiri oleh beberapa miliarder dan dikabarkan berhasil mengumpulkan lebih dari USD50 juta.
20. Steve Wynn
Pemilik kasino dan pengembang real estate, Steve Wynn telah memberikan USD806.300 kepada Komite Trump 47 pada tahun ini. Wynn, merupakan seorang megadonor GOP lama dengan kekayaan bersih USD4 miliar, menurut Forbes, dimana Ia menjabat sebagai wakil chairman komite perdana Trump pada 2017.
Pada tahun 2020, Wynn menyumbangkan setidaknya USD12 juta untuk berbagai tujuan Partai Republik.
21. Woody Johnson
Woody Johnson, pewaris kekayaan farmasi Johnson and Johnson dan salah satu pemilik New York Jets dengan saudaranya, telah menggunakan kekayaannya senilai USD3 miliar, untuk menjadi salah satu pendukung terbesar Trump.
Dia memberikan USD1 juta kepada super PAC MAGA Inc. yang bersekutu dengan Trump, ditambah dia dan istrinya Suzanne masing-masing menyumbangkan USD806.300 untuk Komite Trump 47.
Johnson sempat menjabat sebagai Duta Besar AS untuk Inggris selama masa kepresidenan Trump.
22. Warren Stephens
Bankir investasi Warren Stephens, dengan harta kekayaan sebesar USD3 miliar, telah menyumbangkan USD2 juta ke MAGA Inc. super PAC dan USD250.000 kepada Komite Trump 47 pada pesta politik kali ini.Di awal dukungannya, Ia mendonasikan lebih dari USD2 juta kepada Nikki Haley selama pemilihan pendahuluan, tetapi mendukung Trump pada tahun 2020, serta memberikan lebih dari USD3 miliar kepada kelompok-kelompok yang mendukung mantan presiden AS itu.
23-24. Cameron dan Tyler Winklevoss
Pada bulan Juni, ketika mereka mendukung Trump, Tyler memanggilnya "pro-Bitcoin, pro-crypto, dan pro-bisnis," serta menambahkan, bahwa Biden telah "secara terbuka menyatakan perang terhadap crypto."
25. Linda McMahon
Linda McMahon, yang mendirikan World Wrestling Entertainment bersama suaminya Vince - yang kekayaan bersihnya adalah USD2,5 miliar versi Forbes - telah memberikan lebih dari USD15 juta kepada super PAC MAGA Inc. yang bersekutu dengan Trump, bersama dengan USD814.600 untuk Komite Trump 47.
Dia juga memberikan jutaan dolar kepada Trump pada tahun 2016 dan lebih dari USD15 juta untuk super PAC pemilihannya kembali pada tahun 2020. Di bawah Trump, McMahon ditunjuk sebagai kepala Small Business Administration dari 2017 hingga 2019. Dia juga chairman dewan America First Policy Institute, sebuah think tank yang selaras dengan Trump.
26. Jimmy John Liautaud
Orang di balik jaringan restoran Jimmy John sandwich sudah memberikan lebih dari USD3 juta kepada kelompok Trump sejauh ini. Pengusaha yang memiliki harta kekayaan mencapai USD2,4 miliar, juga memberikan sejumlah dana termasuk USD1 juta untuk MAGA Inc. super PAC, USD1 juta untuk America super PAC, dan USD844.600 kepada Komite Trump 47.Liautaud terlibat dalam pemerintahan Trump edisi pertama, dimana Ia bertugas di Great American Economic Revival Industry Group for Food and Beverage. Miliarder itu mendukung Trump pada tahun 2020 ke Gedung Putih - bersama dengan istrinya, Leslie, dia menyumbangkan USD100.000 selama siklus pemilihan itu.
Namun pada tahun 2016, Leslie Liautaud memberikan banyak sumbangan kepada Hillary Clinton.
27. Timothy Dunn
Raja minyak dan juga pendeta, Timothy Dunn memiliki harta senilai USD2,2 miliar, dan telah menyumbangkan USD5 juta ke super PAC MAGA Inc. tahun lalu.Pada tahun 2022, ia menyumbangkan lebih dari USD1.8 juta ke Partai Republik dan juga memberi kepada Trump pada tahun 2020. Dia adalah donor aktif dalam politik Texas, dengan mendonorkan hampir USD10 juta kepada Defend Texas Liberty PAC yang konservatif, menurut Texas Monthly, yang melaporkan keterlibatannya dalam gerakan nasionalisme Kristen.
28. Geoffrey Palmer
Geoffrey Palmer, seorang pengembang real estat yang berbasis di Los Angeles mempunyai harta kekayaan mencapai USD2 miliar, menurut Forbes. Geoffrey Palmer telah memberikan USD2 juta kepada super PAC MAGA Inc. Trump dan USD814.600 kepada Komite Trump 47.Palmer telah mengumpulkan teman-temannya yang kaya di Los Angeles untuk menyumbang kepada mantan presiden AS Donald Trump, ditambah serta menyelenggarakan beberapa penggalangan dana, termasuk salah santunya pada September 2023, lalu.
29. Phil Ruffin
Phil Ruffin, seorang raja kasino dengan harga USD2,6 miliar, sudah mendonasikan USD2 juta untuk super PAC MAGA Inc. Trump, USD814.600 kepada Komite Trump 47, dan setidaknya USD413.000 untuk Komite Nasional Partai Republik.Ruffin adalah rekan lama dan mitra bisnis Trump - dia memiliki Trump International Hotel di Las Vegas bersama Trump Organization. Ruffin juga menemani Trump ke Moskow pada tahun 2013 untuk Kontes Miss Universe.
30-31. Marc Andreessen dan Ben Horowitz
Marc Andreessen dan Ben Horowitz, salah satu pendiri perusahaan modal ventura Andreessen Horowitz, mengumumkan kepada karyawan mereka bahwa mereka akan menyumbang ke PAC yang bersekutu dengan Trump, dilaporkan oleh The Information melaporkan di bulan Juli.Kedua pria itu menyumbangkan USD2,5 juta ke Right for America PAC, yang ingin "memastikan Presiden Donald J. Trump menang dalam pemilihan presiden 2024," menurut situs webnya.

