Saat butuh dana cepat, sebagian orang biasanya akan meminta bantuan ke sanak saudara hingga kerabat terdekat terlebih dahulu. Namun tak jarang orang juga melakukan pinjaman ke Pegadaian.
PT Pegadaian memberikan layanan peminjaman uang dengan cara gadai. Peminjam menyerahkan barang sebagai jaminan dan utang harus dibayarkan untuk menembus barang yang digadai. Namun, apakah bisa pinjam uang di Pegadaian tanpa jaminan?
Bisakah Pinjam Uang Tanpa Jaminan di Pegadaian?
Dilansir laman Sahabat Pegadaian, sampai saat ini Pegadaian tidak melayani pembiayaan atau pinjaman uang tanpa jaminan. Itu artinya, nasabah yang ingin meminjam uang di Pegadaian harus menyerahkan jaminan.
Lembaga keuangan biasanya memang menetapkan persyaratan berupa adanya jaminan bagi nasabah yang ingin meminjam uang. Namun untuk melakukan pinjaman di Pegadaian, jaminan yang disyaratkan tidak serumit yang dipikirkan orang. Proses pencairan uangnya pun terhitung cepat, tidak begitu lama setelah permohonan pinjamannya disetujui.
Barang yang Bisa Dijadikan Jaminan di Pegadaian
Ada sejumlah barang yang dapat dijadikan jaminan untuk melakukan peminjaman uang di Pegadaian. Berikut daftarnya:
1. Kendaraan
Kendaraan roda dua dan empat termasuk barang yang kerap dijadikan jaminan di Pegadaian. Syarat untuk menjadikan kendaraan sebagai jaminan adalah:
Masa produksi kendaraan minimal 5 tahun terakhir untuk motor, dan 10 tahun untuk mobil.
Melengkapi surat-surat kendaraan, meliputi BPKB, STNK, dan faktur pembelian.
2. Emas
Simpanan emas berupa batangan maupun perhiasan bisa jadi jaminan untuk meminjam uang. Proses pinjaman hingga dana cair dengan jaminan emas lebih mudah.
Nasabah hanya perlu membawa emas yang ingin digadai beserta identitas diri. Selain emas, barang berharga seperti berlian juga dapat digadaikan dengan persyaratan yang sama.
3. Surat Berharga
Surat berharga berbentuk saham dan obligasi bisa digadaikan untuk mendapatkan dana pinjaman secara cepat. Saham dan obligasi yang dijadikan jaminan dapat berupa tanpa warkat yang tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
4. Sertifikat
Sertifikat tanah atau rumah setingkat SHM dan HGB juga dapat jadi jaminan gadai. Pinjaman diberikan kepada masyarakat berpenghasilan tetap atau rutin, pengusaha mikro atau kecil, dan petani. Nilai pinjaman yang diterima ditentukan dari PBB dan seberapa strategis letak posisi tanah.
5. Barang Elektronik
Contoh barang elektronik yang bisa menjadi jaminan di Pegadaian antara lain televisi, kulkas, smartphone, laptop, hingga kamera DSLR. Untuk menggadaikan barang elektronik, perhatikan sederet syarat berikut:
Barang tidak berusia terlalu lama alias tahun produksi masih tergolong baru, sekitar 1 tahun terakhir.
Barang masih berfungsi dengan baik dan tidak mengalami kecacatan.
Menyertakan kuitansi pembelian barang.
6. Barang Bermerek
Jika memiliki barang bermerek seperti jam tangan dan tas mewah, nasabah bisa menjadikannya jaminan di Pegadaian. Barang akan disimpan dengan baik di tempat penyimpanan khusus. Sayangnya, penggadaian barang mewah baru bisa dilakukan di cabang Pegadaian tertentu.
7. BPKB Kendaraan
Apabila masih menggunakan kendaraan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, nasabah bisa menjadikan BPKB-nya sebagai jaminan. Gadai BPKB bisa dilayani dengan Pinjaman Usaha atau Pinjaman Serbaguna.
