Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mengambil langkah baru untuk meningkatkan produksi minyak di Blok Rokan, terutama dalam upaya efisiensi yang lebih tinggi.
EVP Upstream Business PHR Andre Wijanarko mengatakan, inisiatif ini dipimpin oleh sekelompok anak muda PHR yang telah mengembangkan teknologi digital i-WISE (Integrated-Waterflood & Infill Simplified Evaluator).
Platform ini dirancang untuk mengevaluasi kandidat lapangan yang sesuai dengan metode waterflood secara cepat dan akurat. Penerapan pertama teknologi i-WISE dilakukan pada proyek waterflood baru di lapangan Pager, Rokan Hilir, yang dimulai pada akhir tahun 2023.
Teknologi ini berhasil meningkatkan produksi minyak hingga 1.180 barel per hari (BOPD) atau sekitar 42% lebih tinggi dibandingkan produksi sebelumnya, dengan tambahan nilai ekonomi mencapai Rp 29 miliar.
"Angka produksi ini setara dengan hasil produksi lapangan Pager belasan tahun lalu," ungkap Andre dalam keterangan resmi, Sabtu (26/10).
Lebih jauh lagi, Andre menjelaskan analisa i-WISE juga berperan besar dalam mengurangi air yang terproduksi dari fasilitas produksi. Mengoptimalkan penggunaan idle well sebagai sumur injeksi, serta memangkas waktu evaluasi lapangan kandidat waterflood hingga 9 bulan lebih cepat dibandingkan metode konvensional.
Secara teknis, waterflood merupakan metode injeksi air ke dalam reservoir minyak untuk menambah energi pendorong minyak. Teknik ini dinilai efektif dalam meningkatkan produksi dan faktor perolehan minyak di lapangan-lapangan utama yang tekanannya secara alami terus menurun.
Namun, pemilihan lapangan yang tepat untuk metode ini memerlukan analisa yang kompleks dan menyeluruh. Ke depannya, PHR akan terus mengembangkan dan memperluas penerapan teknologi i-WISE di berbagai wilayah di Blok Rokan.
Inovasi ini, seperti disampaikan Andre, adalah bukti nyata dedikasi para perwira PHR dalam upaya meningkatkan produksi dan menjaga ketahanan energi nasional.
Bisnis.com, PEKANBARU-- PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menggandeng Politeknik Caltex Riau (PCR) untuk mengembangkan teknologi Metaverse guna mendukung keandalan operasi Blok Rokan.
EVP Upstream Business PHR WK Rokan Andre Wijanarko mengatakan pihaknya merasa bangga dapat berkolaborasi dengan dunia pendidikan dalam pengembangan teknologi Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR).
“Ini merupakan suatu perjalanan dan terobosan baru dalam pengembangan teknologi terkini yang akan mentransformasi metode pelatihan bagi para pekerja lingkungan PHR WK Rokan,” ujarnya Rabu (9/10/2024).
Dia menyebutkan pelatihan melalui Mixed Reality ini menawarkan banyak manfaat bagi PHR, terutama mengingat sifat industri yang memiliki risiko tinggi dan kompleks.
Melalui teknologi ini, PHR bersama PCR merancang platform serta modul pelatihan keamanan dan keselamatan bagi pekerja dan mitra kerja di Blok Rokan.
PCR sebagai salah satu institusi pendidikan dengan kapasitas dan kapabilitas yang sangat memadai dinilai tepat untuk menjadi mitra strategis dalam pengembangan teknologi metaverse. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL) PHR terhadap dunia pendidikan.
“Dengan kerja sama ini PHR dan PCR bisa saling bersinergi dalam mendukung kebutuhan WK Rokan terutama Virtual Reality dan Augmented Reality. Teknologi yang akan dijalankan ini diharapkan dapat mempermudah modul-modul pelatihan sehingga dapat divisualisasikan dengan baik,” tukas Andre.
Teknologi metaverse menawarkan solusi inovatif untuk meningkatkan efisiensi, keselamatan, dan produktivitas dalam berbagai aspek operasi migas. Terutama dalam keselamatan kerja.
Lewat teknologi ini, pelatihan menjadi lebih efektif dan simulasi lingkungan kerja memungkinkan peserta pelatihan untuk mengalami dan merespons situasi bahaya dalam lingkungan yang terkendali dan bebas risiko. Hal ini membantu mereka mempelajari protokol keselamatan secara efektif tanpa bahaya kecelakaan di dunia nyata.
“Visualisasi dan digitalisasi ini sangat membantu dalam menjaga keandalan operasi di WK Rokan. Dengan digitalisasi ini diharapkan para pekerja akan lebih interkatif, lebih memahami dan mengenal peralatan dan risiko, begitu pula dalam pemeliharaan aset-aset milik negara,” katanya.
Dalam hal ini, PHR bersama PCR akan mengembangkan dua belas modul pelatihan antara lain: simulasi operasi lapangan, operasi pengangkatan keselamatan di lingkungan operasional, pemecahan masalah dalam pengoperasian sumur, latihan darurat dalam operasi serta keamanan pada aktivitas ruang terbatas.
