#30 tag 24jam
Makna Hadits yang Disampaikan Zainul Maarif, Cendikawan yang Temui Presiden Israel
Zainul Maarif dipecat PWNU DKI Jakarta karena temui Presiden Israel. [555] url asal
#zainul-maarif #pwnu-pecat-zainul-maarif #pwnu-dki-jakarta #pwnu #israel #pbnu #hadits
(Republika - Iqra) 20/07/24 13:14
v/11421535/
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Intelektual Nahdlatul Ulama DR Zainul Maarif kembali membuat klarifikasi lewat akun Instagram @Zenmaarif usai hadir dalam konferensi pers di PWNU DKI Jakarta, Jakarta, Kamis (18/7/2024). Dalam konferensi pers tersebut, Ketua PWNU DKI Jakarta KH Samsul Maarif, mengumumkan pemecatan terhadap Zainul Maarif akibat pertemuannya dengan Presiden Israel Isaac Herzog di Israel.
Meski sudah memberikan keterangan, DR Zainul kembali membuat klarifikasi lewat media sosial. Dalam klarifikasi tersebut, Zainul menyatakan permintaan maaf. Zainul juga mengungkapkan, dirinya merasa perlu untuk memanfaatkan kesempatan untuk menjalankan ajaran Islam berupa hadits Nabi Muhammad SAW yang artinya, jihad terbaik adalah menyampaikan kebenaran di hadapan pemimpin yang zalim.
Lalu, apa sebenarnya makna hadits tersebut?
Mengenai hadits ini, KH Miftachul Akhyar, seperti dikutip dalam pemberitaan Republika.co.id pada tahun 2021 lalu (Jadi, penjelasan KH Miftahul Akhyar ini dikutip untuk menjelaskan kandungan hadits, bukan soal klarifikasi Zainul Maarif) menjelaskan ada jihad yang paling disenangi oleh Allah SWT sebagaimana dijelaskan dalam hadits nomor 209 dalam kitab Jami'us Shogir. Yaitu adalah kalimatul haqqin atau penyampaian amar maruf nahi munkar. Dalam arti ucapan-ucapan, atau usulan-usulan yang benar yang disampaikan kepada pejabat pemerintah yang zalim. Maka hal itu pun termasuk jihad dan lebih disenangi Allah dari pada jihad-jihad lainnya atau jihad fisik. Kiai Miftachul menjelaskan menyampaikan ucapan yang benar atau kritik yang membangun kepada pejabat yang zalim berisiko lebih besar. Bahkan dapat membuat orang yang mengeluarkan ucapan kebenaran tersebut mendapatkan sanksi.
"Kalau ucapan-ucapan yang benar, usulan yang benar, kritikan yang membangun yang diucapkan pada pejabat ini risikonya lebih besar. Sudah banyak buktinya orang yang kritik pada pemerintah ditangkap, dituntut, dijebloskan ke penjara dan sebagainya. Atau lebih banyak kalahnya lah kalau menghadapi pemerintah, dari pada menangnya. Jadi risikonya lebih besar. Tapi harapannya menang, pemerintah mengikuti karena ini kritik membangun, kritik perbaikan. Siapa-siapa yang berani menyampaikan kritik-kritik membangun, kritik kebenaran, kepada pemerintah itu suatu perjuangan yang lebih dicintai oleh Allah," kata kiai Miftachul dalam pengajian virtualnya membahas kitab Jami'us Shogir yang juga disiarkan akun resmi YouTube MUI Official pada Sabtu (27/3/2021).
Meski begitu, kiai Miftachul Akhyar menjelaskan dalam penyampaian kebenaran atau kritikan yang membangun kepada pejabat yang zalim perlu pertimbangan aturan-aturan. Karena itu, jelas dia menyampaikan kebenaran tidak cukup bermodal keberanian dan apa yang diperjuangkan adalah benar. Namun harus memperhatikan agar apa yang disampaikan tidak memunculkan kemudharatan yang baru. Sebab jelas dia banyak orang yang berupaya untuk melakukan amar makruf nahi munkar namun justru mendatangkan perbuatan munkar yang lebih besar.
Selain itu dalam menyampaikan kebenaran atau memberikan kritikan yang membangun maka yang harus dipertimbanhkan juga adalah kebenaran atau kejelasan dari konten atau masalah yang akan dikritik. Sehingga jangan sampai mengeluarkan kritik tentang sesuatu masalah yang belum jelas informasinya atau masih isu, yang justru akan menimbulkan kegaduhan.
