Anggota Komisi III DPR mendorong Polri membentuk tim khusus untuk ungkap kejanggalan kasus pembakaran rumah wartawan di Karo, Sumatera Utara. Halaman all [464] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi III DPR Fraksi PKS Nasir Djamil mendorong kepolisian untuk membentuk tim khusus supaya kasus pembakaran rumah wartawan Tribrata TV, Sempurna Pasaribu di Karo, Sumatera Utara (Sumut), bisa terbuka secara terang benderang.
Adapun Sempurna dan keluarganya tewas terbakar usai membuat berita terkait judi di wilayahnya.
"Saya sependapat kalau kemudian ada usulan dan kita dorong agar kepolisian membentuk satu tim khusus. Karena ini serius, karena ini menyangkut dengan profesi wartawan yang dia memberitakan suatu peristiwa, dan juga dia berusaha untuk memberikan kejelasan kepada masyarakat," ujar Nasir di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/7/2024).
Menurut Nasir, ada kesimpangsiuran dalam kasus tewasnya Sempurna, di mana disebut ada oknum TNI yang terlibat pembakaran.
Dia menyebut, dengan adanya tim khusus, polisi pasti bisa membuat kasus diusut secara terang benderang.
"Sehingga spekulasi yang berkembang selama ini bisa terungkap. Dan kita harapkan mudah-mudahan juga ada pihak di luar kepolisian untuk bantu tim tersebut," tuturnya.
Sementara itu, Nasir menyesalkan dan menyayangkan kejadian pembakaran terhadap Sempurna dan keluarganya.
Dia prihatin terhadap apa yang menimpa Sempurna Pasaribu.
"Karena yang saya dapat informasi, wartawan tersebut kerap memberitakan pemberitaan terkait peredaran atau judi online di wilayah dia bekerja. Dan itu kemudian risiko yang dia terima," imbuh Nasir.
Sebelumnya, Polda Sumatera Utara menetapkan R dan Y sebagai tersangka kasus pembakaran rumah wartawan Tribratatv, Sempurna Pasaribu.
Seperti diketahui, Sempurna dan beberapa anggota keluarganya tewas saat kebakaran di rumah mereka di Jalan Nabung Surbakti, Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Kamis (27/6/2024).
Polisi menyebut Y dan R merupakan eksekutor pembakaran rumah Sempurna, disangkakan Pasal 187 KUHP terkait pembakaran yang menyebabkan orang lain meninggal dunia dengan ancaman 20 tahun penjara atau maksimal seumur hidup.
"Dari keterangan para saksi dan bukti-bukti yang kita dapat, kita tangkap saudara R dan saudara Y yang menjadi pelaku atas kasus ini," kata Kapolda Sumut Komjen Pol Agung Setya Imam, saat rilis kasus di Mapolres Tanah Karo, di Jalan Veteran, Kabanjahe, Senin (8/7/2024).
Agung menjelaskan, kedua pelaku awalnya terekam kamera pengawas (CCTV) sedang mengintai rumah Sempurna.
Kemudian, pelaku Y melakukan eksekusi dengan melakukan pembakaran rumah korban.
Karo Penmas Divis Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko memastikan Polri memberikan atensi khusus kasus tewasnya wartawan di Karo. Halaman all [527] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Polri memastikan memberi asistensi terhadap kasus terbakarnya rumah Wartawan Tribrata TV, Sempurna Pasaribu (47) di Jalan Nabung Surbakti, Kelurahan Padang Mas, Kabanjahe, Karo, Sumatera Utara, Kamis (27/6/2024) pukul 02.30 WIB.
Akibat kejadian itu, Sempurna tewas bersama istrinya Efprida boru Ginting (48), anaknya Sudiinveseti Pasaribu (12), dan cucunya Louin Arlando Situngkir (3).
"Kalau dari Mabes Polri tentu memberikan asistensi," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko saat dikonfirmasi, Senin (8/7/2024).
Menurut Trunoyudo, asistensi yang diberikan dalam bentuk petunjuk dan arahan (jukrah).
"Dalam bentuk jukrah, petunjuk dan arahan tentu selaku pembina fungsi teknis ya di masing-masing satuan kerja Polda Sumut," ujar dia.
Selain itu, Trunoyudo menyebut kasus ini sedang ditangani oleh Polda Sumut dengan investigasi kejahatan secara ilmiah (scientific crime investigation).
"Dari Polda Sumut sudah turun untuk melakukan penyelidikan dengan berkoordinasi dengan stakeholder termasuk dari Dewan Pers juga Polda Sumut melakukan koordinasi," ujar dia.
Diketahui, Sempurna tengah aktif menulis berita mengenai kasus judi di Karo melalui media tempatnya bekerja sebelum dirinya tewas.
Kepala Biro Tribratatv.com wilayah Karo, Sitta Gurning mengatakan belakangan Sempurna gencar memberitakan kasus judi di Karo melalui medianya.
Pihaknya berharap kepolisian segera mengungkap kejadian tersebut agar masyarakat mengetahui penyebab kebakaran yang mengakibatkan satu keluarga ini meninggal.
Hal yang sama juga dikonfirmasi putri sulung Sempurna, Eva Meliani Boru Pasaribu (22). Ia mengkonfirmasi jika ayahnya sempat menulis berita judi yang diduga dibekingi aparat sebelum kebakaran terjadi.
”Seminggu lalu Bapak memang membuat berita soal kasus judi tembak ikan-ikan di Tanah Karo,” ujarnya, diberitakan Kompas.id, Selasa.
Sebelum rumah Sempurna terbakar, Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sumatera Utara menyebutkan, wartawan Tribrata TV itu sempat menuliskan keterlibatan aparat berinisial HB dalam pemberitaan yang ditulis terkait judi.
Sempurna memberitakan perjudian yang ada di Jalan Kapten Bom Ginting, Kelurahan Padang Mas, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Setelah berita tayang, ada aparat menghubungi atasan Sempurna untuk meminta berita diturunkan.
Namun, perusahaan menolak permintaan tersebut. Lalu, ada orang diduga aparat menghubungi lagi meminta berita dibuat secara halus.
Adapun berita tersebut berisi peristiwa demo organisasi keagamaan di Karo yang menuntut kapolres dicopot lantaran marak judi, prostitusi, dan narkoba.
Koordinator Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Dewan Pers, Erick Tanjung mengungkapkan Sempurna sempat bertemu anggota TNI yang diduga pemilik lapak judi yang dia beritakan sebelum kebakaran.
“Sebelum kejadian, korban dan rekannya bertemu dengan oknum aparat itu beberapa jam sebelum kejadian ya. Jadi dari Rabu (26/6) malam, kejadiannya kan jam 3 dini hari, Kamis (27/6),” katanya, dikutip dari Kompas TV.