Direktur PCR Dadang Syarif Sihabudin Sahid menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PHR karena telah melibatkan PCR dalam pengembangan teknologi metaverse.
“Kami sangat berterima kasih diberikan kesempatan bekerja sama oleh PHR terhadap tantangan ini. Tentunya ini akan menambah kepercayaan diri dan pengetahuan bagi kami baik mahasiswa, alumni maupun dosen di PCR,” ucapnya.
IDXChannel - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) atau PHR mendapat tambahan minyak mentah sebanyak 2.000 barel per hari dari lapangan tua Obor, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu.
Cadangan minyak yang selama ini terperangkap di antara reservoir utama (attic oil) berhasil dijejak melalui penginderaan seismik 3D.
Setelah alih kelola Wilayah Kerja (WK) Rokan ke PHR pada Agustus 2021, tim pengembangan lapangan melakukan evaluasi ulang lapangan-lapangan yang tergolong small-field. Di mana Lapangan Obor adalah salah satu yang menjadi prioritas.
"Para perwira PHR dari bagian Asset Development mulai melakukan teknik penginderaan seismik tiga dimensi (3D) terkini pada lapangan-lapangan tua, yang selama ini tidak menjadi prioritas. Metode ini berhasil melihat cadangan potensial yang selama ini tidak terdeteksi," ujar EVP Upstream Business PHR Andre Wijanarko dalam keterangan resminya, Selasa (1/10/2024).
Berdasarkan potensi tersebut, dilakukan pemboran tambahan 5 sumur di Lapangan Obor dalam paket pengembangan SLO OPLL Stage-4. Sumur pertama (Obor #4) paket pengembangan ini sudah diselesaikan dan mulai produksi pada 28 September 2024 dengan laju alir 2.144 barel minyak per hari. Eksekusi pemboran 4 sumur produksi tersisa akan dilaksanakan tahun 2025.
"Kami mengapresiasi upaya-upaya PHR dalam mendukung ketahanan energi nasional, termasuk melalui optimalisasi produksi dari sumur-sumur existing,” ujar Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Sumbagut Rikky Rahmat Firdaus.
Rikky menambahkan, upaya ini memastikan bahwa WK Rokan dapat terus mendukung pencapaian target produksi migas 1 juta BOPD dan 12 BSCFD di tahun 2030.
Seperti diketahui, PT Pertamina (Persero) telah menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041.
Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi Pertamina.
Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) akan melakukan survei seismik 3 dimensi di sekitar lapangan migas South Aman, Mindal, dan Asih, di Kabupaten Siak. Survei seismik 3D Lisaman ini akan dilaksanakan mulai Oktober 2024 hingga Oktober 2025 dengan luas area mencapai 358 km2.
Corporate Secretary PHR Rudi Ariffianto mengatakan, survei ini bertujuan untuk menemukan potensi kandungan migas baru yang belum tereksplorasi. “Dengan pemetaan struktur bawah permukaan menggunakan data seismik 3D Lisaman ini, diharapkan kami dapat menentukan lokasi yang paling tepat untuk melakukan pengeboran eksplorasi,” kata Rudi dalam siaran pers, dikutip Selasa (10/9).
Survei seismik adalah teknik eksplorasi geofisika menggunakan gelombang suara untuk memetakan struktur bawah permukaan bumi. Melalui data yang diperoleh dari survei seismik ini, PHR dapat mengidentifikasi potensi cadangan minyak dan gas baru, serta mengoptimalkan produksi di lapangan-lapangan yang sudah ada. Adapun target dari usulan Seismik 3D Lisaman adalah perangkap di Formasi Petani, Sihapas dan Pematang.
“Survei seismik dapat meningkatkan produksi minyak dan memperpanjang umur produksi suatu lapangan. Dengan mengetahui lokasi cadangan minyak yang tepat, membantu pekerja melakukan pengeboran secara lebih efektif dan efisien,” kata Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut, Yanin Kholison.
Yanin menyebut, survei seismik merupakan bagian dari pemenuhan Komitmen Kerja Pasti (KKP) Eksplorasi PHR WK Rokan kepada pemerintah melalui SKK Migas.
PHR merupakan pengelola wilayah kerja (WK) Rokan, di Riau sejak 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. WK ini memiliki 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul. WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina.
Tidak hanya itu, menurut data Kementerian ESDM, PHR merupakan produsen minyak bumi terbanyak di Indonesia pada semester I 2024, berikut daftarnya:
Pertamina Hulu Rokan 157.226 bph, turun 2,72%
Exxonmobil Cepu 143.946 bph, turun 7,40%
Pertamina EP 66.468 bph, turun 4,25%
Pertamina Hulu Mahakam 25.527 bph, turun 3,68%
Pertamina Hulu Energi ONWJ 24.962 bph, turun 6,09%
Pertamina Hulu Energi OSES 19.855 bph, naik 13,39%
Bisnis.com, PEKANBARU-- 80 tahun berlalu sejak penemuan pertama lapangan minyak di Minas, Blok Rokan pada 1944 silam. Dengan proses produksi terus menerus selama 8 dekade, telah membuat sumur-sumur minyak yang berada di Kabupaten Siak Provinsi Riau itu masuk kategori uzur.
