#30 tag 24jam
BNBR turunkan liabilitas 38 persen di kuartal III 2024
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) berhasil menurunkan liabilitas sebesar 38 persen di kuartal III 2024 menjadi sebesar Rp2,75 triliun dibanding periode sama ... [476] url asal
#bnbr #anindya-novyan-bakrie #vktr
(Antara) 25/10/24 15:21
v/16978935/
dengan demikian Perseroan memiliki rasio utang yang lebih sehat, beban keuangan yang lebih ringan dan arus kas yang lebih kuat
Jakarta (ANTARA) - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) berhasil menurunkan liabilitas sebesar 38 persen di kuartal III 2024 menjadi sebesar Rp2,75 triliun dibanding periode sama tahun 2023 yang sebesar Rp4,44 triliun.
Perseroan juga mengalami kenaikan ekuitas sebesar 62,7 persen di kuartal III 2024 menjadi sebesar Rp 4,32 triliun dibanding periode sama di tahun sebelumnya yang sebesar Rp 2,66 triliun.
“Kami bersyukur karena dengan demikian Perseroan memiliki rasio utang yang lebih sehat, beban keuangan yang lebih ringan dan arus kas yang lebih kuat,” kata Direktur Utama & CEO PT Bakrie & Brothers Tbk, Anindya Novyan Bakrie dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Usai menerbitkan laporan keuangan kuartal III 2024, Anin mengatakan selain itu Perseroan juga menorehkan peningkatan net income secara signifikan pada kuartal III 2024 sebesar 416,8 persen dengan angka sebesar Rp636,27 miliar dibanding periode sama di tahun sebelumnya sebesar Rp123,12 miliar.
Meskipun terjadi penurunan pendapatan sebesar 11,6 persen dibanding periode sama di tahun sebelumnya, gross profit Perseroan tetap meningkatkan sebesar 6,8 persen dan operating profit meningkat sebesar 1 persen.
“Adanya kenaikan EBITDA dibanding periode yang lalu menunjukkan kinerja positif Perseroan, dan kenaikan net income secara signifikan sebagai dampak dari adanya pelepasan salah satu asset Perseroan yang digunakan untuk penyelesaian utang,” terang Anin.
Direktur Keuangan BNBR Roy Hendrajanto M. Sakti menambahkan, saat ini postur neraca Perseroan jauh lebih ramping dan sehat. Setelah sekian tahun proses restrukturisasi berlangsung, disusul dengan aksi korporasi kuasi reorganisasi yang telah efektif pada 22 Agustus 2024 lalu, dalam waktu dekat Perseroan juga akan menyelesaikan tahapan akhir aksi korporasi berupa private placement.
“Tentunya, untuk menjalankan private placement tersebut Perseroan akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa untuk meminta persetujuan para pemegang saham," kata Roy.
Saat ini, private placement konversi utang ini adalah yang terakhir dalam agenda Perseroan, karena dengan selesainya restrukturisasi utang ini, BNBR tidak lagi memiliki kewajiban jangka panjang material yang overdue.
Dengan penyelesaian aksi korporasi ini, rasio debt to assets Perseroan turun menjadi 39 persen dari 63 persen akhir tahun lalu. Sedangkan rasio debt to equity Perseroan juga turun signifikan menjadi 64 persen dari 167 persen pada akhir tahun 2023.
Per 30 September perseroan berhasil mencatatkan laba ditahan sebesar Rp636,3 miliar dari sebelumnya defisit Rp19,5 triliun yang telah berhasil dieliminasi lewat aksi korporasi kuasi reorganisasi.
Rangkaian aksi korporasi yang dilakukan selama ini telah terlihat membuahkan hasil yang positif, dan dalam waktu dekat akan tiba di tahap akhir restrukturisasi dimana hasilnya telah dapat tercermin di neraca Perseroan.
"Dapat dilihat neraca Perseroan memiliki struktur liabilitas dan ekuitas yang sangat baik. Setelah itu, Perseroan akan fokus memperkuat sisi operasional bisnis di seluruh sektor di unit usaha Perseroan, termasuk pengembangan bisnis baru di proyek-proyek strategis,” kata Roy.