Horowitz mengubah nada suaranya pada awal Oktober, memberi tahu karyawan dalam email bahwa dia dan istrinya berencana untuk memberikan "sumbangan signifikan" untuk mendukung Harris. Dalam email itu, dia mengatakan bahwa dia telah mengenal Harris selama lebih dari satu dekade dan menganggapnya "teman baik."
Dia menahan diri untuk tidak menawarkan dukungan, dan sebuah sumber mengatakan kepada Axios bahwa Horowitz berharap dapat menjaga hubungan kerja dengan kedua kandidat.
Sementara itu Andreessen menurut Forbes, memiliki harta senilai USD1,8 miliar, Ini adalah pergeseran bagi raksasa Silicon Valley, yang pada tahun 2016 mengatakan dia akan memilih Hillary Clinton.
32. Timothy Mellon
Timothy Mellon adalah donor terbesar Trump masa siklus kampanye tahun ini. Miliarder dengan harta setidaknya USD1 miliar ini merupakan pewaris kekayaan perbankan Mellon, dan sudah menyumbangkan USD125 juta kepada Trump.33-34. Kelly Loeffler dan Jeff Sprecher
Pada tahun 2022, Jeff Sprecher diperkirakan punya harta sebanyak USD1 miliar. Loeffler masuk Senat usai ditunjuk oleh Gubernur Georgia Brian Kemp pada akhir 2019 setelah kematian Senator Johnny Isakson. Dia kemudian kalah dalam pemilihan putaran kedua pada Januari 2021 dari Demokrat Raphael Warnock, yang memenangkan masa jabatan penuh pada tahun 2022.
Sementara itu, Sprecher adalah CEO Intercontinental Exchange dan sebelumnya menjabat sebagai ketua Bursa Efek New York.
35-36. Robert dan Rebekah Mercer
Robert Mercer, mantan CEO hedge fund yang menurut The New York Times, adalah seorang miliarder yang sudah menyumbangkan USD814.399 kepada Komite Trump 47. Baik Robert dan putrinya Rebekah telah menjadi kontributor utama untuk pro-Trump.
Pada tahun 2016, mereka membantu menghubungkan Trump dengan tim kampanyenya, dan meskipun mereka bukan pendukung vokal mantan presiden AS itu pada tahun 2020. Namun mereka telah muncul kembali sebagai tuan rumah penggalangan dana dalam periode kali ini.
37. Robert Bigelow
"Saya akan memberinya lebih banyak uang dan pergi tanpa makanan," kata Bigelow kepada Time setelah menuangkan lebih dari USD20 juta ke super PAC "Never Back Down" gubernur Florida pada Maret 2023.
Sejak saat itu, miliarder ini menurut Las Vegas Sun, menyumbangkan sekitar USD15 juta kepada kelompok-kelompok yang bersekutu dengan Trump sejak Februari 2024. Dia mengatakan kepada Reuters pada bulan Januari, bahwa dia juga akan menyumbangkan USD1 juta untuk membayar biaya hukum Trump.
"Saya hanya bersimpati. Mereka tidak meminta apa pun dari saya," kata Bigelow.
38. Jos� "Pepe" Fanjul
Jos� "Pepe" Fanjul, seorang pengusaha gula, telah memberikan USD814.600 kepada Komite Trump 47 dan setidaknya USD413.000 kepada Komite Nasional Partai Republik. Menurut NBC, Pepe menjadi tuan rumah penggalangan dana untuk mantan presiden AS itu.
Sementara Fanjul telah lama menjadi megadonor GOP, saudaranya Alfonso memiliki sejarah sebagai megadonor utama Demokrat.
39. Edward Roski
Sebagai presiden dan chairman Majestic Realty, Roski memiliki real estat industri dengan luas lebih dari 91 juta kaki persegi dan bernilai USD7,8 miliar, menurut Forbes. Dia menyumbangkan USD200.000 kepada kelompok-kelompok yang bersekutu dengan Trump dan Komite Nasional Partai Republik, seperti diperlihatkan FEC.Selain pekerjaannya sebagai pengembang properti yang berbasis di Los Angeles, Roski adalah salah satu pemilik LA Lakers, LA Kings, dan Staples Center.
40. Ron Cameron
Pada Juni 2023, Ron Cameron memberikan USD500,000 kepada super PAC yang mendukung mantan Wakil Presiden Mike Pence. Kemudian pada tahun yang sama, ia menyumbang ke PAC yang berafiliasi dengan tawaran presiden yang merupakan mantan duta besar PBB Nikki Haley. Namun, ketika calon presiden dari Partai Republik menjauh, Cameron mengarahkan dananya ke Trump.Cameron berbasis di Arkansas dan CEO Mountaire Farms, perusahaan ayam terbesar keempat di negara itu menurut situs webnya. Pada Juli 2024, dia menyumbangkan USD1 juta ke PAC yang bersekutu dengan Trump, Make America Great Again. Meskipun Cameron menjaga, namun dia secara konsisten menyumbang kepada Partai Republik dan menghabiskan banyak uang selama pertengahan tahun 2022.
Donald Trump Menang Pilpres, Dolar AS Lesu
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap rupiah pagi ini. [229] url asal
#trump #amerika #lesu #pilpres-amerika-serikat #anjloknya-nilai-tukar-dolar-as #posisi-dolar-as #pilpres #anjlok #pilpres-amerika #amerika-serikat #ambang #serikat #donald #rti #yuan #euro #nilai-tukar-dolar-amerik
(detikFinance - Bursa Valas) 07/11/24 09:44
v/17652014/
Jakarta - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap rupiah pagi ini. Dolar AS berada pada posisi Rp 15.799/US$ atau melemah 29 poin (0,18%) pada pukul 9.04 WIB.
Anjloknya nilai tukar dolar AS ini terjadi usai Donald Trump disebut memenangkan Pilpres Amerika Serikat tahun ini. Media terkemuka Amerika Serikat (AS), Fox News mengumumkan Trump menang Pilpres dan menyebut Trump telah meraup 277 suara elektoral, melampaui ambang batas yang dibutuhkan untuk memenangi pilpres
Dikutip dari RTI, Kamis (7/11/2024), dolar AS dibuka pada level Rp 15.828/US$. Namun tidak lama berselang, sekitar pukul 09.04 nilainya anjlok ke posisi Rp 15.799/US$.
Pagi ini dolar AS bergerak di level tertinggi Rp 15.828/US$ dan level terendah Rp 15.625/US$. Secara mingguan dolar AS tercatat menguat 0,69% dan secara bulanan dolar AS menguat 0,89%.
