#30 tag 24jam
Kongsi Prabowo-Jokowi Kepung Partai Banteng di Pilkada Jateng, Jakarta, dan Bali
Prabowo dan Jokowi secara terbuka mengendorse calon gubernur dari Koalisi Indonesia Maju alias KIM Plus melawan calon PDIP. [1,199] url asal
#prabowo #jokowi #prabowo-jokowi #pdip #partai-banteng #pilkada-jakarta #pilkada-jateng #pilkada-bali
(Bisnis.Com) 06/11/24 11:50
v/17648490/
Bisnis.com, JAKARTA -- Pilkada Jakarta, Jawa Tengah dan Bali menjadi medan pertarungan antara calon yang didukung oleh kongsi Prabowo Subianto - Joko Widodo (Jokowi) yang direpresentasikan oleh Koalisi Indonesia Maju alias KIM Plus melawan PDI Perjuangan (PDIP) yang dikomandoi oleh Megawati Soekarnoputri.
Sekadar catatan, PDIP sampai sekarang adalah satu-satunya partai yang belum menyatakan sikap apakah bergabung dengan pemerintahan Prabowo Subianto atau bakal menjadi oposisi. Sempat ada upaya dari elite-elite Gerindra maupun PDIP untuk mempertemukan Prabowo dan Megawati. Namun sampai dengan saat ini, hasilnya nihil.
Di tengah ketidakpastian pertemuan antara Prabowo dan Megawati, Prabowo justru bertemu dengan Jokowi. Pertemuan berlangsung di Kota Solo. Kedua presiden itu berbincang santai di sebuah angkringan. Menariknya dalam pertemuan itu, Prabowo juga bertemu dengan pasangan calon gubernur dan wakil gubenur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin.

Foto pertemuan antara Prabowo - Jokowi dengan paslon nomor urut 2 itu diunggah oleh Luthfi di akun media sosialnya. "Secara pribadi bapak Presiden Prabowo memberikan dukungan moral kepada kami berdua," tulis Lutfhi dalam keterangan resminya.
Sebelum bertemu Luthfi - Taj Yasin, Prabowo secara terbuka telah memberikan dukungannya kepada calon gubernur dan wakil gubernur Bali, I Made Muliawan Arya alias De Gadjah dan Putu Agus Suradnyana. Putu Agus adalah bekas Bupati Buleleng, yang telah dipecat oleh PDI Perjuangan alias PDIP.
"Saya berharap, saya berdoa, saya menganjurkan, saudara Made Muliawan Arya terpilih sebagai Gubernur Bali. Dengan dibantu oleh Bapak Putu Agus Suradnyana sebagai wakil," kata Prabowo.
Sementara itu, di Pilkada Jakarta, Prabowo dan Jokowi tercatat telah menemui Ridwan Kamil. Pertemuan antara Prabowo maupun Jokowi dengan Ridwan Kamil terjadi di tengah isu pecah kongsi KIM Plus di Pilkada Jakarta.
Awalnya Ridwan Kamil menemui Prabowo di Jakarta. Kedua makan malam di Restoran Garuda, Sabang Jakarta Pusat pada tanggal 31 Oktober 2024. Selang sehari kemudian, Ridwan Kamil bertemu dengan Jokowi di Solo. Pertemuan berlangsung di kediaman pribadi Jokowi.
Adapun Ridwan menyatakan bahwa dalam pertemuan itu Prabowo berharap pasangan calon dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) dapat memenangkan Pilkada agar terjadi harmonisasi antara koalisi di pusat dan daerah.
“Kan beliau pimpinan koalisi KIM, saya wajah KIM di Pilkada Jakarta, jadi waktu tinggal 3 minggu, tentunya beliau berharap pasangan dari KIM inilah yang nanti memimpin Jakarta supaya koalisi pusat dan koalisi daerah bisa satu irama,” ujarnya.
Penegasan soal dukungan Prabowo - Jokowi ke calon KIM Plus itu juga disampaikan oleh politkus Gerindra Habiburokhman.
Tren Survei
Terlepas manuver politik yang dilakukan oleh RK, kontestasi politik menjelang pencoblosan Pilkada 2024 bergerak cukup dinamis. Ada tren yang cukup menarik selama dua pekan terakhir.
Hasil sigi 2 lembaga survei yakni Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan Litbang Kompas, misalnya, membalikkan ramalan tentang jalannya Pilkada di Jakarta dan Jawa Tengah alias Jateng.
Semula Pilkada Jateng dan Pilkada Jakarta diproyeksikan akan dimenangkan oleh calon dari Koalisi Indonesia Maju alias KIM Plus. Apalagi di dua provinsi itu, lawan mereka hanya satu partai yakni PDI Perjuangan (PDIP). Meski PDIP suaranya cukup besar di dua provinsi tersebut, di Jateng bahkan dominan, namun di atas kertas, calon dari KIM Plus jauh berada di atas angin.
Survei LSI pada Pilkada Jakarta pada periode September 2024, salah satu contohnya, menempatkan calon KIM Plus yakni Ridwan Kamil (RK) dan Suswono di atas paslon dari PDIP, Pramono Anung dan Rano Karno. Elektabilitas RK - Suswono pada waktu itu mencapai 51,8%. Sementara Pramono-Rano hanya di angka 28,4%.

Menariknya, dalam survei Oktober 2024, LSI merilis survei yang menunjukan adanya lompatan elektabilitas Pramono - Rano. Pramono - Rano versi survei itu memiliki elektabilitas sebanyak 41,6%. Angka itu melampaui elektabilitas RK-Suswono yang tercatat sebesar 37,4%.
Hasil survei Litbang Kompas juga menunjukkan adanya keunggulan elektabilitas Pramono - Rano. Hasil survei Litbang Kompas menunjukkan bahwa pasangan Pramono Anung dan Rano Karno bersaing ketat dengan Ridwan Kamil - Suswono. Elektabilitas Pramono - Rano tercatat mencapai 38,3%, Ridwan Kamil - Suswono 34,6%, dan Dharma Pongrekun - Kun Wardana 3,3%.
Kendati demikian, data Litbang Kompas juga mengungkapkan bahwa elektabilitas Pramono - Rano relatif tertinggal di pemilih Gen Z dan generasi Y (muda). Elektabilitas Pramono di kalangan Gen Z hanya sebesar 31,2% dan Gen Y muda (28-35 tahun) 36,7%. Gen Z dan Gen Y muda masih dikuasai Ridwan Kamil - Suswono dengan persentase 40,6% dan 40,1%.
Ketat di Jawa Tengah
Hasil jejak pendapat Litbang Kompas juga memaparkan bahwa Andika Perkasa-Hendrar Prihadi (Andika-Hendi) dan Ahmad Luthfi-Taj Yasin (Luthfi-Yasin) bersaing sangat ketat dalam perolehan elektabilitas.
Berdasarkan survei yang dilakukan pada 15 Oktober - 20 Oktober 2024 dengan 1.000 responden, pasangan Andika-Hendi memperoleh elektabilitas sebesar 28,8%, sementara itu pasangan Luthfi-Yasin memperoleh elektabilitas sebesar 28,1%. Adapun, 43,1% lainnya menyatakan belum menentukan pilihan (undecided voters).
Survei ini juga menunjukkan alasan responden belum memilih dikarenakan masih menunggu proses kampanye atau debat (42,9%), menunggu saran dari orang yang dipercaya (11,6%), belum mengetahui latar belakang (4,1%), dan belum kenal (3,6%).

Kemudian, calon tidak sesuai keinginan saya (2,6%), masih bingung (2,2%), belum mengetahui visi dan misi (2,1%), lainnya (5,3%) dan tidak tahu (25,6%).
Selanjutnya, tingkat pengenalan atau popularitas Andika-Hendi juga bersaing ketat dengan Luthfi-Yasin. Ada 5,4% responden menyatakan sangat mengenal Andika-Hendi dan 47,3% menyatakan sekadar tahu.
Adapun sebanyak 4,0% responden yang sangat mengenal Luthfi-Taj Yasin dan 47,6 persen 'sekadar tahu'. Tingkat responden yang mengaku tak mengetahui kedua paslon ini juga masih terlihat tinggi karena sama-sama menyentuh lebih dari 45%.
Sindiran PDIP
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengomentari pertemuan paslon nomor urut 2 di Pilgub Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin dengan Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu
Sebelumnya Hasto juga menyentil Ridwan Kamil.
Menurut Hasto, siapapun calon pemimpin daerah yang meminta “endorse” ke Jokowi artinya menunjukkan capim tersebut tak memiliki mentalitas dan tak layak menjadi seorang pemimpin.
Hal tersebut disampaikan Hasto dalam keterangan resminya seusai hadir dalam acara di Kawasan BSD, Tangerang Selatan, pada Minggu (3/11/2024).
“Siapapun yang datang ke Pak Jokowi itu menunjukkan mentalnya tidak kuat sebagai pemimpin, itu mental kalah, itu mental tidak layak untuk menjadi pemimpin karena mereka harus mendatangkan leverage power,” katanya dikutip pada Senin (4/11/2024).