Kini setiap sumur minyak di Minas, menghasilkan 99% air dan hanya 1% saja kandungan minyak, yang tentunya membuat biaya produksi menjadi tinggi apabila dibandingkan sumur minyak yang berusia lebih muda.
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) sejak mengelola Blok Rokan pada 9 Agustus 2021 lalu, telah membuat serangkaian strategi dan upaya untuk terus meningkatkan produksi minyak, dari sumur-sumur yang telah uzur tadi bahkan sumur yang lama tidak aktif (idle).
Satu diantara banyak jurus itu, adalah dengan memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Pada 2023 silam, program ini telah berjalan dengan nama proyek e-MARS (Minas Advanced Reservoir Management) dan telah berhasil mengaktifkan kembali 700 sumur idle sejak alih kelola. Lalu tahun ini, program itu disempurnakan menjadi e-MARS 2.0 Vast Enhancement and Upgrades (VENUS).
Senior Petroleum Engineer dan Kepala Proyek VENUS, Afrilia Elisa mengatakan program AI ini dirancang untuk memaksimalkan produksi dari sumur-sumur yang ada khususnya sumur idle. Dengan menggunakan AI, proses evaluasi dan pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan akurat.
Dibandingkan sebelum adanya AI tersebut, proses manual untuk mereview sumur bisa memakan waktu hingga satu minggu hanya untuk empat sumur.
"Kini, dengan teknologi ini, PHR mampu mengevaluasi hingga 1.500 sumur di Minas secara simultan, dengan rekomendasi yang lebih terfokus pada sumur-sumur yang paling menguntungkan," ujarnya baru-baru ini.
Dengan inovasi yang memanfaatkan AI untuk menganalisis data dari ribuan sumur ini, telah memberikan hasil yang luar biasa dalam menekan tingkat penurunan produksi alamiah (natural declining) dari sebelumnya 11% menjadi hanya 4% saja.
Lebih dari itu, tingkat kesuksesan dalam reaktivasi sumur meningkat dari 48% menjadi 78%, sebuah pencapaian yang tidak hanya menguntungkan PHR tetapi juga menjadi model yang diharapkan dapat diterapkan di lapangan migas lainnya di Indonesia.
Afrilia mengakui VENUS menawarkan analisis yang lebih mendalam mengenai kondisi bawah permukaan, termasuk jenis batuan dan kedalaman reservoir, serta memberikan rekomendasi yang lebih akurat mengenai zona produksi yang paling menguntungkan.
Wellsite Representative PHR di Minas, Yoga Handita saat dijumpai tengah mempraktekkan penerapan VENUS, mengakui bahwa program AI ini mampu mendeteksi zona yang memiliki potensi minyak terbaik, memungkinkan tim di lapangan untuk membuka lubang pengeboran dengan presisi tinggi, mengarahkan lubang pengeboran ke zona dengan konsentrasi minyak tertinggi.
"Hasilnya bisa dilihat bahwa produksi yang didapatkan dari pengeboran setelah penerapan VENUS ini, bisa menghasilkan konsentrasi minyak lebih tinggi yaitu hingga 70% dan kandungan airnya hanya 30%, ini tentu luar biasa dibandingkan pengeboran biasa yang 99% hasilnya adalah air," ungkapnya.
Selain itu menurutnya VENUS juga dilengkapi dengan fitur untuk mengoptimalkan sumur injeksi, memastikan bahwa air yang diinjeksi tidak malah mengurangi produksi minyak. Hal ini sangat penting dalam operasi Enhanced Oil Recovery (EOR), di mana uap panas digunakan untuk mengekstraksi minyak dari batuan yang sebelumnya sulit dieksploitasi.
Adanya inovasi-inovasi ini mencerminkan komitmen PHR untuk terus menjaga dan meningkatkan produksi minyak bumi di WK Rokan. Meskipun sumber daya minyak bumi tidak dapat diperbarui, teknologi seperti AI memungkinkan eksplorasi lebih lanjut di area-area yang sebelumnya tidak terjangkau atau tidak efisien untuk dieksploitasi.
Dalam konteks ini, peran AI menjadi sangat krusial, mengingat tantangan yang semakin kompleks dalam menjaga produksi minyak dari sumur-sumur yang semakin tua.
Keberhasilan PHR dalam menerapkan teknologi ini tidak hanya diakui secara internal tetapi juga diakui oleh pihak eksternal, termasuk SKK Migas, yang berharap bahwa inovasi ini dapat menjadi benchmark bagi lapangan-lapangan migas lainnya di Indonesia.
Dengan demikian, PHR tidak hanya menjaga keberlanjutan produksi tetapi juga membuka era baru dalam pengelolaan migas, di mana teknologi dan kecerdasan buatan menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan energi di masa depan.