Kemudian secara tiga bulanan dolar AS minus 0,60%. Secara 6 bulanan melemah 1,42%. Lalu secara year to date dolar AS menguat 2,62%. Serta secara tahunan menguat 0,95%.
Sedangkan posisi Dolar AS dengan sejumlah mata uang sebagian besar melemah. Contohnya seperti terhadap dolar Australia, dolar AS terpantau minus 0,26%, terhadap Poundsterling melemah 0,10%. Lalu terhadap Yen melemah 0,11% dan terhadap dolar Singapura juga melemah 0,02%.
Sementara itu, terhadap Euro menguat 0,07%. Kemudian terhadap Yuan menguat 0,11%.
(kil/kil)
BRICS: Apa Arti Kemenangan Donald Trump bagi Dedolarisasi?
Di tengah tantangan yang sedang berlangsung terhadap mata uang negara-negara BRICS, kemenangan Donald Trump telah mengubah lanskap prospek dedolarisasi. Di tengah... | Halaman Lengkap [339] url asal
#donald-trump #brics #dedolarisasi #sanksi-barat #pilpres-amerika-serikat
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 07/11/24 08:06
v/17647368/
JAKARTA - Di tengah tantangan yang sedang berlangsung terhadap mata uang negara-negara BRICS, kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat 2024 telah mengubah lanskap prospek dedolarisasi.Aliansi yang dibangun China dan Rusia ini telah lama menentang dolar AS sebagai upaya membentuk kembali tatanan ekonomi global. Namun, upaya tersebut akan menemui hambatan baru.
Sepanjang kampanyenya, Donald Trump konsisten menyuarakan perlunya memperkuat dolar AS sebagai mata uang global. Trump memastikan akan membuat kebijakan untuk menantang negara-negara yang ingin mengikuti jejak BRICS.
Sejak tahun 2022, aliansi BRICS telah merangkul inisiatif dedolarisasi. Didorong oleh sanksi Barat terhadap Rusia atas invasinya ke Ukraina dengan berupaya keras mengurangi ketergantungan internasional pada greenback.
Selama hampir dua tahun terakhir, ideologi tersebut telah menikmati pertumbuhan yang luar biasa. BRICS telah mendapatkan penantang baru dengan kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden 2024 yang kemungkinan besar akan menghancurkan upaya-upaya dedolarisasi global. Trump selama kampanyenya tidak malu-malu dalam menyuarakan sikap terhadap gerakan yang sedang berkembang ini.
"Saya akan mengatakan, Anda meninggalkan dolar, Anda tidak berbisnis dengan Amerika Serikat," ujar Trump dalam sebuah rapat umum di Wisconsin, dikutip dari Watcher Guru, Kamis (7/11/2024). "Karena kami akan mengenakan tarif 100% untuk barang-barang Anda," tandas Trump.
Itu bukanlah sebuah insiden yang terisolasi. Trump terus memperjuangkan perlunya mempertahankan greenback sebagai mata uang dunia.
"Jika kita kehilangan dolar sebagai mata uang dunia, saya pikir itu sama saja dengan kalah perang," katanya kepada Economic Club pada sebuah pertemuan di New York.
Mentalitas America First tersebut telah mendorong rekor reaksi terhadap kepresidenan. Indeks Dow Jones Industrial dan S&P 500 mencapai rekor tertinggi di awal pembukaan. Selain itu, dolar AS melonjak dengan indeks dolar naik sebanyak 1,8%, kenaikan terbesar dalam satu hari sejak Juni 2016. Situasi menjadi semakin sulit bagi blok BRICS dengan kemenangan Partai Republik.
BRICS telah menggunakan metode mata uang alternatif sebagian besar tahun lalu, tetapi mereka mungkin juga mengincar perubahan. Awal tahun ini, Trump mengisyaratkan akan mempertimbangkan untuk mencabut sanksi dan mendorong penggunaan dolar dan menarik untuk melihat bagaimana blok ini merespons jika hal itu terjadi.
Trump Menang Pilpres AS 2024, MPR RI Berharap Gejolak Konflik Mereda
Presiden Baru AS Donald Trump diharapkan bisa membuat tata kelola dunia lebih baik lagi dari sebelumnya, dan membuat konflik global mereda [249] url asal
#donald-trump #pilpres-as #pilpres-amerika-serikat #trump-menang-pilpres-as-2024 #mpr-ri-berharap-gejolak-konflik-mereda
(Bisnis.Com - Terbaru) 07/11/24 07:40
v/17643158/
Bisnis.com, JAKARTA — Ketua MPR RI Ahmad Muzani berharap terpilihnya Donald Trump menjadi presiden terpilih Amerika Serikat ke-47, dapat meredam gejolak konflik yang terjadi di dunia.
Muzani juga berharap dengan terpilihnya Donald Trump ini bisa membuat tata kelola dunia lebih baik lagi dari sebelumnya.
“Kami berharap tata kelola dunia akan lebih baik lagi di bawah kepemimpinan Presiden Trump,” ujarnya di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu (6/11/2024).
Tak hanya itu, Sekjen Gerindra ini turut berharap semua konflik yang ada saat ini bisa teredam dengan baik.
“Mudah-mudahan semua berbagai macam gejolak dan konflik yang terjadi bisa redam dengan baik,” pungkasnya.
Lebih lanjut, Muzani juga menyebut dengan terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS, pihaknya berharap hubungan Indonesia dan AS bisa lebih baik lagi untuk masa-masa yang akan datang.
“Karena hubungan Indonesia dan Amerika adalah hubungan yang sudah terbangun sejak Republik ini berdiri,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, mengutip Fox News pada Rabu (6/11/2024), Fox News Decision Desk memproyeksikan mantan Presiden Trump telah mengalahkan Wakil Presiden Kamala Harris dalam kemenangan yang menakjubkan.
Menurut hasil hitung cepat Fox News, Trump telah memperoleh 277 suara elektoral berbanding 226 suara milik Harris.
Jumlah suara Trump sudah melewati batas minimal perolehan suara electoral college yang diperlukan untuk mengamankan kursi Presiden, yakni sebanyak 270 suara.
