#30 tag 24jam
Google Cloud Luncurkan Layanan Blockchain RPC Baru
Google Cloud memperkenalkan layanan Blockchain RPC terbaru. Layanan ini diklaim mendukung pengembang Web3 dengan solusi yang cepat dan andal. [647] url asal
#aplikasi-terdesentralisasi #blockchain #defi #google #google-cloud #remote-procedure-call #web3
(BlockChain-Media) 18/09/24 10:36
v/15173582/
Google Cloud memperkenalkan layanan Blockchain RPC terbaru. Layanan ini diklaim mendukung pengembang Web3 dengan solusi yang cepat dan andal.
Google Cloud secara resmi meluncurkan layanan baru Blockchain RPC (Remote Procedure Call) yang dirancang untuk mendukung pengembang Web3. Layanan ini memberikan cara yang lebih mudah bagi para pengembang untuk berinteraksi dengan data blockchain, menawarkan solusi yang hemat biaya, scalable, dan andal, serta mengurangi kerumitan dalam mengelola infrastruktur node (simpul) blockchain.
Nalin Mittal, Web3 Product Lead di Google Cloud, menyatakan bahwa layanan ini merupakan bagian dari komitmen Google Cloud untuk mendukung ekosistem Web3.
“Kami ingin membantu pengembang mempercepat pembangunan aplikasi terdesentralisasi (DeFi) mereka dengan infrastruktur yang kuat dan dapat diandalkan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu, 18 September 2024.

Keandalan RPC sering kali menjadi tantangan utama bagi para pengembang Web3, karena dapat mempengaruhi kinerja dan ketersediaan aplikasi mereka. Banyak pengembang saat ini mengandalkan berbagai penyedia RPC untuk memastikan aplikasi mereka (misalnya wallet) tetap berjalan dengan baik. Dengan layanan Blockchain RPC dari Google Cloud, pengembang kini dapat memanfaatkan keunggulan Google Cloud dalam mengelola infrastruktur berskala besar di ekosistem Web3, memberikan fondasi yang kokoh untuk aplikasi terdesentralisasi.
Disebutkan, layanan Blockchain RPC ini ditujukan untuk berbagai organisasi, mulai dari startup yang membutuhkan cara cepat untuk masuk ke dunia blockchain, hingga perusahaan besar yang membutuhkan keandalan, keamanan, dan kinerja tinggi dari infrastruktur Google Cloud. Dalam tahap peluncuran, Google Cloud menawarkan layanan gratis yang mencakup hingga 100 request per detik, memungkinkan pengembang untuk membangun aplikasi realtime yang membutuhkan banyak data.
Layanan ini sepenuhnya kompatibel dengan standar Ethereum JSON-RPC, sehingga pengembang dapat dengan mudah memadukannya ke dalam aplikasi mereka hanya dengan satu baris kode.
“Kami memberikan solusi yang tidak hanya hemat biaya, tetapi juga mudah diakses oleh semua kalangan pengembang, dari yang baru memulai hingga yang sudah berpengalaman,” tambah Mittal.
Kyle Quintal, Kepala Teknik di 0xArc, juga memberikan pandangannya mengenai layanan baru ini.
“Layanan Blockchain RPC dari Google Cloud memberikan response time yang cepat, sesuai harapan. Ditambah lagi, Google Cloud mengikuti standar EIP1474 dan memiliki pilihan layanan gratis, kami langsung memadukannya ke dalam sistem kami dan sejauh ini hasilnya sangat memuaskan,” katanya.
Fitur utama dari layanan Blockchain RPC Google Cloud mencakup keandalan tingkat perusahaan, yang memanfaatkan infrastruktur Google Cloud untuk memberikan keamanan dan keandalan. Selain itu, layanan ini menawarkan alternatif yang lebih ekonomis dibandingkan dengan node khusus, dengan kemampuan menangani hingga 100 permintaan per detik dan 1 juta permintaan per hari pada tier gratis.
Mittal menekankan bahwa layanan ini juga dapat dengan mudah diadaptasi oleh pengembang yang sebelumnya menggunakan penyedia RPC lain hanya dengan mengganti endpoint RPC mereka.
“Ini adalah solusi yang fleksibel dan dapat dengan cepat disesuaikan dengan kebutuhan para pengembang,” ujar Mittal.