Pewarta: Ahmad Wijaya
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2024
Pendapatan Emiten Bus Listrik Bakrie Terkontraksi, Ungkap Penyebabnya
Pendapatan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk mengalami kontraksi di kuartal III-2024, meski laba kotor meningkat. [373] url asal
#bus-listrik #vktr #pendapatan-emiten-bus-listrik-bakrie #tbk #ibu-kota-nusantara #kementerian-perindustrian #vktr-teknologi-mobilitas #ckd #bawah-group-bakrie #presiden #gaikindo #group-bakrie #gilarsi-w-setijo
(detikFinance - Bursa Valas) 25/10/24 09:13
v/16971785/
Jakarta - PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) mengumumkan laporan keuangan konsolidasi untuk kuartal III-2024 (3Q24). Perusahaan bus listrik di bawah Group Bakrie mengalami penurunan pendapatan.
Perusahaan mencatat pendapatan bersih sebesar Rp 646 miliar dari bisnis penjualan kendaraan bermotor listrik dan manufaktur suku cadang. Perseroan juga mencatat laba kotor sebesar Rp123 miliar dengan peningkatan marjin laba kotor.
Pendapatan bersih VKTR pada kuartal III-2024 itu tercatat mengalami kontraksi dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp891 miliar. Hal tersebut sesuai dengan data Gaikindo yang menunjukkan adanya pelemahan penjualan kendaraan niaga di Indonesia sebesar 21% sampai bulan September 2024. Namun demikian, pendapatan bersih tetap menunjukkan pertumbuhan yang stabil di setiap kuartalnya dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 7,9%.
Laba kotor mengalami penyusutan menjadi Rp 124 miliar dari Rp156 miliar pada periode kuartal III-2023. Namun demikian, marjin laba kotor meningkat dari 17,5% menjadi 19,1% pada periode ini, terutama karena efisiensi produksi di bidang manufaktur suku cadang dan kontribusi penjualan truck serta forklift.
"Perseroan mengalami pertumbuhan stabil di setiap quarter di tahun 2024, dan kami optimis pertumbuhan ini akan terus terjadi dengan semakin banyaknya pesanan dan purchase order untuk berbagai macam line up produk VKTR," ucap Presiden Direktur VKTR Gilarsi W. Setijono alam keterangannya, Jumat (25/10/2024).
Perusahaan pun membeberkan proyek yang berhasil diraih hingga akhir September 2024, Seperti tender Transjakarta via operator sebanyak 20 unit bus listrik 12meter Completely Knocked Down (CKD). Unit-unit tersebut ditargetkan serah terima kepada operator pada akhir tahun ini. Diharapkan, unit tambahan tersebut dapat memberikan kontribusi positif dalam penurunan emisi transportasi di Jakarta.
Di luar proyek Transjakarta, VKTR telah berhasil mengamankan beberapa Purchase Order (PO) dari instansi pemerintah dan perusahaan BUMN, termasuk unit Compactor, Dump Truck, dan Arm Roll Truck. Sampai saat ini, dua unit Compactor listrik pertama bahkan telah beroperasi di Ibu Kota Nusantara (IKN) sejak Agustus 2024.
Selain itu, Fasilitas Kendaraan Listrik Berbasis CKD yang sedang dibangun di Magelang, Jawa Tengah, telah mencapai 86% dan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2024. Fasilitas ini akan menjadi yang pertama di Indonesia yang mampu memproduksi chassis kendaraan listrik komersial dengan metode CKD. Pencapaian ini juga diakui oleh Kementerian Perindustrian karena tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang telah melebihi 40% untuk produk bus 12 meter.
(das/das)
BNBR tuntaskan proses kuasi reorganisasi
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mengumumkan bahwa proses Kuasi Reorganisasi (Kuasi) selesai dilakukan setelah seluruh rangkaian dilewati dengan baik ... [481] url asal
(Antara) 26/08/24 13:58
v/14753516/
Kini kami dapat fokus untuk menjalankan bisnis dengan catatan buku yang bersih untuk melangkah lebih baik ke depannya
Jakarta (ANTARA) - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mengumumkan bahwa proses Kuasi Reorganisasi (Kuasi) selesai dilakukan setelah seluruh rangkaian dilewati dengan baik dan diselesaikan sesuai tata cara dan prosedur berlaku.
Pemegang saham BNBR (Perseroan) telah menyatakan persetujuannya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada Jumat, 21 Juni 2024. Sampai berakhirnya jangka waktu pemberitahuan kepada kreditur Perseroan pada tanggal 21 Agustus 2024, tidak terdapat kreditur Perseroan yang melakukan sanggahan atau menyatakan keberatan terhadap rencana Perseroan terkait kuasi tersebut.
“Kini kami dapat fokus untuk menjalankan bisnis dengan catatan buku yang bersih untuk melangkah lebih baik ke depannya. BNBR terus berkomitmen memberikan nilai tambah yang optimal kepada para investor kami,” kata Direktur BNBR, Roy Hendrajanto M. Sakti dalam keterangan di Jakarta, Senin.