Manager IT Infrastruktur Pertamina Hulu Rokan (PHR), Elan Kusuma Kurniawan sedang menunjukkan kamera CCTV di lapangan minyak Minas di Blok Rokan yang terhubung langsung ke Digital Innovation Center (DICE) Rumbai, Pekanbaru. PHR menerapkan penggunaan AI dalam sistem CCTV untuk memantau keselamatan kerja di lapangan. Foto: Arif Gunawan
DIGITALISASI
Selain menerapkan Artificial Intelligence (AI), PHR juga telah sejak lama mengimplementasikan Machine Learning dan telah menjadi bagian integral dari operasional perusahaan. Memang digitalisasi telah memainkan peran penting dalam menghadapi tantangan besar yang dihadapi PHR.
Vice President IT PHR, Triatmojo Rosewanto mengakui dengan lebih dari 11.000 sumur minyak aktif yang sebagian besar sudah tua, pengelolaan yang kompleks membutuhkan sistem informasi yang kuat dan efisien untuk mendukung pengambilan keputusan yang tepat.
"Kami harus memastikan bahwa informasi yang kami miliki dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung operasional dan pengambilan keputusan," jelasnya.
Tri menyoroti sebelumnya sektor hulu industri migas sering dianggap tertinggal dalam penerapan teknologi seperti AI dan Machine Learning. Namun, PHR telah membuktikan sebaliknya dengan menerapkan berbagai solusi digital di operasional mereka.
Salah satu contohnya adalah penggunaan AI dalam sistem CCTV untuk memantau keselamatan kerja di lapangan. Jika ada pelanggaran keselamatan, seperti pekerja yang tidak menggunakan helm atau berada di area berbahaya, AI akan memberikan peringatan otomatis ke control room.
Selain itu, PHR juga memanfaatkan teknologi Virtual Reality (VR) untuk melatih pekerja sebelum terjun ke lapangan dan Geographic Information System (GIS) untuk mendukung keselamatan berkendara di area operasional.
Saat ini, PHR telah mengoperasikan sekitar 35 solusi berbasis IT, termasuk prediksi performa produksi sumur tanpa perlu melakukan well test fisik. Dengan menggunakan data dari sistem Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) yang dipasang di lebih dari 1.500 sumur, mereka dapat memprediksi performa sumur dengan akurasi hingga 95%, mendekati hasil well test aktual.
Penggunaan teknologi ini tidak hanya membantu PHR dalam meningkatkan efisiensi operasional tetapi juga berperan penting dalam menahan laju penurunan produksi minyak.
"Dengan pemanfaatan AI, kami bisa melakukan langkah antisipasi proaktif sebelum sumur mengalami penurunan produksi," tambahnya.
PHR juga fokus pada keamanan operasional, termasuk pemantauan pipa pengangkutan minyak. Dengan panjang pipa mencapai 340 km, PHR menggunakan drone yang dilengkapi algoritma khusus untuk mendeteksi potensi masalah seperti korosi atau kebocoran, serta aktivitas pencurian minyak.
Sejak 2007, PHR telah mengimplementasikan berbagai sistem komputerisasi, dan terus memperbarui teknologi mereka hingga saat ini. Dengan target nasional mencapai produksi 1 juta barrel per hari, PHR yakin bahwa upaya digitalisasi ini akan menjadi kunci dalam pencapaian target tersebut, sekaligus menjadi pendorong bagi subholding upstream lainnya di lingkungan Pertamina.
Target Menantang Blok Rokan
DUKUNGAN STAKEHOLDER
Plt. Dirjen Migas Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) untuk terus meningkatkan produksi minyak di Blok Rokan.
Sebagai salah satu blok minyak terbesar di Indonesia, Blok Rokan memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan energi nasional.
"Pemerintah tentu mendorong Pertamina sebagai BUMN migas nasional untuk menjadi yang terbesar di Tanah Air. Pertamina telah berhasil mengambil alih pengelolaan Blok Rokan dan juga Blok Mahakam, menjadikannya perusahaan migas dengan produksi terbesar di Indonesia," ungkapnya.
Alih kelola Blok Rokan oleh Pertamina memberikan keleluasaan bagi pemerintah dalam mengendalikan dan mencapai target pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri.
Pemerintah juga menekankan pentingnya optimalisasi kinerja PHR di Blok Rokan melalui peningkatan produksi dan eksplorasi untuk menambah cadangan minyak yang ada.
Dadan Kusdiana menyoroti beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan PHR, termasuk penerapan teknologi baru dan optimalisasi produksi dari lapangan yang ada melalui berbagai program pengembangan lanjut.
Di antaranya adalah pengeboran sumur pengembangan secara masif, pelaksanaan optimasi waterflood, serta implementasi Enhanced Oil Recovery (EOR) dengan metode Chemical EOR dan steamflood. Selain itu, upaya reaktivasi beberapa lapangan idle yang masih memiliki potensi cadangan juga diharapkan dapat meningkatkan produksi.
