#30 tag 24jam
Pakar Prediksi Smartphone Punah Tahun 2030, Berikut Alasannya
Sejumlah pakar dan bos-bos perusahaan teknologi dunia memprediksi smartphone akan segera usang pada 2030. Simak alasannya. [679] url asal
#smartphone #kacamata-pintar #augmented-reality #virtual-reality #hp #handphone #meta #neuralink #elon-musk #mark-zuckerberg
(CNN Indonesia) 25/10/24 07:32
v/16959774/
Ahli memprediksi smartphone akan segera punah dan digantikan dengan teknologi baru dalam waktu dekat. Apa alasannya?
Profesor futuris dan strategis terkenal di dunia, Alexander Manu, dalam sebuah wawancara pada November 2023, mengatakan setiap teknologi pada dasarnya adalah jembatan menuju teknologi berikutnya.
"Setiap beberapa tahun, kita memiliki sesuatu yang disebut 'awal dari akhir' di mana setiap orang memiliki segalanya untuk bergerak ke tingkat berikutnya. Di manakah mesin faks kami? Telepon rumah kita?" kata Manu, mengutip CNBC.
Ia mencontohkan bagaimana perkembangan teknologi semakin cepat dan membuat sesuatu yang sebelumnya disebut 'inovasi' bisa menghilang dengan cepat.
Misalnya, istilah 'selfie' belum dikenal sampai tahun 2013. Ketika orang-orang mulai mengenal istilah itu, tongkat selfie yang di Indonesia lebih dikenal sebagai 'tongkat narsis' atau tongsis merupakan salah satu inovasi terbaik pada tahun 2014. Namun, nasibnya juga tak bertahan lama, sehingga saat ini banyak orang yang mulai meninggalkannya.
"Orang-orang di tahun 80-an harus mendesain ulang kantor untuk mengakomodasi komputer karena kami harus memproses kata-kata dan kemudian memfotokopi kata-kata yang telah diproses tersebut atau menyimpan datanya dalam sebuah disk drive," jelas Manu.
"Semua barang ini dijual di Staples [perusahaan ritel peralatan kantor] atau Business Depot namanya. Bagian-bagian itu tidak ada lagi di toko. Anda memiliki pemindai, printer, mesin faks, dan kemudian semuanya menghilang," tambahnya.
Pekka Lundmark, dalam pidatonya di World Economic Forum tahun 2022, meyakini perubahan di bidang teknologi dapat terjadi pada tahun 2030. Ia menilai dengan kehadiran akses internet 6G konsep smartphone akan menjadi usang.
"Ketika itu terjadi, smartphone yang kita kenal saat ini tidak akan menjadi antarmuka yang paling umum. Banyak dari benda-benda ini akan dibangun langsung ke dalam tubuh kita," kata Lundmark.
Yann LeCun, Kepala Ilmuwan kecerdasan buatan (AI) Meta, juga berpendapat bahwa perangkat genggam saat ini akan segera usang. Menurut dia masa depan komputasi mobile akan didorong oleh kacamata augmented reality (AR).
"Jadi, komputer akan tetap berada di saku kita, tetapi kita akan berbicara dengan kacamata kita, atau kacamata akan menampilkan konten yang akan dilapiskan pada dunia nyata," jelas LeCun.
"Jika Anda pergi ke negara asing, Anda tidak bisa berbicara bahasanya, Anda akan melihat sebuah tanda. Tanda tersebut akan diterjemahkan secara otomatis dan ditampilkan di kacamata augmented reality Anda," lanjutnya.
Dua bos perusahaan teknologi raksasa, Elon Musk dan Mark Zuckerberg, kompak menyebut smartphone akan segera punah.
Zuckerberg selaku CEO Meta berbicara tentang kacamata pintar yang akan menggantikan ponsel dalam waktu dekat. Di acara Meta Connect, ia memprediksi bahwa miliaran orang yang saat ini menggunakan kacamata biasa akan beralih ke kacamata pintar.
"Sama seperti semua orang yang beralih ke telepon pintar, saya pikir semua orang yang berkacamata akan segera beralih ke kacamata pintar dalam dekade berikutnya." tutur Zuckerberg, mengutip Forbes.