Ini Alasan Google Pakai Blockchain Hedera Hashgraph yang Terafiliasi dengan Deutsche Telekom
Lebih Jauh tentang RPCRemote Procedure Call (RPC) adalah metode komunikasi yang memungkinkan satu program/aplikasi (klien) di suatu komputer meminta layanan atau menjalankan fungsi di program lain (server) di komputer yang berbeda, seolah-olah fungsi itu dijalankan secara lokal di komputer klien.
Bayangkan Anda sedang berada di rumah (klien) dan membutuhkan bahan makanan dari pasar (server). Alih-alih pergi sendiri ke pasar, Anda bisa menelepon seseorang (RPC), dalam hal ini disediakan oleh Google Cloud, yang berada di pasar untuk membeli barang-barang yang Anda butuhkan.
Google Izinkan Iklan Game Berbasis NFT
Anda memberi tahu mereka barang yang diinginkan, mereka membelinya, dan mengantarkannya kembali ke Anda. Dari perspektif Anda, seolah-olah Anda mendapatkan barang tanpa harus pergi ke pasar sendiri, padahal orang lain yang menjalankan tugas tersebut untuk Anda.
Begitu juga dengan RPC, di mana program meminta “tugas” dilakukan oleh program lain yang terletak jauh, namun terlihat seolah dilakukan di tempat yang sama, berkat Google Cloud.
Pada teknologi blockchain, RPC seperti di Google Cloud ini memungkinkan aplikasi atau pengembang untuk meminta data atau layanan dari node blockchain tanpa harus menjalankan atau mengelola node itu sendiri, terlebih-lebih untuk berkomunikasi denagn blockchain yang berbeda-beda. [ps]
edgeX Siap Guncang Industri Perdagangan Derivatif Terpusat
edgeX, platform perdagangan derivatif terdesentralisasi, siap mengguncang industri perdagangan derivatif terpusat. [780] url asal
#defi #derivatif #dex #etf #meme-token #telegram-open-network #terdesentralisasi
(BlockChain-Media) 04/09/24 14:54
v/14888156/
edgeX, platform perdagangan derivatif terdesentralisasi yang diinkubasi oleh Amber Group yang baru-baru ini diluncurkan, disebut siap mengguncang industri perdagangan derivatif terpusat. edgeX juga siap menawarkan pengalaman baru perdagangan derivatif secara terdesentralisasi kepada pengguna di banyak negara dengan fitur yang sangat beragam.
PlatformedgeX meggunakan sistem modular agar perdagangan derivatif terdesentralisasi dapat dilakukan dengan kinerja tinggi, serta kaya akan fitur kaya melalui berbagai komponen dan modul seperti Lego.
Dalam konteks derivatives decentralized exchanges (DDex) seperti edgeX ini, sistem modular mengacu pada arsitektur sistem yang dibangun dari berbagai modul atau komponen yang dapat digabungkan dan disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan spesifik pengguna atau pengembang. Setiap modul dalam sistem ini adalah unit independen yang berfungsi sendiri, tetapi juga dapat berinteraksi dengan modul lain untuk membentuk sistem yang lebih kompleks dan serbaguna.
Alhasil, pengguna atau pengembang dapat memilih dan menggabungkan modul-modul yang berbeda untuk menciptakan fungsi perdagangan derivatif yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Misalnya, modul untuk perdagangan leverage, modul untuk penyediaan likuiditas, atau modul untuk asuransi likuidasi.
“Diinkubasi oleh Amber Group, edgeX memperoleh manfaat dari keahlian dan sumber daya penyedia likuiditas global terkemuka dan perusahaan manajemen aset digital. Amber Group, yang didirikan pada tahun 2017 dan berkantor pusat di Hong Kong mengelola sekitar US$5 miliar dalam aset, melayani sekitar 30 bank dan 2.000 institusi di seluruh dunia. Dengan kehadiran di Taipei, Seoul, Vancouver, dan Singapura, Amber Group telah memproses lebih dari US$2 triliun dalam volume perdagangan total hingga Juni 2024. Kolaborasi antara Amber Group dan edgeX memberikan dukungan kuat bagi platform ini dalam hal likuiditas, keamanan, dan stabilitas,” sebut juru bicara edgeX dalam keterangan resminya, Rabu, 4 September 2024.

edgeX didukung oleh tim profesional dengan pengalaman luas dalam perdagangan kripto dan keuangan tradisional. Anggota tim berasal dari institusi keuangan terkenal seperti Morgan Stanley, Barclays, Goldman Sachs, dan Bybit, dengan pengalaman lebih dari tujuh tahun dalam operasi bursa dan perdagangan.
