#30 tag 24jam
Urai Kemacetan di Jakarta Butuh Kebijakan Transportasi Terintegrasi
Pemerintah dalam beberapa tahun terakhir telah melakukan berbagai upaya memperbaiki permasalahan transportasi di Jakarta. - Halaman all [810] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #kemacetan-jakarta #mengurai-kemacetan #transportasi-terintegrasi #kebijakan-transportasi-terintegrasi #cagub-jakarta #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 21/10/24 15:12
v/16786954/
JAKARTA, investor.id – Pemerintah dalam beberapa tahun terakhir telah melakukan berbagai upaya memperbaiki permasalahan transportasi di Jakarta. Beberapa upaya telah dilakukan untuk mengatasi kemacetan dan memperlancar pergerakan barang dan manusia, seperti pengembangan MRT, LRT, dan TransJakarta. Namun, mengurai kemacetan di Jakarta butuh kebijakan transportasi terintegrasi.
Selama kemacetan masih menjadi masalah utama, pembenahan transportasi publik dianggap sebagai solusi penting.
Calon Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menerangkan visi mengatasi permasalahan integrasi transportasi di Jakarta. Ia berpendapat, integrasi transportasi seharusnya tidak hanya menghubungkan Jakarta dengan daerah penyangga di wilayah Jabodetabek, tetapi juga meluas hingga ke wilayah Jawa Barat seperti Cianjur dan Sukabumi.
"Harapannya, dengan adanya transportasi yang terintegrasi hingga wilayah Jawa Barat, masyarakat yang bekerja di Jakarta namun tinggal di daerah penyangga dapat lebih mudah bepergian," terangnya, Senin (21/10/2024).
Ide integrasi transportasi dinilai cukup menarik. Sebelum hal itu diterapkan, penting juga bagi Gubernur Jakarta mengatur permasalahan kemacetan di Jakarta.
"Kalau memang cagub (calon gubernur) concern dengan masalah transportasi, khususnya dalam upaya mengatasi kemacetan, maka harus berani membatasi kepemilikan kendaraan pribadi di Jakarta. Jumlahnya sudah sangat gawat," tegas Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi ketika dihubungi B-Universe, Senin.
Tulus menerangkan, keberadaan angkutan umum yang terintegrasi pun tidak akan mampu memigrasikan pengguna kendaraan pribadi, jika tidak ada pembatasan yang ketat baik pada penggunaannya dan atau kepemilikannya. Seorang cagub harus tegas dan berani menerapkan pembatasan kepemilikan kendaraan di Jakarta seperti di Singapura.
"Jika tidak berani melakukan hal itu, jangan mimpi untuk mengatasi kemacetan Jakarta, karena Jakarta akan menjadi lautan kendaraan pribadi. Apalagi setelah tol terintegrasi, kendaraan semakin menggerojog Jakarta," tutur Tulus.
Mengutip data Dinas Perhubungan DKI Jakarta, jumlah kendaraan bermotor di Jakarta terus meningkat dengan pertumbuhan sekitar 5% per tahun. Pada 2023, tercatat lebih dari 20 juta kendaraan beroperasi di wilayah Jabodetabek, sebagian besar di antaranya adalah mobil pribadi dan sepeda motor. Angka ini jauh melebihi kapasitas infrastruktur jalan yang ada, sehingga menyebabkan kemacetan parah di berbagai titik.
Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menyampaikan, pembatasan kendaraan pribadi adalah langkah yang tidak bisa dihindari jika ingin mengurangi kemacetan secara signifikan. Cagub perlu berani menerapkan kebijakan pembatasan kendaraan. Ini bukan langkah populer, kata dia, tetapi harus dilakukan demi keberlanjutan kota.
Salah satu pendekatan yang sering dibahas adalah implementasi Electronic Road Pricing (ERP), yaitu sistem tol berbasis elektronik untuk kendaraan yang melewati ruas jalan-jalan tertentu. ERP adalah langkah yang tepat, tapi harus didukung dengan sistem transportasi publik yang benar-benar efisien dan terintegrasi.
