#30 tag 24jam
Penyalahgunaan Identitas Masyarakat untuk Judol, DPR Minta OJK Bergerak
Menurut anggota Komisi XI DPR, pencurian data pribadi semakin marak. [436] url asal
#penyalahgunaan-data-pribadii #penyalahgunaan-identitas-pribadi #pinjaman-online #judi-online #otoritas-jasa-keuangan #mahendra-siregar #friderica-widyasari-dewi
(Republika - News) 11/07/24 04:39
v/10381646/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dua isu penyalahgunaan identitas pribadi pelamar kerja, yaitu Dewi Rahmawati dengan PT CAS dan BNI serta Kasus Muhammad Lutfi dan 27 pelamar kerja di Pusat Grosir Cililitan (PGC), Jakarta Timur (Jakim), menjadi bahan rapat kerja Komisi XI DPR bersama Dewan Komisaris OJK di Kompleks Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (9/7/2024). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun sedang mendalami kasus penyalahgunaan identitas pribadi pelamar kerja oleh oknum tertentu.
Hal itu karena identitas pelamar kerja digunakan untuk pembuatan rekening bank dan pengajuan pinjaman online (pinjol) tanpa sepengetahuan pemilik identitas yang sah. DPR RI pun meminta OJK menindak lembaga perbankan dan fintech jika memang melakukan penyalahgunaan data pribadi.
"Kenapa bisa terjadi penyalahgunaan data pribadi oleh HRD suatu perusahaan tempat yang bersangkutan melamar kerja dan data tersebut kemudian disalahgunakan membuka rekening di bank BUMN dan terdapat riwayat transaksi pada pinjaman online?" kata anggota Komisi XI DPR Puteri Anetta Komarudin dikutip di Jakarta, Rabu (10/7/2024).
Menurut Puteri, pencurian data pribadi semakin marak. Padahal, prosedur pembukaan rekening di bank itu selalu ada tahapan administratif yang harus dilengkapi. Namun, politikus Partai Golkar tersebut menganggap, ada celah yang bisa membuat orang berbuat kriminal. "Kami minta jajaran untuk bisa mendalami kejadian ini dan dibuka apa faktornya supaya bisa diambil langkah mitigasi ke depan," kata Puteri.
Anggota Komisi XI DPR RI lainnya, Kamrussamad menilai, dua kasus penyalahgunaan identitas pribadi tersebut menunjukkan betapa buruk kualitas industri keuangan di Indonesia. Dia menyampaikan validasi data sangat buruk sehingga membuat kepercayaan publik menurun.
"Karena itu perlu dievaluasi secara menyeluruh dan harus segera diberlakukan sertifikasi sistem pembayaran digital yang bersertifikat, yang diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan," kata Kamrussamad.
Politikus Partai Gerindra itu mendorong kementerian dan lembaga harus memiliki data center (DC) dan disaster recovery center (DRC) yang sebenarnya merupakan amanat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Menurut Kamrussamad, selama DRC belum ada, akan ada terus korban-korban lainnya.
Selepas rapat, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan, pihaknya akan mendalami laporan masyarakat terkait penyalahgunaan identitas pribadi pelamar kerja untuk pinjol hingga judol. Dia memastikan, OJK akan memberikan sanksi tegas apabila ada kelalaian dari pihak bank atau fintech.
"Kami akan lihat di lanjut pendalaman mengenai hal itu, karena tentu, kan, kalau hal itu benar dan demikian tentu tidak tepat dengan perilaku suatu perusahaan di desk keuangan. Kami akan dalami informasi tadi itu, ya, dengan data yang sebenarnya," kata Mahendra.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi menambahkan, pihaknya sedang memilah mana yang menjadi korban penyalahgunaan data pribadi dan mana yang bukan. Pasalnya, di lapangan, ada temuan orang itu mengaku-ngaku sebagai korban ternyata sebenarnya tidak.
Kisah Zuhudnya Grand Syekh Al-Azhar: Tolak Gaji Hingga Sumbang Hadiah Miliaran
Syekh Tayeb enggan menerima gaji yang saat itu mencapai kelipatan puluhan ribu pon [823] url asal
#grand-syekh-al-azhar #kunjungan-grand-syekh-al-azhar #kunjungan-grand-syekh-al-azhar #kunjungan-grand-syekh-ke-indonesia #kunjungan-grand-syekh-al-azhar-ke-indonesia #kunjungan-grand-syaikh-al-azhar-k
(Republika - Khazanah) 11/07/24 04:25
v/10396200/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia tengah kedatangan tamu istimewa dari Mesir, yakni Grand Syekh Al-Azhar Prof Ahmad bin Muhammad bin Ahmad Al-Tayeb. Kunjungan Syekh al-Tayeb berlangsung selama empat hari yakni 8-11 Juli di beberapa daerah di Indonesia. Kunjungan ini merupakan kali ketiga imam besar Al-Azhar ini menyambangi Nusantara.
Siapa sebenarnya sosok imam besar yang memimpin salah satu institusi pendidikan Islam tertua di dunia ini? Dikutip dari laman egyptstudentinformation, sosok ulama ini lahir pada tanggal 3 Shafar 1365 H, bertepatan dengan tanggal 6 Januari 1946 M di sebuah daerah di provinsi Qina, Mesir sebelah selatan.
Syekh Tayeb lahir dari sebuah keluarga yang memiliki nasab yang bersambung kepada Imam Hasan bin Ali bin Abi Thalib Kw. Sejak kecil, dia gemar menghadiri majelis perdamaian antar suku yang diadakan oleh kakeknya Syekh Ahmad Tayeb dan ayahnya Syekh Muhammad Tayeb. Dia pun tetap mengikuti majelis itu ketika telah menjadi Syekh al-Azhar saat pulang ke kampung halamannya.
Sang syekh menghabiskan masa kecil di kampungnya. Dia belajar di madrasah al-Azhar, menghafalkan Alquran dan mempelajari dasar-dasar ilmu dengan metode al-Azhar.
Setelah menyelesaikan sekolah menengah di madrasah al-Azhar, dia masuk ke Universitas al-Azhar fakultas Ushuluddin jurusan Akidah dan Filsafat hingga lulus pada tahun 1969. Dia pun meneruskan pendidikannya di jurusan yang sama di Universitas al-Azhar hingga mendapatkan gelar Doktor pada tahun 1977.
Syekh Ahmad Tayeb juga dikenal sebagai seorang ulama yang zuhud dan mengaplikasikan norma-norma agama melalui ilmu syariat dan tasawuf. Dia menjadi salah satu pimpinan tarekat tasawuf di tanah kelahirannya di daerah Luxor setelah ayahandanya wafat. Sisi kehidupan sufi ini terbukti saat sang syekh menyewa sebuah rumah di kawasan Nashr City dalam jangka waktu yang sangat panjang. Dia hanya tinggal seorang diri lantaran keluarganya berada di Luxor.
Setelah ditetapkan menjadi Grand Syaikh al-Azhar, pemilik rumah yang disewa oleh Syekh Tayeb menggratiskan rumah itu untuk syekh. Namun, sang syekh disebut-sebut hanya menganggap permintaan pemilik rumah sebagai lelucon.
Seorang pakar hukum dan pengacara senior, Prof. Dr. Jabir Jad Nasshar dalam tulisannya di sebuah media lokal Mesir, mengungkapkan, Syekh Tayeb sosok yang jauh dari kegelimangan harta. Ia pernah dihubungi oleh salah satu konsultan Grand Syekh al-Azhar, bahwa Syekh Tayeb enggan menerima gaji sebagai Grand Syekh al-Azhar, yang saat itu mencapai kelipatan puluhan ribu pon Mesir.
