Jakarta: Airlangga Hartarto memutuskan mundur sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar. Dalam pidato pengunduran dirinya, Airlangga menyinggung prestasi partai berlogo pohon beringin di Pemilu 2024.
Pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024, Airlangga menyebut Golkar berhasil meraih 102 kursi di DPR. Capaian itu juga diikuti di DPRD tingkat provinsi dan kabupaten kota.
"Selama 60 tahun kita telah membuktikan semua itu di dalam Pemilu Legislatif 2024, kita telah bersama-sama menaikkan pencapaian partai kita dengan merebut 102 kursi DPR RI, serta ratusan bahkan ribuan kursi parlemen di berbagai tingkat pemerintahan dari Sabang sampai Merauke," kata Airlangga melalui keterangan video, Minggu, 11 Agustus 2024. Menurut Airlangga, capaian itu tak lepas dari tekad dan kerja keras kader. Capaian itu tentunya jadi kebanggaan.
"Dengan keringat bersama serta dengan tekad bersama partai Golkar berhasil melakukan transformasi, menjadikan dirinya sebagai kebanggaan seluruh kader kita," ujar Airlangga.
Sedangkan di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, Golkar dinilai berperan dalam memenangkan pasangan calon (paslon) Prabowo Subinto dan Gibran Rakabuming Raka (Prabowo-Gibran). Bahkan, Airlangga mengklaim kontribusi Golkar cukup besar.
"Dalam Pilpres lalu, kita juga berhasil memberi kontribusi besar dalam kemenangan pasangan Bapak Prabowo Subianto dan Mas Gibran Rakabuming Raka," sebut dia.
Airlangga mengatakan Prabowo dan Gibran akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan negara. Kepemimpinan keduanya diyakini makin memajukan bangsa.
"Mereka akan melanjutkan kepemimpinan negara untuk semakin mempercepat lagi langkah kita dalam memajukan seluruh bangsa Indonesia," ucap Airlangga.
PT Pegadaian mencatatkan kinerja positif pada semester I tahun 2024 dengan mencetak laba bersih sebesar Rp 2,9 triliun. Pencapaian ini tumbuh 37,9% dibandingkan periode yang sama tahun 2023 sebesar Rp 2,1 triliun.
Adapun peningkatan ini didukung oleh Pendapatan Usaha Perusahaan yang mengalami kenaikan 35,86% secara Year on Year (YoY) dari Rp 11,83 triliun per 30 Juni 2023 menjadi Rp 16,08 triliun sampai dengan Juni 2024. Sementara aset Pegadaian pada semester I 2024 tercatat sebesar Rp 93,6 triliun, atau naik 13,3 % dari Desember 2023 sebesar Rp 82,6 triliun.
"Alhamdulillah, di tengah tahun 2024 ini Pegadaian berhasil menorehkan kinerja yang positif. Pencapaian ini tentu berkat kerja keras dan kegigihan seluruh Insan Pegadaian yang diberikan kepada perusahaan dan service excellence kepada seluruh nasabah, serta dukungan holding ultra mikro BRI dan PNM. Kami juga berterima kasih kepada seluruh Sahabat Pegadaian (nasabah) atas kepercayaannya menggunakan seluruh produk dan layanan Pegadaian," ujar Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan dalam keterangan tertulis, Selasa (30/7/2024).
Damar menjelaskan pertumbuhan kinerja perusahaan juga didorong oleh peningkatan jumlah nasabah Pegadaian sebesar 9,14&, dari 22,8 juta orang pada Juni 2023 menjadi 24,9 juta orang pada Juni 2024.
Tak hanya itu, outstanding pinjaman tumbuh 22,5% dari Rp 62,9 triliun pada Juni 2023 menjadi Rp 77 triliun di Juni 2024. Sementara Non Performing Loan (NPL) dapat ditekan di angka 1,01% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 1,55%.
Lebih lanjut, Damar mengungkapkan hadirnya Pegadaian, PNM dan BRI sebagai induk Holding Ultra Mikro (Holding UMi) membawa angin segar pada ekonomi Indonesia, khususnya UMKM. Tercatat hingga tahun 2023, jumlah UMKM yang belum memperoleh akses ke sumber pendanaan formal menurun menjadi 17% dari total UMKM yang sebelumnya berjumlah 66,7% di tahun 2021.
Damar mengatakan Pegadaian terus berupaya memberikan produk dan layanan terbaik bagi masyarakat, serta menghasilkan kinerja terbaik. Saat ini, Pegadaian juga mengembangkan ekosistem emas untuk terwujudnya visi perusahaan dan mendukung pemerintah mencapai Indonesia Emas 2025.
"Kami berharap, Pegadaian dapat memenuhi kebutuhan masyarakat tidak hanya melalui gadai, namun pembiayaan dan produk investasi Pegadaian. Sebagai market leader di industri pergadaian, kami tentu berupaya untuk melakukan peningkatan dan pengembangan terhadap bisnis dan digitalisasi sehingga dapat mencapai visi perusahaan sebagai The Most Valuable Financial Company di Indonesia dan agen inklusi keuangan pilihan utama masyarakat," pungkas Damar.