Kemenangan ini juga mengukir sejarah baru bagi AS. Trump akan menjadi presiden pertama yang menjabat sebanyak dua periode tidak berturut-turut sejak Grover Cleveland pada 1892 – dan ini merupakan presiden kedua dalam sejarah.
Kemenangan Donald Trump Bisa Jadi Ujian buat Ekonomi RI
Donald Trump diprediksi menang Pilpres AS 2024, namun kebijakannya berpotensi berdampak negatif pada ekonomi Indonesia, termasuk nilai tukar rupiah dan ekspor. [672] url asal
#detikcom #trump #kampanyenya #perubahan #dolar-as #kebijakan-ekonomi-trump #perlambatan-ekonomi #pilpres-amerika-serikat #laba-forexindo-berjangka #the-fed #kebijakan-donald-trump #pilpres #pilpres-amerika #pie
(detikFinance - Market Research) 07/11/24 07:30
v/17642865/
Jakarta - Donald Trump memenangkan Pilpres Amerika Serikat (AS) 2024. Trump meraup 277 suara elektoral, melampaui ambang batas yang dibutuhkan untuk memenangkan pilpres. Meski begitu, kemenangan Trump berpotensi memberikan dampak negatif terhadap ekonomi Indonesia.
Kepala Ekonom Permata Institute for Economic Research (PIER), Josua Pardede menjelaskan sejumlah rencana kebijakan Donald Trump jika resmi jadi Presiden AS dapat memberikan dampak langsung maupun tidak langsung terhadap perekonomian Indonesia.
Salah satunya, rencana Donald Trump yang ingin memangkas pajak perusahaan dari 21% menjadi 15% untuk perusahaan yang memproduksi di AS dan tidak ada perubahan pada pajak capital gain.
"Kebijakan ini akan membuat investasi di dalam negeri AS lebih menarik, sehingga ada risiko capital outflow dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, menuju AS. Ini bisa mempengaruhi nilai tukar rupiah karena potensi arus modal keluar," terang Josua kepada detikcom, Rabu (6/11/2024) kemarin.
Kemudian jika Trump diasumsikan kembali menjadi presiden AS, maka terdapat potensi penguatan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang lain sebagai hasil dari pendapatan tarif yang mungkin dialokasikan untuk stimulus fiskal.
"Penguatan dolar AS berpotensi memberikan tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Hal ini bisa meningkatkan biaya impor bagi Indonesia dan menambah tekanan inflasi domestik," jelasnya.
Kemudian, menurut Josua berbagai kebijakan ekonomi Trump yang cenderung meningkatkan defisit fiskal lebih besar dapat mendorong inflasi di AS, sehingga rencana penurunan suku bunga bank sentral AS atau The Fed akan sangat terpengaruh.
Kembali lagi, kondisi ini diperkirakan kembali menekan nilai tukar rupiah terhadap AS. Pada akhirnya penguatan dolar AS akan mempersempit peluang Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan.
"Defisit fiskal AS yang lebih besar dapat mendorong inflasi di AS, yang berpotensi membatasi ruang penurunan suku bunga Fed ke depannya diperkirakan berpotensi mendorong penguatan dolar AS terhadap mata uang negara berkembang termasuk rupiah. Potensi penguatan dolar AS tersebut berimplikasi pada berkurangnya ruang penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia," papar Josua.
Kemudian ada juga sejumlah rencana terkait China yang secara tak langsung akan berdampak terhadap Indonesia. Trump berpotensi menaikkan tarif impor terhadap produk asal China yang diperkirakan dapat membatasi kinerja ekspor hingga pertumbuhan ekonomi negara itu.
Disebut-sebut, Trump ingin menetapkan bea tambahan 60-100% produk impor dari China. Padahal pelemahan ekonomi China diperkirakan berdampak negatif pada permintaan komoditas dari Indonesia.
"Indonesia yang sangat bergantung pada China sebagai mitra dagang utama bisa mendorong penurunan kinerja ekspor Indonesia sehingga pada akhirnya akan mempengaruhi kinerja nilai tukar rupiah," ungkap Josua.
Belum lagi rencana penambahan bea impor ini turut berpotensi dihadapi Indonesia mengingat Trump juga ingin menambahkan bea impor 10-20% secara menyeluruh. Kenaikan harga komoditas tertentu yang dipicu tarif juga dapat meningkatkan biaya impor bagi Indonesia
Pada akhirnya Josua berpendapat berbagai rencana kebijakan Trump ke depan dapat memberikan dampak yang cukup buruk terhadap perekonomian Indonesia, baik secara langsung maupun tidak langsung.
"Kebijakan Donald Trump yang lebih proteksionis dan pro Amerika bisa menciptakan lingkungan ekonomi global yang lebih menantang bagi Indonesia dengan potensi penguatan dollar AS ke depannya, tekanan inflasi, dan ketegangan tensi dagang antara China dan AS," pungkasnya.
Sementara itu, Ekonom sekaligus Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi berpendapat terpilihnya Trump sebagai presiden AS kemungkinan besar tidak akan memberi dampak langsung terhadap Indonesia.
Ia khawatir salah satu kampanye Trump yang akan mengenakan sanksi kepada negara yang enggan menggunakan dolar AS dalam perdagangan internasional. Hal inilah yang ditakutkan akan menyasar Indonesia juga.
"Donald Trump sudah dalam kampanyenya mengatakan bahwa siapa saja negara yang dalam perdagangan internasional tidak menggunakan dolar ini akan mendapatkan saksi 100%. Nah, ini apakah nanti akan diterapkan atau tidak, kita tinggal lihat saja nanti," kata Ibrahim.
Ia juga menggarisbawahi peluang perang dagang AS lawan China jilid II yang akan berpengaruh terhadap ekspor Indonesia ke Negeri Tirai Bambu. Padahal China hingga saat ini merupakan mitra dagang utama Indonesia.
"Ada ketakutan peran dagang, karena ya Donald Trump sendiri sudah mengatakan akan melakukan perang dagang dengan Tiongkok. Indonesia saat ini kan fokus kebanyakan ekspor-impornya, perdagangannya kan kebanyakan adalah dengan Tiongkok. Ya, dengan Tiongkok, dengan Jepang, dengan Korea Selatan. Sehingga yang sekarang sedang difokuskan oleh Indonesia itu adalah bagaimana Tiongkok ini agar kembali pulih dari perlambatan ekonomi," terang Ibrahim.