Lebih lanjut, politisi asal Yogyakarta ini pun menduga bahwa para calon kepala daerah yang mendatangi Jokowi tersebut ingin adanya campur tangan dari aparatur negara di Pilkada.
Dengan demikian, Hasto mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bergerak jika terjadi upaya-upaya campur tangan aparat negara serta oknum penegak hukum dalam Pilkada 27 November 2024.
“Kalau Pilkada ini ada yang campur tangan, ada aparatur negara yang campur tangan termasuk oknum-oknum Polri yang mencoba campur tangan, jangan takut mari kita bergerak. Kita selamatkan demokrasi, kedaulatan rakyat, apapun resikonya,” tegasnya.
Adapun, pengamat politik dari Universitas Al Azhar Ujang Komarudin mengemukakan bahwa baik Prabowo dan Jokowi memang punya kewajiban moral untuk mensolidkan koalisi.
Ujang juga menekankan bahwa hal itu adalah dinamika politik biasa. Menurutnya, pertarungan politik, di mana masing-masing kubu baik PDIP maupun Kim Plus ingin menang, ingin habis-habisan, ingin main total untuk bisa menang di daerah-daerah yang strategis seperti Jateng, Jakarta, Bali.
"Jadi memang konstruksi politiknya seperti itu. habis-habisan, mati-matian, saling dukung untuk bisa menang, untuk bisa katakanlah bisa mengalahkan PDIP. PDIP pun ya sama, ingin mengalahkan Kim Plus ataupun KIM, begitu."
Kongsi Prabowo-Jokowi Kepung Partai Banteng di Pilkada Jateng, Jakarta, dan Bali
Prabowo dan Jokowi secara terbuka mengendorse calon gubernur dari Koalisi Indonesia Maju alias KIM Plus melawan calon PDIP. [1,199] url asal
#prabowo #jokowi #prabowo-jokowi #pdip #partai-banteng #pilkada-jakarta #pilkada-jateng #pilkada-bali
(Bisnis.Com - Terbaru) 06/11/24 11:50
v/17569413/
Bisnis.com, JAKARTA -- Pilkada Jakarta, Jawa Tengah dan Bali menjadi medan pertarungan antara calon yang didukung oleh kongsi Prabowo Subianto - Joko Widodo (Jokowi) yang direpresentasikan oleh Koalisi Indonesia Maju alias KIM Plus melawan PDI Perjuangan (PDIP) yang dikomandoi oleh Megawati Soekarnoputri.
Sekadar catatan, PDIP sampai sekarang adalah satu-satunya partai yang belum menyatakan sikap apakah bergabung dengan pemerintahan Prabowo Subianto atau bakal menjadi oposisi. Sempat ada upaya dari elite-elite Gerindra maupun PDIP untuk mempertemukan Prabowo dan Megawati. Namun sampai dengan saat ini, hasilnya nihil.
Di tengah ketidakpastian pertemuan antara Prabowo dan Megawati, Prabowo justru bertemu dengan Jokowi. Pertemuan berlangsung di Kota Solo. Kedua presiden itu berbincang santai di sebuah angkringan. Menariknya dalam pertemuan itu, Prabowo juga bertemu dengan pasangan calon gubernur dan wakil gubenur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin.

Foto pertemuan antara Prabowo - Jokowi dengan paslon nomor urut 2 itu diunggah oleh Luthfi di akun media sosialnya. "Secara pribadi bapak Presiden Prabowo memberikan dukungan moral kepada kami berdua," tulis Lutfhi dalam keterangan resminya.
Sebelum bertemu Luthfi - Taj Yasin, Prabowo secara terbuka telah memberikan dukungannya kepada calon gubernur dan wakil gubernur Bali, I Made Muliawan Arya alias De Gadjah dan Putu Agus Suradnyana. Putu Agus adalah bekas Bupati Buleleng, yang telah dipecat oleh PDI Perjuangan alias PDIP.
"Saya berharap, saya berdoa, saya menganjurkan, saudara Made Muliawan Arya terpilih sebagai Gubernur Bali. Dengan dibantu oleh Bapak Putu Agus Suradnyana sebagai wakil," kata Prabowo.
Sementara itu, di Pilkada Jakarta, Prabowo dan Jokowi tercatat telah menemui Ridwan Kamil. Pertemuan antara Prabowo maupun Jokowi dengan Ridwan Kamil terjadi di tengah isu pecah kongsi KIM Plus di Pilkada Jakarta.
Awalnya Ridwan Kamil menemui Prabowo di Jakarta. Kedua makan malam di Restoran Garuda, Sabang Jakarta Pusat pada tanggal 31 Oktober 2024. Selang sehari kemudian, Ridwan Kamil bertemu dengan Jokowi di Solo. Pertemuan berlangsung di kediaman pribadi Jokowi.
Adapun Ridwan menyatakan bahwa dalam pertemuan itu Prabowo berharap pasangan calon dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) dapat memenangkan Pilkada agar terjadi harmonisasi antara koalisi di pusat dan daerah.
“Kan beliau pimpinan koalisi KIM, saya wajah KIM di Pilkada Jakarta, jadi waktu tinggal 3 minggu, tentunya beliau berharap pasangan dari KIM inilah yang nanti memimpin Jakarta supaya koalisi pusat dan koalisi daerah bisa satu irama,” ujarnya.
Penegasan soal dukungan Prabowo - Jokowi ke calon KIM Plus itu juga disampaikan oleh politkus Gerindra Habiburokhman.
Tren Survei
Terlepas manuver politik yang dilakukan oleh RK, kontestasi politik menjelang pencoblosan Pilkada 2024 bergerak cukup dinamis. Ada tren yang cukup menarik selama dua pekan terakhir.
Hasil sigi 2 lembaga survei yakni Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan Litbang Kompas, misalnya, membalikkan ramalan tentang jalannya Pilkada di Jakarta dan Jawa Tengah alias Jateng.
Semula Pilkada Jateng dan Pilkada Jakarta diproyeksikan akan dimenangkan oleh calon dari Koalisi Indonesia Maju alias KIM Plus. Apalagi di dua provinsi itu, lawan mereka hanya satu partai yakni PDI Perjuangan (PDIP). Meski PDIP suaranya cukup besar di dua provinsi tersebut, di Jateng bahkan dominan, namun di atas kertas, calon dari KIM Plus jauh berada di atas angin.
Survei LSI pada Pilkada Jakarta pada periode September 2024, salah satu contohnya, menempatkan calon KIM Plus yakni Ridwan Kamil (RK) dan Suswono di atas paslon dari PDIP, Pramono Anung dan Rano Karno. Elektabilitas RK - Suswono pada waktu itu mencapai 51,8%. Sementara Pramono-Rano hanya di angka 28,4%.

Menariknya, dalam survei Oktober 2024, LSI merilis survei yang menunjukan adanya lompatan elektabilitas Pramono - Rano. Pramono - Rano versi survei itu memiliki elektabilitas sebanyak 41,6%. Angka itu melampaui elektabilitas RK-Suswono yang tercatat sebesar 37,4%.
Hasil survei Litbang Kompas juga menunjukkan adanya keunggulan elektabilitas Pramono - Rano. Hasil survei Litbang Kompas menunjukkan bahwa pasangan Pramono Anung dan Rano Karno bersaing ketat dengan Ridwan Kamil - Suswono. Elektabilitas Pramono - Rano tercatat mencapai 38,3%, Ridwan Kamil - Suswono 34,6%, dan Dharma Pongrekun - Kun Wardana 3,3%.
Kendati demikian, data Litbang Kompas juga mengungkapkan bahwa elektabilitas Pramono - Rano relatif tertinggal di pemilih Gen Z dan generasi Y (muda). Elektabilitas Pramono di kalangan Gen Z hanya sebesar 31,2% dan Gen Y muda (28-35 tahun) 36,7%. Gen Z dan Gen Y muda masih dikuasai Ridwan Kamil - Suswono dengan persentase 40,6% dan 40,1%.
Ketat di Jawa Tengah
Hasil jejak pendapat Litbang Kompas juga memaparkan bahwa Andika Perkasa-Hendrar Prihadi (Andika-Hendi) dan Ahmad Luthfi-Taj Yasin (Luthfi-Yasin) bersaing sangat ketat dalam perolehan elektabilitas.
Berdasarkan survei yang dilakukan pada 15 Oktober - 20 Oktober 2024 dengan 1.000 responden, pasangan Andika-Hendi memperoleh elektabilitas sebesar 28,8%, sementara itu pasangan Luthfi-Yasin memperoleh elektabilitas sebesar 28,1%. Adapun, 43,1% lainnya menyatakan belum menentukan pilihan (undecided voters).
Survei ini juga menunjukkan alasan responden belum memilih dikarenakan masih menunggu proses kampanye atau debat (42,9%), menunggu saran dari orang yang dipercaya (11,6%), belum mengetahui latar belakang (4,1%), dan belum kenal (3,6%).

