BANGKOK,investor.id – Parlemen Thailand mengatakan akan melakukan penyelidikan terhadap seorang politisi senior dan mantan kepala militer negara itu. Sebelum dia terekam saat sedang menampar seorang reporter, ketika mencoba mengajukan pertanyaan kepadanya.
Prawit Wongsuwan mengecam seorang jurnalis dari lembaga penyiaran publik ThaiPBS baru-baru ini. Saat itu, reporter itu bertanya kepadanya tentang pengangkatan Paetongtarn Shinawatra sebagai perdana menteri baru kerajaan itu.
Politisi berusia 79 tahun itu terlihat dalam sebuah video sedang memukul kepala Duangthip Yiamphop beberapa kali saat dia meninggalkan sebuah gedung. "Apa yang kamu tanyakan? Apa? Apa?" katanya dengan nada tinggi, seperti dikutip AFP pada Sabtu (24/8/2024).
Prawit, kepala militer Thailand pada awal 2000-an, adalah salah satu arsitek kudeta 2014 yang menggulingkan bibi Paetongtarn, yang saat itu menjabat sebagai Perdana Menteri (PM) Thailand Yingluck Shinawatra.
Ia kemudian menjabat sebagai wakil PM di bawah pemerintahan yang didukung militer yang berkuasa hingga tahun lalu.
Parlemen Thailand mengatakan, mereka akan menyelidiki insiden penamparan tersebut setelah ThaiPBS mengajukan pengaduan resmi. Prawit berpotensi menghadapi penangguhan sebagai anggota parlemen atau bahkan larangan seumur hidup, jika ia terbukti bersalah atas pelanggaran etika yang serius.
Asosiasi Jurnalis Thailand mengecam Prawit karena menggunakan "kekerasan terhadap jurnalis". "Asosiasi Jurnalis Thailand menganggap tindakannya mengancam dan melecehkan hak dan kebebasan pers," katanya dalam pernyataan resminya.
Noppadol Srihatai, editor eksekutif ThaiPBS, mengatakan tindakan Prawit "mengancam jurnalisme".
"Dia terlihat menyakiti seorang reporter dan kami tidak dapat menerimanya. Sebagai organisasi publik, kami harus melindungi hak-hak jurnalis agar pekerjaan media tidak akan terpengaruh di masa mendatang," ujar Noppadol.
Prawit telah meminta maaf kepada reporter tersebut, dengan mengatakan dirinya tidak memiliki niat buruk.
Jenderal pensiunan tersebut telah menjadi salah satu pembuat kesepakatan paling berpengaruh di Thailand selama dua dekade terakhir yang penuh gejolak, seorang tokoh kunci dalam pemerintahan kerajaan yang konservatif, pro-militer, dan pro-kerajaan.
Dia menjadi sasaran penyelidikan korupsi pada 2018 atas koleksi jam tangan mewahnya setelah detektif daring menggali foto-foto lama dirinya yang mengenakan sedikitnya 22 jam tangan berbeda, termasuk 11 jam Rolex.
Namun, Komisi Anti-Korupsi Nasional membatalkan kasus tersebut.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News