Pada tanggal 22 Agustus 2024, perseroan juga telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Menkumham) terkait aksi korporasi ini.
Persetujuan tersebut berdasarkan keputusan Menkumham No. AHU-0052501.AH.01.02. TAHUN 2024 tanggal 22 Agustus 2024 tentang Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas PT Bakrie & Brothers Tbk.
Dengan diperolehnya Persetujuan Menkumham tersebut maka pengurangan modal Perseroan sehubungan dengan Kuasi Reorganisasi Perseroan menjadi efektif.
Roy menambahkan proses Kuasi Reorganisasi yang dilakukan BNBR membutuhkan energi dan waktu yang panjang. Sebab, untuk melakukan Kuasi, BNBR harus melakukan pekerjaan yang kompleks dan sangat rinci yang berujung pada penyehatan neraca Perseroan.
Dengan komitmen, kerja keras, dan dukungan dari investor dan para pemangku kepentingan, proses Kuasi bisa berjalan lancar dan selesai tepat waktu.
Dia optimis, kinerja Perseroan di masa mendatang akan semakin membaik. “Dengan kinerja yang lebih baik, diharapkan Perseroan dapat memberikan nilai tambah kepada para pemangku kepentingannya dengan membagikan dividen bagi pemegang saham Perseroan sebagai salah satu wujud nyata komitmen kami tersebut,” kata Roy.
Melalui kuasi ini, BNBR berhasil menghapus defisit senilai Rp19,5 triliun. Defisit itu di antaranya berasal dari nilai akumulasi laba rugi (defisit) Perseroan pada periode 2011-2023.
Roy merinci terdapat lima tujuan dari Kuasi Reorganisasi yang dilaksanakan oleh Perseroan. Pertama, dengan aksi korporasi ini Perseroan dapat memulai awal yang baru (fresh start) dengan neraca keuangan yang menunjukkan saldo laba tanpa dibebani defisit masa lampau.
Kedua, memperbaiki struktur ekuitas Perseroan dengan mengeliminasi akumulasi rugi (defisit) dengan menggunakan komponen ekuitas lain seperti agio saham, selisih transaksi dengan pihak non pengendali dan penurunan modal saham.
Ketiga, dengan kondisi neraca keuangan yang menunjukkan nilai sekarang tanpa dibebani defisit masa lampau, Perseroan diharapkan akan lebih mudah memperoleh pendanaan, jika diperlukan, dalam rangka pengembangan usaha.
Keempat, dengan tidak adanya saldo defisit, maka akan dapat memberikan dampak positif bagi para pemegang saham karena Perseroan dapat membagi dividen sesuai dengan peraturan yang berlaku, termasuk Undang-undang Perseroan Terbatas (UUPT).
“Kelima, meningkatkan minat dan daya tarik investor untuk memiliki saham Perseroan, sehingga diharapkan juga akan meningkatkan likuiditas perdagangan saham Perseroan,” terangnya.
Pewarta: Ahmad Wijaya
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2024
Sosok Pavel Durov, dari VKontakte hingga Merintis Blockchain TON
Sosok Pavel Durov memang tokoh kontroversial, namun pendirian Telegram dan upaya sistem keuangan blockchain TON patut dipuji. [1,886] url asal
#kripto #pavel-durov #prancis #telegram #the-open-network #ton #toncoin
(BlockChain-Media) 25/08/24 15:47
v/14716730/
Sosok Pavel Durov memang sering dianggap sebagai tokoh kontroversial, namun kontribusinya dalam mengubah sistem komunikasi manusia melalui aplikasi Telegram dan usahanya dalam mendemokratisasikan sistem keuangan dengan memperkenalkan blockchain TON, menunjukkan dedikasi dan visinya yang patut diacungi jempol. Sabtu, 24 Agustus 2024 waktu setempat di Prancis ia diringkus.
Melalui inovasi-inovasinya, Durov telah membawa dampak signifikan dalam cara kita berkomunikasi dan bertransaksi di era digital, membuktikan bahwa ide-idenya tidak hanya menghadapi tantangan, tetapi juga menawarkan solusi yang revolusioner dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Pavel Valeryevich Durov, lahir pada 10 Oktober 1984, adalah seorang pengusaha teknologi kelahiran Rusia yang terkenal sebagai pendiri jejaring sosial VKontakte (VK) dan aplikasi pesan instan Telegram.
