#30 tag 24jam
Eropa Ketagihan Keripik Buah dan Sayur Made in Malang, Ini Produsennya
Dengan merek Apelicious, keripik buah hingga sayurannya laku keras hingga ke mancanegara. [787] url asal
#peluang-usaha #saatnya-jadi-bos #solusi-ukm #keripik-buah
(detikFinance - SolusiUKM) 01/05/24 14:00
v/11049211/
Jakarta - Pada umumnya buah dan sayuran diolah dan dijadikan jus atau dimasak. Namun, ternyata buah hingga sayuran juga bisa dinikmati jika diolah menjadi keripik.
Tanpa campuran tepung, Lisa Amalia langsung mengolah buah-buahan dan sayuran menjadi camilan keripik. Sekitar 20 jenis buah hingga sayuran yang telah diolah menjadi keripik.
Keuletannya berbisnis produk tersebut membuahkan hasil yang sangat baik. Dengan merek Apelicious, keripik buah hingga sayurannya laku keras hingga ke mancanegara.
"Seluruh Indonesia pasti (pengiriman) bahkan sering juga kirim keluar negeri Malaysia, Thailand, China, Dubai, bahkan ke Eropa juga kita juga sudah kirim. Kalau keluar negeri paling sering ada orderan itu Malaysia, seminggu ada beberapa kali kirim ke sana," ujar Lisa kepada detikcom, ditulis Rabu (1/5/2024).
Lisa bercerita untuk mencapai titik saat ini tidak mudah. Perempuan asli Banjarmasin yang kini menetap di Malang awalnya tidak memiliki dasar untuk berbisnis. Namun berkat minat dan komitmennya, Lisa terus berusaha untuk belajar.
"Saya ini di Malang kan kuliah, kuliahnya bahasa Jepang, harusnya jadi guru, nggak nyambung sama sekali kan cuma memang saya memang tertariknya ke dunia bisnis. Jadi kegiatannya di luar kuliah itu sudah ambil kegiatan ikut kepanitiaan, event bisnis, jadi dapat ilmu dari situ. Kuliah tetap diselesaikan. Setelah selesai, belajar lagi berjualan," terang dia.
Sebelum membangun bisnis sendiri, Lisa juga sempat bekerja di salah satu perusahaan selama tiga tahun sebagai marketing online. Dari situ juga Lisa banyak belajar sembari mencari modal untuk berbisnis.
Foto: Dok. Pribadi |
Namun prosesnya juga tidak mudah. Saat masih bekerja, Lisa sempat menjadikan jualan keripik buah sebagai sampingan. Setelah bekerja tiga tahun belum juga membuahkan hasil yang maksimal.
"Mulai dari tahun 2016 sudah mulai jualan-jualan cuma sampingan doang karena sambil kerja. Nah awalnya konsinyasi titip di toko semampunya karena sampingan kerja, cuma ternyata nggak jalan nggak begitu bagus," jelasnya
Karena belum maksimal ketika dijadikan sampingan, Lisa memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya pada 2018 dan fokus membangun bisnis. Ia pun tidak lagi menjual produk ke warung-warung tetapi fokus berjualan online.
Seiring berjalannya waktu, Lisa semakin menggencarkan pemasaran dan brandingnya. Lisa mengakui dalam proses membangun bisnis tidak lepas untuk terus belajar, sehingga penjualannya pun terus meningkat. Sebelumnya hanya satu sampai tiga orderan saja, kemudian sempat rata-rata 100 orderan per hari.
Lalu pada 2021, Apelicious masuk ke TikTok Shop. Lisa mengatakan berkat branding, promosi dan gencarnya konten yang dibuat, akun bisnisnya mendapatkan momentum viral hingga membuahkan orderan hingga 1.000.
"Kalau kita sebut ramai sehari hari itu orderan sudah 100an per hari. Setelah join TikTok dan lebih gencar itu pertama kalinya sampai 1.000 orderan sehari," ungkapnya.
Kini pemasaran Apelicious juga diakui semakin agresif hingga membuahkan hasil orderan hingga seluruh Indonesia. Bahkan sampai ke mancanegara, mulai dari Malaysia, Thailand, China, Dubai hingga Eropa.
Lisa kini telah memiliki lebih dari 40 karyawan dan bermitra juga dengan sejumlah pabrikan kecil. Ia mengatakan bisnis yang dibangun ini tidak hanya semata-mata untuk berbisnis saja, tetapi diharapkan bisa membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat sekitar.
Tidak hanya itu, Lisa juga melibatkan petani sekitar baik buah-buahan hingga sayuran untuk diserap hasilnya dan dijadikan keripik. Hal ini juga membantu petani terutama saat panen raya, ketika berlebih pasokan.
"Karena kalau kita sendiri nggak sanggup melayani permintaan pasar jadi kita bermitra lagi dengan pabrik-pabrik lain untuk menyuplai. Makanya bisa dibilang kan karena keinginan saya dan suami agar bisa membuka lapangan kerja yang lebih banyak. Jadi keinginan untuk bertumbuh bersama, makanya kita bekerja sama dengan pabrik-pabrik kecil-kecil gitu untuk kami serap hasilnya," terangnya.
Foto: Dok. Pribadi |
Lisa memberikan tips bagi siapapun yang tengah merintis bisnis. Menurutnya yang paling penting dalam berbisnis adalah ilmu dasar. Karena menurutnya berbisnis tanpa ilmu akan beda hasilnya dengan berdasarkan dasar ilmu yang mumpuni.
"Kalau mainnya jualan online, itu sangat cepat pergerakannya jadi kita harus cepat juga ngikutin. Jadi belajar strateginya, marketingnya gimana, cara branding gimana, basic penghitungan HPP biar nggak rugi karena online banyak biaya adminnya. Jadi hal-hal kecil kaya gitu harus diperhatikan, siapa target marketnya. Jadi jangan langsung babat sing penting aku jualan," jelasnya.
Apelicious menawarkan 20 varian buah-buahan yang dijadikan menjadi keripik. Beberapa juga terdapat sayuran yang diolah menjadi keripik.
Buah-buahan yang dijual menjadi keripik di antaranya apel, nangka, salak, kelapa, mangga, nanas, pisang, rambutan, buah naga, stoberi hingga durian. Kemudian sayuran ada cabai merah, paprika, wortel, cabai rawit, bawang bombay, brokoli, kentang, jamur tiram, ubi madu, ubi ungu hingga jamur kuping.
Harga yang ditawarkan berbeda-beda sesuai ukuran dan paket yang diambil. Harga temurah ada Rp 9.900, Rp 10.700, hingga paket keripik buah dan sayuran ukuran 350 gram Rp 125.000an. Selain itu ada juga paket 7 pcs 50 gram seharga Rp 93.000an. Apelicious ini dijual di berbagai platform, mulai dari TikTok Shop, Shopee, Instagram, Tokopedia, atau via WhasApp yang tercantum di bio Instagram Apelicious.
(ada/ara)
Kemenparekraf Dukung Pengembangan Industri Kreatif Lewat Boothcamp AKI 2024
Bekasi dan Serang menjadi kota pertama yang menggelar Fase Bootcamp AKI 2024. [558] url asal
#kementerian-pariwisata #kementerian-pariwisata-dan-ekonomi-kreatif #kementerian-pariwisata-dan-ekonomi-kreatif-kemenparekraf #kementerian-pariwisata-republik-indonesia #kementerian-pariwisata-ri #beri
(Kontan - Peluang Usaha) 30/04/24 14:00
v/11049259/
Reporter: Francisca Bertha Vistika | Editor: Francisca bertha
KONTAN.CO.ID - Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) terus mengembangkan kreatifitas dan memfasilitasi produk kreatif di Indonesia lewat Fase Bootcampt. Bekasi dan Serang menjadi 2 kota pertama yang menggelar Fase Bootcamp AKI 2024.
Direktorat Kuliner Kriya Desain dan Fesyen Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) memulai rangkaian Fase Bootcamp AKI 2024.
Fase Bootcamp adalah lanjutan dari Fase Pendaftaran (Februari-Maret 2024) dan Fase Kurasi dan Temu Sapa Peserta (Maret 2024).
Nantinya, Fase Bootcamp akan digelar selama 3 hari di 12 kota/kabupaten (Bekasi, Singkawang, Blitar, Palu, Magelang, Serang, Toba, Tanjung Pinang, Ternate, Labuan Bajo, Denpasar, dan Merauke).
