#30 tag 24jam
Eks Bupati Langkat Divonis Bebas, Mahfud MD: Sangat Tragis Pengadilan Kayak Gini
Menurut Mahfud, vonis bebas yang dijatuhkan hakim dalam kasus kerangkeng manusia itu tidak masuk akal dari segi keadilan Halaman all [471] url asal
#mahfud-md #vonis-kasus-kerangkeng-bupati-langkat #kasus-kerangkeng-manusia #eks-bupati-langkat-bebas #eks-bupati-langkat-divonis-bebas
(Kompas.com) 12/07/24 14:35
v/10533020/
JAKARTA, KOMPAS.com - Eks Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menilai, vonis bebas dalam kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) oleh Mantan Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin merupakan hal tragis.
Mahfud berpandangan, vonis bebas yang dijatuhkan hakim dalam kasus kerangkeng manusia itu tidak masuk akal dari segi keadilan dalam proses penegakan hukum.
“Sangat tragis menurut saya pengadilan kayak gini. Kita tidak boleh ikut campur pengadilan, hakim itu bebas, merdeka, independen, oke gitu. Tapi publik common sense dan rasa keadilan,” kata Mahfud dalam program Rosi Kompas TV, Kamis (11/7/2024) malam.
Mahfud pun mempertanyakan peran pemerintah dalam mengawal kasus tersebut.
Menurut dia, vonis bebas yang dijatuhkan terhadap Terbit tak mungkin terjadi jika pemerintah dan aparat penegak hukum bekerja maksimal mengawal kasus itu.
“Masak bisa terjadi begitu? Fungsi-fungsi pemerintahan ini di mana yang bisa mengkoordinasikan ini? Kemudian fungsi penegakan hukumnya di mana? Polisinya di mana? dan jaksanya bagaimana,” ujar Mahfud.
Mantan ketua Mahkamah Konstitusi ini mengakui, pemerintah memang tidak boleh mengintervensi lembaga yudikatif.
Namun, ia menekankan bahwa pemerintah harusnya mengawal kasus kerangkeng manusia agar putusan yagn dijatuhkan memberi rasa keadilan.
Mahfud mengakui jika semua pihak tidak bisa ikut campur dalam proses peradilan, dan harus menghargai independensi hakim dalam memutus sebuah perkara.
“Hakim memang urusan yudikatif, tapi kalau eksekutifnya maksimal saya kira hakim tidak akan membuat tragedi seperti ini. Kalau eksekutifnya kuat untuk mengawal ini, saya kira tidak sejelek inilah. Ini sangat-sangat menyedihkan,” kata dia.
Sebelumnya, eks Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin-angin, divonis bebas dalam kasus kerangkeng manusia oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Stabat, Sumatera Utara, Senin (8/7/2024).
Majelis hakim menilai, Terbit tidak terbukti melakukan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus rehabilitasi narkoba tahun 2010 hingga 2022 yang didakwakan jaksa.
Ketua Majelis Hakim, Andriyansyah menyebutkan, semua tuntutan jaksa yang tertuang dalam Pasal 2 ayat (2) jo Pasal 7 ayat (1) jo Pasal 10 Undang-Undang (UU) Nomor 21 Tahun 2007 tentang TPPO tidak terbukti.
“Mengadili terdakwa Terbit Rencana Perangin-angin, S.E alias Terbit alias Cana tidak terbukti secara sah seperti yang didakwakan dalam dakwaan alternatif pertama dan kedua, ketiga, keempat, kelima dan keenam," ujar Andriansyah dalam sidang.
Oknum Anggota TNI AU di Palu yang Tembak Pemulung Ditahan - kumparan.com
Oknum Anggota TNI AU di Palu yang Tembak Pemulung Ditahan [228] url asal
#palu #tni #penembakan #pemulung
(Kumparan.com - News) 12/07/24 14:35
v/10531357/
Komandan Lanud (Danlanud) Sultan Hasanuddin, Marsma TNI Bonang Bayuaji, menindak tegas anggota TNI AU Kapten STA yang diduga menembakkan senapan angin ke seorang perempuan yang merupakan pemulung, JNI (25 tahun), di Kompleks TNI AU, Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Korban ditembak menggunakan senapan angin yang mengenai pinggang bagian kirinya. Dia ditembak usai berseteru, diminta keluar dari kompleks namun tidak mau. Dia sedang mencari barang bekas di perumahan dinas TNI AU tersebut, untuk dipulung.
"Anggota TNI yang melakukan penembakan dengan senapan angin tersebut akan diproses secara hukum," kata Bonang kepada wartawan, Jumat (12/7).
Kapten STA saat ini dikabarkan telah diamankan oleh Polisi Militer (POM) TNI AU. Ia dalam pemeriksaan secara intensif untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
"Saat ini Polisi Militer TNI AU sedang melaksanakan proses hukum secara militer kepada pelaku," tegas dia.
Danlanud Sultan Hasanuddin, Marsma TNI Bonang Bayuaji, meminta maaf atas peristiwa tersebut. Ia akan menanggung semua biaya pengobatan korban.
"Saya selaku pimpinan minta maaf dan menanggung seluruh biaya pengobatan korban," kata Bonang
Ia terbang langsung ke Palu, setelah mendapatkan informasi peristiwa itu. Bonang mengunjungi korban di rumah sakit dan keluarganya.
"Kedatangan saya hari ini ke Palu untuk memastikan korban mendapat penanganan medis yang bagus dan menanggung seluruh biaya pengobatan hingga sembuh," ucapnya.
Tak hanya menanggung semua biaya korban, TNI AU juga memberikan santunan kepada keluarga korban untuk membantu biaya hidup sehari-hari. Santunan itu diterima langsung oleh suami korban, Helwan.
3 Polantas Pungli ke Sopir Pikap di Tol Halim, 1 Dimutasi ke Luar Satlantas
3 Polantas Pungli ke Sopir Pikap di Tol Halim, 1 Dimutasi ke Luar Satlantas [318] url asal
#polisi #polantas #pungli #news
(Kumparan.com - News) 12/07/24 14:35
v/10531356/
Polda Metro Jaya menyelidiki kasus 3 oknum anggota Polantas yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) terhadap seorang pengendara mobil pikap di ruas tol Halim KM 0+700, Kamis (4/7).
Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Latif Usman memastikan, ketiganya tengah diperiksa Propam Polda Metro. Hukuman untuk salah satunya telah ditetapkan.
"Sudah, lagi proses [diperiksa Propam]. Sudah kita lakukan, untuk sementara sudah kita lakukan mutasi. Segera pindah dari [Satuan] lalu lintas," ujar Latif saat dijumpai di Mapolda Metro Jaya, Jumat (12/7).
Dia tidak menjelaskan siapa sosok yang dimutasi itu, begitu pun dengan nasib 2 oknum Polantas lainnya usai diperiksa Propam.
"Kita lihat skala prioritas. Karena satu [yang dimutasi], yang dua orang ini kan pelaksana tugas, tapi kan tidak tahu prosesnya, yang satu yang memang kita keluarkan," katanya.
Latif pun mengaku mempertontonkan video viral pelanggaran ketiga oknum itu bersama-sama saat apel. Alasannya guna mencegah terjadinya aksi nakal anggotanya terulang kembali.