PHR juga tengah mempersiapkan rencana pengembangan migas non-konvensional (MNK) di Wilayah Kerja (WK) Rokan. Untuk menghadapi tantangan besar dalam pengembangan MNK di Indonesia, PHR bekerja sama dengan perusahaan asing yang kompeten dan berpengalaman di bidang ini.
Dadan Kusdiana menekankan bahwa semua kegiatan eksplorasi di Blok Rokan sesuai dengan Komitmen Kerja Pasti yang telah ditetapkan, dengan tujuan utama menemukan cadangan baru dan mengoptimalkan potensi yang ada demi kepentingan nasional.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah, PHR diharapkan dapat terus berinovasi dan menjalankan program-program strategis yang akan meningkatkan produksi minyak di Blok Rokan, serta menjaga keberlanjutan energi di Indonesia.
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dwi Soetjipto, menyatakan komitmen penuh SKK Migas dalam mendukung PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) untuk meningkatkan produksi di Blok Rokan.
Dwi memastikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk memahami dan menyediakan dukungan yang diperlukan guna mencapai target produksi yang lebih tinggi.
Dirinya juga memberikan apresiasi terhadap langkah-langkah agresif yang dilakukan PHR, terutama dalam pelaksanaan kegiatan pengeboran secara masif yang telah memberikan dampak positif pada peningkatan kinerja Blok Rokan.
"Blok Rokan kini menjadi nomor satu karena pelaksanaan pengeboran yang agresif. Ke depannya, dengan implementasi Chemical Enhanced Oil Recovery (EOR) dan pengeboran Migas Non Konvensional (MNK), kami berharap hasilnya akan semakin sukses," ujarnya.
Dia menambahkan SKK Migas akan terus mendukung PHR dalam setiap inovasi dan pengembangan teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas di Blok Rokan.
Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Blok Rokan sebagai salah satu pilar utama produksi minyak nasional, sekaligus mendorong pencapaian target produksi migas Indonesia secara keseluruhan.
Di daerah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung kelancaran operasional PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Wilayah Kerja (WK) Rokan dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus.
Pembentukan Satgas ini ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Riau Nomor: Kpts. 323/IIII/2024 tentang Pembentukan Satgas Kelancaran Operasional PT PHR Wilayah Kerja Rokan di Provinsi Riau.
Penjabat (Pj) Gubernur Riau yang kini Sekretaris Daerah Provinsi Riau, SF Hariyanto, pada Juli 2024 lalu menyatakan pembentukan Satgas ini bertujuan untuk memastikan kelancaran produksi migas di wilayah Riau, terutama dalam mendukung pencapaian target nasional sebesar 1 juta barel per hari pada tahun 2030.
"Untuk mendukung kelancaran produksi Hulu migas, kami Pemprov Riau sudah membentuk Satgas Kelancaran Operasional PT PHR di Blok Rokan," ujarnya.
Dia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terlibat aktif dalam menyelesaikan setiap kendala yang dihadapi dalam operasional migas di Blok Rokan. Menurutnya dukungan ini sangat penting mengingat adanya target nasional yang harus dicapai.
Selain itu, dukungan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam supervisi juga memastikan bahwa segala kendala yang muncul akan ditangani secara transparan dan efisien.
"Dengan begitu, apapun yang menjadi kendala pada sumur-sumur ladang minyak, kami Pemprov Riau siap membantu. Pemerintah daerah juga harus berperan aktif karena Participating Interest (PI) 10 persen dari produksi migas akan kembali ke daerah," tambahnya.
Satgas ini diharapkan mampu mempercepat penyelesaian masalah operasional di lapangan, sehingga produksi migas di Blok Rokan dapat terus meningkat, sejalan dengan target yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Dengan dukungan dari multi pihak itu, diyakini berbagai hambatan produksi minyak PHR di Blok Rokan dapat teratasi. Hingga berbagai strategi yang telah dijalankan, bakal mewujudkan harapan bersama dalam meningkatkan produksi minyak untuk ketahanan energi dan kesejahteraan bangsa. Semoga.
Kepala Negara menyebut aset yang telah diambil alih dari asing yakni PT Freeport Indonesia (PTFI), Blok Rokan, serta PT Newmont Nusa Tenggara. Halaman all [379] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memamerkan sejumlah kinerja di bawah pemerintahannya selama 10 tahun terakhir, alias sejak 2014-2024. Salah satunya berhasil mengambil alih aset sektor pertambangan yang dikelola oleh perusahaan asing.
Hal itu diungkapkan Jokowi saat menyampaikan pidato kenegaraan terakhirnya dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (16/8/2024).
Kepala Negara menyebut aset yang telah diambil alih dari asing yakni PT Freeport Indonesia (PTFI), Blok Rokan, serta PT Newmont Nusa Tenggara.