MRT dan LRT memang telah beroperasi dan memberikan dampak positif, namun kapasitas dan jangkauan transportasi ini masih terbatas. Berdasarkan data dari PT MRT Jakarta, jumlah penumpang MRT pada 2023 mencapai rata-rata 100.000 orang per hari, masih jauh dari kapasitas ideal yang diharapkan.
Sementara itu, layanan LRT yang baru beroperasi juga masih dalam tahap pengembangan dan belum sepenuhnya terintegrasi dengan moda transportasi lainnya.
Selain itu, TransJakarta yang diharapkan menjadi tulang punggung transportasi publik Jakarta juga menghadapi tantangan. Meski memiliki lebih dari 2.000 armada bus, TransJakarta masih harus berjuang melawan kemacetan di jalur busway yang kadang diserobot kendaraan pribadi.
Demi membuat transportasi publik menarik bagi warga, calon gubernur harus memastikan TransJakarta, MRT, dan LRT yang sudah ada berjalan tanpa gangguan dan terintegrasi dengan baik.
Pembenahan transportasi publik juga harus didukung oleh pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) dengan pusat-pusat permukiman, perkantoran, dan komersial berlokasi di sekitar stasiun atau halte transportasi publik. Ini akan mendorong lebih banyak orang untuk beralih menggunakan transportasi umum daripada kendaraan pribadi.
Tantangan lainnya adalah perilaku pengguna jalan yang belum sepenuhnya mendukung upaya perbaikan transportasi. Banyak warga Jakarta masih enggan meninggalkan kendaraan pribadinya meskipun sudah ada alternatif transportasi publik.
Menurut survei dari Jakarta Transport Watch pada 2023, 60% warga Jakarta lebih memilih menggunakan mobil atau motor karena alasan kenyamanan dan fleksibilitas.
Oleh karena itu, calon gubernur juga perlu berfokus pada edukasi publik mengenai pentingnya menggunakan transportasi umum. Selain itu, subsidi dan insentif bagi pengguna transportasi publik juga bisa menjadi cara untuk mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.
Pemimpin Jakarta mendatang harus fokus pada kebijakan yang berkelanjutan. Jika terus-menerus menambah jalan atau flyover untuk mobil, kemacetan hanya akan semakin parah.
Solusinya adalah memperbaiki dan memperluas transportasi umum, sekaligus memperketat aturan kendaraan pribadi.
Penggunaan kendaraan pribadi yang tak terkendali juga berkontribusi pada polusi udara yang semakin buruk di Jakarta. Menurut laporan dari IQAir pada Agustus 2024, Jakarta masuk dalam peringkat 10 besar kota dengan polusi udara terburuk di dunia. Hal ini seharusnya menjadi pengingat bahwa pembenahan transportasi bukan hanya tentang kemacetan, tapi juga tentang kesehatan lingkungan dan masyarakat.
Langkah pembatasan kendaraan bisa diterapkan melalui kebijakan yang lebih ketat, seperti pembatasan plat nomor ganjil-genap yang lebih luas dan jam operasional yang diperpanjang. Namun, kebijakan ini hanya akan efektif jika transportasi publik bisa menjadi solusi yang nyaman dan terjangkau bagi semua kalangan.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Fasilitas Transportasi Terintegrasi Jadi Pertimbangan Milenial Memilih Hunian
Minat masyarakat terhadap penggunaan transportasi publik terus meningkat tiap tahunnya .Hal ini membuat mereka mulai memilih untuk tinggal di kawasan yang terintegrasi dengan sistem transportasi publi [954] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #milenial #transportasi-terintegrasi #bontaro #jaya-real-property #emerald-bintaro #tower #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 25/07/24 23:46
v/12108346/
JAKARTA, investor.id - Minat masyarakat terhadap penggunaan transportasi publik terus meningkat tiap tahunnya .Hal ini membuat mereka mulai memilih untuk tinggal di kawasan yang terintegrasi dengan sistem transportasi publik seperti apartemen.
Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta per Mei 2024 penumpang kereta Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta jumlahnya 3.175.772 orang.
Sedangkan Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta, per Mei 2024, jumlah perjalanan LRT Jakarta mencapai 6.324 perjalanan dengan jumlah penumpang mencapai 96.550 orang. Sedangkan total penumpang Transjakarta mencapai 32.021.887.
Populasi di Indonesia saat ini sedang didominasi oleh generasi muda yang tidak lain adalah milenial dan gen Z. Apartemen menjadi pilihan sejalan dengan keinginan mereka yang mendambakan tempat tinggal nyaman dengan gaya hidup serba praktis dan dinamis.
Sebelumnya, dalam sebuah studi menunjukkan tinggal di apartemen menjadi salah satu opsi yang banyak dipertimbangkan oleh generasi ini. Terutama apartemen yang memungkinkan mereka menikmati kenyamanan hidup untuk menyeimbangkan kerja dan kehidupan, seperti terdapatnya fasilitas kolam renang, pusat kebugaran, di samping kemudahan akses ke tempat-tempat mereka biasa beraktivitas.
Studi itu juga menunjukkan hampir sepertiga generasi muda ini ingin membeli apartemen. Mereka menjadikan lokasi dan mendekati hunian dengan pusat kota, transportasi umum, fasilitas publik, agar lebih dekat dengan pusat aktivitas mereka sehari-hari, serta kenyamanan dan keamanan yang diberikan sebagai faktor utama dalam memilih apartemen.
“Kami melihat, saat ini generasi milenial lebih memilih menyewa atau membeli apartemen dibandingkan membeli rumah tapak. Sebab apartemen dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan mereka saat ini, karena dilengkapi dengan fasilitas transportasi yang terintegrasi dan sistem keamanan 24 jam. Selain itu ada beragam fasilitas pendukung yang juga menjadi suatu kelebihan untuk para kaum milenial dan gen Z,” kata M. Panji Manggala selaku General Manager PT. Jaya Real Property, Tbk dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (25/7/2024).
Generasi milenial dan gen Z telah menjadi kekuatan utama dalam berkembangnya digitalisasi sektor properti saat ini. Lonjakan jumlah pencari properti kaum milenial mencerminkan pentingnya peran generasi ini dalam mendorong pertumbuhan digital sektor properti di Indonesia.
Minat kaum milenial dan gen Z terhadap kebutuhan hunian, seperti rumah tapak dan apartemen, masih tergolong tinggi.
Hal ini ditunjukkan dari peningkatan pencarian hunian di internet. Perusahaan teknologi properti (PropTech) mencatat bahwa pada Semester I 2023 pencari properti usia 25 sampai 34 tahun atau yang termasuk dalam generasi Milenial meningkat 78,5%.
“Memilih apartemen sebagai tempat tinggal dianggap sebagai solusi tepat bagi para milenial untuk memenuhi kebutuhannya akan hunian karena tinggal di apartemen dianggap lebih efisien dan praktis. Hal ini kemudian membuat keberadaan hunian vertikal semakin menjamur di kota-kota besar Indonesia, khususnya Jakarta dan kota penyangganya. Terdapat sejumlah alasan yang membuat generasi muda condong lebih memilih apartemen dibandingkan rumah tapak sebagai tempat tinggal,” ujarnya.
Merespon tren ini, PT Jaya Real Property, Tbk., (JRP) melalui Apartemen Emerald Bintaro hadir sebagai jawaban akan kebutuhan masyarakat, khususnya kaum milenial .
Apartemen Emerald Bintaro merupakan kawasan Kondominium yang dikembangkan oleh PT Jaya Real Property, Tbk. sesuai dengan preferensi dan gaya hidup generasi milenial .
