#30 tag 24jam
Mengulik Strategi E-commerce Ini dalam Meraih Kepuasan Tertinggi Pembeli, Penjual, Brand Lokal, dan UMKM
Pembeli dan penjual merupakan pemangku kepentingan utama yang membangun ekosistem bisnis e-commerce yang berkelanjutan. Halaman all [1,328] url asal
#e-commerce #toko-online #belanja #umkm #belanja-online #brand-lokal #ipsos #live-shopping #live-streaming #populix
(Kompas.com - Money) 12/08/24 07:55
v/14265631/
KOMPAS.com – Kemajuan teknologi yang pesat menjadi salah satu katalisator yang mentransformasikan kebiasaan masyarakat modern. Akses informasi yang semakin cepat dan mudah tidak hanya membuka peluang untuk terus berkembang serta menggali potensi, tetapi juga menciptakan lingkungan dinamis dengan inovasi dan adaptasi menjadi kunci kesuksesan.
Salah satu dampak paling nyata digitalisasi adalah kehadiran e-commerce. Platform ini merupakan bentuk dari adaptasi industri perdagangan ke dunia digital.
Tidak hanya memberikan pengalaman berbelanja yang lebih mudah bagi pembeli, kehadiran e-commerce juga membuka peluang besar bagi para pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya, terutama pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta merek lokal.
Jika ditelaah lebih lanjut, kehadiran e-commerce memiliki dampak positif yang lebih kompleks terhadap pertumbuhan ekonomi digital.
Selain membantu mendongkrak jumlah brand lokal di pasar nasional, secara tidak langsung, e-commerce telah menciptakan berbagai lapangan dan profesi pekerjaan baru. Sebagai contoh host live streaming, admin toko online, afiliator atau konten kreator, dan pekerja di industri logistik.
Berbagai manfaat itu membuktikan bahwa manfaat dari kehadiran e-commerce jauh melampaui kemudahan transaksi online.E-commercejuga memberikan dampak ekonomi yang luas dan positif bagi berbagai lapisan masyarakat.
Pengaruh dan manfaat yang besar itu membuat lanskap serta dinamika dari strategi para pemain e-commerce yang ada di Tanah Air selalu menarik untuk diamati.
Untuk meraih dan mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar, ada berbagai faktor integral yang harus diperhatikan oleh para pemain e-commerce. Termasuk, meningkatkan kepuasan pengguna dan penjual saat menggunakan platformnya.
Aspek penentu keunggulan e-commerce
Pembeli merupakan salah satu faktor penting dalam pengembangan ekosistem e-commerce yang berkelanjutan. Basis pengguna yang tinggi akan menjadi magnet bagi pelaku usaha untuk memasarkan dan menjual produk mereka di suatu platform e-commerce.
Saat memasuki sebuah pasar dengan konsumen beragam, kampanye tematik dan penawaran menarik kerap menjadi strategi utama bagi platform e-commerce untuk mengakuisisi pengguna baru.
Namun, untuk mempertahankan dan memastikan basis pengguna terus bertumbuh, diperlukan pendekatan yang lebih holistik dengan memahami perilaku dan preferensi konsumen. Dengan demikian, platform e-commerce dapat memberikan pengalaman belanjaonline terbaik bagi setiap individu.
Hasil riset IPSOS “Pengalaman dan Kepuasan Belanja Online di E-commerce” yang dirilis pada Juni 2024 menemukan bahwa Shopee merupakan platform e-commerce yang unggul dalam menyediakan dan memberikan tingkat kepuasan tertinggi kepada pengguna dalam pengalaman berbelanja online.
Berdasarkan riset tersebut, sebanyak 62 persen responden menjadikan Shopee sebagai pilihan pertama untuk direkomendasikan kepada kerabat dekatnya. Angka ini diikuti oleh Tokopedia (46 persen), TikTok Shop (42 persen), dan Lazada (36 persen).
Untuk menciptakan pengalaman belanja holistik terbaik, memastikan pesanan sampai di tangan pembeli dengan pengiriman yang cepat dan tepat menjadi salah satu aspek penentu keunggulan e-commerce yang tidak boleh dilupakan.
Sebab, pengiriman barang dapat menjadi faktor yang memengaruhi persepsi konsumen terhadap kenyamanan dalam berbelanja online.
Dari hasil riset yang sama, Shopee dipilih 60 persen responden sebagai menjadi aplikasi belanja online yang paling unggul dalam hal kecepatan pengiriman. Kemudian, disusul oleh Tokopedia (16 persen), Lazada (13 persen), dan TikTok Shop (9 persen).
Riset tersebut juga mengungkapkan bahwa harga termurah menjadi salah satu faktor penentu konsumen dalam memilih platform belanja online. Pada aspek ini, Shopee masih menjadi e-commerce yang memimpin dengan angka 64 persen, melampaui Lazada (13 persen), Tokopedia (12 persen), dan TikTok Shop (11 persen).
Peran fitur interaktif
Seiring perkembangan inovasi dari platform e-commerce, preferensi masyarakat dalam menentukan pilihan produk dan cara berbelanja pun bertambah.
Hal itu mendorong platform e-commerce semakin giat dalam mengembangkan dan menyediakan fitur interaktif, seperti live shoppingdan video pendek. Fitur-fitur ini dihadirkan untuk meningkatkan keterlibatan konsumen dan sekaligus membantu mereka menentukan pilihan dalam berbelanja.