Kemudian, calon tidak sesuai keinginan saya (2,6%), masih bingung (2,2%), belum mengetahui visi dan misi (2,1%), lainnya (5,3%) dan tidak tahu (25,6%).
Selanjutnya, tingkat pengenalan atau popularitas Andika-Hendi juga bersaing ketat dengan Luthfi-Yasin. Ada 5,4% responden menyatakan sangat mengenal Andika-Hendi dan 47,3% menyatakan sekadar tahu.
Adapun sebanyak 4,0% responden yang sangat mengenal Luthfi-Taj Yasin dan 47,6 persen 'sekadar tahu'. Tingkat responden yang mengaku tak mengetahui kedua paslon ini juga masih terlihat tinggi karena sama-sama menyentuh lebih dari 45%.
Sindiran PDIP
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengomentari pertemuan paslon nomor urut 2 di Pilgub Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin dengan Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu
Sebelumnya Hasto juga menyentil Ridwan Kamil.
Menurut Hasto, siapapun calon pemimpin daerah yang meminta “endorse” ke Jokowi artinya menunjukkan capim tersebut tak memiliki mentalitas dan tak layak menjadi seorang pemimpin.
Hal tersebut disampaikan Hasto dalam keterangan resminya seusai hadir dalam acara di Kawasan BSD, Tangerang Selatan, pada Minggu (3/11/2024).
“Siapapun yang datang ke Pak Jokowi itu menunjukkan mentalnya tidak kuat sebagai pemimpin, itu mental kalah, itu mental tidak layak untuk menjadi pemimpin karena mereka harus mendatangkan leverage power,” katanya dikutip pada Senin (4/11/2024).
Lebih lanjut, politisi asal Yogyakarta ini pun menduga bahwa para calon kepala daerah yang mendatangi Jokowi tersebut ingin adanya campur tangan dari aparatur negara di Pilkada.
Dengan demikian, Hasto mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bergerak jika terjadi upaya-upaya campur tangan aparat negara serta oknum penegak hukum dalam Pilkada 27 November 2024.
“Kalau Pilkada ini ada yang campur tangan, ada aparatur negara yang campur tangan termasuk oknum-oknum Polri yang mencoba campur tangan, jangan takut mari kita bergerak. Kita selamatkan demokrasi, kedaulatan rakyat, apapun resikonya,” tegasnya.
Adapun, pengamat politik dari Universitas Al Azhar Ujang Komarudin mengemukakan bahwa baik Prabowo dan Jokowi memang punya kewajiban moral untuk mensolidkan koalisi.
Ujang juga menekankan bahwa hal itu adalah dinamika politik biasa. Menurutnya, pertarungan politik, di mana masing-masing kubu baik PDIP maupun Kim Plus ingin menang, ingin habis-habisan, ingin main total untuk bisa menang di daerah-daerah yang strategis seperti Jateng, Jakarta, Bali.
"Jadi memang konstruksi politiknya seperti itu. habis-habisan, mati-matian, saling dukung untuk bisa menang, untuk bisa katakanlah bisa mengalahkan PDIP. PDIP pun ya sama, ingin mengalahkan Kim Plus ataupun KIM, begitu."
Sekjen Gerindra Bicara Soal Prabowo Sowan Jokowi di Solo
Ahmad Muzani mengungkap alasan Presiden Prabowo Subianto menemui Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) di Solo, pada Minggu (3/11/2024) kemarin. [225] url asal
#prabowo #prabowo-jokowi #jokowi #prabowo-sowan-jokowi #solo #gerindra #ahmad-muzani
(Bisnis.Com) 04/11/24 18:56
v/17466950/
Bisnis.com, JAKARTA — Sekretaris Jenderal alias Sekjen Gerindra Ahmad Muzani mengungkap alasan Presiden Prabowo Subianto menemui Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) di Solo, pada Minggu (3/11/2024) kemarin.
Muzani menuturkan bahwa pertemuan tersebut adalah pemenuhan janji Prabowo untuk mengunjungi dan menengok kegiatan Jokowi setelah tinggal di Solo.
“Pak Prabowo memang berjanji setelah pak Jokowi berdiam di solo, beliau akan menengok pak Jokowi dan beliau memenuhi janjinya dan bagaimana kegiatan pak Jokowi selama di Solo,” tutur Muzani di Gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin (4/11/2024).
Muzani juga menambahkan bahwa pertemuan itu hanyalah silaturahmi biasa, sebatas kekeluargaan saja. Kendati demikian, Ketua MPR itu juga mengaku tidak tahu pembicaran antara Prabowo dan Jokowi ini apakah menyinggung tentang Wantimpres atau tidak.
“Saya belum cek, saya belum ketemu Pak Prabowo, besok baru ketemu,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi memastikan bahwa tak ada agenda khusus dari pertemuan antara Prabowo dan Jokowi kemarin.
Hasan menekankan bahwa isi pertemuan kedua tokoh Negara itu sebagai silahturahmi biasa lantaran mereka merupakan sahabat atau bestie.
Dia menjelaskan bahwa Prabowo memang sengaja berkunjung ke Solo usai menyelesaikan kunjungan kerja (kunker) dari Merauke, Papua Selatan dan Bali sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke Jakarta.
“Khusus untuk di Solo ini adalah pertemuan dua sahabat. Pertemuan dua bestie lah kita bisa bilang seperti itu,” katanya kepada wartawan, Senin (4/11/2024).
Usai Temui Jokowi, Prabowo Segera Kumpulkan Kepala Daerah di Jakarta
Presiden Prabowo Subianto akan memanggil seluruh Kepala Daerah untuk datang ke Jakarta dalam waktu dekat. [351] url asal
#prabowo #prabowo-subianto #jokowi #prabowo-jokowi #kepala-daerah #prabowo-subianto
(Bisnis.Com) 04/11/24 16:02
v/17463261/
Bisnis.com, JAKARTA — Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi membenarkan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan memanggil seluruh Kepala Daerah untuk datang ke Jakarta dalam waktu dekat.
Rencana itu mengemuka usai Prabowo pulang dari Solo. Di Solo, Prabowo bertemu dengan Joko Widodo (Jokowi). Keduanya sempat 'nongkrong' bareng di sebuah angkringan.
Adapun Hasan menuturkan bahwa banyak sekali kepala daerah yang ingin mendengarkan arahan langsung dari Presiden Ke-8 RI itu, maka Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bakal menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah.
Menurutnya, kegiatan ini biasa dilakukan pada awal tahun pemerintahan, mengingat pemerintahan Presiden Prabowo baru berlangsung selama 16 hari sejak dilantik pada Minggu (20/10/2024).
“Jadi pimpinan-pimpinan di daerah ingin mendengarkan secara langsung arahan dari Presiden Prabowo soal arah kebijakan beliau selama 5 tahun yang akan datang,” ujarnya kepada wartawan, Senin (4/11/2024).
Hasan melanjutkan bahwa atas inisiatif itu maka Kemendagri bakal mengumpulkan Forkompinda mulai dari tingkat Provinsi sampai tingkat Kabupaten/Kota untuk datang ke Jakarta.
Harapannya, setiap Kepala Daerah, kata Hasan, bisa mendengarkan langsung arahan dari Prabowo terutama arahan kebijakan-kebijakan yang bersifat program prioritas dan program hasil terbaik dan cepat.
“Setelah arahan nanti juga para Forkopimda ini akan mendengarkan paparan yang lebih detail dari para menteri koordinator, kemudian juga menteri-menteri teknis terutama yang terkait dengan ketahanan pangan, ketahanan energi, kemudian program perumahan program hilirisasi, dan makan bergizi gratis,” tuturnya.
Dia menekankan bahwa program-program yang akan disampaikan kepada Kepala Daerah akan sangat terkait dengan arah kebijakan dan pembangunan pemerintahan dari pusat untuk daerah.
Oleh sebab itu, Hasan melanjutkan bahwa Forkopimda dari daerah-daerah juga akan mendengarkan secara langsung dari kementerian-kementerian terkait.
“Nanti pertemuan ini akan diikuti mulai dari Presiden, Wakil Presiden, menteri-menteri, Wakil menteri, eselon 1 di tingkat pemerintahan pusat, sampai kepada Forkopimda di tingkat daerah, mulai dari tingkat provinsi sampai tingkat kabupaten-kota untuk mendengarkan supaya arah dan langkah gerak dan langkah pemerintahan ini mulai dari tingkat pusat sampai tingkat daerah bisa selaras bisa seirama,” pungkas Hasan.
Sebelumnya, informasi yang beredar menyebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto berencana mengumpulkan seluruh pejabat yang tergabung dalam Forkopimda di Sentul, Bogor pada Kamis (7/11/2024).
