#30 tag 24jam
[Cek Fakta] Presiden Israel Ucapkan Terima Kasih Kepada 5 Anggota NU, Ini Faktanya
Beredar sebuah video di platform media sosial facebook berisi ucapan terima kasih dari Presiden Israel, Isaac Herzo kepada anak muda Nahdhlatul Ulama (NU). [384] url asal
#cek-fakta #presiden-israel #nahdlatul-ulama
(MedCom) 02/08/24 16:11
v/13016734/
Jakarta:Beredar sebuah video di platform media sosial facebook berisi ucapan terima kasih dari Presiden Israel, Isaac Herzo kepada anak muda Nahdhlatul Ulama (NU).Dalam video tersebut ditampilkan narasi yang menyebut bahwa Presiden Israel Isaac Herzog mengucapkan terima kasih kepada lima anak muda NU yang datang menemuinya tersebut. Narasi tersebut tersebar di platform media sosial Facebook dalam bentuk video berdurasi 1 menit dan 48 detik disertai keterangan teks narasi dalam video sebagai berikut:
"Presiden Israel Isaac Herzo berterima kasih ke 5 orang tamunya: saya ucapkan terima kasih atas kedatangan nya di negri kami saudaraku anda tlah konsisten dgn tugas yg kami berikan unt. Menjadi buzzer 2 / agen 2 kami di negri anda. Dengan menggiring opini seakan negri palestin aman 2 saja dan kami adalah negri cinta damai & penuh kasih sayang menjujunjung tinggi toleransi. Sengaja kami mengundang Anda karna kelompok Anda mempunyai pengaruh besar sehingga sangat mudah mendoktrin orang 2 bodoh mempercayai kebohongan Anda.”
Video tersebut diunggah akun facebook Berita Viral Terbaru. “Wooiiii...mereka tidak mewakili rakyat Indonesia. Mewakili NU pun tidak semua setuju. PRESIDEN ISRAEL ISAAC HERZO BERTERIMA KASIH DGN KEDATANGAN 5 ORANG TAMUNYA DARI INDONESIA. Bagaimana tanggapan anda?” tulis akun facebook tersebut.
| Baca juga: [Cek Fakta] Kylian Mbappe Rekomendasikan Situs Judi Online, Ini Faktanya |
Penelusuran
Berdasarkan penelusuran tim cek fakta Medcom.id, unggahan dan narasi yang ditampilkan tidak benar. Faktanya Presiden Israel dalam video tersebut mengucapkan selamat kepada komunitas Yahudi di seluruh dunia di seluruh dunia atas Hari Kemerdekaan Israel yang ke-76. Terjemahan dalam video tersebut diartikan dengan konteks yang berbeda sehingga memberikan informasi yang menyesatkan. Video asli sudah pernah terpublikasi di YouTube pada 14 May 2024 dengan judul “Israel at 76: A special message from President Herzog to Jewish communities around the world”. Sedangkan lima orang Nahdliyin yang berkunjung dan bertemu Presiden Israel baru ramai diperbincangkan pada pertengahan Juli 2024.
Kesimpulan
![[Cek Fakta] Presiden Israel Ucapkan Terima Kasih Kepada 5 Anggota NU, Ini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/img/nasional/2023/hoaks%20manipulated%20content.jpeg)
Unggahan video dengan narasi ucapan terima kasih presiden Israel kepada lima orang Nadliyin karena telah mau menjadi Buzzer Israel untuk Indonesia adalah tidak benar alias hoaks.
Konten ini masuk dalam kategori konten yang dimanipulasi (manipulated content) dengan tujuan menggiring opini atau membohongi publik.
Referensi:
https://turnbackhoax.id/2024/08/02/salah-presiden-israel-berterima-kasih-atas-kedatangan-5-orang-indonesia-yang-bertamu-ke-israel-yang-ditugaskan-menjadi-buzzer-di-indonesia/
(PRI)
Permintaan Maaf Lengkap Nurul Usai Mundur dari Fatayat Akibat Foto dengan Presiden Israel
Nurul mengaku keadaannya saat ini sangat buruk [1,191] url asal
#presiden-israel #nurul-bahrul-ulum-mundur-dari-fatayat #nurul-bahrul-ulum-dipersekusi #nurul-bahrul-ulum-bertemu-presiden-israel #nurul-bahrul-ulum-minta-maaf #nurul-bahrul-ulum-fatayat #5-cendikiawan
(Republika - Khazanah) 23/07/24 15:06
v/11799793/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktivis perempuan Nahdlatul Ulama (NU), Nurul Bahrul Ulum akhirnya meminta maaf kepada masyarakat Indonesia atas pertemuan dirinya dan keempat temannya bersama Presiden Israel Isaac Herzog. Permintaan maafnya disampaikan melalui sebuah video yang diunggah di media sosial.
Nurul Bahrul Ulum disorot publik usai bertemu Presiden Israel bersama empat aktivis NU lainnya, yaitu Zainul Maarif, Sukron Makmun, Munawir Aziz, dan Izza Annafisah Dania. Nurul sendiri diketahui merupakan salah satu Pengurus Fatayat NU.
Selain aktif di Fatayat NU, Nurul juga bekerja sebagai Communication Officer di Australia – Indonesia Muslim Exchange Program (AIMEP) dan Australia – Asean Muslim Exchange Program (AAMEP) sejak 2022.
Perempuan kelahiran 26 Juli 1991 ini merupakan salah satu kader NU yang cukup berprestasi. Ia adalah lulusan S1 di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Cirebon. Pada 2020, ia pun melanjutkan studinya ke School Of Government and Public Policy (SGPP). Ia juga berhasil menyelesaikan S3 atau gelar doktor saat usianya belum mencapai 35 tahun.
Selain itu, Nurul terkenal dengan tulisan-tulisannya yang banyak membahas soal isu perempuan di mubadalah.id. Tidak hanya itu, ia juga beberapa kali terlibat dalam Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI). Ia mengikuti perjalanan ke Mesir sebagai bagian kongres mewakili Pondok Pesantren Luhur Manhaji Fahmina Cirebon yang dia asuh bersama KH Marzuki Wahid pada 2023 lalu.
Namun, semua prestasinya itu tenggelam lantaran bertemu dengan Presiden Israel di tengah memanasnya konflik Israel-Palestina. Setelah mendapat banyak kecaman atas kunjungannya itu, Nurul pun mengundurkan diri dari Pengurus Pusat Fatayat NU bersama rekannya, Izza Annafisah Dania.
"Kedua yang bersangkutan sudah mengundurkan diri dari kepengurusan PP Fatayat NU," ujar Ketua Umum PP Fatayat NU Margaret Aliyatul Maemunah saat dikonfirmasi Republika.co.id, Selasa (23/7/2024).
Selain berhenti dari PP Fatayat NU, Nurul memohon maaf kepada masyarakat Indonesia. Dalam video yang diunggah akun Facebook Nurul Bahrul Ulum pada Ahad (21/7/2024) kemarin, Nurul tampak memohon maaf secara tulus kepada masyarakat Indonesia atas pertemuannya dengan Presiden Israel.
Berikut permintaan maaf Nurul secara lengkap:
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Dalam beberapa hari kemarin media sosial, media elektronik dan media cetak dipenuhi dengan pemberitaan tentang foto saya dan teman-teman bersama Presiden Israel. Dalam pemberitaan itu diikuti dengan cacian, makian, hinaan, hujatan, sindiran dan juga nasihat dari netizen, baik yang saya kenal maupun yang saya tidak kenal.
Sejujurnya, semua komentar dan penilaian itu saya terima dengan penuh ikhlas dan lapang dada sebagai konsekuensi atas perbuatan yang saya lakukan. Sungguh, saya berterima kasih yang luar biasa karena hal itu membuat saya berpikir, merenung dan akhirnya menilai diri saya sendiri.
Saya sadar sesadar-sadarnya beredarnya foto saya dan teman-teman bersama Presiden Israel itu sungguh melukai hati masyarakat Indonesia dan masyarakat dunia terutama rakyat Palestina. Dari lubuk hati terdalam saya menyampaikan penyesalan mendalam dan memohon maaf yang tulus kepada publik, netizen, masyarakat Indonesia dan masyarakat dunia.
Keempat, saya memohon maaf kepada teman-teman saya baik yang jauh maupun yang dekat karena mengalami cacian, makian, hujatan, dan doxing secara berkala yang mengakibatkan mereka harus absen dari media sosialnya hanya karena berteman dengan saya.
Saya juga memohon maaf kepada orang tua saya, suami saya, adik-adik saya, anak-anak saya, dan keluarga besar saya. Mama yang di kampung sehari-hari mengurus santri kalong, yang mengaji dan hampir setiap hari ada jadwal pengajian mingguan di lokasi yang berbeda, harus terkena dampak hujatan dan bombardir pertanyaan karena kelemahan anaknya ini.
