#30 tag 24jam
Analis Prediksi Saham Tambang Ini Makin Moncer
Peta bisnis PT Timah menunjukkan potensi besar meski ada isu internal. Analis optimistis saham TINS bisa jadi investasi jangka panjang yang menguntungkan. [399] url asal
#saham-tambang #pt-timah-tbk #investasi-saham #analisis-saham #harga-timah #komoditas-timah #proses-bisnis-pt-timah-tbk #rhb #moncer #penanganan #harga-saham #tins #potensi-bisnis-pt-timah-tbk #operasional-pt-timah
(detikFinance - Bursa Valas) 29/10/24 10:59
v/17149631/
Jakarta - Peta bisnis PT Timah Tbk (TINS) dinilai masih memiliki potensi yang masih sangat besar dan memiliki sentimen investasi yang berkelanjutan. Walaupun kisruh kasus pengusutan pengelolaan timah diyakini tidak akan terlalu berpengaruh terhadap operasional perusahaan.
Fauzan Luthfi Djamal, Analis dari RHB Sekuritas Indonesia mengatakan peta bisnis PT TIMAH Tbk yang memiliki potensi yang masih sangat besar dan memiliki sentimen investasi yang semakin besar sehingga bisa meningkatkan kepercayaan investor.
"TINS bisa menjadi salah satu saham yang bisa dipegang secara long term karena dari potensi bisnis PT TIMAH Tbk, Indonesia sebagai salah satu eksportir terbesar sangat dikenal dunia. Harapan dari investor mungkin kisruh internal dan pemberitaan negatif harusnya enggak berpengaruh ke operasional PT TIMAH Tbk," sebut Fauzan dikutip di Jakarta, Selasa (29/10/2024).
Menurutnya, berdasarkan laporan keuangan kuartal II-2024 PT TIMAH Tbk menunjukkan trend yang positif dan di kuartal III-2024 juga diperkirakan memiliki kecenderungan yang sama ini tentunya akan memberikan nilai tambah bagi investor.
"Kita juga berkesempatan untuk lihat pabrik TSL Ausmelt di Mentok itu sudah improve sudah lebih baik dari sebelumnya. Kalau kita lihat dari sisi target price saya sendiri visible di Rp1.800-2.000 per lembar sahamnya," sebutnya.
Apalagi kata dia saat ini harga timah global yang masih cukup baik diantara komoditas lainnya, supply timah di pasar global juga tidak terlalu banyak namun permintaan cukup tinggi untuk kebutuhan beberapa industri seperti electronic cell.
Senada, dengan disampaikan Analis Binarartha Sekuritas, Eka Rahmawati Rahman menyebutkan, dengan adanya site visit ini mereka bisa mengetahui lebih mendalam tentang proses bisnis PT TIMAH Tbk.
"Prospek TINS cukup baik karena merupakan perusahaan BUMN satu-satunya yang mengelola komoditas timah dan market share lumayan besar. Ke depan mungkin harga saham akan lebih naik lagi, ekspektasi kita sebenarnya Rp1.400 tapi sudah tercapai, mungkin diupdate lagi dengan rilis keuangan terbaru," sebutnya.
Meski tahun lalu keuangan perusahaan sempat negatif, namun tahun ini PT TIMAH Tbk memperbaiki kinerja perusahaan. Namun, kata dia tak dapat dipungkiri membaiknya kinerja TINS juga masih tergantung harga timah global.
Dia menjelaskan, biasanya investor akan melihat beberapa indikator sebelum membeli saham seperti laporan keuangan, good governance, bisnis dan sentimen lainnya.
"Kalau dari laporan Q2 Perusahaan sepertinya akan lebih baik lagi. Setelah penanganan kasus ini juga harusnya bisa meningkatkan kepercayaan investor karena dengan isu 15 IUP Perusahaan yang dicabut tentu ini akan berpengaruh ke supply timah sedangkan permintaan terus meningkat, semoga ini juga bisa menjadi penggerak harga timah kedepannya," jelasnya.
(rrd/rir)
Catat! Saham yang Bakal Cuan Hari Ini
IHSG diprediksi fluktuatif menguat di level 7.500-7.600. Sentimen positif dari bursa global dan rekomendasi saham menarik untuk diperhatikan. [924] url asal
#saham #ihsg #investasi #rekomendasi-saham #pasar-modal #analisis-saham
(detikFinance - Perencanaan Keuangan) 09/10/24 09:04
v/16189116/
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi ini diperkirakan bergerak flukfuatif cenderung menguat terbatas di level 7.500-7.600.