(fdl/fdl)
Trump Menang Pilpres AS 2024, Apa Artinya bagi Ekonomi Dunia?
Calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik Donald Trump mengumumkan telah memenangi pemilihan presiden Amerika Serikat 2024. Calon Presiden Amerika... | Halaman Lengkap [806] url asal
#amerika-serikat #donald-trump #pilpres-amerika-serikat #pilpres-as #ekonomi-dunia
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 07/11/24 07:20
v/17647370/
JAKARTA - Calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik Donald Trump mengumumkan telah memenangi pemilihan presiden Amerika Serikat 2024. Dalam pidato pada Rabu (6/11/2024) dini hari di Florida atau Rabu sore WIB, Trump menyebut kemenangannya sebagai gerakan politik terbesar sepanjang masa.Dengan kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih, ide-ide ekonominya dapat segera menjadi kenyataan didukung Partai Republik yang telah menguasai Senat AS sehingga memudahkan Trump untuk meloloskan ide-ide ekonominya menjadi undang-undang. Apa arti kemenangan Donald Trump bagi perekonomian dunia?
1. Kenaikan Tarif
Kemenangan Trump akan memberikan guncangan baru pada ekonomi global. Banyak ide ekonominya yang mirip dengan saat pertama kali berkuasa. Namun kali ini, gagasan-gagasan tersebut lebih halus dan ia memiliki lebih banyak pengalaman dan tekad untuk mewujudkannya.
Trump telah menjanjikan tarif 10% atau 20% untuk semua barang yang diimpor ke AS dan bahkan tarif yang lebih tinggi lagi, yaitu 60%, untuk barang-barang buatan China. Pada saat yang sama, ia juga berjanji untuk membawa pulang industri manufaktur, memotong pajak, dan mendeportasi jutaan imigran gelap.
Meskipun beberapa dari janji-janji ini mungkin tampak ekstrem, namun cukup untuk meyakinkan banyak pemilih yang berjuang dengan harga makanan dan perumahan yang lebih tinggi bahwa mereka lebih baik mendukung Trump secara ekonomi.
2. Reaksi Pasar Global
Kebijakan-kebijakan Trump akan berdampak besar pada ekonomi AS, tetapi juga akan memiliki efek riak yang besar di seluruh dunia. Sebelum pemilu, bisnis di seluruh dunia telah memperhitungkan kemenangan Partai Demokrat atau Partai Republik dan membuat rencana kontinjensi.
Sekarang, setelah kemenangan Partai Republik terwujud, pasar bereaksi. Pasar saham di Asia, yang pertama kali dibuka setelah pemilu, memiliki reaksi beragam terhadap kemenangan Trump.
Nikkei Jepang dan S&P/ASX 200 Australia naik. Sementara itu, Indeks Hang Seng Hong Kong turun. Saham-saham di China daratan tidak banyak bergerak dan pasar Eropa sejauh ini tidak banyak bergerak.
Pasar AS menyambut kemenangan Trump dengan optimisme dan kegelisahan. Indeks S&P 500 melonjak 2,4%, Dow Jones Industrial Average melonjak 3,4%, dan Nasdaq Composite melonjak 2,7%, Ketiga indeks tersebut mencapai rekor tertinggi pada hari Rabu, sementara indeks MSCI untuk saham-saham dunia naik 1,3%.
Tidak ada kenaikan yang terlihat di pasar obligasi karena obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun terjual habis, dengan imbal hasil yang melonjak ke arah 4,5% di tengah antisipasi bahwa pembengkakan defisit di bawah pemerintahan Trump akan memaksa pemerintah untuk membayar pinjaman.
3. Bitcoin Capai Titik Tertinggi Sepanjang Masa
Trump telah berjanji untuk menjadikan Amerika sebagai "ibu kota kripto planet ini" dengan menghentikan regulasi dan lebih terbuka terhadap inovasi. Dukungannya terhadap mata uang kripto telah memberikan harapan bagi industri ini di AS. Bitcoin, mata uang kripto yang paling populer, mencapai rekor lebih dari USD75.000 atau Rp1,2 miliar pada Rabu (6/11/2024).
Banyak pendukung mata uang kripto seperti Elon Musk ingin melihat dia terpilih. Beberapa individu dan perusahaan kripto telah menyumbangkan jutaan dolar kepada Super PAC untuk mendukung kandidat pilihan mereka.
4. Dominasi Dolar AS
Saat harga bitcoin meledak, sejumlah mata uang lain tidak begitu baik bagi dolar Amerika, Uni Eropa dan negara-negara seperti China, Jepang, dan Meksiko sangat mengkhawatirkan tarif. Pada hari Rabu, banyak mata uang mereka kehilangan nilai terhadap dolar AS yang melonjak.
Peso Meksiko mengalami penurunan terbesar dalam tiga bulan terakhir karena mata uang ini sangat rentan terhadap tarif baru AS, karena Meksiko merupakan mitra dagang terbesar negara tersebut.
Dolar yang lebih mahal akan membuat barang-barang AS menjadi lebih mahal bagi negara lain secara umum. Hal ini juga akan membuat komoditas global yang dihargakan dalam dolar seperti minyak menjadi lebih mahal bagi pembeli yang membayar dengan mata uang lain.
5. Ketakutan Eropa
Selain kesulitan-kesulitan perdagangan dan tarif, sejumlah negara Eropa Timur khawatir bahwa Trump akan melemahkan atau bahkan merusak dukungan penting Amerika untuk NATO. Ketakutan ini, bersama dengan kekhawatiran mengenai masa depan perang di Ukraina dan siapa yang akan membayarnya, telah menekan sejumlah mata uang Eropa Timur seperti forint Hungaria.
Untuk menenangkan Trump, Eropa mungkin perlu meningkatkan pengeluaran pertahanannya secara umum dan dukungannya untuk Ukraina pada khususnya. Selain itu, banyak kebijakan Trump yang dapat menyebabkan inflasi yang berakar dari AS dan merugikan kemampuan negara-negara lain untuk meminjam uang.
"Secara keseluruhan, kebijakan-kebijakan tersebut akan memiliki konsekuensi-konsekuensi yang sangat negatif untuk Meksiko, tetapi juga untuk zona euro, dan berkorelasi erat dengan kawasan Eropa Tengah dan Timur," ujar Piotr Matys, analis FX senior di In Touch Capital Markets, mengatakan kepada kantor berita Bloomberg dikutip dari DW, Kamis (7/11/2024).
