#30 tag 24jam
3 Tahun Holding UMi, BRI Group Layani 176 Juta Nasabah Simpanan
BRI, Pegadaian, dan PNM melayani lebih dari 176 juta nasabah simpanan dan 36,1 juta nasabah pinjaman/debitur, dengan total penyaluran lebih dari Rp622,3 triliun [612] url asal
#brandnewsroom #bnr #bri #holding-umi #umkm #ultra-mikro
(CNN Indonesia - Ekonomi) 13/09/24 12:18
v/14989940/
Holding Ultra Mikro (UMi) yang terdiri dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mencatatkan pelayanan terhadap lebih dari 176 juta nasabah simpanan dan 36,1 juta nasabah pinjaman/debitur, dengan total penyaluran pembiayaan lebih dari Rp622,3 triliun pada usia ketiga tahun.
Direktur Utama BRI, Sunarso menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak dalam perjalanan Holding UMi selama tiga tahun terakhir.
"Kami berterima kasih kepada Presiden RI Bapak Joko Widodo, Kementerian BUMN RI, regulator, seluruh nasabah dan masyarakat yang telah menjadi bagian dari perjalanan kami. Tiga tahun ini merupakan awal dari langkah panjang kami untuk terus meningkatkan inklusi keuangan dan memberdayakan pelaku usaha ultra mikro di Indonesia," kata Sunarso.
Ke depannya, Sunarso menegaskan bahwa BRI akan terus berinovasi dan berkolaborasi menciptakan layanan keuangan yang lebih inklusif, mudah diakses, dan berkelanjutan.
"Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat membantu mewujudkan visi pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas," katanya.
Pada kesempatan berbeda, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan, keberadaan Holding UMi sejak 2021 merupakan upaya Kementerian BUMN membentuk ekosistem antara BRI, Pegadaian dan PNM guna meningkatkan daya saing UMKM.
Erick mengatakan, BUMN dan UMKM harus terus berkolaborasi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Dirinya menyebut, Holding UMi tak akan berhenti melayani pelaku usaha ultra mikro dan UMKM, sejalan dengan komitmen keberpihakan terhadap pelaku usaha ultra mikro dan UMKM.
"Dengan jumlah UMKM yang mencapai 65 juta, kontribusinya tidak main-main bagi ekonomi Indonesia dengan menyumbang 61 persen dari PDB, dan 97 persen penyerapan tenaga kerja pun berasal dari UMKM," ujar Erick.
4 Capaian Holding UMi pada 2021-2024
Menginjak usia ketiga tahun, berikut adalah sejumlah capaian BRI, Pegadaian, dan PNM yang tergabung sebagai Holding UMi:
Perluasan Akses Pembiayaan
Dalam tiga tahun, Holding UMi berhasil membuka akses layanan perbankan formal bagi pelaku usaha ultra mikro. Saat ini, ekosistem UMi memiliki lebih dari 36,1 juta nasabah pinjaman/debitur, yang terdiri dari 13,4 juta debitur mikro BRI, 15 juta debitur wanita PNM, dan 7,7 debitur gadai Pegadaian.
Keberhasilan ini adalah hasil dari strategi kolaboratif yang memadukan kekuatan BRI dalam perbankan mikro, keahlian Pegadaian dalam layanan gadai, dan pengalaman PNM dalam pendampingan usaha mikro.
Peningkatan Inklusi Keuangan
Sebagai upaya akselerasi inklusi keuangan di Indonesia, Holding UMi mengadakan inovasi berupa pengembangan layanan keuangan, yang bertujuan memudahkan akses bagi masyarakat yang tidak memiliki akses layanan perbankan.
Hingga saat ini, jumlah nasabah simpanan mikro mencapai 176 juta, dengan volume simpanan sebesar Rp313,9 triliun. Selain tabungan, masyarakat juga menikmati layanan 15,2 juta polis micro insurance, 3,1 juta nasabah tabungan emas serta 35,2 juta user super apps BRImo. Inisiatif tersebut diyakini mendorong peningkatan inklusi keuangan, terutama di daerah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal).