Sosok Pavel Durov sering dijuluki sebagai “Mark Zuckerberg-nya Rusia” karena perannya dalam mendirikan VK, yang menjadi jejaring media sosial terbesar di Rusia dan negara-negara berbahasa Rusia lainnya. Namun, perjalanan hidupnya jauh lebih rumit dari sekadar perbandingan tersebut.
Durov telah mengalami berbagai tantangan dan kontroversi, terutama terkait dengan komitmennya terhadap kebebasan berbicara dan privasi digital, yang membawanya meninggalkan tanah kelahirannya dan menjadi warga negara dunia dengan keyakinan kuat terhadap desentralisasi dan kebebasan internet.
Pavel Durov.Latar Belakang dan PendidikanPavel DurovPavel Durov lahir pada 10 Oktober 1984 di Leningrad, yang sekarang dikenal sebagai Saint Petersburg, Rusia. Ayahnya, Valery Durov, adalah seorang akademisi terkenal yang mengajar filologi di Universitas Negeri Saint Petersburg. Pendidikan adalah bagian penting dari masa kecil Pavel, dan ia dikenal sebagai anak yang sangat cerdas sejak dini. Pavel menghabiskan sebagian masa kecilnya di Turin, Italia, di mana ayahnya bekerja, sebelum kembali ke Rusia.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengahnya, Pavel melanjutkan studi di Universitas Negeri Saint Petersburg, di mana ia meraih gelar dalam filologi.
Selama masa kuliah, Pavel menunjukkan minat yang kuat dalam teknologi dan pemrograman. Ia bahkan pernah meretas sistem IT universitasnya untuk menggantikan pesan layar login dengan pesan yang mengkritik guru yang tidak disukainya.
Pendirian VKontaktePada tahun 2006, Pavel bersama saudaranya, Nikolai Durov, mendirikan VKontakte, yang kemudian menjadi VK. Pada awalnya, VK adalah platform yang sederhana, tetapi dengan cepat tumbuh menjadi jejaring sosial terbesar di Rusia, menawarkan berbagai fitur seperti pesan instan, berbagi foto dan video, serta permainan sosial. VK dengan cepat menjadi sangat popular, terutama di kalangan anak muda.
Sebagai pendiri dan CEO VK, Pavel Durov terkenal dengan pendekatannya yang tidak konvensional dan sering kali kontroversial. Ia menolak iklan besar-besaran di platform-nya dan sering kali menentang campur tangan pemerintah. Pada 2011, misalnya, ia menolak permintaan pemerintah Rusia untuk menutup halaman VK yang digunakan oleh kelompok oposisi politik selama protes besar-besaran di Rusia. Penolakannya ini membuatnya semakin terkenal, tetapi juga membuatnya berada dalam pengawasan ketat pihak berwenang.
Konflik dengan Pemerintah Rusia dan PengasinganKetegangan antara Durov dan pemerintah Rusia mencapai puncaknya pada 2014. Setelah beberapa tahun berselisih dengan pemerintah terkait dengan kebijakan VK yang pro-kebebasan berbicara, Durov dipaksa menjual sahamnya di perusahaan tersebut di bawah tekanan besar. Pada bulan April 2014, Durov mengumumkan bahwa ia telah dipecat sebagai CEO VK, dan dalam beberapa hari berikutnya, ia meninggalkan Rusia.
Keputusan Durov untuk meninggalkan Rusia sebagian besar didorong oleh penolakannya untuk mematuhi perintah pemerintah Rusia untuk menyerahkan data pribadi aktivis Ukraina yang menggunakan VK selama revolusi di Ukraina. Setelah meninggalkan Rusia, Durov menetap di berbagai negara, termasuk negara-negara di Eropa dan Asia, sebelum akhirnya memilih Dubai, Uni Emirat Arab, sebagai tempat tinggalnya.
Pendirian TelegramSetelah meninggalkan VK, Durov dengan cepat beralih ke proyek baru yang bahkan lebih ambisius: Telegram. Telegram didirikan pada tahun 2013 oleh Pavel dan saudaranya Nikolai, yang bertanggung jawab atas aspek teknis proyek. Telegram adalah aplikasi pesan instan yang berfokus pada privasi dan keamanan, dengan fitur-fitur seperti enkripsi end-to-end dan pesan yang dapat dimusnahkan secara otomatis.