"Masa jabatan kedua Donald Trump akan menjadi tantangan yang lebih besar bagi industri Jerman dan Eropa dibandingkan masa jabatan pertamanya," kata Thilo Brodtmann, kepala Asosiasi Industri Teknik Mesin Jerman, memperingatkan dalam sebuah pernyataan.
"Kita harus secara khusus menanggapi pengumuman tarifnya dengan serius," kata Brodtmann, seraya menambahkan bahwa tarif akan membebani perdagangan global dan dapat memaksa China juga negara-negara Eropa untuk lebih mengembangkan kekuatan ekonomi mereka.
Robert Kennedy Muncul Saat Pilpres Amerika Serikat
Nama Robert Kennedy menjadi trending satu google saat Pilpres Amerika Serikat 2024. [316] url asal
#pilpres-amerika-serikat #robert-kennedy #trending-google #pilpres-amerika
(Bisnis.Com) 06/11/24 18:10
v/17588362/
Bisnis.com, JAKARTA - Kamala Harris dan Donald Trump bertarung dalam Pilpres Amerika untuk orang nomor 1 Amerika Serikat. Namun, terdapat satu sosok yang mencuri perhatian warga Amerika Serikat, yaitu Robert Kennedy.
Mantan kandidat pada bursa pilpres Amerika Serikat ini bahkan menjadi trending satu google saat hari Pemilihan Presiden. Setelah diusut hal ini lantaran cuitannya tentang mineral Fluoride pada air minum.
"Fluoride adalah limbah industri yang terkait dengan radang sendi, patah tulang, kanker tulang, kehilangan IQ, gangguan perkembangan saraf, dan penyakit tiroid. Presiden @realDonaldTrump dan Ibu Negara @MELANIATRUMP ingin Membuat Amerika Sehat Kembali,” Ucapnya pada platform x/twitter.
Dirinya juga diketahui melakukan hal kontroversial dengan mundur dari kandidat Presiden dan mengambil keputusan mendukung Donald Trump. Sehari sebelum Hari Pemilihan, Kennedy mendorong para pendukung untuk memilih Partai Republik dan tidak mencantumkan namanya sebagai opsi ketiga.
"PILIH TRUMP. Tidak peduli di negara bagian mana Anda tinggal, JANGAN memilih saya, Mari kita bawa Presiden Trump kembali ke Gedung Putih dan saya ke Washington sehingga kita dapat Membuat Amerika Sehat Kembali, mengakhiri perang selamanya, dan melindungi kebebasan sipil kita." tweet Kennedy pada 4 November 2024.
Apa Itu Mineral Fluoride?
Fluoride merupakan kandungan yang telah dimasukkan ke dalam air minum Amerika sejak pertengahan abad ke-20. Pada tahun 1945, Grand Rapids, Michigan, mulai menempatkan mineral - yang ditemukan dalam air, tanah, tanaman dan makanan tertentu.
Hal ini berlanjut pada tahun 1960-an, Layanan Kesehatan Masyarakat AS merekomendasikan penggunaan fluoride dalam air minum untuk membantu memperkuat enamel gigi. Fluoride juga merupakan bahan umum dalam pasta gigi.
Namun demikian, Donald Trump belum memperlihatkan pandangannya tentang ide dari Kennedy yang sudah mencuri perhatian warganet Amerika Serikat.
Menjadi Trending Internet
Lewat data dari Google Trends, volume pencarian untuk Robert Kennedy tercatat lebih dari 1.000.000 hasil pencarian pada hari Selasa sekitar pukul 3:30. Selama 24 jam berikutnya, angka-angka tersebut mengalami pertumbuhan yang konstan, masih menunjukkan lebih dari 20.000 hasil pencarian. (Enrich Samuel K.P)
Rupiah Jatuh ke Level 15.833 Per Dolar AS Pada Rabu (6/11), Terseret Hasil Pilpres AS
Rupiah melemah tajam terhadap dolar pada penutupan perdagangan Rabu (6/11). Analis menilai sentimen pilpres AS menjadi mendorong penguatan dolar. [474] url asal
#pertumbuhan-ekonomi-indonesia #rupiah-melemah #pilpres-amerika-serikat #kebijakan-perang-dagang-trump #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #valuta
(Kontan-Investasi) 06/11/24 17:40
v/17586357/
Reporter: Nova Betriani Sinambela | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Rupiah melemah tajam terhadap dolar pada penutupan perdagangan Rabu (6/11). Analis menilai sentimen pilpres Amerika Serikat (AS) menjadi faktor utama mendorong penguatan dolar.
Rabu (6/11), rupiah spot ditutup di level Rp 15.833 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat rupiah melemah 0,53% dibanding penutupan hari sebelumnya. Berdasarkan Jisdor, rupiah melemah 0,46% dalam sehari ke level Rp 15.840 per dolar AS.
Pengamat Komoditas dan Mata Uang Lukman Leong mengatakan penguatan dolar ini membuat rupiah bahkan semua mata uang di Asia melemah terhadap dolar. Hal itu dinilai merupakan respon dari hasil pilpres AS yang besar kemungkinan akan dimenangkan oleh Trump.
"Bukan rupiah yang lemah, tetapi dolar AS yang menjadi kuat. Seperti diketahui, kebijakan perang dagang Trump berpotensi memicu inflasi dan menurunkan prospek pemangkasan suku bunga the Fed," kata Lukman kepada KONTAN, Rabu (6/10).
Lukman bilang kebijakan Trump yang proteksionis mengenai tarif dan pajak impor, umumnya akan berdampak ke negara-negara eksportir seperti Jepang, Singapura, Thailand, dan China. Sementara dampaknya terhadap Indonesia mungkin lebih kecil, mengingat Indonesia umumnya mengekspor komoditas.
Namun, lanjut Lukman, inflasi dan tingkat suku bunga tinggi dapat membatasi ruang bagi Bank Indonesia (BI) untuk menurunkan suku bunga, bahkan BI perlu menaikkan suku bunga lagi untuk menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri.
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menambahkan, kemenangan Trump berpotensi mempertahankan suku bunga tetap tinggi. Hal tersebut diperkirakan bakal mendorong dolar tetap kuat di tahun-tahun mendatang, ditambah kembali melonjaknya imbal hasil Treasury.