Setelah hal ini dilaporkan dan dibahas dengan pemerintah, pemerintah pun mengamini bahwa Grand Syekh al-Azhar berhak menentukan sendiri berapa gaji yang diterima. Setelah mengetahui isi perbincangan dengan pemerintah itu, sontak Syekh Tayeb berkata: “Apakah kalian ingin memotong tanganku?” (beliau menganggap menentukan gaji sendiri sama halnya mencuri uang al-Azhar dan umat Islam). Saya tidak akan menuntut gaji dari al-Azhar. Dan saya tidak akan menentukan gaji saya dari kas al-Azhar dan Kementerian Agama. Memang mustahil saya bekerja tanpa bayaran, tapi saya tidak akan menuntut satu keping mata uang pun dari kas al-Azhar.”
Pada bulan April lalu, Grand Syaikh al-Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb menerima penghargaan dan hadiah sebesar 1 juta dirham Emirat (2,5 miliar rupiah) dari Emirat Arab. Hadiah tersebut sebagai penghargaan kepada beliau yang selama ini memimpin al-Azhar yang moderat, santun dan rahmatan lil ‘alamin dalam mengemban misi Islam. Hadiah uang yang bisa untuk membangun rumah gedongan itu, langsung dihibahkan oleh Syekh Tayeb ke bendahara al-Azhar dan langsung masuk ke kas al-Azhar.
Jejak pendidikan grand syekh Al-Azhar..
Jenjang Pendidikan
· Gelar Doktor dalam Akidah dan Filsafat Universitas al-Azhar tahun 1977.
· Gelar Master dalam Akidah dan Filsafat Universitas al-Azhar tahun 1971.
· Gelar Sarjana dalam Akidah dan Filsafat Universitas al-Azhar tahun 1969.
· Ia pernah pergi ke Perancis selama enam bulan untuk mengadakan penelitian di Universitas Paris dari bulan Desember 1977 hingga 1978.
Karir pendidikan
· Profesor tahun 1988.
· Pembantu Profesor tahun 1982.
· Dosen tetap tahun 1977.
· Dosen pembantu tahun 1971.
· Guru praktek tahun 1969.
Jabatan pendidikan
· Syaikh al-Azhar (19 Maret 2010-sekarang).
· Rektor Universitas al-Azhar (28 September 2003 – 19 Maret 2010).
· Mufti Negara (10 Maret 2002 – 27 September 2003).
· Pernah menjadi dekan Fakultas Ushuluddin di Universitas Islam Internasional di Pakistan.
· Pernah menjadi wakil dekan Fakultas Dirasat al-Islamiyah wa al-`Arabiyah di kampus al-Azhar putra di Aswan.
· Pernah menjadi wakil dekan Fakultas Dirasat al-Islamiyah wa al-`Arabiyah di kampus al-Azhar putra di Qina.
Karir Syaikh Ahmad Ath-Thayyib di luar negeri
· Pengajar di Universitas Imam Muhammad bin Sa`ud di Riyadh.
· Pengajar di Universitas Qatar.
· Pengajar di Universitas Emirat.
· Pengajar di Universitas Islam Internasional di Islamabad, Pakistan.
· Al-Janib al-Naqdi fi Falsafah Abi al-Barakat al-Baghdadi.
· Mabahits al-Wujud wa al-Mahiyah min Kitab al-Mawaqif, 1982.
· Mafhum al-Harakah bayna al-Falsafah al-Islamiyah wa al-Markisiyah, 1982.
· Madkhal li Dirasah al-Manthiq al-Qadim, 1987.
· Mabahits al-`Illah wa al-Ma`lul min Kitab al-Mawaqif, 1982.
· Penelitian dalam bidang Filsafat Islam bersama para peneliti lain di Universitas Qatar pada tahun 1993.
· Komentar terhadab bab ketuhanan dari buku Tahdzib al-Kalam milik Imam Taftazani, 1997.
Zuhudnya Grand Syekh Al-Azhar: Diminta Tentukan Gaji Malah Takut Dipotong Tangan
Syekh Tayeb enggan menerima gaji yang saat itu mencapai kelipatan puluhan ribu pon [823] url asal
#grand-syekh-al-azhar #kunjungan-grand-syekh-al-azhar #kunjungan-grand-syekh-al-azhar #kunjungan-grand-syekh-ke-indonesia #kunjungan-grand-syekh-al-azhar-ke-indonesia #kunjungan-grand-syaikh-al-azhar-k
(Republika - Khazanah) 11/07/24 04:25
v/10378073/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia tengah kedatangan tamu istimewa dari Mesir, yakni Grand Syekh Al-Azhar Prof Ahmad bin Muhammad bin Ahmad Al-Tayeb. Kunjungan Syekh al-Tayeb berlangsung selama empat hari yakni 8-11 Juli di beberapa daerah di Indonesia. Kunjungan ini merupakan kali ketiga imam besar Al-Azhar ini menyambangi Nusantara.
Siapa sebenarnya sosok imam besar yang memimpin salah satu institusi pendidikan Islam tertua di dunia ini? Dikutip dari laman egyptstudentinformation, sosok ulama ini lahir pada tanggal 3 Shafar 1365 H, bertepatan dengan tanggal 6 Januari 1946 M di sebuah daerah di provinsi Qina, Mesir sebelah selatan.
Syekh Tayeb lahir dari sebuah keluarga yang memiliki nasab yang bersambung kepada Imam Hasan bin Ali bin Abi Thalib Kw. Sejak kecil, dia gemar menghadiri majelis perdamaian antar suku yang diadakan oleh kakeknya Syekh Ahmad Tayeb dan ayahnya Syekh Muhammad Tayeb. Dia pun tetap mengikuti majelis itu ketika telah menjadi Syekh al-Azhar saat pulang ke kampung halamannya.
Sang syekh menghabiskan masa kecil di kampungnya. Dia belajar di madrasah al-Azhar, menghafalkan Alquran dan mempelajari dasar-dasar ilmu dengan metode al-Azhar.
Setelah menyelesaikan sekolah menengah di madrasah al-Azhar, dia masuk ke Universitas al-Azhar fakultas Ushuluddin jurusan Akidah dan Filsafat hingga lulus pada tahun 1969. Dia pun meneruskan pendidikannya di jurusan yang sama di Universitas al-Azhar hingga mendapatkan gelar Doktor pada tahun 1977.
Syekh Ahmad Tayeb juga dikenal sebagai seorang ulama yang zuhud dan mengaplikasikan norma-norma agama melalui ilmu syariat dan tasawuf. Dia menjadi salah satu pimpinan tarekat tasawuf di tanah kelahirannya di daerah Luxor setelah ayahandanya wafat. Sisi kehidupan sufi ini terbukti saat sang syekh menyewa sebuah rumah di kawasan Nashr City dalam jangka waktu yang sangat panjang. Dia hanya tinggal seorang diri lantaran keluarganya berada di Luxor.
Setelah ditetapkan menjadi Grand Syaikh al-Azhar, pemilik rumah yang disewa oleh Syekh Tayeb menggratiskan rumah itu untuk syekh. Namun, sang syekh disebut-sebut hanya menganggap permintaan pemilik rumah sebagai lelucon.