Bapak yang hampir 24 jam hidupnya memikirkan bagaimana supaya Nahdlatul Ulama diranting-ranting bisa hidup dan terus bergerak, harus ikut menjadi bulan-bulanan hujatan keluarga dekat maupun jauh, jamaahnya, teman-temannya, dan komunitasnya karena kedhaifan anaknya ini.
Adik-adik saya, mohon maaf, kalian harus mengalami stres berat beberapa hari ini, ikut menderita berhari-hari, menghadapi begitu banyak cacian, makian, kemarahan, dan kebencian yang dilontarkan karena memiliki seorang kakak yang khilaf ini.
Terakhir, saya memohon berjuta maaf kepada keluarga kecil saya, suami saya, yang tak hanya media sosial dan WhatsApp pribadinya yang dibanjiri hujatan, cacian, makian, dan kemarahan karena dianggap tak bisa mendidik istrinya, tetapi juga beban psikologis yang dideritanya karena kecaman terhadap dirinya dan teman-teman dan keluarganya karena memiliki istri yang penuh dengan kekurangan ini.
Anak-anakku yang setiap hari selalu memeluk dan mencium dengan tulus, berusaha menjauhkan bunda dari media sosial dan melarang bunda untuk membaca komentar-komentar negatif, memastikan bunda makan yang cukup dan tidak sendirian, ikut gelisah dan mencoba memahami situasi, bunda gak sanggup berkata apapun kepada kalian. Bunda tak punya nyali untuk menghadap kalian. Bahkan sekadar membuka pusan yang penuh dengan dukungan kasih sayang dari kalian. Bunda tak sanggup. Jika ada kata yang lebih tinggi dari mohon maaf, maka itulah yang sangat ingin bunda katakan.
Teman-teman, keluarga, para guru dan seluruh masyarakat Indonesia dan warga Palestina, jika pun pintu maaf masih belum terbuka bagi saya, sangat tidak apa-apa. Saya terima dengan sangat ikhlas. Saya akan menjadikan ini sebagai penghapus dosa saya, meskipun tentu tidak akan cukup, apalagi dibandingkan dengan luka teman-teman dan terutama luka rakyat Palestina.
Selanjutnya, sebagai seorang manusia, saya tentu mengutuk keras atas segala kejahatan kemanusiaan yang dilakukan siapapun, termasuk oleh Zionis Israel terhadap rakyat Palestina.
Sebagai rakyat Indonesia yang berpegang teguh pada Pancasila dan konstitusi negara, saya berada di belakang Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang konsisten memperjuangkan pembebasan Palestina dari penjajahan dan kejahatan kemanusiaan Zionis Israel.
Sebagai warga Nahdlatul Ulama, saya berada di belakang ketua umum PBNU yang gigih mewujudkan perdamaian dunia, terutama Palestina dan Israel, serta tegak lurus terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Sebagai aktivis perempuan, saya sangat mengutuk perang yang hanya mengakibatkan perempuan semakin tertindas, terpuruk, dan menjadi korban yang tak terbayangkan bagaimana nasib para perempuan di Palestina yang tubuhnya mengalami proses reproduksi yang sangat kompleks dan menyakitkan berada di situasi perang.
Sebagai seorang ibu, saya juga menolak keras agresi Israel terhadap Palestina yang mengakibatkan anak-anak kehilangan masa depannya terlantar, terluntar-luntar, dan bahkan kehilangan tubuh dan jiwanya.
Kedepannya saya berkomitmen untuk terus ikut serta terlibat dalam menciptakan perdamaian, baik di tingkat lokal, nasional maupun global, serta mewujudkan Islam rahmatan lil alamin dan keadilan bagi semua.
Terakhir, saya ingin mengucapkan terima kasih dengan penuh tulus kepada teman-teman dan keluarga saya, baik yang mengecam saya, memarahi saya, menghujat saya, maupun yang menasihati sembari memeluk saya. Berkat panjenengan semua, saya sadar dan mendapatkan banyak pelajaran.
Terima kasih yang mendalam, juga kepada mahasantri, keluarga, dan teman-teman yang sudah tabayun sebelum memutuskan untuk mengecam saya yang kecewa tetapi memilih diam dan tidak mengutarakan kekecewaannya, yang kecewa tetapi memilih untuk memeluk saya dan mengungkapkan kekecewaannya, dan yang berkirim pesan untuk bertanya kabar memeluk saya dan support saya, juga kepada yang masih meyakini, mengenal dan percaya bahwa saya adalah Nurul yang kalian kenal dan percaya bahwa saya tidak mungkin tidak memperjuangkan dan tidak membela warga Palestina untuk memperoleh keadilan, kedamaian, keamanan dan kesejahteraan yang layak secara kemanusiaan, kalian sangat berharga bagi saya. Jika bukan karena kalian, saya tidak punya kekuatan untuk melanjutkan hidup di tengah kondisi yang hancur ini.
Seluruh kejadian ini saya jadikan pengalaman dan pelajaran berharga untuk hidup lebih baik ke depannya, baik dalam mempertimbangkan suatu tindakan yang memungkinkan melahirkan kemudharatan seperti sekarang ini maupun dalam memperteguh nilai-nilai keislaman, kebangsaan, keadilan dan kemaslahatan dalam kerja-kerja kemanusiaan. Wal afwa minkum. Wallahul muwafiq ila aqwamit thariq. Wasaalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Dampak Foto dengan Presiden Israel, Nurul: Tiap Hari Terlintas untuk Mengakhiri Hidup Saya
Nurul mengundurkan diri dari Fatayat NU [384] url asal
#nurul-bahrul-ulum #5-cendikiawan-nu-sowan-ke-presiden-israel #kunjungan-5-cendikiawan-nu #5-cendikiawan-nu-sowan-ke-presiden-israel #nurul-bahrul-ulum-mundur-dari-fatayat #fatayat-nu #nurul-bahrul-ulu
(Republika - Khazanah) 23/07/24 11:31
v/11783556/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Aktivis Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Nurul Bahrul Ulumakhirnya meminta maaf kepada masyarakat Indonesia atas pertemuan dirinya dan keempat temannya bersama Presiden Israel Isaac Herzog. Permintaan maafnya disampaikan melalui sebuah video yang diunggah di media sosial.
Nurul Bahrul Ulum disorot publik usai bertemu Presiden Israel bersama empat aktivis NU lainnya, yaitu Zainul Maarif, Sukron Makmun, Munawir Aziz, dan Izza Annafisah Dania. Nurul sendiri diketahui merupakan salah satu Pengurus Fatayat NU.
BACA JUGA:Dikaitkan Kemitraan Leimena Terkait AJC Pro Israel, Ini Jawaban Pendek Imam Besar Istiqlal
Selain aktif di Fatayat NU, Nurul juga bekerja sebagai Communication Officer di Australia – Indonesia Muslim Exchange Program (AIMEP) dan Australia – Asean Muslim Exchange Program (AAMEP) sejak 2022. Dalam klarifikasianya yang diunggah di akun Facebook Nurul Bahrul Ulum pada Ahad (21/7/2024), Nurul meminta maaf.
“Melalui media ini saya menyampaikan permohonan maaf yang tulus dan juga mendalam. Pertama, saya mohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia dan masyarakat dunia yang terluka akibat perbuatan saya. Terutama mereka yang selama ini berjuang dengan berbagai cara untuk membela Palestina agar terbebas dari tindakan genosida dan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh Zionis,”ujar dia.
Nurul juga mengakudihujat, dikecam, disindir, dan dibuli oleh orang yang dikenal, teman dekat, teman biasa, dan keluarga. Nurul menyatakan, apa yang dialaminya terlalu berat. Meski demikian, dia menerima dengan penuh lapang sebagai konsekuensi dari apa yang dilakukan.
Dia juga mengaku kondisinya amat buruk. “Keadaan saya sekarang ini sangat buruk. Saya takut, cemas, menangis terus-menerus, bahkan tidur setiap malam tidak lebih dari dua jam. Saking stresnya, setiap hari selalu terlintas di pikiran saya untuk mengakhiri hidup. Sungguh ini berat. Atas semua ini, sungguh saya sadar, menyadari dan saya menyesal,” ujar dia.
Terkenal sebagai penulis..
Nurul terkenal dengan tulisan-tulisannya yang banyak membahas soal isu perempuan di mubadalah.id. Tidak hanya itu, ia juga beberapa kali terlibat dalam Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI).
Ia mengikuti perjalanan ke Mesir sebagai bagian kongres mewakili Pondok Pesantren Luhur Manhaji Fahmina Cirebon yang dia asuh bersama KH Marzuki Wahid pada 2023 lalu.
BACA JUGA:Gunung Gede dan Pangrango 'Bersalju' dan Misteri an-Nahl Ayat 15
Foto bersama antara Nurul dengan Presiden Israel Isaac Herzog di tengah memanasnya konflik Israel-Palestina membuatnya berinterospeksi. Setelah mendapat banyak kecaman atas kunjungannya itu, Nurul pun mengundurkan diri dari Pengurus Pusat Fatayat NU bersama rekannya, Izza Annafisah Dania.