Dilengkapi dengan kemudahan akses melalui fasilitas free shuttle bus, Apartemen Emerald Bintaro terhubung dengan Bintaro Jaya Xchange – kawasan superblok yang terdiri dari beragam fasilitas di Bintaro seperti hotel DoubleTree by Hilton, lapangan basket BXhoops, icerink BXrink, rekreasi & entertainment berupa oceanarium bernama BXsea, BXc Park (taman outdoor), dan Sunken Plaza yang menjadi akses tunnel penghubung antara Bintaro Jaya Xchange dan Stasiun Jurangmangu dan halte bus pengumpan menuju stasiun MRT Fatmawati dan Transjakarta.
Berada di dalam Kota Mandiri Bintaro Jaya, Apartemen Emerald Bintaro memiliki akses langsung menuju pintu tol Pondok Ranji dan Parigi, dimana Bandara Soekarno-Hatta dapat diakses dalam waktu 15 menit. Fasilitas lainnya seperti pusat perbelanjaan, perkantoran, edukasi, entertainment, kesehatan dan pendidikan terkemuka pun bisa dicapai dengan cepat dan mudah karena jaraknya berada dalam radius 3 kilometer.
Setelah diperkenalkan pertama kali kepada masyarakat modern Ibukota yang mendapatkan sambutan yang cukup baik, Apartement Emerald Bintaro dikelilingi oleh fasilitas lengkap mulai dari Gedung Parkir, ruang multifungsi, Children Playground, Swimming Pool, BBQ area, Outdoor Gym, Jogging Track, dan area komersil yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan penghuninya.
Sejak memulai konstruksi pada Maret 2023 yang lalu, Tower C Apartemen Emerald Bintaro yang telah melalui fase topping off pada Juni 2024.
Diketahui , fasilitas kawasan Apartemen Emerald Bintaro terus berkembang, mulai dari Tahun 2015 dengan dimulainya pengembangan Tower A, Tower B, hingga kini Tower C yang dibangun dengan luas konstruksi 21.883 m2 dengan jumlah hunian 598 unit.
Selain progress pembangunan Tower C yang telah mencapai fase Topping Off, Taman Teduh hadir sebagai fasilitas terbaru dari Apartemen Emerald Bintaro.
“Taman Teduh, merupakan fasilitas unik yang hanya ada di Apartemen Emerald Bintaro sebagai ruang terbuka yang memberikan wadah bagi berbagai generasi penghuninya. Taman Teduh yang terbagi menjadi 3 area Ceria Pagi, Imaji Muda dan Kala Senja sebagai fasilitas pendukung untuk meningkatkan kualitas hidup serta kenyamanan penghuni,”katanya.
Tonny Prasetyo selaku Manager Unit Bintaro Plaza Residences dan Apartemen Emerald Bintaro merasa gembira PT Jaya Real Property, Tbk. dapat terus berinovasi dan membuktikan kiprahnya di industri properti Indonesia dengan menghadirkan hunian vertikal yang ditandai dengan digelarnya Topping Off Tower C.
“Sejak awal peluncurannya, Tower C Emerald Bintaro ini sudah terjual sampai 80 % dikarenakan tingginya minat dan permintaan masyarakat. Hal ini selaras dengan histori Tower A dan Tower B yang juga terjual dalam kurun waktu yang terbilang singkat. Berbekal pengalaman, kami percaya kehadiran Tower C Emerald Bintaro merupakan proyek apartemen berkelas dan berkualitas”, ungkap Tonny.
Ditambahkannya, bahwa Apartemen Emerald Bintaro Tower C dilengkapi dengan type Studio & 2 Bedroom sehingga setiap unitnya dapat mengakomodir kebutuhan ruang bagi para pemiliknya.
“Saat ini Apartemen Emerald Bintaro juga sudah memiliki akta pertelaan Tangerang Selatan sehingga tinggal satu tahap lagi untuk mendapatkan sertifikat Hak Milik Satuan Rumah Susun (SHMSRS),” ujarnya.
Editor: Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News