"Tadi pagi sudah saya apel kan dan langsung anggota secara keseluruhan melihat, tadi menggunakan videotron, tadi pagi apel mereka melihat ini pantas atau tidak, ini layak atau tidak ini bisa kita tampilkan di tengah masyarakat Atau tidak apakah kita tidak malu kelakuan kelakuan kita," ujar Latif.
"Kita tadi visual secara langsung kalau saya ngomong mungkin, tapi video-video viral sudah kita tampilkan ke seluruh anggota. Biar anggota melihat langsung, meresapi langsung. Ini tidak patut ditampilkan lagi, ini tidak patut dihadirkan di tengah masyarakat," tutupnya.
Aksi pungli itu sendiri terekam kamera dashboard pengemudi pikap. Video itu pun viral di media sosial.
Terlihat awalnya mobil pikap tersebut tengah berpindah lajur. Oknum polantas yang berjaga di persimpangan jalan lantas memberhentikan mobil tersebut.
Sopir mobil pikap itu lantas menunjukkan SIM dan STNK kendaraannya kepada polantas tersebut.
Tak terdengar jelas percakapan antara mereka, namun sopir itu terlihat mengambil beberapa lembar uang pecahan Rp 5 ribu dan diberikan kepada oknum polantas nakal itu.
Setelahnya, mobil pikap itu kembali diberikan jalan dan melanjutkan perjalanannya.
Sarana dan Prasarana Terbatas, Heru Budi: Upacara HUT RI di IKN, Hiburan di Jakarta
Rangkaian acara HUT ke-79 RI akan dibagi menjadi dua lokasi, di IKN dan Jakarta. Upacara akan dilakukan dengan tata upacara militer (TUM). Halaman all [416] url asal
#hut-ri #hut-ke-79-ri #hut-ri-di-ikn
(Kompas.com) 12/07/24 14:34
v/10533021/
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Republik Indonesia Heru Budi Hartono memastikan, upacara peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-79 RI akan tetap dilaksanakan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur.
Heru mengatakan, rangkaian acara akan dibagi menjadi dua lokasi, di IKN dan Jakarta. Upacara akan dilakukan dengan tata upacara militer (TUM).
"Tata upacara militer di IKN. Di sini (Jakarta) juga ada pasukan, tapi menyesuaikan," ujar Heru yang juga menjabat sebagai Pj Gubernur DKI Jakarta itu saat ditemui di Jakarta Selatan, Jumat (12/7/2024).
Kegiatan hiburan bakal dilaksanakan Jakarta karena keterbatasan sarana dan prasarana di IKN.
"Karena keterbatasan sarana prasarana yang ada 17 Agustus seperti tahun lalu (2023), pergerakan pasukan dan pergerakan yang memberikan hiburan itu kan 5.000 sampai dengan 10.000 orang," ucap dia.
Meski Presiden Joko Widodo belum menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) pemindahan ibu kota, kegiatan di IKN dan Jakarta akan tetap dilaksanakan.
Heru menyebut, tidak ada aturan yang melarang pelaksanaan upacara peringatan HUT RI di Nusantara. Upacara boleh dilaksanakan di lokasi manapun sesuai instruksi Jokowi.
"Aturan Undang-undang mengatakan 17 Agustus boleh diadakan upacara sesuai perintah Bapak Presiden. Jadi 17 Agustus di IKN juga tak ada masalah, kami melakukan dua tempat," ujar dia.
Sebelumnya, Ketua Satgas Perencanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Imam S Ernawi mengatakan, IKN sudah siap digunakan untuk upacara.
"Lapangan upacara sudah pasti sudah bisa, podiumnya juga sudah selesai. Semua sudah berfungsi 100 persen dan siap digunakan untuk upacara," ujar Imam dalam konferensi pers membahas persiapan HUT ke-79 RI di IKN, Kamis (11/7/2024).
Lapangan halaman Istana Negara IKN memiliki kapasitas sekitar 8.000 orang.
Namun, kepastian jumlah peserta untuk upacara 17 Agustus di lapangan Istana Negara IKN masih akan diatur oleh Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).
"Kapasitasnya (lapangan) cukup banyak, sekitar 8.000-an ya. Kalau tamu yang atur dari Kemensetneg," kata dia.
Bakal Ada BBM Baru Diluncurkan 17 Agustus, Nih Bocorannya
Menteri ESDM Arifin Tasrif buka suara mengenai BBM baru. BBM ini rencananya lebih ramah lingkungan. [208] url asal
#bbm #produk-bbm-baru #bbm-baru #menteri-esdm #arifin-tasrif
(detikFinance - Market Research) 12/07/24 14:33
v/10530433/
Jakarta - Menteri ESDM Arifin Tasrif buka suara mengenai BBM baru. BBM ini rencananya lebih ramah lingkungan.
"Kita kan sekarang ini kan udara kita kan banyak emisi ini gimana caranya supaya ngurangin kita hidup sehat ini alternatifnya pakai BBM rendah sulfur," ujar Arifin di Kementerian ESDM Jakarta, Jumat (12/7/2024).
Dia mengatakan, saat ini sedang dicari bahan pencampur yang bisa mengurangi kandungan sulfur.
"Jadi gini kita cari bahan pencampur yang bisa mengurangi sulfur konten. Sekarang kan kita masih 500 ppm-an. Kalau standarnya Euro 5 kan harus di bawah 50. Menuju itu kan ongkosnya ada. Tapi kilang kita belum kelar sih di Balikpapan," terang Arifin.
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agus Cahyono Adi mengatakan, produk BBM ramah lingkungan ini akan mulai diperkenalkan pada 17 Agustus 2024.
"Kalau rendah sulfur ini akan mulai tapi sebagai pilot, 17 itu adalah semacam kick-off-nya mau mulai di sana. Terus yang disampaikan 17 Agustus pembatasan, tadi Pak Menteri sudah nyampein ini lagi dibahas di Perpres 191 mengenai mana aja yang targetnya siapa aja," jelas Agus.
Dia mengatakan, BBM tersebut akan diperkenalkan di beberapa SPBU. Produk BBM ini beberapa solar non subsidi.
"Ada beberapa SPBU kalau saya dengarnya gitu masih dimulai beberapa SPBU," katanya.
(acd/hns)Industri Keramik Dukung Kebijakan DMO Gas: Bisa Dorong Produksi
Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia mendorong pemerintah menerapkan aturan kewajiban pasar domestik atau DMO produksi gas pada Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Energi Nasional. [458] url asal
(Katadata) 12/07/24 14:33
v/10531082/
Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia atau Asaki mendorong pemerintah menerapkan aturan kewajiban pasar domestik atau DMO produksi gas pada Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Energi Nasional. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengusulkan agar 60% produksi gas di dalam negeri wajib dipasarkan di dalam negeri dengan harga US$ 6 per MMBTU.
Ketua Umum Asaki Edy Suyanto mengatakan, kebijakan DMO gas akan membuat utilisasi industri keramik nasional dapat pulih ke rentang 75% sampai 80% pada tahun ini. Angka tersebut diproyeksi meningkat dengan kebijakan DMO menjadi 90% pada tahun depan.