Tren belanja menggunakan fitur live streaming dibahas lebih dalam oleh riset Populix berjudul “Understanding Live Streaming Shopping Ecosystem in Indonesia”. Studi ini mengungkapkan bahwa 69 persen responden memilih Shopee Live sebagai fitur live streaming yang paling sering digunakan. Angka ini mengunggula para pesaingnya, yakni TikTok Live (25 persen), Tokopedia Play (4 persen), dan LazLive (2 persen).
Sama seperti aktivitas berbelanja lain, live shopping memiliki faktor penting yang mendasari preferensi konsumen, salah satunya dalam kelengkapan kategori.
Pada riset yang sama, Populix menemukan bahwa Fashion dan Kecantikan menjadi dua kategori dengan persentase paling tinggi atau paling banyak dibeli saat live streaming di antara kategori lain.
Berdasarkan riset tersebut, Shopee Live menjadi fitur yang paling sering dipakai konsumen untuk membeli barang-barang pada kedua kategori itu. Untuk kategori Fashion, Shopee Live digunakan oleh 79 persen responden, disusul oleh TikTok Live (44 persen).
Untuk kategori Kecantikan, Shopee Live dipakai oleh 71 persen responden, lebih tinggi dari TikTok Live (51 persen).
Penemuan dua riset tersebut menunjukkan bahwa untuk memenangkan hati konsumen dalam peta persaingan yang ketat, pemain e-commerce sebaiknya tidak hanya berfokus pada aktivitas belanja, tetapi juga seluruh perjalanan konsumen dari hulu ke hilir.
Dipilih penjual sebagai strategi bisnis utama
Sebagai destinasi belanja yang diandalkan oleh masyarakat, platform e-commerce juga menjadi salah satu strategi bisnis yang dimanfaatkan para penjual, brand lokal, dan UMKM dalam meningkatkan penjualan.
Seperti diketahui, e-commerce membuka peluang baru dan berbagai kelebihan yang tidak ditemukan dalam cara berjualan sebelumnya. Dengan menjadikan e-commerce sebagai strategi penjualan, para penjual dapat memperluas jangkauan pasar karena produk yang dimiliki dapat diakses oleh konsumen secara online kapan saja dan di mana pun mereka berada.
Teknologi dan fitur yang dihadirkan oleh e-commerce juga membantu penjual untuk meminimalkan biaya operasional serta mempermudah pengelolaan transaksi dan pengiriman.
Di tengah persaingan sengit para e-commerce dalam menciptakan ruang bagi penjual untuk meningkatkan bisnis mereka, survei IPSOS bertajuk “Understanding the Potentiality in E-Commerce Seller” mengungkapkan bahwa keunggulan platform e-commerce yang dipilih penjual dipengaruhi oleh beberapa aspek.
Salah satunya, para penjual mengaku bahwa promosi dan kampanye tematik menjadi fitur yang paling sering dimanfaatkan. Fitur ini membawa pengaruh besar, terutama dalam mendukung peningkatan penjualan bagi para penjual, brand lokal, dan UMKM.
Berdasarkan riset tersebut, para penjual mengasosiasikan Shopee (65 persen) sebagai e-commerce yang memberikan omzet paling besar bagi bisnis brand lokal dan UMKM. Shopee berhasil mengungguli Tokopedia (16 persen), TikTok Shop (9 persen), serta Lazada (6 persen).
Para penjual juga menempatkan Shopee (59 persen) di urutan pertama sebagai e-commerce yang memberikan keuntungan terbanyak bagi bisnis mereka, diikuti oleh Tokopedia (20 persen), TikTok Shop (8 persen), dan Lazada (7 persen).
Fitur interaktif live streaming yang semakin diminati oleh konsumen pun turut menjadi aspek penting bagi para penjual dalam memilih e-commerce favorit mereka.
Saat ini, konsumen lebih menyukai cara belanja yang interaktif karena mereka dapat melihat ataupun bertanya mengenai produk yang ingin dibeli secara langsung. Hal ini turut menjadikan live streaming sebagai strategi penting yang diadaptasi oleh penjual dalam menjawab permintaan dari para konsumennya.
Temuan itu sejalan dengan survei IPSOS “Tren Live Streaming E-commerce bagi Penjual’. Pada survei ini, Shopee Live menjadi fitur live streaming yang paling sering digunakan oleh penjual brand lokal dan UMKM. Secara persentase, 72 persen penjual memilih Shopee Live, kemudian diikuti oleh TikTok Live yang dipilih oleh 26 persen penjual.
Temuan itu sejalan dengan indikator Market Share yang menunjukkan bahwa Shopee Live (82 persen) juga menjadi platform yang paling banyak dipilih untuk kebutuhan penjualan para penjual, brand lokal, dan UMKM, jauh melampaui pesaing terdekatnya, yakni TikTok Live (18 persen).
Konsistensi Shopee dalam menelaah tren belanja masyarakat dan berusaha menjawabnya melalui inovasi teknologi serta inisiatif fitur dan program merupakan faktor yang menguatkan posisi Shopee jika dibandingkan pesaing lain sebagai e-commerce favorit di seluruh ekosistem, mulai dari pengguna hingga para penjual, brand lokal, dan UMKM.