Ibrahim menuturkan, Trump secara luas diperkirakan akan memberlakukan lebih banyak kebijakan inflasi, mengingat pendiriannya tentang perdagangan proteksionis dan imigrasi.
"Skenario seperti itu diperkirakan akan membuat suku bunga relatif lebih tinggi dalam jangka panjang," kata Ibrahim.
Selain itu, prospek kemenangan Trump menghadirkan lebih banyak tekanan ekonomi pada China. Trump berjanji untuk mengenakan tarif perdagangan yang tinggi pada China. Hal ini akan membuat lebih banyak tekanan ekonomi China dengan deflasi yang terus-menerus dan penurunan pasar properti yang berkepanjangan.
Dari dalam negeri, Ibrahim menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2024 juga melandai. Melemahnya pertumbuhan ini tak lepas dari melandainya konsumsi rumah tangga Indonesia.
Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia melandai ke 4,95% (yoy) untuk kuartal III-2024 atau terburuk dalam setahun terakhir. Angka ini lebih rendah dibandingkan kuartal II-2024 yang berada di angka 5,05%.
Jika dilihat berdasarkan pengeluaran, konsumsi rumah tangga tumbuh tak sampai 5% atau tepatnya 4,91% yoy. Padahal konsumsi menyumbang 53,08% terhadap total PDB Indonesia. Pertumbuhan konsumsi pada kuartal III juga di bawah data historisnya yakni 5%.
Dengan demikian Ibrahim memperkirakan mata uang rupiah masih akan ditutup melemah besok (7/11) di rentang Rp 15.820-Rp.15.920 per dolar AS.
Lukman juga memperkirakan rupiah masih akan tertekan dan bergerak di kisaran Rp 15.750- Rp 15.950 per dolar AS.
Donald Trump Menang Pilpres, Dolar AS Perkasa
Fox News mengumumkan Donald Trump menang Pilpres AS 2024 dengan 277 suara elektoral. Kemenangan ini menguatkan dolar AS terhadap berbagai mata uang dunia. [260] url asal
#sentimen #donald #paman-sam #rti #pilpres-as-2024 #pound-sterling #donald-trump-unggul-pilpres #pilpres-amerika-serikat #trump #unggul-pilpres #asia #grover-cleveland #euro #capres #serikat #paman #ambang #pilpres
(detikFinance - Moneter) 06/11/24 17:24
v/17589914/
Jakarta - Media terkemuka Amerika Serikat (AS), Fox News mengumumkan Donald Trump menang Pilpres Amerika Serikat (AS) tahun ini. Trump telah meraup 277 suara elektoral, melampaui ambang batas yang dibutuhkan untuk memenangi pilpres.
Kemenangan Trump membawa sentimen positif terhadap dolar AS. Mata uang Paman Sam terpantau menguat terhadap sejumlah mata uang dunia, termasuk rupiah.
Dikutip dari RTI, Rabu (6/11/2024), nilai tukar dolar AS terhadap rupiah sore ini berada pada posisi Rp 15.828. Dolar AS menguat 98 poin atau 0,62%. Dolar AS juga menguat terhadap dolar Australia. Terpantau dolar AS berada pada level 0,6583, menguat 0,77% atau naik 0,005 poin.
Kemudian, Dolar AS menguat terhadap mata uang Euro, yakni sebesar 1,66% atau naik 0,018 poin ke level 1,07. Dolar AS turut menguat terhadap pound sterling ke level 1,28, naik 1,15% atau 0,01%.
Untuk mata uang Asia, mata uang Paman Sam menguat 1,08% atau 0,076 poin ke level 7,18, lalu menguat 1,60% atau 2,41 poin terhadap Yen Jepang ke level 154, serta naik 1,27% atau 0,01 poin ke level 1,33 terhadap dolar Singapura.
Disebutkan oleh Fox News dalam laporannya, Trump akan menjadi presiden pertama yang menjabat dua periode secara tidak berturut-turut sejak Grover Cleveland tahun 1982 silam, dan merupakan presiden kedua dalam sejarah.
Hasil proyeksi Fox News menyebut Trump telah meraup 277 suara elektoral, sedangkan Kamala Harris hanya meraup 226 suara elektoral. Diperlukan sedikitnya 270 suara elektoral, dari total 538 suara elektoral, agar seorang capres bisa memenangkan pilpres AS.
(ily/fdl)
Donald Trump Menang Pilpres, Dolar AS Perkasa
Fox News mengumumkan Donald Trump menang Pilpres AS 2024 dengan 277 suara elektoral. Kemenangan ini menguatkan dolar AS terhadap berbagai mata uang dunia. [260] url asal
#amerika-serikat #euro #pound-sterling #pilpres-amerika-serikat #serikat #sentimen #pilpres-amerika #fox-news #yen-jepang #donald-trump-unggul-pilpres #trump #paman #ambang #asia #paman-sam #grover-cleveland #capres
(detikFinance - Sosok) 06/11/24 17:24
v/17585987/
Jakarta - Media terkemuka Amerika Serikat (AS), Fox News mengumumkan Donald Trump menang Pilpres Amerika Serikat (AS) tahun ini. Trump telah meraup 277 suara elektoral, melampaui ambang batas yang dibutuhkan untuk memenangi pilpres.
Kemenangan Trump membawa sentimen positif terhadap dolar AS. Mata uang Paman Sam terpantau menguat terhadap sejumlah mata uang dunia, termasuk rupiah.
Dikutip dari RTI, Rabu (6/11/2024), nilai tukar dolar AS terhadap rupiah sore ini berada pada posisi Rp 15.828. Dolar AS menguat 98 poin atau 0,62%. Dolar AS juga menguat terhadap dolar Australia. Terpantau dolar AS berada pada level 0,6583, menguat 0,77% atau naik 0,005 poin.
Kemudian, Dolar AS menguat terhadap mata uang Euro, yakni sebesar 1,66% atau naik 0,018 poin ke level 1,07. Dolar AS turut menguat terhadap pound sterling ke level 1,28, naik 1,15% atau 0,01%.
Untuk mata uang Asia, mata uang Paman Sam menguat 1,08% atau 0,076 poin ke level 7,18, lalu menguat 1,60% atau 2,41 poin terhadap Yen Jepang ke level 154, serta naik 1,27% atau 0,01 poin ke level 1,33 terhadap dolar Singapura.