Lembaga RAHIM Klarifikasi soal Pertemuan 5 Kader NU dan Presiden Israel
Lembaga RAHIM menyatakan sudah berhenti beraktivitas sejak November 2023. Mereka menegaskan bukan lembaga lobi buat Israel. Halaman all [579] url asal
#nahdlatul-ulama #lima-aktivis-nu-bertemu-presiden-israel #5-aktivis-pbnu-temui-presiden-israel #pusat-studi-warisan-ibrahim-untuk-perdamaian #organisasi-rahim
(Kompas.com) 22/07/24 16:48
v/11684534/
JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Pusat Studi Warisan Ibrahim untuk Perdamaian (RAHIM) mengklarifikasi tidak terlibat dalam keberangkatan 5 kader Nahdlatul Ulama (NU) bertemu Presiden Israel Isaac Herzog pada Juni sampai Juli 2024.
"Kami menegaskan bahwa RAHIM tidak terlibat sama sekali dalam kunjungan 5 kader NU ke Israel, termasuk melakukan pertemuan dengan Presiden Israel, Isaac Herzog," demikian isi pernyataan klarifikasi RAHIM, seperti dikutip pada Senin (22/7/2024).
"Hal ini diperkuat oleh fakta-fakta yang muncul bahwa kunjungan 5 kader NU ke Israel atas inisiatif pribadi," sambung isi pernyataan itu.
RAHIM menyatakan telah vakum atau tidak beraktivitas sejak November 2023, yang diakhiri dengan doa bersama lintas iman pada 5 Novemper 2023.
Mereka menyampaikan, keterlibatan salah satu pengurus RAHIM yaitu Zainul Ma’arif, dalam pertemuan dengan Isaac, berdasarkan inisiatif pribadi.
Menurut RAHIM, dari fakta yang dihimpun mengungkap keberangkatan 5 kader NU ke Israel difasilitasi oleh seorang warga asing alumni Universitas Harvard dan didanai oleh lembaga I-Trek (Israel Trek).
"Kami pada dasarnya menyayangkan pemberitaan media yang seolah-olah pertemuan dengan Presiden Israel hanya diikuti 5 kader NU dan dikaitkan dengan RAHIM, padahal dalam foto yang beredar terdapat 8 orang WNI yang melakukan pertemuan dengan Presiden Israel," lanjut isi pernyataan itu.
Bantah melobi buat Israel
RAHIM menyatakan mereka bukan organisasi agitasi maupun konspirasi yang bertujuan buat menggalang dukungan buat Israel.
"RAHIM merupakan organisasi lintas iman, kajian dan diskusi perdamaian antar umat beragama, tidak terkecuali Yahudi," demikian isi pernyataan itu.
Mereka menyatakan, organisasi itu dibangun secara swadaya dengan modal terbatas yang dihimpun dari pengurus RAHIM.
Sejak RAHIM terbentuk, menurut pernyataan itu, mereka belum banyak melakukan kegiatan secara langsung, melainkan hanya melakukan diskusi atau dialog secara daring.
"Kami tidak pernah mendapatkan dukungan dana dari pihak manapun, termasuk yang dituduhkan dari Israel," lanjut isi pernyataan itu.
Biaya saat menggelar diskusi dan dialog ditanggung, kata mereka, diperoleh pengurus secara sukarela dan gotong royong.
"Kami lebih banyak memanfaatkan relasi dan jaringan pertemanan untuk melakukan diskusi atau dialog secara daring," sambung isi pernyataan itu.
Bukan bagian NU
RAHIM menyatakan mereka bukan bagian dari Nahdlatul Ulama (NU), seperti tercantum dalam berbagai pemberitaan.
Mereka menyatakan sebagai entitas independen seperti NGO (non government organization/lembaga non-pemerintah) yang bergerak pada isu lintas agama.
"Dalam setiap kegiatan, siaran pers, maupun administrasi, RAHIM menggunakan logo sendiri sebagaimana yang telah tersebar di media," demikian isi pernyataan itu.
"Secara kelembagaan RAHIM tidak memiliki hubungan apapun dengan Organisasi NU, khususnya PWNU DKI Jakarta yang membawahi LBM NU DKI Jakarta," sambung isi pernyataan klarifikasi itu.
RAHIM menyatakan hanya berkegiatan yang sebagian besar via daring sejak April 2022 sampai dengan November 2023.
Akan tetapi, mereka mengakui keliru karena meski RAHIM sudah tidak menggelar kegiatan, tetapi laman Facebook dan situs internetnya masih aktif.
"Sehingga ketika diseret-seret dan dikait-kaitkan dengan persoalan 5 Nahdliyin itu mengingatkan kami untuk menghapus Facebook dan website-nya," lanjut isi pernyataan itu.
Petaka Bertemu Presiden Israel, Zainul Maarif Diberhentikan PWNU Jakarta dan Mundur dari Unusia
Pertemuan Zainul Maarif dengan Presiden Israel Isaac Herzog dianggap melanggar etik oleh Mahkamah Etik Pegawai Unusia. Halaman all [804] url asal
#aktivis-nu-ke-israel #lima-aktivis-nu-bertemu-presiden-israel #5-aktivis-pbnu-temui-presiden-israel #5-kader-nu-yang-bertemu-presiden-israel #pbnu-keluarkan-surat-larangan-kerja-sama-dengan-lembaga-is
(Kompas.com) 22/07/24 09:42
v/11647963/
JAKARTA, KOMPAS.com - Pertemuan dosen Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Zainul Maarif dengan Presiden Israel Isaac Herzog bersama empat aktivis Nahdliyin berbuntut panjang.
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta telah mengambil keputusan dengan memberhentikan keanggotaan Zainul Maarif.
Selain sanksi pemberhentian, Zainul Maarif juga dinyatakan melanggar etik oleh Mahkamah Etik Pegawai Unusia. Sanksi ini membuat Zainul Maarif memutuskan mengundurkan diri dari Unusia.
Imbas pertemuan tersebut juga membuat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjadi sorotan publik. Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya sampai-sampai harus menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas tindakan kadernya tersebut.
Diberhentikan PWNU Jakarta
PWNU DKI Jakarta langsung mengambil langkah tegas dengan memberhentikan empat pengurusnya yang ikut ataupun terlibat dalam kunjungan ke Israel. Keempatnya yakni Zainul Maarif, Mukti Ali, Roland Gunawan, dan Sapri Saleh.
Ketua PWNU DKI Jakarta Samsul Ma'arif menjelaskan, pemberhentian itu berdasarkan hasil rapat internal yang dilakukan jajaran pengurus PWNU DKI Jakarta.
"Iya benar. Mereka sudah tidak lagi bagian daripada kepengurusan Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU DKI Jakarta," ujar Ketua PWNU DKI Jakarta Samsul Ma'arif saat dikonfirmasi, Jumat (19/7/2024).
Adapun Mukti Ali, Roland Gunawan, dan Sapri Saleh dianggap terlibat dalam organisasi Pusat Studi Warisan Ibrahim untuk Perdamaian (RAHIM).
Menurut Samsul, organisasi RAHIM memiliki keterkaitan dan juga menjalin komunikasi dengan Israel. Hal itu lah yang membuat pertemuan dengan Presiden Israel terlaksana.
"Ya ada keterkaitan lah, ada keterkaitan komunikasi dengan pemberangkatan. Ada komunikasi dengan pihak Israel," jelasnya.
Meski begitu, Samsul menegaskan bahwa keempat orang yang diberhentikan itu tetap akan menjadi bagian dari warga Nahdliyin.
"Tetapi sudah tidak lagi bagian daripada kepengurusan LBM PWNU DKI Jakarta," tegasnya.
Mundur dari Unusia
Setelah diberhentikan dari PWNU DKI Jakarta, Zainul Maarif juga memutuskan mengundurkan diri dari Unusia.
Langkah ini diambilnya setelah Mahkamah Etik Pegawai Unusia menyatakan Zainul Maarif terbukti melanggar etik pada 17 Juli 2024.
"Pernyataan mundur ini disampaikan secara tertulis oleh yang bersangkutan pada tanggal 19 Juli 2024," ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat Unusia Dwi Putri dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/7/2024).
Dwi menyampaikan, dari sidang Mahkamah Etik Unusia, dapat disimpulkan aktivitas Zainul Maarif ke Israel merupakan undangan pribadi.
Undangan itu tak terkait dengan Unusia tetapi Zainul Maarif menggunakan atribut Unusia tanpa meminta dan mendapat persetujuan pimpinan Unusia.
"Kedua, tindakan dan perbuatan yang bersangkutan ke Israel tidak mewakili sikap Unusia dan justru bertolak-belakang," ucap Dwi.
Dwi juga menyebutkan, tindakan Zainul berdampak negatif terhadap Unusia sebagai institusi pendidikan tempatnya mengajar.
Kesimpulan ketiga, tindakan Zainul dinilai tidak memiliki kepekaan dan sensibilitas terhadap kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel terhadap Palestina.
