#30 tag 24jam
Sritex (SRIL) Diputus Pailit, Tim Kurator Segera Gelar Rapat Kreditur
Para kreditur Sritex (SRIL) diminta mengajukan surat tagihan kepada tim kurator sebelum 25 November 2024. [804] url asal
#sritex #sritex-pailit #utang-sritex #utang-jangka-panjang-sritex #utang-bank-sritex #utang-sritex-bca #sri-rejeki-isman #sril #tim-kurator-sritex #kreditur-sritex #rapat-kreditur-sritex #perkara-kepai
(Bisnis.Com - Market) 29/10/24 14:09
v/17153397/
Bisnis.com, JAKARTA — Rapat kreditur pertama sebagai tindak lanjut putusan pailit terhadap PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL) dan sejumlah anak usahanya akan dilakanakan pada 13 November 2024. Para kreditur SRIL diminta mengajukan surat tagihan kepada tim kurator.
Mengutip pengumuman putusan pailit PT Sri Rejeki Isman Tbk. atau Sritex, PT Sinar Pantja Djaja, PT Bintratex Industries, dan PT Primayudha Mandirijaya,Pengadilan Negeri (PN) Niaga Semarang mengangkat Haruno Patriadi sebagai Hakim Pengawas dalam proses kepailitan ini.
Selanjutnya, PN Niaga Semarang juga mengangkat empat orang sebagai kurator yang akan melakukan pengurusan dan pemberesan dalam proses kepalilitan Sritex dan tiga anak usahanya. Tim kurator tersebut terdiri atas Denny Ardiansyah, Nur Hidayat, Fajar Romy Gumilar, dan Nurma Candra Yani Sadikin.
Berdasarkan penetapan hakim pengawas No.2/Pdt.Sus-Homologasi/2024/PN Niaga Smg tertanggal 24 Oktober 2024, tiga agenda disusun sebagai tindak lanjut proses kepailitan Sritex dan tiga anak usahanya.
Pertama, rapat kreditur pertama akan dilaksanakan pada Rabu, 13 November 2024 pukul 10.00, di ruang rapat kreditor Pengadilan Niaga PN Semarang, Jl. Siliwangi No.512, Semarang.
Kedua, batas akhir pengajuan tagihan kreditor dan kantor pajak pada Senin, 25 November 2024 pukul 17.00 WIB, di kantor sekretariat Tim Kurator.
“Berdasarkan pasal 115 ayat (1) UU No.37/2024 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang, mohon kepada kreditor mengajukan surat tagihan ataupun bukti tertulis lainnya yang menunjukkan sifat dan jumlah piutang kepada Tim Kurator melalui website www.timkuratorsritex.com sebelum batas akhir pengajuan tagihan,” tulis pengumuman Tim Kurator, dikutip Selasa (29/10/2024).
Selain melalui website, kreditur Sritex dan anak-anak usahanya juga dapat mengajukan surat tagihan dan dokumen-dokumen fisik ke kantor Sekretariat Tim Kurator yang beralamat di Nurma Sadikin & Partners, South Quarter Tower B, Lantai 18, Jl. R.A. Kartini No. Kav.8, Cilandak Barat, Jakarta Selatan.
Ketiga, rapat pencocokan piutang kreditur dan kantor pajak (verifikasi piutang) akan digelar pada Senin, 16 Desember 2024 pukul 10.00 WIB di ruang rapat kreditor Pengadilan Niaga PN Semarang Jl. Siliwangi No.512, Semarang.
Hingga Juni 2024, SRIL tercatat memiliki total liabilitas US$1,59 miliar. Jumlah itu terdiri atas liabilitas jangka pendek US$131,41 juta dan liabilitas jangka panjang US$1,46 miliar.
Sritex tercatat memiliki utang usaha jangka pendek kepada pihak ketiga US$55,77 juta dan utang usaha jangka panjang kepada pihak berelasi US$75,71 juta.
Setelah adanya putusan pailit, SRIL masih memiliki sisa utang sebesar Rp101,3 miliar kepada PT Indo Bharat Rayon atau 0,38% dari total liabilitas SRIL per 30 Juni 2024.