Jokowi Pulang Kampung ke Solo: Saya Serahkan Semua Harapan ke Prabowo
Jokowi menyerahkan harapan dan impian kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). [343] url asal
#jokowi #presiden-prabowo #prabowo #presiden-prabowo-jokowi #jokowi-prabowo
(Bisnis.Com) 20/10/24 15:48
v/16744299/
Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) telah menyerahkan secara penuh kepemimpinan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Jokowi mengatakan bahwa Prabowo perlu memahami bahwa menjadi pemimpin Indonesia merupakan tugas yang besar.
Hal ini disampaikannya sebelum pulang kampung ke Solo. Jokowi menumpang Pesawat TNI AU di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (20/10/2024).
“Ini tugas negara yang besar dengan seluruh keinginan-keinginan besar, cita-cita masyarakat yang sangat banyak sekali,” ucapnya kepada wartawan.
Jokowi tidak menampik bahwa banyak program yang belum terealisasi selama 10 tahun memimpin Indonesia. “Tidak semua bisa kami kerjakan. Oleh sebab itu, saya sampaikan kepada Bapak Presiden, saya serahkan seutuhnya impian, harapan, cita-cita besar dari 280 juta rakyat Indonesia kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto,” imbuhnya.
Jokowi mendoakan supaya Prabowo selalu diberikan kesehatan dan kekuatan untuk memimpin negara yang sangat besar ini. Di sisi lain, dikenal sebagai presiden yang sangat lekat dengan rakyat, Jokowi sebelum Bapak pulan pun memberikan kepada masyarakat agar selalu rukun.
“Rukun, bersatu, berangkulan, membangun negara ini. Sesuai yang disampaikan oleh Bapak Presiden Prabowo,” pungkas Jokowi.
Prabowo Dilantik
Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka resmi menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2024-2029. Keduanya resmi mengucap sumpah jabatan dan menandatangani berita acara pelantikan sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019 dalam Sidang Paripurna MPR-RI yang dipimpin oleh Ketua MPR Ahmad Muzani di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Minggu (20/10/2024) pagi.
"Demi Allah saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh UUD dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya selurus-lurusnya serta berbakti kepada nusa dan bangsa," ucap Prabowo dalam acara pelantikan yang turut dihadiri oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Adapun Gibran mengucapkan sumpahnya sebagai Wapres RI. "Demi Allah saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Wakil Presiden Republik Indonesia dengan sebaik-baik dan seadil-adilnyanya, memegang teguh UUD dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada nusa dan bangsa," ujarnya.
Dengan resmi menjabatnya Prabowo-Gibran, maka masa pemerintahan Jokowi dan Ma'ruf Amin resmi berakhir.
Detik-Detik Pidato Perdana Prabowo Subianto Jadi Presiden, Ini Pidato Jokowi pada 2014 dan 2019
Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka telah mengucapkan sumpah di hadapan MPR. [1,983] url asal
#pidato-presiden #perbandingan-pidato-prabowo-jokowi #pidato-prabowo #pelantikan-prabowo-gibran #prabowo-subianto #gibran-rakabuming-raka #pidato-prabowo #mpr #presiden-prabowo-subianto #wapres-gibran
(Bisnis.Com - Terbaru) 20/10/24 10:56
v/16736255/
Bisnis.com, JAKARTA — Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2024-2029, telah mengucapkan sumpah di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
Sumpah Prabowo dan Gibran tersebut sudah diucapkan sama sejak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) seiring dengan penetapan UU No. 27/2009 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD yang diteken oleh SBY pada 29 Agustus 2009.
Adapun, pembacaan sumpah Prabowo dan Gibran di hadapan MPR tersebut sesuai dengan amanat Paragraf 2 Pasal 33-35 UU No. 13/2019 tentang Perubahan Ketiga atas UU No. 17/2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD.
Setelah mengucapakan sumpah, seperti tradisi-tradisi sebelumnya, termasuk presiden sebelumnya Joko Widodo (Jokowi), Presiden terpilih juga menyampaikan pidato perdana di hadapan MPR. Berikut pidato Jokowi saat dilantik pada 2014 dan 2019.
Pidato Presiden Joko Widodo pada Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, di Gedung MPR, Senayan, Jakarta, 20 Oktober 2014
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semuanya,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Yang saya hormati para Pimpinan dan seluruh Anggota MPR,
Yang saya hormati Wakil Presiden Republik Indonesia,
Yang saya hormati Bpk. Prof. dr. B.J. Habibie, Presiden Republik Indonesia ketiga,
Yang saya hormati Ibu Hj. Megawati Soekarno Putri, Presiden Republik Indonesia kelima,
Yang saya hormati Bpk. Try Soetrisno, Wakil Presiden Republik Indonesia keenam,
Yang saya hormati Bpk. Hamzah Haz, Wakil Presiden Republik Indonesia kesembilan,
Dan yang saya hormati Bpk. Prof. dr. Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Republik Indonesia keenam,
Bpk. Prof. dr. Boediono, Wakil Presiden Republik Indonesia kesebelas,
Yang saya hormati Ibu Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid,
Yang saya hormati rekan dan sahabat baik saya Bpk. Prabowo Subianto dan Bpk. Hatta Rajasa,
Yang saya hormati para Pimpinan Lembaga-lembaga Tinggi Negara,
Yang saya hormati dan yang saya muliakan Kepala Negara dan Pemerintahan serta Utusan Khusus dari negara-negara sahabat,
Para tamu undangan yang saya hormati,
Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air,
Hadirin yang saya muliakan,
Baru saya kami, Jokowi dan JK, mengucapkan sumpah. Sumpah itu memiliki makna spritual yang amat dalam, yang menegaskan komitmen untuk bekerja keras mencapai kehendak kita bersama sebagai bangsa yang besar. Ini saatnya kita menyatukan hati dan tangan, ini saatnya kita bersama-sama melanjutkan ujian sejarah berikutnya yang maha berat yakni mencapai dan mewujudkan Indonesia yang berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam berkebudayaan. Saya yakin tugas sejarah yang maha berat ini akan bisa kita pikul bersama-sama dengan persatuan, dengan gotong royong, dan dengan kerja keras. Persatuan dan gotong royong adalah syarat bagi kita untuk menjadi bangsa besar. Kita tidak akan pernah besar jika terjebak dalam keterbelahan dan keterpecahan. Dan kita tidak pernah betul-betul merdeka tanpa kerja keras.
Pemerintahan yang saya pimpin akan bekerja untuk memastikan bahwa setiap rakyat di seluruh pelosok tanah air merasakan kehadiran pelayanan pemerintahan. Saya juga mengajak seluruh lembaga negara untuk bekerja dengan semangat yang sama dalam menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing. Saya yakin negara ini akan semakin kuat dan berwibawa jika semua lembaga negara bekerja memanggul mandat yang telah diberikan oleh konstitusi kita. Kepada para nelayan, para buruh, para petani, para pedagang bakso, para pedagang asongan, supir, akademisi, guru, TNI, Polri, pengusaha, dan kalangan profesional, saya menyerukan untuk bekerja keras bahu membahu, bergotong royong, karena inilah momen sejarah bagi kita semua untuk bergerak bersama, untuk bekerja, untuk bekerja dan bekerja.
Hadirin yang mulia,
Kita juga ingin hadir di antara bangsa-bangsa dengan kehormatan, dengan martabat, dengan harga diri. Kita ingin menjadi bangsa yang bisa menyusun peradaban sendiri, bangsa besar yang kreatif, yang bisa ikut menyumbangkan keluhuran bagi peradaban global. Kita harus bekerja dengan sekeras-kerasnya untuk mengembalikan Indonesia sebagai negara maritim. Samudera, laut, selat, dan teluk adalah masa depan peradaban kita. Kita telah terlalu lama memunggungi laut, memunggungi samudera, dan memunggungi selat dan teluk. Ini saatnya kita mengembalikan semuanya sehingga jalesveva jayamahe, di laut justru kita jaya, sebagai semboyan nenek moyang kita di masa lalu bisa kembali lagi membahana.
Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air,
Kerja besar membangun bangsa tidak mungkin dilakukan sendiri oleh Presiden dan Wakil Presiden ataupun jajaran pemerintahan yang saya pimpin tetapi membutuhkan topangan kekuatan bersama, kekuatan kolektif yang merupakan kesatuan seluruh bangsa. Lima tahun kedepan menjadi momentum pertaruhan kita sebagai bangsa yang merdeka. Oleh sebab itu, bekerja, bekerja dan bekerja adalah yang utama. Saya yakin dengan kerja keras dan gotong royong kita akan mampu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, meningkatkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, atas nama rakyat dan pemerintah Indonesia saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Yang Mulia Kepala Negara dan Pemerintahan serta Utusan Khusus dari negara-negara sahabat. Saya ingin menegaskan di bawah pemerintahan saya, Indonesia sebagai negara terbesar ketiga dengan penduduk muslim terbesar di dunia sebagai negara kepulauan dan sebagai negara terbesar di Asia Tenggara akan terus menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif yang diabdikan untuk kepentingan nasional dan ikut serta dalam menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Pada kesempatan yang bersejarah ini, perkenankan saya atas nama pribadi, atas nama Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, dan atas nama bangsa Indonesia menyampaikan terima kasih dan perhargaan setinggi-tingginya kepada Bpk. Prof. dr. Susilo Bambang Yudhoyono dan Bpk. Prof. dr. Boediono yang telah memimpin penyelenggaraan pemerintahan selama lima tahun terakhir ini.