Hal ini berdasarkan hasil Riset Mega Capital Sekuritas dan InvestasiKu, Rabu (9/10/2024). Di tengah pelemahan bursa regional, IHSG berhasil menguat 0.71% ke 7557. Aksi jual investor asing terlihat mulai mereda dan justru berpotensi kembali masuk atas sentiment fiskal Tiongkok yang mengecewakan investor. Pada perdagangan 8 Oktober lalu, investor asing net buy dengan nilai yang rendah yaitu Rp 39.74 miliar di pasar regular. Atas sentiment meredanya konflik di Timur Tengah dan penurunan harga minyak yang drastic berpotensi menjadi sentiment positif bagi IHSG seiring memudarnya ekspektasi kenaikan harga BBM bersubsidi pada 4Q24.
Sementara di bursa global, bursa saham Wall Street kompak menguat dipimpin oleh indeks Nasdaq yang menguat 1.45%. Penguatan ini dipicu oleh kenaikan harga saham Nvidia (NVDA) yang melesat 4% setelah CEO Foxconn yang merupakan konsumen utama NVDA mengatakan potensi permintaan chip Blackwell akan meningkat yang memberikan optimisme pada outlook permintaan chip global. Selain itu, konflik geopolitik di Timur Tengah mulai mereda setelah AS mencegah Israel menyerang kilang minyak Iran.
Hal ini direspons dengan penurunan signifikan harga minyak mentah hingga 4% dalam sehari. Beralih ke bursa Asia, pelemahan dipimpin oleh indeks Hangseng yang melemah 9.41% dalam sehari. Hal ini terjadi akibat kekecewaan investor atas stimulus jumbo pemerintah Tiongkok yang dinilai tidak berkomitmen dan tidak visible. Bank Dunia bahkan merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi China dari 4.8% di 2024 menjadi hanya 4.3% pada 2025 mendatang.
Merespons sentiment di atas, bursa saham Eropa kompak melemah dengan pelemahan dipimpin oleh saham terkait barang mewah dan minuman keras akibat potensi perekonomian China yang lebih lemah.
Berikut rekomendasi saham dari Mega Capital Sekuritas dan InvestasiKu:
BBNI reject minor support dan harga bertahan diatas area flip-over diikuti kenaikan volume, berpotensi lanjut menguat menuju harmonic resistance didukung stochastic bullish crossover.
Rekomendasi : Buy
Entry Level : 5275-5350
Take Profit : 5425-5525
Stop Loss : 5200
BNGA : rebound dari support uptrend line dan harga reject support MA 200, berpotensi lanjut menguat menuju resistance uptrend line didukung kenaikan volume.
Rekomendasi : Buy
Entry Level : 1850-1870
Take Profit : 1890-1915
Stop Loss : 1830
MAPA: rebound dari support uptrend channel membentuk marubozu candle dan harga break MA 200, berpotensi lanjut menguat menuju resistance uptrend channel didukung stochastic bullish crossover.
Rekomendasi : Buy
Entry Level : 885-900
Take Profit : 915-935
Stop Loss : 870
CTRA: berada pada secondary uptrend movement dan harga bertahan di atas EMA 100, berpotensi lanjut rally menguji dynamic resistance didukung momentum MACD goldencross.
Rekomendasi : Buy
Entry Level : 1310-1330
Take Profit : 1345-1365
Stop Loss : 1295
PTRO: sedang membentuk bullish continuation pattern berupa ascending triangle dan saat ini harga berada di atas support pola tersebut berpotensi lanjut menguat menembus neckline didukung momentum MACD golden cross.
Rekomendasi : Buy
Entry Level : 13800-13950
Take Profit : 14100-14500
Stop Loss : 13600
Sementara itu, berdasarkan riset dari Ajaib Sekuritas melihat sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini antara lain, dari dalam negeri, IHSG menguat ditopang oleh pergerakan saham Big Caps yang tercermin dari Indeks LQ45 terapresiasi +1,28%. Saham Big Banks kompak rebound setelah dalam beberapa minggu terakhir koreksi. Meskipun IHSG rebound, investor asing masih mencatatkan jual bersih di pasar ekuitas domestik senilai Rp165,66 miliar (8/10/2024).
Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) melaporkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada September 2024 berada di level 123,5 atau lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 124,4. Penurunan IKK sejalan dengan data deflasi bulanan yang terjadi dalam 5 bulan beruntun hingga September 2024.
