#30 tag 24jam
6 Tempat Nongkrong di Tawangmangu, Nomor 2 Suasana Syahdu dan Romantis
Ada 6 tempat nongkrong di Tawangmangu yang menyuguhkan suasana santai dan nyaman cocok untuk berlama-lama bersama teman, keluarga serta pacar. - Bagian all [552] url asal
#tempat-nongkrong #tawangmangu #kafe #wisata-alam #romantis
(iNews - Terkini) 12/10/24 04:56
v/16348512/
JAKARTA, iNews.id - Tawangmangu, merupakan kawasan di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Ada 6 tempat nongkrong di Tawangmangu yang menyuguhkan suasana santai dan nyaman cocok untuk berlama-lama bersama teman, keluarga serta pacar sambil menikmati udara segar.
Tawangmangu dikenal dengan keindahan alam pegunungannya yang memukau. Kebun teh, air terjun hingga perbukitan hijau.
Selain menjadi destinasi favorit untuk wisata alam, Tawangmangu juga menawarkan deretan kafe dan tempat makan dengan pemandangan Gunung Lawu yang menawan serta udara sejuk, menciptakan pengalaman kuliner tak terlupakan.
The Bridge Coffee & Eatery merupakan kafe dan restoran yang berada di kaki Gunung Lawu, menawarkan pemandangan perbukitan asri. Desain modern dan dominasi warna putih menciptakan suasana yang tenang dan nyaman.
Tempat nongkrong ini menawarkan beragam menu, di antaranya sop, pasta, rice bowl, steak, sate, dimsum hingga dessert dan snacks.
Selain makanan, kafe ini juga menyajikan berbagai minuman seperti kopi, smoothies, teh spesial, jus segar, mojito hingga minuman sehat.
Legende Eatery & View merupakan kafe legendaris di Tawangmangu yang menawarkan konsep makan sambil menikmati pemandangan indah. Bangunan dua lantai terdapat area semi-indoor dan rooftop, pengunjung bisa menikmati pemandangan Gunung Lawu dan perkebunan, terutama saat matahari terbenam yang menciptakan suasana syahdu dan romantis.
Menu favorit di kafe ini, nasi goreng seafood, pasta carbonara, roti bakar cokelat keju, steak ayam crispy, siomay dan berbagai minuman seperti teh tarik dan kopi hitam dengan harga terjangkau mulai dari Rp20.000-an.
Kafe ini memiliki desain unik dan estetis, area rooftop menjadi spot favorit karena menyajikan pemandangan Gunung Lawu, persawahan hijau dan area sekitar jalan Tawangmangu. Area semi-indoor dihiasi dekorasi dinding modern, suasana pada malam hari semakin romantis dengan lampu-lampu yang indah.
Tempat nongkrong ini menawarkan berbagai menu makanan, seperti ayam lada hitam, capcay kuah, nila bakar, roti maryam choco pandan dan singkong keju.
Untuk minuman, tersedia teh cup, beras kencur, kunir asem, banana coffee serta berbagai pilihan jus. Harga menu berkisar Rp 5.000-Rp 40.000.
Mengusung tema klasik dan nuansa Bali, tempat nongkrong ini menjadi favorit anak muda. Suasana yang nyaman, banyak spot-spot Instagramable dan pemandangan kaki Gunung Lawu menjadikannya daya tarik bagi banyak pengunjung.
Menyajikan menu makanan dan minuman western dan Indonesia dengan rasa yang nikmat dan harga terjangkau. Lokasinya di Jalan Grojogan Sewu, Beji, Tawangmangu, Beji, Tawangmangu, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.
The Nikmat Cafe and Resto, berlokasi di Cemoro Sewu, Tawangmangu, di lereng Gunung Lawu, Karanganyar. Tempat nongkrong ini menawarkan pemandangan alam yang indah dan udara sejuk, membuat pengunjung betah.
Bangunan megah tiga lantai ini terletak di simpangan jalan Tawangmangu, sehingga mudah ditemukan.
Bagi yang memilih lantai 3 terdapat view memanjakan mata ketika malam hari, terdapat lampu lampu gemerlap yang indah. Kafe ini menyediakan berbagai pilihan kopi, minuman non-kopi serta hidangan yang cocok untuk menemani waktu bersantai.
Kafe Jamu Rosmarin di Tlogodringo, Tawangmangu merupakan bagian dari Hortus Medicus milik UPF RSUP Dr. Sardjito. Kafe ini menyajikan suasana asri dengan pemandangan perbukitan Gunung Lawu.
Selain itu, menu makanan dan minumannya juga sehat berbahan herbal, seperti nasi goreng kencur, wedang telang dan wedang seroja.
Pengunjung juga dapat belajar tentang tanaman herbal di sisi taman kafe. Jam operasionalnya buka setiap hari pukul 09.00-16.00, berlokasi di Gondosuli Kidul, Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.
Nah, itu dia 6 Tempat Nongkrong di Tawangmangu. Jadi, tunggu apa lagi? Segera kunjungi dan rasakan pengalaman menarik di tempat-tempat yang telah direkomendasikan!
Editor: Kurnia Illahi
5 Rekomendasi Wisata Alam di Majalengka, Tiket Masuk mulai Rp 10.000 Halaman all
Jika sedang berkunjung atau ingin pergi ke Majalengka, Jawa Barat, kamu bisa pergi ke beberapa tempat wisata alam berikut ini. yuk simak! Halaman all [851] url asal
#wisata-alam #rekomendasi-tempat-wisata-alam #wisata-alam-di-majalengka #tempat-wisata-di-majalengka #majalengka
(Kompas.com - Travel) 02/10/24 15:04
v/15864717/
KOMPAS.com – Wisata alam dengan harga yang terjangkau dapat dengan mudah ditemukan di Pulau Jawa, termasuk di Majalengka, Jawa Barat.
Jika sedang berkunjung atau ingin pergi ke Majalengka, Jawa Barat, kamu bisa pergi ke beberapa tempat wisata alam berikut ini. Berikut rekomendasi tempat wisata alam di Majalengka.
Tempat wisata alam di Majalengka
1. Situ Cipanten
Situ Cipanten adalah destinasi wisata populer di Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Tempat ini dikenal karena keindahan danaunya yang jernih, di mana pengunjung bisa melihat dasar dan ikan-ikan yang berenang.
Situ Cipanten juga menawarkan spot foto bawah air yang menarik dan dikelilingi oleh hutan yang menambah kesegaran dan keasrian suasana.
Danau ini memiliki luas sekitar 1 hektar, dulunya digunakan untuk pengairan dan perikanan.
Air di Situ Cipanten berasal dari tujuh mata air yang tidak pernah kering, bahkan saat musim kemarau.
Setiap akhir pekan, tempat ini ramai dikunjungi wisatawan, baik dari Majalengka maupun dari kota-kota lain.
Wisatawan yang ingin berlibur di Situ Cipanten akan dikenai tiket masuk yang cukup murah, yaitu seharga Rp 10.000.