DOK. Humas Pertamina Blok Rokan menjadi salah satu simbol kebangkitan nasional untuk mewujudkan ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan energi nasional
"Kita juga telah mengambil kembali aset kita yang selama puluhan tahun dikelola oleh pihak asing, yang selama puluhan tahun diambil manfaat besarnya oleh pihak asing, seperti Freeport, Blok Rokan, dan Newmont. Alhamdulillah, semua itu bisa kita ambil alih kembali," ujar Jokowi.
Saat ini 51 persen saham PT Freeport Indonesia (PTFI) telah dimiliki pemerintah melalui BUMN PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), diambil alih dari perusahaan asal Amerika Serikat, Freeport McMoRan.
Sementara untuk Blok Rokan di Riau, pengelolaannya telah beralih ke PT Pertamina (Persero) dari sebelumnya perusahaan migas asal Amerika Serikat, PT Chevron Pacific Indonesia.
Serta PT Newmont Nusa Tenggara yang kini berubah nama menjadi PT Amman Mineral Internasional (AMNT), telah diambil alih melalui perusahaan swasta Indonesia yakni Medco Energy (MEDC).
Jokowi menuturkan, pengambilalihan aset sektor pertambangan dari perusahaan asing dikarenakan dirinya ingin kekayaan alam Indonesia dapat dikelola sebesar-besarnya untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat.
"Kita ingin kekayaan yang ada di negeri ini, anugerah Allah SWT untuk negeri ini, dapat dikelola sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat, dapat dimanfaatkan semaksimalnya untuk kesejahteraan rakyat," kata dia.
Kepala Negara menyebut aset yang telah diambil alih dari asing yakni PT Freeport Indonesia (PTFI), Blok Rokan, serta PT Newmont Nusa Tenggara. Halaman all [378] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memamerkan sejumlah kinerja di bawah pemerintahannya selama 10 tahun terakhir, alias sejak 2014-2024. Salah satunya berhasil mengambil alih aset sektor pertambangan yang dikelola oleh perusahaan asing.
Hal itu diungkapkan Jokowi saat menyampaikan pidato kenegaraan terakhirnya dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (16/8/2024).
Kepala Negara menyebut aset yang telah diambil alih dari asing yakni PT Freeport Indonesia (PTFI), Blok Rokan, serta PT Newmont Nusa Tenggara.
DOK. Humas Pertamina Blok Rokan menjadi salah satu simbol kebangkitan nasional untuk mewujudkan ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan energi nasional
"Kita juga telah mengambil kembali aset kita yang selama puluhan tahun dikelola oleh pihak asing, yang selama puluhan tahun diambil manfaat besarnya oleh pihak asing, seperti Freeport, Blok Rokan, dan Newmont. Alhamdulillah, semua itu bisa kita ambil alih kembali," ujar Jokowi.
Saat ini 51 persen saham PT Freeport Indonesia (PTFI) telah dimiliki pemerintah melalui BUMN PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), diambil alih dari perusahaan asal Amerika Serikat, Freeport McMoRan.
Sementara untuk Blok Rokan di Riau, pengelolaannya telah beralih ke PT Pertamina (Persero) dari sebelumnya perusahaan migas asal Amerika Serikat, PT Chevron Pacific Indonesia.
Serta PT Newmont Nusa Tenggara yang kini berubah nama menjadi PT Amman Mineral Internasional (AMNT), telah diambil alih melalui perusahaan swasta Indonesia yakni Medco Energy (MEDC).
Jokowi menuturkan, pengambilalihan aset sektor pertambangan dari perusahaan asing dikarenakan dirinya ingin kekayaan alam Indonesia dapat dikelola sebesar-besarnya untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat.
"Kita ingin kekayaan yang ada di negeri ini, anugerah Allah SWT untuk negeri ini, dapat dikelola sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat, dapat dimanfaatkan semaksimalnya untuk kesejahteraan rakyat," kata dia.
Kepala Negara menyebut aset yang telah diambil alih dari asing yakni PT Freeport Indonesia (PTFI), Blok Rokan, serta PT Newmont Nusa Tenggara. Halaman all [378] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memamerkan sejumlah kinerja di bawah pemerintahannya selama 10 tahun terakhir, alias sejak 2014-2024. Salah satunya berhasil mengambil alih aset sektor pertambangan yang dikelola oleh perusahaan asing.
Hal itu diungkapkan Jokowi saat menyampaikan pidato kenegaraan terakhirnya dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (16/8/2024).
Kepala Negara menyebut aset yang telah diambil alih dari asing yakni PT Freeport Indonesia (PTFI), Blok Rokan, serta PT Newmont Nusa Tenggara.
DOK. Humas Pertamina Blok Rokan menjadi salah satu simbol kebangkitan nasional untuk mewujudkan ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan energi nasional
"Kita juga telah mengambil kembali aset kita yang selama puluhan tahun dikelola oleh pihak asing, yang selama puluhan tahun diambil manfaat besarnya oleh pihak asing, seperti Freeport, Blok Rokan, dan Newmont. Alhamdulillah, semua itu bisa kita ambil alih kembali," ujar Jokowi.
Saat ini 51 persen saham PT Freeport Indonesia (PTFI) telah dimiliki pemerintah melalui BUMN PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), diambil alih dari perusahaan asal Amerika Serikat, Freeport McMoRan.