Dari mancanegara, Bursa Wall Street mengalami akselerasi. Pelaku pasar menunggu rapat risalah FOMC nanti malam. Isyarat pemangkasan suku bunga berpotensi masih terjadi dalam beberapa pertemuan ke depan. The Fed berpotensi melanjutkan pemangkasan suku bunga 25 bps lanjutan pada FOMC November mendatang.
Dari Asia, Jepang melaporkan posisi Cadangan Devisa (Cadev) pada September 2024 di level US$ 1,24 triliun atau naik US$ 19,14 miliar dari bulan sebelumnya. Posisi tersebut merupakan level tertinggi sejak April 2024. Cadangan emas mencapai US$ 71,52 miliar lebih tinggi dari bulan Agustus 2024 sebesar US$ 68,36 miliar. IHSG hari ini diprediksi menguat dalam range 7.500.-7.600.
Rekomendasi saham dari Ajaib Sekuritas:
BMRI
Accumulative Buy: 7.075
TP: 7.300
Stop loss: 6.700
BMRI berpotensi bullish reversal di area support membentuk long white candle. Indikator MACD bar histogram melemah terbatas dalam momentum akumulasi diiringi penguatan volume.
BMRI hingga Agustus 2024 berhasil membukukan kenaikan net interest income (NII) 4% yoy menjadi Rp49,5 triliun. Sementara, laba bersih sebelum pencadangan (PPOP) tumbuh 6,6% yoy menjadi Rp47,3 triliun. Secara bottom line laba bersih tumbuh 6,5% yoy menjadi Rp33,6 triliun.
ACES
Buy: 860
TP: 890
Stop loss: 835
ACES berpotensi bullish reversal dalam jangka pendek. Secara major tren bullish continuation membentuk higher low. Indikator stochastic crossing di area oversold to middle indikasi menguat jangka pendek.
Segmen konsumsi non primer menarik dicermati ketika sinyal pemangkasan suku bunga The Fed berlanjut. Adapun Indeks Keyakinan Konsumen pada September 2024 juga masih di level optimis sebesar 123,5 meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 124,4.
ARTO
Buy: 2.870
TP: 2.980
Stop loss: 2.750
ARTO bullish reversal dalam jangka pendek di atas MA (100). Indikator MACD bar histogram melemah terbatas indikasi rebound jangka pendek.
Emiten digital banking menarik dicermati seiring dengan pemangkasan suku bunga The Fed pada September 2024 sebesar 50 bps. Adapun penetrasi ekonomi digital juga berpotensi terus tumbuh. Pada Agustus 2024, transaksi QRIS tumbuh 217,33% yoy dengan jumlah pengguna mencapai 52,55 juta dan jumlah merchant sebesar 33,77 juta.
(rrd/rir)
Pasar Saham Merosot Akibat Risiko Resesi AS, Obligasi Menguat
Pasar saham merosot dan obligasi menguat di Asia pada hari Senin karena kekhawatiran Amerika Serikat akan menuju resesi. [730] url asal
#analisis-saham #aset-saham #bursa-asia #pasar-saham #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #bursa-saham
(Kontan) 05/08/24 09:19
v/13348524/
Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Pasar saham merosot dan obligasi menguat di Asia pada hari Senin karena kekhawatiran Amerika Serikat akan menuju resesi memicu penghindaran risiko secara massal dan taruhan suku bunga harus turun tajam, dan cepat, untuk mendukung pertumbuhan.
Investor memulai penutupannya pada hari Jumat dengan menjatuhkan Nasdaq berjangka turun 1,87%, sementara S&P 500 berjangka turun 1,22%.
Indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang kehilangan 0,7%, sementara Nikkei Jepang merosot 5,5% lagi dan mencapai posisi terendah tujuh bulan.
Imbal hasil obligasi Jepang bertenor 10 tahun turun tajam 17 basis poin ke level terendah sejak April di 0,785% karena pasar secara radikal mempertimbangkan kembali prospek kenaikan suku bunga lagi dari Bank of Japan.
Obligasi negara banyak diminati dengan imbal hasil 10 tahun turun sebesar 3,755%, terendah sejak pertengahan tahun 2023.
Imbal hasil obligasi dua tahun merosot 50 basis poin minggu lalu menjadi 3,82% dan bisa segera turun di bawah imbal hasil obligasi 10 tahun, mengubah kurva menjadi positif dengan cara yang menandai terjadinya resesi di masa lalu.