Cara Pinjam Uang di Pegadaian
Untuk melakukan peminjaman uang di Pegadaian, nasabah dapat mengikuti langkah-langkah berikut:
Siapkan identitas diri berupa KTP dan barang jaminan.
Kunjungi outlet Pegadaian terdekat.
Isi formulir pengajuan dengan data diri lengkap sesuai dengan KTP.
Serahkan barang jaminan kepada petugas penaksir Pegadaian.
Petugas akan menginfokan uang pinjaman maksimal yang bisa didapatkan.
Petugas kasir akan memberikan Surat Bukti Gadai (SBG).
Uang akan diberikan kepada nasabah berupa tunai atau transfer ke rekening.
Perlu diketahui, jenis produk pinjaman di Pegadaian dapat disesuaikan dengan barang jaminan yang dimiliki.
Jakarta: Menjaga kompor tetap mengkilap mungkin sulit, terutama kamu yang hobinya memasak. Namun, membersihkan kompor bukan hal sulit. Kamu hanya membutuhkan alat-alatsederhana untuk membuat kompor tampak kinclong.
Andrii Gurskyi dari HomeClean di New York mengatakan kompor yang kotor tampak tidak menarik dan bisa memengaruhi cita rasa masakan. Makanan lama yang menempel di atas tungku kompor gas dapat mengeluarkan asap menyebabkan makanan tidak terasa enak dan menimbulkan kebakaran.
Dikutip dariReader Digest,Gurskyi menyarankan ada beberapa cara menjaga kompor gas tetap bersih.
1. Rendam tungku kompor gas
Isi wastafel dengan air sabun panas, tetapi biarkan kompor dingin sebelum tungkunya dicuci. Ambil tungku kompor gas dan rendam di wastafel saat membersihkan bagian atas kompor.
2. Bersihkan kotoran
Bersihkan menggunakan kain mikrofiber yang lembut. Untuk pembersih alami, kamu bisa mencoba menyemprot kompor dengan larutan satu bagian air dan cuka atau sabun cuci piring menggunakan spons ataupun kain yang lembut.
“Pastikan produk pembersih komersial aman digunakan pada kompor gas dan ikuti petunjuknya untuk hasil terbaik,” kata Gurskyi.
3. Gosok bagian atas kompor
Setelah menggunakan pembersih alami atau komersial, biarkan larutan selama beberapa menit untuk menghilangkan kotoran atau minyak. Gunakan kain atau spons untuk menggosok permukaan kompor secara halus. Hindari penggunaan sisi spons yang kasar.
Noda membandel bisa menggunakan pengikis pisau cukur. Pegang alat tersebut dengan sudut 45 derajat dan kikis permukaan kompor secara hati-hati.
Bilaslah kain atau spons dengan air bersih. Setelah kotoran hilang, keringkan dan gosok kompor dengan kain lembut.
5. Bersihkan tungku kompor gas
Kuras wastafel bekas rendaman kompor gas. Gosok dengan sikat atau kain lembut untuk menghilangkan sisa makanan yang menempel.
Jika masih ada noda membandel, gunakan pengikis silet pada tungku atau oleskan pasta soda kue dengan air. Bilas dan keringkan tungku gas sebelum diletakkan.
Seberapa sering membersihkan kompor gas?
Agar kompor tetap bersih, kamu langsung bersihkan cipratan dan minyak sesegera mungkin. Tujuannya agar noda membandel tidak ada di kompor kamu.
Gurskyi mengatakan tergantung pada seberapa sering kamu menggunakan kompor gas. Bersihkan secara teratur jika ada noda atau tumpahan yang terlihat.
Namun, ia menyarankan kompor beserta tungkunya dibersihkan selama sebulan sekali. Kamu bisa memasang penutup pelindung atas kompor gas saat tidak digunakan untuk membantu mencegah goresan, noda, dan kerusakan lain di permukaan kompor. (Theresia Vania Somawidjaja)