"Tindakan tersebut juga dapat dimaknai melegitimasi perbuatan rezim zionis terhadap warga Palestina yang bertentangan dengan sikap resmi Jam'iyah Nahdlatul Ulama yang mendukung perjuangan warga Palestina," ujar Dwi.
Permintaan maaf
Sementara, Zainul Maarif melayangkan permintaan maaf atas tindakannya tersebut. Ia menyebutnya sebagai pelajaran besar karena "tindakan dan niat baik ternyata memberi efek buruk".
Menurut dia, kunjungannya ke Israel merupakan bagian dari kegiatan dialog lintas iman sekaligus untuk penelitian lapangan, termasuk tentang kehidupan orang Islam di Israel.
"Bagaimana kehidupan Muslim di sana? Kalau kehidupan Muslim di Gaza kita sudah tahu," kata dia kepada wartawan di kantor PWNU Jakarta, Kamis (18/7/2023).
Diketahui, selain Zainul Maarif, tiga aktivis NU lainnya yang turut bertemu Isaac Herzog adalah Munawir Aziz sebagai Sekretaris Umum Persatuan Pencak Silat yang juga Sekum Pagar Nusa.
Kemudian Nurul Barul Ulum dan Izza Anafisa Dania, anggota dari Pimpinan Pusat Fatayat NU dan Syukron Makmun, Ketua Pengurus Wilayah NU Banten.
Permintaan maaf juga disampaikan oleh Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.
"Pertama, sepatutnya saya mohon maaf kepada masyarakat luas, seluruhnya. Bahwa ada beberapa orang dari kalangan Nahdlatul Ulama yang tempo hari pergi ke Israel melakukan engagement di sana," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (16/7/2024).
Dia menjelaskan, PBNU memaklumi kemarahan dan kekecewaan masyarakat luas terhadap sikap lima kader NU tersebut.
Gus Yahya menilai, tindakan kelima orang NU yang melakukan hubungan dengan Israel tidak patut, karena kondisi Palestina yang sekarang terus diserang militer Israel.
"Kami sangat memaklumi dan merasakan hal yang sama bahwa hal ini sesuatu yang tidak patut dalam konteks suasana yang ada saat ini," ujarnya.
Ramai Diberitakan Jadi Organisasi Lobi Zionis Israel, Begini 7 Klarifikasi Utuh RAHIM
RAHIM menegaskan lembaganya tidak terkait dengan kunjungan Nahdliyin ke Israel [1,052] url asal
#nahdlatul-ulama #intelektual-muda-nahdliyin #lima-nahdliyin-temui-presiden-israel #nahdliyin-ke-israel #presiden-israel-isaac-herzog #palestina #rahim #klarifikasi-rahim #perang-gaza #jalur-gaza
(Republika - Khazanah) 22/07/24 06:13
v/11632098/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berkaitan dengan pemberitaan tentang RAHIM dan pengurusnya yang telah tersebar di media belakangan ini, kami menilai terdapat beberapa pemberitaan yang tidak benar dan menyesatkan sehingga kami perlu melakukan klarifikasi antara lain sebagai berikut:
Pertama, pemberitaan mengenai RAHIM atau pengurusnya yang disebut sebagai dalang atau diduga dalang pertemuan 5 kader NU dengan Presiden Israel.
BACA JUGA:Gunung Gede dan Pangrango Membeku dan Makhluk yang Lebih Kuat dari Gunung
Kami menegaskan bahwa RAHIM tidak terlibat sama sekali dalam kunjungan 5 kader NU ke Israel, termasuk melakukan pertemuan dengan Presiden Israel, Isaac Herzog.
Hal ini diperkuat oleh fakta-fakta yang muncul bahwa kunjungan lima kader NU ke Israel atas inisiatif pribadi. Termasuk keterlibatan salah satu pengurus RAHIM a.n. Zainul Ma’arif, yang diakui berangkat atas nama pribadi sehingga tidak ada kaitan dengan organisasi pengurus RAHIM yang lain.
Selain itu, fakta yang muncul belakangan juga mengungkap bahwa keberangkatan 5 kader NU ke Israel, difasilitasi oleh WNA Alumni Harvard dan didanai oleh lembaga I-Trek (Israel Trek).
Kami pada dasarnya menyayangkan pemberitaan media yang seolah-olah pertemuan dengan Presiden Israel hanya diikuti 5 kader NU dan dikaitkan dengan RAHIM, padahal dalam foto yang beredar terdapat 8 orang WNI yang melakukan pertemuan dengan Presiden Israel.
Kedua, pemberitaan bahwa RAHIM adalah organisasi lobi Israel
Kami menegaskan bahwa RAHIM bukanlah organisasi agitasi maupun konspirasi. RAHIM merupakan organisasi lintas iman, kajian dan diskusi perdamaian antarumat beragama, tidak terkecuali Yahudi.
Sebenarnya hal ini dapat dilihat dari profil organisasi RAHIM yang telah banyak dikutip oleh media. Komunitas penganut Yudaisme yang tergabung dalam RAHIM yaitu Eits Chaim Indonesia dan Bnei Noah Indonesia yang disebut-sebut terafiliasi dengan (Pemerintah) Israel, tidaklah benar.
Faktanya, keduanya merupakan komunitas agama yang memiliki tokoh panutan yaitu Rabbi, sebagaimana ulama di kalangan Muslim. Amanat konstitusi UUD 1945, bahwa negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.
Kita ketahui, masih terbatasnya tokoh agama Yahudi di Indonesia, ‘memaksa’ pengikut Yudaisme mencari guru dan pembimbing dari luar negeri dalam hal ini Rabbi. Sehingga, tuduhan sebagai organisasi lobi Israel jelas tidak sesuai dengan fakta.
RAHIM didirikan dengan semangat dan visi yang sama untuk ikut merespons situasi konflik di dunia. Bahkan, launching RAHIM yang dilaksanakan pada bulan April 2022, pada dasarnya justru terdorong oleh situasi dunia yang mengkhawatirkan saat itu, di mana sejak Februari 2022 Rusia mulai berperang dengan Ukraina.
Sejumlah orang pemeluk agama yang akhirnya menjadi pengurus RAHIM, merasa prihatin atas kondisi dunia saat itu dan khawatir akan berpengaruh terhadap Indonesia secara khusus. Sikap dan posisi RAHIM secara jelas tercantum dalam deklarasi yang dibacakan oleh seluruh pengurus RAHIM, yang menyatakan:
a. Kami meyakini bahwa Tuhan menciptakan manusia yang berbeda-beda ras, suku, bangsa dan bahasa, tidak lain untuk saling mengenali, yang diwujudkan dengan sikap saling menghormati dan memuliakan. Kenyataan bahwa situasi dunia dalam setiap zamannya tidak lepas dari konflik antar ras, suku dan bangsa, merupakan tantangan nyata bagi setiap manusia untuk mewujudkan perdamaian
b. Kami menyadari bahwa Tuhan menjadikan manusia sebagai pemimpin di bumi, tidak lain untuk memastikan sistem kehidupan berjalan harmonis, damai dan tenteram.
Datangnya agama menjadi penerang dan sekaligus petunjuk bagi manusia untuk memiliki rasa mengasihi dan menyayangi terhadap segenap alam. Untuk itu, kami berharap kepada para pemimpin dunia baik pemimpin negara, masyarakat maupun agama, agar menjamin perdamaian dan menghindari adanya kekerasan terhadap sesama manusia
c. Kami menilai pentingnya dialog dan keterbukaan sebagai jalan ikhtiar rekonsiliasi konflik menuju perdamaian abadi. Segala kampanye positif perlu digalakkan secara terus menerus guna melawan narasi-narasi negatif yang membawa pada benturan peradaban, bahkan peperangan
d. Kami mendorong keterlibatan segenap unsur masyarakat dunia, berperan aktif dalam membangun persaudaraan yang tulus dan adil, dalam mendukung tercapainya perdamaian dunia. Relasi antar masyarakat dapat menjadi kekuatan yang nyata dalam proses rekonsiliasi konflik dunia
e. Kami mengambil inspirasi dari Ibrahim, bapak dan ikon pemersatu agama-agama monoteisme, menempatkan “Rumah Ibrahim” (RAHIM) sebagai rumah besar yang nyaman dan damai bagi seluruh umat manusia
f. Kami sebagai warga Indonesia, yang tergabung dalam RAHIM berikhtiar membantu NKRI dalam mewujudkan perdamaian di bumi pertiwi, termasuk isu konflik regional maupun internasional, sebagai wujud kecintaan dan kesetiaan kami kepada Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia”.
RAHIM dan pengurusnya...
Sebagai organisasi yang dibangun secara mandiri dan dikelola dengan sukarela sebagai ruang aktualisasi pada isu lintas iman, yang mana dalam hal ini masing-masing pengurus RAHIM pada dasarnya memiliki kesibukan masing-masing, mengakui masih lemah dalam hal manajemen organisasi.