Hadirin yang saya muliakan,
Mengakhiri pidato ini saya mengajak Saudara-saudara sebangsa dan setanah air untuk mengingat satu hal yang pernah disampaikan oleh Presiden Pertama Republik Indonesia Bung Karno bahwa untuk membangun Indonesia menjadi negara besar, negara yang kuat, negara yang makmur, negara yang damai kita harus memiliki jiwa cakrawarti samudera, jiwa pelaut yang berani mengarungi gelombang dan hempasan ombak yang menggulung. Sebagai nahkoda yang dipercaya oleh rakyat saya mengajak semua warga bangsa untuk naik ke atas kapal Republik Indonesia dan berlayar bersama menuju Indonesia Raya. Kita akan kembangkan layar yang kuat, kita akan hadapi semua badai dan gelombang samudera dengan kekuatan kita sendiri. Dan saya akan berdiri di bawah kehendak rakyat dan konstitusi. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa merestui upaya luhur kita bersama.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Semoga Tuhan memberkati,
Om Shanti Shanti Om,
Namo Buddhaya.
Pidato Presiden Joko Widodo pada Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, di Gedung MPR, Senayan, Jakarta, 20 Oktober 2019
Bapak, Ibu, Saudara-Saudara sebangsa & setanah air, Mimpi kita, cita-cita kita di tahun 2045 pada satu abad Indonesia merdeka mestinya, Insya Allah, Indonesia telah keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah. Indonesia telah menjadi negara maju dengan pendapatan menurut hitung-hitungan Rp320 juta per kapita per tahun atau Rp27 juta per kapita per bulan.
Itulah target kita. Target kita bersama. Mimpi kita di tahun 2045, Produk Domestik Bruto Indonesia mencapai US$ 7 triliun. Indonesia sudah masuk 5 besar ekonomi dunia dengan kemiskinan mendekati nol persen. Kita harus menuju ke sana. Kita sudah hitung, sudah kalkulasi, target tersebut sangat masuk akal dan sangat memungkinkan 4 untuk kita capai.
Namun, semua itu tidak datang otomatis, tidak datang dengan mudah. Harus disertai kerja keras, dan kita harus kerja cepat, harus disertai kerja-kerja bangsa kita yang produktif. Dalam dunia yang penuh risiko, yang sangat dinamis, dan yang kompetitif, kita harus terus mengembangkan cara-cara baru, nilai-nilai baru. Jangan sampai kita terjebak dalam rutinitas yang monoton. Harusnya inovasi bukan hanya pengetahuan. Inovasi adalah budaya.
Cerita sedikit, tahun pertama saya di istana, saat mengundang masyarakat untuk halalbihalal, protokol meminta saya untuk berdiri di titik itu, saya ikut. Tahun kedua, halalbihalal lagi, protokol meminta saya berdiri di titik yang sama, di titik itu lagi. Langsung saya bilang ke Mensesneg, “Pak, ayo kita pindah lokasi. Kalau kita tidak pindah, akan jadi kebiasaan. Itu akan dianggap sebagai aturan dan bahkan nantinya akan dijadikan seperti undang-undang.” Ini yang namanya monoton dan rutinitas. Sekali lagi, mendobrak rutinitas adalah satu hal.
Meningkatkan produktivitas adalah hal lain yang menjadi prioritas. Jangan lagi kerja kita berorientasi proses, tapi harus berorientasi pada hasil-hasil 5 yang nyata. Saya sering ingatkan ke para menteri, tugas kita bukan hanya membuat dan melaksanakan kebijakan, tetapi tugas kita adalah membuat masyarakat menikmati pelayanan, menikmati hasil pembangunan. Seringkali birokrasi melaporkan bahwa program sudah dijalankan, anggaran telah dibelanjakan, dan laporan akuntabilitas telah selesai. Kalau ditanya, jawabnya “Program sudah terlaksana Pak.” Tetapi, setelah dicek di lapangan, setelah saya tanya ke rakyat, ternyata masyarakat belum menerima manfaat. Ternyata rakyat belum merasakan hasilnya.
Sekali lagi, yang utama itu bukan prosesnya, yang utama itu hasilnya. Cara mengeceknya itu mudah. Lihat saja ketika kita mengirim pesan melalui SMS atau WA. Ada sent, artinya telah terkirim. Ada delivered, artinya telah diterima. Tugas kita itu menjamin delivered, bukan hanya menjamin sent.
Saya tidak mau birokrasi pekerjaannya hanya sending-sending saja. Saya minta dan akan saya paksa bahwa tugas birokrasi adalah making delivered. Tugas birokrasi itu menjamin agar manfaat program dirasakan oleh masyarakat. 6 Para hadirin dan seluruh rakyat Indonesia yang saya banggakan, Potensi kita untuk keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah sangat besar.
Saat ini, kita sedang berada di puncak bonus demografi, di mana penduduk usia produktif kita jauh lebih tinggi dibandingkan usia tidak produktif. Ini adalah tantangan besar dan sekaligus juga sebuah kesempatan besar. Ini menjadi masalah besar jika kita tidak mampu menyediakan kesempatan kerja. Tapi akan menjadi kesempatan besar jika kita mampu membangun SDM yang unggul. Dengan didukung oleh ekosistem politik yang kondusif dan dengan ekosistem ekonomi yang kondusif.
Oleh karena itu, 5 tahun ke depan yang ingin kita kerjakan: Pertama, pembangunan SDM akan menjadi prioritas utama kita, membangun SDM yang pekerja keras, yang dinamis. Membangun SDM yang terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Mengundang talenta-talenta global bekerja sama dengan kita. Itupun tidak bisa diraih dengan cara-cara lama, cara-cara baru harus dikembangkan. Kita perlu 7 endowment fund yang besar untuk manajemen SDM kita.
Kerja sama dengan industri juga penting dioptimalkan. Dan juga penggunaan teknologi yang mempermudah jangkauan ke seluruh pelosok negeri. Kedua, pembangunan infrastruktur akan kita lanjutkan. Infrastruktur yang menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi, yang mempermudah akses ke kawasan wisata, yang mendongkrak lapangan kerja baru, yang mengakselerasi nilai tambah perekonomian rakyat. Ketiga, segala bentuk kendala regulasi harus kita sederhanakan, harus kita potong, harus kita pangkas.
Pemerintah akan mengajak DPR untuk menerbitkan 2 undang-undang besar. Pertama, UU Cipta Lapangan Kerja. Kedua, UU Pemberdayaan UMKM. Masing-masing UU tersebut akan menjadi Omnibus law, yaitu satu UU yang sekaligus merevisi beberapa UU, bahkan puluhan UU. Puluhan UU yang menghambat penciptaan lapangan kerja langsung direvisi sekaligus.
Puluhan UU yang menghambat pengembangan UMKM juga akan langsung direvisi. 8 Keempat, penyederhanaan birokrasi harus terus kita lakukan besar-besaran. Investasi untuk penciptaan lapangan kerja harus diprioritaskan. Prosedur yang panjang harus dipotong.
Birokrasi yang panjang harus kita pangkas. Eselonisasi harus disederhanakan. Eselon I, eselon II, eselon III, eselon IV, apa tidak kebanyakan? Saya minta untuk disederhanakan menjadi 2 level saja, diganti dengan jabatan fungsional yang menghargai keahlian, menghargai kompetensi. Saya juga minta kepada para menteri, para pejabat dan birokrat, agar serius menjamin tercapainya tujuan program pembangunan. Bagi yang tidak serius, saya tidak akan memberi ampun. Saya pastikan, pasti saya copot.
Pada akhirnya, yang kelima adalah transformasi ekonomi. Kita harus bertransformasi dari ketergantungan pada sumber daya alam menjadi daya saing manufaktur dan jasa modern yang mempunyai nilai tambah tinggi bagi kemakmuran bangsa demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Para hadirin dan seluruh rakyat Indonesia yang saya muliakan, pada kesempatan yang bersejarah ini, perkenankan saya, atas nama pribadi, atas nama Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin, dan atas nama seluruh rakyat Indonesia, menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Muhammad Jusuf Kalla yang telah bahu-membahu menjalankan pemerintahan selama 5 tahun terakhir.
Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada seluruh lembaga-lembaga negara, kepada jajaran aparat pemerintah, TNI dan Polri, serta seluruh komponen bangsa yang turut mengawal pemerintahan selama 5 tahun ini sehingga dapat berjalan dengan baik. Mengakhiri pidato ini, saya mengajak saudarasaudara sebangsa dan setanah air untuk bersamasama berkomitmen: “Pura babbara’ sompekku… Pura tangkisi’ golikku…” “Layarku sudah terkembang… Kemudiku sudah terpasang…” 10 Kita bersama Menuju Indonesia maju!!!