Adapun, hingga Juni 2024, SRIL tercatat memiliki utang bank jangka pendek US$11,36 juta dan utang bank jangka panjang US$809,99 juta.
Berikut detail utang bank jangka panjang SRIL per Juni 2024:
Pinjaman eks-sindikasi: US$232.447.347
PT Bank Central Asia Tbk: US$71.309.579
State Bank of India, Singapore Branch: US$43.887.212
PT Bank QNB Indonesia Tbk: US$36.939.772
Citibank N.A., Indonesia: US$35.826.893
PT Bank Mizuho Indonesia: US$33.709.712
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk: US$33.270.249
PT Bank Muamalat Indonesia: US$25.450.705
PT Bank CIMB Niaga Tbk: US$25.339.237
PT Bank Maybank Indonesia Tbk US$25.164.698
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah US$24.202.906
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk US$23.807.159
Bank of China (Hong Kong) Limited US$21.775.733
PT Bank KEB Hana Indonesia US$21.531.883
Taipei Fubon Commercial Bank Co., Ltd. US$20.000.000
Woori Bank Singapore Branch US$19.870.626
Standard Chartered Bank US$19.570.364
PT Bank DBS Indonesia US$18.238.794
PT Bank Permata Tbk US$16.707.929
PT Bank China Construction Indonesia Tbk: US$14.912.809
PT Bank DKI: US$9.130.513
Bank Emirates NBD: US$9.014.852
ICICI Bank Ltd., Singapore Branch: US$6.969.549
PT Bank CTBC Indonesia: US$6.950.110
Deutsche Bank AG: US$6.821.059
PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk: US$4.970.936
PT Bank Danamon Indonesia Tbk: US$4.519.559
PT Bank SBI Indonesia: US$4.380.982
MUFG Bank, Ltd.: US$23.777.834
Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun:
PT Bank Central Asia Tbk (US$4.437.059)
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (US$415.551)
PT Bank Muamalat Indonesia (US$315.428)
PT Bank CIMB Niaga Tbk (US$309.854)
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (US$302.450)
PT Bank KEB Hana Indonesia (US$255.693 )
Bank of China (Hong Kong) Limited (US$253.893 )
PT Bank Permata Tbk (US$208.685 )
PT Bank DKI (US$113.430 )
PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (US$58.288 )
PT Bank Danamon Indonesia Tbk (US$56.450 )
Daftar Panjang Bank Pemberi Utang Sritex (SRIL), Ada Bank BUMN hingga Asing
Berdasarkan laporan keuangan Sritex per Juni 2024, terdapat sejumlah perbankan yang menjadi kreditur utang jangka panjang, dari bank BUMN, swasta, hingga asing. [881] url asal
#sritex #sritex-pailit #utang-sritex #utang-jangka-panjang-sritex #utang-bank-sritex #utang-sritex-bca #sri-rejeki-isman #sril
(Bisnis.Com - Finansial) 28/10/24 14:10
v/17101784/
Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan tekstil PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL) atau Sritex telah ditetapkan pailit oleh Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Niaga Semarang. Tercatat beberapa bank menjadi pemberi utang jangka panjang Sritex.
Penetapan pailit ini keluar usai salah satu kreditor, yaitu PT Indo Bharat Rayon meminta pembatalan homologasi dan dikabulkan oleh majelis hakim.
Adapun, berdasarkan laporan keuangan Sritex per Juni 2024, terdapat sejumlah perbankan yang menjadi kreditur utang jangka panjang. Tepatnya, 28 bank yang terdiri dari bank BUMN, swasta, hingga asing.
Nilai total utang bank jangka panjang SRIL mencapai US$816,72 juta atau sekitar Rp12,82 triliun (asumsi kurs Rp15.700 per 1 dolar AS). Nilai ini menurun dibandingkan dengan posisi akhir Desember 2023 yang sebesar US$863,43 juta
Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun, nilai utang bank tersebut menjadi US$809,99 juta per Juni 2024 atau sekitar Rp12,72 triliun. Nilai ini juga lebih rendah dari akhir lalu yang sebesar US$858,05 juta.