Penyertaan logo LBM NU pada website RAHIM, semata-mata bentuk antusiasme kami dan tidak terdapat maksud lain dan kalau memang itu keliru, maka kami memohon maaf dan sudah langsung kami takedown (matikan).
Keenam, pemberitaan tentang adanya Hubungan RAHIM dengan Niruban Balachandran yang diduga fasilitasi kunjungan 5 kader NU ke Israel
Beberapa pemberitaan di media menyebutkan bahwa Niruban Balachandran yang ikut dalam pertemuan dengan Presiden Israel, merupakan pengurus atau orang yang terafiliasi dengan RAHIM.
Kami menegaskan bahwa yang bersangkutan bukanlah pengurus atau orang yang terafiliasi dengan RAHIM, serta tidak pernah mendapatkan apapun dari yang bersangkutan.
Apabila terdapat pernyataan maupun referensi tentang yang bersangkutan terafiliasi dengan RAHIM, hal tersebut di luar pengetahuan kami. Berkenaan hal tersebut, kami akan mempertimbangkan langkah-langkah selanjutnya.
Ketujuh, vakum aktivitas dan pembubaran yayasan RAHIM
RAHIM telah vakum/tidak beraktivitas sejak November 2023, yang diakhiri dengan doa bersama lintas iman pada 5 November 2023, sehingga bisa dipastikan bahwa RAHIM tidak terlibat dalam keberangkatan 5 kader NU ke Israel yang terjadi di bulan Juni-Juli 2024.
RAHIM hanya berkegiatan yang sebagian besar via daring sejak April 2022 sampai dengan November 2023. Praksis berjalan hanya 20 bulan saja. Kekeliruan kami adalah sejak RAHIM sudah tutup dan tidak ada kegiatan sama sekali, tapi facebook dan websitenya masih aktif. Sehingga ketika diseret-seret dan dikait-kaitkan dengan persoalan 5 Nahdliyin itu mengingatkan kami untuk menghapus facebook dan websitenya.
Sebagai informasi tambahan, RAHIM tidak memiliki kantor definitif. Sebab didirikan pada saat pandemi, di samping tidak ada dana untuk menyewa kantor.
Berkenaan dengan hal-hal yang kami sampaikan di atas, kami minta kepada setiap media yang telah memberitakan RAHIM atau pengurus RAHIM, agar mengoreksi atau mengklarifikasi pemberitaan yang tidak sesuai dengan fakta dan penjelasan dari kami.
Selain itu, kami meminta kepada media yang telah salah memberitakan tentang RAHIM dan pengurusnya berkaitan dengan kunjungan 5 kader NU ke Israel, ataupun terkait relasi RAHIM atau pengurusnya dengan Israel, dan hal-hal yang telah dijelaskan di atas, agar meminta maaf kepada publik dan menghapus/take down pemberitaan dimaksud.
Terima kasih
Unusia Pecat Salah Satu Nahdliyin yang Berangkat Temui Presiden Israel
Mahkamah Etik Pegawai Universitas Nahdlatul Ulama (Unusia) telah menjatuhkan sanksi pemecatan terhadap Zainul Maarif karena terbukti melanggar etik. [199] url asal
#unusia-pecat-zainal-maarif #unusia-pecat-pegawai-yang-ke-israel #unusia-pecat-nahdliyin-yang-ke-israel #5-nahdliyin-temui-presiden-israel #kader-pbnu-temui-presiden-israel #pbnu-presiden-israel #presi
(Bisnis.Com) 21/07/24 16:23
v/11558263/
Bisnis.com, JAKARTA - Mahkamah Etik Pegawai Universitas Nahdlatul Ulama (Unusia) telah menjatuhkan sanksi pemecatan terhadap Zainul Maarif, salah satu nahdliyin yang bertemu presiden Israel karena terbukti melanggar etik.
Zainul Maarif sendiri merupakan salah satu dari lima kader Nahdlatul Ulama (NU) yang bersilaturahmi dengan Presiden Israel Isaac Herzog beberapa waktu lalu dan viral di media sosial.
Kepala Biro Humas Unusia, Dwi Putri membenarkan bahwa Zainal Maarif sudah dipecat dari status pegawai Unusia. Dwi mengatakan bahwa putusan memecat Zainal Maarif itu dilakukan setelah digelar sidang etik pegawai pada hari Rabu 17 Juli 2024 lalu.
"Sidang memutuskan yang bersangkutan terbukti melakukan pelanggaran etik dan menyatakan mundur sebagai pegawai Unusia. Pernyataan mundur ini disampaikan secara tertulis oleh yang bersangkutan pada tanggal 19 Juli 2024," tuturnya di Jakarta, Minggu (21/7).
Dia menjelaskan bahwa Zainul Maarif telah terbukti datang ke Israel atas undangan pribadi dan tidak memiliki sangkut paut sama sekali dengan Unusia maupun PBNU.
Kendati demikian, Zainul Maarif memakai atribut Unusia selama pergi ke Israel dan bertemu Isaac Herzog tanpa meminta dan mendapat persetujuan Pimpinan Unusia.
"Tindakan dan perbuatan bersangkutan ke Israel tidak mewakili sikap Unusia dan justru bertolak belakang, serta berdampak negatif terhadap Unusia sebagai institusi pendidikan tempat yang bersangkutan bekerja," katanya.
Nahdliyin yang Bertemu Presiden Israel Samakan Kunjungannya dengan Jokowi ke Ukraina
Menurut Sukron, dia bersama empat nahdliyin lainnya menemui Isaac untuk membawa pesan perdamaian Israel-Palestina. [362] url asal
#crosschek #nahdliyin #sukron-makmun #samakan #pertemuannya #presiden-israel #jokowi #ukraina
(MedCom) 21/07/24 14:41
v/11556994/
Jakarta: Sukron Makmun, salah satu nahdliyin, menyamakan pertemuannya dengan Presiden Israel, Isaac Herzog, dengan kegiatan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Yakni, ketika Jokowi menemui Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, di Ukraina yang tengah berkonflik dengan Rusia."Justru sama lah misalkan Pak Jokowi datang ke Ukraina itu kan ketika sedang terjadi konflik," kata Sukron dalam Crosscheck Face to Face by Medcom.id di akun YouTube Medcom.id, Minggu, 21 Juli 2024.
Menurut Sukron, dia bersama empat nahdliyin lainnya menemui Isaac untuk membawa pesan perdamaian Israel-Palestina. Dia menilai pesan itu harus terus disuarakan dari berbagai pihak. Bahkan di luar pihak yang berkonflik.
"Karena perdamaian, hidup damai, ketenangan, itu kan sebenarnya dirindukan oleh semua orang, dan itu akan terjadi kalau dari para pihak yang bertikai itu mau duduk bareng," ucap Sukron.
Diplomat RI periode 1988-2021, Ple Priatna, mengatakan bahwa situasi di Ukraina-Rusia dengan Israel-Palestina tidak bisa disamakan. Kondisi di Palestina merupakan kejahatan genosida yang dilakukan Israel.
Israel terus memborbardir Palestina. Padahal, masyarakat dunia sudah mengecam tindakan keji itu.
"Genosida, kalau kita sepakat dengan kalimat genosida dan (bahkan) ini semuanya sudah diambil alih oleh kekuatan besar, oleh Dewan Keamanan PBB," ujar Ple.
Upaya mendamaikan dua pihak yang berkonflik tidak bisa dari membawa pesan kelompok masyarakat sipil, bahkan lembaga swadaya masyarakat atau NGO. Butuh otoritas yang setara membawa pesan tersebut.
"Posisinya harus sama tidak mungkin masyarakat luas, NGO atau apa ujug-ujug oh ini salaman nih, enggak. Karena itu di situ ada level representativeness, anda mewakili siapa, anda berbuat apa, anda punya kredensial apa. Ya anda harus punya sesuatu kekuatan di belakang itu," jelas Ple.
Lima tokoh NU bertemu Presiden Israel Isaac Herzog belum lama ini. Kelima nahdliyin itu adalah Zainul Maarif, Munawir Aziz, Sukron Makmun, Nurul Bahrul Ulum, dan Izza Annafisah Dania.
Pertemuan para nahdliyin itu menuai komentar netizen hingga sikap keras Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, telah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat luas buntut pertemuan lima nahdliyin dengan Presiden Israel.
"Saya mohon maaf kepada masyarakat luas, ada warga dari kalangan NU yang pergi ke Israel. Saya merasakan hal ini tidak patut dalam konteks suasana yang ada saat ini," kata Gus Yahya, Selasa, 16 Juli 2024.
(ABK)
Sanksi demi Sanksi Dialamatkan ke Aktivis NU yang Bertemu Presiden Israel...