Seorang pakar hukum dan pengacara senior, Prof. Dr. Jabir Jad Nasshar dalam tulisannya di sebuah media lokal Mesir, mengungkapkan, Syekh Tayeb sosok yang jauh dari kegelimangan harta. Ia pernah dihubungi oleh salah satu konsultan Grand Syekh al-Azhar, bahwa Syekh Tayeb enggan menerima gaji sebagai Grand Syekh al-Azhar, yang saat itu mencapai kelipatan puluhan ribu pon Mesir.
Setelah hal ini dilaporkan dan dibahas dengan pemerintah, pemerintah pun mengamini bahwa Grand Syekh al-Azhar berhak menentukan sendiri berapa gaji yang diterima. Setelah mengetahui isi perbincangan dengan pemerintah itu, sontak Syekh Tayeb berkata: “Apakah kalian ingin memotong tanganku?” (beliau menganggap menentukan gaji sendiri sama halnya mencuri uang al-Azhar dan umat Islam). Saya tidak akan menuntut gaji dari al-Azhar. Dan saya tidak akan menentukan gaji saya dari kas al-Azhar dan Kementerian Agama. Memang mustahil saya bekerja tanpa bayaran, tapi saya tidak akan menuntut satu keping mata uang pun dari kas al-Azhar.”
Pada bulan April lalu, Grand Syaikh al-Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb menerima penghargaan dan hadiah sebesar 1 juta dirham Emirat (2,5 miliar rupiah) dari Emirat Arab. Hadiah tersebut sebagai penghargaan kepada beliau yang selama ini memimpin al-Azhar yang moderat, santun dan rahmatan lil ‘alamin dalam mengemban misi Islam. Hadiah uang yang bisa untuk membangun rumah gedongan itu, langsung dihibahkan oleh Syekh Tayeb ke bendahara al-Azhar dan langsung masuk ke kas al-Azhar.
Jejak pendidikan grand syekh Al-Azhar..
Jenjang Pendidikan
· Gelar Doktor dalam Akidah dan Filsafat Universitas al-Azhar tahun 1977.
· Gelar Master dalam Akidah dan Filsafat Universitas al-Azhar tahun 1971.
· Gelar Sarjana dalam Akidah dan Filsafat Universitas al-Azhar tahun 1969.
· Ia pernah pergi ke Perancis selama enam bulan untuk mengadakan penelitian di Universitas Paris dari bulan Desember 1977 hingga 1978.
Karir pendidikan
· Profesor tahun 1988.
· Pembantu Profesor tahun 1982.
· Dosen tetap tahun 1977.
· Dosen pembantu tahun 1971.
· Guru praktek tahun 1969.
Jabatan pendidikan
· Syaikh al-Azhar (19 Maret 2010-sekarang).
· Rektor Universitas al-Azhar (28 September 2003 – 19 Maret 2010).
· Mufti Negara (10 Maret 2002 – 27 September 2003).
· Pernah menjadi dekan Fakultas Ushuluddin di Universitas Islam Internasional di Pakistan.
· Pernah menjadi wakil dekan Fakultas Dirasat al-Islamiyah wa al-`Arabiyah di kampus al-Azhar putra di Aswan.
· Pernah menjadi wakil dekan Fakultas Dirasat al-Islamiyah wa al-`Arabiyah di kampus al-Azhar putra di Qina.
Karir Syaikh Ahmad Ath-Thayyib di luar negeri
· Pengajar di Universitas Imam Muhammad bin Sa`ud di Riyadh.
· Pengajar di Universitas Qatar.
· Pengajar di Universitas Emirat.
· Pengajar di Universitas Islam Internasional di Islamabad, Pakistan.
· Al-Janib al-Naqdi fi Falsafah Abi al-Barakat al-Baghdadi.
· Mabahits al-Wujud wa al-Mahiyah min Kitab al-Mawaqif, 1982.
· Mafhum al-Harakah bayna al-Falsafah al-Islamiyah wa al-Markisiyah, 1982.
· Madkhal li Dirasah al-Manthiq al-Qadim, 1987.
· Mabahits al-`Illah wa al-Ma`lul min Kitab al-Mawaqif, 1982.
· Penelitian dalam bidang Filsafat Islam bersama para peneliti lain di Universitas Qatar pada tahun 1993.
· Komentar terhadab bab ketuhanan dari buku Tahdzib al-Kalam milik Imam Taftazani, 1997.
Misteri Sosok Mega Penjemput Vina pada Malam Pembunuhan dan Isi Chat di BlackBerry
Mega yang menjemput Vina pada malam pembunuhan tak diketahui keberadaannya. [679] url asal
#pembunuhan-vina #kasus-pembunuhan-vina #kasus-vina-cirebon #marliyana #kakak-vina #pegi-setiawan-bebas #praperadilan-pegi-setiawan
(Republika - News) 11/07/24 02:55
v/10371929/
REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon pada 2016, hingga kini masih menyisakan sejumlah misteri. Terbaru, keluarga Vina menyebutkan ada sosok bernama Mega yang menjemput Vina di malam pembunuhan.
Kakak kandung Vina, Marliyana, mengungkapkan, pada Sabtu, 27 Agustus 2016 malam, Vina izin hendak keluar rumah. "Adik saya itu keluar dari rumah, seingat saya ya, selesai adzan Isya. Dia datang ke sini (kepada Marliyana) sama temannya, minta uang. Saya tanya, temannya itu siapa? Dia cuma bilang, temannya itu namanya Mega,’’ ujar Marliyana, saat ditemui di kediamannya di Kota Cirebon, Rabu (10/7/2024).
Marliyana pun sempat menanyakan kepada Vina, mengapa hendak ke luar rumah di malam minggu, sedangkan Eky infonya ada di Kabupaten Majalengka. Saat itu, Vina menjawab bahwa dia akan bertemu dengan Eky.
"Saya bilang, kamu malam minggu mau keluar, kan katanya Eky di Majalengka? (Vina menjawab) Ini juga mau ketemuan," ucap Marliyana, menirukan percakapannya dengan Vina.
Marliyana mengatakan, ada dua orang yang menjemput Vina. Namun, hanya Mega yang turun dari motor dan datang ke rumahnya. Sedangkan satu orang laginya, tetap menunggu di motor.
Marliyana melanjutkan, Vina selanjutnya pergi bertiga dengan mengendarai satu sepeda motor secara berboncengan. Namun, dia tidak tahu siapa satu orang penjemput Vina lainnya karena tidak ikut turun dari motor.
"Nggak tahu satunya. Adik saya cuma bilang yang satu orang saja, namanya Mega. Karena yang turun dari motor cuma satu orang. Nah, yang satu orang itu nunggu di motor. (Berarti bonceng bertiga?) Iya,’’ terang Marliyana.
Marliyana mengungkapkan, meski sempat melihat Mega, namun dia tidak ingat wajah Mega. Pasalnya, saat itu kondisi cukup gelap.
"Posisinya sudah agak gelap karena habis Isya. Rumah saya juga kan masuk gang nih, jadi nggak begitu jelas muka temannya itu," ungkap Marliyana.
Marliyana juga mengaku tidak bisa melihat dengan jelas sosok penjemput Vina yang menunggu di motor. Hal itu karena kondisi gang rumahnya yang memang gelap di malam hari.
"Kalau fisiknya, yang namanya Mega itu agak sedikit gemuk. Nah yang satunya itu kurus, kayak saya lah badannya kurus, yang di motor itu,’’ tutur Marliyana.
Marliyana menyatakan, meski Mega merupakan sosok terakhir yang dilihatnya bersama Vina, namun Mega tidak pernah dihadirkan dalam persidangan. Dia juga tidak tahu sosok Mega.