Situ Cipanten buka setiap hari mulai dari pukul 07.00 WIB sampai 17.00 WIB.
2. Air Terjun Embun Pelangi
jadesta.kemenparekraf.go.id Curug Ibun Pelangi adalah obyek wisata di Majalengka, Jawa Barat.Air Terjun Embun Pelangi atau Curug Ibun Pelangi terletak di Desa Sukasari Kaler, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, dan sering disebut sebagai Green Canyon-nya Majalengka.
Air terjun ini diapit oleh dua dinding batu lava setinggi sekitar 20 meter yang memberikan pemandangan eksotis.
Pada waktu-waktu tertentu, seperti pagi atau sore hari, sinar matahari menciptakan efek pelangi di antara dua tebing yang menambah keindahan tempat ini.
Harga tiket masuk Air Terjun Embun Pelangi sebesar Rp 10.000, dan air terjun ini buka setiap hari dari pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB.
3. Cikadongdong River Tubing
TRIBUNCIREBON.com/EKI YULIANTORO Cikadongdong River Tubing, Majalengka.Cikadongdong River Tubing, yang terletak di Jalan Desa Payung, Rajagaluh, Majalengka, Jawa Barat, menawarkan wisata seru berupa tubing di Sungai Cikadongdong dengan menggunakan ban karet.
Aktivitas ini mirip arung jeram, dimana pengunjung akan menyusuri aliran Sungai yang panjang. Terdapat dua kategori arung Jeram, yaitu biasa dan ekstrim.
Untuk yang biasa harga tiketnya seharga Rp 30.000 dan akan melintasi aliran Sungai sepanjang 350 meter. Selain itu, untuk pilihan ekstrim, pengunjung akan melintasi aliran Sungai sepanjang 1 kilometer.
Keamanan dijamin dengan jalur yang telah diatur dan penjaga di beberapa titik. Pengunjung diwajibkan menggunakan alat pengaman lengkap, seperti pelampung dan helm.
Fasilitas seperti toilet, area parkir, dan jalur akses nyaman tersedia, dan wisata ini dikelola oleh masyarakat setempat. Sebelum memulai, pengunjung akan mendapat penjelasan tentang keamanan dan pemanasan.
Jika pengunjung ini berlibur ke Cikadongdong River Tubing, perlu melakukan reservasi terlebih dahulu sebelum datang ke tempat wisata ini.
4. Taman Wisata Cadas Gantung
FACEBOOK.COM/WISATA ALAM CADAS GANTUNG MAJALENGKA Salah satu spot foto di Taman Wisata Cadas Gantung, Majalengka, Jawa BaratTaman Wisata Cadas Gantung, berlokasi di Desa Wisata Mirat, Kecamatan Leuwimunding, Majalengka, Jawa Barat, adalah objek wisata perbukitan dengan pemandangan pegunungan yang indah.
Berada di ketinggian 500-700 meter di atas permukaan laut, taman ini menawarkan spot foto menarik serta pemandangan Gunung Guci, Sanghyang Dora, dan Windi.
Pengunjung harus melakukan trekking menuju puncak, yang cukup menantang namun sebanding dengan keindahan panorama dari atas bukit.
Selain berfoto, pengunjung dapat menikmati suasana sejuk dan sunset. Taman ini juga menyediakan area camping, sehingga pengunjung dapat menginap dan menikmati sunrise di pagi hari.
Fasilitas seperti parkir, warung, camping ground, gazebo, toilet, dan spot foto sudah tersedia.
Harga tiket masuk ke Taman Wisata Cadas Gantung cukup terjangkau, yaitu Rp 10.000 per orang. Sementara biaya parkir sepeda Rp 2.000 dan Rp 5.000 untuk mobil.
Taman Wisata Cadas Gantung buka setiap hari mulai pukul 09.00 WIB sampai 17.00 WIB.
5. Curug Muara Jaya
Curug Muara Jaya terletak di Kampung Apuy, Desa Argamukti, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, dan merupakan salah satu destinasi wisata populer di Majalengka yang banyak dikunjungi untuk liburan.
Air terjun ini berada di lereng Gunung Ciremai dan dikelilingi oleh hutan dengan akses yang cukup mudah dilalui sekitar menuruni 350 anak tangga.
Curug Muara Jaya buka setiap hari dari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB, dengan tiket masuk yang terjangkau seharga Rp 5.000 untuk anak-anak dan Rp 15.000 untuk dewasa.
Dari pusat kota Majalengka, air terjun ini dapat dicapai dalam waktu sekitar 48 menit dengan kendaraan.
Alasan Wisata Alam Jadi Favorit Saat Libur Panjang, Tempat Lari dari Penatnya Kota
Berikut empat alasan kenapa tempat wisata alam banyak diminati wisatawan saat libur panjang. Halaman all [662] url asal
#tempat-wisata-alam #kenapa-tempat-wisata-alam-banyak-diminati-wisatawan-saat-libur-panjang #libur-panjang #alasan-tempat-wisata-alam-banyak-diminati-wisatawan #tempat-wisata-alam-banyak-diminati-wisat
(Kompas.com - Travel) 26/09/24 09:09
v/15597039/
KOMPAS.com – Saat libur panjang tiba, banyak anggota masyarakat yang berbondong-bondong untuk pergi ke tempat wisata, salah satunya berlibur ke tempat wisata alam.
Tempat wisata alam menjadi salah satu tujuan berlibur yang banyak diminati wisatawan. Banyak aktivitas, misal pendakian gunung, menginap di vila, berkemah, pergi ke kebun teh, dan outbound.
Seperti halnya fenomena belakangan ini yang sedang ramai di media sosial saat banyak masyarakat berlibur ke tempat wisata alam, seperti berlibur ke Puncak Bogor yang mengakibatkan kemacetan parah.
Juga ramainya pendaki di Gunung Slamet yang mengakibatkan beberapa orang memilih untuk kembali pulang.
Meskipun ramai dikunjungi wisatawan, terdapat beberapa hal yang membuat tempat wisata alam tetap diminati saat libur panjang. Mengapa demikian?
Alasan tempat wisata alam banyak diminati wisatawan
Berikut empat alasan kenapa tempat wisata alam banyak diminati wisatawan saat libur panjang.
1. Pas untuk family gathering (acara perkumpulan)
Menurut seorang pengamat pariwisata Azril Azahari, saat ini wisatawan cenderung menyukai jenis wisata yang lebih personal.
Mereka lebih memilih berwisata di lokasi yang sama dengan jumlah orang yang lebih sedikit dan mengutamakan aktivitas yang mempererat rasa kekeluargaan, seperti mengadakan acara kumpul keluarga, kumpul komunitas, dan lain-lain.
Tempat wisata alam seperti vila atau kawasan camping memberikan ruang untuk kegiatan bersama dengan lebih intim dan jauh dari keramaian kota, sehingga menjadi pilihan ideal untuk acara semacam itu.
2. Melepas penat
Pergi ke tempat wisata alam menjadi salah satu pilihan banyak orang untuk melepas penat akan hiruk-pikuk perkotaan.
Lingkungan alam yang asri dan suasana yang tenang dapat memberikan efek relaksasi yang membantu mengurangi stres, terutama bagi mereka yang sehari-hari terjebak dalam kesibukan dan kebisingan kota.
Dok. Shutterstock/topperspix Ilustrasi camping di ranu regulo.Alam memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk melarikan diri sejenak dari kehidupan modern yang serba cepat untuk menikmati ketenangan serta keteduhan pepohonan, gemercik air sungai, atau hembusan angin pegunungan.
Seperti halnya saat wisatawan berbondong-bondong untuk berlibur ke Puncak Bogor saat libur panjang 14-16 September 2024.
“Liburan ke Puncak Bogor itu termasuk ke dalam Green Healing yang artinya pergi ke tempat hijau atau alam yang masih natural untuk melepas penat,” kata Azril Azahari kepada Kompas.com melalui telepon, Rabu (18/9/2024).
3. Mencari udara dingin
Pergi mendaki Gunung Slamet atau pergi ke Puncak Bogor memang selalu menjadi tujuan wisata masyarakat perkotaan untuk mencari udara sejuk dengan suasana alam yang masih natural dan pemandangan yang indah.
Kawasan pegunungan dan dataran tinggi menawarkan udara segar yang tidak bisa didapatkan di perkotaan sehingga menarik minat wisatawan yang ingin merasakan kesegaran udara serta melihat keindahan alam pegunungan.
4. Biaya relatif murah
Berlibur ke tempat wisata alam menjadi pilihan banyak masyarakat karena hanya mengeluarkan biaya yang relatif murah dibandingkan dengan berwisata ke obyek wisata lain.
KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Camping Ground di Bukit Scooter Dieng.Biaya yang dibutuhkan untuk berlibur ke alam, seperti transportasi, penginapan, dan aktivitas wisata, biasanya lebih terjangkau.
"Pergi ke Puncak itu murah meriah dibandingkan pergi ke Raja Ampat, Bali, Labuan Bajo, dan tempat wisata yang dikelola swasta yang lebih mahal," ujar Azril.
Selain itu, sambung dia, Puncak Bogor juga serba murah dibanding tempat lain, mulai dari biaya makan, tempat wisata, dan akomodasi.
Alasan Wisata Alam Jadi Favorit Saat Saat Libur Panjang, Tempat Lari dari Penatnya Kota
Berikut empat alasan kenapa tempat wisata alam banyak diminati wisatawan saat libur panjang. Halaman all [662] url asal
#tempat-wisata-alam #kenapa-tempat-wisata-alam-banyak-diminati-wisatawan-saat-libur-panjang #libur-panjang #alasan-tempat-wisata-alam-banyak-diminati-wisatawan #tempat-wisata-alam-banyak-diminati-wisat
(Kompas.com - Travel) 26/09/24 09:09
v/15573882/
KOMPAS.com – Saat libur panjang tiba, banyak masyarakat yang berbondong-bondong untuk pergi ke tempat wisata, salah satunya berlibur ke tempat wisata alam.
Tempat wisata alam menjadi salah satu tujuan berlibur yang banyak diminati wisatawan. Banyak aktivitas, misal pendakian gunung, menginap di vila, berkemah, pergi ke kebun teh, hingga outbound.
Seperti halnya fenomena belakangan ini yang sedang ramai di media sosial saat banyak masyarakat berlibur ke tempat wisata alam, seperti berlibur ke Puncak Bogor yang mengakibatkan kemacetan parah.
Juga ramainya pendaki di Gunung Slamet yang mengakibatkan beberapa orang memilih untuk kembali pulang.
Meskipun ramai dikunjungi wisatawan, terdapat beberapa hal yang membuat tempat wisata alam tetap diminati saat libur panjang. Mengapa demikian?
Alasan tempat wisata alam banyak diminati wisatawan
Berikut empat alasan kenapa tempat wisata alam banyak diminati wisatawan saat libur panjang.
1. Pas untuk family gathering (acara perkumpulan)
Menurut seorang pengamat pariwisata Azril Azahari, saat ini wisatawan cenderung menyukai jenis wisata yang lebih personal.
Mereka lebih memilih berwisata di lokasi yang sama dengan jumlah orang yang lebih sedikit dan mengutamakan aktivitas yang mempererat rasa kekeluargaan, seperti mengadakan acara kumpul keluarga, kumpul komunitas, dan lain-lain.
Tempat wisata alam seperti vila atau kawasan camping memberikan ruang untuk kegiatan bersama dengan lebih intim dan jauh dari keramaian kota, sehingga menjadi pilihan ideal untuk acara semacam itu.
2. Melepas penat
Pergi ke tempat wisata alam menjadi salah satu pilihan banyak orang untuk melepas penat akan hiruk-pikuk perkotaan.
Lingkungan alam yang asri dan suasana yang tenang dapat memberikan efek relaksasi yang membantu mengurangi stres, terutama bagi mereka yang sehari-hari terjebak dalam kesibukan dan kebisingan kota.
Dok. Shutterstock/topperspix Ilustrasi camping di ranu regulo.Alam memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk melarikan diri sejenak dari kehidupan modern yang serba cepat untuk menikmati ketenangan serta keteduhan pepohonan, gemercik air sungai, atau hembusan angin pegunungan.
Seperti halnya saat wisatawan berbondong-bondong untuk berlibur ke Puncak Bogor saat libur panjang 14-16 September 2024.
“Liburan ke Puncak Bogor itu termasuk ke dalam Green Healing yang artinya pergi ke tempat hijau atau alam yang masih natural untuk melepas penat” kata Azril Azahari kepada Kompas.com melalui telepon, Rabu (18/09/2024).
3. Mencari udara dingin
Pergi mendaki Gunung Slamet atau pergi ke Puncak Bogor memang selalu menjadi tujuan wisata masyarakat perkotaan untuk mencari udara sejuk dengan suasana alam yang masih natural dan pemandangan yang indah.
Kawasan pegunungan dan dataran tinggi menawarkan udara segar yang tidak bisa didapatkan di perkotaan, sehingga menarik minat wisatawan yang ingin merasakan kesegaran udara serta melihat keindahan alam pegunungan.
4. Biaya relatif murah
Berlibur ke tempat wisata alam menjadi pilihan banyak masyarakat karena hanya mengeluarkan biaya yang relatif murah dibandingkan dengan berwisata ke obyek wisata lain.
KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Camping Ground di Bukit Scooter Dieng.Biaya yang dibutuhkan untuk berlibur ke alam, seperti transportasi, penginapan, dan aktivitas wisata, biasanya lebih terjangkau.
"Pergi ke Puncak itu murah meriah dibandingkan pergi ke Raja Ampat, Bali, Labuan Bajo, dan tempat wisata yang dikelola swasta yang lebih mahal," ujar Azril.
Selain itu, sambung dia, Puncak Bogor juga serba murah dibanding tempat lain, mulai dari biaya makan, tempat wisata, dan akomodasi.
5 Tips Berkunjung ke Sendang Geulis Kahuripan Cikalong
Sebelum berwisata di Sendang Geulis Kahuripan Kabupaten Bandung berikut, pastikan menyiapkan perlengkapan berikut. Halaman all [433] url asal
#sendang-geulis-kahuripan-lokasi #tips-wisata-sendang-geulis-kahuripan #tips-berkunjung-ke-sendang-geulis-kahuripan #tips-liburan-ke-wisata-alam #tips-liburan-ke-sendang-geulis-kahuripan
(Kompas.com - Travel) 28/08/24 22:05
v/14794786/
KOMPAS.com - Sebelum mendatangi dan berliburan ke Sendang Geulis Kahuripan, kamu perlu mempersiapkan beberapa hal berikut.
Pastikan mengetahui rute, mempersiapkan apa saja yang perlu dibawa seperti perbekalan jika ingin berkemah.
Simak tips berkunjung ke Sendang Geulis Kahuripan di Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung.
Tips berkunjung ke Sendang Geulis Kahuripan
Sendang Geulis Kahuripan berada di Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung merupakan pemandian kolam alami dengan udara sejuk karena terdapat pepohonan rimbun di sekitarnya.
Para wisatawan dapat mempersiapkan beberapa hal berikut sebelum berkunjung ke Sendang Geulis Kahuripan:
1. Siapkan kendaraan
Jika kamu dan teman-teman merencanakan perjalan menggunakan kendaraan pribadi pastikan mengecek kondisi kendaraan.
Sebab rute menuju Sendang Geulis Kahuripan berbatu maka dibutuhkan kendaraan yang prima untuk melewatinya.
Lebih baik lagi bisa menggunakan kendaraan roda dua khurus seperti trail. Pastikan tetap berhati-hati.
2. Memakai baju dan alas kaki yang nyaman
Setelah melewati jalur yang berbatu dengan kendaraan, para pengunjung Sendang Geulis Kahuripan harus melalui rute menuju sumber air alaminya dengan melewati jalanan curam dan berbatu dengan jalan kaki.
Pastikan menggunakan alas kaki yang aman dan nyaman untuk melewati jalan bebatuan. Pakailah baju yang menyerap keringat serta nyaman.
3. Membawa perbekalan yang cukup
Jika para wisatawan Sendang Geulis Kahuripan ingin berkemah, bawa peralatan yang lengkap dan perbekalan makanan yang cukup terutama untuk malam hari.
DOK.INSTAGRAM.COM/@SENDANGGEULIS Sendang Geulis Kahuripan di Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat4. Tidak membuang sampah sembarangan
Selain itu jika sedang berwisata dan berkemah di Sendang Geulis Kahuripan harus menjaga kebersihan agar tidak mencemari alam.
5. Waktu yang tepat untuk berkunjung
Waktu terbaik untuk datang ke Sendang Geulis Kahuripan adalah musim kemarau sebab saat musim hujan jalanan akan menjadi licin dan berlumpur.
Selain itu sebaiknya datang pagi atau siang hari untuk menikmati kesegaran kolam alaminya. Setelah itu jangan terlalu malam saat kembali, karena pencahayaan pada beberapa jalur belum memadai.
Menikmati Destinasi Wisata Nan Cantik di Sumba Timur
Menikmati Destinasi Wisata Nan Cantik di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur [236] url asal
#destinasi-wisata #wisata #wisata-alam #sumba-timur #nusa-tenggara-timur
(MedCom) 30/07/24 13:12
v/12652008/
Sumba Timur: Bukit Wairinding, bukit cantik yang terletak di Desa Pambota Jara, Kecamatan Pandawai, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi salah satu destinasi wisata utama bagi para pelancong di Sumba Timur.Sumba Timur juga memiliki pesona keindahan pantai sebagai salah satu tujuan favorit wisatawan. Salah satu yang ikonik adalah Pantai Walakiri yang terletak di Desa Watumbaka, Kecamatan Pandawai. Jangan lewatkan sunset di Walakiri, berfoto di antara siluet pohon bakau yang meliuk cantik.
Menunggu matahari terbenam di Pantai Walakiri sembari menyeruput segarnya kelapa murni, menjadi salah satu kegiatan yang asyik dilakukan di pantai andalan Sumba Timur ini.
Tak perlu khawatir agenda fotomu kurang aestetik karena tidak membawa kain tenun yang jadi gaya foto ikonik di Bukit Wairinding, Sumba Timur. Karena di lokasi wisata Bukit Wairinding telah disediakan persewaan kain tenun Sumba yang cantik dengan berbagai pilihan corak. Biaya sewa satu kain tenun Sumba Rp50.000.
Anda juga tidak perlu khawatir dengan transportasi, karena Sumba juga telah dilengkapi dengan adanya Bandar Udara Mehang Kunda, tempatnya di Kota Waingapu. Hal ini untuk memperlancar dan mempermudah mobilitas warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.
Bandara tersebut membuka dua rute penerbangan perintis yang dilayani oleh Badan Usaha Angkutan Udara (BUAU), yaitu PT Asi Susi Pudjiatuti (Susi Air).
Adapun rute yang dilayani, yaitu Sabu-Waingapu (PP) tiga kali dalam seminggu (Selasa, Kamis dan Sabtu). Kemudian Waingapu-Ruteng (PP) dua kali dalam seminggu (Selasa dan Sabtu). Medcom.id/Citra Larasaty
(WWD)
Nilai Tambah Wisata Alam Berbasis Masyarakat
Pengembangan interkoneksi wisata alam dalam bentang landskap dapat memberikan manfaat ganda. Apalagi jika interkoneksi itu diramu dalam paket wisata yang terpadu pelaksanaannya. [2,504] url asal
#wisata-alam #bali #wisata-alam-berbasis-masyarakat #hutan-dan-lahan #katadata-green #give-me-perspective
(Katadata - IN-DEPTH & OPINI) 29/07/24 14:00
v/12508092/
Perkembangan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada 2022 mencapai 5,89 juta orang, naik dari tahun sebelumnya sebesar 5,47 juta orang. Hampir 10% kunjungan itu dilakukan di Bali yaitu sebanyak 481.646 orang.
Di Provinsi Bali, daerah tujuan wisata telah bertumbuh dari 270 daerah pada 2013 menjadi 482 daerah pada 2023. Hampir 42% dari daerah tujuan wisata itu adalah desa wisata.
Pengembangan desa wisata dan destinasi lain membawa nilai tambah dengan banyaknya pramuwisata (tour guide), tercatat pada tahun 2023 sebanyak 12.345 orang atau bertumbuh hampir 50% dari tahun 2013 yaitu 8.334 orang. Demikian pula, untuk event organizer (EO) kunjungan wisata telah tumbuh hampir 100% pada tahun 2023 yaitu 689 EO dari sebelumnya pada dekade sebelumnya tahun 2013 yaitu 377 EO.
Pendekatan Desa Wisata pada satu dekade ini sudah memberikan warna dalam pariwisata alam. Masyarakat desa memperoleh nilai tambah, seperti pengembangan ekonomi wilayah yang ditunjang dari perputaran uang para wisatawan.
Bentuk penerimaan dari jasa pramuwisata, penyediaan makanan dan minuman, homestay, transportasi dan sarana prasarana wisata. Konsep interkoneksi potensi Objek Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) di kawasan perdesaan belum menjadikan episentrum pembangunan perwilayahan pariwisata alam daerah.
Oleh karena itu, gagasan pendekatan integrated area development (IAD) yang holistik terintegrasi dengan tema wisata alam dalam rangkaian interkoneksi objek daya tarik wisata alam (ODTWA) perdesaan dan dirangkaikan dalam spatial paket wisata sedang dilaksanakan di Kabupaten Buleleng, Bali untuk menggandakan efek nilai tambah.
Pada 16 Juli 2024, di tengah sejuknya hutan desa di Wanagiri Buleleng, seorang tokoh Bumdes, I Made Darsana antusias bercerita bagaimana dia berhasil menggerakkan wisata alam di Buleleng yang semula lesu menjadi bergairah.
Hutan desa Wanagiri terletak di dataran tinggi pegunungan yang terdapat banyak mata air dalam bentuk air terjun yang mengalir ke dataran rendah hingga ke laut. Pada 2010, Made pusing. Walaupun pemerintah telah memberikan pencadangan hutan desa namun tidak pernah terwujud perizinannya untuk pengembangan wisata alam.
Pada 2018, dengan didorong pendamping kesatuan pemangkuan hutan, Hesti Sagiri, serta Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan saat itu, Bambang Supriyanto, akhirnya izin perhutanan sosial terbit. Dengan izin itu, Made menggerakkan kelompok tani hutan yang dipimpin sepasang suami istri yang menemukan air terjun yang berpotensi menjadi objek daya tarik wisata di desa tersebut.
Lokasi air terjun itu ada di jurang dalam. Tidak ada akses tapi sungguh menarik karena air terjun itu seperti dalam cerobong bertahtakan sumber air mengalir. Apalagi, lokasi itu ditutupi hutan lindung beralaskan hamparan perkebunan kopi arabika.
Meskipun lokasi air terjun itu tidak jauh dari Danau Kintamani, belum ada akses yang bisa mengarahkan pengunjung ke sana. Atas inisiatif bersama, dibuatlah jalan desa dengan dana desa dan upaya swadaya. Setelah jalan selesai, pengunjung tak kunjung tiba.
Made menyemangati kelompok wanita tani yang dipimpin Nyoman Budiani (Aniek) untuk membantu pemasaran. Strategi yang dipilih adalah promosi dengan cara yang mudah dan murah tapi menguntungkan pengunjung yang datang.
Gagasan itu dituangkan dalam bentuk paket wisata dua puluh ribu rupiah - untuk tiket masuk, tapi mereka dapat paket makan siang dan minum gratis. Alhasil, lambat laun pengunjung membeludak. Air terjun Banyu Male yang merupakan permata tersembunyi (hidden gem), mendapat berkah karena mereka yang datang terpuaskan.
Pengunjung bisa menikmati objek yang sangat fantastis, dengan pengalaman mendaki 1.000 tangga alam di sekeliling hamparan hutan yang hijau. Pemandangan kopi yang merona di musim panen menambah keasrian. Jepretan foto pengunjung banyak menghiasi dunia maya. Objek wisata ini pun viral.
Kini, biro-biro perjalanan wisata membawa puluhan pengunjung telah datang ke tempat ini. Setiap hari, jumlah pengunjung objek wisata ini antara 150-200 pengunjung. Bahkan, pada hari Minggu jumlah pengunjung meningkat menjadi 250-300 pengunjung. Dengan tiket masuk seharga Rp 50 ribu, masyarakat menerima pendapatan hingga miliaran rupiah.
Itu baru dari tiket, adakah pendapatan yang lain? Atraksi menawan Banyu Male, dapat memberikan pengalaman bagi pengunjung jika mereka dapat pengetahuan baru. Jasa interpretasi dengan bayaran tertentu mampu menjelaskan kepada pengunjung mengenai hutan yang mereka lihat, bagaimana kopi membantu masyarakat, dan manfaat air bagi masyarakat hilir. Paket atraksi petik kopi dengan berbagai cita rasanya menjadi pelengkap destinasi ini.
Inovasi pun terus berlanjut. Masyarakat desa dengan bantuan pendamping, Putu Indah Rahmati (Indah), profesor lulusan Melbourne, mengembangkan jalur adventure dengan all-terrain vehicle (ATV) untuk mengantarkan pengunjung yang tidak dapat berjalan dengan tangga trekking. Pendapatan masyarakat desa pun berkembang hingga puluhan miliar rupiah dengan inovasi ini.
Pengembangan Wilayah yang Terintegrasi
Lalu, apa hubungannya pengembangan wisata alam di Wanagiri yang telah berhasil itu dengan konsep nilai tambah berbasis pengalaman lapangan? Dengan konsep tersebut, wisata alam yang ada berpotensi dikembangkan sehingga nilai tambahnya bertumbuh dua kali lipat.
Integrated area development (IAD) atau pengembangan wilayah yang terintegrasi, dengan konsep pendekatan interkoneksi destinasi objek dengan objek yang lain dalam hamparan landskap yang sama, menjadi jawaban yang tepat.
Dengan peran Indah sebagai motornya, master plan IAD Buleleng dengan delapan desa dari hulu hingga hilir telah ditanda-tangani Bupati Buleleng. Beruntungnya, lokasi hulu hilir itu berada di kabupaten yang sama. Yang terpenting adalah kesamaan tujuan, yaitu wisata alam yang tidak menggangu pemanfaatan air. Sebab, air sangat vital untuk acara keagamaan pada pura-pura yang pada umumnya ada di bukit-bukit tinggi.
Air juga memberikan manfaat untuk masyarakat di wilayah tengah dan hilir untuk menopang pertanian dan perkebunan serta untuk sumber air bersih. Nah, apa yang menjadi kunci suksesnya?
Areal di sekitar kawasan hutan di Kabupaten Buleleng memiliki potensi keindahan alam yang indah. Kondisi hutan berupa tegakan yang tetap terjaga serta cuaca pegunungan menjadi daya tarik tersendiri untuk pengembangan wisata.
Aksesibilitas yang cukup baik dan mudah untuk dijangkau dari Kota Buleleng menjadi salah satu keunggulan. Jalan di lokasi ini pun menjadi jalur alternatif menghubungkan Kabupaten Buleleng dengan Kabupaten Badung.