Para aktivis NU yang bertemu Presiden Israel mendapatkan sanksi satu per satu. Halaman all [703] url asal
#nahdlatul-ulama #nu #presiden-israel #aktivis-nu-ke-israel
(Kompas.com) 21/07/24 10:53
v/11529767/
JAKARTA, KOMPAS.com - Sanksi demi sanksi dialamatkan kepada dosen Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Zainul Maarif setelah ia bertemu Presiden Israel Isaac Herzog bersama 4 orang tokoh muda Nahdliyin lain baru-baru ini.
Terbaru, ia dinyatakan terbukti melanggar etik oleh Mahkamah Etik Pegawai Unusia pada 17 Juli 2024.
Zainul menerima putusan tersebut dan langsung mengundurkan diri.
"Pernyataan mundur ini disampaikan secara tertulis oleh yang bersangkutan pada tanggal 19 Juli 2024," ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat Unusia Dwi Putri dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/7/2024).
Dwi menyampaikan, dari sidang Mahkamah Etik Unusia, dapat disimpulkan aktivitas Zainul Maarif ke Israel merupakan undangan pribadi.
Undangan itu tak terkait dengan Unusia tetapi Zainul Maarif menggunakan atribut Unusia tanpa meminta dan mendapat persetujuan pimpinan Unusia.
"Kedua, tindakan dan perbuatan yang bersangkutan ke Israel tidak mewakili sikap Unusia dan justru bertolak-belakang," ucap Dwi.
Dwi juga menyebut, tindakan Zainul berdampak negatif terhadap Unusia sebagai institusi pendidikan tempatnya mengajar.
Kesimpulan ketiga, tindakan Zainul dinilai tidak memiliki kepekaan dan sensibilitas terhadap kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel terhadap Palestina.
"Tindakan tersebut juga dapat dimaknai melegitimasi perbuatan rezim zionis terhadap warga Palestina yang bertentangan dengan sikap resmi Jam'iyah Nahdlatul Ulama yang mendukung perjuangan warga Palestina," ujar Dwi.
Sebelumnya, Zainul juga diberhentikan dari keanggotaan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta.
Ketua PWNU DKI Jakarta Samsul Ma'arif menyampaikan, pemberhentian itu berdasarkan hasil rapat internal yang dilakukan jajaran pengurus PWNU DKI Jakarta.
Selain Zainul, 3 orang lain, yakni Mukti Ali, Roland Gunawan, dan Sapri Saleh juga diberhentikan lantaran dianggap terlibat dalam organisasi Pusat Studi Warisan Ibrahim untuk Perdamaian (RAHIM).
Menurut Samsul, organisasi RAHIM memiliki keterkaitan dan juga menjalin komunikasi dengan Israel. Hal itulah yang membuat pertemuan dengan Presiden Israel terlaksana.
Meski begitu, Samsul menegaskan bahwa keempat orang yang diberhentikan itu tetap akan menjadi bagian dari warga NU.
Sebelumnya, Zainul juga telah meminta maaf atas tindakannya itu. Ia menyebutnya sebagai pelajaran besar karena "tindakan dan niat baik ternyata memberi efek buruk".
Menurut dia, kunjungannya ke Israel merupakan bagian dari kegiatan dialog lintas iman sekaligus untuk penelitian lapangan, termasuk tentang kehidupan orang Islam di Israel.
"Bagaimana kehidupan Muslim di sana? Kalau kehidupan Muslim di Gaza kita sudah tahu," kata dia kepada wartawan di kantor PWNU Jakarta, Kamis (18/7/2023).
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebelumnya juga telah meminta maaf atas tindakan Zainul dam 4 tokoh muda nahdliyin.
PBNU juga kembali mengeluarkan surat instruksi penegasan terkait larangan hubungan kerja sama dengan lembaga-lembaga yang berafiliasi dengan Israel.
Surat bernomor 2020/PB.03/A.1.03.08/99/07/2024 itu untuk mempertegas surat instruksi yang pernah keluar sebelumnya pada era kepengurusan Said Aqil Siroj pada 2021 lalu.
"Merujuk Surat Edaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Nomor 4207/C.1.034/09/2021 tanggal 13 Shafar 1443 H/20 September 2021 M sebagaimana terlampir, dengan ini kami tegaskan bahwa instruksi untuk menghentikan dan/atau menangguhkan semua program/proyek kerja sama yang berhubungan dengan Institut Leimena, Institute for Global Engagement (IGE), dan American Jewish Committee (AJC), baik yang masih dalam rencana maupun yang sedang berjalan, tidak pernah dicabut dan masih berlaku hingga saat ini," isi surat edaran tersebut, dikutip dari laman resminya, Sabtu (20/7/2024).
Sebelumnya, viral di media sosial soal lima kader NU yang diajak bertemu Presiden Israel mengabdi di beberapa badan otonom NU.
Lima kader NU tersebut yakni Zainul Maarif merupakan dosen di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) yang juga Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail PWNU Jakarta.
Kemudian, Munawir Aziz sebagai Sekretaris Umum Persatuan Pencak Silat yang juga Sekum Pagar Nusa.
Nurul Barul Ulum dan Izza Anafisa Dania, anggota dari Pimpinan Pusat Fatayat NU dan Syukron Makmun, Ketua Pengurus Wilayah NU Banten.
Daftar Lembaga Mitra Leimena Terkait AJC Pro Israel, dari Muhammadiyah Hingga Istiqlal
AJC Bermitra dengan Leimena untuk lakukan dialog Yahudi dan Israel [804] url asal
#leimena #leimena-pro-ngo-israel #hubungan-leimena-ajc #ajc-pro-israel #ngo-pro-israel #lima-intelektual-nahdliyin-israel #intelektual-muda-nahdliyin #lima-nahdliyin-temui-presiden-israel #presiden-isr
(Republika - Khazanah) 20/07/24 16:21
v/11458962/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan surat instruksi penegasan kembali terkait pelarangan hubungan kerja sama dengan lembaga-lembaga yang berafiliasi dengan Israel. Surat resmi tersebut dikeluarkan dengan nomor 2020/PB.03/A.1.03.08/99/07/2024 yang mempertegas surat instruksi sebelumnya pada era kepengurusan KH Said Aqil Siroj pada 2021 lalu.
Lembaga yang dimaksud adalah Leimena Institute. Lantas siapa Leimena Institute? Dikutip dari laman resminya, Institut Leimena adalah lembaga non profit yang berdiri pada 2005, Institut Leimena dibentuk sebagai respons atas perkembangan situasi bangsa dan negara, serta harapan para pimpinan lembaga gereja aras nasional.
BACA JUGA:Adidas Coret Bella Hadid dari Iklan Sepatu Usai Dikritik Israel, Netizen Serukan Boikot
Partisipasi warga gereja dalam membangun bangsa dan negara sebetulnya telah mendapat perhatian umat Kristiani sejak lama. Oleh karena itu, Sidang Raya X DGI/PGI 1984 di Ambon memutuskan agar PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia) membentuk lembaga kajian yang dinamai Akademi Leimena dengan Letjen. T.B. Simatupang sebagai ketua yang pertama.
Pada 2004, atas masukan dan harapan dari para pimpinan lembaga gereja aras nasional, beberapa pengurus Akademi Leimena sepakat untuk mendirikan Institut Leimena sebagai lembaga kajian independen yang mencerminkan perkembangan keberagaman gereja dewasa ini.
Para pendiri, sekaligus anggota Board of Trustees yang pertama adalah Jakob Tobing, Mangara Tambunan, Matius Ho, Radja Kami Sembiring Meliala, dan Viveka Nanda Leimena.
Di antara program unggulan Leimena Institute adalah Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) yang dalam bahasa Inggris, sebagaimana dijelaskan Ari Gordon, Direktur Muslim Yahudi The America Jewish Committee (AJC), sebuah NGO yang pro terhadap Zionis Israel Gordon adalah dengan istilah Cross Cultural Religious Literacy (CCRL).
Yaitu sebuah pendekatan berpikir, bersikap, dan bertindak untuk dapat bekerja sama dengan orang yang berbeda agama dan kepercayaan (kompetensi kolaboratif), berlandaskan pada pemahaman akan kerangka moral, spiritual, dan pengetahuan diri pribadi (kompetensi pribadi) dan orang lain yang berbeda agama dan kepercayaan (kompetensi komparatif).
LKLB didasarkan pada keyakinan bahwa kesadaran dan kebaikan bersama bagi umat manusia akan tercapai bukan ketika keragaman agama dan kepercayaan ditolak atau bahkan dilebur menjadi keseragaman, tetapi justru ketika keragaman tersebut diteguhkan dan dikelola bersama oleh para penganutnya yang berbeda melalui proses evaluasi, komunikasi, dan negosiasi untuk menanggapi berbagai peluang dan tantangan yang dihadapi, baik dalam konteks lokal maupun global.
LKLB menyediakan suatu kerangka untuk bekerja sama dengan pihak lain dalam membahas dan menyelesaikan tantangan global bersama, tanpa mengorbankan substansi keyakinan sendiri.