Menghadirkan 1.025 Co-Location Senyum
Selama tiga tahun, Holding UMi memperkuat sinergi untuk menciptakan ekosistem layanan keuangan yang terpadu dan berkelanjutan melalui berbagai inisiatif, termasuk Sinergi Layanan Terintegrasi atau biasa disebut co-location Senyum (Sentra Layanan Ultra Mikro).
Co-location Senyum ini telah diimplementasikan di 1.025 titik, dengan tujuan mempermudah nasabah mengakses berbagai produk dan layanan dari BRI, Pegadaian, dan PNM dari satu tempat.
Ekosistem UMi juga mengintegrasikan 75 ribu tenaga pemasar, sehingga akses keuangan yang diberikan jadi lebih komprehensif. Dengan metode ini, Holding UMi mampu meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas jangkauan layanan.
Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Mengusung komitmen memberdayakan dan mengedukasi nasabah, Holding UMi menggelar beragam program pelatihan dan pendampingan usaha seperti Literasi Keuangan melalui Link UMKM, BRI Menanam dan Program Menabung Kelompok Mekaar yang memberikan pelatihan kewirausahaan, manajemen keuangan, dan pemasaran digital bagi pelaku usaha ultra mikro.
Manfaat dari berbagai program pemberdayaan Holding UMi itu pun telah dirasakan jutaan pelaku usaha mikro dan ultra mikro, yang berkontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi.
Pubex Live 2024: BRI Ungkap Strategi Pertumbuhan Berkelanjutan
Direktur Utama BRI Sunarso menyampaikan optimisme bahwa ke depannya, BRI dapat tumbuh sehat dan berkelanjutan, antara lain melalui Holding UMi. [576] url asal
#brandnewsroom #bnr #bri #holding-umi #penyaluran-kredit
(CNN Indonesia - Ekonomi) 29/08/24 12:23
v/14807021/
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI optimis dapat terus mencatatkan kinerja positif berkelanjutan di masa depan.
Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Utama BRI Sunarso pada Public Expose (Pubex) Live 2024 di Jakarta pada 26-30 Agustus 2024 dengan inisiasi oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menghadirkan 44 perusahaan tercatat guna memaparkan kinerja serta strategi Perusahaan mendatang.
Sunarso menyampaikan, optimisme BRI untuk tumbuh sehat dan berkelanjutan tak terlepas dari keberhasilan BRI Group mencatatkan kinerja positif hingga triwulan II/2024. Pada periode itu, dengan pertumbuhan yang selektif dan prudent, BRI secara konsolidasian mencetak laba hingga Rp29,90 triliun.
Adapun pencapaian berasal dari penyaluran kredit BRI yang mencapai Rp1.336,78 triliun atau tumbuh 11,20 persen year-on-year (yoy), di mana segmen UMKM masih mendominasi penyaluran kredit dengan porsi mencapai 81,96 persen dari total, atau sekitar Rp1.095,64 triliun.
Sunarso menjelaskan, penyaluran kredit yang tumbuh double digit tersebut membuat aset BRI meningkat sampai 9,54 persen yoy menjadi sebesar Rp1.977,37 triliun. Selanjutnya, pertumbuhan kredit yang selektif dan prudent membuat Perseroan mampu menjaga kualitas penyaluran kredit.
"Rasio Loan at Risk (LAR) tercatat membaik atau turun, dari semula 14,94 persen pada akhir triwulan II/2023 menjadi 12,00 persen pada akhir triwulan II/2024. Sementara itu, rasio kredit bermasalah (NPL) berada di kisaran 3,05 persen dengan rasio NPL coverage berada pada level yang memadai sebesar 211,60 persen," papar Sunarso.
Sementara dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI tercatat tumbuh 11,61 persen yoy menjadi sebesar Rp1.389,66 triliun, di mana dana murah atau CASA (Tabungan dan Giro) masih mendominasi struktur DPK BRI, dengan porsi CASA mencapai 63,17 persen dari total DPK BRI.
Pada saat bersamaan, komitmen BRI melayani seluruh lapisan masyarakat dilanjutkan melalui strategi hybrid bank, yakni dengan menghadirkan AgenBRILink dan super app BRImo.
"Hingga akhir Juli 2024, BRI telah memiliki lebih dari 1 juta AgenBRILink yang tersebar di 62 ribu desa. Jumlah tersebut tercatat telah meng-cover lebih dari 80 persen dari total desa di Indonesia. Adapun volume transaksi AgenBRILink selama Januari-Juli 2024 telah mencapai sebesar Rp899 triliun," lanjut Sunarso.
Di sisi lain, Perseroan terus memperkuat ekosistem BRImo. Hasilnya, hingga akhir Juni 2024, tercatat BRImo telah digunakan oleh lebih dari 35,2 juta user dengan volume transaksi mencapai Rp2.574 triliun atau tumbuh 35,81 persen yoy.
Holding UMi untuk Pertumbuhan yang Berkelanjutan
Ke depannya, BRI akan menjalankan dua strategi dalam pertumbuhan secara berkelanjutan. Pertama, menaikkelaskan nasabah eksisting dengan berbagai program pemberdayaan dan pendampingan.
Dan kedua, mencari sumber pertumbuhan baru. Sunarso menyatakan, BRI akan menyasar segmen ultra mikro melalui Holding Ultra Mikro (UMi) bersama Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Pegadaian.
Setelah 3 tahun terbentuk, Holding UMi tercatat mengalami pertumbuhan luar biasa. Hingga akhir triwulan II/2024, Holding UMi telah melayani 176 juta nasabah simpanan dan mengintegrasikan lebih dari 36,1 juta nasabah peminjam dengan outstanding kredit dan pembiayaan mencapai Rp622,3 triliun, atau tumbuh 7,7 persen secara yoy.
"Kontribusi PNM dan Pegadaian terhadap total pinjaman dan pembiayaan mikro BRI Group menjadi sebesar 20,3 persen atau meningkat dari sebelumnya 18,7 persen pada periode triwulan II tahun lalu," kata Sunarso."Dengan fundamental keuangan yang baik, serta kemampuan BRI melayani masyarakat yang semakin luas, ditambah dengan adanya sumber pertumbuhan baru dari holding ultra mikro, BRI optimistis dapat terus menorehkan kinerja positif dan berkelanjutan," pungkasnya.
SenyuM Mobile Bantu Segmen Ultra Mikro Akses Layanan Keuangan Holding UMi
SenyuM Mobile merupakan perpanjangan tangan dari Sentra Layanan Ultra Mikro (SenyuM) dalam integrasi digitalisasi dengan akses hanya dalam genggaman saja [742] url asal
#bri #pnm #pegadaian #holding-umi
(detikFinance - Ekonomi dan Bisnis) 05/07/24 10:27
v/9738385/
Jakarta - Di era perkembangan teknologi dan revolusi industri 4.0, digitalisasi dalam transaksi keuangan menjadi peluang emas bagi para pelaku usaha ultra mikro untuk mengembangkan usaha. Data riset internal BRI mengungkapkan 51% dari segmen ultra mikro diseluruh usia ingin beralih ke transaksi keuangan melalui aplikasi mobile.
Meskipun pada praktiknya penggunaan uang tunai pada segmen ultra mikro masih sangat tinggi untuk transaksi sehari-hari, namun antusiasme pelaku usaha ultra mikro dalam mencari informasi dan kegiatan finansial mengenai produk perbankan menunjukkan pergerakan positif.
Dalam mendorong perkembangan usaha ultra mikro, Holding Ultra Mikro (UMi) hadir dan berkolaborasi dalam sinergi antara BRI, Pegadaian, dan PNM yang telah mengambil langkah strategis untuk meningkatkan layanan digitalisasi transaksi keuangan melalui integrasi tools pemasaran antara BRISPOT (BRI), Selena (Pegadaian) dan PKM Digi (PNM) dalam sebuah aplikasi SenyuM Mobile.
SenyuM Mobile merupakan perpanjangan tangan dari Sentra Layanan Ultra Mikro (SenyuM) dalam integrasi digitalisasi dengan akses hanya dalam genggaman saja dapat menjangkau luas pengusaha mulai dari segmen ultra mikro ke seluruh lapisan masyarakat.
SenyuM Mobile menjadi bentuk integrasi layanan dari BRI, Pegadaian, dan PNM. Hal ini menjadi contoh nyata dari upaya BRI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Aplikasi ini mengubah cara pengusaha ultra mikro berinteraksi dengan layanan keuangan, membuka peluang bagi mereka untuk berkembang dan naik kelas.
Terkait dengan hal tersebut, Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengungkapkan peranan krusial SenyuM Mobile dalam memajukan inklusi keuangan serta meningkatkan taraf hidup bagi segmen ultra mikro.
"Aplikasi ini memudahkan segmen ultra mikro untuk mendapatkan akses langsung ke layanan keuangan formal dari tiga entitas, khususnya untuk produk tabungan dan investasi, dimanapun dan kapanpun sambil menjalankan usaha," imbuh Supari, dalam keterangan tertulis, Jumat (5/7/2024).
Supari menambahkan layanan digitalisasi Holding UMi melalui SenyuM Mobile bukan hanya sekedar perubahan cara kerja dari manual menjadi digital, tetapi juga merupakan upaya dalam meningkatkan efisiensi, memperluas jangkauan layanan, serta meningkatkan inklusi keuangan khususnya bagi pengusaha ultra mikro.
"Dengan adanya SenyuM Mobile, Holding UMi menyediakan layanan yang lebih cepat, mudah, dan aman bagi para pengusaha ultra mikro yang seringkali menghadapi kendala dalam mengakses layanan keuangan formal," jelas Supari.
Sementara itu, Senior Executive Vice President (SEVP) Ultra Mikro BRI M Candra Utama menekankan pentingnya sinergi, kolaborasi dan kerjasama untuk memajukan UMKM. Pihaknya mengajak berbagai pihak bergerak bersama mewujudkan UMKM yang lebih maju dan berkembang, salah satunya dengan memperkuat BRI dengan bermitra dengan baik tentunya.
Hasilnya telah terlihat melalui pencapaian sinergi Holding UMi dengan berhasil menarik lebih dari 50 ribu pengguna SenyuM Mobile hingga akhir Mei 2024. Hal ini menunjukkan adanya kemajuan signifikan dalam digitalisasi transaksi keuangan di segmen ultra mikro, dimana sebelumnya didominasi oleh transaksi tunai.
Pinjaman yang diproses melalui SenyuM Mobile menjadi peluang emas bagi pengusaha untuk mengembangkan bisnis usahanya. Rata-rata penggunaan anggaran untuk membeli bahan baku dan alat usaha menjadi tujuan utama segmen UMi.
Salah satu produk yang paling banyak digunakan dalam aplikasi SenyuM Mobile adalah Pinjaman BRI, terlihat dari perkembangan plafond pencairan sukses yang signifikan, yaitu dari Rp 41,7 triliun pada Desember 2023 menjadi Rp 79,9 triliun pada Mei 2024 atau tumbuh 91,6% year to date.
Perkembangan yang signifikan juga diikuti dengan pencapaian referral di SenyuM Mobile, di mana produk Pinjaman Gadai menonjol sebagai layanan dengan tingkat keberhasilan referral tertinggi. Dengan success rate mencapai 90,71% pada Mei 2024.
Pinjaman Gadai telah membuktikan sebagai produk yang sangat diminati dan efektif dalam memenuhi kebutuhan keuangan pengusaha ultra mikro, sekaligus menjadi bukti nyata dari kepercayaan dan kepuasan pengguna terhadap layanan yang ditawarkan oleh SenyuM Mobile.
"Kemudahan akses ke layanan pinjaman melalui SenyuM Mobile juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan memberikan modal kerja yang dibutuhkan untuk ekspansi usaha. Hal ini tidak hanya meningkatkan pendapatan para pengusaha ultra mikro, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan di Indonesia," pungkasnya.
(anl/ega)