"Dan kemudian saya pikir hal itu akan menjadi sangat berharga, dan banyak orang lain yang tidak memakai kacamata akan mulai memakainya juga," imbuhnya.
Kacamata yang dibekali dengan teknologi AR dan kecerdasan buatan ini diproyeksikan menjadi pintu gerbang utama ke dunia digital dan menggantikan ketergantungan umat manusia pada layar ponsel.
Zuckerberg menunjukkan Meta telah berinvestasi besar-besaran dalam pengembangan perangkat keras terhubung, termasuk kacamata pintar Ray-Ban yang ditenagai oleh AI. Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk terus terhubung dengan dunia digital tanpa harus melihat layar ponsel atau smartwatch.
Menurut Zuckerberg, kacamata pintar akan memberikan pengalaman komputasi yang selalu aktif sehingga memungkinkan interaksi yang lebih alami dengan dunia digital.
Sementara, Musk memprediksi smartphone mungkin akan jadi barang usang di masa depan. Ia mengatakan teknologi baru seperti chip otak ala Neuralink, perusahaan implan otak milik Musk, akan menggantikan fungsi ponsel yang selama ini mendominasi kehidupan digital manusia.
Menurut dia manusia akan menggunakan Neuralink, sebuah chip otak yang memungkinkan orang mengendalikan perangkat dengan pikiran.
Dalam sebuah cuitan di X (sebelumnya Twitter) Musk menanggapi gambar buatan AI tentang dirinya yang memegang ponsel dengan desain jaringan saraf di dahinya. Musk menyebut teknologi seperti Neuralink akan sepenuhnya menggantikan kebutuhan kita akan ponsel.
"Di masa depan, tidak akan ada telepon, hanya Neuralinks," tulis Musk di X, beberapa waktu lalu.
Neuralink, perusahaan neuroteknologi yang didirikan oleh Musk baru saja mencapai pencapaian penting. Mereka berhasil menanamkan chip otak ke manusia untuk pertama kalinya.
Permudah Rekomendasi Skincare ke Konsumen dengan Inovasi AI
Solusi AI Skin Analysis yang dapat membantu menganalisis masalah kulit konsumen dengan akurasi lebih tinggi. [533] url asal
#augmented-reality #virtual-reality #artificial-intelligence #perfect-corp
(MedCom) 14/10/24 12:08
v/16449809/
Jakarta: Semakin hari, kesadaran masyarakat Indonesia, baik perempuan maupun laki-laki, untuk merawat wajah semakin meningkat. Namun, peningkatan ini tidak sebanding dengan pemahaman konsumen terhadap perawatan kulit yang sesuai dengan jenis dan masalah kulit. Akibatnya perawatan kulit yang dilakukan seringkali tidak memberi hasil yang sesuai dengan harapan.Kondisi ini bisa terlihat dari bagaimana perempuan Indonesia masih mengandalkan rekomendasi teman, keluarga, bahkan influencer di media sosial dalam mencari produk skincare yang cocok untuk kulit wajahnya. Ini terlihat dari laporan ZAP Beauty Index 2024 yang memiliki responden 9.000 orang perempuan Indonesia.
Hasil surveinya menyatakan bahwa 76,4% respondennya mencari informasi tentang produk kecantikan melalui Instagram. Tak hanya itu, 49,6% respondennya terpengaruh oleh hasil review yang ramai di media sosial yang pernah melakukan perawatan di klinik kecantikan, diikuti oleh pengaruh teman (42,8%) dan keluarga (23,2%).
Kurangnya pemahaman masyarakat tentang jenis dan masalah kulit mereka menjadi tantangan bagi brand dan peritel produk skincare dalam memberi rekomendasi produk kecantikan yang sesuai dengan kebutuhan kulit konsumen.
Perfect Corp., penyedia teknologi kecantikan dan fesyen AI (artificial intelligence) dan AR (augmented reality) serta pengembang solusi 'Beautiful AI’, menghadirkan solusi AI Skin Analysis yang dapat membantu menganalisis masalah kulit konsumen dengan akurasi lebih tinggi.
