Robot pemetik buah apel hasil kolaborasi mahasiswa Jurusan D4 Mekatronika dan Jurusan Teknik Komputer Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) meraih ... [396] url asal
Robot kami bisa mengangkut keranjang hasil panen dan bahkan menanam benih. Komponen penting seperti base frame, lifter, arm, dan gripper telah kami sempurnakan dalam beberapa versi
Jakarta (ANTARA) - Robot pemetik buah apel hasil kolaborasi mahasiswa Jurusan D4 Mekatronika dan Jurusan Teknik Komputer Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) meraih Medallion for Excellence dalam ajang WorldSkills Competitions (WSC) di Lyon, Prancis.
Robot yang diberi nama Badak V7 ini mampu memetik buah apel langsung dari pohon secara otomatis dengan menggabungkan sensor dan sistem navigasi yang canggih.
"Dengan tema Pertanian (Agriculture), kami merancang robot yang mampu mendeteksi dan mengambil objek berukuran minimal 40 mm x 40 mm x 60 mm hingga maksimal 60 mm x 60 mm x 80 mm," kata salah satu anggota tim Ahmad Yogi Fernanda dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Ia menambahkan robot Badak V7 memiliki kerangka fleksibel yang memungkinkan operasional di berbagai medan dengan kemampuan menangani objek beragam bentuk. Dengan desain yang dirancang fungsional, Ahmad bersama timnya menjadikan robot yang dipertandingkan pada September 2024 mampu melakukan proses panen hingga menanam benih.
"Robot kami bisa mengangkut keranjang hasil panen dan bahkan menanam benih. Komponen penting seperti base frame, lifter, arm, dan gripper telah kami sempurnakan dalam beberapa versi," kata dia.
Demi menjaga keseimbangan dan ketepatan navigasi, Badak V7 dilengkapi berbagai sensor, termasuk dua sensor inframerah, dua sensor ultrasonik, kamera 3D kedalaman, dan giroskop.
"Sensor inframerah dan ultrasonik berperan penting dalam menjaga stabilitas robot, sementara algoritma Dijkstra membantu menentukan jalur pergerakan yang efisien," tambahnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sain, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tatang Muttaqin menilai Autonomous Mobile Robotics (AMR) merupakan keterampilan yang sangat penting untuk industri masa depan.
"Partisipasi peserta didik vokasi di ajang internasional seperti ini membuktikan betapa relevan dan strategisnya penerapan AMR untuk masa depan industri," katanya.
Sementara itu dosen pembimbing kompetisi AMR PENS Adytia Darmawan melihat prospek besar dari keterampilan AMR di Indonesia.
Menurutnya, saat ini Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang ahli di bidang AMR ini masih terbatas. Sedangkan seiring perkembangan teknologi, keterampilan ini akan sangat dibutuhkan.
Guna meningkatkan kemampuan mahasiswa di bidang ini, kata dia, PENS telah mengembangkan kurikulum yang mendukung inovasi mahasiswa. Salah satunya adalah penerapan Lab Based Learning (LBL), yang menekankan riset di laboratorium.
"Di lab, mahasiswa dibiasakan melakukan eksperimen dan berpikir kritis untuk mencari solusi. Ini membantu mereka mengasah keterampilan teknis secara langsung," jelas Adytia.
Karya anak Indonesia kembali meraih prestasi kelas dunia. Melalui karya robot pemetik buah otomatis, mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) sukses bawa pulang Medallion for Excellence di ajang WorldSkills Competitions (WSC), Lyon, Prancis pada September lalu.
Robot pemetik buah otomatis ciptaan Ahmad Yogi Fernanda mahasiswa D4 Mekatronika dan rekannya Deny mahasiswa Teknik Komputer diberi nama Badak V7. Selama WSC, Badak V7 memperlihatkan kemampuannya dalam memetik buah apel langsung dari pohonnya.
Yogi menjelaskan kehadiran Badak V7 tidak lepas dari peran krusial Autonomous Mobile Robot (AMR). Mengambil tema pertanian, robot yang dirancangnya mampu mendeteksi objek berbagai ukuran dan bentuk.
"Kami merancang robot yang mampu mendeteksi dan mengambil objek berukuran minimal 40 mm x 40 mm x 60 mm hingga maksimal 60 mm x 60 mm x 80 mm," katanya dikutip dari rilis yang diterima detikEdu, Kamis (7/11/2024).
Mampu Membantu Petani dari Tanam Benih-Panen
Secara bentuk, Badak V7 memiliki kerangka fleksibel yang memungkinkan robot bergerak di berbagai medan hingga menangani objek beragam bentuk. Desain yang diciptakan juga sangat fungsional, sehingga berguna dalam membantu petani dari proses penanaman benih hingga panen.
"Robot kami bisa mengangkut keranjang hasil panen dan bahkan menanam benih. Komponen penting seperti base frame, lifter, arm, dan gripper telah kami sempurnakan dalam beberapa versi," tambah Yogi.
Untuk keseimbangan dan ketepatan navigasi, Badak V7 dilengkapi dengan berbagai sensor. Seperti dua sensor inframerah, dua sensor ultrasonik, kamera 3D kedalaman, dan giroskop.
Sensor inframerah dan ultrasonik berperan penting dalam menjaga stabilitas robot. Sedangkan jalur pergerakannya diatur melalui algoritma Dijkstra.
Keterampilan AMR Dibutuhkan Masa Depan
Keberhasilan mahasiswa PENS ini mendapat sambutan baik dari Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Tatang Muttaqin. Menurutnya prestasi ini membuktikan bila AMR menjadi salah satu keterampilan yang sangat penting untuk industri masa depan.
Selaras dengan Tatang, Dosen Pembimbing Kompetisi AMR di PENS, Adytia Darmawan juga mengakui keterampilan AMR memiliki prospek yang sangat besar. Sayangnya, sumber daya manusia (SDM) di bidang ini masih sangat terbatas.
"Seiring perkembangan teknologi, keterampilan AMR akan sangat dibutuhkan," tutur Adytia.
Untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa di bidang AMR, PENS telah mengembangkan kurikulum yang mendukung inovasi mahasiswa. Salah satunya adalah penerapan Lab Based Learning (LBL), yang menekankan riset di laboratorium.
"Di lab, mahasiswa dibiasakan melakukan eksperimen dan berpikir kritis untuk mencari solusi. Ini membantu mereka mengasah keterampilan teknis secara langsung," jelas Adytia.
Sebagai sosok yang sudah berkecimpung di bidang AMR, Yogi berharap keterampilan ini semakin diperkuat di Indonesia. Sehingga Indonesia semakin bisa melebarkan sayapnya di dunia global dengan SDM yang ahli di bidang AMR.
"Saya berharap ini bisa meningkatkan kompetensi saya dan juga mengantarkan Indonesia untuk bersaing di dunia global dengan SDM yang ahli di bidang AMR," tutup Yogi.