Telegram dengan cepat mendapatkan popularitas, terutama di kalangan pengguna yang peduli dengan privasi. Aplikasi ini menjadi alat komunikasi penting bagi banyak aktivis, jurnalis, dan individu di negara-negara dengan kebebasan berbicara yang terbatas. Seiring berjalannya waktu, Telegram juga memperkenalkan fitur-fitur baru seperti channel, grup, dan bot, yang membuatnya semakin menarik bagi berbagai komunitas di seluruh dunia.
Namun, popularitas Telegram juga menarik perhatian pemerintah di berbagai negara, termasuk Rusia, Iran, dan Tiongkok, yang mencoba memblokir atau membatasi penggunaan aplikasi tersebut dengan alasan keamanan nasional.
Meskipun demikian, Pavel Durov tetap teguh pada prinsip-prinsipnya tentang privasi dan kebebasan berbicara, sering kali menolak untuk mematuhi tuntutan pemerintah untuk menyerahkan data pengguna atau menyensor konten.
Kewarganegaraan Ganda dan Kehidupan di DubaiSetelah meninggalkan Rusia, Durov memperoleh kewarganegaraan St. Kitts dan Nevis melalui program investasi. Pada tahun 2021, ia juga mendapatkan kewarganegaraan Uni Emirat Arab, dan sebelumnya ia telah memperoleh kewarganegaraan Prancis. Dengan status kewarganegaraan ganda ini, Durov menjadi seorang warga dunia, dengan kebebasan untuk tinggal dan bekerja di berbagai negara.
Dubai, yang dikenal sebagai pusat teknologi dan bisnis, menjadi tempat tinggal pilihan Durov. Di Dubai, ia dapat mengoperasikan Telegram tanpa banyak campur tangan dari pemerintah setempat, yang telah lama bersikap ramah terhadap inovasi teknologi dan investor asing. Durov memuji Dubai sebagai tempat yang aman dan stabil bagi pengusaha seperti dirinya untuk mengembangkan bisnis mereka.
Kekayaan dan PengaruhForbes memperkirakan kekayaan Durov mencapai US$15,5 miliar pada tahun 2024, menjadikannya salah satu orang terkaya di dunia. Sebagian besar kekayaannya berasal dari Telegram, yang meskipun gratis untuk digunakan, telah memperkenalkan berbagai fitur monetisasi, seperti iklan di saluran publik dan langganan premium. Meskipun begitu, Durov selalu menekankan bahwa Telegram tidak akan pernah dijual dan akan tetap independen.
Selain kekayaan materinya, Durov juga memiliki pengaruh yang signifikan dalam dunia teknologi dan kebebasan digital. Ia sering dianggap sebagai salah satu pendukung paling vokal untuk privasi online dan internet yang terdesentralisasi. Durov sering berbicara tentang pentingnya melindungi data pengguna dan menentang pengawasan pemerintah.
Durov Ditangkap di PrancisPada tahun 2024, nama Durov kembali menjadi berita utama setelah muncul laporan bahwa ia menjadi target pemerintah Prancis atas tuduhan terkait Telegram. Tuduhan ini berkaitan dengan kurangnya moderasi di platform tersebut dan penolakannya untuk menyerahkan data pengguna.
Pendiri dan CEO Telegram, Pavel Durov, telah ditahan oleh pihak berwenang Prancis sehubungan dengan surat perintah penggeledahan yang menargetkan dugaan pelanggaran pada platform pesan terenkripsi tersebut.
Menurut Le Monde dan media Prancis lainnya, Durov ditangkap di bandara Le Bourget yang terletak di utara Paris setelah mendarat dengan jet pribadinya yang datang dari Azerbaijan pada Sabtu malam, 24 Agustus 2024 waktu setempat.
Le Monde mengutip sumber-sumber yang dekat dengan kasus ini yang mengonfirmasi penangkapan Durov. Pada saat yang sama, laporan Bloombergmencatat bahwa juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, juga mengonfirmasi informasi tersebut dalam sebuah postingan di Telegram.
Menurut laporan, L’Office Mineurs (OFMIN) Prancis, lembaga yang mengawasi kejahatan terhadap anak di bawah umur, mengeluarkan surat perintah penggeledahan sebagai bagian dari penyelidikan awal terhadap Telegram.
AFP melaporkan bahwa dugaan pelanggaran meliputi penipuan, perdagangan narkoba, perundungan siber, dan kejahatan terorganisir. Banyak laporan mencatat bahwa penyelidikan ini berakar pada dugaan kurangnya moderasi konten di Telegram.