"Saya juga belum tahu (Mega) orang mana. Saya informasinya minim, tidak tahu teman-teman Vina yang di luar," kata Marliyana.
Marliyana berharap, polisi bisa mencari dan menemukan Mega. Dia yakin Mega memiliki informasi penting yang bisa mengungkap kematian adiknya.
Penginnya sih (polisi) mencari (Mega). Karena kan (Vina) keluar dari rumah itu sama Mega. Kemana-kemananya kan berarti dia yang tahu,’’ cetus Marliyana.
Selain mengungkap sosok Mega, Marliyana juga menyebut isi ponsel milik almarhumah Vina, yang hingga kini belum diungkap ke publik. Marliyana menjelaskan, mengambil ponsel milik adiknya yang semula diamankan di Mapolsek Talun, tiga hari setelah kematian adiknya pada 27 Agustus 2016.
Saat menerima ponsel itu, yang kala itu berupa BlackBerry, Marliyana menyebutkan, posisi ponsel dalam keadaan terkunci. "Kuncinya itu pakai pola. Yang tahu kuncinya itu keponakan saya karena keponakan selalu tidur bareng dengan Vina. Terus saya tanya keponakan, terus dia kasih tahu," kata Marliyana, saat ditemui di rumahnya di Kota Cirebon, Rabu (10/7/2024).
Marliyana melanjutkan, setelah berhasil membuka kunci ponsel Vina, di dalam daftar kontak telepon itu hanya ada kontak keluarga. Dia mengatakan, tidak ada kontak yang lain.
"Dan BBM (BlackBerry Messenger) pun, saat itu kan adanya BBM ya, BBM itu cuma ada satu chat. Dan chat itu hanya chat baru dua harian. Chat sedikitnya kayak udah ada yang ngapus juga, nomor kontak juga kayak sudah ada yang ngapus,’’ ungkap Marliyana.
Marliyana melanjutkan, ponsel milik Vina hanya ada di tangannya sekitar dua hari atau tiga hari. Setelah itu, polisi mengambilnya dengan alasan untuk menjadi barang bukti.
"Dan sampai saat ini, HP belum ada di tangan kami, (sebagai) keluarga korban. Masih ada di pihak mereka," ucap Marliyana.
Marliyana pun sempat menanyakan ponsel milik Vina kepada petugas dari Polda Jabar, yang datang memberikan surat pemanggilan untuk ayahnya pada 1 Juni 2024.
"Saya sambil nanyain ke mereka, HP adik saya ada nggak? Mereka jawab ada, aman, masih ada. Cuma (sampai sekarang) HP itu belum di tangan keluarga saya,’’ tukas Marliyana.
Kepemimpinan Digital Penting untuk Kemajuan Teknologi Informasi
Pemimpin perlu memiliki kemampuan untuk mendorong inovasi berbasis data. [273] url asal
#kemajuan-teknologi-informasi #pemimpin-it #kepemimpinan-digital #pemimpin-digital
(Republika - Ekonomi) 11/07/24 02:36
v/10382999/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria mengatakan, kepemimpinan digital diperlukan untuk mengeksplorasi potensi kemajuan teknologi informasi serta meningkatkan growth mindset dan sikap adaptif dalam menghadapi perubahan.
"Diperlukan upaya strategis untuk mencetak pemimpin digital yang proaktif dalam mengeksplorasi potensi kemajuan teknologi informasi agar tercipta organisasi yang lebih responsif, mampu memberikan produk dan layanan yang lebih baik, serta dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman," kata Nezar dalam keterangan resmi yang diterima, Rabu (10/7/2024).
Wamenkominfo menyampaikan hal tersebut pada Orasi Ilmiah Wisuda Program Pendidikan Sarjana dan Sarjana Terapan Periode II di Gedung Auditorium STMM Yogyakarta. Menurut Nezar, pengembangan kompetensi pemimpin digital mencakup tiga keterampilan utama yang bisa dikenal sebagai digital triathletes.
Pertama, pemimpin perlu mengambil sikap dan tindakan yang responsif terhadap tren pasar dan perkembangan teknologi. Kedua, pemimpin perlu memiliki kemampuan untuk mendorong inovasi berbasis data. Ketiga, pemimpin dapat menginisiasi kolaborasi dan tindakan strategis, untuk mencapai visi organisasi yang telah ditetapkan.
Guna mendukung pengembangan talenta digital, Kementerian Kominfo menjalankan program pengembangan sumberdaya manusia digital komprehensif dengan tiga tingkat kecakapan yaitu literasi digital, keahlian digital dan kepemimpinan digital.
“Untuk memaksimalkan potensi ekonomi digital serta merespon tantangan atas disrupsi digital saat ini. Ada Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD), Digital Talent Scholarship (DTS), dan Digital Leadership Academy (DLA),” tutur Nezar.
Kemenkominfo juga memiliki Program Beasiswa S2 bekerja sama dengan kampus-kampus ternama baik di dalam maupun luar negeri. “Dengan tema-tema terkait transformasi digital. Beasiswa ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum yang memiliki latar belakang pekerjaan di sektor digital atau pelaku start-up lokal," kata Nezar.
Menurut Nezar, pelaksanaan program tersebut juga ditujukan memaksimalkan potensi ekonomi digital serta merespons tantangan disrupsi digital.
Ridwan Kamil: Akan Ada Pengumuman Satu-Dua Pekan ke Depan
Golkar masih menghitung apakah Ridwan Kamil maju di Pilkada Jakarta atau Jabar. [279] url asal
#ridwan-kamil #pilkada-jakarta #pilgub-jakarta #golkar #pilkada-dki-jakarta #pilkada-jakarta-2024
(Republika - News) 11/07/24 02:31
v/10367249/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Politisi Partai Golkar Ridwan Kamil mengaku belum ada keputusan dari partai berlambang pohon beringin untuk maju di Pilkada Jawa Barat maupun DKI Jakarta. Ia menuturkan akan mengikuti keputusan partai untuk maju ke dalam bursa Pilkada 2024.
"Tadi masih diputuskan sedang dihitung-hitung dulu. Jadi, hari ini belum ada keputusan," kata Ridwan Kamil di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (10/7/2024) malam.
Dia juga tak meragukan elektabilitasnya yang tinggi di Jawa Barat lantaran dirinya merupakan seorang petahana.
"Ya, kalau Jawa Barat tidak usah ditanyakan, memang sudah pasti agak tinggi karena incumbent kan," ujarnya.
Kendati demikian, Ridwan Kamil mengungkapkan Golkar masih memperhitungkan baik-buruknya maju di Pilkada Jabar ataupun Jakarta. Menurutnya, akan ada pengumuman terkait dirinya untuk maju di pilkada dalam satu hingga dua minggu ke depan.
"Per malam ini, tadi disampaikan masih belum ada keputusan khususnya Jabar dan DKI," ucap Ridwan Kamil.
Sebelumnya, Selasa (9/7/2024), Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan penentuan pencalonan kader Golkar Ridwan Kamil (Kang Emil) di Pilkada 2024, masih menunggu waktu. Demikian diutarakan Airlangga yang juga Menteri Koordinator bidang Perekonomian saat dijumpai di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.
"Tunggu waktu," kata Airlangga.
Dia mengatakan, masih ada cukup waktu untuk membahas mengenai pencalonan mantan Gubernur Jawa Barat itu dalam Pilkada 2024.
"Sekarang baru Juli awal," ujarnya singkat.
