JAKARTA, investor.id – Tahun ini kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia berhasil naik ke posisi 46 dunia berdasarkan riset World Talent Ranking 2024, dibandingkan peringkat 47 tahun lalu. Namun di saat yang sama, peringkat Indonesia masih di bawah Singapura dan Malaysia, berdasarkan riset IMD World Talent Ranking (WTR) 2024 yang menyurvei 67 negara dunia.
Tantangan lain yang mengancam talenta Indonesia adalah soal perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI). SDM Indonesia harus mampu menahan gempuran teknologi AI yang mengancam ketersediaan lapangan kerja, terutama untuk perempuan.
Pekerja perempuan di negara maju dan berkembang paling terdampak oleh otomatisasi pekerjaan dengan AI. Sebanyak 7,9% perempuan di negara maju akan terdampak AI ketimbang laki-laki (2,9%). Sementara di negara berkembang, perempuan pun lebih terdampak AI dengan persentase 2,7% dibandingkan dampaknya pada pria (1,3%).
Sehingga, pemerintah mesti segera melakukan langkah antisipasi agar tidak menimbulkan gejolak sosial yang mengancam pertumbuhan ekonomi.
Pemeringkatan WTR 2024 dilakukan berdasarkan tingkat kemampuan dan keahlian tenaga kerja di suatu negara untuk mengisi lowongan pekerjaan baru dan bagaimana bisnis bisa mengembangkan keterampilan karyawan yang ada.
“Beberapa negara memiliki sistem pendidikan yang sangat baik, tetapi gagal mempersiapkan SDM mereka dan menarik talenta (asing) yang tepat untuk memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja,” jelas Direktur IMD World Competitiveness Center (WCC) Arturo Bris.
Riset ini menggabungkan 31 data statistik dan respons survei yang dikelompokkan dalam tiga indikator. Antara lain tingkat investasi dan pengembangan talenta, kesiapan sumber daya alam (SDM), dan kemampuan suatu negara untuk menarik talenta asing.
Jika dibandingkan dengan sejumlah negara di Asia Tenggara, daya saing keahlian talenta di Indonesia berada di peringkat ketiga sebagai berikut.
1. Singapura (peringkat 2 dari 67 negara)
2. Malaysia (peringkat 33)
3. Indonesia (46)
4. Thailand (47)
5. Filipina (63)
Belajar dari Keberhasilan Singapura
Keberhasilan Singapura berada di posisi kedua dunia, merupakan imbas tingkat kesiapan yang kuat dan tingginya keterampilan tenaga kerja di negara itu. Hal ini ditandai dengan tingkat pertumbuhan tenaga kerja yang tinggi (peringkat pertama dunia), ketersediaan tenaga kerja terampil (peringkat satu), ketersediaan keterampilan keuangan (peringkat satu), dan ketersediaan manajer senior dengan pengalaman internasional yang signifikan (peringkat dua).
Singapura selalu memiliki talenta SDM yang dibutuhkan oleh dunia kerja. Selain itu, tingginya kualitas daya saing SDM Singapura juga didukung oleh kemampuan negara ini untuk menarik tenaga ahli asing untuk bekerja di negaranya.
Kuatnya pasar tenaga kerja Singapura merupakan hasil dari kesigapan sistem pendidikan yang dibuat pemerintah negara Singapura dalam menyiapkan SDM mereka. Menurut Bris, pemerintah Singapura selalu responsif agar tenaga kerja di negara itu memiliki keahlian yang mumpuni terhadap perkembangan teknologi terbaru.
“Pemerintah Singapura sangat gesit. Ketika ada perkembangan teknologi baru, mereka segera memasukkannya ke dalam kurikulum. Saya kira ini yang bisa dicontoh oleh negara Asia Tenggara lain, termasuk Indonesia,” tandasnya.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News