SRIL juga melaporkan utang obligasi US$375 juta (Rp6,14 triliun). Juga terdapat utang ke pemegang saham US$7,13 juta. Berikut detail utang bank jangka panjang Sritex:
Utang jangka panjang SRIL per Juni 2024 (US$):
- Pinjaman eks-sindikasi: US$232.447.347
- PT Bank Central Asia Tbk: US$71.309.579
- State Bank of India, Singapore Branch: US$43.887.212
- PT Bank QNB Indonesia Tbk: US$36.939.772
- Citibank N.A., Indonesia: US$35.826.893
- PT Bank Mizuho Indonesia: US$33.709.712
- PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk: US$33.270.249
- PT Bank Muamalat Indonesia: US$25.450.705
- PT Bank CIMB Niaga Tbk: US$25.339.237
- PT Bank Maybank Indonesia Tbk US$25.164.698
- PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah US$24.202.906
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk US$23.807.159
- Bank of China (Hong Kong) Limited US$21.775.733
- PT Bank KEB Hana Indonesia US$21.531.883
- Taipei Fubon Commercial Bank Co., Ltd. US$20.000.000
- Woori Bank Singapore Branch US$19.870.626
- Standard Chartered Bank US$19.570.364
- PT Bank DBS Indonesia US$18.238.794
- PT Bank Permata Tbk US$16.707.929
- PT Bank China Construction Indonesia Tbk: US$14.912.809
- PT Bank DKI: US$9.130.513
- Bank Emirates NBD: US$9.014.852
- ICICI Bank Ltd., Singapore Branch: US$6.969.549
- PT Bank CTBC Indonesia: US$6.950.110
- Deutsche Bank AG: US$6.821.059
- PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk: US$4.970.936
- PT Bank Danamon Indonesia Tbk: US$4.519.559
- PT Bank SBI Indonesia: US$4.380.982
- MUFG Bank, Ltd.: US$23.777.834
Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun:
- PT Bank Central Asia Tbk (US$4.437.059)
- PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (US$415.551)
- PT Bank Muamalat Indonesia (US$315.428)
- PT Bank CIMB Niaga Tbk (US$309.854)
- PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (US$302.450)
- PT Bank KEB Hana Indonesia (US$255.693 )
- Bank of China (Hong Kong) Limited (US$253.893 )
- PT Bank Permata Tbk (US$208.685 )
- PT Bank DKI (US$113.430 )
- PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (US$58.288 )
- PT Bank Danamon Indonesia Tbk (US$56.450 )
Tanggapan BCA sebagai Pemberi Pinjaman Bank Terbesar
BCA pun memberikan pernyataan terkait dengan penetapan pailit Sritex oleh Pengadilan Niaga Negeri Semarang pada 21 Oktober 2024. Dari daftar di atas, BCA menjadi kreditur bank terbesar Sritex dengan nilai US$71.309.579.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan perseroan menghormati proses dan putusan hukum dari Pengadilan Niaga tersebut.
"BCA juga menghargai langkah hukum kasasi yang sedang diajukan oleh debitur yang bersangkutan," ujarnya melalui keterangan resmi, dikutip pada Senin (28/10/2024).
Selain itu, Hera menyampaikan BCA terbuka untuk berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait, termasuk dengan pihak kurator yang ditunjuk oleh pihak pengadilan dalam rangka mencapai solusi dan/atau penyelesaian terbaik bagi debitur dan seluruh kreditur yang ada.

Nasabah melakukan transaksi di kantor cabang utama (KCU) BCA di Jakarta, Senin (24/6/2024). Bisnis/Himawan L Nugraha
Sebagai informasi, per akhir September 2024, rasio kredit berisiko (loan at risk/LaR) BBCA mencapai 6,1%. Angka ini membaik dibandingkan dengan posisi periode yang sama tahun lalu, sebesar 7,9%.
Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) juga berada pada tingkat terjaga sebesar 2,1%. "Sedangkan pencadangan LaR dan NPL ada pada tingkat yang memadai, masing-masing 73,5% dan 193,9%," jelas Hera.