Sebagai informasi, Fase Bootcamp berlangsung dari 23 April hingga akhir Mei 2024. Dari 6.680 ribu pendaftar yang sudah masuk di Fase Pendaftaran untuk 7 Subsektor (Kuliner, Kriya, Fesyen, Aplikasi, Gim, Musik dan Film), hanya 410 jenama yang lolos tahapan Kurasi yang akan ikut Fase Bootcamp.
Sesuai dengan misi perhelatan AKI untuk mengembangkan kapasitas pelaku usaha kreatif dan memfasilitasi perluasan akses pasar produk kreatif, para peserta Fase Bootcamp akan mendapat materi.
Lalu, akan disampaikan materi-materi Produk Review & Branding, Marketplace & Promosi Digital, Design Thinking & Business Model, Legalitas & Standarisasi Usaha.
Sebagai penutup di hari terakhir peserta akan mendapatkan materi Sosialisasi E-KATALOG dan Coaching Clinic & Mentoring.
Setelah mengikuti Bootcamp, tahapan berikutnya bagi para peserta adalah mengikuti pameran yang akan berlangsung di masing-masing kota dan kabupaten di bulan Mei–Agustus 2024.
Kemudian, ditutup dengan tahapan akhir dar rangkaian kegiatan AKI 2024, dengan Malam Puncak yang akan diadakan di Jakarta pada September 2024.
Kota Bekasi dan Serang menjadi 2 kota pertama yang menggelar Fase Bootcamp AKI 2024, yang berlangsung pada 23 April hingga 25 April 2024 lalu.
Dari Kota Bekasi dan Serang, sama-sama ada 38 brand yang lolos mengikuti Fase Bootcamp. Beberapa di antaranya ada Beema Honey (kuliner), Nu’kieu (kriya), Lace Dream (kriya), Tracco (aplikasi), Muslim Raya (gim), Khana Sultan (musik), dan Ngobong (film).
Para mentor yang terlibat dalam Fase Bootcamp AKI 2024 merupakan para profesional dan praktisi di bidang ekonomi kreatif.
Beberapa nama di antaranya Deryansha (CEO Kasisolusi), Wignyo Rahadi SE (Founder dan CEO Tenun Gaya), Fauzy Prasetya Kamal (Co-Founder Kandura Studio), Franke Soeria (Dewan Mode Muslim, Founder Benang Project), Hari Sungkari (Pakar Bidang Aplikasi dan Gim).
Ada pula Nilam Sari (Owner Kebab Baba Rafi), Freddy Chriswantra (Ketua Umum Aliansi Desainer Produk Indusgri Indonesia), Andandika Surasetje (Direktur Kreatif Jakarta Fashion Week).
Juga Rachmant Anggara (Co Founder Qasir.id), Suci Sandi (Dosen, Peneliti, Trainer Manajemen, Pariwisata dan Hospitality), dan Iman Setiobudy (Anggota Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia dan Himpunan Desainer Mebel Indonesia).
Deryansha, CEO Kasisolusi, mengatakan, bicara soal ptimasi UMKM, salah satu kementerian terkait yang sangat serius membantu UMKM agar naik kelas, bereskalasi, tumbuh, dan berkembang adalah Kemenparekraf.
"Salah satu upayanya adalah Apresiasi Kreasi Indonesia 2024. Ilmu-ilmu marketing, branding, selling saya akan buka semua di Bootcamp, karena seperti yang diminta oleh Pak Sandiaga Uno (Menparekraf), ekonomi kreatif ini bergerak pesat," kata Deryansha.
Wignyo Rahadi SE, Founder dan CEO Tenun Gaya, pun memiliki target output dari materi. Ia menyampaikan, materi yang akan dia berikan dalam Bootcamp sebagai penguatan dalam membuat busana siap pakai, dan bagaimana menyiapkan koleksi untuk peragaan fashion show.
Respons Mitra Pedagang Indonesia Terkait Warung Madura Buka 24 Jam
Warung tradisional terutama Warung Madura, sedang menjadi perbincangan hangat karena pembatasan jam operasional. [287] url asal
#berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi
(Kontan - Peluang Usaha) 29/04/24 14:00
v/11049261/
Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Warung tradisional di Indonesia, terutama Warung Madura, kini sedang menjadi perbincangan hangat karena pembatasan jam operasional.
Beberapa pemilik warung mengaku kesulitan akibat kebijakan tersebut. PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk (MPStore), sebuah platform aplikasi yang melayani Warung Madura, juga turut memberikan tanggapannya terhadap kontroversi ini.
MPStore menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi ini. Mereka menyoroti bahwa tidak semua wilayah di Indonesia memperbolehkan warung buka 24 jam. Masalahnya terutama muncul di Klungkung, Bali, di mana ada Perda tahun 2018 yang melarang warung buka selama 24 jam.
Kebijakan ini dianggap tidak adil karena hanya berlaku untuk warung atau toko kelontong kecil, sementara ritel modern seperti alfamart, indomart, circle K tidak terkena larangan tersebut. Dengan warung Madura yang tersebar di seluruh Indonesia, hal ini membantu memajukan ekonomi lokal.
Direktur Utama MPStore, Abdul Muidz Aad, menegaskan bahwa pihaknya angkat bicara terkait viralitas larangan warung Madura buka 24 jam. MPStore berjanji untuk terus mendukung dan mencari solusi terbaik bagi mitra pedagang Warung Madura dalam menghadapi situasi ini.
"Kami juga mengajak semua pihak untuk tetap mematuhi peraturan demi kebaikan bersama," ujarnya dalam keterangannya, Senin (29/4).
Di sisi lain, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah menyatakan bahwa warung Madura sebenarnya diizinkan untuk beroperasi 24 jam penuh.
Mereka berkomitmen untuk melindungi usaha mikro, kecil, dan menengah dari persaingan dengan ritel modern, serta mendorong masyarakat untuk berbelanja di warung-warung milik UMKM.
Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Arif Rahman Hakim, menyatakan bahwa Peraturan Daerah Kabupaten Klungkung Nomor 13 Tahun 2018 tidak secara khusus melarang warung Madura beroperasi selama 24 jam.
Kementerian akan meminta penjelasan lebih lanjut kepada pemerintah daerah terkait aturan tersebut dan mengevaluasi kebijakan yang mungkin merugikan UMKM.
UMKM Batik Memerlukan Ekosistem yang Kondusif dalam Pasar Digital
Peran swasta dibutuhkan bagi UMKM batik. [390] url asal
#batik #kementerian-koperasi-dan-ukm #tokopedia #tiktok-shop-tokopedia #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi
(Kontan - Peluang Usaha) 29/04/24 14:00
v/11049260/
Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejak 2 Oktober 2009, badan PBB Unesco telah menentapkan batik sebagai warisan budaya tak beda. Deputi Usaha Kecil dan Menengah Keenterian Koperasi, Hanung Harimba mengungkapkan, peran swasta sangat dibutuhkan dalam mendukung UMKM batik. Mulai dari pendampingan manajemen usaha, pemasaran usaha hingga kemitraan.
“Kampanye Tokopedia dan Shop | Tokopedia sangat membantu UMKM batik dalam melakukan inkubasi, konsultasi pengembangan usaha batik serta mengembangkan bisnis batik lokal dalam platform e-commerce,” ujar Hanung, Senin (29/4). Menurutnya, ekosistem yang kondusif dalam pasar digital sangat diperlukan. Mengingat batik mempunyai kontribusi yang cukup besar terhadap ekspor Indonesia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, ekspor batik Indonesia pada 2023 berjumlah US$ 17,5 juta. Jumlah ini belum sebesar di masa sebelum pandemi. Namun, angka memperlihatkan potensi industri batik yang sangat besar. Batik asal Indonesia paling banyak diekspor ke Amerika Serikat sebesar 74,75%, Jerman 3,61%, Singapura 3,23%, Malaysia 2,82% dan Kanada 1,92%.
Shop | Tokopedia Fashion Category Lead Desey Muharlina Bungsu menyatakan, kampanye Melokal dengan Batik merupakan salah satu upaya Tokopedia dan Shop | Tokopedia mendukung perkembangan industri batik sekaligus memperkenalkan batik secara lebih luas kepada masyarakat. Program ini juga membantu UMKM batik lokal untuk memasarkan produk mereka serta memberikan kemudahan akses pinjaman modal usaha dari mitra keuangan terhubung.
