KONTAN.CO.ID - HONG KONG. China telah menyetujui pemisahan unit asuransi yang akan didirikan oleh BNP Paribas dan Prudential Financial. Regulator pada Jumat (18/10) mengatakan ingin lebih membuka pasar asuransi terbesar kedua di dunia bagi perusahaan asing.
"China's National Financial Regulatory Administration alias Badan Regulasi Keuangan Nasional China (NFRA) telah menyetujui pembentukan usaha patungan antara BNP dan Volkswagen Financial Services," kata Li Yunze, kepala regulator di sebuah forum keuangan di Beijing.
Prudential Financial yang berbasis di AS juga telah diizinkan untuk mendirikan perusahaan manajemen aset asuransi di Beijing. "Selanjutnya, kami akan mendukung keterbukaan keuangan Beijing seperti biasa," tambah Li.
Asuransi telah menjadi salah satu sektor keuangan dengan pertumbuhan tercepat di China. Total aset asuransi di China mencapai US$ 4,2 triliun pada akhir tahun 2023, kedua terbesar setelah Amerika Serikat.
Secara terpisah, regulator sekuritas China pada forum yang sama mengatakan, pihaknya mendorong lembaga asing untuk berinvestasi dan berbisnis di negara tersebut.
Bisnis.com, JAKARTA - Produk reksa dana baru, yaitu BNP Paribas DJIM Global Technology TITANS 50 Syariah USD (BNPP Global Tech Titans) resmi diluncurkan pada Selasa (13/8/2024).
Reksa dana baru tersebut merupakan kolaborasi antara PT Bank HSBC Indonesia bersama PT BNP Paribas Asset Management.
BNPP Global Tech Titans memiliki fokus investasi pada perusahaan raksasa teknologi di dunia, dengan tetap memegang prinsip investasi syariah.
Wealth and Personal Banking Director, HSBC Indonesia, Lanny Hendra mengatakan produk yang diluncurkan ini akan menjadi pilihan bagi nasabah di sektor teknologi global, khususnya dalam bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligent/Al) dan otomasi, dengan tetap berpegang pada prinsip investasi syariah.
Dia mengatakan tentu memiliki target, dan mengharapkan reksa dana baru ini bisa terus bertumbuh dengan persentase yang besar.
"Saya pikir untuk sales kita cukup kencang lah ya, kalau produk baru, tema baru kan at least 20-30% contribution should come from this product," katanya, saat ditanyai awak media, saat peluncuran reksa dana baru tersebut di World Trade Center 3, Jakarta, pada Selasa (13/8/2024).
Presiden Direktur PT BNP Paribas Asset Management, Maya Kamdani mengatakan reksa dana baru tersebut akan menjadi solusi investasi jangka panjang yang mampu melengkapi kebutuhan nasabah.
"Kami menawarkan tema teknologi global melalui reksa dana indeks untuk memberikan transparansi dan mudah dipantau oleh investor, serta penyertaan konstituen yang representatif di tengah dinamika sektor teknologi," ucapnya.
Sementara, Lanny menambahkan bahwa nasabah HSBC Premier dapat membeli reksa dana BNPP Global Tech Titans ini dengan minimum penempatan dana sebesar US$10.000.
"Dapat diperoleh di seluruh cabang HSBC Indonesia dengan bantuan Relationship Manager. Saluran lainnya adalah melalui aplikasi HSBC Indonesia Mobile Banking yang kini telah dilengkapi dengan fitur pembukaan rekening investasi secara online," ujarnya.
Untuk diketahui, BNPP Global Tech Titans merupakan reksa dana indeks saham yang menawarkan investor akses ke 50 perusahaan teknologi terbesar di dunia.
Reksa dana ini mereplikasi kinerja indeks Dow Jones Islamic Market Global Technology Titan 50, yang bertujuan untuk menangkap eksposur ke sektor teknologi global yang sedang berkembang pesat, sehingga dapat membantu investor untuk diversifikasi portofolio investasi mereka.
BNP Paribas menekankan, investasi berkelanjutan dan berbasis ESG memiliki kriteria pengukuran yang berbeda dibanding produk investasi tradisional. [480] url asal
PT BNP Paribas Asset Management menyatakan sebagian besar masyarakat di Indonesia masih menilai tingkat pengembalian (return) produk investasi berbasis Environment, Social and Governance (ESG) dan berkelanjutan tidak sebaik investasi tradisional.
“Cara pandang tersebut perlu diubah,” kata CEO BNP Paribas Asset Management, Maya Kamdani, dalam sesi one on one Sustainability Action for Future Economy (SAFE) 2024 bertajuk ESG-Based Investments: Securing a Sustainable Future, Jakarta, Kamis (8/8).
Menurut Maya, produk investasi berbasis ESG dan berkelanjutan tidak bisa disamakan dengan investasi tradisional. Sebab, kedua produk investasi tersebut memiliki kriteria pengukuran yang berbeda. Maya menyebutkan hasil studi Morningstar tahun 2023 yang menemukan bahwa dalam jangka pendek atau kurang dari setahun tingkat pengembalian investasi berbasis ESG memang kalah dibandingkan dengan produk investasi konvensional. Tapi, bila ditarik periode yang lebih panjang, misalnya 3-5 tahun atau lebih, maka return produk investasi berbasis ESG akan lebih tinggi dibanding investasi tradisional.