Mereka juga mengumumkan hadirnya AI Skincare Product Recommendation sebagai pengembangan dari AI Skin Analysis. Perangkat AI ini membantu menyederhanakan, memperlancar, dan mempercepat proses persiapan dari brand kecantikan yang menggunakan AI Skin Analysis, karena secara otomatis dapat mengidentifikasi masalah kulit yang menjadi target dari setiap produk mereka.
Jika sebelumnya brand skincare yang menggunakan layanan AI Skin Analysis harus mengisi secara manual kondisi dan rekomendasi untuk setiap produk perawatan kulit yang mereka miliki di Perfect Console yang dinilai memakan waktu yang panjang.
Teknologi AI yang digunakan dapat dengan cerdas mengidentifikasi masalah kulit yang cocok dengan produk skincare berdasarkan data berupa nama produk, deskripsi, gambar, dan kategorinya. Ini membuat waktu yang dibutuhkan menjadi lebih singkat secara signifikan.
Brand dan peritel produk kecantikan juga dapat menggunakan AI Skincare Product Recommendation untuk menentukan dan menetapkan kategori produk-produk di katalog mereka yang sesuai dengan masalah kulit secara sekaligus.
Sebelumnya, penentuan dan penetapan produk ini sangat memakan waktu. Sekarang, yang harus dilakukan adalah mengklik tombol di Perfect Console, memeriksa hasil penentuan kategori, membuat perubahan akhir jika perlu, dan melanjutkan. Pengguna dapat menggunakan AI hingga 40 batch per minggunya.
Masih ada berbagai manfaat yang didapat brand kecantikan dan peritel yang menggunakan AI Skincare Product Recommendation. Pengguna Perfect Console yang tidak memiliki pengetahuan tentang produk skincare pun dapat dengan mudah menghasilkan rekomendasi produk perawatan kulit yang tepat.
Selain itu, perangkat ini juga mempercepat waktu rilis produk di pasar. Penggunaan teknologi AI untuk mengotomatiskan pekerjaan yang rutin juga membuat brand kecantikan dan peritel dapat memanfaatkan sumber daya untuk fokus merancang strategi dan inisiatif untuk pertumbuhan.
“Kami sangat senang dapat memperkenalkan AI Skincare Product Recommendation sebagai game changer bagi brand dan peritel produk perawatan kulit,” kata Alice Chang, Founder dan CEO Perfect Corp.
“Dengan membuat proses pengaturan menjadi otomatis, kami memangkas langkah-langkah yang membosankan dan memakan waktu sehingga brand dan peritel menjadi lebih berdaya. Komitmen kami untuk memanfaatkan teknologi AI dan AR tidak tergoyahkan, dan kami yakin perangkat ini akan semakin merevolusi pengalaman berbelanja produk perawatan kulit.”
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(MMI)
Canggih! Pertamina Patra Niaga Sosialisasi Tanggap Kebencanaan Pakai Virtual Reality
Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini menyasar siswa sekolah dasar, ibu hamil, dan penyandang disabilitas. [362] url asal
#pertamina #pertamina-patra-niaga #virtual-reality #tanggap-bencana #bencana
(MedCom - Ekonomi) 27/09/24 19:28
v/15635572/
Jakarta: PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) melalui Integrated Terminal Jakarta menyelenggarakan Kegiatan Edukasi Tanggap Kebencanaan menggunakan Virtual Reality (VR) di Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Koja, Kota Jakarta Utara. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini menyasar siswa sekolah dasar, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.Area Manager Communication, Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat Eko Kristiawan mengatakan bahwa dengan diselenggarakannya edukasi kebencanaan dengan media VR ini, diharapkan peserta dapat memperoleh pengetahuan praktis yang berguna dalam situasi darurat.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Jakarta dalam membekali masyarakat, khususnya kelompok rentan, dengan pengetahuan dan keterampilan yang dapat menyelamatkan nyawa saat terjadi bencana," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 27 September 2024.
Kegiatan edukasi yang dijalankan selama dua hari ini melibatkan lebih dari 50 siswa dari SD Negeri 01 Tugu Selatan pada hari pertama. Melalui media VR, para siswa mendapatkan edukasi mengenai hal-hal mendasar terkait ketika menghadapi potensi bencana, seperti mengenal titik evakuasi, benda-benda berbahaya yang harus dihindari, serta langkah-langkah yang harus dilakukan dalam situasi darurat.