Laporan penggajian (payrolls) bulan Juli yang sangat lemah dan mengkhawatirkan membuat pasar memperkirakan peluang hampir 70% bahwa Federal Reserve tidak hanya akan menurunkan suku bunga pada bulan September, namun juga melakukan pelonggaran sebesar 50 basis poin penuh.
Kontrak berjangka menyiratkan pemotongan sebesar 155 basis poin tahun ini, dengan jumlah yang sama pada tahun 2025.
“Kami telah meningkatkan peluang resesi dalam 12 bulan sebesar 10pp menjadi 25%,” kata analis di Goldman Sachs dalam sebuah catatan, meskipun mereka berpikir bahayanya dibatasi oleh ruang lingkup yang dimiliki The Fed untuk melonggarkan kebijakannya.
Goldman sekarang memperkirakan pemotongan sebesar seperempat poin pada bulan September, November, dan Desember.
“Premis perkiraan kami adalah bahwa pertumbuhan lapangan kerja akan pulih pada bulan Agustus dan FOMC akan menilai pemotongan sebesar 25bp merupakan respons yang cukup terhadap risiko penurunan apa pun,” mereka menambahkan.
"Jika kita salah dan laporan ketenagakerjaan bulan Agustus sama lemahnya dengan laporan bulan Juli, maka kemungkinan pemotongan sebesar 50bp akan terjadi pada bulan September."
Analis di JPMorgan bahkan lebih bearish lagi dan memperkirakan kemungkinan resesi AS sebesar 50%.
“Sekarang The Fed terlihat berada di belakang kurva, kami memperkirakan pemotongan sebesar 50bp pada pertemuan bulan September, diikuti oleh pemotongan 50bp lagi pada bulan November,” kata ekonom Michael Feroli.
"Memang benar, ada kemungkinan untuk melakukan pelonggaran antar-pertemuan, terutama jika data semakin melemah – meskipun para pejabat Fed mungkin khawatir tentang bagaimana langkah tersebut dapat disalahartikan."
Cari Peluang Aman
Investor akan memperoleh gambaran tentang lapangan kerja di sektor jasa dari survei non-manufaktur ISM yang akan dirilis Senin nanti dan para analis memperkirakan rebound ke 51,0 setelah penurunan tak terduga di bulan Juni menjadi 48,8.
Minggu ini terdapat pendapatan dari pemimpin industri Caterpillar dan raksasa media Walt Disney, yang akan memberikan lebih banyak wawasan tentang keadaan konsumen dan manufaktur.
Yang juga melaporkan adalah perusahaan kesehatan kelas berat seperti produsen obat penurun berat badan Eli Lilly (LLY.N), membuka tab baru.
Penurunan besar dalam imbal hasil Treasury juga membayangi daya tarik dolar AS sebagai safe-haven dan menyeret mata uang tersebut turun sekitar 1% pada hari Jumat.
Senin pagi, dolar turun lagi 0,6% terhadap yen Jepang di 145,53, sementara euro bertahan kuat di US$ 1,0920.
Franc Swiss adalah penerima manfaat utama dari serbuan risiko, dengan dolar mendekati posisi terendah enam bulan di 0,8571 franc.
“Pergeseran perkiraan perbedaan suku bunga terhadap AS telah melebihi penurunan sentimen risiko,” kata Jonas Goltermann, wakil kepala ekonom pasar di Capital Economics.
“Jika narasi resesi benar-benar terjadi, kami memperkirakan hal itu akan berubah, dan dolar akan pulih karena permintaan safe-haven menjadi pendorong dominan di pasar mata uang.”
Investor juga meningkatkan taruhannya bahwa bank sentral besar lainnya akan mengikuti jejak The Fed dan melakukan pelonggaran lebih agresif, dengan Bank Sentral Eropa (ECB) kini terlihat melakukan pemotongan sebesar 67 basis poin pada hari Natal.
Di pasar komoditas, emas turun kembali ke US$ 2,421 per ounce, mungkin dirusak oleh investor yang mengambil keuntungan untuk menutupi kerugian di tempat lain.
Harga minyak melambung di tengah kekhawatiran mengenai meluasnya konflik di Timur Tengah, meskipun kekhawatiran mengenai permintaan telah menyebabkan harga minyak merosot ke posisi terendah dalam delapan bulan pada minggu lalu.
Brent naik 27 sen menjadi US$ 77,08 per barel, sementara minyak mentah AS naik 23 sen menjadi US$ 73,75 per barel.