“UMKM batik lokal yang bergabung dalam program Melokal dengan Batik tidak kami pungut komisi alias 0%. Mereka yang bergabung dengan program ini akan kami bantu terkait pendanaan yang menghubungkan UMKM dengan lembaga keuangan. Selain itu, Tokopedia dan Shop | Tokopedia juga menggandeng Institut Seni Indonesia untuk membuatkan beberapa disain yang menarik untuk UMKM batik lokal,” kata Desey.
UMKM batik lokal yang tergabung dengan Melokal dengan Batik akan dibantu kampanye pemasaran produk agar bisa meningkatkan penjualan. Langkah ini efektif dalam meningkatkan pemesanan UMKM batik lokal sebesar hampir 2,5 kali lipat.
Kepala bidang usaha Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Riesta Karentina menjelaskan, 60% dari 64,5 juta UMKM batik masuk kategori mikro. UMKM batik mikro ini perlu bantuan untuk membangun ekosistem agar bisa semakin tumbuh berkembang.
Tantangan UMKM batik itu ada dua, yakni aspek legalitas danmanajerial. Masalah legalitas yang paling sering ditemukan antara lain kasus hak intelektual dan juga hak merek. Sedangkan masalah manajerial yaitu bagaimana UMKM mikro bisa dikelola dengan baik hingga bisa mencari pasar sendiri.
Kisah Lasmi, Usaha Jamu Gendong hingga Raup Omzet Puluhan Juta
Lasmi memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI, tepatnya pada tahun 2015 dan 2022 Lasmi mendapatkan KUR dengan nominal Rp 50 juta dan Rp 100 juta. [625] url asal
#bri #kur-bri #bank-bri #jamu #bri-fellowship #bri-fellowship
(detikFinance - SolusiUKM) 29/04/24 14:00
v/11049215/
Jakarta - Bersama empat orang jamu gendong lainnya, Lasmi berlenggak lenggok menghibur tamu undangan di panggung Graha Insan Pendidikan Berprestasi Kompleks Kemendikbud dalam acara Penyerahan Sertifikat Inskripsi Warisan Budaya Dunia, Kamis (25/4/2024). Ketua Laskar Jamu Gendong itu juga turut menyuguhkan jamu kepada tamu undangan.
Lasmi kecil merupakan anak dari penjual jamu di pasar daerah Sukoharjo, Jawa Tengah. Pada usia 12 tahun ia digembleng ibunda untuk meneruskan selempang dan bakul jamu yang telah turun temurun, Lasmi merupakan generasi ketiga yang meneruskan resep jamu tradisional.
"Dulu awal mula saya umur 12 tahun ikutin ibu saya yang juga penjual jamu gendong, saya sudah generasi ke 3 dan yang ke 4 saat ini anak saya. Dulu hanya ikut ibu jualan di pasar dari situ saya jualan, belajar naikin turunin (bakul jamu gendong) kalo orang nggak biasa gendong kan susah ya nurunin naikin gitu," cerita Lasmi saat berbincang dengan detikcom usai mengikuti acara di Kemendikbud, Kamis (25/4/2024).
Usai mendapatkan bekal ilmu yang cukup, Lasmi merantau ke Surabaya bersama sang suami pada tahun 1982. Namun usai mencoba peruntungan di sana Lasmi kurang beruntung, ia lantas diajak sang kakak untuk mencoba mengadu nasib di Jakarta pada tahun 1988.
Berada di ibu kota Lasmi membawa semangat juang yang tinggi, bahkan meski banjir sekalipun Lasmi tetap berjualan jamu gendongnya dan dibawa keliling ke Kawasan Tegal Parang, Mampang hingga Kuningan Barat, Jakarta Selatan. Namun lambat laun langganan Lasmi mulai banyak, dengan stok yang kian banyak ia berkeliling dengan cara bersepeda.
Kini Lasmi patut berbangga atas jerih payah yang ia lakukan sebab selain menjadi ketua Laskar Jamu Gendong Lasmi kini dapat bekerja di lingkungan Kementerian Kesehatan, sehari-harinya Lasmi dipercaya meracik jamu untuk para karyawan. Selain itu orderan dari luar kantor juga sangat banyak salah satunya menyiapkan 7.000 botol jamu untuk pemecahan rekor MURI di Bogor dan berbagai orderan jamu lainnya. Omzet Lasmi yang dulu Rp 100 ribu sehari kini mencapai Rp 20 juta dalam satu bulan.
"Dulu waktu merintis paling Rp 100 ribu sudah paling banyak itu awal mulanya, sekarang omzet per bulannya bisa sampai Rp 10 - 15 jutaan. Karena kita bukan hanya 1 tempat aja memang semua itu bulanan jadi di tempat yang lain bisa Rp 10 juta di sini Rp 5 juta jadi ya keseluruhannya bisa sampai Rp 20 juta," tegas Lasmi.
Lasmi memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI, tepatnya pada tahun 2015 dan 2022. Lasmi mendapatkan KUR dengan nominal Rp 50 juta dan Rp 100 juta yang diambilnya di BRI Unit Pasar Minggu. Dana segar tersebut dimanfaatkan ketika ada orderan jamu dalam jumlah besar dan dibelikan bahan - bahan jamu. Kini keberhasilan dalam usaha jamu membuatnya memiliki rumah pribadi.
Tak mau sukses sendirian, Lasmi berupaya merangkul pegiat jamu gendong lainnya, ia mengajak para mbok-mbok jamu gendong untuk mengikuti seminar usaha dengan target untuk meningkatkan penjualan rekan seperjuangannya, namun hal itu tak mudah sebab para penjual jamu gendong lebih memilih berjualan ketimbang belajar.
"Saya door to door ngajak mereka itu susah, dari pada diajak nambah ilmu atau latihan kadang-kadang gini 'ah saya mending jualan saya dapat duit, kalo ikut pelatihan kan nggak dapat duit' padahal, kalo ikut pelatihan menambah ilmu dan justru bisa menambah pendapatan," lanjut Lasmi.
Namun upayanya tersebut lama-lama membuahkan hasil, kini Laskar Jamu Gendong yang diketuai oleh Lasmi beranggotakan 700 anggota aktif yang menjajakan jamu gendong se Indonesia. Terbaru Lasmi mewakili para pegiat jamu gendong Indonesia untuk menerima sertifikat salinan penetapan Budaya Sehat Jamu sebagai warisan budaya tak benda dunia UNESCO.
Dalam sambutan acara tersebut Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid mengatakan penghargaan tersebut menjadi upaya melestarikan dan memajukan kebudayaan sekaligus membagikannya kepada dunia.
"Setelah ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO, selain bangga kita juga punya tugas untuk terus melestarikan warisan ini sebagai kontribusi Indonesia untuk peradaban dunia," Jelas Hilmar Farid.
(hns/hns)
Cerita Penerus Generasi ke-4 Bisnis Jamu Gendong di Jakarta
Meski sudah jarang terlihat namun ternyata di Jakarta ada satu keluarga yang masih melestarikan resep jamu hingga generasi keempat. [750] url asal
(detikFinance - SolusiUKM) 29/04/24 14:00
v/11049214/
Jakarta - Jamu gendong sudah menjadi tradisi sehat warga Indonesia, meski sudah jarang terlihat namun ternyata di Jakarta ada satu keluarga yang masih melestarikan resep jamu hingga generasi keempat.
Suryati (38) ikut meramaikan acara Penyerahan Sertifikat Inskripsi Warisan Budaya Dunia Kamis (25/4/2024). Bersama ibunda yang merupakan ketua Laskar Jamu Gendong Suryati ikut membagikan jamu kepada tamu undangan. Usai mengikuti acara tersebut dengan ramah Suryati bercerita kepada detikcom saat dirinya menerima tongkat estafet sebagai peracik jamu generasi keempat.
"Saya belajar jamu dari tahun 2005 setelah lulus sekolah itu saya sudah mulai, akhirnya benar-benar jualan sendiri itu di tahun 2008. Saya jualan di depan kantor kebetulan pas di dalam ada lowongan saya masuk, meskipun sudah di kantor saya tetap jualan jamu. Justru saya setiap hari jualan dari lantai ke lantai," cerita Suryati.