Sementara untuk Blok Rokan di Riau, pengelolaannya telah beralih ke PT Pertamina (Persero) dari sebelumnya perusahaan migas asal Amerika Serikat, PT Chevron Pacific Indonesia.
Serta PT Newmont Nusa Tenggara yang kini berubah nama menjadi PT Amman Mineral Internasional (AMNT), telah diambil alih melalui perusahaan swasta Indonesia yakni Medco Energy (MEDC).
Jokowi menuturkan, pengambilalihan aset sektor pertambangan dari perusahaan asing dikarenakan dirinya ingin kekayaan alam Indonesia dapat dikelola sebesar-besarnya untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat.
"Kita ingin kekayaan yang ada di negeri ini, anugerah Allah SWT untuk negeri ini, dapat dikelola sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat, dapat dimanfaatkan semaksimalnya untuk kesejahteraan rakyat," kata dia.
Kepala Negara menyebut aset yang telah diambil alih dari asing yakni PT Freeport Indonesia (PTFI), Blok Rokan, serta PT Newmont Nusa Tenggara. Halaman all [378] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memamerkan sejumlah kinerja di bawah pemerintahannya selama 10 tahun terakhir, alias sejak 2014-2024. Salah satunya berhasil mengambil alih aset sektor pertambangan yang dikelola oleh perusahaan asing.
Hal itu diungkapkan Jokowi saat menyampaikan pidato kenegaraan terakhirnya dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (16/8/2024).
Kepala Negara menyebut aset yang telah diambil alih dari asing yakni PT Freeport Indonesia (PTFI), Blok Rokan, serta PT Newmont Nusa Tenggara.
DOK. Humas Pertamina Blok Rokan menjadi salah satu simbol kebangkitan nasional untuk mewujudkan ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan energi nasional
"Kita juga telah mengambil kembali aset kita yang selama puluhan tahun dikelola oleh pihak asing, yang selama puluhan tahun diambil manfaat besarnya oleh pihak asing, seperti Freeport, Blok Rokan, dan Newmont. Alhamdulillah, semua itu bisa kita ambil alih kembali," ujar Jokowi.
Saat ini 51 persen saham PT Freeport Indonesia (PTFI) telah dimiliki pemerintah melalui BUMN PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), diambil alih dari perusahaan asal Amerika Serikat, Freeport McMoRan.
Sementara untuk Blok Rokan di Riau, pengelolaannya telah beralih ke PT Pertamina (Persero) dari sebelumnya perusahaan migas asal Amerika Serikat, PT Chevron Pacific Indonesia.
Serta PT Newmont Nusa Tenggara yang kini berubah nama menjadi PT Amman Mineral Internasional (AMNT), telah diambil alih melalui perusahaan swasta Indonesia yakni Medco Energy (MEDC).
Jokowi menuturkan, pengambilalihan aset sektor pertambangan dari perusahaan asing dikarenakan dirinya ingin kekayaan alam Indonesia dapat dikelola sebesar-besarnya untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat.
"Kita ingin kekayaan yang ada di negeri ini, anugerah Allah SWT untuk negeri ini, dapat dikelola sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat, dapat dimanfaatkan semaksimalnya untuk kesejahteraan rakyat," kata dia.
Jokowi memamerkan capaiannya berhasil merebut kembali aset yang sebelumnya dikelola pihak asing seperti Freeport, Blok Rokan dan Newmont. [343] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memamerkan capaiannya berhasil merebut kembali aset sumber daya alam milik Indonesia yang selama ini dikelola pihak asing.
Jokowi menyebut yang sebelumnya dikelola asing dan berhasil diambil alih kembali oleh negara seperti Freeport hingga Newmont.
"Kita juga telah mengambil kembali aset kita yang selama puluhan tahun dikelola oleh pihak asing, yang selama puluhan tahun diambil manfaat besarnya oleh pihak asing, seperti Freeport, Blok Rokan, dan Newmont. Alhamdulillah semua itu bisa kita ambil alih kembali," kata Jokowi pada Pidato Kenegaraan di Sidang Tahunan MPR RI di Kompleks Senayan DPR RI pada Jumat (16/8/2024).
Presiden RI ke-7 itu menginginkan kekayaan yang ada di Tanah Air yang merupakan anugerah untuk negeri yang dapat dikelola sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat dan dimanfaatkan semaksimalnya untuk kesejahteraan rakyat.
Tak hanya itu, Jokowi juga memamerkan capaian hilirisasi dari sektor mineral melalui pembangunan smelter dan industri pengolahan untuk nikel, bauksit, dan tembaga yang membuka lebih dari 200.000 lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan negara Rp158 triliun selama 8 tahun ini.
Di sisi lain, Jokowi mengingatkan terkait masa depan dunia yang mengarah ke ekonomi hijau. Sebab, Indonesia juga tidak ingin kehilangan momentum karena memiliki potensi besar di sektor energi hijau, yaitu sekitar lebih dari 3.600 GW, baik dari energi air, angin, matahari, panas bumi, gelombang laut, dan bioenergi.