Sejauh ini Partai Golkar masih melakukan penjajakan hingga survei terkait pencalonan kepala daerah di berbagai wilayah. Berdasarkan jadwal tahapan Pilkada 2024 yang disampaikan KPU RI awal Mei 2024 lalu, pendaftaran calon kepala daerah dalam Pilkada 2024 dibuka tanggal 27—29 Agustus 2024.
Penelitian persyaratan calon dilakukan pada tanggal 27 Agustus—21 September 2024 sedangkan penetapan pasangan calon pada tanggal 22 September 2024.
Korut Kecam Jepang Soal Buang Air Olahan Nuklir ke Samudra Pasifik
Jepang dikecam Korut, karena membuat klaim mengada-ada, air diolah dengan aman. [187] url asal
#korut-kecam-jepang #pembangkit-listrik-fukushima #air-radioaktif #nuklir-fukushima #nuklir-fukushima-jepang #jepang-buang-air-radioaktif-nuklir #jepang-buang-air-radioaktif-nuklir-ke-samudra-pasifik
(Republika - News) 11/07/24 02:03
v/10367250/
REPUBLIKA.CO.ID, PYONGYANG -- Korea Utara (Korut) pada Rabu (10/7/2024), mengecam pelepasan tambahan air radioaktif yang telah diolah dari pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima, Jepang, yang rusak. Mereka mengatakan bahwa dunia tidak bisa tidak menghadapi "bencana nuklir yang mengerikan."
Pada akhir Juni lalu, Jepang mulai membuang air radioaktif olahan gelombang ketujuh ke Samudra Pasifik dan dijadwalkan untuk melakukannya hingga 16 Juli 2024, menurut laporan media Jepang. Dilaporkan Yonhap bersumber dari Korean Central News Agency (KCNA), pada Agustus 2023, Jepang mulai membuang air olahan tersebut.
Hal itu dilakukan setelah lebih dari 12 tahun, tiga reaktor nuklir di pembangkit Fukushima mengalami kerusakan hebat akibat gempa dahsyat. Korut mengatakan, tingkat radioaktif dekat pembangkit listrik Fukushima telah meningkat sejak pembuangan air olahan tersebut dan mengecam Jepang karena membuat klaim yang "mengada-ada" bahwa air tersebut diolah dengan aman.
"Umat manusia tidak dapat menghindari bencana nuklir yang mengerikan akibat tindakan Jepang yang memalukan dan tidak bertanggung jawab karena membuang air terkontaminasi nuklir," demikian pernyataan kantor berita resmi Korut, KCNA (Korean Central News Agency).
KCNA menyatakan dunia tidak boleh mentoleransi langkah Jepang untuk "meremehkan" kejahatannya dengan dalih yang tidak masuk akal.
Moderland Gandeng Mayapada Dirikan Rumah Sakit di Kawasan JGC
Mayapada Hospital Jakarta Timur akan dibangun di lahan seluas 1,5 hektar [492] url asal
#moderland #mayapada-hospital #rumah-sakit-mayapada #mhjt #jakarta-garden-city
(Republika - Ekonomi) 11/07/24 01:50
v/10363655/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keberadaan fasilitas rumah sakit di dalam kawasan perumahan merupakan salah satu langkah penting untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraan. Tidak hanya bagi penghuni perumahan, namun juga masyarakat yang berada di sekitar kawasan.
Menyadari pentingnya keberadaan fasilitas rumah sakit dalam kawasan hunian, PT Mitra Sindo Sukses, anak usaha PT Modernland Realty Tbk., dan Mayapada Healthcare (PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk.) berkolaborasi menghadirkan Mayapada Hospital Jakarta Timur (MHJT) di kawasan township Jakarta Garden City (JGC).
Mayapada Hospital Jakarta Timur dibangun di lahan seluas 1,5 hektar di area Boulevard Utama Jakarta Garden City. Rumah sakit ini terdiri dari 8 lantai dengan kapasitas lebih dari 100 tempat tidur, dilengkapi dengan fasilitas modern seperti Cathlab yang mendukung berbagai layanan unggulan, termasuk kegawatdaruratan jantung dan stroke. Karena lokasinya yang berdekatan dengan kawasan industri, Mayapada Hospital Jakarta Timur juga siap mengedepankan layanan Trauma Center dengan tim dokter multidisiplin untuk menangani kasus trauma akibat kecelakaan kerja.
Presiden Direktur PT Modernland Realty Tbk., William Honoris, menuturkan bahwa kehadiran Mayapada Hospital Jakarta Timur di dalam perumahan JGC sudah sangat dinantikan oleh para penghuni maupun masyarakat sekitar perumahan. "Mayapada Hospital Jakarta Timur diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup penghuni Jakarta Garden City maupun masyarakat sekitar, seiring adanya kemudahan dalam mengakses layanan kesehatan secara lebih cepat dan berkualitas internasional," tutur William Honoris seusai seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking) Mayapada Hospital Jakarta Timur, Selasa (9/7/2024).
Menurut William Honoris, dimulainya pembangunan Mayapada Hospital Jakarta Timur sekaligus menahbiskan township JGC sebagai kawasan hunian ideal dengan fasilitas terlengkap di Jakarta Timur, mulai dari ruang terbuka hijau seperti taman, pusat perbelanjaan, bisnis, hingga layanan kesehatan dan pendidikan. Semua fasilitas juga sangat mudah diakses karena berada di dalam kawasan perumahan JGC.
"Kepada para investor, PT Modernland Realty Tbk. menawarkan kesempatan terbaik untuk ikut mengembangkan Jakarta Garden City menjadi township berkualitas internasional dengan memiliki commercial investment di lokasi-lokasi strategis dalam kawasan JGC," tutur William Honoris.
Sementara itu, Jonathan Tahir, Chairman & Group CEO Mayapada Healthcare, mengatakan hadirnya Mayapada Hospital di wilayah strategis di Jakarta Timur menegaskan komitmen Mayapada Healthcare untuk meningkatkan akses layanan kesehatan yang terintegrasi dan setara.
"Karena kami memahami pentingnya aksesibilitas yang baik untuk kualitas hidup masyarakat. Mayapada Hospital Jakarta Timur akan hadir sebagai rumah sakit unggulan bagi penghuni dan warga Jakarta Timur, termasuk menjadi mitra perusahaan sekitar untuk dapat menangani persoalan kesehatan dan keselamatan kerja yang dialami para pekerja. Kami harap masyarakat Jakarta Timur dan sekitarnya menjadi lebih mudah dan nyaman dalam mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas," jelasnya.
Mayapada Hospital Jakarta Timur juga memiliki akses langsung menuju tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) yang mendukung pasien merasakan integrasi layanan kesehatan secara komprehensif dan advance antar unit Mayapada Hospital yang ada di area Jakarta dan sekitarnya, seperti Mayapada Hospital Kuningan, Tangerang, serta Jakarta Selatan (Lebak Bulus), yang sudah berstandar internasional Joint Commission International (JCI).
Berbagai tindakan telah berhasil ditangani seluruh unit Mayapada Hospital. Untuk kasus jantung dan stroke, Mayapada Hospital telah menangani lebih dari 7.000 tindakan jantung dan lebih dari 5.000 kasus stroke.
Aplikasi Menara Masjid Baznas Picu Digitalisasi Tata Kelola UPZ Masjid
Aplikasi Menara Masjid dihadirkan untuk mempermudah kinerja Baznas mengelola ZIS. [396] url asal
#baznas #menara-masjid #aplikasi-menara-masjid
(Republika - Khazanah) 11/07/24 01:23
v/10378074/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aplikasi Menara Masjid yang diluncurkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menjadi solusi untuk memicu digitalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang ada di masjid-masjid di seluruh Indonesia.