Adapun, dalam keterbukaan kepada Bursa, Direktur Keuangan SRIL Welly Salam perseroan masih memiliki utang Rp101,3 miliar ke Indo Bharat Rayon.
"Saat ini perseroan bersama-sama dengan PT Sinar Panta Djaja, PT Primayudha Mandirijaya, dan PT Bitratex Industries (Grup Sritex) telah menunjuk kuasa hukum dari kantor hukum Aji Wijaya & Co, yang akan mendampingi serta mewakili Grup Sritex dalam melakukan upaya hukum kasasi terhadap putusan pembatalan homologasi," tulis Welly Salam, Direktur Keuangan SRIL kepada Bursa pada Jumat (25/10/2024).
SRIL juga masih mencatatkan rugi neto sebesar US$25,73 juta per akhir Juni 2024. Manajemen SRIL menjelaskan kondisi ini mengindikasikan adanya suatu ketidakpastian material yang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas usaha Sritex untuk mempertahankan kelangsungan usahanya.
Manajemen pun menyampaikan untuk menghadapi kondisi ini, Sritex fokus pada upaya meningkatkan penjualan dan efisiensi biaya produksi, dan mengambil langkah seperti pengurangan karyawan secara berkala hingga 2025, pengembangan produk dengan nilai tambah tinggi, peningkatan kualitas dan produktivitas SDM, serta efisiensi biaya.
Sritex (SRIL) Pailit, BCA (BBCA) Hormati Proses Hukum
BCA (BBCA) memberikan pernyataan resmi terkait dengan penetapan pailit Sri Rejeki Isman atau Sritex (SRIL), di mana BCA menjadi salah satu krediturnya. [825] url asal
#sritex #sritex-pailit #utang-sritex #bca #bbca #kredit-bca-sritex #utang-sritex-bca #sri-rejeki-isman #sril
(Bisnis.Com - Finansial) 28/10/24 08:49
v/17089641/
Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) memberikan pernyataan terkait dengan penetapan pailit perusahaan tekstil PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL) atau Sritex oleh Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang 21 Oktober 2024.
Penetapan pailit ini keluar usai salah satu kreditor, yaitu PT Indo Bharat Rayon meminta pembatalan homologasi dan dikabulkan oleh majelis hakim.
Berdasarkan laporan keuangan Sritex, per Juni 2024, terdapat sejumlah perbankan yang menjadi kreditur perseroan.
Dalam laporan keuangannya, SRIL mencatat memiliki utang ke BCA sebesar US$11,36 juta untuk jangka pendek. Dengan kurs Rp1 sama dengan US$0,000061, nilai utang ini setara Rp186,36 miliar.
Disebutkan jaminan atas pinjaman ini adalah negative pledge untuk semua aset (grup). Selanjutnya, untuk utang jangka panjang, SRIL menarik pinjaman US$71,3 juta atau setara Rp1,16 triliun dari BCA.
Menanggapi penetapan pailit Sritex, BCA melalui EVP Corporate Communication & Social Responsibility Hera F. Haryn, mengatakan BCA menghormati proses dan putusan hukum dari Pengadilan Niaga tersebut.
"BCA juga menghargai langkah hukum kasasi yang sedang diajukan oleh debitur yang bersangkutan," ujarnya melalui keterangan resmi, dikutip pada Senin (28/10/2024).
Selain itu, Hera menyampaikan BCA terbuka untuk berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait, termasuk dengan pihak kurator yang ditunjuk oleh pihak pengadilan dalam rangka mencapai solusi dan/atau penyelesaian terbaik bagi debitur dan seluruh kreditur yang ada.
Sebagai informasi, per akhir September 2024, rasio kredit berisiko (loan at risk/LaR) BBCA mencapai 6,1%. Angka ini membaik dibandingkan dengan posisi periode yang sama tahun lalu, sebesar 7,9%.
Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) juga berada pada tingkat terjaga sebesar 2,1%. "Sedangkan pencadangan LaR dan NPL ada pada tingkat yang memadai, masing-masing 73,5% dan 193,9%," jelas Hera.