OFMIN sedang mengoordinasikan penyelidikan terhadap Durov dan Telegram. CEO platform pesan tersebut dikabarkan akan tampil di pengadilan pada Minggu, 25 Agustus 2024. Beberapa laporan mencatat bahwa Durov bisa menghadapi hukuman hingga 20 tahun penjara karena sifat dugaan pelanggaran tersebut.
Meskipun demikian, komunitas Telegram dan TON, proyek blockchain yang terkait dengan Durov, memberikan dukungan penuh terhadapnya. Kedutaan Besar Rusia di Prancis juga dilaporkan mengambil “langkah-langkah segera” untuk mengklarifikasi situasi ini, meskipun tidak ada permintaan resmi dari tim Durov.
Durov, yang kini tinggal di Dubai, terus menjalankan Telegram dengan tekad yang sama untuk mempertahankan prinsip-prinsip kebebasan berbicara dan privasi. Dengan sekitar 900 juta pengguna aktif, Telegram tetap menjadi salah satu aplikasi pesan paling populer di dunia, meskipun berada di bawah tekanan terus-menerus dari berbagai pemerintah. Perjuangan Durov untuk kebebasan digital belum berakhir, dan ia tetap menjadi salah satu tokoh paling penting dalam pertempuran global untuk privasi dan desentralisasi internet.
Pavel Durov adalah contoh nyata dari pengusaha yang berprinsip, yang tidak hanya membangun perusahaan sukses tetapi juga berdiri teguh pada keyakinannya meskipun menghadapi tekanan besar. Dari VK hingga Telegram, Durov telah menunjukkan bahwa inovasi teknologi dapat berjalan seiring dengan komitmen terhadap nilai-nilai fundamental seperti kebebasan berbicara dan privasi. Di era di mana privasi digital semakin terancam, Durov tetap menjadi suara yang lantang dan berpengaruh dalam mempertahankan internet yang bebas dan terbuka bagi semua orang.
Dalam wawancara pada April 2024 dengan Tucker Carlson, Durov membahas tekanan yang dihadapinya dari pihak berwenang Rusia saat menjalankan VKontakte, serta pengawasan yang diterima Telegram dari agen penegak hukum di seluruh dunia.
“Saya lebih memilih untuk bebas, saya tidak ingin menerima perintah dari siapa pun,” kata Durov selama wawancara tersebut, dilansir dari BNNBloomberg.
Harga TON Merosot Pasca CEO Telegram Ditangkap, Ada Apa?
Pavel Durov dan Blockchain TONPavel Durov memiliki keterkaitan yang signifikan dengan proyek blockchain TON (The Open Network), yang awalnya dikenal sebagai Telegram Open Network. TON adalah proyek blockchain yang dikembangkan oleh Durov dan timnya sebagai bagian dari rencana untuk menciptakan ekosistem desentralisasi yang terintegrasi dengan aplikasi pesan Telegram.
TON mulai dikembangkan oleh Durov dan tim Telegram pada tahun 2017. Tujuan utama proyek ini adalah menciptakan platform blockchain yang cepat, efisien, dan terdesentralisasi, yang mampu mendukung aplikasi dan layanan yang terintegrasi dengan Telegram. TON dirancang untuk menjadi dasar bagi transaksi yang cepat dan terjangkau, dengan kemampuan untuk mendukung aplikasi terdesentralisasi (dApps), kontrak pintar, dan layanan keuangan yang terintegrasi secara mendalam dengan Telegram.
Pada awalnya, TON menjadi sangat populer di kalangan investor karena potensi integrasinya dengan Telegram, yang saat itu sudah memiliki ratusan juta pengguna aktif. Pada 2018, Telegram meluncurkan Initial Coin Offering (ICO) untuk TON, yang berhasil mengumpulkan sekitar US$1,7 miliar dari investor swasta.
Binance Akhirnya Listing Toncoin, Harga TON Terbang Melesat
Masalah dengan SEC dan Penghentian ProyekNamun, proyek TON menghadapi masalah serius ketika Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) mengajukan gugatan terhadap Telegram pada Oktober 2019. SEC menuduh bahwa penjualan token Gram (mata uang kripto yang akan digunakan di jaringan TON saat itu) adalah penawaran sekuritas yang tidak terdaftar, yang melanggar hukum sekuritas AS.
Setelah melalui berbagai proses hukum, Telegram akhirnya memutuskan untuk menghentikan proyek TON pada Mei 2020. Pavel Durov mengumumkan keputusan ini dalam sebuah posting blog, di mana ia menyatakan bahwa tekanan dari regulator AS membuat tidak mungkin untuk melanjutkan proyek tersebut. Telegram juga berkomitmen untuk mengembalikan dana kepada para investor.