Pimpinan Baznas RI Bidang Transformasi Digital Nasional Nadratuzzaman Hosen melalui keterangan di Jakarta, Rabu mengatakan aplikasi Menara Masjid tidak hanya sekadar pengelolaan manajemen masjid, tetapi juga untuk memaksimalkan dakwah Islam secara digital. "Harapannya dengan kita sadar di era digitalisasi sekarang, dakwah Islam tidak hanya di lokasi saja tetapi dapat tersiarkan melalui dunia online," katanya.
Aplikasi yang tersedia di Google Play Store secara gratis tersebut, kata Nadratuzzaman, dapat membantu kebutuhan petugas, pengurus, dan marbot musala serta masjid dalam memudahkan pelaporan, pencatatan, dan pengelolaan dana masjid serta Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) UPZ Masjid.
Selain itu, sambungnya, aplikasi tersebut juga memiliki sejumlah fitur yang dapat memudahkan pengguna di seluruh Indonesia untuk mendapatkan pemahaman agama Islam dan dakwah zakat. "Di aplikasi Menara Masjid ini terdapat beragam fitur unggulan, seperti pencarian masjid atau musala terdekat, informasi mengenai majelis taklim, video kajian, dan beragam fitur lainnya yang tentu bermanfaat untuk umat," jelasnya.
Nadratuzzaman menambahkan aplikasi Menara Masjid dihadirkan untuk mempermudah kinerja Baznas dalam pengelolaan ZIS di seluruh Indonesia. Sehingga, pengelolaan dana ZIS akan tercatat dengan baik di masjid-masjid seluruh Indonesia melalui aplikasi tersebut.
Selain itu, ia menyebut adanya aplikasi Menara Masjid ini dimaksudkan untuk memberikan transparansi tentang pengelolaan dana zakat secara digital. Artinya, masyarakat dapat mengetahui dana zakat yang telah dihimpun oleh UPZ masjid tersebut.
"Baznas RI mengajak seluruh pengelola masjid di Indonesia untuk menggunakan aplikasi Menara Masjid dalam mengelola UPZ masjid. Dengan menggunakan aplikasi ini, Baznas RI berharap pengelolaan UPZ Masjid di Indonesia akan menjadi lebih baik dan profesional," ucapnya.
Sementara itu, Tim Layanan Aplikasi Nasional Baznas RI Muhammad Romadhona mengatakan kehadiran aplikasi Menara Masjid sejak 2020 ini dimaksudkan untuk mendukung pengelolaan UPZ Masjid yang transparan dan akuntabel, terutama dalam informasi data masjid, juga data penerimaan ZIS dan kurban.
Menurutnya, kehadiran aplikasi Menara Masjid selaras dengan visi dan misi Baznas, yaitu Modernisasi dan digitalisasi pengelolaan zakat nasional dengan sistem manajemen berbasis data yang kokoh dan terukur. "Serta juga sesuai dengan visi dan misi Baznas yaitu memperkuat sistem perencanaan, pengendalian, pelaporan, pertanggungjawaban dan koordinasi pengelolaan zakat secara nasional," ucapnya.
Ke depan, Baznas berkomitmen dalam mendukung pengembangan dan penggunaan aplikasi Menara Masjid di seluruh Indonesia, salah satunya melalui sosialisasi dan pendampingan kepada masjid-masjid dalam menggunakan aplikasi tersebut.
Kemenperin Usulkan Insentif PPnBM DTP untuk Dongkrak Penjualan Mobil Lokal
Stagnasi penjualan mobil di Indonesia dipengaruhi oleh melemahnya daya beli [1,216] url asal
#penjualan-mobil #stagnasi-penjualan-mobil #pembelian-mobil-baru #insentif-fiskal #daya-beli-masyarakat #ppnbm-dtp
(Republika - Ekonomi) 11/07/24 01:04
v/10359703/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan pemberian insentif fiskal berupa pajak penjualan atas barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM DTP) untuk pembelian mobil yang diproduksi di dalam negeri. Langkah ini diambil untuk mengatasi stagnasi pasar mobil domestik yang berada di level 1 juta unit per tahun selama 10 tahun terakhir.
Insentif ini diyakini dapat mendongkrak penjualan mobil domestik dan pada akhirnya menggairahkan ekonomi nasional. Situasi serupa terjadi pada 2021 saat pemerintah mengucurkan insentif yang sama untuk membangkitkan pasar mobil yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19.
Berdasarkan data Kemenperin, saat program PPnBM DTP diberlakukan pada Maret-Desember 2021, penjualan mobil melonjak 113 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada 2022, program tersebut berhasil meningkatkan penjualan selama Januari-Mei menjadi 95 ribu unit.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa pertumbuhan industri alat angkut sangat dipengaruhi oleh sektor otomotif. Selama tahun 2023, penjualan domestik kendaraan roda dua mencapai 6,2 juta unit dengan ekspor sebesar 570 ribu unit, sedangkan kendaraan roda empat mencapai penjualan domestik sebesar 1 juta unit dengan ekspor sebesar 505 ribu unit untuk CBU dan 65 ribu unit untuk CKD.
“Industri otomotif merupakan salah satu sektor strategis yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Namun, dalam 10 tahun terakhir, penjualan domestik mobil di Indonesia masih cenderung bertahan pada angka 1 juta unit,” ujar Menperin dalam sambutan yang dibacakan Plt Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Putu Juli Ardika pada diskusi Solusi Mengatasi Stagnasi Pasar Mobil di Jakarta, Rabu (10/7/2024).
Dalam diskusi tersebut hadir sebagai pembicara Putu Juli Ardika, Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara, dan pengamat otomotif LPEM UI Riyanto.
Menperin menjelaskan bahwa berdasarkan kajian akademisi dari LPEM UI, stagnasi penjualan mobil di Indonesia dipengaruhi oleh melemahnya daya beli masyarakat. Hal ini menyebabkan masyarakat beralih ke mobil bekas karena tidak mampu membeli mobil baru.
Untuk mengatasi hal tersebut, Menperin menyatakan bahwa diperlukan program untuk menstimulasi pembelian mobil baru di masyarakat. Pemberian stimulus harus tetap mengedepankan komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi karbon.
Menperin juga menyebut bahwa penjualan domestik dan produksi mobil di Indonesia mencapai nilai tertinggi pada 2013. Hal ini dipengaruhi oleh kenaikan pendapatan per kapita Indonesia pada 2011-2013 serta peluncuran program kendaraan bermotor roda empat yang hemat energi dan harga terjangkau (KBH2).
“Terkait upaya peningkatan penjualan mobil baru saat ini, berkaca pada success story program sebelumnya, langkah yang dapat dilakukan adalah memberikan insentif fiskal berupa PPnBM DTP bagi kendaraan yang diproduksi di dalam negeri. Insentif tersebut diberikan kepada kendaraan dengan persyaratan lokal konten atau TKDN tertentu dan mengutamakan jenis-jenis kendaraan rendah emisi karbon,” tegas Menperin.
Selain itu, Menperin juga menyarankan dukungan terkait pengendalian suku bunga untuk memberikan trigger kepada masyarakat agar dapat membeli kendaraan roda empat baru. Pelonggaran suku bunga untuk pembelian mobil baru secara kredit dapat menjadi salah satu opsi untuk mengembalikan minat masyarakat untuk membeli mobil baru.