"Dengan menggunakan teknologi VR memungkinkan siswa memahami materi kebencanaan dengan lebih efektif, berkat pengalaman visual yang interaktif. Selain itu sesi edukasi juga diselingi dengan kuis interaktif yang mana membuat acara semakin seru dan membantu memperkuat pemahaman siswa," ungkapnya.
| Baca juga: Upaya Pertamina Patra Niaga Bikin Kesejahteraan Sosial dan Lingkungan |
Selanjutnya di hari kedua, edukasi bagi ibu hamil dan penyandang disabilitas tuna rungu di Kelurahan Tugu Selatan. Edukasi bagi ibu hamil berfokus pada upaya menjaga keselamatan diri dan janin, sementara untuk penyandang tuna rungu, informasi disampaikan dengan metode yang telah disesuaikan. Penggunaan VR sebagai media edukasi dapat mempermudah peserta dalam memahami tindakan preventif.
Program edukasi ini tentunya juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta Kota dan Komunitas Berkelanjutan. Kesuksesan ini juga didukung oleh Kampung Siaga Bencana, sebagai mitra binaan PT Pertamina Patra Niaga, yang aktif memberikan edukasi terkait kesiapsiagaan dan mitigasi bencana, serta mendukung program tanggap darurat di wilayah Tugu Selatan.
"Kami berharap program edukasi ini tidak hanya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, tetapi juga mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan," tutup Eko.
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(END)
Augmented Reality Vs Virtual Reality: Apa Perbedaannya?
Perbedaan utama AR dan VR: AR menambah elemen digital ke dunia nyata, VR menggantikannya sepenuhnya. Halaman all [880] url asal
#augmented-reality #vr #virtual-reality #ar #perbedaan-augmented-reality-dan-virtual-reality
(Kompas.com) 10/08/24 13:35
v/14044923/
Di era teknologi yang semakin canggih, kita sering mendengar istilah Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR). Kedua teknologi ini membawa pengalaman baru yang mengesankan dalam berbagai bidang, mulai dari hiburan, pendidikan, hingga bisnis.
Namun, banyak orang masih bingung mengenai perbedaan antara AR dan VR. Apa sebenarnya yang membedakan keduanya? Selengkapnya berikut ini KompasTekno merangkum uraian mengenai penjelasan Augmented Reality Vs Virtual Reality dan perbedaannya.
Apa itu Augmented Reality?
Dilansir dari laman pcmag, Augmented Reality (AR) adalah teknologi yang menggabungkan dunia nyata dengan elemen-elemen digital yang ditampilkan secara visual.
Dengan menggunakan perangkat AR seperti smartphone, tablet, atau kacamata pintar, pengguna dapat melihat lingkungan sekitarnya yang telah ditambahkan dengan informasi digital, gambar, atau animasi. Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk melihat dan berinteraksi dengan elemen-elemen digital yang muncul di dunia nyata mereka.
AR menampilkan informasi digital di atas pandangan dunia nyata pengguna. Ini bisa berupa teks, gambar, video, atau objek 3D yang tampak seolah-olah berada di dunia nyata.
Kompas.com Pokemon GoMisalnya, aplikasi AR pada smartphone bisa menampilkan karakter animasi yang bergerak sesuai dengan pergerakan kamera. Ini memberikan pengalaman yang imersif dan interaktif, memperkaya cara kita berinteraksi dengan dunia di sekitar kita.
Beberapa perangkat yang mendukung AR termasuk smartphone, tablet, dan kacamata pintar seperti Microsoft HoloLens dan Google Glass. Perangkat ini menggunakan kamera dan sensor untuk melacak posisi dan pergerakan perangkat, lalu memproses dan menampilkan informasi digital yang sesuai dengan pandangan dunia nyata pengguna.
Hal ini memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan elemen digital dalam waktu nyata.
AR digunakan dalam berbagai bidang, termasuk gaming, pendidikan, perbelanjaan, dan navigasi. Dalam gaming, permainan seperti Pokemon Go menampilkan karakter di lingkungan nyata.
