KOMPAS.com - Terjadi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) selama 10 tahun terakhir.
Sejak menjabat 10 tahun terakhir, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berfokus pada pengembangan infrastruktur destinasi wisata, khususnya bagi lima destinasi super prioritas.
Pengembangan destinasi wisata Indonesia mengundang peningkatan kunjungan wisman dari tahun ke tahun.
Kunjungan wisman di 5 Tahun Pertama Jokowi
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisman pada 2014 tercatat 9,44 juta. Kala itu, targetnya adalah 9,5 juta kunjungan wisman dalam setahun.
Meski belum sepenuhnya tercapai, BPS mencatat, ada peningkatan kunjungan wisman dari 2013 ke 2014 sebesar 7,19 persen. Sebelumnya, hanya ada 8,8 juta kunjungan wisman pada 2013.
Tahun berikutnya, BPS mencatat adanya peningkatan kunjungan wisman sebesar 8,43 persen pada 2015.
Tercatat ada 10,23 juta kunjungan wisman pada 2015 yang mayoritas masuk ke Indonesia lewat pintu masuk Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Internasional Soekarno Hatta, dan pintu masuk Batam.
Kenaikan kunjungan wisman kembali terjadi pada 2016. Lagi-lagi, BPS mencatat adanya 11,52 juta kunjungan wisman pada 2016.
SHUTTERSTOCK/Elizaveta Galitckaia Ilustrasi turis mengunjungi Taman Tirta Gangga, BaliAdapun jumlah kunjungan wisman pada 2017 adalah 14,04 juta yang artinya naik sebesar 21,88 persen dari 2016.
Berlanjut pada 2018, BPS mencatat adanya 15,81 juta kunjungan wisman pada 2018. Naik 12,58 persen dari 2017.
Terakhir, peningkatan kunjungan wisman juga terjadi pada 2019 sebesar 1,88 persen. Ada 16,11 juta kunjungan wisman selama 2019.
Artinya, selama lima tahun ini, jumlah kunjungan wisman konsisten naik dan mencapai puncaknya pada 2019.
Namun demikian, peningkatan jumlah kunjungan wisman paling tinggi terjadi antara 2016-2017, seperti tabel berikut ini.
| Tahun | Jumlah kunjungan wisman | Peningkatan (%) |
| 2014 | 9,44 juta | 7,19 |
| 2015 | 10,23 juta | 8,43 |
| 2016 | 11,52 juta | 10,69 |
| 2017 | 14,04 juta | 21,88 |
| 2018 | 15,81 juta | 12,58 |
| 2019 | 16,11 juta | 1,88 |
Diterpa Pandemi Covid-19
SHUTTERSTOCK/chanchai duangdoosan Ilustrasi turis mengunjungi Pura Besakih, Bali. Kunjungan wisman melonjak 6.396 persen pada Juli 2022.
Merebaknya pandemi Covid-19 berdampak serius pada jumlah kunjungan wisman ke Indonesia.
Virus ini mulai mewabah di Indonesia pada Maret 2020. Hasilnya, sejumlah negara, termasuk Indonesia, mengeluarkan kebijakan pembatasan perlintasan ke luar negeri.
Hanya ada 4,05 juta kunjungan wisman pada 2020, seperti dilaporkan BPS. Artinya, penurunan kunjungan wisman mencapai 75 persen dibandingkan dengan 2019.
Pola kunjungannya pun berubah. Puncak kedatangan wisman yang biasa terjadi pada pertengahan tahun, justru hanya terjadi pada Januari ketika 2020.
Ada 1,29 juta kunjungan wisman pada Januari atau 31,84 persen dari total keseluruhan wisman yang berkunjung ke Indonesia pada 2020.
Masih terdampak pandemi Covid-19, jumlah kunjungan wisman anjlok ke angka 1,56 juta pada 2021.
BPS melaporkan penurunan 65 persen kunjungan wisman pada 2021 dibandingkan dengan 2020.
Empat pintu masuk udara, yakni Bandara Adi Sucipto, Bandara Minangkabau, Bandara Supadio, dan Bandara Hasanuddin, tidak menerima kunjungan wisman sepanjang 2021.
Pola kunjungan wisman selama Januari-September 2021 terlihat stabil, berkisar 100.000-140.000 kunjungan per bulan.
Mulai Pulih
Kompas.com/ Suci Wulandari Putri Menteri Pariwisata dah Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno saat ditemui awak media usai kegiatan The Final Episode of Weekly Brief with Sandi Uno di Balairung Soesilo Soedirman, Gedung Sapta Pesona Kemenparekraf, Jakarta Pusat, Senin (14/10/2024).
Ada 5,47 kunjungan wisman ke Indonesia pada 2022. Jumlahnya naik 251,28 persen daripada 2021.
Selain pelonggaran berwisata dari sejumlah negara, pariwisata Indonesia selama 2022 juga didukung oleh banyaknya momentum yang membantu peningkatan kunjungan wisman.
Misalnya, MotoGP 2022 di Mandalika, World Tourism Day 2022, sampai rangkaian acara KTT G20.
Wajah pariwisata Indonesia juga semakin diakui positif oleh dunia. Terlihat dari sejumlah penghargaan yang berhasil dimenangi, di antaranya adalah World’s Best Awards 2022, The Greatest Place 2022 yang diraih Bali, dan diakuinya wisata edukasi Geopark Maros Pangkep oleh UNESCO.
Pada 2023, angka kunjungan wisman kembali naik dan mendekati angka kunjungan sebelum pandemi Covid-19. BPS mencatat Indonesia kedatangan 11,67 wisman selama 2023.
Jumlah tersebut menunjukkan adanya peningkatan 98,30 persen dibandingkan dengan 2022.
Sejumlah event olahraga sampai konser hiburan, disebut menjadi pemicu naiknya kunjungan wisman. Ada Indonesia Open 2023, Piala Dunia Basket 2023, MotoGP 2023, Westlife, Blackpink, NCT Dream, dan Suga BTS.
Sementara pada 2024, total kunjungan wisman adalah 9.09 juta sampai Agustus 2024. Kenaikan kunjungan wisman terlihat setiap bulan sepanjang Januari-Agustus 2024. Terakhir, ada 1,33 juta kunjungan wisman pada Agustus 2024.
Artinya, ada kenaikan 20,38 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun lalu.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno optimistis target batas atas 14,3 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada akhir 2024 bisa tercapai, dan bahkan bisa terlewati.
"Sembilan juta (jumlah kunjungan wisman per Agustus 2024) ini sebuah prestasi dan saya optimistis kita melewati batas atas 14,3 juta. Bismillah, ini akan terlewati," kata Sandiaga saat ditemui awak media di gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (7/10/2024).
Kendati demikian, katanya, situasi geopolitik dunia dan ketegangan yang saat ini terjadi di Timur Tengah harus diwaspadai. Sebab, situasi tersebut berdampak pada alur penerbangan dunia.