Lebih jauh lagi, untuk mengurangi dampak lingkungan serta meningkatkan tingkat keamanan penggunaan kendaraan, Menperin menyatakan bahwa pemerintah dapat memberlakukan pengaturan khusus terkait pembatasan usia pakai mobil di daerah tertentu. Dengan pengimplementasian upaya-upaya tersebut, diharapkan akan terjadi stimulasi yang dapat meningkatkan angka penjualan mobil baru di Indonesia.
Putu Juli Ardika mengatakan bahwa penjualan mobil domestik dalam beberapa tahun terakhir memang stagnan di level 1 juta unit. Namun, produksi mobil meningkat karena lonjakan ekspor. Pada 2023, ekspor mobil CBU mencapai 505 ribu unit, naik tajam dari 2013 yang sebanyak 171 ribu unit.
Kukuh Kumara menyatakan bahwa penjualan mobil domestik tertinggi sebesar 1,23 juta terjadi pada 2013. Hal ini ditopang oleh pertumbuhan ekonomi yang mendekati 6% serta program KBH2/LCGC. Setelah itu, pasar mobil tidak bergerak dari level 1 juta unit, bahkan sempat merosot ke 532 ribu unit pada 2020 akibat pandemi Covid-19.
Pasar mobil bangkit pada 2021 berkat insentif PPnBM, namun tren itu tidak berubah banyak memasuki 2022 hingga 2023, di mana penjualan mobil hanya mencapai 1 juta unit. Memasuki 2024, penjualan mobil domestik malah merosot. Per Mei 2024, penjualan mobil turun 21% menjadi 334 ribu unit, dipicu berbagai faktor, antara lain kenaikan suku bunga global, lonjakan NPL, dan pengetatan pemberian kredit dari perusahaan pembiayaan. Gaikindo kemungkinan merevisi target penjualan mobil 2024 sebanyak 1,1 juta unit, dengan mempertimbangkan sejumlah faktor penekan pasar.
“Salah satu faktor pemicu stagnasi pasar mobil adalah harga mobil baru yang tidak terjangkau oleh pendapatan per kapita masyarakat. Gap antara pendapatan rumah tangga dan harga mobil baru makin lebar,” kata Kukuh.
Riyanto menegaskan bahwa pasar mobil domestik rata-rata tumbuh 21,3 persen selama 2000-2013, didukung oleh kenaikan pendapatan per kapita sebesar 28,2 persen. Sementara itu, selama 2013-2022, pendapatan per kapita hanya naik 3,65 persen, sehingga pasar mobil turun rata-rata 1,64 persen per tahun.
Pada saat yang sama, harga mobil terus meningkat. Sebagai contoh, harga Avanza G pada 2013 mencapai Rp 160 juta, sedangkan pada 2023 mencapai Rp 255 juta. Dengan demikian, pertumbuhan pendapatan per kapita tidak bisa menjangkau harga mobil baru, bahkan selisihnya makin lebar dari tahun ke tahun.
Akibatnya, penjualan mobil bekas tumbuh subur menjadi 1,4 juta unit pada 2023 dari 2013 yang hanya 0,5 juta unit, seiring menurunnya daya beli konsumen dan lonjakan harga mobil baru. Artinya, penjualan mobil bekas tahun lalu lebih tinggi dari mobil baru yang hanya mencapai 1 juta unit.
Mobil bekas kini menjadi pilihan masyarakat Indonesia. Pada 2023, sekitar 64 persen pembelian mobil di Jawa adalah mobil bekas, sementara penjualan mobil baru di Jawa dan Bali turun 33 persen pada 2022 dibandingkan 2013. Di luar Jawa, pembelian mobil bekas juga mendominasi, mencapai 56 persen dari total pembelian kendaraan tahun lalu.
“Mobil bekas bukan tujuan utama orang. Jika punya uang, mereka lebih memilih mobil baru. Tetapi, perbedaan harga antara mobil bekas dan mobil baru makin lebar. Harga mobil bekas juga terdepresiasi cukup tinggi, sehingga semakin diminati,” kata Riyanto.
Dampak Insentif Fiskal
Riyanto mengusulkan dua solusi untuk keluar dari jebakan pasar mobil 1 juta unit, yakni jangka pendek dan jangka panjang. Dalam jangka panjang, pertumbuhan ekonomi nasional perlu ditingkatkan menjadi 6 persen per tahun melalui reindustrialisasi. Hal ini agar porsi sektor manufaktur terhadap PDB bisa mencapai 25-30 persen atau lebih, sehingga mendongkrak pendapatan per kapita kelompok upper middle naik ke kelas affluent.
Dalam jangka pendek, pemerintah perlu merilis stimulus fiskal agar kelompok upper middle yang hampir masuk kategori makmur (affluent) saat ini dapat membeli mobil baru. Bentuknya bisa berupa diskon PPnBM bagi kendaraan LCGC dan low MPV 4x2.
“Pada saat yang sama perlu dirancang program mobil murah atau penyegaran program KBH2 (LCGC),” kata Riyanto.
Diskon PPnBM akan mendongkrak penjualan mobil karena harga turun. Ini akan meningkatkan produksi mobil dan suku cadang, yang pada gilirannya meningkatkan PPN, PKB, dan BBNKB, serta PPh badan dan PPh orang pribadi.
Selain itu, kenaikan penjualan mobil juga mendongkrak ekonomi nasional melalui peningkatan PDB, tenaga kerja, dan investasi. Ini juga berujung pada peningkatan PPh badan dan PPh orang pribadi.
Menurut Riyanto, insentif PPnBM 0 persen untuk LCGC dan kendaraan 4x2 bisa menambah permintaan sebesar 16 persen, ekuivalen 160 ribu unit. Dengan demikian, penjualan mobil bisa mencapai 1,2 juta unit dibandingkan business as usual (BAU) sebanyak 1,067 juta unit.
Nilai penjualan mobil dengan insentif PPnBM 0 esen mencapai Rp 306 triliun dibandingkan BAU Rp 298 triliun. Insentif ini juga akan menambah tenaga kerja di sektor otomotif sebanyak 23.221 orang dan secara keseluruhan sebanyak 47.371 orang.
Bersama Grand Syaikh al Azhar , JK dan Syafruddin Bahas Persoalan Umat Islam
Grand Syaikh al Azhar, JK, dan Syafruddin berkomitmen wujudkan kedamaian di Palestina [522] url asal
#grand-syaikh-al-azhar #grand-syekh #jk #jusuf-kalla #dewan-masjid-indonesia #dmi #syafruddin #asfa-foundation
(Republika - Khazanah) 11/07/24 00:36
v/10378075/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dunia saat ini dilanda sejumlah konflik. Yang menelan korban jiwa hingga 40 ribuan orang adalah yang terjadi di Palestina, tanah para nabi yang kini dijajah zionis Israel. Inilah kawasan tempat terjadinya pelanggaran HAM dalam waktu yang panjang.
Persoalan Palestina dibahas Grand Syaikh Al Azhar Ahmad al-Tayeb saat mengunjungi Indonesia. pada Rabu (10/7/2024), al imam al akbar duduk bersama Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla dan Ketua ASFA Foundation Komjen Pol (pur) Syafruddin.
Dalam pertemuan ini, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Indonesia ini memjnta Grand Syekh Al Azhar membangun upaya bersama untuk membantu negara muslim yang masih terlibat konflik dengan dampak kerentanan sipil yang tinggi khususnya di Palestina dan Afganistan.