Jika dalam pendidikan, aplikasi AR dapat menampilkan model 3D dari konsep sains atau sejarah. Di bidang perbelanjaan, aplikasi AR memungkinkan pengguna mencoba produk seperti furnitur atau pakaian secara virtual sebelum membeli.
Sementara dalam navigasi, AR dapat menampilkan petunjuk arah langsung di atas pemandangan jalan, membantu pengguna menemukan jalan dengan lebih mudah.
Teknologi Augmented Reality membawa pengalaman interaktif yang kaya dengan menggabungkan dunia nyata dan digital.
Apa itu Virtual Reality?
Virtual Reality (VR) adalah teknologi yang menciptakan simulasi lingkungan yang imersif dan interaktif, di mana pengguna dapat merasakan dan berinteraksi dengan dunia digital seolah-olah mereka berada di dalamnya.
Dengan menggunakan perangkat khusus seperti headset VR, pengguna dapat melihat, mendengar, dan kadang-kadang merasakan lingkungan virtual yang dirancang oleh komputer.
Headset VR menampilkan gambar visual langsung di depan mata pengguna dan sering dilengkapi dengan sensor yang melacak gerakan kepala untuk mengubah perspektif sesuai dengan gerakan pengguna.
Dok. Unsplash/Billetto Editorial Ilustrasi melukis dengan virtual reality (VR).Kontroler digunakan untuk berinteraksi dengan lingkungan virtual, bisa berupa alat genggam yang melacak gerakan tangan atau sensor yang menangkap gerakan tubuh. Selain itu, sistem audio imersif memberikan suara tiga dimensi untuk meningkatkan rasa kehadiran dalam lingkungan virtual.
VR dapat digunakan dalam berbagai bidang, termasuk hiburan, di mana permainan video VR memungkinkan pemain merasakan seolah-olah mereka berada dalam dunia game.
Perbedaan Augmented Reality Vs Virtual Reality
Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) adalah dua teknologi yang sering disalahartikan sebagai hal yang sama, padahal keduanya memiliki perbedaan mendasar dalam cara kerjanya dan pengalaman yang ditawarkan kepada pengguna.
Augmented Reality (AR) adalah teknologi yang menggabungkan elemen digital dengan dunia nyata. Dengan AR, objek digital, gambar, atau informasi ditampilkan di atas pandangan pengguna terhadap lingkungan sekitarnya melalui perangkat seperti smartphone, tablet, atau kacamata AR khusus.
Contoh umum AR termasuk filter wajah pada aplikasi media sosial dan aplikasi navigasi yang menampilkan arah langsung di layar ponsel. AR tidak sepenuhnya menggantikan dunia nyata, melainkan menambah atau meningkatkan pengalaman dengan elemen digital yang dapat berinteraksi dengan dunia fisik.
Di sisi lain, Virtual Reality (VR) adalah teknologi yang sepenuhnya menggantikan dunia nyata dengan lingkungan digital yang imersif. Dengan menggunakan headset VR, pengguna dibawa ke dunia virtual yang dirancang oleh komputer, di mana mereka dapat berinteraksi dengan objek dan lingkungan yang tidak ada dalam kenyataan.
VR memblokir pandangan dan suara dari dunia nyata dan menggantinya dengan pengalaman digital sepenuhnya, menciptakan ilusi bahwa pengguna berada di tempat lain. Contoh penggunaan VR termasuk permainan video yang membuat pemain merasa berada di dalam game, simulasi pelatihan untuk pilot atau dokter, dan aplikasi tur virtual ke tempat-tempat jauh.
Secara ringkas, perbedaan utama antara AR dan VR adalah:
- AR menambahkan elemen digital ke dunia nyata, sedangkan VR menggantikan dunia nyata dengan lingkungan digital sepenuhnya.
- AR memungkinkan pengguna melihat dunia nyata dengan tambahan digital, sedangkan VR membuat pengguna sepenuhnya tenggelam dalam dunia digital yang terpisah dari dunia nyata.
- Perangkat AR biasanya berupa smartphone, tablet, atau kacamata khusus, sedangkan perangkat VR biasanya berupa headset yang menutupi mata dan telinga pengguna untuk menciptakan pengalaman imersif.
Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno.