#30 tag 24jam
Peran Strategis Womenpreneur dalam Mendorong Kebangkitan UMKM
Program Giro Kartini menjadi contoh nyata bagaimana sektor perbankan dapat berperan aktif dalam memberdayakan perempuan. Halaman all [1,278] url asal
#entrepreneur #wirausaha #cimb-niaga #womenpreneur #giro-kartini
(Kompas.com) 22/10/24 08:09
v/16818842/
DAPATKAH perempuan menjadi motor penggerak ekonomi nasional? Fakta menunjukkan bahwa usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang dikelola perempuan telah menjadi salah satu pilar penting pemulihan ekonomi Indonesia pascapandemi.
Di Tanah Air, perempuan memang memiliki peran penting dalam perkembangan UMKM. Ini karena seiring waktu, kesadaran dan kemauan perempuan untuk terjun ke dunia wirausaha semakin meningkat.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 2021, 64,5 persen dari total UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan, dan sektor ini memberikan kontribusi sekitar 60,34 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.
Sayangnya, data itu tak diiringi dengan fakta bahwa pelaku usaha perempuan dapat mengembangkan usahanya di masa depan. Ini karena motivasi dan fondasi sebagian besar dari mereka dalam membangun bisnis belum cukup kuat.
Bisnis yang mereka jalankan biasanya punya embel-embel sebagai “penghasilan sampingan” atau “tambahan penghasilan”. Karena bukanlah pilihan karier utama, tak banyak dari mereka yang berpikir strategis bahwa bisnis perlu tujuan, strategi, dan inovasi.
Berdasarkan pengalaman serta pantauan selama menjadi pelaku usaha, peningkatan jumlah UMKM perempuan di Indonesia justru terjadi secara signifikan selama pandemi Covid-19.
Mereka tergerak untuk membangun usaha setelah sebagian besar masyarakat kehilangan pendapatan utama keluarga akibat ekonomi terdampak pandemi.
Motivasi itu memang berhasil membawa mereka menemukan peluang pendapatan yang baru. Bahkan lebih jauh lagi, tak dapat dinegasikan bahwa perempuan merupakan kelompok penting dalam perekonomian Indonesia.
Namun, bisnis yang dibidangi perempuan berisiko jalan di tempat karena mindset “penghasilan sampingan” tak membuat mereka ingin mengembangkan usahanya. Kalaupun pada akhirnya harus mengalami gulung tikar, sebagian dari mereka memilih pasrah karena bisnis tersebut dianggap sudah waktunya berhenti.
Mengatasi kesenjangan literasi, langkah womenpreneur menuju keberlanjutan bisnis
Berbeda dengan laki-laki, perempuan punya tantangannya tersendiri dalam membangun bisnis. Motivasi membangun bisnis sebagai “penghasilan sampingan” juga tak serta-merta datang. Hal ini merupakan akibat dari stigma bahwa perempuan yang berbisnis tak boleh mengesampingkan urusan domestik di rumah. Terlebih bagi mereka yang memiliki peran ganda sebagai istri sekaligus ibu.
Setelah banyak bertemu dengan pelaku usaha perempuan, saya dapat menangkap bahwa mereka memiliki keterbatasan terhadap literasi keuangan dan digital.
Tanpa adanya pengetahuan yang memadai tentang pengelolaan keuangan dan strategi pemasaran digital, usaha yang mereka rintis sulit berkembang dan berkelanjutan.
Program pelatihan yang menyasar aspek literasi digital dan keuangan menjadi sangat penting. Di sini, peran support group atau kelompok pendukung menjadi krusial. Support group dapat menjadi wadah bagi para perempuan pengusaha untuk saling berbagi pengalaman, tantangan, dan solusi.
Selain dukungan berupa support group, aspek yang sering kali terlupakan dalam pembahasan tentang perempuan dan UMKM adalah kesehatan mental. Karena itu, di Setara Berdaya—organisasi yang fokus pada pemberdayaan ekonomi bagi perempuan, penyandang disabilitas, dan pemuda di Indonesia—kami berupaya membuka layanan konsultasi psikologis yang khusus ditujukan untuk UMKM, khususnya perempuan dan penyandang disabilitas.
Layanan tersebut memungkinkan mereka untuk mendapatkan bantuan dalam mengelola stres dan tekanan yang muncul selama menjalankan usaha. Dengan dukungan kesehatan mental yang memadai, UMKM perempuan dapat lebih fokus dalam mengembangkan bisnisnya.
Dukungan industri keuangan bagi womenpreneur
Di sisi lain, peningkatan jumlah perempuan yang terjun ke dunia usaha perlu didukung oleh akses yang lebih luas terhadap permodalan dan pembiayaan. Ini juga merupakan cara agar bisnis yang dilakoni perempuan bisa berkelanjutan dan berumur panjang. Di sinilah peran industri perbankan menjadi sangat krusial.
Salah satu yang sudah terlibat dan hadir untuk merespons kebutuhan tersebut adalah PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) dengan produk Giro Kartini.
Program Giro Kartini menjadi contoh nyata bagaimana sektor perbankan dapat berperan aktif dalam memberdayakan perempuan tidak hanya di perkotaan, tetapi juga di daerah-daerah terpencil. Dengan pelatihan pembuatan tenun di Toraja, program ini membantu menciptakan lapangan kerja sekaligus melestarikan budaya lokal.
Giro Kartini dibuat untuk mendukung para pemimpin dan pengusaha perempuan yang aktif berbisnis di segmen Usaha Kecil Menengah (UKM) atau Emerging Business Banking (EBB).
Lewat produk tersebut, CIMB Niaga menawarkan keuntungan menabung sekaligus berkontribusi mendukung masa depan bisnis perempuan yang berkelanjutan.
Bagi para womenpreneur, produk Giro Kartini menawarkan tiga dampak positif. Pertama, suku bunga jasa giro yang kompetitif khusus untuk nasabah individu wanita dan nasabah non-individu yang dipimpin oleh wanita. Kedua, mendukung pemberdayaan wanita, karena setiap pembukaan rekening Giro Kartini, CIMB Niaga akan memberikan donasi sebesar Rp 25.000 untuk mendukung pelatihan pembuatan tenun tradisional bagi wanita disabilitas di Sulawesi.
Ketiga, produk ini mendukung upaya ramah lingkungan melalui penggunaan e-statement yang membuat pelaporan transaksi lebih cepat dan efisien.
Selain itu, CIMB Niaga memberikan kemudahan akses pembiayaan melalui produk yang lengkap dan didukung kemampuan digital. Digitalisasi menjadi faktor penting bagi UMKM perempuan untuk bertahan dan berkembang di era digital, mengingat banyak dari mereka yang masih menghadapi keterbatasan literasi digital.
Langkah nyata menuju ekonomi inklusif
Sebagai pilar penting UMKM, perempuan memiliki potensi besar dalam menciptakan perubahan, tidak hanya dalam keluarga dan komunitasnya, tetapi juga memiliki peran penting untuk mewujudkan ekonomi inklusif di Indonesia.
Dok Nicky Clara Nicky Clara merupakan pebisnis perempuan. Lewat kemampuannya, ia kini juga berkesibukan di Setara Berdaya, yakni wadah atau hub pemberdayaan ekonomi, utamanya bagi penyandang disabilitas dan perempuan. Di sini, ia juga berupaya membuka layanan konsultasi psikologis yang khusus ditujukan untuk UMKM, khususnya perempuan dan penyandang disabilitas. Layanan ini memungkinkan mereka untuk mendapatkan bantuan dalam mengelola stres dan tekanan yang muncul selama menjalankan usaha.Namun, agar potensi ini benar-benar terwujud, dibutuhkan langkah nyata dari berbagai pihak. Dukungan dari pemerintah dan sektor perbankan harus lebih konkret. Program-program seperti Giro Kartini dari CIMB Niaga merupakan contoh nyata upaya sektor swasta dalam menciptakan akses yang lebih luas bagi womenpreneur.
Akses ini tak hanya sekadar modal finansial, tetapi juga berupa edukasi literasi keuangan dan digital yang akan membantu mereka lebih kompetitif di pasar. Di antara contoh nyata yang telah kami melalui Berdaya Bareng bersama CIMB Niaga, yaitu Program Community Link #JadiBerkelanjutan yang membina pelaku UMKM di Indonesia Timur seperti Maminasata, Toraja, Balikpapan, Banjarmasin, Manado, Balikpapan, Kupang, dengan fokus kepada wanita dan teman disabilitas.
Di sisi lain, pemerintah harus lebih aktif menginisiasi kebijakan yang mendukung inklusivitas ekonomi. Kebijakan yang mendorong perempuan untuk masuk ke dunia usaha, baik melalui penyederhanaan regulasi, penyediaan akses pelatihan, hingga penyuluhan seputar pemanfaatan teknologi digital sangatlah penting. Inovasi ini perlu dipadukan dengan dukungan infrastruktur dan kemudahan akses pasar, terutama bagi UMKM yang dikelola perempuan di daerah-daerah terpencil.
Tak hanya berhenti di pemerintah dan perbankan, kolaborasi multi-sektor juga menjadi langkah krusial untuk memastikan ekonomi inklusif berjalan. Lembaga non-pemerintah, komunitas, dan sektor swasta perlu bersinergi dalam menghadirkan ekosistem yang ramah bagi womenpreneur.
Penting juga bagi para pelaku UMKM perempuan untuk terus meningkatkan kompetensi dan keberanian mereka dalam mengambil risiko bisnis. Teknologi dan dunia digital menawarkan peluang baru yang lebih luas dan terbuka, namun hal ini hanya bisa dimanfaatkan jika womenpreneur berani beradaptasi dan berinovasi. Edukasi, pendampingan, dan peningkatan akses ke teknologi ini bisa menjadi faktor penentu dalam mendorong womenpreneur menuju keberhasilan yang lebih besar.
Langkah-langkah ini tidak hanya bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi ekonomi yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi semua pihak—pemerintah, sektor swasta, perbankan, serta pelaku usaha itu sendiri—ekonomi Indonesia dapat tumbuh lebih adil dan inklusif, di mana perempuan mendapatkan porsi peran yang setara dan kontribusi mereka diakui secara luas.
ASEAN Women Entrepreneurs Conference 2024: Mendorong Berkelanjutan, Inklusif dan Tangguh
Konferensi ASEAN Women Entrpreneurs 2024 menjadi wadah strategis dalam memperkuat kolaborasi lintas ASEAN untuk memberdayakan Perempuan dalam ekonomi. Konferensi... | Halaman Lengkap [333] url asal
#asean #pengusaha-wanita #perempuan-pengusaha #berita-ekonomi #womenpreneur
(SINDOnews Ekbis) 14/10/24 16:31
v/16458378/
LAOS - Konferensi ASEAN Women Entrpreneurs 2024 yang diselenggarakan di Landmark Mekong Riverside Hotel, Vientiane, Laos, menjadi wadah strategis dalam memperkuat kolaborasi lintas ASEAN untuk memberdayakan Perempuan dalam ekonomi.Salah satu pencapaian utama dalam konferensi ini adalah upaya untuk meresmikan deklarasi ASEAN, dengan tema Building a More Sustainable, Inclusive and Resilient Future: Unlocking Women?s Entrepreneurship Potential in ASEAN.
Rinawati Prihatiningsih, selaku COO dan Co-Owner PT Infinitie Berkah Energi, hadir sebagai salah satu pembicara utama dalam panel diskusi bertema 'Building Resilience in the Face of Challenges' bersama tokoh-tokoh lain, seperti Pattana Panyatip, Nguyen Thi Tuyet Minh, Irene Boey dan Pinky Y. Yee, serta dimoderatori oleh Aditta Kittkhoun.
Dalam kesempatan tersebut, Rina juga menerima penghargaan Best Entrepreneur dalam kategori ASEAN Special Awards for Women Entrepreneurs, atas kontribusinya dalam memberdayakan ekonomi perempuan, serta kepemimpinannya bersama partner usahanya dalam mendorong penggunaan biodiesel ramah lingkungan di Indonesia melalui PT Infinitie Berkah Energi.
Juga peran aktifnya di IWAPI, G20 EMPOWER, dan AWEN menjadi landasan penting bagi pengembangan kewirausahaan perempuan di tingkat ASEAN.
"Kami menekankan pentingnya ketahanan bisnis, kesetaraan gender, dan keberlanjutan sebagai pilar utama bagi Perempuan pengusaha. Dia juga menyoroti peran penting keluarga, komunitas, dan kebijakan pemerintah dalam mendukung Perempuan wirausaha, dimana kolaborasi antara sektor publik dan swasta diperlukan untuk menciptakan ekosistem bisnis yang tangguh dan inovatif," ujarnya.
Rina juga memberikan apresiasi terhadap inisiatif Batik ASEAN yang diluncurkan dalam perayaan hari jadi ASEAN, sebagai simbol kekuatan kolektif yang memperkuat keterhubungan regional dan resiliensi ASEAN.
"Sehingga, ini menjadi simbol kekuatan yang kolektif bagi negara-negara ASEAN, untuk terus berkontribusi demi kebangkitan ekonomi bersama," ujar Rinawati.
Sementara, Chathacohone Vongvixay, Ketua Lao Women?s Union, memainkan peranan penting dalam menyelenggarakan konferensi ini serta mendorong komitmen bersama ASEAN untuk memberdayakan Perempuan wirausaha.
Acara ini dibuka oleh H.E. Saleumxay Kommasith, Deputy Prime Minister, Minister of Foreign Affairs of the Lao PDR, dan dihadiri oleh pemimpin perempuan ASEAN, pemangku kepentingan, dan akademisi, dengan tujuan mempromosikan inklusi keuangan, transformasi digital, serta keberlanjutan bisnis, guna mewujudkan ASEAN yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Berdayakan Ekonomi Perempuan, Rinawati Prihatiningsih Sabet AWEN Award di Kamboja
Penghargaan AWEN diberikan sebagai bagian dari upaya untuk mengakui perempuan yang telah memberikan kontribusi signifikan dalam bidang bisnis dan kewirausahaan... | Halaman Lengkap [460] url asal
#perempuan #pemberdayaan-perempuan #perempuan-pengusaha #kaum-perempuan #womenpreneur
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 05/08/24 16:05
v/13419283/
JAKARTA - Perempuan pengusaha , Rinawati Prihatiningsih atau yang lebih dikenal sebagai Rina Zoet, menerika penghargaan prestisius AWEN Award di Kamboja. Penghargaan ini diberikan oleh ASEAN Women Entrepreneurs Network (AWEN) yang saat ini diketuai oleh CamWen, Kamboja sebagai pengakuan atas kontribusinya dalam bidang kewirausahaan dan pemberdayaan perempuan di kawasan ASEAN.Co-Owner dan Chief Operating Officer PT Infinitie Berkah Energi, Rinawati Prihatiningsih diakui atas dedikasinya dalam memajukan ekonomi perempuan melalui berbagai inisiatif strategis dan program pemberdayaan. Di bawah kepemimpinannya, PT Infinitie Berkah Energi telah menjadi pemain utama dalam industri biodiesel dengan fokus pada keberlanjutan, inovasi, dan kemitraan strategis.
Selain perannya di PT Infinitie Berkah Energi, Rina juga aktif sebagai Principal di CV Hako Mulia Abadi, di mana dia mengelola properti dan memberikan konsultasi dalam sektor properti. Komitmennya terhadap pemberdayaan perempuan terlihat jelas dari keterlibatannya dalam berbagai organisasi.
Termasuk sebagai perwakilan Indonesia di G20 EMPOWER, Wakil Ketua untuk Penelitian, Pengembangan dan Tenaga Kerja di IWAPI, serta Wakil Kepala Komite Multilateral di APINDO dan KADIN Indonesia.
"Penghargaan ini merupakan kehormatan besar bagi saya dan semua perempuan yang telah bekerja keras untuk mencapai kesetaraan ekonomi. Ini adalah pengakuan atas usaha kolektif kita untuk menciptakan peluang dan memberdayakan perempuan di seluruh ASEAN," kata Rina.
Penghargaan AWEN diberikan sebagai bagian dari upaya untuk mengakui perempuan yang telah memberikan kontribusi signifikan dalam bidang bisnis dan kewirausahaan di tingkat regional. Penghargaan ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak perempuan untuk berpartisipasi aktif dalam dunia bisnis dan mengambil peran kepemimpinan.
Di balik kesuksesannya, Rina Zoet juga melihat peluang besar dalam memasarkan dan mempromosikan biodiesel untuk berbagai industri. Kesadaran lingkungan yang meningkat dan kebijakan pemerintah yang mendukung energi hijau membuka jalan bagi penggunaan biodiesel di sektor-sektor seperti infrastruktur, maritim, pariwisata, dan pertambangan.
"Industri dapat memanfaatkan biodiesel tidak hanya untuk kepatuhan regulasi, tetapi juga untuk manfaat ekonomi jangka panjang dan reputasi perusahaan yang lebih baik. Dengan teknologi yang terus berkembang, biodiesel menawarkan solusi yang efisien dan berkelanjutan," ungkapnya.
Selain itu, dia juga baru saja mengikuti Training of Trainers (TOT) untuk inisiatif Women ICT Frontier Initiative in Digital Transformation (WIFI DX) di Phnom Penh dari tanggal 28 hingga 31 Juli 2024.
Program ini merupakan kolaborasi antara the ASEAN Women Entrepreneurs Network dan the Asian and Pacific Tranining Center for ICT for Development (APCICT) bertujuan untuk memberdayakan perempuan dalam transformasi digital dan meningkatkan keterampilan mereka di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT).
Partisipasinya dalam program ini semakin memperkuat komitmennya terhadap pemberdayaan perempuan melalui pendidikan dan pelatihan digital. Di akhir training, mewakili Indonesia, Rina memberikan presentasi terkait rencana aksi implementasi keberlanjutan WIFI DX yang akan dilaksanakan di Indonesia.
Dengan menerima AWEN Award dan berpartisipasi dalam ToT WIFI DX, Rina Prihatiningsih telah menegaskan posisinya sebagai dalam pemberdayaan ekonomi perempuan di ASEAN. Dedikasinya untuk menciptakan perubahan positif dan berkelanjutan akan terus menjadi inspirasi bagi banyak orang.