"Dia melakukan itu dengan alasan menolak bahaya, menolak madorot, tapi madorot yang diperjuangkan masih mauhum masih perkiraan, masih perasaan, belum kenyataan. Kalau mau sampaikan kritik nyatakan dulu bahwa barang ini (masalahnya) harus sudah pasti," kata kiai Miftachul yang juga pengasuh Pondok Pesantren Islam Miftachus Sunnah Surabaya.
Maka menurutnya selain jihad fisik terdapat jihad lisan yang risikonya lebih besar yaitu menyampaikan kebenaran, memberikan kritik yang membangun kepada pejabat yang zalim. Pada intinya menurut kiai Miftachul Akhyar Islam menghendaki dalam menyelesaikan suatu masalah yang munkar dengan indah dan tidak dengan cara kekerasan yang justru dapat menimbulkan citra negatif pada Islam.
Klarifikasi Zainul Maarif Usai Dipecat, Kutip Hadits tentang Jihad
Zainul Maarif menyatakan permintaan maaf kepada masyarakat Indonesia. [693] url asal
#zainul-maarif #5-cendikiawan-nu #5-cendikiawan-nu-sowan-ke-presiden-israel #cendikiawan-nu-temui-presiden-israel #zainul-maarif-dipecat #pwnu-dki-pecat-zainul-maarif #zainul-maarif-dan-pwnu #5-cendiki
(Republika - Khazanah) 20/07/24 10:47
v/11415399/
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Cendikiawan muda Nahdlatul Ulama Dr Zainul Maarif kembali membuat klarifikasi lewat akun Instagram @Zenmaarif usai hadir dalam konferensi pers di PWNU DKI Jakarta, Jakarta, Kamis (18/7/2024). Dalam konferensi pers tersebut, Ketua PWNU DKI Jakarta KH Samsul Maarif, mengumumkan pemecatan terhadap Zainul Maarif akibat pertemuannya dengan Presiden Israel Isaac Herzog.
Meski sudah memberikan keterangan, Zainul kembali membuat klarifikasi lewat media sosial. Dalam klarifikasi tersebut, Zainul menyatakan permintaan maaf. Zainul juga mengungkapkan, dirinya merasa perlu untuk memanfaatkan kesempatan untuk menjalankan ajaran Islam berupa hadits Nabi Muhammad SAW yang artinya, jihad terbaik adalah menyampaikan kebenaran di hadapan pemimpin yang zalim.
Berikut klarifikasi lengkapnya:
1. Saya meminta maaf kepada masyarakat Indonesia, umat Islam, warga Nahdlatul Ulama dan institusi-institusi dimana saya saya bekerja/berorganisasi atas ketidaknyamanan yang terjadi setelaah sya bertemu dengan Presiden Israel, Isaac Herzog tanggal 3 Juli 2024.
2. Pertemuan dengan Presiden Israel itu hanya pertemuan tambahan (tentatif) dari kegiatan inti “PENELITIAN LAPANGAN DAN DIALOG LINTAS IMAN UNTUK PERDAMAIAN” yang diselenggarakan di Palestina dan Israel, 30 Juni-5 Juli 2024.
3. Penelitian yang saya lakukan mengenai “KEHIDUPAN MUSLIM DI ISRAEL” mengingat kondisi Muslim di Palestina, khususnya di Gaza, sudah banyak dibahas.
4. Sebagai kegiatan dialog lintas iman, saya berangkat dari Indonesia ke Palestina dan Israel, tidak hanya dengan teman-teman Muslim tetapi juga dengan rekan-rekan beragama Katolik, Kristen dan Yahudi.
5. Di Palestina dan Israel, kami rombongan lintas iman dari Indonesia terutama bertemu dengan tokoh-tokoh lintas iman dari Palestina dan Israel. Kami juga bertemu dengan warga sipil Palestina dan Israel serta mendapat desempatan bertemu dengan Presiden Israel.
6. Dalam pertemuan dengen Presiden Israel selama kurang lebih 20-30 menit, kami rombongan lintas iman dari Indonesia hadir menunjukkan kebhinekaan Indonesia yang hidup rukun serta mengungkapkan pesan perdamaian.
7. Menyampaikan pesan perdamaian di hadapan Presiden israel berarti meminta Israel menghentikan serangannya yang melampaui batas terhadap warga Palestina di Gaza
8. Ketika meminta Presiden Israel untuk tidak memerangi warga Palestina lagi, saya menyadari diri saya bukan siapa-siapa untuk mempengaruhinya namun saya merasa perlu untuk memanfaatkan kesemaptan untuk menjalankan ajaran Islam berupa hadits Nabi Muhammad SAW yang artinya, jihad terbaik adalah menyampaikan kebenaran di hadapan pemimpin yang zalim.
9.Saat menyampaikan kebenaran (berupa penghentian perang) di hadapan Presiden Israel, saya mengerti bahwa Presiden Israel hanya pemimpin símbolis. Namun bagaimanapun juga dia pemimpin Israel, yang bisa saya temui. Lagipula saya bukan politisi, melainkan salah satu rombongan lintas iman Indonesia. Oleh kebab itu, yang saya sampaikan hanya menyelarasi pesan moral agama saya, yaitu Islam, yang seakar dengan salam, yang berarti damai.
10. Semoga cahaya kecil sekalipun bisa memberikan penerangan. Semoga genosida rezim Netanyahu terhadap warga Palestina berakhir. Semoga kemerdekaan Palestina teraih tanpa pertumpahan darah. Semoga kedamaian hidup dirasakan oleh orang-orang yang dizalimi.
Dipecat PWNU DKI Jakarta..
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta KH Samsul Maarif memberhentikan Zainul Maarif karena pergi ke Israel dan bertemu dengan Presiden Isaac Herzog.
Tidak hanya memecat Zainul Maarif, Kiai Samsul juga memberhentikan tiga pengurus lainnya, yaitu Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU DKI Mu'ti Ali Qusyairi, Roland Gunawan, dan Sapri Saleh.
"Kami pengurus PWNU dari jajaran Syuriah dan Tanfidziyah melakukan rapat tadi memutuskan bahwa beberapa orang yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam keberangkatan anak NU ke Israel itu diberhentikan dari kepengurusan lembaga Bahtsul Masail PWNU DKI Jakarta," ujar Kiai Samsul usai rapat di Kantor PWNU DKI Jakarta di Jakarta Timur, Kamis (18/7/2024).
Sebelum memberhentikan mereka, Kiai Samsul telah melakukan wawancara dan bertanya langsung kepada mereka, terutama terkait dengan keberangkatan Zainul Maarif ke Israel. Setelah itu, barulah Kiai Samsul melakukan rapat bersama jajaran Syuriah dan Tanfidziyah.
"Jadi empat orang ini diberhentikan dari kepengurusan LBM PWNU DKI Jakarta. Saya kira itu, saya menyampaikan hasil rapat antara jajaran syuriah dan Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta," ucap Kiai Samsul.
Dia pun mengungkapkan alasan memberhentikan empat pengurus LBM PWNU DKI Jakarta. Menurut dia, Zainul Maarif diberhentikan karena secara langsung ikut berangkat ke Israel dan menemui presiden Israel.
"Itu yang jadi alasan pokok untuk Zainul Maarif. Kalau yang lain adalah karena secara organisasi melakukan kesalahan, yaitu mereka ini bergabung dalam organisasi yang namanya Rahim. Rahim itu salah satunya adalah memang pimpinannya Pak Mukti Ali," kata Kiai Samsul.
Zainul Maarif Buat Klarifikasi di IG Usai Dipecat, Kutip Hadits tentang Jihad
Zainul Maarif menyatakan permintaan maaf kepada masyarakat Indonesia. [693] url asal
#zainul-maarif #5-cendikiawan-nu #5-cendikiawan-nu-sowan-ke-presiden-israel #cendikiawan-nu-temui-presiden-israel #zainul-maarif-dipecat #pwnu-dki-pecat-zainul-maarif #zainul-maarif-dan-pwnu #5-cendiki
(Republika - Khazanah) 19/07/24 16:22
v/11321057/
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Cendikiawan muda Nahdlatul Ulama Dr Zainul Maarif kembali membuat klarifikasi lewat akun Instagram @Zenmaarif usai hadir dalam konferensi pers di PWNU DKI Jakarta, Jakarta, Kamis (18/7/2024). Dalam konferensi pers tersebut, Ketua PWNU DKI Jakarta KH Samsul Maarif, mengumumkan pemecatan terhadap Zainul Maarif akibat pertemuannya dengan Presiden Israel Isaac Herzog.