Disebutkan oleh Fox News dalam laporannya, Trump akan menjadi presiden pertama yang menjabat dua periode secara tidak berturut-turut sejak Grover Cleveland tahun 1982 silam, dan merupakan presiden kedua dalam sejarah.
Hasil proyeksi Fox News menyebut Trump telah meraup 277 suara elektoral, sedangkan Kamala Harris hanya meraup 226 suara elektoral. Diperlukan sedikitnya 270 suara elektoral, dari total 538 suara elektoral, agar seorang capres bisa memenangkan pilpres AS.
(ily/fdl)
Trump Menang Pemilu AS, IHSG Ditutup Anjlok 1,44%
IHSG ditutup di zona merah, turun 108,06 poin setelah kabar kemenangan Donald Trump di Pilpres AS. Volume transaksi mencapai Rp 11,99 triliun [259] url asal
#donald-trump #kabar-kemenangan-donald-trump #hang-seng #pilpres-amerika-serikat #pemilu #straits #pilpres-as #pilpres-amerika #indeks-harga #amerika-serikat #anjloknya-ihsg #penutupan #indeks-harga-saham-gabun
(detikFinance - Bursa Valas) 06/11/24 17:08
v/17585945/
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini ditutup di zona merah. Pergerakan IHSG sempat merangsek ke zona hijau saat pembukaan namun tak berselang lama terjun ke zona merah.
Anjloknya IHSG terjadi usai Donald Trump disebut memenangkan Pilpres Amerika Serikat tahun ini. Media terkemuka Amerika Serikat (AS), Fox News mengumumkan Trump menang Pilpres dan menyebut Trump telah meraup 277 suara elektoral, melampaui ambang batas yang dibutuhkan untuk memenangi pilpres.
Dikutip dari RTI, Rabu (6/11/2024), IHSG pada penutupan tercatat turun 108,06 poin ke level 7.383,86 atau melemah 1,44%. IHSG dibuka di level 7.491,86 dengan level tertinggi 7.506,60 dan terendah 7.363,03.
Volume transaksi tercatat 26,42 miliar, turnover Rp 11,99 triliun dengan frekuensi transaksi 1.353.749 kali. Sebanyak 197 saham tercatat menguat, 398 saham melemah, dan 195 saham stagnan atau tidak mengalami pergerakan.
Pada Bursa Asia lainnya, Nikkei terpantau menguat 2,61%, Hang Seng Index ditutup melemah 2,23%, Shanghai Composite Index melemah 0,09%, Straits Times menguat 0,60%, sementara LQ45 turun 2,03%.
Adapun dalam pidato kemenangannya, Trump menyebut dirinya "terpilih" sebagai Presiden ke-47 AS kemudian mengucapkan terima kasih kepada rakyat Amerika.
"Saya ingin berterima kasih kepada rakyat Amerika atas kehormatan luar biasa dengan terpilih sebagai Presiden ke-47, dan Presiden ke-45 untuk Anda," kata Trump dalam pidatonya.
"Tugas yang ada di hadapan kita tidak akan mudah, namun saya akan mengerahkan segenap tenaga, semangat dan perjuangan yang ada dalam jiwa saya untuk pekerjaan yang telah Anda percayakan kepada saya," tegas Trump.
(kil/kil)
Bitcoin Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Masa saat Trump Klaim Kemenangan Pilpres AS
Kemenangan Donald Trump dalam Pilpres AS telah menyebabkan lonjakan harga dramatis untuk cryptocurrency paling populer di dunia, Bitcoin yang tembus level tertingginya... | Halaman Lengkap [281] url asal
#donald-trump #pilpres-amerika-serikat #cryptocurrency #bitcoin #harga-bitcoin
(SINDOnews Ekbis - Bursa Finansial) 06/11/24 16:58
v/17587335/
JAKARTA - Pemilihan presiden Amerika Serikat atau Pilpres AS telah menyebabkan lonjakan harga dramatis untuk cryptocurrency paling populer di dunia, Bitcoin yang melonjak melewati level tertingginya sepanjang masa. Berita kemenangan Donald Trump yang merupakan wakil dari partai Republik untuk kembali ke Gedung Putih menjadi sentimen yang mempengaruhi pergerakan mata uang kripto.Harga Bitcoin atau nilai tukar BTC/USDT di platform perdagangan kripto Binance, terpantau meningkat sekitar 9,26% dan memecahkan rekor sebelumnya USD73.778. Bahkan Bitcoin sempat bernilai hampir USD75.000 atau setara Rp1,18 miliar (kurs Rp15.769 per USD) sebelum turun di antara USD74,2 hingga USD74,3 ribu.
Selain bitcoin, mata uang kripto lainnya juga mengalami lonjakan harga, terutama koin Ethereum di tengah proyeksi kemenangan Trump.
Lonjakan harga terjadi ketika hasil pemungutan suara awal menunjukkan bahwa mantan Presiden AS Donald Trump kemungkinan akan mengamankan jabatan kedua kalinya di Gedung Putih, mengalahkan saingannya dari Partai Demokrat, Wakil Presiden Kamala Harris.
Selama kampanye, Trump berjanji bakal melindungi investor kripto, bahkan Ia menggunakan Bitcoin untuk membeli burger keju dan bir untuk para pendukungnya di sebuah bar di New York City seperti dilansir RT. Trump adalah petahana atau mantan presiden AS pertama yang melakukan pembayaran menggunakan cryptocurrency.
Trump mengklaim bahwa penggemar Bitcoin diperlakukan "sangat buruk" di masa lalu oleh komisi Sekuritas dan Bursa AS. Dimana Ia bertekad bakal terus berhubungan dengan investor cryptocurrency secara "sangat adil" jika terpilih kembali.
Janji Trump tampaknya berpengaruh pada pasar kripto karena investor percaya bahwa kepresidenan Trump selanjutnya dapat menyebabkan pelonggaran peraturan, berbanding terbalik saat era Presiden Demokrat Joe Biden dengan aturan yang ketat untuk mata uang kripto.
Sementara itu para ahli menyakini bila kemenangan menghampiri Kamala Harris, di sisi lain dapat menyebabkan Bitcoin mengalami penurunan nilai.