Suryati juga mengaku bahwa dalam membuat jamu memerlukan ketelitian sebab tingkat kesulitan dalam meracik jamu yang paten memerlukan waktu yang lama, meski telah akrab dengan jejamuan sedari kecil ia masih membutuhkan waktu hingga 4 tahun untuk benar - benar khatam.
Kini Suryati telah menguasai 10 jenis jamu yang bisa dibuatnya secara langsung, namun dari 10 jenis jamu ada jamu yang membuatnya terkesan karena tingkat kesulitan yang tinggi yaitu jamu beras kencur.
"Paling susah jamu beras kencur, karena beras kencur itu kaya cewek lagi dapet jadi sensi banget nggak boleh salah sedikit, entah kita kemasannya kurang bersih sedikit itu nanti cepat basi cepat banget basi, jadi beras kencur itu amat sangat sensitif dibanding kunyit asem, itu paling awet dibanding jamu yang lain," lanjut Suryati.
Wanita yang sempat berdinas di Dinas Pariwisata DKI Jakarta mbak Sur sapaan akrabnya memutuskan untuk resign karena telah dikaruniai dua anak, usai fokus membesarkan anak tawaran itu datang langsung dari ibundanya untuk kembali meracik jamu.
Bersama Lasmi, mbak Sur kerap menerima orderan jamu dari berbagai acara. Bahkan mbak Sur kini memiliki 4 karyawan yang siap membantu dalam meladeni orderan. Selain itu ia kini sehari-hari beraktivitas di lingkungan Kementerian Kesehatan yang menyiapkan ratusan botol jamu untuk disajikan kepada para karyawan hingga menteri.
"Setiap harinya karyawan datang, turun dari mobil jemputan mereka minum jamu dulu baru masuk ke ruangan masing-masing, nah kalo pejabat Eselon 1, Eselon 2, pak Sekjen, pak Wamen dan pak Menteri itu ada botol jamu kecil-kecil itu saya yang bertugas mengantar," terang Suryati.
Mbak Sur juga kerap sibuk dengan permintaan jamu di luar Kemenkes, seperti pesanan di Puskesmas, BPOM dan lembaga lainnya. Hal itu membuat Mbak Sur mengambil KUR BRI untuk melengkapi stok permodalan jamunya, melalui BRI Unit Pasar Santa Suryati mendapatkan KUR BRI senilai Rp 100 juta.
"Saya baru ambil KUR 2 bulan ini di BRI Unit Pasar Santa Rp 100 juta untuk pengembangan modal, karena Puskesmas sudah mulai mengadakan jamu terus pesanan di BPOM terus ada juga Kementerian Kesehatan tapi cabangnya di rutan Salemba itu ada suplai ke sana jadi untuk modal itu aja," jelas Suryati.
Dengan kesibukannya sehari-hari mengolah jamu, Mbak Sur kini mampu mengumpulkan pundi-pundi uang hingga Rp 20 juta dalam satu bulannya. Ia juga bersyukur kini telah memiliki rumah pribadi dan tidak lagi mengontrak.
"Penghasilan perbulan ada sekitar Rp 20 juta, dari usaha jamu ini pencapaian yang sudah saya dapatkan terutama tempat tinggal tadinya saya ngontrak setelah dibantu KUR akhirnya saya sudah nggak ngontrak meskipun rumah itu kecil cuma sekarang saya sudah nggak ngontrak lagi, saya udah tinggal mikirin makan aja," kata Suryati.
Kini Suryati mengikuti jejak langkah keberhasilan sang ibunda yaitu Lasmi, bukan hanya berhasil dari segi finansial keduanya juga bahkan berhasil lolos dari pandemi COVID-19 meski Indonesia mengalaminya hingga merenggut banyak nyawa. Baik Mbak Sur maupun Lasmi bersyukur berkat jamu keduanya 'tak tersentuh COVID-19'
"Waktu COVID-19 itu karyawan setiap hari di Kemenkes yang masuk cuma 25 % karena sisanya WFH, beberapa ada juga yang kena COVID-19 tapi saya beruntung selama pandemi belum sekalipun saya kena. Bahkan saat pilek, batuk dan bersin saya diswab hasilnya negatif dokter pada bingung kenapa bisa negatif. Pada saat itu kuncinya ya saya minum jamu," jelas Suryati.
Jamu temu lawak, kunyit asam dan mpon-mpon menjadi primadona kala itu untuk menangkal virus COVID-19, selain pandemi jamu juga bisa menjadi kunci sehat ala Lasmi yang kini berusia 51 tahun. Bukan hanya sekedar meracik, Lasmi juga turut minum jamu untuk kesehatan badannya.
"Kalau saya memang jamu itu sebelum kita edarkan ke konsumen, kita sudah nyobain dulu jadi selama ada COVID-19 itu dari pertama sampai terakhir saya beryukur nggak kena. Bagi saya jangan sakit baru minum jamu, sebelum sakit harus minum jamu," tutup Lasmi.
(hns/hns)
Kisah Arny Kantongi Rp 40 Juta/Bulan Gegara Tak Sengaja Jual Bakso, Kok Bisa?
Arny Nuraeni mungkin tak menyangka jika bisnis yang ia bangun bisa sebesar sekarang. Sebab, bisnis dengan nama Bakso Diet Bandung dibangun tanpa sengaja. [409] url asal
#peluang-usaha #saatnya-jadi-bos #solusi-ukm
(detikFinance - SolusiUKM) 29/04/24 14:00
v/11049213/
Jakarta - Arny Nuraeni mungkin tak menyangka jika bisnis yang ia bangun bisa sebesar sekarang. Sebab, bisnis dengan nama Bakso Diet Bandung dibangun tanpa sengaja.
Wanita berdomisili Bandung itu bercerita, dulu ia menderita autoimun. Oleh dokter, ia dianjurkan menghindari makanan 'tepung-tepungan'. Padahal, bakso merupakan makanan favoritnya di mana di luaran bakso banyak mengandung tepung.
Ia berinisiatif membuat bakso untuk dikonsumsi sendiri. Bakso itu ia buat dengan full daging. Pada 2016, bakso itu masih ia konsumsi sendiri, namun lama-kelamaan ia mendapat pesanan dari teman-temannya sesama komunitas diet. Hal ini juga yang menjadi latar belakang penamaan bisnisnya yakni Bakso Diet Bandung.
"Terus kenapa diet? Soalnya kebanyakan customer saya itu yang lagi menjalankan pola makan sehat, kaya diet, menghindari tepung-tepungan yang gluten, kaya punya penyakit autoimun, diabetes, terus sama alergi gluten," katanya kepada detikcom, Minggu (28/4/2024).
Sejak itu, ia mulai serius terhadap bisnis ini. Pada 2019, ia ikut program UMKM Juara Jabar dan dari situ usahanya terus berkembang karena adanya pendampingan, mulai dari perizinan, penjualan secara online, hingga mengikuti bazar.
Ia menuturkan, modal awal yang dikeluarkan untuk membuat usaha ini tidak besar. Ia menyebut, modal itu datang ketika pesanan masuk. Sementara, untuk alat-alat menggunakan peralatan memasak yang sudah ada.
Kisah Arny Kantongi Rp 40 Juta/Bulan Gegara Tak Sengaja Jual Bakso, Kok Bisa? Foto: Dok. Pribadi |
Kala itu, ia menyebut modal untuk mengolah 1 kg daging sekitar Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. "Cuma berapa ya, misalkan beli 1 kg paling saya ngeluarin Rp 200 ribu-300 ribu," katanya.
"Misalkan orang mau buka usaha kalau kita punya keinginan, punya kemauan untuk memulai usaha ternyata tidak dengan perlu modal besar, yang penting kita punya keahlian dan ada kepercayaan dari customer. Mereka juga kan kalau beli pasti langsung 'Ini uangnya buat bayar'. Kita bisa pakai dulu jadiin modal," ungkapnya.
Saat ini, Arny mengaku, dalam sepekan melakukan produksi 3-4 kali. Setiap produksi, ia mengolah 10-15 kg daging.
Produk Arny dijual secara online maupun offline yang terdiri dari tiga kemasan. Kemasan 1 porsi ia banderol dengan harga Rp 35.000, kemasan 200 gram Rp 50.000 dan kemasan 500 gram Rp 110.000.
Ia juga melayani makan di tempat (dine in) di mana untuk per porsinya Rp 35.000-45.000. Gerai Bakso Diet Bandung berlokasi di Bandung Indah Plaza.