Oleh karena itu, cara pandang terhadap investasi berbasis ESG dan berkelanjutan perlu ikut diubah. “Investasi berbasis ESG bisa dilihat sebagai alat bantu memitigasi risiko, agar misalnya risiko kontroversinya minim,” ujar Maya.
BNP Paribas Asset Management meluncurkan reksadana BNP Paribas Indonesia ESG Equity. BNP Paribas Indonesia ESG Equity merupakan reksa dana berbasis ESG ke empat yang diluncurkan perusahaan manajer investasi ini.
Investasi tersebut ditujukan untuk mendorong partisipasi investor menuju sistem perekonomian yang berkelanjutan dan inklusif. Sekaligus mendukung program pemerintah untuk mencapai sustainable development goals atau SDGs.
Proses pemilihan investasi yang digunakan dalam BNP Paribas Indonesia ESG Equity merujuk kepada prinsip dan pedoman integrasi ESG global perusahaan. Yang mana, tim manajer investasi akan mengintegrasikan pertimbangan faktor-faktor ESG yang relevan ke dalam pengambilan keputusan investasi mereka.
Maya berpendapat, tantangan utama di dalam mensosialisasikan investasi berbasis ESG dan berkelanjutan adalah kesadaran publik. “Sekalipun sebuah perusahaan memiliki produk investasi ESG yang sangat bagus tapi pihak investor tidak aware, akan tetap susah pemasarannya,” katanya.
Sejauh ini, BNP Paribas Indonesia ESG Equity cenderung menempatkan investasinya pada saham-saham dari emiten yang memiliki kepedulian tinggi dan menerapkan praktik baik pada aspek lingkungan, sosial dan tata kelola. Tak seperti produk ESG lain, BNP memaparkan hasil pengukuran ini secara transparan dan berkala yang tercantum dalam lembar fakta.
BNP Paribas Indonesia ESG Equity merupakan reksa dana ke empat yang mengusung tema keberlanjutan. BNP Paribas AM menjadi produksi investasi pertama di industri dalam memperkenalkan kombinasi integrasi ESG dengan prinsip syariah pada 2016.
Diskusi seputar investasi berkelanjutan di dalam Katadata SAFE 2024 yang dihelat pada 7-8 Agustus 2024 ini berlangsung di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta. SAFE 2024 menjadi konferensi kelima yang melibatkan 50 pembicara di berbagai bidang keberlanjutan. Acara ini juga menyajikan enam sesi lokakarya dan klink pelatihan oleh Kadin hingga Association of Carbon Emission Experts Indonesia.
Katadata SAFE 2024 turut menyajikan pameran ekonomi sirkular, pameran pekerjaan hijau, promosi perusahaan rintisan hijau, dan pameran kendaraan listrik. Ada pula Malam Penghargaan Katadata ESG Index 2024, penghargaan ini sebelumnya bernama Katadata Corporate Sustainable Index digelar sejak 2021.
BNP Paribas Asset Management menyatakan terdapat sejumlah tantangan dalam mengembangkan investasi berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) di pasar Indonesia. [261] url asal
BNP Paribas Asset Management menyatakan terdapat sejumlah tantangan dalam mengembangkan investasi berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) di pasar Indonesia. CEO BNP Paribas Asset Management Maya Kamdani menyampaikan tiga tantangan utama yang menjadi fokus perhatian serta strategi perusahaan dalam mengimplementasikan investasi berkelanjutan tersebut.
Pertama, awareness atau kesadaran akan prinsip-prinsip ESG. Maya menjelaskan jika investor tidak menyadari apa itu ESG dan maksud dari penerapan tersebut, akan ada kesulitan untuk menyampaikan dari awal mengenai ESG.
Kedua, mindset atau cara pandang investor. Maya menyebut jika saat ini banyak orang yang menganggap investasi berbasis ESG cenderung memberikan return yang lebih rendah dibandingkan investasi tradisional.
"Mindset ini perlu diubah. Kami percaya bahwa ESG seharusnya dilihat sebagai alat manajemen risiko jangka panjang," kata Maya dalam acara Katadata SAFE, Kamis (8/8).
Tantangan ketiga yakni standarisasi produk ESG. Di pasar yang semakin berkembang, terdapat berbagai pendekatan dalam penerapan ESG di perusahaan-perusahaan yang berbeda.
"Standarisasi sangat dibutuhkan agar penerapan prinsip ESG seragam di masing-masing perusahaan, sehingga investor tidak kebingungan dalam memilih produk investasi berbasis ESG yang tepat," kata Maya.
Ketidakjelasan dan perbedaan dalam penerapan ESG dapat membuat investor ragu dan menghambat pertumbuhan sektor ini. Namun demikian, Maya mengatakan jika BNP Paribas Asset Management berkomitmen untuk menghadapi berbagai tantangan ini dengan melakukan edukasi kepada masyarakat dan investor mengenai pentingnya prinsip ESG.