TON dan Komunitas Open-SourceMeskipun Telegram secara resmi menghentikan pengembangan TON, proyek ini tidak mati. Komunitas open-source dan pengembang independen mengambil alih kode sumber TON dan melanjutkan pengembangannya dengan nama baru, yaitu The Open Network (TON). Blockchain ini terus berkembang dan digunakan untuk berbagai aplikasi, meskipun tidak lagi memiliki hubungan langsung dengan Telegram atau Pavel Durov.
Setelah Proyek Blockchain TON (TONCoin) Beralih dari Tangan Pavel Durov, Bos Telegram
Peran Pavel Durov Setelah Penghentian ResmiSetelah penghentian resmi proyek TON oleh Telegram, Pavel Durov dan perusahaan tidak lagi secara aktif terlibat dalam pengembangan blockchain ini. Namun, Durov tetap memberikan dukungan moral kepada komunitas pengembang yang melanjutkan proyek ini utamanya lewat kanal resminya di Telegram dan akun X-nya. Ia mengakui upaya mereka untuk melanjutkan visi desentralisasi yang awalnya diusung oleh TON, meskipun Telegram tidak lagi secara resmi terlibat.
Keterkaitan Durov dengan blockchain TON dimulai dengan visi ambisius untuk menciptakan ekosistem desentralisasi yang terintegrasi dengan Telegram. Meskipun proyek ini menghadapi tantangan hukum yang besar dan akhirnya dihentikan oleh Telegram, komunitas open-source tetap melanjutkan proyek ini dengan semangat yang sama, membawa visi desentralisasi tersebut ke arah yang baru.
Sosok Pavel Durov memang tokoh kontroversial, namun perannya dalam sistem komunikasi manusia modern melalui Telegram dan upanya mendemokratisasikan sistem keuangan lewat blockchain TON, patut mendapat pujian. [ps]
BNBR Lepas 10,36% Saham VKTR, Kantongi Dana Segar Rp 465 M
BNBR melepas 10,63% saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) kepada PT Silvery Moon Investments Ltd dengan nilai transaksi sebesar Rp 465 miliar. [312] url asal
#bnbr #bakrie-amp-brothers #vktr-teknologi-mobilitas
(detikFinance - Bursa Valas) 08/08/24 11:50
v/13774428/
Jakarta - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) melepas 10,63% saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) kepada PT Silvery Moon Investments Ltd dengan nilai transaksi sebesar Rp 465 miliar pada akhir bulan Juli lalu. Langkah ini menandai masuknya investor baru itu di dalam VKTR.
Dikutip dari keterbukaan informasi BEI, terjadi transaksi penjualan saham VKTR oleh pemegang saham pengendalinya yakni BNBR sebesar 4,65 miliar lembar saham atau porsi 10,63% pada 31 Juli 2024.
"Jumlah saham setelah transaksi sebesar 4.650.000.000 saham dengan persentase kepemilikan sebesar 10,63%," tulis Manajemen VKTR di keterbukaan informasi, dikutip Kamis (8/8/2024).
Lebih lanjut juga disebutkan, harga transaksi mencapai Rp 100 per saham. Dengan demikian, melalui transaksi ini BNBR telah mengantongi dana senilai Rp 465 miliar.
Usai penjualan tersebut, kepemilikan saham BNBR di VKTR berkurang menjadi 30,41%, dibandingkan sebelumnya 41,04% saham. Perusahaan menyebut, langkah ini dilakukan dalam rangka penyelesaian utang kepada pihak ketiga.
"Tujuan transaksi adalah untuk penyelesaian utang kepada pihak ketiga yang tidak terafiliasi dengan perseroan," tulis manajemen.
Sebagai tambahan informasi, dalam laporan keuangan semester I-2024 VKTR, secara konsolidasi perseroan berhasil mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 409 miliar dengan peningkatan aset mencapai Rp 1.717 miliar pada periode tersebut.
Meskipun terjadi kontraksi dalam penjualan terutama pada segmen kendaraan listrik (EV) dan manufaktur suku cadang, hal itu sejalan dengan tren penjualan kendaraan nasional yang tercatat menurun 19% YoY bahkan lebih dalam di segmen kendaraan komersial yang menurun 26% YoY menurut data Gaikindo.
Penurunan itu disebut karena pengaruh faktor eksternal seperti periode politik dan kondisi makro global tidak menentu yang sangat mempengaruhi kondisi finansial dan perbankan.