Teka-teki Isi Obrolan Makan Malam Prabowo-Jokowi, Apa yang Dibahas?
Presiden Jokowi berdiskusi secara intens dengan presiden terpilih Prabowo Subianto saat makan malam bersama di kompleks GBK. [457] url asal
#jokowi #prabowo #jokowi-prabowo #prabowo-jokowi #makan-malam-prabowo-jokowi #gbk
(Bisnis.Com) 09/10/24 07:54
v/16197016/
Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo alias Jokowi dan presiden terpilih Prabowo Subianto makan malam bersama di sekitar kompleks Gelora Bung Karno alias GBK, Senayan, Jakarta Pusat.
Acara makan malam bersama itu berlangsung di tengah rumor kerenggangan dan transisi pemerintahan menjelang pelantikan Prabowo Subianto sebagai presiden pada tanggal 20 Oktober 2024. Apalagi sebelumnya Jokowi juga mengemukakan kemungkinan tidak hadir di pelantikan Prabowo.
Obrolan antara Jokowi dan Prabowo berlangsung cukup intens. Sekitar dua jam mereka bertemu dan berdiskusi.
Hanya saja soal detail obrolan antara dua tokoh tersebut tidak dijelaskan kepada publik. Pihak Istana hanya mengungkit-ungkit mengenai transisi pemerintahan.
Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana mengemukakan bahwa pertemuan ini diperlukan untuk memastikan proses transisi pemerintahan berjalan dengan baik dan lancar
“Presiden Jokowi selalu menjalin komunikasi yang erat dan intens dengan Presiden Terpilih di setiap kesempatan, baik dalam forum formal maupun pertemuan informal,” ucapnya kepada Bisnis melalui pesan teks, Selasa (8/10/2024).
Menurutnya, kebersamaan antara kedua pemimpin bangsa itu sangat diperlukan untuk memastikan proses transisi berjalan dengan baik sehingga roda pemerintahan bisa langsung berjalan usai Prabowo dilantik.
Apalagi, kata Ari, kedua tokoh itu membicarakan terkait dengan keberlanjutan program pemerintah ke depan. “Pada saat makan malam dibicarakan berbagai hal, terutama terkait keberlanjutan program-program pemerintahan ke depan,” pungkas Ari.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno sebelumnya juga membenarkan bahwa Jokowi dan Prabowo menghadiri agenda Gala Dinner BNI Investor Daily Summit 2024 yang diselenggarakan di Plataran by Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta yang dilakukan secara tertutup atau private.
“Iya benar [Jokowi dan Prabowo makan malam bersama], [agendanya] private,” ucapnya kepada wartawan melalui pesan teks, Selasa (8/10/2024).
Lebih lanjut, Pratikno pun menjawab bahwa keduanya membahas mengenai topik kebersamaan dan keberlanjutan. "Membahas kebersamaan dan keberlanjutan,” tandas Pratikno.
Kabinet Setelah Pelantikan
Sementara itu, politikus Gerindra meminta kepada seluruh pihak untuk sabar menunggu perkembangan yang ada dan fokus untuk pelantikan presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober mendatang.
Karena nantinya, nama kabinet dan nama-nama menteri dalam kabinet Prabowo-Gibran akan diumumkan secara langsung oleh Prabowo pada hari pelantikannya sebagai presiden.
“Nama kabinet akan disampaikan oleh Pak Prabowo sendiri pada saat pengumuman nama-nama kabinet pada tanggal 20 [Oktober] nanti,” ujar dia.
Dasco juga menegaskan bahwa belum ada pembicaraan terkait kabinet antara Gerindra dan PDI Perjuangan (PDIP).
Tak hanya soal kabinet, Dasco juga menyebutkan bahwa belum ada pembicaraan perihal sikap PDIP terhadap pemerintahan yang baru nanti.
“Khusus dengan PDIP ini belum ada pembicaraan-pembicaraan mengenai nama-nama yang akan masuk [kabinet] atau kemudian bagaimana nanti sikap PDIP terhadap pemerintahan yang baru secara resmi,” katanya di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (8/10/2024).
Sejauh ini, tambah Dasco, komunikasi-komunikasi yang berjalan antara Gerindra dengan PDIP dan partai koalisi lain hanya sebatas program atau pemenuhan yang nantinya ada di pemerintahan Prabowo.
Teka-teki Isi Obrolan Makan Malam Prabowo-Jokowi, Apa yang Dibahas?
Presiden Jokowi berdiskusi secara intens dengan presiden terpilih Prabowo Subianto saat makan malam bersama di kompleks GBK. [457] url asal
#jokowi #prabowo #jokowi-prabowo #prabowo-jokowi #makan-malam-prabowo-jokowi #gbk
(Bisnis.Com) 09/10/24 07:54
v/16189791/
Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo alias Jokowi dan presiden terpilih Prabowo Subianto makan malam bersama di sekitar kompleks Gelora Bung Karno alias GBK, Senayan, Jakarta Pusat.
Acara makan malam bersama itu berlangsung di tengah rumor kerenggangan dan transisi pemerintahan menjelang pelantikan Prabowo Subianto sebagai presiden pada tanggal 20 Oktober 2024. Apalagi sebelumnya Jokowi juga mengemukakan kemungkinan tidak hadir di pelantikan Prabowo.
Obrolan antara Jokowi dan Prabowo berlangsung cukup intens. Sekitar dua jam mereka bertemu dan berdiskusi.
Hanya saja soal detail obrolan antara dua tokoh tersebut tidak dijelaskan kepada publik. Pihak Istana hanya mengungkit-ungkit mengenai transisi pemerintahan.
Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana mengemukakan bahwa pertemuan ini diperlukan untuk memastikan proses transisi pemerintahan berjalan dengan baik dan lancar
“Presiden Jokowi selalu menjalin komunikasi yang erat dan intens dengan Presiden Terpilih di setiap kesempatan, baik dalam forum formal maupun pertemuan informal,” ucapnya kepada Bisnis melalui pesan teks, Selasa (8/10/2024).
Menurutnya, kebersamaan antara kedua pemimpin bangsa itu sangat diperlukan untuk memastikan proses transisi berjalan dengan baik sehingga roda pemerintahan bisa langsung berjalan usai Prabowo dilantik.
Apalagi, kata Ari, kedua tokoh itu membicarakan terkait dengan keberlanjutan program pemerintah ke depan. “Pada saat makan malam dibicarakan berbagai hal, terutama terkait keberlanjutan program-program pemerintahan ke depan,” pungkas Ari.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno sebelumnya juga membenarkan bahwa Jokowi dan Prabowo menghadiri agenda Gala Dinner BNI Investor Daily Summit 2024 yang diselenggarakan di Plataran by Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta yang dilakukan secara tertutup atau private.
“Iya benar [Jokowi dan Prabowo makan malam bersama], [agendanya] private,” ucapnya kepada wartawan melalui pesan teks, Selasa (8/10/2024).
Lebih lanjut, Pratikno pun menjawab bahwa keduanya membahas mengenai topik kebersamaan dan keberlanjutan. "Membahas kebersamaan dan keberlanjutan,” tandas Pratikno.
Kabinet Setelah Pelantikan
Sementara itu, politikus Gerindra meminta kepada seluruh pihak untuk sabar menunggu perkembangan yang ada dan fokus untuk pelantikan presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober mendatang.
Karena nantinya, nama kabinet dan nama-nama menteri dalam kabinet Prabowo-Gibran akan diumumkan secara langsung oleh Prabowo pada hari pelantikannya sebagai presiden.
“Nama kabinet akan disampaikan oleh Pak Prabowo sendiri pada saat pengumuman nama-nama kabinet pada tanggal 20 [Oktober] nanti,” ujar dia.
Dasco juga menegaskan bahwa belum ada pembicaraan terkait kabinet antara Gerindra dan PDI Perjuangan (PDIP).
Tak hanya soal kabinet, Dasco juga menyebutkan bahwa belum ada pembicaraan perihal sikap PDIP terhadap pemerintahan yang baru nanti.
“Khusus dengan PDIP ini belum ada pembicaraan-pembicaraan mengenai nama-nama yang akan masuk [kabinet] atau kemudian bagaimana nanti sikap PDIP terhadap pemerintahan yang baru secara resmi,” katanya di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (8/10/2024).
Sejauh ini, tambah Dasco, komunikasi-komunikasi yang berjalan antara Gerindra dengan PDIP dan partai koalisi lain hanya sebatas program atau pemenuhan yang nantinya ada di pemerintahan Prabowo.
Teka-teki Isi Obrolan Makan Malam Prabowo-Jokowi, Apa yang Dibahas?