"Kita terus konsisten mengambil bagian dalam langkah dunia melakukan transisi energi secara hati-hati dan bertahap. Transisi energi yang ingin kita wujudkan adalah transisi," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Puan Maharani mengatakan pembangunan nasional ke depan, memiliki sejumlah agenda strategis.
"Kita perlu mempersiapkan dan memperkuat Sumber Daya Manusia Indonesia yang siap menghadapi perkembangan zaman yang ditandai dengan kemajuan teknologi, persaingan global, ekonomi digital, ekonomi disruptif, generasi muda yang terus bertumbuh dengan karakternya," terangnya.
Puan menilai Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia sudah tangguh dan akan menjadi penggerak kemajuan Indonesia.
"Ke depan kita juga harus memiliki pilar Perekonomian nasional yang semakin kuat, hilirisasi tidak hanya terbatas pada mineral, hilirisasi pertanian, perikanan, perkebunan, dan lain sebagainya sehingga perekonomian nasional semakin berkualitas dan inklusif," ujarnya.
Presiden Jokowi menegaskan pengelolaan kekayaan alam Indonesia harus dilakukan dalam negeri. Ia ambil alih aset asing untuk kesejahteraan rakyat. [226] url asal
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, dirinya ingin kekayaan alam Indonesia di kelola di dalam negeri. Oleh karena itu, pihaknya mengambil alih aset-aset yang puluhan tahun dikelola asing.
Jokowi menyebut, aset tersebut seperti Freeport, Blok Rokan hingga Newmont.
"Kita ingin kekayaan yang ada di negeri ini, anugerah Allah SWT untuk negeri ini, dapat dikelola sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat, dapat dimanfaatkan semaksimalnya untuk kesejahteraan rakyat," kata Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR RI di Gedung DPR/ MPR, Jakarta, Jumat (16/8/2024).
"Oleh sebab itu, kita juga telah mengambil kembali aset kita yang selama puluhan tahun dikelola oleh pihak asing, yang selama puluhan tahun diambil manfaat besarnya oleh pihak asing, seperti Freeport, Blok Rokan, dan Newmont. Alhamdulillah, semua itu bisa kita ambil alih kembali," sambungnya.
Jokowi juga mengatakan, dunia saat ini sedang mengarah ke ekonomi hijau. Dia mengatakan, Indonesia tak ingin ketinggalan mengingat Indonesia memiliki potensi yang besar di sektor energi hijau.
"Selain itu, di saat dunia mulai mengarahkan masa depannya ke ekonomi hijau, Indonesia juga tidak ingin kehilangan momentum karena Indonesia memiliki potensi besar di sektor energi hijau, yaitu sekitar lebih dari 3.600 GW, baik dari energi air, angin, matahari, panas bumi, gelombang laut, dan bio energi. Kita terus konsisten mengambil bagian dalam langkah dunia melakukan transisi energi secara hati-hati dan bertahap. Transisi energi yang ingin kita wujudkan adalah transisi," terangnya.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memamerkan keberhasilannya merebut kembali aset negara dari asing, seperti Freeport hingga Blok Rokan.
Ia menegaskan kekayaan yang ada merupakan anugerah Allah SWT untuk Indonesia. Oleh karena itu, aset berharga itu harus dikelola sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.
"Kita telah mengambil kembali aset kita yang selama puluhan tahun dikelola oleh pihak asing, yang selama puluhan tahun diambil manfaat besarnya oleh pihak asing, seperti Freeport, Blok Rokan, dan Newmont," kata Jokowi dalam Pidato Kenegaraan Presiden di Sidang Tahunan MPR RI 2024, Jakarta Pusat, Jumat (16/8).
"Alhamdulillah, semua itu bisa kita ambil alih kembali," tegasnya bangga.
Jokowi menekankan seluruh aset negara tersebut harus bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin. Ia ingin semuanya bisa dirasakan oleh rakyat Indonesia.
Di lain sisi, Jokowi mengeklaim hilirisasi Indonesia sukses besar. Ini merupakan program yang selalu dibanggakan sang Kepala Negara selama menjabat.
"Walau banyak negara lain menggugat, menentang, bahkan berusaha menggagalkan, tapi kita sebagai bangsa yang berdaulat, sebagai bangsa yang besar, kita tidak goyah, bahkan terus maju melangkah," tuturnya.
"Alhamdulillah, sampai saat ini telah terbangun smelter dan industri pengolahan untuk nikel, bauksit, dan tembaga yang membuka lebih dari 200 ribu lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan negara Rp158 triliun selama 8 tahun ini," imbuh Jokowi.
Jokowi merinci langkah awal hilirisasi dimulai dari beberapa bahan mentah, seperti nikel, bauksit, dan tembaga. Proses ini bakal dilanjutkan dengan timah, bahkan, hilirisasi menyasar sektor potensial lain, seperti perkebunan, pertanian, dan kelautan.