Perusahaan juga berupaya untuk menciptakan produk-produk investasi yang lebih terstandarisasi, sehingga dapat memberikan kejelasan dan kepercayaan kepada investor.
Meskipun tantangan yang dihadapi cukup besar, upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak yang positif bagi masa depan investasi di Indonesia dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan.
Dilihat dari kepemilikannya, bank umum di Indonesia ada bermacam-macam jenisnya. Salah satunya adalah bank umum milik campuran. Bank ini dapat dikategorikan sebagai bank asing.
Simak artikel ini untuk mengetahui contoh bank umum milik campuran di Indonesia. Sebelum itu, ketahui juga pengertian dari bank umum milik campuran, lengkap dengan jenis-jenis bank asing.
Pengertian Bank Umum Milik Campuran
Secara sederhana, bank umum milik campuran adalah bank yang kepemilikannya merupakan gabungan atau joint venture dari pihak asing dan Indonesia. Bank ini sering disebut dengan bank campuran.
Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, bank campuran adalah bank umum yang didirikan bersama oleh satu atau lebih bank umum yang berkedudukan di Indonesia dan didirikan oleh warga negara Indonesia dan/atau badan hukum Indonesia. Bank campuran dimiliki sepenuhnya oleh warga negara Indonesia, dengan satu atau lebih bank yang berkedudukan di luar negeri.
Syarat mengenai pendirian bank umum milik campuran ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 1998 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 1992 Tentang Bank Umum Sebagaimana Telah Beberapa Kali Diubah Terakhir Dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 1998.
Bank umum termasuk bank campuran harus didirikan dengan modal sekurang-kurangnya sebesar Rp 3.000.000.000.000,00 (tiga triliun rupiah). Sementara mengenai penyertaan modal, berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 12/POJK.03/2021 Tentang Bank Umum, pihak bank yang berkedudukan di luar negeri dalam pendirian bank campuran ditetapkan maksimal 99% dari modal yang disetor.
Contoh Bank Umum Milik Campuran
Dikutip dari buku Bank & Lembaga Keuangan Modern Lainnya (2020) oleh Syafril, SE, MM, contoh bank umum milik campuran di indonesia antara lain Bank BNP Paribas Indonesia, Bank DBS Indonesia, Bank China Construction Bank Indonesia, dan Bank Resona Perdania.
1. BNP Paribas Indonesia
Dikutip dari situs resmi BNP Paribas, bank ini berasal dari Prancis dan merupakan bank terkemuka di Uni Eropa. BNP Paribas tersebar di 63 negara di seluruh dunia. Dari laman OJK, saham BNP Paribas Indonesia dipegang oleh BNP Paribas SA sebanyak 74%, BNP Paribas Securities Pte. Ltd sebanyak 25%, dan PT. Andalan Multi Guna sebanyak 1%.
2. Bank DBS Indonesia
Dikutip dari situs resminya, DBS adalah grup jasa keuangan asal Singapura. Bank ini terkemuka di Asia dan tersebar di 19 negara. Saham bank ini dimiliki oleh DBS Bank Ltd sebesar 99% dan PT Bank Central Asia, Tbk sebesar 1%.
3. Bank China Construction Bank Indonesia
PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk adalah bank campuran yang merupakan merger dari Bank Windu Kentjana International dan PT Bank Antardaerah (Bank Anda) pada 30 November 2016.
Dalam situs resminya, Saham Bank China Construction Bank Indonesia dimiliki oleh China Construction Bank Corporation sebanyak 60,00%, UOB Kay Hian Pte Ltd sebanyak 8,21%, Johnny Wiraatmadja sebanyak 6,94%, dan saham publik sebanyak 24,85%.
4. Bank Resona Perdania
Dilansir dari situs Bank Resona Perdania, bank ini didirikan pada tanggal 15 Februari 1956. Bank Resona Perdania adalah bank joint venture dari beberapa perusahaan dari Jepang dan Indonesia. Pemilik sahamnya antara lain Resona Bank Ltd, The Bank of Yokohama Ltd, JAFCO Group Co Ltd, dan PT Resona Indonesia Finance.
Jenis-jenis Bank Asing
Dalam buku Perbankan: Seri Literasi Keuangan Perguruan Tinggi (2016) yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bank umum milik campuran termasuk dalam bagian bank milik asing. Ada tiga jenis bank asing, yakni sebagai berikut:
Bank campuran, yaitu bank yang sahamnya terdiri dari pihak lokal dan pihak asing.
Bank nasional yang dikendalikan oleh pihak asing, seperti Bank Danamon, Bank Permata, Bank CIMB Niaga.
Kantor cabang bank asing, yakni kantor bank di Indonesia yang merupakan cabang dari bank yang berpusat di luar negeri, baik milik swasta asing atau pemerintah asing. Misalnya Bank Mizuho, Bank ICBC, dan Bank Commonwealth.
Nah, itulah tadi beberapa contoh bank umum milik campuran di Indonesia, lengkap dengan pengertian bank campuran dan jenis-jenis bank asing.