Presiden Jokowi berdiskusi secara intens dengan presiden terpilih Prabowo Subianto saat makan malam bersama di kompleks GBK. [457] url asal
#jokowi #prabowo #jokowi-prabowo #prabowo-jokowi #makan-malam-prabowo-jokowi #gbk
(Bisnis.Com) 09/10/24 07:54
v/16187257/
Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo alias Jokowi dan presiden terpilih Prabowo Subianto makan malam bersama di sekitar kompleks Gelora Bung Karno alias GBK, Senayan, Jakarta Pusat.
Acara makan malam bersama itu berlangsung di tengah rumor kerenggangan dan transisi pemerintahan menjelang pelantikan Prabowo Subianto sebagai presiden pada tanggal 20 Oktober 2024. Apalagi sebelumnya Jokowi juga mengemukakan kemungkinan tidak hadir di pelantikan Prabowo.
Obrolan antara Jokowi dan Prabowo berlangsung cukup intens. Sekitar dua jam mereka bertemu dan berdiskusi.
Hanya saja soal detail obrolan antara dua tokoh tersebut tidak dijelaskan kepada publik. Pihak Istana hanya mengungkit-ungkit mengenai transisi pemerintahan.
Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana mengemukakan bahwa pertemuan ini diperlukan untuk memastikan proses transisi pemerintahan berjalan dengan baik dan lancar
“Presiden Jokowi selalu menjalin komunikasi yang erat dan intens dengan Presiden Terpilih di setiap kesempatan, baik dalam forum formal maupun pertemuan informal,” ucapnya kepada Bisnis melalui pesan teks, Selasa (8/10/2024).
Menurutnya, kebersamaan antara kedua pemimpin bangsa itu sangat diperlukan untuk memastikan proses transisi berjalan dengan baik sehingga roda pemerintahan bisa langsung berjalan usai Prabowo dilantik.
Apalagi, kata Ari, kedua tokoh itu membicarakan terkait dengan keberlanjutan program pemerintah ke depan. “Pada saat makan malam dibicarakan berbagai hal, terutama terkait keberlanjutan program-program pemerintahan ke depan,” pungkas Ari.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno sebelumnya juga membenarkan bahwa Jokowi dan Prabowo menghadiri agenda Gala Dinner BNI Investor Daily Summit 2024 yang diselenggarakan di Plataran by Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta yang dilakukan secara tertutup atau private.
“Iya benar [Jokowi dan Prabowo makan malam bersama], [agendanya] private,” ucapnya kepada wartawan melalui pesan teks, Selasa (8/10/2024).
Lebih lanjut, Pratikno pun menjawab bahwa keduanya membahas mengenai topik kebersamaan dan keberlanjutan. "Membahas kebersamaan dan keberlanjutan,” tandas Pratikno.
Kabinet Setelah Pelantikan
Sementara itu, politikus Gerindra meminta kepada seluruh pihak untuk sabar menunggu perkembangan yang ada dan fokus untuk pelantikan presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober mendatang.
Karena nantinya, nama kabinet dan nama-nama menteri dalam kabinet Prabowo-Gibran akan diumumkan secara langsung oleh Prabowo pada hari pelantikannya sebagai presiden.
“Nama kabinet akan disampaikan oleh Pak Prabowo sendiri pada saat pengumuman nama-nama kabinet pada tanggal 20 [Oktober] nanti,” ujar dia.
Dasco juga menegaskan bahwa belum ada pembicaraan terkait kabinet antara Gerindra dan PDI Perjuangan (PDIP).
Tak hanya soal kabinet, Dasco juga menyebutkan bahwa belum ada pembicaraan perihal sikap PDIP terhadap pemerintahan yang baru nanti.
“Khusus dengan PDIP ini belum ada pembicaraan-pembicaraan mengenai nama-nama yang akan masuk [kabinet] atau kemudian bagaimana nanti sikap PDIP terhadap pemerintahan yang baru secara resmi,” katanya di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (8/10/2024).
Sejauh ini, tambah Dasco, komunikasi-komunikasi yang berjalan antara Gerindra dengan PDIP dan partai koalisi lain hanya sebatas program atau pemenuhan yang nantinya ada di pemerintahan Prabowo.
Jokowi Bandingkan Transisi Pemerintahan ke Prabowo dengan Era SBY 2014 Lalu
Jokowi mengklaim transisi pemerintahannya ke era Prabowo lebih mulus dibandingkan tahun 2014 lalu. [358] url asal
#jokowi #prabowo #transisi-jokowi-ke-prabowo #prabowo-jokowi #joko-widodo #sby
(Bisnis.Com) 08/10/24 10:23
v/16145092/
Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengklaim butuh waktu 1–1,5 tahun untuk mengonsolidasi proses transisi kepemimpinan dari era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menuju dirinya.
Hal ini disampaikannya saat meresmikan pembukaan BNI Investor Daily Summit 2024, Jakarta Convention Center (JCC) Senayan Jakarta, Selasa (8/10/2024).
“Saya saat 2014 butuh waktu 1–1,5 tahun untuk mengkonsolidasi, artinya 1–1,5 tahun waktu hilang,” ujarnya dalam forum itu.
Jokowi mengklaim bahwa bahwa proses transisi kepemimpinannya menuju ke era Presiden terpilih periode 2024–2029 Prabowo Subianto berjalan secara taktis agar jalan pemerintahan bisa langsung dimulai sejak dilantik.
“Transisi kepemerintahan ini kami harapkan tinggal 12 hari berjalan baik dan berjalan mulus. Karena transisi ke pemerintahan berjalan baik dan mulus itu penting untuk menjaga optimisme kita semua. untuk menjaga stabilitas, baik itu politik maupun ekonomi,” ucapnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa jelang pembahasan RAPBN 2025, Jokowi mengungkapkan terdapat pertemuan Prabowo dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani yang sering terjadi untuk membahas program andalan dari Ketua Gerindra itu.
“Saya enggak tahu berapa kali pak prabowo dengan bu menkeu, hampir tiap minggu tiap hari bertemu mempersiapkan itu. Artinya, transisi kepemimpinan ini akan berjalan lancar insyaallah mulus sehingga setelah dilantik presiden kabinet bisa langsung bekerja dengan cepat melaksanakan program yang ada, tanpa ada jeda,” tuturnya.
Kepala Negara asal Surakarta itu meyakini kabinet dari Prabowo Subianto bakal langsung dimulai atau berlari usai pelantikan pada 20 Oktober 2024 mendatang.
Orang nomor satu di Indonesia itu mengatakan bahwa sejauh ini proses transisi pemerintahan dari dirinya menuju Presiden terpilih periode 2024–2029 Prabowo Subianto berjalan dengan sangat baik.
“12 hari lagi transisi kepemimpinan nasional akan terjadi, 20 Oktober yang Bapak Prabowo Subianto akan dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia. Yang saya senang sejak beliau terpilih persiapan menuju pelantikan betul-betul secara rencana kerja, program, dan lain-lain. Transisi berjalan baik,” ujarnya dalam forum tersebut.
Presiden Ke-7 RI itu mengaku bahwa sejak pengumuman Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 pada Februari 2024 lalu hampir disetiap rapat paripurna hingga rapat terbatas Prabowo selalu hadir.
“Yang semula hanya mengikuti rapat yang berkaitan dengan Keamanan sekarang semua hadir agar proses rencana program unggulan yang akan dilaksanakan bisa disiapkan dengan baik,” pungkas Jokowi.
Prabowo Blak-blakan Hubungannya dengan Jokowi: Retak Dimananya?
Presiden terpilih Prabowo Subianto menepis hubungannya dikabarkan retak dengan Presiden Jokowi. [371] url asal
#prabowo-subianto #jokowi #prabowo-jokowi #kongres-pan #presiden-prabowo #prabowo-vs-jokowi
(Bisnis.Com) 25/08/24 00:10
v/14660082/
Bisnis.com, JAKARTA, Presiden terpilih Prabowo Subianto buka suara soal hubungannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dikabarkan retak.
Prabowo mengingatkan agar rakyat Indonesia jangan mau diadu domba oleh pihak-pihak luar. Prabowo menegaskan, terpilihnya dia menjadi Presiden Indonesia adalah mandat dari rakyat.
Meski begitu, dia menilai masih ada pihak yang merasa lebih tahu darinya, mengomentari kinerjanya, hingga mengaitkan dengan hubungannya yang tak harmonis Jokowi.
"Gue bingung, dia lebih ngerti dari gue. Ternyata Prabowo dan Jokowi sudah retak. Retak di mana retaknya? Selalu mengadu domba. Selalu mengadu domba," kata Prabowo dalam penutupan Kongres Partai Amanat Nasional (PAN) di Kempinski Hotel, Jakarta, Sabtu (28/8/2029).
Menteri Pertahanan Kabinet Indonesia Maju (KIM) tersebut mengatakan agar masyarakat jangan terpancing dengan isu retaknya hubungan dia dengan Jokowi.