Selain itu, sebut juru bicara edgeX, platform ini juga memiliki tim pengembangan teknologi dan keamanan kelas dunia untuk memastikan platform ini tetap berkinerja tinggi dan aman. Keahlian dari tim pengembangan inti memberikan edgeX keunggulan kompetitif yang unik, memungkinkan platform ini dengan cepat beradaptasi dengan perubahan pasar dan mendorong inovasi.
Dijelaskan pula, bahwa dalam ekosistem edgeX, MVP pertama, yakni edgeX Exchange, sudah diluncurkan, dengan beragam aplikasi dan komponen modular lainnya yang sedang dirilis.
Ada pula Bot edgeX Telegram, yang dibangun di ekosistem TON (Telegram Open Network) yang mendukung perdagangan multi-chain dan dapat dioperasikan dengan platform edgeX.
“Ini memungkinkan pengguna untuk memperdagangkan meme token apa pun dan aset-aset baru langsung melalui edgeX Bot, memberikan pengalaman perdagangan yang lebih nyaman. Kemudian, ada edgeX Leverage, yang menawarkan berbagai instrumen perdagangan, termasuk saham AS, forex, dan komoditas berjangka. Pengguna dapat memilih untuk membeli produk leverage 3X/5X dan indeks ETF, memungkinkan portofolio investasi yang lebih beragam,” sebut juru bicara itu dalam konteks perdagangan derivatif.
Selain itu ada Epool, yang menyasar klien institusi. Ini dapat digunakan menghasilkan pendapatan dengan menyediakan layanan manajemen aset dan likuiditas ke beberapa platform perdagangan derivatif.
Pendapatan ini dibagikan kepada pemegang token platform edgeX dan pengguna yang menyetor dana. Ada juga edgeX Lend, yang melalui kemitraan dengan platform seperti AAVE dan Compound, memungkinkan pengguna untuk mengoptimalkan aset mereka secara efisien demi memaksimalkan keuntugan.
Yang tidak kalah penting adalah melalui edgeX Insurance. Ini menawarkan layanan asuransi likuidasi yang inovatif, memberikan kompensasi ganda dalam hal likuidasi, secara signifikan mengurangi risiko dan kerugian pengguna.
“Melalui fitur-fitur yang melimpah itu di bidang perdagangan derivatif, kami berkomitmen untuk menciptakan ekosistem keuangan modular yang akan mendorong revolusi decentralized finance (DeFi). Dengan menggabungkan berbagai modul keuangan, edgeX menyediakan kombinasi plug-in yang beragam bagi para pengembang dan pengguna, membentuk pasar aplikasi yang terbuka. Ini akan sangat mendorong pembentukan sistem perdagangan derivatif yang terbuka dan mempercepat pertumbuhan pasar derivatif yang terdesentralisasi,” sebutnya.
Perdagangan derivatif di pasar kripto memiliki volume 4-5 kali lebih besar dibandingkan perdagangan spot, dan pasar derivatif terdesentralisasi memiliki potensi pertumbuhan setidaknya sepuluh kali lipat.
“Di tengah pasar yang luas ini, edgeX, dengan arsitektur teknis yang kuat dan model yang inovatif, siap menjadi kekuatan yang tak terhindarkan. Dengan teknologi canggih dan model modular kami, edgeX tidak hanya menawarkan keamanan dan stabilitas, tetapi juga fleksibilitas dan kemudahan bagi para pengguna kami. Kami percaya bahwa edgeX akan menjadi pilar penting dalam lanskap DeFi dan mendorong evolusi pasar derivatif terdesentralisasi,” tambah juru bicara tersebut.
Melalui edgeX, Amber Group tidak hanya menghadirkan inovasi teknologi, tetapi juga memberdayakan pengguna dan pengembang dengan alat dan infrastruktur yang dibutuhkan untuk memaksimalkan potensi pasar keuangan terdesentralisasi di sektor perdagangan derivatif. Juru bicara edgeX menegaskan, bahwa kolaborasi kami mereka dengan Amber Group memberikan platform ini mendapatkan dukungan likuiditas yang luar biasa dan jaringan yang luas, menjadikan edgeX sebagai pemain kunci dalam perdagangan derivatif global. [ps]