Arny mengaku, dalam sebulan ia mengantongi omzet hingga Rp 40 juta. "Saya satu bulan itu bisa sampai dapat omzet Rp 30-40 juta," katanya.
(acd/ara)
Kisah Eks Karyawan BUMN Banting Setir Jualan Mi Ayam, Kini Punya 2 Cabang
Kisah mantan karyawan BUMN banting setir jualan mi ayam, transaksi pakai QRIS [775] url asal
#bri #qris-bri #bank-bri #bri-fellowship #mi-ayam
(detikFinance - SolusiUKM) 29/04/24 14:00
v/11049212/
Jakarta - Tingginya permintaan di bidang IT membuat program studi jurusan sistem informasi ramai diminati mahasiswa, lulusannya bisa bekerja di berbagai bidang seperti insinyur perangkat lunak, pengembangan web, administrator jaringan, analisis sistem, analisis data dan sebagainya. Perusahaan besar pun membutuhkan para lulusan terbaik di bidang ini.
Namun jalan berbeda justru dipilih oleh Ricky Alfiansyah (31) yang sempat bekerja di bidang IT di salah satu Bank BUMN, ia justru lebih memilih untuk membuka usaha Mie Ayam Wonogokil.
Sebelum membuka usaha mi ayam, Ricky sempat bekerja selama 4 sampai 5 tahun di bagian IT. Menyambut kelahiran buah hati pertamanya Ricky berfikir untuk membuka usaha yang pertama yaitu angkringan di Gang Jangkrik, Jagakarsa namun saat pandemi melanda usahanya sempat vakum dan adanya usaha cafe di sekitar membuat usaha angkringannya kurang bersaing.
"Pas banget baru lahir juga anak, mumpung belum ada beban yang terlalu besar mending dimulai dari sekarang soalnya kalo kerja kantoran menurut saya ngga tau sampe mana, sampe kapan dan segitu-segitu aja ibaratnya banyak pengeluarannya. Akhirnya beraniin aja yang penting konsepnya jelas semuanya sudah matang perencanaannya beraniiin aja," cerita Ricky di Warung Mi Ayam Wonogokil, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (28/4/2024).
Tidak kapok di bidang usaha, mulanya Ricky ikut membantu usaha rekannya yang lebih dulu membuka mi ayam di Cipedak, Jagakarsa, sempat ikut bantu-bantu akhirnya Ricky dapat mengambil alih usaha tersebut saat rekannya pindah ke Kawasan Kampung Melayu. Mendapat peluang itu Ricky langsung membuat branding mi ayam sendiri yaitu Mie Ayam Wonogokil.
Mi ayam dengan tekstur kenyal dengan mudah diterima oleh lidah masyarakat sekitar, kios yang mulanya kecil kini dikembangkan dan lebih luas membuat para penikmat mi ayam bisa makan di tempat dengan leluasa. Tak hanya disitu, Ricky juga telah membuka cabang baru Mie Ayam Wonogokil di depan gedung Sucofindo, Pancoran, Jaksel disana ia berjualan pada hari senin sampai jumat mengikuti jam kerja karyawan kantoran.
Kini Mie Ayam Wonogokil yang pertama di Cipedak dipegang oleh ibundanya yaitu Sumini (53), berangkat dari dapur rumah tangga Sumini dengan cepat beradaptasi untuk melayani pelanggan setia Mie Ayam Wonogokil bahkan dalam satu hari Sumini menyiapkan 40 hingga 100 porsi.
Sebelum sibuk dengan mi ayam Sumini juga ikut membantu menyiapkan jajanan angkringan di usaha Ricky sebelumnya, menurutnya usaha angkringan jauh lebih capek dan berisiko karena bahan makanan yang tidak tahan lama. Sumini menyebut pada usaha angkringan dirinya harus seharian di dapur untuk menyiapkan sate dan makanan lainnya sementara mi ayam sudah disuplai oleh pabrik langganannya.
"Angkringan repotnya bikin sate jadi seharian siang di dapur malam masih dagang, kalo yang bahan awet masih bisa dipake tapi kalau yang bacem, tahu, tempe kalo sudah ngga bagus ya ngga berani jual takut dikomplain. Mi ayam lebih enak risikonya ga berat karena ada suplier," tutur Sumini saat jeda melayani pesanan mi ayam.
Tak sendiri Sumini kerap dibantu anak bungsunya untuk melayani pesanan mi ayam sehari-hari, omzet penjualan yang mencapai Rp 1 juta setengah sehari ia kumpulkan untuk kebutuhan harian dan tabungan umroh yang menjadi cita-citanya.
"Hasil jualan ditabung, biar sedikit ibu rumah tangga kan ada aja acaranya jadi kehandle sendiri, pengin banyak cita-citanya pasti ada keinginan umroh dulu sebelum bapak meninggal pengin banget umroh mudah-mudahan ada rejekinya," lanjut Sumini.
Mi Ayam Wonogokil juga telah dilengkapi dengan pembayaran digital atau QRIS, hal itu turut memudahkan Sumini dalam urusan kembalian hingga menyisihkan uang untuk ditabung. Selain itu pembayaran QRIS juga menghindarinya dari uang palsu yang pernah didapatnya.
Bukan hanya di Cipedak, Mi Ayam Wonogokil cabang Sucofindo juga menyediakan pembayaran QRIS, diketahui cabang Sucofindo lebih banyak pelanggan yang merupakan karyawan yang banyak memilih pembayaran QRIS.
"Jelas ngebantu banget mereka (karyawan) udah jarang yang bawa uang cash jadi QRIS ngebantu banget, karena menghindari uang palsu, uang sobek kan kalo bayar uang ditumpuk ditengahnya uang sobek atau palsu ngga ketahuan. Mempercepat juga sih ngga perlu ngitung-ngitung uang dulu," terang Ricky.
Tak perlu waktu lama salah satu pembeli yang merupakan ojek online yaitu Lucky (22) membayar dengan menggunakan QRIS menurutnya pembayaran dengan QRIS lebih praktis.
"Lebih praktis, lebih aman dan lebih simpel. Lumayan sering pakai QRIS buat beli makanan beli barang-barang di supermarket, megang cash buat jaga-jaga cuma kalo bisa QRIS pake QRIS aja," tegas Lucky.
Uang yang masuk melalui QRIS dikelola masing-masing baik oleh Ricky ataupun Sumini, Ricky yang juga menggunakan BRIMO mengaku kini tak perlu repot dalam urusan pembayaran guna mencukupi stok dagangan, biasanya Ricky selalu mengandalkan BRImo untuk membayar pesanan stok mi ayam.
"Saya juga belanja kebanyakan online jadi ngga sempet belanja sendiri, jadi bayarnya bisa transfer pake BRImo gampang banget jadi mau isi ulang atau apa aja bisa disitu tuh, semenjak saya pake BRI langsung saya download juga BRImo udah lumayan lama juga," tutup Ricky.
(hns/hns)23 Tempat Nongkrong di Bandung, Mana yang Sudah Pernah Kamu Kunjungi?
Tempat nongkrong di Bandung ini patut untuk dikunjungi. - Bagian all [1,494] url asal
#bandung #bandung-hari-ini #pariwisata-bandung #tempat-wisata-bandung #wisata-bandung #wisata-bandung-barat #kafe #destinasi-instagramable #instagramable #instagramable-bandung
(iNews - Terkini) 28/04/24 14:00
v/17704964/
JAKARTA, iNews.id - Tempat nongkrong di Bandung ini patut untuk dikunjungi. Bandung, kota yang dijuluki Kota Kembang, tak hanya terkenal dengan wisata alamnya yang memesona, tapi juga menawarkan berbagai tempat nongkrong.
Tempat-tempat nongkrong tersebut hadir dalam berbagai konsep, mulai dari modern hingga dikelilingi oleh pemandangan alam yang indah. Di tempat itu, pengunjung dapat bercengkrama dengan sahabat atau pasangan hingga mengerjakan tugas.
Adapun 23 tempat nongkrong di Bandung, yang dirangkum iNews.id dari berbagai sumber, Kamis (25/4/2024), adalah sebagai berikut.
One Eighty Coffee and Music adalah tempat nongkrong yang menawarkan kenyamanan, baik di area indoor maupun outdoor. Di sana, pengunjung juga dapat merendam kaki di kolam khusus sambil menikmati camilan dan minuman favorit.