"Kalau itu jengkel yaudah lah biarlah saja. Kalau ada yang gak mau move on gapapa biarlah. Kita gak mau terpancing, kita bukan anak kecil. Jangan pakai alat yang dulu-dulu adu domba. Ngintelin orang, ngintel itu untum rakyat, untuk bangsa, jangan ngintelin lawan politik," tegasnya.
Didukung Jokowi di Masa Transisi
Sosok yang kalah dua kali melawan Jokowi di panggung politik itu juga bercerita, tak ada euforia berlebih ketika KPU menyatakan kemenangan mutlaknya di Pilpres 2024.
Justru, Prabowo dan tim transisi langsung bergerak cepat mengumpulkan ahli-ahli dan merancang program andalan.
Sementara dari pihak Jokowi, pemerintah mendukung penuh program-program Prabowo. Misalnya, Jokowi membentuk Badan Gizi Nasional yang akan mengakomodir program Makan Bergizi Gratis.
"Hasil pengamatan kita, hasil kajian kita beberapa bulan ini, minggu ini, yang didukung Pak Joko Widodo. Didukung luar biasa oleh Pak Jokowi," kata Prabowo.
"Saya mau katakan, yang benar benar, yang salah salah. Ada yang selalu mau jelek-jelekkan Pak Joko Widodo. Saya maaf, saya ini lawannya Pak Joko Widodo. Dua kali dikalahkan, bersama PAN. Iya kan. Emang enak kalah? Sedih kan," sambung dia.
Selain membentuk Badan Gizi Nasional, di akhir periodenya Jokowi juga banyak bermanuver bongkar pasang menteri. Salah satunya adalah menempatkan keponakan Prabowo, Thomas Djiwandono sebagai Wakil Menteri Keuangan.
"Tapi setelah saya lihat dari dekat pekerjaan beliau [Jokowi] kenapa selau [orang lain] cari-cari kesalahan. Dan kita mengalami, nanti dicari-cari kesalahan lewat keluarga. Sing becik ketitik sing olo ketoro [read: yang baik akan terbukti, yang jelek akan ketahuan pada waktunya]," tegas Prabowo.
Prabowo Laporkan Hasil Pertemuan dengan Macron hingga Putin ke Jokowi
Presiden terpilih periode 2024-2029 Prabowo Subianto tiba di Istana Kepresidenan pada Jumat (2/8/2024) tiba pada pukul 14.48 WIB. [759] url asal
#prabowo-putin #prabowo-macron #prabowo-erdogan #prabowo-jokowi #prabowo-lapor-ke-jokowi #prabowo-subianto
(Bisnis.Com) 02/08/24 16:05
v/13015737/
Bisnis.com, JAKARTA – Presiden terpilih periode 2024–2029 Prabowo Subianto tiba di lingkungan Istana Kepresidenan pada Jumat (2/8/2024).
Tiba pada pukul 14.48 WIB dengan mengenakan pakaian dinas berwarna krem. Menteri Pertahanan (Menhan) itu mengaku ingin melaporkan hasil kunjungan kenegaraannya ke Paris, Prancis beberapa waktu lalu.
“Saya baru tiba kemarin [Kamis (1/8/2024) sore, jadi hari ini saya minta waktu laporan kepada presiden kunjungan saya kemarin pembukaan olimpiade,” imbuhnya di kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (2/8/2024).
Lebih lanjut, dia mengaku juga akan melaporkan kunjungannya ke Rusia, khususnya saat bertemu sejumlah para pemimpin dunia.
“Bertemu empat mata dengan presiden Macron, dan beberapa pemimpin Negara lainnya. Ya Rusia, Turki, Serbia, dan Albania. Yak saya laporan nanti,” tandas Prabowo.
Untuk diketahui, Ketua Umum Partai Gerindra itu melakukan kunjungan kerja ke sejumlah negara di Eropa sejak 24–31 Juli 2024.
Dalam rangkaian perjalanannya itu, Prabowo bertemu dengan para pemimpin di empat negara, yaitu Presiden Prancis Emmanuel Macron; Presiden Serbia Aleksandar Vucic; Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan; dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Kedatangan Prabowo ke negara-negara sahabat tersebut selalu dijemput langsung, bahkan juga diantar kembali ke kendaraannya oleh para pemimpin negara yang didatanginya.
Pada kunjungan pertamanya ke Istana Elysee, Rabu (24/7/2024), Prabowo disambut oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron yang telah menantinya keluar dari mobil untuk memberikan salam dan peluk hangat.
Setelah itu, Prabowo dan Macron membahas seputar isu keamanan global dan rencana peningkatan kerja sama di bidang pertahanan, seperti modernisasi alutsista, industri pertahanan, pendidikan dan latihan serta forum dialog.
Tak hanya bertemu Macron, kunjungan Prabowo ke Prancis juga dalam rangka melaksanakan tugas dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menghadiri pembukaan Olimpiade Paris 2024, Sabtu (27/7).
Prabowo berkesempatan menemui Presiden FIFA Gianni Infantino dan membahas upaya pemerintah Indonesia dalam meningkatkan sepakbola di tanah air.
Pada hari yang sama, Prabowo juga menemui Presiden International Olympics Committee, Thomas Bach di Prancis. Pertemuan keduanya membahas soal potensi Indonesia menjadi tuan rumah pelaksanaan Olimpiade 2036.
Usai dari Prancis, Prabowo terbang ke Serbia, pada Senin (29/7/2024), dan bertemu Presiden Aleksandar Vucic. Pertemuan keduanya untuk memperkuat dialog politik, mengembangkan serta mendorong kerja sama ekonomi di semua bidang yang dapat menguntungkan kedua negara.
Pada kesempatan itu, Vucic sangat antusias bertemu dengan Prabowo. Dalam unggahan lima foto saat bertemu Prabowo lewat akun Instagram pribadinya @buducnostsrbijeav, tampak suasana santai dan penuh keakraban antara keduanya. Vucic pun menyampaikan keinginannya untuk bekerja sama lebih banyak dengan Indonesia-Serbia.
"Bersama presiden terpilih RI sekaligus Menteri Pertahanan @prabowo, saya mendiskusikan cara untuk lebih mengembangkan hubungan persahabatan tradisional kami serta memperkuat kerja sama keseluruhan antara Indonesia dan Serbia. Kunjungan ini memberikan insentif yang signifikan untuk lebih meningkatkan hubungan erat negara kami," ujar Vucic.
Masih di hari yang sama, Prabowo terbang ke Turki menemui Presiden Recep Tayyip Erdoğan. Prabowo merasa terhormat karena disambut langsung oleh
Erdoğan. Dalam kesempatan itu, Prabow memberikan selamat pada Erdoğan atas terpilihnya sebagai presiden.
Erdoğan pun sangat berharap Prabowo dapat kembali ke Turki usai resmi dilantik sebagai presiden pada 20 Oktober 2024 mendatang.
"Merupakan suatu kehormatan besar bagi saya untuk diterima oleh Yang Mulia Recep Tayyip Erdoğan, Presiden Republik Turkiye, untuk membahas hubungan bilateral kita yang komprehensif," kata Prabowo.
Pertemuan Prabowo dengan Erdoğan ini membahas soal komitmen kedua negara di bidang pertahanan, termasuk peningkatan kapasitas angkatan bersenjata hingga industri pertahanan kedua negara.
"Dengan banyaknya peluang yang ada, Indonesia berkomitmen untuk lebib memperkuat kemitraa strategis dengan Turkiye," ujar Prabowo.
Selain bertemu Erdoğan, Prabowo juga menemui Menteri Pertahanan Turki Yaşar Güler. Keduanya membahas hubungan bilateral di bidang pertahanan. Selain itu juga menemui Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, untuk membicarakan situasi geopolitik.
Kunjungan Prabowo di Turki dilanjutkan dengan mendatangi Pusat Teknologi Nasional Ozdemir Bayraktar, Istanbul. Tempat ini dikenal sebagai pusat inovasi dan pengembangan teknologi pertahanan terkemuka di Turki.
Rusia menjadi pendaratan terakhir Prabowo dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Eropa, dengan menemui Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow pada Rabu (31/7/2024).
Pada pertemuan tersebut Prabowo dan Putin membahas penguatan kerja sama Indonesia-Rusia di berbagai bidang yang mencakup pendidikan, pariwisata, ketahanan pangan dan pertahanan.
"Penekanan utama saya pada bagian ketahanan pangan; keamanan energi, dan pendidikan," kata Prabowo.
Selain itu, Prabowo dan Putin juga membahas kerja sama mengenai energi nuklir. Prabowo mengatakan saat ini sedang mendalami dan berdiskusi terkait potensi kerja sama dengan pihak Rusia.
Sementara untuk sektor pariwisata, Prabowo juga mengungkap dukungan atas sejumlah langkah yang akan dilakukan Rusia. Salah satunya rencana membuka Konsulat Jenderal Rusia di Bali.
Prabowo juga mengundang Rusia untuk menghadiri pameran pertahanan yang akan digelar pada November 2024 mendatang di Indonesia.