Pada areal IAD terdapat delapan titik potensi pengembangan ekowisata yaitu di kawasan Den Bukit. Pada lokasi ini akan dilakukan pengembangan sebagai berikut:
1. Sekolah Rotan di Desa Selat
2. Pembangunan Anjungan Hutan Desa Panji Anom
3. Pengembangan Ekowisata Desa Panji (anjungan di tengah Sawah)
4. Penataan Pancoran Kedu Desa Panji
5. Pembangunan Observation Deck dan Panggung Pertunjukan Alam Desa Panji
6. Pengembangan Air Terjun Pucuk Desa Sambangan
7. Pembangunan Homestay di Gatep Lawas Desa Ambengan
8. Pembangunan Sentral Camping Ground Raya Desa Ambengan
9. Pembangunan Wanasrama (Pasraman Pembelajaran Tumbuhan Upakara dan Kepanditaan) Desa Wanagiri.
Pertama, master plan ini disusun secara partisipatif dengan melibatkan para pihak. Antara lain, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif hingga Kementerian Desa dan Masyarakat Tertinggal. Kemudian, unsur pemerintah daerah dari provinsi, kabupaten, hingga delapan desa yang terlibat. Swasta dari pelaku atau asosiasi pariwisata alam hingga perusahaan-perusahaan besar seperti PLN, BRI dan lainnya juga terlibat dalam penyusunan master plan ini.
Menurut Elinor Ostrom, peraih Nobel dari Swedia, perencanaan partisipatif akan meningkatkan rasa memiliki dan rasa tanggung jawab dalam pelaksanaannya. Pendekatan partisipatif signifikan menunjukan dampak positif bagi perubahan perilaku masyarakat. Hal ini juga merupakan nilai tambah modal sosial yang pada dasarnya masyarakat buleleng khususnya 8 desa memiliki modal sosial yang kuat.
Kedua, master plan ini walaupun salah satu subjeknya adalah pengembangan pariwisata alam berbasis masyarakat namun forum para pihak mampu membangun common vision yaitu “Atas Nama Air”. Gerakan ini didorong oleh kebutuhan bersama atas air sehingga masyarakat membuat aksi bersama yang terdiri atas masyarakat di delapan desa terkait.
Alhasil, pengembangan wisata alam tetap melestarikan hutan lindung dan tanaman kopi yang terhampar. Membangun jalan sesuai dengan lingkungan alam dan minim beton. Ruang ruang kosong dalam area destinasi dijadikan sarana atraksi dengan program adopsi pohon. Pengunjung yang hadir ditawari menjadi bapak atau ibu angkat pohon yang ditanamnya. Mereka akan mendapatkan laporan perkembangan pohon itu melalui situs yang tersedia.
Dana hasil adopsi pohon dikelola masyarakat. Masyarakat berkewajiban memelihara pohon tersebut, jika mati maka akan disulam. Nilai tambahnya, hutan dapat Kembali pulih. Jenis tanaman yang ditanam adalah jenis yang disukai masyarakat berupa tanaman buah-buahan atau getah, sehingga masyarakat akan mendapat nilai tambah berupa harapan tambahan pendapatan di masa depan.
Ketiga, master plan ini juga mampu mengidentifikasi peran para pihak yang dikategorikan berdasarkan kekuatan dan pengaruh yang dimilikinya. Jika para pihak mempunyai pengaruh dan kekuatan yang kuat mereka akan terlibat langsung dalam pelaksanan IAD.
IAD memungkinkan kontribusi optimal dari berbagai pihak terkait dalm pencapaian tujuan bersama.Tidak mengherankan jika para pihak seperti KLHK telah membantu investasi untuk delapan desa dan 13 Kelompok Perhutanan Sosial dengan dana sebesar Rp 2,6 miliar untuk tujuan restorasi kawasan hutan lindung yang gundul dan membangun sarana ekonomi produktif.
PLN dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dengan dana Corporate Social Responsibility membantu masing-masing Rp 200 juta dan Rp 250 juta rupiah untuk pengembangan wisata alam di Wanagiri.
Keempat, master plan ini mampu menggambarkan rencana kegiatan, mengapa kegiatan ini harus dilakukan dan siapa saja pelaksananya, termasuk waktu dan cara-caranya. Yang terpenting, pendekatannya bukan hanya untuk pengembangan satu tujuan wisata tetapi interkoneksi beberapa tujuan wisata dalam delapan desa tersebut.
Manfaat Interkoneksi Wisata Alam
Pengembangan interkoneksi wisata alam dalam bentang landskap dapat memberikan manfaat ganda. Apalagi jika interkoneksi itu diramu dalam paket wisata yang terpadu pelaksanaannya.
Bagi pengunjung, mengambil paket wisata merupakan cara merencanakan liburan dengan mudah dan terencana. Pasalnya, pengunjung seringkali bingung Ketika liburan tiba. Dengan melihat promosi paket integrasi sesuai dengan keinginan, tentu akan sangat membantu.
Apalagi, jika paket itu menawarkan penjemputan dan jasa penginapan maka akan memudahkan estimasi waktu dan jumlah yang dikeluarkan. Liburan memuaskan dengan perencanaan dan pelayanan prima.
Bagi pengelola, reservasi pemesanan dengan jumlah orang tertentu melalui media elektronik akan memudahkan dalam pengelolaan pengunjung. Penyiapan jasa transportasi dari lokasi ke bandara atau terminal atau pelabuhan dengan kendaraan yang tepat sesuai pesanan dan kenyamanan yang ditawarkan. Bahkan, mereka bisa bekerjasama dengan biro travel setempat.
Pemesanan rencana perjalanan ini juga memungkinkan untuk memastikan jasa interpretasi pada setiap objek daya Tarik baik yang buatan maupun alam. Termasuk, kunjungan budaya berbasis masyarakat. Pengetahuan pemandu wisata harus mumpuni. Sebab, tujuan wisata yang diinginkan adalah wisata selain memuaskan dahaga kepuasan pengunjung juga keinginan membawa pengunjung pada gerbang pengetahuan terhadap objek wisata alam atau budaya yang dilihatnya.
Peran interpretasi terkait hubungan objek wisata dengan ilmu pengetahuan dan lingkugan sangat penting. Singkat kata, pengunjung Ketika pulang dari tempat ini, selain puas juga adanya perubahan ilmu pengetahuan sehingga dampaknya sangat baik untuk kecintaan pada lingkungan bahkan mereka mau untuk peduli dan mau melakukan konservasi sumber daya alam di mana pun. Contoh yang terjadi di IAD Buleleng, program adopsi pohon telah menghasilkan rehabilitasi dengan ratusan pohon dengan perawatan intensif dari masyarakat.
Masyarakat pun menerima titipan dana penanaman dan pemeliharaan selama tiga tahun. Di Wanagiri, Kelompok Wanita Tani (KWT) menawarkan paket wisata mengolah kopi. Pengunjung mendapat pengetahuan baru tentang kopi tetapi mereka juga dapat menikmati cita rasa yang tinggi dari kopi yang diolahnya.