Program ini telah menghasilkan alumni. Merujuk pada data yang dirilis pada 5 Juli 2024, LKLB telah meluluskan 8.352 peserta dan alumni, 56 program internasional bersertifikat tentang pengenalan LKLB, 28 online upgrading course, 17 webinar internasional, dan 15 hybrid upgrading workshop.
Lembaga ini juga telah bermitra dengan banyak organisasi di Indonesia. Menurut laman resminya, di antara organisasi yang bekerja sama adalah:
1. Masjid Istiqlal
2. Lembaga Pengembangan Pesantren PP Muhammadiyah (LP2PPM)
3. Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah
4. Maarif Institute
5. Alkhairaat Palu Sulawesi Tengah
6. Universitas Alkhairaat Palu Sulteng
7. Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
8. Yayasan Wakaf UMI Universitas Muslim Indonesia
9. RBC Institute A Malik Fadjar
10. The Sanneh Institute
11, Templeton Religion
12. Bridge Projects.
Sebagaimana diketahui, upaya lobi Yahudi untuk melakukan penetrasi terhadap pemahaman hubungan antara Indonesia dan Israel dilakukan dengan berbagai cara.
Salah satunya, melalui dialog lintas agama dan budaya. Salah satu lembaga yang bekerjasama aktif melakukan hal tersebut adalah Leimena Institute. Kerja sama ini secara jelas ditegaskan langsung oleh Ari Gordon, Direktur Muslim Yahudi The America Jewish Committee (AJC), sebuah NGO yang pro terhadap Zionis Israel. Ari Gordon, belakangan batal mengisi kuliah umum di Masjid Istiqlal pada Rabu 17 Juli 2024 lalu.
Dikutip dari..
Siapa AJC?
Dlansir dari laman resminya, American Jewish Committee (AJC) merupakan sebuah lembaga global yang "mendukung hak Israel untuk eksis dalam perdamaian dan keamanan." AJC, uniknya, didirikan jauh sebelum entitas zionis itu ada, yakni pada 11 November 1906.
Mengutip New York Times, AJC adalah "puncak organisasi-organisasi Yahudi yang ada di Amerika." Basisnya bertebaran bukan hanya di Negeri Paman Sam, melainkan juga antara lain Uni Emirat Arab dan Jerman.
Menanggapi tragedi kemanusiaan di Jalur Gaza yang berlangsung sejak Oktober 2023 hingga kini, AJC secara implisit menampik peristiwa itu sebagai sebuah genosida. Organisasi ini justru menuding Hamas sebagai pelaku "pembantaian terburuk yang menimpa kaum Yahudi sejak Holocaust."
Pendakwah asal Indonesia yang bergiat di Amerika Serikat (AS), Imam Shamsi Ali mengingatkan organisasi-organisasi masyarakat (ormas) Islam di Tanah Air. Pasalnya, menurut dia, kini lembaga global yang pro-zionisme terus menggencarkan penetrasi.
"Saat ini, AJC menembus banyak ke jantung dunia akademik, termasuk universitas Islam negeri (UIN) dan institusi-institusi Islam. Kalau tidak paham dan kurang strategi, kita bisa dipakai sebagai stempel untuk tujuan mereka," kata Imam Shamsi Ali, dalam keterangan tertulis yang telah dikonfirmasi, Republika.co.id, Rabu (17/7/2024).
Imam Shamsi Ali menyoroti penetrasi AJC di Indonesia. Lebih lanjut, dai kelahiran Sulawesi Selatan itu meminta Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, sebagai dua ormas Islam terbesar di Tanah Air, untuk waspada.
Daftar Lembaga Mitra Leimena Terkait AJC Pro Israel, dari Muhammadiyah Hingga Istiqlal
AJC Bermitra dengan Leimena untuk lakukan dialog Yahudi dan Israel [960] url asal
#leimena #leimena-pro-ngo-israel #hubungan-leimena-ajc #ajc-pro-israel #ngo-pro-israel #lima-intelektual-nahdliyin-israel #intelektual-muda-nahdliyin #lima-nahdliyin-temui-presiden-israel #presiden-isr
(Republika - Khazanah) 20/07/24 16:21
v/11439354/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan surat instruksi penegasan kembali terkait pelarangan hubungan kerja sama dengan lembaga-lembaga yang berafiliasi dengan Israel. Surat resmi tersebut dikeluarkan dengan nomor 2020/PB.03/A.1.03.08/99/07/2024 yang mempertegas surat instruksi sebelumnya pada era kepengurusan KH Said Aqil Siroj pada 2021 lalu.
Lembaga yang dimaksud adalah Leimena Institute. Lantas siapa Leimena Institute? Dikutip dari laman resminya, Institut Leimena adalah lembaga non profit yang berdiri pada 2005, Institut Leimena dibentuk sebagai respons atas perkembangan situasi bangsa dan negara, serta harapan para pimpinan lembaga gereja aras nasional.
Partisipasi warga gereja dalam membangun bangsa dan negara sebetulnya telah mendapat perhatian umat Kristiani sejak lama. Oleh karena itu, Sidang Raya X DGI/PGI 1984 di Ambon memutuskan agar PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia) membentuk lembaga kajian yang dinamai Akademi Leimena dengan Letjen. T.B. Simatupang sebagai ketua yang pertama.
Pada 2004, atas masukan dan harapan dari para pimpinan lembaga gereja aras nasional, beberapa pengurus Akademi Leimena sepakat untuk mendirikan Institut Leimena sebagai lembaga kajian independen yang mencerminkan perkembangan keberagaman gereja dewasa ini.
Para pendiri, sekaligus anggota Board of Trustees yang pertama adalah Jakob Tobing, Mangara Tambunan, Matius Ho, Radja Kami Sembiring Meliala, dan Viveka Nanda Leimena.
Di antara program unggulan Leimena Institute adalah Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) yang dalam bahasa Inggris, sebagaimana dijelaskan Ari Gordon, Direktur Muslim Yahudi The America Jewish Committee (AJC), sebuah NGO yang pro terhadap Zionis Israel Gordon adalah dengan istilah Cross Cultural Religious Literacy (CCRL).
Yaitu sebuah pendekatan berpikir, bersikap, dan bertindak untuk dapat bekerja sama dengan orang yang berbeda agama dan kepercayaan (kompetensi kolaboratif), berlandaskan pada pemahaman akan kerangka moral, spiritual, dan pengetahuan diri pribadi (kompetensi pribadi) dan orang lain yang berbeda agama dan kepercayaan (kompetensi komparatif).
LKLB didasarkan pada keyakinan bahwa kesadaran dan kebaikan bersama bagi umat manusia akan tercapai bukan ketika keragaman agama dan kepercayaan ditolak atau bahkan dilebur menjadi keseragaman, tetapi justru ketika keragaman tersebut diteguhkan dan dikelola bersama oleh para penganutnya yang berbeda melalui proses evaluasi, komunikasi, dan negosiasi untuk menanggapi berbagai peluang dan tantangan yang dihadapi, baik dalam konteks lokal maupun global.
LKLB menyediakan suatu kerangka untuk bekerja sama dengan pihak lain dalam membahas dan menyelesaikan tantangan global bersama, tanpa mengorbankan substansi keyakinan sendiri.
Program ini telah menghasilkan alumni. Merujuk pada data yang dirilis pada 5 Juli 2024, LKLB telah meluluskan 8.352 peserta dan alumni, 56 program internasional bersertifikat tentang pengenalan LKLB, 28 online upgrading course, 17 webinar internasional, dan 15 hybrid upgrading workshop.
Lembaga ini juga telah bermitra dengan banyak organisasi di Indonesia. Menurut laman resminya, di antara organisasi yang bekerja sama adalah:
1. Masjid Istiqlal
2. Lembaga Pengembangan Pesantren PP Muhammadiyah (LP2PPM)
3. Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah
4. Maarif Institute
5. Alkhairaat Palu Sulawesi Tengah
6. Universitas Alkhairaat Palu Sulteng
7. Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
8. Yayasan Wakaf UMI Universitas Muslim Indonesia
9. RBC Institute A Malik Fadjar
10. The Sanneh Institute
11, Templeton Religion
12. Bridge Projects.
Sebagaimana diketahui, upaya lobi Yahudi untuk melakukan penetrasi terhadap pemahaman hubungan antara Indonesia dan Israel dilakukan dengan berbagai cara.
Salah satunya, melalui dialog lintas agama dan budaya. Salah satu lembaga yang bekerjasama aktif melakukan hal tersebut adalah Leimena Institute. Kerja sama ini secara jelas ditegaskan langsung oleh Ari Gordon, Direktur Muslim Yahudi The America Jewish Committee (AJC), sebuah NGO yang pro terhadap Zionis Israel. Ari Gordon, belakangan batal mengisi kuliah umum di Masjid Istiqlal pada Rabu 17 Juli 2024 lalu.
Dikutip dari..