Nikmati pula alunan musik live yang seru untuk menemani momen nongkrong. One Eighty Coffee and Music juga menyajikan hidangan lezat dan minuman menyegarkan.
Kafe ini sangat unik karena dulunya merupakan pabrik konveksi yang kini disulap menjadi kafe dengan konsep rustic outdoor yang instagrammable. Di sana, pengunjung dapat menikmati suasana outdoor yang santai dan nyaman dikelilingi area hijau yang luas, atau area indoor yang teduh.
150 Coffe and Garden juga menawarkan sensasi nongkrong yang lebih santai dengan duduk di bean bag sambil menikmati kopi atau teh dan semilir angin sejuk. 150 Coffee and Garden adalah pilihan tepat bagi Anda yang ingin melepas penat dengan menikmati kopi atau teh di tengah suasana pedesaan yang asri.
Tempat nongkrong ini menawarkan berbagai hidangan cokelat lezat yang akan memanjakan lidah Anda. Tersedia tiga outlet Es Coklat Impian di Bandung, yaitu di Setiabudi, Dipati Ukur, dan Cipadung, sehingga mudah diakses dari berbagai wilayah.
Menu andalan Es Coklat Impian adalah es cokelat, hot chocolate, dan roti cokelat. Tempat ini sangat cocok digunakan untuk menikmati hidangan cokelat lezat bersama teman atau keluarga
Mercusuar Cafe & Resto memiliki view bagus dan instagramable. Bangunan kafe berbentuk seperti kastil dengan mercusuar di sisi-sisi ujungnya. Selain itu di salah satu sisi terdapat bangunan berbentuk perahu.
Dari atas bangunan, Anda bisa melihat pemandangan alam daerah Dago atas yang sangat asri dan hijau. Sedangkan pada malam hari, pemandangannya terlihat lebih cantik karena terdapat kerlap-kerlip lampu estetik dan instagramable untuk Anda yang hobi berfoto saat nongkrong.
Cafe D’Pakar adalah salah satu tempat nongkrong yang memiliki view bagus dan wajib untuk kamu kunjungi ketika di Bandung. Kafe ini menyuguhkan pemandangan alam yang asri dan instagramable. Sehingga bisa menjadi tempat spot foto kamu.
Kafe yang terletak di dataran tinggi Dago ini sangat terkenal di kalangan anak muda dan keluarga yang suka menghabiskan waktu di Bandung. Anda bisa sambil menikmati pemandangan gunung-gunung yang menjulang tinggi dan langit biru berawan. Kafe ini juga menyediakan berbagai menu makanan ringan dan berat.
Tempat nongkrong selanjutnya yang bisa Anda kunjungi adalah Oetara Coffee. Tempat ini berada di atas bukit dan menyuguhkan udara sejuk dan pemandangan indah. Oetara Coffee sangat cocok dijadikan tempat nongkrong saat sore sambil melihat Kota Bandung dari ketinggian.
Selain itu setiap sudut dari Oetara Coffee ini bisa kamu jadikan sebagai spot foto yang instagramable.
Tempat nongkrong selanjutnya adalah De Tuik Garden Cafe and Resto. Tempat nongkrong di Bandung ini akan menyuguhkan pemandangan alam instagramable untuk Anda.
De Tuik berada di perbukitan, sehingga Anda disuguhi pemandangan bagus dari tempat ini dan bisa mengabadikan momen Anda untuk diunggah ke media sosial.
Cocorico Cafe & Resto adalah tempat nongkrong di Bandung yang memasukkan nuansa alam ke dalam restoran. Anda bisa memilih sisi favorit di sana, tempat ini juga ada tanaman hias. Tanaman ini menjadikan restoran semakin instagramable untuk berfoto.
Aspasia Coffee adalah tempat nongkrong yang bagus untuk dikunjungi. Tempat ini berada di antara hutan pinus. Sehingga membuat siapa pun yang berkunjung ke sini akan merasakan kesejukan dan keasrian alam. Anda bisa berfoto juga di sekitar pohon pinus tersebut untuk diupload ke sosial media.
Lokasinya tidak terlalu jauh dari Gunung Tangkuban Parahu. Anda juga bisa menikmati berbagai sajian makanan dan minuman lezat.
The Awiligar adalah salah satu tempat yang bisa kamu kunjungi untuk nongkrong ketika berada di Bandung. Kafe ini terletak tidak jauh dari pusat kota, selain itu tempat ini banyak menjadi destinasi wisata karena memiliki pemandangan yang bagus seperti pemandangan hutan dan perkebunan teh yang begitu indah.
Rekomendasi tempat nongkrong selanjutnya adalah Warung Kopi Modjok yang wajib untuk Anda datangi untuk nongkrong ketika berada di Bandung. Mengapa? Sebab mulai dari harga Rp15.000-an saja Anda sudah bisa menikmati kopi enak di sini.
Anda juga bisa berfoto karena tempatnya cukup unik berada di atas bukit. Fasilitas lain yang bisa Anda peroleh WiFi gratis yang cukup kencang.
Miss Bee Providore menjadi salah satu tempat nongkrong di Bandung yang mengusung tema berkelas tetapi tetap asri. Sebagian bangunannya terbuat dari kaca, sehingga menampilkan kesan yang elegan. Tidak hanya itu, interiornya yang vintage menambah nuansa semakin berkelas.
Lingkungan kafe dikelilingi dengan pepohonan hijau yang bikin nyaman dan sejuk. Daya tarik ini tentu bukan satu-satunya di Miss Bee. Sebab di sana terdapat perosotan, jungkat-jungkit, ayunan hingga kandang kelinci.
Tempat untuk Anda nongkrong di Bandung selanjutnya adalah Boda Barn Cafe & Resto. Selain restoran, Boda Barn Cafe & Resto juga tempat nongkrong asyik.
Hal ini karena pemandangan yang disajikan Boda Bar Cafe & Resto sangat indah dan wajib untuk diabadikan lalu diunggah ke sosial media Anda.
The Stone Cafe adalah tempat nongkrong yang bisa anda kunjungi ketika berada di Bandung atau Anda sebagai warga Bandung yang bingung ingin nongkrong. Saat hari masih cerah, Anda bisa menatap siluet gunung yang megah dari kejauhan.
Namun ketika hari mulai gelap, Anda akan disuguhkan cantiknya gemerlap lampu-lampu penerang. Begitulah suasana yang akan anda dapat jika bersantap di The Stone Cafe. Selain itu sudut-sudut dari kafe ini juga sangat instagramable, sehingga cocok untuk Anda berfoto di sana.
Anda ingin suasana berbeda di Bandung? Kunjungilah Orofi Cafe yang menawarkan suasana khas Santorini ini. Dengan warna bangunan putih, ditambah pemandangan dataran tinggi Bandung, setiap sudutnya terlihat sangat cantik dan instagramable untuk Anda foto-foto ketika berkunjung.
Lacamera Coffee adalah tempat yang bagus untuk Anda kunjungi ketika ingin nongkrong di Bandung. Tempat ini menyediakan berbagai makanan ringan, kopi yang bisa anda pesan sesuai hati anda. Selain itu, tempatnya yang bagus juga sangat instagramable membuat anda akan betah ketika berkunjung di Lacamera Coffee.
Tempat nongkrong selanjutnya adalah Lereng Anteng. Tempat makan ini sangat kid-friendly dengan panorama Bandung nan indah, sejuk, dan menyajikan kopi lezat. Tempat ini juga menyediakan kursi dan juga bean bags sehingga pengunjung bisa memilih ingin bersantai di mana. Selain itu pemandangan di Lereng Anteng juga bagus untuk anda abadikan karena cukup instagramable lho.
Kopi Tahura yang terletak di dalam hutan raya Djuanda wajib kamu kunjungi sebagai tempat nongkrong yang asyik di Bandung. Tentunya duduk di sini akan memberimu udara segar untuk dihirup dan pemandangan alam yang indah.
Goldstar 360 Cafe ini berada di lantai tiga gedung serbaguna Goldstar Sport Resto. Yang menarik dari kafe in adalah desainnya terinspirasi arsitektur Yunani. Kafe ini menawarkan beberapa konsep seperti ada di indoor, outdoor dan semi outdoor).
Tempat ini dulunya bernama Cloud 9 dan terletak di dataran tinggi Dago. Lokasinya tersebut menjadikan pengunjung di Rumah Miring bisa menikmati pemandangan lereng-lereng bukit hijau yang memikat dengan leluasa. Jangan lupa untuk mengabadikan momen ketika nongkrong disini ya, karena tempatnya sangat bagus dan setiap sudutnya instagramable.