Pengetahuan baru itu, membawa kesadaran kepada pengunjung bahwa di balik citra rasa kopi yang luar biasa, terdapat perjuangan para petani yang tak kenal lelah. Apalagi, kopi itu ditanam di antara pohon-pohon hutan lindung dalam hamparan landskap menuju air terjun Banyu Male.
Dengan pengetahuan itu, pengunjung dari benua Eropa akan terpuaskan, bahwa kopi yang selama ini dituduh menjadi penyebab deforestrasi dapat terbantahkan. European Union Deforestration Regulation menempatkan kopi menjadi salah satu dari tujuh komoditas penyebab deforestrasi.
Belum lagi, KWT ini membuat kampanye aksi bersih terhadap sampah di sekitar objek wisata. Bahkan, mereka mengolah sampah untuk hal yang produktif. Sampah organik diolah menjadi pupuk. Sampah anorganik dimanfaatkan untuk kerajinan dan bahan daur ulang. KWT pada Banjar Wanagiri inipun menjadi contoh untuk berkembangnya tiga KWT lainnya.
Nilai tambah yang lain bagi pengelola, dengan pesanan paket wisata ini juga dapat dihubungkan tempat menginap sesuai pesanan. Integrasi paket hotel berbintang milik swasta dengan homestay masyarakat sesuai dengan jadwal kunjungan.
Biasanya, pada hari pertama pengunjung masih capek dari perjalanan panjang sehingga dapat diinapkan pada hotel berbintang. Hari kedua hingga perjalanan berakhir, pengunjung dapat menggunakan glamping dan homestay dengan tawaran menu kuliner lokal.
Dengan pengembangan paket wisata lima hari empat malam dengan harga Rp 3,5 juta, semua sektor bertumbuh. Hal ini membawa dampak baik untuk lingkungan IAD Atas Nama Air pada khususnya dan kesadaran lingkungan paska kunjungan pada umumnya.
Prasyarat Pengembangan Wilayah Terintegrasi
Pengembangan IAD tidak dapat dilaksanakan oleh masyarakat desa saja. Interkoneksi membutuhkan objek daya tarik yang akan dihubungkan dengan hal-hal lain yang akan menjadi penghubungnya. Setelah terhubung, apa yang menjadi prasyarat objek daya tarik itu dapat dipasarkan dan bagaimana pengelolaannya untuk keberlanjutan dalam kepuasan pengunjung. Mari kita kupas satu persatu.
1. Atraksi, tanpa atraksi pengunjung tidak datang. Atraksi itu harus unik. Bisa atraksi berbasis alam apakah itu gejala alam seperti letupan-letupan air panas, air terjun dalam cerobong alam Banyu Male, warna sublimasi gas bumi seperti blue fire di Gunung Ijen ataupun pemandangan alam dalam bentuk landskap hutan lindung, danau-danau ataupun jalan trekking dengan pemandangan menawan. Budaya kesenian lokal seperti tari-tarian, ketoprak, seni memproses kopi, berpetualang dengan kuda atau sepeda dapat dikategorikan sebagai atraksi budaya atau buatan.
2. Aksebilitas, jalan penghubung menjadi sangat penting. Dari objek dan daya tarik wisata alam (ODTWA) ke bandara, pelabuhan laut atau terminal, termasuk tempat wisatawan yang telah berkembang dan jenuh pasarnya. Penting untuk memberikan informasi jarak tempuh yang dihubungkan dengan kelancaran lalu lintasnya. Jika melintasi jalan tradional yang belum beraspal juga perlu disampaikan mengapa jalannya masih tradisional. Misalnya, kerena melewati kawasan konservasi tempat kehidupan liar, pengunjung diminta memelankan kendaraan agar dapat melihat perilaku satwa dan keindahan alam.
3. Akomodasi, dengan paket lima hari dan empat malam dalam ODTWA yang berdekatan yang direkat dalam IAD dapat ditawarkan paket menginap dalam bentuk hotel berbintang yang dikelola swasta maupun paket homestay yang dikelola masyarakat.
Jika pengunjung menginap di lokasi dekat ODTWA mereka akan membutuhkan makanan dan minuman, transportasi lokal, dan hiburan-hiburan di sela-sela liburannya. Dengan akomodasi yang terkoneksi, maka ekonomi pewilayahan akan terdampak, dari lapangan pekerjaan, daya beli konsumsi hingga jasa-jasa transportasi.
4. Acceptance atau penerimaan masyarakat terhadap ODTWA yang dipasarkan. Dengan IAD dan usulan usulan ODTWA dari masyarakat, maka penerimaan produk wisata akan tinggi. Bahkan, dengan menempatkan masyarakat sebagai pelaku jasa pariwisata akan meningkatkan rasa memiliki yang tinggi. Alhasil, keberlanjutan usaha ini akan selalu dijaga.
Ini adalah nilai tambah yang sangat tinggi sebagai modal sosial. Pariwisata merupakan salah satu industri yang mengedepankan sapta pesona. Penerapan sapta pesona pada ODTWA akan menciptakan citra yang baik. Begitupun harapan wisatawan terhadap ODTWA terpenuhi dengan penerapan pelayanan yang diberikan.
Konsep sapta pesona adalah konsep sadar wisata dengan dukungan peran serta masyarakat sebagai tuan rumah destinasi dalam rangka menciptkan lingkungan dan suasana yang kondusif. Unsur unsur yang termasuk dalam sapta pesona yaitu aman, tertib, sejuk, indah, ramah, dan kenangan.
Dengan penerapan IAD berbasis ODTWA dan budaya dalam desain interkoneksi yang dihubungkan dengan jalan dan ketersediaan kesiapan tempat penginapan akan membawa desain besar pemasaran berbasis ODTWA dan paket wisata yang dapat diintegrasikan. Strategi marketing dengan branding pada setiap ODTWA dengan pelayanan yang berorientasi pada nilai-nilai sapta pesona akan memberikan nilai tambah.
Pertama, branding akan menjadi pengingat. Branding dibuat mudah diingat dan sesuai dengan kenyataan. Misalkan IAD “Atas Nama Air” di air terjun dengan branding Banyu Mule, yang artinya air bermanfaat. Contoh lainnya, Wanagiri “Hidden Hill” dengan 24 panorama alam yang dapat tergambarkan dalam lensa kamera.
Nah, dengan media sosial dan pengunjung yang terpuaskan mereka akan memviralkan dengan cara mereka sendiri. Mereka akan menjadi duta duta pariwisata alam bagi masyarakat dan menjadi nilai tambah yang multi tambah.
Pemkab Aceh Timur Kembangkan Ekowisata di Kawasan Ekosistem Leuser
Ekowisata diharapkan lestarikan ekosistem Leuser. [303] url asal
#leuser #wisata-alam #ekowisata #aceh
(Republika - Khazanah) 17/07/24 01:11
v/11032143/
REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur menggandeng lembaga lingkungan hidup untuk mengembangkan ekowisata berkelanjutan di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL).