Pada sisi balance sheet, VKTR mencatat kenaikan total aset sebesar 3% menjadi Rp 1.717 miliar, menunjukkan komitmen perusahaan dalam mengembangkan bisnisnya. Meskipun terjadi peningkatan liabilitas sebesar 8% menjadi Rp 563 miliar akibat kenaikan utang usaha, VKTR tetap fokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan.
(shc/das)
Perusahaan Bakrie Dapat Pesanan Truk Listrik dari BUMN untuk IKN
VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) diminta untuk mensuplai truk listrik/compactor pertama di Ibu Kota Nusantara (IKN). [474] url asal
#ikn #ibu-kota-nusantara #vktr
(detikFinance - Infrastruktur) 26/07/24 14:10
v/12190443/
Jakarta - Perusahaan Bakrie di bidang bus listrik, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) diminta untuk mensuplai truk listrik/compactor pertama di Ibu Kota Nusantara (IKN). Pesanan itu diterima dari sebuah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada kuartal III-2024 ini.
"Kami dengan berbangga mengumumkan bahwa VKTR akan mensuplai truk listrik/ compactor pertama di IKN. Ini merupakan rekam jejak baru untuk VKTR dalam mendapatkan kepercayaan klien setelah sebelumnya di swasta, hingga saat ini merambah ke BUMN," kata Direktur Utama VKTR, Gilarsi W Setijono dalam keterangan tertulis, Jumat (26/7/2024).
Selain itu, VKTR juga telah menambah portfolio pemesanan untuk produk lain di luar bus dan truk seperti forklift dan transporter. Secara keseluruhan, perusahaan disebut tetap berada di jalur untuk mencapai performa bisnis yang optimal, terutama sebagai pelopor di sektor kendaraan listrik komersial.
"Perusahaan terus menunjukkan komitmen yang kuat dalam menghadapi tantangan industri dan berinovasi untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang," ucap Gilarsi.
Sebagai langkah strategis, VKTR telah memulai pembangunan fasilitas kendaraan listrik komersial berbasis Completely Knock Down (CKD) pertama di Indonesia melalui anak perusahaan VKTS di Magelang, Jawa Tengah. VKTS saat ini masih dalam proses pembangunan secara Building + Utility dan ditargetkan akan selesai pada Agustus 2024.
Untuk Machineries + Equipment, akan mulai instalasi pada September 2024 dan ditargetkan akan selesai pada Oktober 2024. VKTS mengaku siap secara line production untuk commissioning pada Oktober-November 2024.
Dari segi inovasi, VKTR telah merampungkan prototipe pertama kendaraan listrik Lightduty - Compactor yang ditargetkan diluncurkan pada akhir Agustus 2024 mendatang. Keberhasilan ini menjadi landasan kuat untuk memperluas ekspansi VKTR, terutama dalam segmen B2B dengan penjualan truk listrik.
Produk itu akan menjadi rekam jejak baru untuk VKTR melakukan ekspansi portofolio klien, sebelumnya dari perusahaan swasta hingga saat ini ke BUMN.
"Saat ini VKTR fokus memenuhi kebutuhan klien untuk EV terutama di segmen heavy & light duty truk. Oleh sebab itu, pemenuhan pembuatan produk prototipe untuk uji coba klien menjadi salah satu hal yang kami maksimalkan. Dengan selesai dibangunnya fasilitas VKTS, insya Allah akan sangat berpengaruh dengan kecepatan pengadaan produk perusahaan", ujar Gilarsi.
Untuk laporan keuangan semester I-2024, secara konsolidasi VKTR mengumumkan berhasil mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 409 miliar dengan peningkatan aset mencapai Rp 1.717 miliar pada periode tersebut.
Meskipun terjadi kontraksi dalam penjualan terutama pada segmen kendaraan listrik (EV) dan manufaktur suku cadang, hal itu sejalan dengan tren penjualan kendaraan nasional yang tercatat menurun 19% YoY bahkan lebih dalam di segmen kendaraan komersial yang menurun 26% YoY menurut data Gaikindo.
Penurunan itu disebut karena pengaruh faktor eksternal seperti periode politik dan kondisi makro global tidak menentu yang sangat mempengaruhi kondisi finansial dan perbankan.
Pada sisi balance sheet, VKTR mencatat kenaikan total aset sebesar 3% menjadi Rp 1.717 miliar, menunjukkan komitmen perusahaan dalam mengembangkan bisnisnya. Meskipun terjadi peningkatan liabilitas sebesar 8% menjadi Rp 563 miliar akibat kenaikan utang usaha, VKTR tetap fokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan.
(aid/das)