Meski sudah memberikan keterangan, Zainul kembali membuat klarifikasi lewat media sosial. Dalam klarifikasi tersebut, Zainul menyatakan permintaan maaf. Zainul juga mengungkapkan, dirinya merasa perlu untuk memanfaatkan kesempatan untuk menjalankan ajaran Islam berupa hadits Nabi Muhammad SAW yang artinya, jihad terbaik adalah menyampaikan kebenaran di hadapan pemimpin yang zalim.
Berikut klarifikasi lengkapnya:
1. Saya meminta maaf kepada masyarakat Indonesia, umat Islam, warga Nahdlatul Ulama dan institusi-institusi dimana saya saya bekerja/berorganisasi atas ketidaknyamanan yang terjadi setelaah sya bertemu dengan Presiden Israel, Isaac Herzog tanggal 3 Juli 2024.
2. Pertemuan dengan Presiden Israel itu hanya pertemuan tambahan (tentatif) dari kegiatan inti “PENELITIAN LAPANGAN DAN DIALOG LINTAS IMAN UNTUK PERDAMAIAN” yang diselenggarakan di Palestina dan Israel, 30 Juni-5 Juli 2024.
3. Penelitian yang saya lakukan mengenai “KEHIDUPAN MUSLIM DI ISRAEL” mengingat kondisi Muslim di Palestina, khususnya di Gaza, sudah banyak dibahas.
4. Sebagai kegiatan dialog lintas iman, saya berangkat dari Indonesia ke Palestina dan Israel, tidak hanya dengan teman-teman Muslim tetapi juga dengan rekan-rekan beragama Katolik, Kristen dan Yahudi.
5. Di Palestina dan Israel, kami rombongan lintas iman dari Indonesia terutama bertemu dengan tokoh-tokoh lintas iman dari Palestina dan Israel. Kami juga bertemu dengan warga sipil Palestina dan Israel serta mendapat desempatan bertemu dengan Presiden Israel.
6. Dalam pertemuan dengen Presiden Israel selama kurang lebih 20-30 menit, kami rombongan lintas iman dari Indonesia hadir menunjukkan kebhinekaan Indonesia yang hidup rukun serta mengungkapkan pesan perdamaian.
7. Menyampaikan pesan perdamaian di hadapan Presiden israel berarti meminta Israel menghentikan serangannya yang melampaui batas terhadap warga Palestina di Gaza
8. Ketika meminta Presiden Israel untuk tidak memerangi warga Palestina lagi, saya menyadari diri saya bukan siapa-siapa untuk mempengaruhinya namun saya merasa perlu untuk memanfaatkan kesemaptan untuk menjalankan ajaran Islam berupa hadits Nabi Muhammad SAW yang artinya, jihad terbaik adalah menyampaikan kebenaran di hadapan pemimpin yang zalim.
9.Saat menyampaikan kebenaran (berupa penghentian perang) di hadapan Presiden Israel, saya mengerti bahwa Presiden Israel hanya pemimpin símbolis. Namun bagaimanapun juga dia pemimpin Israel, yang bisa saya temui. Lagipula saya bukan politisi, melainkan salah satu rombongan lintas iman Indonesia. Oleh kebab itu, yang saya sampaikan hanya menyelarasi pesan moral agama saya, yaitu Islam, yang seakar dengan salam, yang berarti damai.
10. Semoga cahaya kecil sekalipun bisa memberikan penerangan. Semoga genosida rezim Netanyahu terhadap warga Palestina berakhir. Semoga kemerdekaan Palestina teraih tanpa pertumpahan darah. Semoga kedamaian hidup dirasakan oleh orang-orang yang dizalimi.
Dipecat PWNU DKI Jakarta..
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta KH Samsul Maarif memberhentikan Zainul Maarif karena pergi ke Israel dan bertemu dengan Presiden Isaac Herzog.
Tidak hanya memecat Zainul Maarif, Kiai Samsul juga memberhentikan tiga pengurus lainnya, yaitu Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU DKI Mu'ti Ali Qusyairi, Roland Gunawan, dan Sapri Saleh.
"Kami pengurus PWNU dari jajaran Syuriah dan Tanfidziyah melakukan rapat tadi memutuskan bahwa beberapa orang yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam keberangkatan anak NU ke Israel itu diberhentikan dari kepengurusan lembaga Bahtsul Masail PWNU DKI Jakarta," ujar Kiai Samsul usai rapat di Kantor PWNU DKI Jakarta di Jakarta Timur, Kamis (18/7/2024).