Terpaan angin yang akan anda rasakan dijamin membuat perut keroncongan dan minta diisi makanan hangat. Menu Ayam rempah-rempah yang berkuah dapat menjadi pilihan yang nikmat ketika berkunjung ke sini. Ditambah dengan segelas classic hot chocolate, kelezatan yang tiada tara.
Caffe Bene bisa menjadi alternatif anda saat ingin nongkrong di Bandung. Mengusung konsep ala korea yang sangat kental. Hal ini karena Caffe Bene adalah cabang kafe yang berasal dari Korea Selatan. Anda bisa melakukan foto-foto di kafe ini karena tempatnya juga sangat instagramable.
Jika anda nongkrong di Caffe Bene terdapat hidangan dessert yang sangat nikmat untuk menemani anda. Mengusung konsep bangunannya yang klasik modern dengan semua furniture yang terbuat dari kayu. Anda wajib untuk mengunjungi Caffe Bene sebagai tempat nongkrong alternatif di Bandung.
Tempat nongkrong yang bisa dikunjungi selanjutnya adalah Cafe Lawangwangi. Kafe ini menawarkan pemandangan alam yang indah ketika anda mengunjunginya bisa menjadi spot foto yang instagramable terbaik ketika nongkrong di Cafe Lawangwangi ini bersama teman, keluarga ataupun pasangan. Cafe ini juga memiliki makanan yang enak-enak serta bervariasi dan dibanderol mulai harga Rp10.000-Rp80.000 an, belum termasuk pajak.
Tempat nongkrong yang terakhir adalah Ngopi di Kebon. Tempat nongkrong ini akan membawamu ke suasana perdesaan yang kental. Taman tertata rapi, bangunannya cantik, dilengkapi kolam yang membuatmu ingin menarik nafas dalam ketika berada di sini. Pemandangan alamnya otomatis membuat tempat ini instagramable ketika berfoto.
Level Six Cafe & Bar merupakan cafe di Bandung yang menawarkan nuansa dengan nuansa serba pink dan terletak di Lenora Hotel lantai 6. Setiap sudut pada kafe ini cocok untuk dijadikan spot foto yang Instagramable.
Kapulaga Indonesian Bistro merupakan cafe di Bandung yang menawarkan aneka kuliner Nusantara yang tentunya cocok disantap bersama keluarga. Adapun, menu makanan yang tersedia mulai dari goreng-gorengan seperti tahu kremes, tempe mendoan, cireng, hingga berbagai macam tumisan.
Demikian ulasan mengenai tempat nongkrong di Bandung. Semoga bermanfaat!
Editor: Agus Warsudi
Tips Dagang Ala Ayam Bakar Madu Hijrah, Ada 'Sedekah Langit'
Masyarakat kini semakin modern hal itu membuat Ayam Bakar Madu Hijrah turut mengikuti trend dengan menyiapkan scan QRIS BRI, [550] url asal
#bri #bri-fellowship #qris-bri #ayam-bakar-madu
(detikFinance - SolusiUKM) 28/04/24 14:00
v/11049217/
Jakarta - Ayam bakar menjadi menu yang dapat dengan mudah diterima oleh kebanyakan lidah masyarakat Indonesia, bermula dari dapur rumahan kecil Ayam Bakar Madu Hijrah kini sukses membuat Anty menjadi Mitra Mentor Bimbel GrabMerchant Jabodetabek simak tips and triknya.
Ditemui detikcom di kios Ayam Bakar Madu Hijrah di jalan Sirsak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (24/4/2024) Owner Ayam Hijrah, Anty blak blakan tentang kiat-kiat usaha ayam bakar.
1. Berani Mencoba
Keberanian Erfianty dalam membuka usaha dimulai dengan 3 ekor ayam yang dipotong 12 bagian, sebelumnya resep masakannya dites food kepada anak dan para tetangga. Tanpa malu Anty menanyakan kekurangan apa dari resep buatannya lalu apakah laik jual atau tidak.
2. Membuka Penjualan Online.
Hari pertama Anty membuka penjualan melalui aplikasi menu ayam bakarnya langsung diorder hingga tiga kali oleh satu pelanggan yang sama, hal itu memberikan sinyal untuk Anty meningkatkan stok ayam. Berjalannya waktu orderan terus meningkat hingga 150 order dalam satu aplikasi, saat itu Anty membuka toko online hingga 4 aplikasi.
3. Membuka Kios dan Branding
Sadar akan orderan yang terus meningkat, Anty memberanikan diri membuka kios serta mengukuhkan nama brand Ayam Hijrah miliknya sebagai hak atas kekayaan intelektual (HaKI) selain itu brandnya tersebut juga bersertifikat Halal.
4. Memanfaatkan KUR (Kredit Usaha Rakyat)
Membuka kios tentu memerlukan modal yang tak sedikit, saat itu Anty ditawari pinjaman KUR oleh BRI Unit Jagakarsa. Beruntung pada saat pandemi program KUR tanpa adanya bunga alias 0 persen. KUR senilai Rp 35 juta digunakannya untuk membuka kios dan menambah peralatan.
5. Menambah Karyawan
Seiring kesibukan dapur yang terus ngebul membuat Anty kewalahan, ia lantas membuka lapangan kerja untuk membantunya dalam urusan membakar ayam hingga meladeni orderan online. Saat itu Anty dibantu 5 karyawan.
6. Ikut Pelatihan dan Grup UMKM
Dunia enterpreneur yang baru digelutinya tak membuat Anty cepat puas, ia turut ikut dalam pelatihan - pelatihan yang dilakukan oleh Kementerian, dinas - dinas terkait dan juga BUMN ilmu tersebut yang membuatnya berkenalan dengan para pelaku UMKM lainnya yang dijadikannya teman berdiskusi dalam menghadapi penjualan yang naik ataupun turun.
7. Mengembangkan Menu Bisnis
Omzet penjualan yang sudah bagus tak cukup baginya, Anty juga tidak menghabiskan omzet untuk hura-hura, sebaliknya ia justru melihat peluang lain seperti mengembangkan menu yang tengah hits seperti ayam geprek, sambal kemasan hingga nasi box.
8. Rutin Ikut Bazar
Bazar jadi salah satu ladang omzet tambahan, Anty juga tak bosan-bosannya mengikuti berbagai bazar. Selain mendulang omzet tambahan bazar juga diikuti untuk branding nama Ayam Bakar Madu Hijrahnya.
9. Sedekah Langit
Niat berbagi namun sekaligus meningkatkan penjualan ayam dilakukan Anty dengan nama Sedekah Langit, ia rutin menggalang sumbangan dari rekan-rekannya untuk saling berbagi ke panti asuhan setiap jumatnya. Anty membuat paket senilai Rp 50 ribu untuk dua porsi, dari situ ia mampu mengumpulkan muzakki atau donatur hingga 100 porsi lebih. Selain mendapatkan pendapatan kegiatan itu juga mendulang pahala.
10. Pembayaran Digital
Masyarakat kini semakin modern hal itu membuat Ayam Bakar Madu Hijrah turut mengikuti trend dengan menyiapkan scan QRIS BRI, Anty mengungkapkan bahwa saat ini mayoritas pembayaran sudah digital salah satunya dengan QRIS.
Diketahui QRIS dapat dicetak oleh Bank BRI caranya cukup mudah seperti memiliki rekening, menyiapkan identitas diri, menyiapkan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) atau akta pendirian usaha, mengisi formulir, pilih antara opsi EDC+QRIS dinamis atau statis, mengisi kolom yang sudah disediakan, menunggu verifikasi nantinya jika BRI akan datang ke lokasi usaha untuk memasang QRIS.
(hns/hns)
Kisah Pemilik Ayam Bakar Madu Hijrah, dari Posisi Top Manajemen Jadi Pengusaha
Pandemi COVID-19 mengubah kehidupan Erfianty (43) yang sebelumnya bekerja dan berposisi di top manajemen sebuah perusahaan finance kini menjadi entrepreneur [641] url asal
#bri #kur-bri #qris-bri #bri-fellowship #ayam-bakar-madu
(detikFinance - SolusiUKM) 28/04/24 14:00
v/11049216/
Jakarta - Pandemi COVID-19 mengubah kehidupan Erfianty (43) yang sebelumnya bekerja dan berposisi di top manajemen sebuah perusahaan finance kini menjadi entrepreneur sukses di bidang kuliner yaitu ayam bakar madu hijrah.