Imam besar Al Azhar itu pun merespons positif permintaan Jusuf Kalla. Prof Al Tayeb mengatakan, Mesir dan Indonesia harus terlibat aktif sebagai katalisator untuk mendorong persatuan negara-negara dunia demi mendorong percepatan gencatan senjata permanen serta perdamaian di Gaza, Palestina.
“Indonesia dan Mesir harus menjadi penggerak utama untuk mewujudkan perdamaian di Palestina. Saat ini, kita harus berdoa agar Allah melimpahkan kedamaian di sana, sekaligus menjaga seluruh warga Palestina sehingga mereka semua dapat hidup sejahtera,” kata Grand Syaikh al Azhar.
Tidak hanya membahas sejumlah peristiwa penting di bidang keamanan global, Syekh Al Azhar dan Jusuf Kalla juga membicarakan tentang masalah pendidikan pemberdayaan perempuan dan promosi pemahaman moderasi beragama dunia.
Jusuf Kalla mengucapkan terima kasih atas komitmen dan dukungan Al Azhar, salah satunya lewat pemberian beasiswa pendidikan kepada pelajar Indonesia selama menjalani studi di Kairo. Dia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan Al Azhar untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Depok.
Di bidang pendidikan ini, Prof Al Tayeb pun meminta kepada Jusuf Kalla dan Syafruddin untuk menyelenggarakan KTT para menteri pendidikan di seluruh negara-negara Islam. Menurut dia, KTT tersebut perlu diadakan untuk menyeragamkan standar kurikulum pendidikan berbasis pandangan Wasathiyah Islam yang berkemajuan.
Sementara itu, Syafruddin Kambo menyatakan Universitas Al Azhar Mesir sangat penting dalam proses kaderisasi Islam Wasathiyah dunia, salah satunya terhadap pelajar Indonesia di Kairo. Lewat ASFA foundation, Syafruddin pun menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pelajar Indonesia di al-azhar.
Sejauh ini, ASFA Foundation sendiri telah memberikan lebih dari 400 beasiswa kepada mahasiswa Indonesia mulai dari strata satu sampai doktoral di Kairo.
Prof Al Tayeb menyambut hangat komitmen Syafrudin tersebut. Dia pun berterima kasih terhadap peran strategis Syahrudin lewat ASFA Foundation yang selama ini telah membantu meringankan beban umat Islam, salah satunya di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Untuk diketahui, dalam kunjungannya kali ini Grand Syekh juga bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo dan sejumlah tokoh ormas Islam di Indonesia. Salah satu agendanya adalah untuk mempromosikan Islam Wasathiyah.
Grand Syaikh Al-Azhar akan berada di Indonesia selama empat hari pada tanggal 8-11 Juli 2024. Kunjungan kali ini adalah dalam lawatannya di Asia Tenggara, seperti Malaysia, Thailand dan Indonesia.
Pejabat Fungsi Pensosbud KBRI Kairo Dr. Rahmat Aming Lasim mengatakan, lawatan Grand Syaikh di Asia Tenggara dalam rangka mempromosikan Wasatiyyat Islam (Moderat), perdamaian dan kemanusiaan global. Al-Azhar genjar melakukan kampanye global dalam rangka kerukunan antar umat beragama dan toleransi serta nilai-nilai Islam yang berkemajuan.
Benang Merah Universitas Al Azhar Mesir dan Pesantren Darunnajah
Universitas Al Azhar Mesir menginspirasi sistem pendidikan Pesantren Darunnajah. [453] url asal
#universitas-al-azhar-mesir #al-azhar-kairo #grand-syaikh-al-azhar #grand-syekh #pesantren-darunnajah #universitas-darunnajah #udn
(Republika - News) 11/07/24 00:18
v/10367251/
M Towil Akhirudin; Dosen Universitas Darunnajah
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hari kamis tanggal 11 Juli 2024, yang bertepatan dengan 5 Muharram 1446 akan menjadi momentum berharga bagi pesantren Darunnajah Jakarta khususnya, dan umat Islam di Indonesia. Hari dimana pesantren akan kehadiran sosok agung dari bumi Kinanah, Mesir. Dia adalah Grand Syaikh Al Azhar Profesor Ahmad Muhammad Ahmad Al Tayib. Beliau seorang ‘alim allamah yang diberikan amanat memangku imam besar Universitas Al Azhar Asy Syarif Kairo Mesir.
Bagi pesantren Darunnajah, silaturahmi dengan Universitas Al Azhar Kairo Mesir bukanlah sebentar. Namun silaturahmi yang telah terjalin sangat lama. Sudah banyak ulama kenamaan yang hadir di pesantren Darunnajah. Sudah banyak pula alumni pesantren ini yang menuntut ilmu di Universitas Al Azhar. Bahkan mereka yang telah menjadi alumni Al Azhar, telah membuktikan amal bakti di tengah-tengah masyarakat. Dan menjadi uswah hasanah bagi siapapun. Hal ini dikarenakan keberkahan dari Universitas Al Azhar dan pesantren Darunnajah.
Salah satu benang merah, dari silaturahmi pesantren Darunnajah dan Universitas Al Azhar adalah wakaf produktif dari hamba-hamba Allah yang saleh. Universitas Al Azhar telah menjadi panutan dari sebuah lembaga wakaf yang telah berusia ribuan tahun. Lembaga ini bermula dari sebuah masjid yang bernama masjid Al Azhar di wilayah Mesir kuno. Lalu berkembang menjadi universitas Al Azhar Asy Syarif. Bahkan terus berkembang hingga saat ini, hingga hari akhir nanti, insya Allah.
Pesantren Darunnajah pun lembaga pendidikan Islam yang berbasis wakaf. Kiai Abdul Manaf Mukhayyar sosok utama dari kehadiran pesantren ini. Beliau memulai wakaf lahan miliknya sejumlah 600 meter. Dia kini telah berkembang menjadi ribuan hektar. Lembaga yang dirintis sejak bangsa Indonesia belum merdeka, yaitu tahun 1942. Lembaga itu berupa Madrasah Al Islamiah. Hingga saat ini telah berdiri pesantren-pesantren dan universitas Darunnajah. Perjuangan Kiai Manaf tidaklah sendiri. Ada sosok lainnya yang turut memperjuangkan lembaga wakaf ini. Kiai Kamaruzzaman dan Kiai Mahrus Amin adalah tokoh sentral dari lembaga ini.
Kiai Manaf berujar idza shirtu ghaniyyan, saaftahu madrasatan makanan. Yang artinya bila aku menjadi orang kaya, maka aku akan membuka madrasah (lembaga pendidikan Islam) gratis. Ujaran inilah yang menjadi motivasi tertinggi dalam pengembangan lembaga wakaf. Karena dengan wakaf, lembaga ini akan terus bermanfaat bagi umat Islam dan bangsa Indonesia. Dengan landasan keikhlasan dari wakif dan pejuang-pejuang Darunnajah, lembaga ini terus menyiarkan dakwah Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Sebagaimana syiar Grand Syaikh Al Azhar Profesor Ahmad Al Tayib di Indonesia.
Saat ini pesantren Darunnajah digawangi dua sosok alim dan saleh. Yang diamanati melanjutkan perjuangan para pendiri. Kiai Sofwan Manaf dan kiai Hadiyanto Arief. Memimpin 22 pesantren bertebaran di bumi nusantara. Dengan beraneka ragam satuan pendidikan. Serta lembaga pendidikan tinggi Universitas Darunnajah. Kiai Sofwan pada saat Khutbatul Arsy Guru-guru menyampaikan; semoga kita yang hadir, dapat melanjutkan perjuangan orang-orang sebelum kita. Begitu harapan beliau sambil terharu.