Sebelum memberhentikan mereka, Kiai Samsul telah melakukan wawancara dan bertanya langsung kepada mereka, terutama terkait dengan keberangkatan Zainul Maarif ke Israel. Setelah itu, barulah Kiai Samsul melakukan rapat bersama jajaran Syuriah dan Tanfidziyah.
"Jadi empat orang ini diberhentikan dari kepengurusan LBM PWNU DKI Jakarta. Saya kira itu, saya menyampaikan hasil rapat antara jajaran syuriah dan Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta," ucap Kiai Samsul.
Dia pun mengungkapkan alasan memberhentikan empat pengurus LBM PWNU DKI Jakarta. Menurut dia, Zainul Maarif diberhentikan karena secara langsung ikut berangkat ke Israel dan menemui presiden Israel.
"Itu yang jadi alasan pokok untuk Zainul Maarif. Kalau yang lain adalah karena secara organisasi melakukan kesalahan, yaitu mereka ini bergabung dalam organisasi yang namanya Rahim. Rahim itu salah satunya adalah memang pimpinannya Pak Mukti Ali," kata Kiai Samsul.
Satu Alasan Ini yang Mendorong Cendikiawan NU Pergi ke Israel
Cendikiawan NU meminta maaf karena telah berkunjung ke Israel. [373] url asal
#pwnu #nahdlatul-ulama #pbnu #zainul-maarif #cendikiawan-nu #israel
(Republika - Khazanah) 19/07/24 05:15
v/11267965/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu cendikiawan NU yang bertolak ke Israel dan bertemu Presiden Israel, Zainul Maarif mengungkap alasannya berkunjung ke Israel. Dia menjelaskan, kunjungannya ke Israel tersebut tidak ada urusannya dengan NU secara kelembagaan.
Ia mengaku pergi ke sana atas kepentingan pribadi untuk berdoalog dengan tokoh lintas agama.
"Ini secara personal dan ini adalah dialog lintas iman, pesertanya ada dari Kristen, katolik, juga dari Yahudi dan Muslim. Jadi ini kegiatan lintas iman dan saya dalam hal ini sekali lagi saya meminta maaf atas segala yang terjadi," kata dosen UNUSIA ini.
Dia meminta maaf kepada masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam atas kunjungannya ke Israel pada 30 Juni-5 Juli 2024 lalu. Dia juga meminta maaf kepada organisasi NU yang ikut tercoreng akibat perbuatannya.
"Kepada masyarakat Indonesia, wabil Khusus umat Islam, wabil khusus lagi kepada Nahdatul Ulama, dan organisasi yg dimana saya berada di sana atas apa yang ketidaknyamanan yg muncul akhir-akhir ini terkait dengan kunjungan saya ke Palestina dan Israel," ujar Zainul saat diwawancara di Kantor PWNU DKI Jakarta, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (18/7/2024).
Masalah ini menjadi pelajaran penting bagi Zainul. Karena, menurut dia, meskipun memiliki niat yang baik, belum tentu dampaknya baik.
"Sekali lagi saya mohon maaf dan ini adalah suatu pelajaran besar bagi saya pribadi bahwa niat baik, tindakan baik, kadang efeknya belum tentu baik. Itu pelajaran besar bagi saya pribadi," ucap dia.
"Mohon saudara-saudara semua jangan ganggu organisasi tersebut juga mohon jangan menyerang keluarga-keluarga kami ini. Kami mengaku salah karena tadi membuat ketidaknyamanan semacam ini. Mohon jangan hukum kami," jelas dia.
Imbas dari kunjungannya ke Israel ini, Zainul pun telah resmi diberhentikan sebagai pengurus Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU DKI Jakarta. Tidak hanya memecat Zainul Maarif, PWNU DKI Jakarta juga memberhentikan tiga pengurus lainnya yang bekerjasama dengan Israel, yaitu Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU DKI, Mu'ti Ali Qusyairi, Roland Gunawan, dan Sapri Saleh.
"Kami pengurus PWNU dari jajaran Syuriah dan Tanfidziyah melakukan rapat tadi memutuskan bahwa beberapa orang yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam keberangkatan anak NU ke Israel itu diberhentikan dari kepengurusan lembaga Basul Masail PWNU DKI Jakarta," ujar Ketua PWNU DKI Jakarta, KH Samsul Maarif saat diwawancara di Kantor PWNU DKI Jakarta, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (18/7/2024).