Bermula dari tidur yang tidak nyaman setiap malamnya karena bayang-bayang pekerjaan, membuat Erfianty memutuskan untuk hijrah menjadi pengusaha ayam bakar. Usahanya sempat membuatnya kaget karena seolah langsung mendapatkan "durian runtuh" terutama orderan dari penjualan online yang meningkat pesat, dalam satu hari Anty sapaan akrabnya pernah mendapatkan omzet hingga Rp 18 juta.
"Mulanya itu dari teras kecil hanya tiga ekor ayam, 1 ekor dipotong 4 jadi 12 potong, start up nya karena di rumah penjualannya online gofood dan grabfood. Pada saat itu pertama saya on aplikasi langsung masuk orderan jadi saya diluar ekspektasi dan sangat bersemangat," Cerita Anty saat ditemui di kios Ayam Bakar Madu Hijrah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (24/4/2024).
Pandemi COVID-19 seakan mengunci warga dalam beraktivitas membuat usaha Anty kian melesat, orderan demi orderan dari aplikasi onlinenya memaksa Anty untuk terus berada di dapur kecilnya, dalam satu hari Anty harus melayani 150 orderan dari masing-masing aplikasi. Hal itu tak membuat Anty berpuas diri, ia justru mencari lapak kecil untuk memudahkan warga mengenal produknya.
"Penjualan online saya cukup direspon jadi saya punya jalan untuk menyewa lapak bulanan, pada saat itu saya ditawarkan BRI ada fasilitas KUR kebetulan saya dapatnya yang tanpa bunga jadi 0 persen, alhamdulillah lancar akhirnya saya bisa sewa kios kecil tahunan modalnya dari KUR BRI," lanjut Anty
Dana segar senilai Rp 35 juta dari KUR BRI dimanfaatkan Anty untuk menyewa kios kecil, dari kios itulah usaha Anty kian dikenal oleh masyarakat Jagakarsa bahkan lahan parkir untuk ojek online yang mengambil pesanan ayam bakar harus luber kemana-mana, namun seiring berjalannya waktu pada tahun 2022-2023 usaha ayam bakar madu hijrah mulai lesu.
Bagaikan permainan roller coaster yang tengah dalam posisi turunan curam tentu membuat Anty sedikit kaget, pasca pandemi masyarakat mulai beraktivitas secara normal penjualan ayam bakar madu hijrah merosot hingga 70 persen. Sempat recovery dan mencari solusi Anty turut bergabung dengan berbagai komunitas UMKM hingga binaan dari Kementerian, berbagai dinas, hingga BUMN.
Akhirnya Anty memutuskan untuk membuka lapak yang lebih besar untuk pengunjung yang mau dine in, lagi-lagi Anty terbantu dengan KUR BRI. Pada tahun 2023 Anty mendapatkan KUR dengan nominal Rp 50 juta, uang tersebut langsung digunakan untuk sewa kios dua lantai tahunan dan sejumlah meja serta peralatan lainnya.
"Tahun 2023 kemarin saya dapat KUR BRI Rp 50 juta untuk pindah kios, bukan hanya untuk sewa tapi juga untuk peremajaan alat, dari lapak kecil saya butuh bangku juga, alhamdulillah dari situ penjualan mulai normal saya pun terus mengembangkan menu hingga nasi box," tutur Anty.
Kini rata-rata omzet harian ayam bakar madu hijrah mulai dari Rp 1,8 juta hingga Rp 6 juta, penjualan ayam dine in turut membantu, omzet tersebut tak langsung dibuat hura-hura. Anty terus mengembangkan menu hingga kini terdapat 14 menu selain ayam bakar, ada juga sambal kemasan dan nasi box yang dapat dipesan secara langsung maupun online.
Atas perjuangannya dalam bidang enterpreneur Anty mendapatkan sejumlah penghargaan, salah satunya piagam kategori Merchant Idaman dari Grabfood, Anty juga didapuk menjadi Mitra Mentor Bimbel GrabMerchant Jabodetabek yang akan berlangsung pada Mei 2024 selama enam bulan.
Tak lupa atas usaha ayam bakar madu hijrahnya ini turut membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar Jagakarsa, salah satunya Hawa Cahyani (19) siswi SMK yang tengah menunggu ijazah kini turut membantu Anty, ilmu dari jurusan akuntansi dari SMK memudahkannya beradaptasi untuk urusan pembukuan dan aplikasi.
"Saya kelas 12 sekarang sudah tinggal nunggu ijazah, sambil mengisi waktu luang jadi saya bekerja sambil menabung untuk kuliah nanti" Jelas Hawa.
Bekerja mulai pukul 10 pagi hingga 9 malam membuatnya cepat beradaptasi dalam urusan memanggang ayam maupun ikan, ia juga nampak cekatan dalam menerima orderan. Kini Hawa tengah menabung untuk bersiap kuliah pada tahun depan.
(hns/hns)
CEO Paper.id Terpilih Jadi Endeavor Entrepreneur ke-96
CEO dan Co-Founder Paper.id Yosia Sugialam terpilih sebagai Endavor Enterpreneur ke-96 melalui ISP ke-98. [351] url asal
#berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi
(Kontan - Peluang Usaha) 25/04/24 14:00
v/11049264/
Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. CEO dan Co-Founder Paper.id Yosia Sugialam terpilih sebagai Endavor Enterpreneur ke-96 melalui International Selection Panel (ISP) ke-98.
Terpipihnya Yosia tak lepas dari gebrakan inovasi yang ia lakukan untuk mendorong digitalisasi bisnis secara menyeluruh di Indonesia melalui Paper.id, platform pembayaran digital B2B yang menghadirkan solusi otomatisasi proses penagihan, pembayaran, hingga pembuatan laporan keuangan sederhana, dan akuntansi.
“Kami bangga melihat Yosia Sugialam menjadi bagian dari jaringan Endeavor setelah melalui beberapa tahap seleksi secara lokal dan global selama 6 bulan terakhir. Yosiamencerminkan sosok founder perusahaan rintisan yang inovatif,” kata Executive Director Endeavor Indonesia Devina Hartono dalam keterangannya, Rabu (24/4).
Devina menjelaskan, Endeavor Entrepreneur dipilih berdasarkan kriteria ketat dan komitmen para calon Endeavor enterpreneur terhadap pertumbuhan bisnis yang berdampak tinggi. Mereka harus memiliki visi yang besar, kualitas kepemimpinan yang kuat, serta komitmen untuk berbagi pengetahuan dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dan sesama penemu perusahaan rintisan untuk menciptakan ekosistem startup yang saling mendukung.
Ia bilang, dasar yang dilakukan tim juri dalam pemilihan Endavor Enterpreneur adalah dampak yang dihasilkan. Paper.id dinilai sesuai dengan misi Endeavor untuk mempromosikan high-impact entrepreneurship.
Dengan bergabungnya Yosia Sugialam, hingga kini sudah ada 96 Endeavor Entrepreneur yang berhasil tercetak. Beberapa founders yang sudah menjadi Endeavor Entrepreneur diantaranya pendiri dan CEO eFishery, Kopi Kenangan, Bobobox, Kitabisa.com, Paxel, Waresix, AwanTunai, Pinhome, Buttonscarves, serta lainnya.
Adapun Endeavor Enterpreneur merupakan sebuah komunitas global terkemuka yang berfokus pada high-impact entrepreneurs untuk memfasilitasi ekosistem entrepreneurial di dunia termasuk di Indonesia.
Paper.id telah berdiri sejak 2016 dan membantu bisnis di Account Payable (AP) & Account Receivable (AR), baik itu klien yang ingin menerbitkan tagihan kepada kliennya maupun membayar pemasok. Dengan menggunakan Paper.id, proses penerbitan faktur (Invoice) dapat dilakukan secara digital, begitu juga dengan proses rekonsiliasinya.
Perusahaan ini memiliki beberapa kemitraan strategis, termasuk kerja sama co-brand dengan BRI untuk meluncurkan Papercard, yang merupakan kartu kredit Visa Platinum Bisnis pertama di Indonesia. Selain itu, Paper.id juga memiliki kemitraan dengan perbankan lainnya seperti UOB, Bank MNC, BNI, dan JCB.