Sementara itu, dalam keterbukaan kepada Bursa, Direktur Keuangan SRIL Welly Salam perseroan masih memiliki utang Rp101,3 miliar ke Indo Bharat Rayon.
"Saat ini perseroan bersama-sama dengan PT Sinar Panta Djaja, PT Primayudha Mandirijaya, dan PT Bitratex Industries (Grup Sritex) telah menunjuk kuasa hukum dari kantor hukum Aji Wijaya & Co, yang akan mendampingi serta mewakili Grup Sritex dalam melakukan upaya hukum kasasi terhadap putusan pembatalan homologasi," tulis Welly Salam, Direktur Keuangan SRIL kepada Bursa pada Jumat (25/10/2024).
SRIL juga masih mencatatkan rugi neto sebesar US$25,73 juta per akhir Juni 2024. Manajemen SRIL menjelaskan kondisi ini mengindikasikan adanya suatu ketidakpastian material yang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas usaha Sritex untuk mempertahankan kelangsungan usahanya.
Manajemen pun menyampaikan untuk menghadapi kondisi ini, Sritex fokus pada upaya meningkatkan penjualan dan efisiensi biaya produksi, dan mengambil langkah seperti pengurangan karyawan secara berkala hingga 2025, pengembangan produk dengan nilai tambah tinggi, peningkatan kualitas dan produktivitas SDM, serta efisiensi biaya.
Selain ke BCA, utang SRIL juga ada yang berbentuk jangka panjang ke bank lainnya. Total seluruhnya, termasuk BCA, mencapai US$809,99 juta atau setara Rp13,27 triliun. SRIL juga melaporkan utang obligasi US$375 juta (Rp6,14 triliun). Juga terdapat utang ke pemegang saham US$7,13 juta. Berikut detailnya:
Utang jangka panjang SRIL per Juni 2024 (US$):
- Pinjaman eks-sindikasi: US$232.447.347
- PT Bank Central Asia Tbk: US$71.309.579
- State Bank of India, Singapore Branch: US$43.887.212
- PT Bank QNB Indonesia Tbk: US$36.939.772
- Citibank N.A., Indonesia: US$35.826.893
- PT Bank Mizuho Indonesia: US$33.709.712
- PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk: US$33.270.249
- PT Bank Muamalat Indonesia: US$25.450.705
- PT Bank CIMB Niaga Tbk: US$25.339.237
- PT Bank Maybank Indonesia Tbk US$25.164.698
- PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah US$24.202.906
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk US$23.807.159
- Bank of China (Hong Kong) Limited US$21.775.733
- PT Bank KEB Hana Indonesia US$21.531.883
- Taipei Fubon Commercial Bank Co., Ltd. US$20.000.000
- Woori Bank Singapore Branch US$19.870.626
- Standard Chartered Bank US$19.570.364
- PT Bank DBS Indonesia US$18.238.794
- PT Bank Permata Tbk US$16.707.929
- PT Bank China Construction Indonesia Tbk: US$14.912.809
- PT Bank DKI: US$9.130.513
- Bank Emirates NBD: US$9.014.852
- ICICI Bank Ltd., Singapore Branch: US$6.969.549
- PT Bank CTBC Indonesia: US$6.950.110
- Deutsche Bank AG: US$6.821.059
- PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk: US$4.970.936
- PT Bank Danamon Indonesia Tbk: US$4.519.559
- PT Bank SBI Indonesia: US$4.380.982
- MUFG Bank, Ltd.: US$23.777.834
Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun:
- PT Bank Central Asia Tbk (US$4.437.059 )
- PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (US$415.551 )
- PT Bank Muamalat Indonesia (US$315.428)
- PT Bank CIMB Niaga Tbk (US$309.854)
- PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (US$302.450)
- PT Bank KEB Hana Indonesia (US$255.693 )
- Bank of China (Hong Kong) Limited (US$253.893 )
- PT Bank Permata Tbk (US$208.685 )
- PT Bank DKI (US$113.430 )
- PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (US$58.288 )
- PT Bank Danamon Indonesia Tbk (US$56.450 )