Menanggapi pertanyaan dari The Jewish Link mengenai kurangnya pengakuan resmi terhadap agama Yahudi di Indonesia, dia menyatakan bahwa negara ini sedang bergumul dengan beberapa masalah yang berkaitan dengan pelestarian demokrasi yang beragam, yang memiliki mayoritas Muslim, namun tidak memiliki karakter Islam secara eksplisit dalam konstitusi, sebanyak 87 persen warga negara beragama Islam-dan menurutnya akan ada perubahan di bidang ini di tahun-tahun mendatang.
Gordon mengatakan bahwa meskipun ada beberapa hubungan perdagangan swasta yang terbatas dengan perusahaan-perusahaan yang berbasis di Israel, Indonesia dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik.
Kebijakan resmi pemerintah Indonesia mendukung “solusi dua negara,” dan dalam banyak percakapan di sana, dia mendengar optimisme bahwa segala sesuatunya dapat berubah jika dan seiring dengan membaiknya hubungan Israel-Palestina, dan tidak ada seorang pun yang dia ajak bicara yang mengatakan bahwa hal itu tidak akan pernah terjadi.
Sebelumnya, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan surat instruksi penegasan kembali terkait pelarangan hubungan kerja sama dengan lembaga-lembaga yang berafiliasi dengan Israel. Surat resmi tersebut dikeluarkan dengan nomor 2020/PB.03/A.1.03.08/99/07/2024 yang mempertegas surat instruksi sebelumnya pada era kepengurusan KH Said Aqil Siroj pada 2021 lalu.
"Merujuk Surat Edaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Nomor 4207/C.1.034/09/2021 tanggal 13 Shafar 1443 H/20 September 2021 M sebagaimana terlampir, dengan ini kami tegaskan bahwa instruksi untuk menghentikan dan/atau menangguhkan semua program/proyek kerja sama yang berhubungan dengan Institut Leimena, Institute for Global Engagement (IGE), dan American Jewish Committee (AJC), baik yang masih dalam rencana maupun yang sedang berjalan, tidak pernah dicabut dan masih berlaku hingga saat ini," isi surat edaran tersebut.
Wakil Ketua Umum PBNU, Amin Said Husni menegaskan, surat pelarangan kerja sama dengan lembaga-lembaga yang berafiliasi dengan Israel yang terbit di masa Kiai Said ditegaskan kembali pada masa kepengurusan Gus Yahya.
"Sebetulnya kebijakan untuk menangguhkan atau menghentikan kerja sama dengan lembaga-lembaga internasional, seperti ACJ yang disebutkan secara eksplaisit di dalam surat itu 'kan sudah terbit pada kepengurusan PBNU periode yang lalu ketika Ketua Umumnya KH Said Aqil Siroj," ujar Amin Said dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Sabtu (20/7/2024).
Amin mengatakan, pelarangan hubungan atau kerja sama dengan lembaga yang disebutkan dalam surat instruksi itu seperti Institut Leimena, Institute for Global Engagement (IGE), American Jewish Committee (AJC), dan sejenisnya, tidak pernah dicabut sejak 2021 lalu.
Siapa Leimena yang Diboikot PBNU dan Apa Kaitannya dengan AJC, NGO Pro Israel?
Leimena mempunyai kontak dengan AJC NGO terafiliasi Israel [669] url asal
#ngo-terafiliasi-israel #lima-nahdliyin-temui-presiden-israel #presiden-israel-isaac-herzog #lima-intelektual-nahdliyin-israel #ngo-israel #ajc-istiqlal #ajc-batal-istiqlal #perang-gaza #jalur-gaza #pe
(Republika - Khazanah) 20/07/24 15:39
v/11439357/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Upaya lobi Yahudi untuk melakukan penetrasi terhadap pemahaman hubungan antara Indonesia dan Israel dilakukan dengan berbagai cara.
Salah satunya, melalui dialog lintas agama dan budaya. Salah satu lembaga yang bekerjasama aktif melakukan hal tersebut adalah Leimena Institute. Kerja sama ini secara jelas ditegaskan langsung oleh Ari Gordon, Direktur Muslim Yahudi The America Jewish Committee (AJC), sebuah NGO yang pro terhadap Zionis Israel. Ari Gordon, belakangan batal mengisi kuliah umum di Masjid Istiqlal pada Rabu 17 Juli 2024 lalu.
Dikutip dari Jewishlink.news, Ari Gordon menjelaskan kegiatan terbaru dalam upaya AJC untuk membangun dan memperluas hubungan Muslim-Yahudi adalah misi kepemimpinan selama 10 hari yang diselenggarakan oleh AJC pada Juli di Indonesia, tempat di mana (sebagaimana dinyatakan dalam siaran pers AJC) AJC telah terlibat selama dua dekade.
Dia mengatakan, sebagai bagian dari keterlibatan jangka panjang ini, AJC telah bekerja sama dengan Leimena Institute (LI), sebuah LSM Indonesia yang memajukan pluralisme, untuk menyelenggarakan webinar internasional mengenai topik-topik Yahudi dengan Kementerian Agama Indonesia.
Selama setahun terakhir, kata dia, AJC telah bekerja sama dengan LI untuk mengajarkan kelas “Pengantar Yudaisme” selama tiga jam kepada para pendidik agama di Indonesia, termasuk sesi “Tanya Apa Saja”, sebagai bagian dari program sertifikat Cross Cultural Religious Literacy (CCRL).
“Pada tahun pertamanya saja, pelatihan CCRL telah menjangkau lebih dari 2.400 pendidik agama di 34 provinsi di Indonesia,” kata dia.
Dia menyebutkan, dalam kunjungan kepemimpinan ke Indonesia pada bulan Juli, staf dan anggota dewan AJC bertemu dengan para pejabat pemerintah terkemuka, yang sangat mendorong lebih banyak lagi inisiatif antar masyarakat.
Mereka juga bertemu dengan para jurnalis, tokoh agama, aktivis masyarakat, akademisi dan pemimpin bisnis, serta mengunjungi beberapa sekolah dan perguruan tinggi agama.
Dalam sebuah program publik di Masjid Istiqlal (masjid terbesar di Asia Tenggara), Rabi Rosen dari AJC berpartisipasi dalam program publik untuk mempromosikan rasa saling menghormati melalui pendidikan, bersama dengan Imam Besar Masjid Istiqlal, Syekh Nasaruddin Umar, dan para pemuka agama lainnya.
Gordon menjelaskan tentang misi di Indonesia. Dia mengatakan bahwa perjalanan ini mengungkapkan bahwa “Kami telah melangkah lebih jauh dalam membangun hubungan daripada yang kami perkirakan, namun perjalanan kami masih panjang,” tutur dia.
Menanggapi pertanyaan dari The Jewish Link mengenai kurangnya pengakuan resmi terhadap agama Yahudi di Indonesia, dia menyatakan bahwa negara ini sedang bergumul dengan beberapa masalah yang berkaitan dengan pelestarian demokrasi yang beragam, yang memiliki mayoritas Muslim, namun tidak memiliki karakter Islam secara eksplisit dalam konstitusi, sebanyak 87 persen warga negara beragama Islam-dan menurutnya akan ada perubahan di bidang ini di tahun-tahun mendatang.
Gordon mengatakan...
Sebelumnya, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan surat instruksi penegasan kembali terkait pelarangan hubungan kerja sama dengan lembaga-lembaga yang berafiliasi dengan Israel. Surat resmi tersebut dikeluarkan dengan nomor 2020/PB.03/A.1.03.08/99/07/2024 yang mempertegas surat instruksi sebelumnya pada era kepengurusan KH Said Aqil Siroj pada 2021 lalu.
"Merujuk Surat Edaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Nomor 4207/C.1.034/09/2021 tanggal 13 Shafar 1443 H/20 September 2021 M sebagaimana terlampir, dengan ini kami tegaskan bahwa instruksi untuk menghentikan dan/atau menangguhkan semua program/proyek kerja sama yang berhubungan dengan Institut Leimena, Institute for Global Engagement (IGE), dan American Jewish Committee (AJC), baik yang masih dalam rencana maupun yang sedang berjalan, tidak pernah dicabut dan masih berlaku hingga saat ini," isi surat edaran tersebut.
Wakil Ketua Umum PBNU, Amin Said Husni menegaskan, surat pelarangan kerja sama dengan lembaga-lembaga yang berafiliasi dengan Israel yang terbit di masa Kiai Said ditegaskan kembali pada masa kepengurusan Gus Yahya.
"Sebetulnya kebijakan untuk menangguhkan atau menghentikan kerja sama dengan lembaga-lembaga internasional, seperti ACJ yang disebutkan secara eksplisit di dalam surat itu 'kan sudah terbit pada kepengurusan PBNU periode yang lalu ketika Ketua Umumnya KH Said Aqil Siroj," ujar Amin Said dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id,Sabtu (20/7/2024).
Amin mengatakan, pelarangan hubungan atau kerja sama dengan lembaga yang disebutkan dalam surat instruksi itu seperti Institut Leimena, Institute for Global Engagement (IGE), American Jewish Committee (AJC), dan sejenisnya, tidak pernah dicabut sejak 2021 lalu