"Dengan catatan Harga Gas Bumi Tertentu untuk sektor manufaktur diimplementasikan dengan benar tanpa kebijakan alokasi gas untuk industri tertentu dari PT Perusahaan Gas Negara," kata Edy kepada Katadata.co.id, Jumat (12/7).
Edy menegaskan, proyeksi peningkatan utilisasi industri keramik hanya dapat terjadi jika HGBT untuk industri US$ 6 per MMBTU. Edy menyatakan harga gas yang diterima mayoritas industri keramik saat ini rata-rata US$ 6,5 per MMBTU.
Peningkatan harga gas diperburuk dengan implementasi Alokasi Gas untuk Industri Tertentu atau AGIT oleh PGN. Industri keramik di Pulau Jawa bagian timur terkena kebijakan AGIT sejak 2021, sedangkan industri keramik di Jawa Barat sejak tahun lalu.
Edy menilai, kebijakan DMO memberikan industri keramik yang baru berdiri mendapatkan gas dengan HGBT. Dengan demikian, industri keramik nasional dapat lebih agresif menyasar pasar global, khususnya di kawasan Asia Pasifik.
Peningkatan daya saing akibat kebijakan DMO dinilai dapat meningkatkan konsumsi keramik di dalam negeri. Namun Edy mengingatkan bahwa kebijakan DMO harus dibarengi dengan implementasi Bea Masuk Anti Dumping terhadap keramik impor, khususnya dari Cina.
Ia mencatat konsumsi keramik per kapita nasional saat ini di bawah rata-rata global ata hanya 2,3 meter persegi. Adapun konsumsi keramik per kapita global mencapai 2,5 meter persegi. "Konsumsi keramik per kapita negara-negara seperti Malaysia dan Thailand sudah sebesar 3 meter persegi, bahkan Vietnam sudah 5 meter persegi," katanya.
Edy sebelumnya mengatakan, keramik dari Cina terbukti melakukan praktik dumping di pasar domestik. Dengan kata lain, harga keramik dari Negeri Panda terbukti jauh lebih rendah dengan tujuan melemahkan industri keramik nasional dan menguasai pasar keramik di Indonesia.
Bukti itu tercantum dalam surat hasil penyelidikan Komisi Anti Dumping Indonesia (KADI) beberapa waktu lalu. Dalam surat yang diterima Asaki tertulis, produk keramik Cina melakukan dumping antara 100,12% sampai 199,88% dari harga normal.
Harga keramik impor dari Tiongkok lebih murah hingga dua kali lipat dari harga sebenarnya. Praktik curang ini telah menggerus industri keramik nasional hingga menyebabkan penurunan kapasitas produksi dan laba.
Asaki mendata utilisasi industri keramik pada paruh pertama tahun ini hanya 63%. Angka tersebut lebih rendah dari capaian Januari hingga Juni 2023 sebesar 69%.
"Kami tidak anti dan tidak melarang impor keramik dari Cina tapi kami melawan praktik unfair trade, yakni tindakan dumping yang disertai predatory pricing," kata Edy.
AS Hapus Utang RI Rp565 M, Diganti Konservasi Terumbu Karang
Amerika Serikat menghapus utang Indonesia sebesar US$35 juta atau Rp565,53 miliar, diganti dengan upaya konservasi terumbu karang. [255] url asal
#sri-mulyani #utang #utang-pemerintah #konservasi-terumbu-karang #amerika-serikat
(CNN Indonesia - Ekonomi) 12/07/24 14:32
v/10537038/
Amerika Serikat menghapus utang Indonesia sebesar US$35 juta atau Rp565,53 miliar (asumsi kurs Rp16.158 per dolar AS), diganti dengan upaya konservasi terumbu karang.
Kesepakatan ini dipertegas usai Menteri Keuangan Sri Mulyani bertemu asisten Menteri Keuangan AS Alexia Latortue. Keduanya bersua pada Kamis (11/7).
"Alexia menyampaikan persetujuan Amerika Serikat untuk melakukan Debt Swap to Marine Conservation Reservation Agreement bagi Indonesia sebesar US$35 juta yang baru saja diumumkan," jelas Sri Mulyani di akun Instagram pribadinya, dikutip Jumat (12/7).
"Tujuannya untuk ikut memperkuat dan menjaga kelestarian laut dan coral yang dilakukan Indonesia melalui berbagai inisiatif," sambungnya.
Kedatangan wakil AS itu ditemani tim Just Energy Transition Partnership (JETP).
Menkeu Sri Mulyani turut membahas perkembangan transisi energi di Indonesia. Wanita yang akrab disapa Ani itu mengatakan fokus bahasan mencakup pendanaan yang mulai mengalir di bidang energi baru terbarukan.
"Kami juga membahas mengenai perkembangan pasar karbon Indonesia," tandas Ani.
Berdasarkan keterangan di situs resmi Kedutaan Besar AS untuk Indonesia, perjanjian tukar utang ini sudah diteken pada 3 Juli 2024 lalu. Jadi, utang Indonesia sebesar Rp565 miliar itu dihapus dan dialihkan menjadi investasi untuk konservasi terumbu karang.
[Gambas:Instagram]
Kuasa Usaha ad Interim (KUAI) Kedubes AS untuk Indonesia Michael Kleine menegaskan perjanjian ini menjadi bukti kuatnya hubungan bilateral AS dan Indonesia. Kleine menyebut kedua negara terus menjalin kemitraan strategis.
"Dengan menghapus utang ini dan mengalihkan dananya kembali ke Indonesia melalui pertukaran utang untuk (perlindungan) alam, kami mengambil tindakan konkret untuk melindungi terumbu karang Indonesia yang tak ternilai harganya. Dan mendukung pembangunan berkelanjutan," jelasnya dalam keterangan resmi.
Hindari Hoaks, Masyarakat Diminat Periksa Kebenaran Informasi Sebelum Menyebarkan
Gede menekankan pentingnya peran media, khususnya InfoPublik, dalam menyampaikan informasi yang akurat, objektif, dan membangun. [461] url asal
#hoaks #berita-bohong #informasi-bohong #kominfo #pemerintah-daerah #pemda-buleleng
(MedCom) 12/07/24 14:32
v/10531417/
Jakarta: Kemitraan yang dibangun antara Pemerintah Kabupaten Buleleng dan Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Portal Berita InfoPublik.id, diharapkan terus diperkuat. Sehingga, masyarakat bisa mendapatkan informasi yang tepat dan menjadi wahana mempromosikan potensi-potensi di daerah.Hal ini disampaikan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Buleleng, Gede Sugiartha Widiada yang mewakili penjabat (pj) Bupati Buleleng dalam kegiatan Jadi Pintar Bareng Kominfo Newsroom (Jarkom) bertajuk Meracik Berita ala InfoPublik, di Kabupaten Buleleng, Bali, Kamis, 11 Juli 2024.
“Kita harus mengambil peran. Tata kelola komunikasi publik di Buleleng dan Indonesia secara luas harus semakin mencerdaskan masyarakat dengan berita-berita positif yang membangun dan mencerdaskan. Kehadiran InfoPublik.id secara luas membantu kami bukan hanya sebagai wadah tapi sekaligus pembimbing kami untuk terus menjadi lebih baik,” kata Gede dilansir pada Jumat, 12 Juli 2024.
Gede menekankan pentingnya peran media, khususnya InfoPublik, dalam menyampaikan informasi yang akurat, objektif, dan membangun. "Kami berharap kemitraan ini dapat terus diperkuat agar tata kelola komunikasi publik semakin baik dan masyarakat makin tercerdaskan dengan berita-berita positif yang membangun bangsa," ujar dia.
Menurut dia, kehadiran InfoPublik memudahkan masyarakat di Kabupaten Buleleng untuk mengakses informasi sekaligus terlibat menyebarkanluaskannya. Ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan.
"Kami percaya bahwa dengan informasi yang tepat dan bermanfaat, masyarakat akan lebih cerdas dan dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah," ujar dia.
Dia juga mengajak masyarakat agar mengecek kebenaran informasi yang didapatnya sebelum menyebarkan ke khalayak banyak. Masyarakat bisa memanfaatkan InfoPublik.id sebagai sumber informasi utama agar terhindar dari berita hoaks dan informasi menyesatkan.
"Kami mengajak seluruh masyarakat Buleleng untuk selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya. Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan informasi yang sehat dan positif," ujar Gede.
| Baca Juga: Siapkan Kepemimpinan Digital, Kominfo Segera Luncurkan DLA |
Sementara itu, Direktur Pengelolaan Media Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Nursodik Gunarjo mengungkapkan Kominfo terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pengelola informasi dalam jaringan InfoPublik.
“Pemilihan Buleleng sebagai lokasi Jarkom pun karena kabupaten ini jadi salah satu jaringan dan mitra InfoPublik yang aktif dan berprestasi dalam tata kelola komunikasi dan informasi khususnya melalui jaringan Kominfo Newsroom,” kata dia.
Ada tiga tujuan utama dari seri-seri Jarkom yang digelar, yakni mendapatkan keterampilan (skilling), melatih kembali sebuah keterampilan (reskilling), dan meningkatkan sebuah keterampilan (upskilling). "Ketiga hal tersebut harus dimiliki oleh seorang jurnalis atau atau untuk mitra InfoPublik kami sebut sebagai pejuang informasi,” kata dia.
Skilling adalah membentuk dari yang semula tidak bisa menjadi bisa. Reskilling adalah mengingat kembali dari yang lupa menjadi bisa dan menyesuaikan perkembangan zaman. Sementara upskilling adalah sudah tahu dan bisa namun ada ilmu baru yang didapatkan.
Diharapkan, melalui Jarkom seri Buleleng bermanfaat bagi para petugas pengelola Media Center Daerah sekaligus meningkatkan kemampuan menghasilkan berita positif dalam jaringan InfoPublik.
(AZF)
Para Ahli Tauhid Pra-Islam
Sebelum zaman Rasulullah SAW, mereka teguh mengamalkan ajaran Nabi Ibrahim AS. [411] url asal
#ahli-tauhid #ajaran-nabi-ibrahim #ajaran-yang-hanif #milah-ibrahim #bangsa-arab #arab-sebelum-islam
(Republika - Khazanah) 12/07/24 14:32
v/10530548/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nabi Ibrahim AS merupakan leluhur bangsa semit, yang di dalamnya termasuk anak keturunan Nabi Ismail dan Nabi Ishaq. Yang pertama itu menurunkan bangsa Arab, sedangkan yang lain menghasilkan Bani Israil atau bangsa Yahudi.
Sejak puluhan tahun sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW, bangsa Arab hidup dalam kondisi geopolitik yang "terjepit." Jazirah Arab diapit dua adidaya, yakni Romawi yang berkiblat pada Nasrani dan Persia yang Majusi.
Dalam kondisi demikian, jejak-jejak ajaran tauhid Nabi Ibrahim kurang menonjol di Hijaz. Elite yang memegang kendali seutuhnya atas Kota Makkah justru condong pada paganisme.
Alhasil, Ka'bah atau Baitullah justru menjadi tempat banyak berhala. Syariat haji melenceng dari ketentuan yang digariskan sejak Nabi Ibrahim AS.
Sebagai contoh, pada masa jahiliyah itu, orang-orang musyrik melakukan tawaf dengan bersorak-sorai dan bahkan dalam keadaan telanjang.
Meskipun risalah Alquran belum tiba (bahkan Nabi Muhammad SAW belum lahir), banyak sosok yang setia pada ajaran tauhid Nabi Ibrahim AS.
Di antara mereka adalah Qus bin Saidah al-Iyadi, As'ad Abu Karib al-Himyari, Ubaid bin al- Abrash al-Asadi, dan Kaab bin Luay bin Ghalib al-Quraisy--salah seorang kakek Rasulullah SAW. Mereka dan para pengikutnya menjalankan syariat Nabi Ibrahim AS.
Misalnya adalah berhaji dengan semestinya ke Baitullah, mandi ketika junub, berkhitan, dan berkurban hanya untuk Allah SWT. Mereka tidak mau memakan daging kurban yang diperuntukkan berhala.
Mereka juga gemar bersunyi diri (iktikaf) biasanya di gua-gua untuk menemukan kedamaian; menganggap haram memakan darah, daging babi, dan bangkai; serta melarang menguburkan anak perempuan (atau siapa pun) hidup-hidup.
Banyak di antara para pengikut tauhid millah Ibrahim yang bisa membaca dan menulis. Bahkan, ada pula yang pakar kitabullah (ahlul kitab), walaupun tidak sampai memeluk Yahudi atau Nasrani, karena dinilainya kurang mampu melegakan dahaga batin mereka yang meyakini tauhid murni.
Kelak, Alquran sendiri menegaskan bahwa Nabi Ibrahim AS bukanlah dari golongan Yahudi maupun Nasrani. Lihat, misalnya, surah Ali Imran ayat ke-65 hingga 68.
Allah SWT melalui firman-Nya itu menyangkal klaim-klaim tak mendasar dari pemuka Yahudi dan Nasrani yang ingin agar sang Khalilullah itu diakui sebagai bagian dari kubu masing-masing.
Menurut tafsir Ibnu Katsir, dalam ayat tersebut seakan-akan Allah SWT menyindir dua kaum tersebut: "Bagaimana mungkin Ibrahim memeluk agama kalian, sedangkan syariat yang diberlakukan kepada kalian terpaut jangka waktu yang sangat panjang setelah Ibrahim?"
Maka dari itu, jelaslah bahwa Nabi Ibrahim AS berada di jalan yang lurus, yakni tauhid dengan semurnimurninya keyakinan bahwa hanya Allah yang pantas disembah, tidak ada sekutu bagi-Nya.
Leasing Bima Finance Dibubarkan Sinarmas Cs, Sudah 4 Kali Berganti Nama
Pemegang saham sukarela Bima Finance sebelum ditutup adalah Grup Sinarmas, Grup Victoria, dan Grup Sampoerna. [1,174] url asal
#bima #bima-finance #bima-multi-finance #bima-finance-ditutup #pemilik-bima-finance
(Bisnis.Com - Finansial) 12/07/24 14:31
v/10546151/
Bisnis.com, JAKARTA -- Para pemegang saham sukarela PT Bima Multi Finance memutuskan untuk menutup perusahaan melalui konversi utang. Dalam laporan perusahaan tahun 2022, terdapat tiga grup utama yang menjadi pemegang saham Bima Finance setelah homologasi utang pada tahun 2017.
Ketiga pemegang saham utama tersebut adalah Sinarmas Group (40,07%), Victoria Group (39,97%), dan Sampoerna Group (16,29%). Dengan kata lain, tiga konglomerasi ini memiliki 96,33% saham Bima Finance setelah konversi utang berdasarkan putusan PKPU 2017.
Secara lebih terperinci, pemegang saham Bima Finance dari Grup Sinarmas adalah PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (23,10%), PT Asuransi Sinar Mas (15,96%), dan PT Asuransi Simas Insurtech (1,01%).
Selanjutnya, Grup Victoria terdiri dari PT Bank Victoria International Tbk. (34,91%), PT Victoria Insurance Tbk. (2,63%), PT Victoria Sekuritas Indonesia (2,03%), dan PT Victoria Alife Indonesia (0,40%). Sedangkan Grup Sampoerna terdiri dari PT Buana Anggana Mandura (15,89%) dan PT Bank Sahabat Sampoerna (0,41%).
Sisa saham Bima Finance setelah konversi dimiliki oleh PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk. (1,01%), Erly Syahada (1%), Sukran Abdul Gani (1%), dan PT MNC Asuransi Indonesia (0,65%).
Felix, Direktur Sinar Mas Multiartha (SMMA), menjelaskan bahwa langkah penutupan perusahaan leasing ini disebabkan oleh sejumlah kreditur yang belum dapat memberikan keringanan pembayaran utang. Pada saat yang sama, Bima Finance diminta untuk memenuhi ketentuan ekuitas minimal Rp100 miliar.
"Para pemegang saham sukarela atau pemegang saham yang melakukan konversi utang menjadi modal dalam rangka penyelamatan sepakat untuk tidak menambah modal kepada Bima. Jadi solusi terbaik menurut para pemegang saham sukarela adalah melakukan pembubaran Bima," kata Felix kepada Bisnis, Kamis (11/7/2024).
Dia menyatakan bahwa pembubaran Bima Finance telah diketahui dan disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dalam pengumuman yang dirilis perusahaan, keputusan pembubaran disampaikan dalam RUPS luar biasa pada 28 Juni 2024. Pemegang saham kemudian meminta kreditur mengajukan tagihan maupun penyelesaian hak dan kewajiban dalam 60 hari ke depan. Pemegang saham menunjuk Soni Sanjaya dan Eko Sulistiyanto EB sebagai likuidator perseroan.
Tidak dilampirkan kondisi terbaru di website perusahaan, namun mengacu laman Bima Finance per akhir 2022, perusahaan leasing ini memiliki ekuitas -Rp149,29 miliar. Entitas ini membukukan laba Rp21,3 miliar pada akhir 2022.
Dari sisi aset, tercatat mencapai Rp246,82 miliar dan liabilitas Rp396,11 miliar.
Sejarah Bima Finance Sebelum Tutup
Bima Finance sendiri dalam direktori OJK tercatat empat kali berganti nama. Perusahaan ini mula-mula didirikan dengan nama PT Lautan Berlian Pacific Finance (1990 – 1995), kemudian berganti nama menjadi PT Lautan Berlian Multifinance (1995 – 2006), PT Prima Finance Indonesia (2006), dan PT Bima Multi Finance (2006 – 2024).
Dalam perubahan nama terakhir, pemegang saham perusahaan adalah PT Cipta Citra Irama (99%) dan Eddy Edgar Hartono (1%). Laporan tahunan 2014 mencatat manajemen kunci PT Cipta Citra Irama adalah Erly Syahada.
Erly sendiri adalah sosok yang malang melintang di industri keuangan. Nama Erly sebelumnya tercatat di PT Bank Dharmala sebelum ditutup pada 13 Maret 1999. Saat itu, Dewan Komisaris terdiri dari Suyanto Gondokusumo, Tjan Soen Eng, Hartawan Sunosubroto, dan Slamet Santoso Gondokusumo. Sementara direksinya terdiri dari Suhanda Wiraatmaja, Jenny Wirdjadinata, Harjono Darto To, Erly Syahada, dan Kinardi Rusli.
Kembali ke Bima Finance, perusahaan mengalami pertumbuhan pesat dengan 10 karyawan pada tahun 2006 saat pendirian menjadi 3.374 pada tahun 2014. Namun jumlah itu terus menurun menjadi 3.212 pada tahun 2016 dan menjadi 2.439 pada tahun 2017 saat perusahaan gagal membayar utang Obligasi Berkelanjutan I tahap II/2016 seri B dan C yang jatuh tempo pada 11 Agustus 2017.
Pemegang saham pengendali mengambil jalan dengan mengajukan PKPU ke Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 19 Mei 2017. Pengajuan perlindungan hukum karena tidak mampu membayar utang itu disetujui oleh pengadilan dan disahkan pada 4 Agustus 2017.
Ringkasannya, utang tranche A atau Pinjaman Jangka Panjang (PJP) sebesar Rp640.944.697.537 dibayarkan melalui cicilan per bulan dalam jangka waktu 10 tahun sejak tanggal efektif dan dikenakan bunga sebesar 10% per tahun.
Tranche B sebesar Rp178.099.357.781 akan dikonversi menjadi utang dengan jangka waktu 5 tahun sejak tanggal efektif (bullet payment) dan dikenakan bunga sebesar 5% per tahun.
Selanjutnya, tranche C sebesar Rp201.900.642.219 akan dikonversi menjadi MTN Konversi dan dikenakan bunga sebesar 5% per tahun. MTN Konversi dapat dikonversi menjadi 403.801 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp500.000/lembar, yang dilaksanakan efektif setelah tahun ke-5 (lima) setelah konversi ini diterbitkan.
MTN Konversi dijamin dengan gadai saham atas seluruh saham perusahaan yang dimiliki oleh PT Citra Cipta Internasional dan Eddy Edgar Hartono sebesar 220.000.000 lembar saham.
Tranche D atau utang Supplier sebesar Rp1.843.108.749 dibayarkan sesuai dengan jadwal dalam 1 tahun terhitung sejak tanggal efektif. Kredit Kepemilikan Kendaraan Bermotor Karyawan kepada BCA Finance dan Bank Jasa Jakarta sebesar Rp5.432.859.477 akan dibayarkan sesuai dengan jadwal terhitung sejak tanggal efektif.
Berikut adalah kreditur dan pemasok yang terikat dengan Proposal Perdamaian yang telah disahkan pada tanggal 26 Juli 2017:
Kreditur Saparatis:
- PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk (Wali amanat obligasi) sebesar Rp221.183.618.056
- PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan sebesar Rp122.972.222.200
- PT Bank Victoria International, Tbk sebesar Rp109.585.582.799
- PT Buana Anggana Mandura sebesar Rp80.000.000.000
- PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga, Tbk sebesar Rp66.692.578.206
- PT Bank Mandiri (Persero), Tbk sebesar Rp44.990.663.728
- PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906, Tbk sebesar Rp40.964.789.578
- PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk sebesar Rp33.842.246.668
- PT Bank ICBC Indonesia sebesar Rp28.723.078.406
- PT Bank KEB Hana Indonesia sebesar Rp22.630.821.760
- PT Bank INA Perdana, Tbk sebesar Rp21.094.725.377
- PT Bank Harda Internasional, Tbk sebesar Rp20.341.125.574
- PT Bank Resona Perdania sebesar Rp20.049.124.963
- PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk sebesar Rp19.853.201.528
- PT Maybank Indonesia, Tbk sebesar Rp16.234.315.700
- PT State Bank of India Indonesia sebesar Rp14.389.533.103
- PT Bank Jago, Tbk (PT Bank Artos Indonesia, Tbk) sebesar Rp10.911.550.143
- PT Bank Mega, Tbk sebesar Rp3.802.416.401
- PT Bank Central Asia Finance sebesar Rp2.954.023.700
- PT Bank Ganesha, Tbk sebesar Rp2.068.621.320
- PT Bank Sahabat Sampoerna sebesar Rp2.055.800.304
- PT Bank Syariah Mandiri sebesar Rp1.286.530.059
- PT Bank Negara Indonesia Syariah sebesar Rp1.064.787.022
- PT Bank Central Asia Syariah sebesar Rp612.776.448
- PT IBK Indonesia, Tbk (PT Bank Agris, Tbk) sebesar Rp363.359.027
Jumlah sebesar Rp908.667.492.070
Kreditor Konkuren
- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Wali amanat obligasi) sebesar Rp115.231.229.167
- PT Bank Jasa Jakarta sebesar Rp2.478.835.777
- PT Asuransi Kresna Mitra, Tbk sebesar Rp497.443.404
- PT Telekomunikasi Indonesia sebesar Rp333.069.355
- CV Kharisma Utama sebesar Rp301.831.000
- PT Trust Investama sebesar Rp294.602.000
- PT Graha Bakti Tehnologi sebesar Rp288.970.000
- PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk sebesar Rp75.000.000
- PT Asuransi Cakrawala Proteksi Indonesia sebesar Rp29.584.691
- PT Cahaya Multitran Abadi sebesar Rp22.608.300
Jumlah sebesar Rp119.553.173.694
Leasing Bima Finance Dibubarkan, Sudah 4 Kali Berganti Nama
Pemegang saham sukarela Bima Finance sebelum ditutup adalah Grup Sinarmas, Grup Victoria, dan Grup Sampoerna. [1,174] url asal
#bima #bima-finance #bima-multi-finance #bima-finance-ditutup #pemilik-bima-finance
(Bisnis.Com - Finansial) 12/07/24 14:31
v/10546150/
Bisnis.com, JAKARTA -- Para pemegang saham sukarela PT Bima Multi Finance memutuskan untuk menutup perusahaan melalui konversi utang. Dalam laporan perusahaan tahun 2022, terdapat tiga grup utama yang menjadi pemegang saham Bima Finance setelah homologasi utang pada tahun 2017.
Ketiga pemegang saham utama tersebut adalah Sinarmas Group (40,07%), Victoria Group (39,97%), dan Sampoerna Group (16,29%). Dengan kata lain, tiga konglomerasi ini memiliki 96,33% saham Bima Finance setelah konversi utang berdasarkan putusan PKPU 2017.
Secara lebih terperinci, pemegang saham Bima Finance dari Grup Sinarmas adalah PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (23,10%), PT Asuransi Sinar Mas (15,96%), dan PT Asuransi Simas Insurtech (1,01%).
Selanjutnya, Grup Victoria terdiri dari PT Bank Victoria International Tbk. (34,91%), PT Victoria Insurance Tbk. (2,63%), PT Victoria Sekuritas Indonesia (2,03%), dan PT Victoria Alife Indonesia (0,40%). Sedangkan Grup Sampoerna terdiri dari PT Buana Anggana Mandura (15,89%) dan PT Bank Sahabat Sampoerna (0,41%).
Sisa saham Bima Finance setelah konversi dimiliki oleh PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk. (1,01%), Erly Syahada (1%), Sukran Abdul Gani (1%), dan PT MNC Asuransi Indonesia (0,65%).
Felix, Direktur Sinar Mas Multiartha (SMMA), menjelaskan bahwa langkah penutupan perusahaan leasing ini disebabkan oleh sejumlah kreditur yang belum dapat memberikan keringanan pembayaran utang. Pada saat yang sama, Bima Finance diminta untuk memenuhi ketentuan ekuitas minimal Rp100 miliar.
"Para pemegang saham sukarela atau pemegang saham yang melakukan konversi utang menjadi modal dalam rangka penyelamatan sepakat untuk tidak menambah modal kepada Bima. Jadi solusi terbaik menurut para pemegang saham sukarela adalah melakukan pembubaran Bima," kata Felix kepada Bisnis, Kamis (11/7/2024).
Dia menyatakan bahwa pembubaran Bima Finance telah diketahui dan disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dalam pengumuman yang dirilis perusahaan, keputusan pembubaran disampaikan dalam RUPS luar biasa pada 28 Juni 2024. Pemegang saham kemudian meminta kreditur mengajukan tagihan maupun penyelesaian hak dan kewajiban dalam 60 hari ke depan. Pemegang saham menunjuk Soni Sanjaya dan Eko Sulistiyanto EB sebagai likuidator perseroan.
Tidak dilampirkan kondisi terbaru di website perusahaan, namun mengacu laman Bima Finance per akhir 2022, perusahaan leasing ini memiliki ekuitas -Rp149,29 miliar. Entitas ini membukukan laba Rp21,3 miliar pada akhir 2022.
Dari sisi aset, tercatat mencapai Rp246,82 miliar dan liabilitas Rp396,11 miliar.
Sejarah Bima Finance Sebelum Tutup
Bima Finance sendiri dalam direktori OJK tercatat empat kali berganti nama. Perusahaan ini mula-mula didirikan dengan nama PT Lautan Berlian Pacific Finance (1990 – 1995), kemudian berganti nama menjadi PT Lautan Berlian Multifinance (1995 – 2006), PT Prima Finance Indonesia (2006), dan PT Bima Multi Finance (2006 – 2024).
Dalam perubahan nama terakhir, pemegang saham perusahaan adalah PT Cipta Citra Irama (99%) dan Eddy Edgar Hartono (1%). Laporan tahunan 2014 mencatat manajemen kunci PT Cipta Citra Irama adalah Erly Syahada.
Erly sendiri adalah sosok yang malang melintang di industri keuangan. Nama Erly sebelumnya tercatat di PT Bank Dharmala sebelum ditutup pada 13 Maret 1999. Saat itu, Dewan Komisaris terdiri dari Suyanto Gondokusumo, Tjan Soen Eng, Hartawan Sunosubroto, dan Slamet Santoso Gondokusumo. Sementara direksinya terdiri dari Suhanda Wiraatmaja, Jenny Wirdjadinata, Harjono Darto To, Erly Syahada, dan Kinardi Rusli.
Kembali ke Bima Finance, perusahaan mengalami pertumbuhan pesat dengan 10 karyawan pada tahun 2006 saat pendirian menjadi 3.374 pada tahun 2014. Namun jumlah itu terus menurun menjadi 3.212 pada tahun 2016 dan menjadi 2.439 pada tahun 2017 saat perusahaan gagal membayar utang Obligasi Berkelanjutan I tahap II/2016 seri B dan C yang jatuh tempo pada 11 Agustus 2017.
Pemegang saham pengendali mengambil jalan dengan mengajukan PKPU ke Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 19 Mei 2017. Pengajuan perlindungan hukum karena tidak mampu membayar utang itu disetujui oleh pengadilan dan disahkan pada 4 Agustus 2017.
Ringkasannya, utang tranche A atau Pinjaman Jangka Panjang (PJP) sebesar Rp640.944.697.537 dibayarkan melalui cicilan per bulan dalam jangka waktu 10 tahun sejak tanggal efektif dan dikenakan bunga sebesar 10% per tahun.
Tranche B sebesar Rp178.099.357.781 akan dikonversi menjadi utang dengan jangka waktu 5 tahun sejak tanggal efektif (bullet payment) dan dikenakan bunga sebesar 5% per tahun.
Selanjutnya, tranche C sebesar Rp201.900.642.219 akan dikonversi menjadi MTN Konversi dan dikenakan bunga sebesar 5% per tahun. MTN Konversi dapat dikonversi menjadi 403.801 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp500.000/lembar, yang dilaksanakan efektif setelah tahun ke-5 (lima) setelah konversi ini diterbitkan.
MTN Konversi dijamin dengan gadai saham atas seluruh saham perusahaan yang dimiliki oleh PT Citra Cipta Internasional dan Eddy Edgar Hartono sebesar 220.000.000 lembar saham.
Tranche D atau utang Supplier sebesar Rp1.843.108.749 dibayarkan sesuai dengan jadwal dalam 1 tahun terhitung sejak tanggal efektif. Kredit Kepemilikan Kendaraan Bermotor Karyawan kepada BCA Finance dan Bank Jasa Jakarta sebesar Rp5.432.859.477 akan dibayarkan sesuai dengan jadwal terhitung sejak tanggal efektif.
Berikut adalah kreditur dan pemasok yang terikat dengan Proposal Perdamaian yang telah disahkan pada tanggal 26 Juli 2017:
Kreditur Saparatis:
- PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk (Wali amanat obligasi) sebesar Rp221.183.618.056
- PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan sebesar Rp122.972.222.200
- PT Bank Victoria International, Tbk sebesar Rp109.585.582.799
- PT Buana Anggana Mandura sebesar Rp80.000.000.000
- PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga, Tbk sebesar Rp66.692.578.206
- PT Bank Mandiri (Persero), Tbk sebesar Rp44.990.663.728
- PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906, Tbk sebesar Rp40.964.789.578
- PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk sebesar Rp33.842.246.668
- PT Bank ICBC Indonesia sebesar Rp28.723.078.406
- PT Bank KEB Hana Indonesia sebesar Rp22.630.821.760
- PT Bank INA Perdana, Tbk sebesar Rp21.094.725.377
- PT Bank Harda Internasional, Tbk sebesar Rp20.341.125.574
- PT Bank Resona Perdania sebesar Rp20.049.124.963
- PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk sebesar Rp19.853.201.528
- PT Maybank Indonesia, Tbk sebesar Rp16.234.315.700
- PT State Bank of India Indonesia sebesar Rp14.389.533.103
- PT Bank Jago, Tbk (PT Bank Artos Indonesia, Tbk) sebesar Rp10.911.550.143
- PT Bank Mega, Tbk sebesar Rp3.802.416.401
- PT Bank Central Asia Finance sebesar Rp2.954.023.700
- PT Bank Ganesha, Tbk sebesar Rp2.068.621.320
- PT Bank Sahabat Sampoerna sebesar Rp2.055.800.304
- PT Bank Syariah Mandiri sebesar Rp1.286.530.059
- PT Bank Negara Indonesia Syariah sebesar Rp1.064.787.022
- PT Bank Central Asia Syariah sebesar Rp612.776.448
- PT IBK Indonesia, Tbk (PT Bank Agris, Tbk) sebesar Rp363.359.027
Jumlah sebesar Rp908.667.492.070
Kreditor Konkuren
- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Wali amanat obligasi) sebesar Rp115.231.229.167
- PT Bank Jasa Jakarta sebesar Rp2.478.835.777
- PT Asuransi Kresna Mitra, Tbk sebesar Rp497.443.404
- PT Telekomunikasi Indonesia sebesar Rp333.069.355
- CV Kharisma Utama sebesar Rp301.831.000
- PT Trust Investama sebesar Rp294.602.000
- PT Graha Bakti Tehnologi sebesar Rp288.970.000
- PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk sebesar Rp75.000.000
- PT Asuransi Cakrawala Proteksi Indonesia sebesar Rp29.584.691
- PT Cahaya Multitran Abadi sebesar Rp22.608.300
Jumlah sebesar Rp119.553.173.694
Jejak Panjang Leasing Bima Finance Sebelum Ditutup, 4 Kali Berganti Nama
Pemegang saham sukarela Bima Finance sebelum ditutup adalah Grup Sinarmas, Grup Victoria, dan Grup Sampoerna. [1,174] url asal
#bima #bima-finance #bima-multi-finance #bima-finance-ditutup #pemilik-bima-finance
(Bisnis.Com - Finansial) 12/07/24 14:31
v/10530934/
Bisnis.com, JAKARTA -- Para pemegang saham sukarela PT Bima Multi Finance memutuskan untuk menutup perusahaan melalui konversi utang. Dalam laporan perusahaan tahun 2022, terdapat tiga grup utama yang menjadi pemegang saham Bima Finance setelah homologasi utang pada tahun 2017.
Ketiga pemegang saham utama tersebut adalah Sinarmas Group (40,07%), Victoria Group (39,97%), dan Sampoerna Group (16,29%). Dengan kata lain, tiga konglomerasi ini memiliki 96,33% saham Bima Finance setelah konversi utang berdasarkan putusan PKPU 2017.
Secara lebih terperinci, pemegang saham Bima Finance dari Grup Sinarmas adalah PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (23,10%), PT Asuransi Sinar Mas (15,96%), dan PT Asuransi Simas Insurtech (1,01%).
Selanjutnya, Grup Victoria terdiri dari PT Bank Victoria International Tbk. (34,91%), PT Victoria Insurance Tbk. (2,63%), PT Victoria Sekuritas Indonesia (2,03%), dan PT Victoria Alife Indonesia (0,40%). Sedangkan Grup Sampoerna terdiri dari PT Buana Anggana Mandura (15,89%) dan PT Bank Sahabat Sampoerna (0,41%).
Sisa saham Bima Finance setelah konversi dimiliki oleh PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk. (1,01%), Erly Syahada (1%), Sukran Abdul Gani (1%), dan PT MNC Asuransi Indonesia (0,65%).
Felix, Direktur Sinar Mas Multiartha (SMMA), menjelaskan bahwa langkah penutupan perusahaan leasing ini disebabkan oleh sejumlah kreditur yang belum dapat memberikan keringanan pembayaran utang. Pada saat yang sama, Bima Finance diminta untuk memenuhi ketentuan ekuitas minimal Rp100 miliar.
"Para pemegang saham sukarela atau pemegang saham yang melakukan konversi utang menjadi modal dalam rangka penyelamatan sepakat untuk tidak menambah modal kepada Bima. Jadi solusi terbaik menurut para pemegang saham sukarela adalah melakukan pembubaran Bima," kata Felix kepada Bisnis, Kamis (11/7/2024).