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Timur Darmawan Ali, di Aceh Timur, Selasa, mengatakan pengembangan ekowisata ini sejalan dengan rencana pemerintah daerah dalam mewujudkan Aceh Timur sebagai kawasan ekowisata potensial.
"Ada dua lembaga lingkungan hidup yang menjadi mitra pemerintah daerah dalam pengembangan ekowisata, yakni Yayasan Hutan, Alam dan Lingkungan Aceh dan Canopy Planet," katanya.
Menurut dia, Kabupaten Aceh Besar memiliki potensi dalam pengembangan ekowisata di KEL tersebut. Seperti di wilayah pedalaman Simpang Jernih dan Serbajadi.
Di kawasan tersebut ada lokasi gajah jinak, wisata sungai seperti arung jeram, air terjun, serta Sumatera Rhino Sanctuary (SRS) yang masih dalam tahap pembangunan.
Darmawan mengatakan saat ini Pemkab Aceh Timur juga sedang menyusun rencana pembangunan jangka panjang dan jangka menengah daerah serta revisi tata ruang.
Kemudian, juga rencana perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup (RPPLH), sehingga akan mudah dilakukan sinkronisasi dengan rencana pengembangan ekowisata.
"Dengan kerja sama ini kami harapkan kawasan ekowisata tersebut bisa berkembang. Selain menjadi pariwisata, juga pelestarian atau konservasi lingkungan hidup," katanya pula.
Sekretaris Yayasan Hutan, Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) Badrul Irfan mengatakan pengembangan ekowisata di KEL tersebut merupakan kewajiban bersama, baik secara moril maupun komersial.
"Sebagian wilayah Aceh Timur merupakan bagian dari KEL dengan fungsi daya dukung lingkungan hidup. KEL merupakan kawasan penting dunia yang menjadi habitat bagi empat mamalia besar, yaitu gajah, harimau, badak dan orang utan yang terancam punah," katanya lagi.
Selain itu, KEL juga merupakan kawasan ekosistem penting yang kaya dengan keanekaragaman hayati dan keunikan bentang alam, sekaligus sebagai penyangga kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).
"Selain bermanfaat untuk kelestarian alam, pengembangan ekowisata juga dapat meningkatkan perekonomian, memberdayakan masyarakat lokal serta mampu meminimalisir bencana seperti banjir, kekeringan, tanah longsor dan sebagainya," kata Badrul Irfan.
Kompleks Candi Arjuna Dieng Diselimuti Fenomena Embus Upas
berdasarkan hasil pengecekan, suhu udara di sekitar kompleks Candi Arjuna pada hari Minggu, 14 Juli, pukul 05.30 WIB, tercatat mencapai minus 1 derajat celsius [423] url asal
#fenomena-alam #wisata-alam #jawa-tengah #candi-arjuna #embun-upas
(MedCom) 14/07/24 12:21
v/10745912/
Banjarnegara: Fenomena embun beku (embun es) atau yang dikenal dengan embun upas kembali "menyelimuti" wilayah di sekitar kompleks Candi Arjuna, Kawasan Wisata Dataran Tinggi (KWDT) Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, dalam tiga hari terakhir."Kebetulan tiga hari ini kembali beku setelah tiga minggu kemarin ada hujan," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelola Objek Wisata Dieng Sri Utami di Banjarnegara, Minggu, 14 Juli 2024,
Dia mengatakan berdasarkan hasil pengecekan, suhu udara di sekitar kompleks Candi Arjuna pada hari Minggu, 14 Juli, pukul 05.30 WIB, tercatat mencapai minus 1 derajat celsius. Bahkan, kata dia, wilayah di sekitar kompleks Candi Arjuna yang diselimuti embun beku pada Minggu pagi lebih luas jika dibandingkan dengan dua hari sebelumnya.
"Kalau ketebalan (embun beku) tergantung pada posisinya, tidak merata," katanya menjelaskan.
Dia mengakui saat sekarang banyak wisatawan yang berkunjung ke Dieng karena secara kebetulan sedang masa liburan sekolah dan sebagian wisatawan yang mengetahui adanya fenomena embun beku memilih untuk menginap di sejumlah penginapan.
Menurut dia, wisatawan-wisatawan yang menginap itu pun "berburu" embun beku di sekitar kompleks Candi Arjuna pada Minggu pagi. "Dari pantauan kami, tadi pagi ada lebih dari 100 wisatawan yang berburu embun es," katanya.
Lebih lanjut, dia mengatakan berdasarkan prakiraan BMKG, fenomena embun beku akan sering muncul di Dieng saat puncak musim kemarau seperti tahun-tahun sebelumnya.
Menurut dia, masyarakat setempat dengan mengandalkan kearifan lokal sering kali bisa memprediksi kemunculan embun beku yang ditandai dengan cuaca pada siang hari terlihat cerah tanpa adanya mendung atau hujan dan sore harinya mulai terjadi penurunan suhu udara.
"Suhu udara kemarin sore terasa dingin sekali dan salah seorang warga mengatakan 'besok sepertinya tebal Bu Uut (sapaan akrab Sri Utami)'," katanya.
Uut mengharapkan kondisi cuaca di Dieng tetap cerah tanpa adanya hujan dan embun beku masih berpotensi muncul hingga pelaksanaan Dieng Culture Festival (DCF) XIV pada 23-25 Agustus 2024, sehingga dapat menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung DCF.
Dalam kesempatan terpisah, salah seorang warga Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Alif Faozi mengakui suhu udara pada Minggu pagi terasa sangat dingin.
"Bahkan tadi saat mau shalat Subuh, saya pakai water heather untuk berwudu, tapi airnya enggak terasa hangat, mungkin karena saking dinginnya. Namun saya enggak sempat cek berapa suhu udaranya," kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dieng Pandawa Desa Dieng Kulon itu.
Ia mengakui fenomena embun beku tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang menginap di Dieng.
"Kebetulan sekarang 'kan sedang masa liburan, banyak wisatawan yang datang ke Dieng dan sebagian di antaranya menginap. Tadi pagi mereka terlihat menikmati fenomena embun beku ini," katanya.
(WHS)
Rehat Sejenak di Perdesaan Bogor Nan Asri
Desa Wisata Purwabakti terletak di ketinggian 520-1.350 meter di atas permukaan laut - Halaman all [31] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #desa-wisata #desa-purwabakti #bumdes #wisata-bogor #wisata-alam #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 13/07/24 15:00
v/10644154/
Jakarta, ID- Tubuh butuh rehat sejenak dari rutinitas yang membuat penat.
Pemandangan nan asri berbalut udara pegunungan yang menyegarkan bisa mengembalikan kebugaran. Tidak hanya tubuh, pikiran pun dapat menjadi lebih segar.