Dia menyatakan bahwa pembubaran Bima Finance telah diketahui dan disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dalam pengumuman yang dirilis perusahaan, keputusan pembubaran disampaikan dalam RUPS luar biasa pada 28 Juni 2024. Pemegang saham kemudian meminta kreditur mengajukan tagihan maupun penyelesaian hak dan kewajiban dalam 60 hari ke depan. Pemegang saham menunjuk Soni Sanjaya dan Eko Sulistiyanto EB sebagai likuidator perseroan.
Tidak dilampirkan kondisi terbaru di website perusahaan, namun mengacu laman Bima Finance per akhir 2022, perusahaan leasing ini memiliki ekuitas -Rp149,29 miliar. Entitas ini membukukan laba Rp21,3 miliar pada akhir 2022.
Dari sisi aset, tercatat mencapai Rp246,82 miliar dan liabilitas Rp396,11 miliar.
Sejarah Bima Finance Sebelum Tutup
Bima Finance sendiri dalam direktori OJK tercatat empat kali berganti nama. Perusahaan ini mula-mula didirikan dengan nama PT Lautan Berlian Pacific Finance (1990 – 1995), kemudian berganti nama menjadi PT Lautan Berlian Multifinance (1995 – 2006), PT Prima Finance Indonesia (2006), dan PT Bima Multi Finance (2006 – 2024).
Dalam perubahan nama terakhir, pemegang saham perusahaan adalah PT Cipta Citra Irama (99%) dan Eddy Edgar Hartono (1%). Laporan tahunan 2014 mencatat manajemen kunci PT Cipta Citra Irama adalah Erly Syahada.
Erly sendiri adalah sosok yang malang melintang di industri keuangan. Nama Erly sebelumnya tercatat di PT Bank Dharmala sebelum ditutup pada 13 Maret 1999. Saat itu, Dewan Komisaris terdiri dari Suyanto Gondokusumo, Tjan Soen Eng, Hartawan Sunosubroto, dan Slamet Santoso Gondokusumo. Sementara direksinya terdiri dari Suhanda Wiraatmaja, Jenny Wirdjadinata, Harjono Darto To, Erly Syahada, dan Kinardi Rusli.
Kembali ke Bima Finance, perusahaan mengalami pertumbuhan pesat dengan 10 karyawan pada tahun 2006 saat pendirian menjadi 3.374 pada tahun 2014. Namun jumlah itu terus menurun menjadi 3.212 pada tahun 2016 dan menjadi 2.439 pada tahun 2017 saat perusahaan gagal membayar utang Obligasi Berkelanjutan I tahap II/2016 seri B dan C yang jatuh tempo pada 11 Agustus 2017.
Pemegang saham pengendali mengambil jalan dengan mengajukan PKPU ke Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 19 Mei 2017. Pengajuan perlindungan hukum karena tidak mampu membayar utang itu disetujui oleh pengadilan dan disahkan pada 4 Agustus 2017.
Ringkasannya, utang tranche A atau Pinjaman Jangka Panjang (PJP) sebesar Rp640.944.697.537 dibayarkan melalui cicilan per bulan dalam jangka waktu 10 tahun sejak tanggal efektif dan dikenakan bunga sebesar 10% per tahun.
Tranche B sebesar Rp178.099.357.781 akan dikonversi menjadi utang dengan jangka waktu 5 tahun sejak tanggal efektif (bullet payment) dan dikenakan bunga sebesar 5% per tahun.
Selanjutnya, tranche C sebesar Rp201.900.642.219 akan dikonversi menjadi MTN Konversi dan dikenakan bunga sebesar 5% per tahun. MTN Konversi dapat dikonversi menjadi 403.801 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp500.000/lembar, yang dilaksanakan efektif setelah tahun ke-5 (lima) setelah konversi ini diterbitkan.
MTN Konversi dijamin dengan gadai saham atas seluruh saham perusahaan yang dimiliki oleh PT Citra Cipta Internasional dan Eddy Edgar Hartono sebesar 220.000.000 lembar saham.
Tranche D atau utang Supplier sebesar Rp1.843.108.749 dibayarkan sesuai dengan jadwal dalam 1 tahun terhitung sejak tanggal efektif. Kredit Kepemilikan Kendaraan Bermotor Karyawan kepada BCA Finance dan Bank Jasa Jakarta sebesar Rp5.432.859.477 akan dibayarkan sesuai dengan jadwal terhitung sejak tanggal efektif.
Berikut adalah kreditur dan pemasok yang terikat dengan Proposal Perdamaian yang telah disahkan pada tanggal 26 Juli 2017:
Kreditur Saparatis:
- PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk (Wali amanat obligasi) sebesar Rp221.183.618.056
- PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan sebesar Rp122.972.222.200
- PT Bank Victoria International, Tbk sebesar Rp109.585.582.799
- PT Buana Anggana Mandura sebesar Rp80.000.000.000
- PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga, Tbk sebesar Rp66.692.578.206
- PT Bank Mandiri (Persero), Tbk sebesar Rp44.990.663.728
- PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906, Tbk sebesar Rp40.964.789.578
- PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk sebesar Rp33.842.246.668
- PT Bank ICBC Indonesia sebesar Rp28.723.078.406
- PT Bank KEB Hana Indonesia sebesar Rp22.630.821.760
- PT Bank INA Perdana, Tbk sebesar Rp21.094.725.377
- PT Bank Harda Internasional, Tbk sebesar Rp20.341.125.574
- PT Bank Resona Perdania sebesar Rp20.049.124.963
- PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk sebesar Rp19.853.201.528
- PT Maybank Indonesia, Tbk sebesar Rp16.234.315.700
- PT State Bank of India Indonesia sebesar Rp14.389.533.103
- PT Bank Jago, Tbk (PT Bank Artos Indonesia, Tbk) sebesar Rp10.911.550.143
- PT Bank Mega, Tbk sebesar Rp3.802.416.401
- PT Bank Central Asia Finance sebesar Rp2.954.023.700
- PT Bank Ganesha, Tbk sebesar Rp2.068.621.320
- PT Bank Sahabat Sampoerna sebesar Rp2.055.800.304
- PT Bank Syariah Mandiri sebesar Rp1.286.530.059
- PT Bank Negara Indonesia Syariah sebesar Rp1.064.787.022
- PT Bank Central Asia Syariah sebesar Rp612.776.448
- PT IBK Indonesia, Tbk (PT Bank Agris, Tbk) sebesar Rp363.359.027
Jumlah sebesar Rp908.667.492.070
Kreditor Konkuren
- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Wali amanat obligasi) sebesar Rp115.231.229.167
- PT Bank Jasa Jakarta sebesar Rp2.478.835.777
- PT Asuransi Kresna Mitra, Tbk sebesar Rp497.443.404
- PT Telekomunikasi Indonesia sebesar Rp333.069.355
- CV Kharisma Utama sebesar Rp301.831.000
- PT Trust Investama sebesar Rp294.602.000
- PT Graha Bakti Tehnologi sebesar Rp288.970.000
- PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk sebesar Rp75.000.000
- PT Asuransi Cakrawala Proteksi Indonesia sebesar Rp29.584.691
- PT Cahaya Multitran Abadi sebesar Rp22.608.300
Jumlah sebesar Rp119.553.173.694