#30 tag 24jam
PNM Kembali Buka Unit Mekaar di Wilayah 3T Halaman all
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali memperluas jangkauan layanan pembiayaan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) Halaman all [390] url asal
#mekaar #usaha-ultra-mikro #pnm #merauke
(Kompas.com) 07/11/24 22:23
v/17726419/
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali memperluas jangkauan layanan pembiayaan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) untuk ibu-ibu pelaku usaha ultra mikro.
Ini dilakukan dengan meresmikan unit Mekaar baru di Merauke, Papua Selatan.
Langkah ini merupakan wujud komitmen perseroan dalam memberdayakan ibu-ibu prasejahtera di wilayah 3T di Indonesia. PNM terus berupaya untuk memberikan akses permodalan yang aman, mudah, dan terpercaya.
SHUTTERSTOCK/CREATE JOBS 51 Ilustrasi kredit.Melalui pembukaan unit Mekaar di Kelurahan Rimba Jaya, Merauke, PNM memberikan pembiayaan serta pemberdayaan pada kelompok ibu-ibu prasejahtera, khususnya bagi mereka yang ingin membangu usaha, telah memiliki usaha, atau ingin kembali membuka usaha yang sempat terhenti.
Direktur Utama PNM Arief Mulyadi berharap kehadiran PNM Mekaar di Merauke dapat diterima dengan baik dan menjadi harapan bagi ibu-ibu prasejahtera meningkatkan kehidupan yang lebih baik.
“Hadirnya PNM di wilayah 3T menjadi langkah strategis untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat khususnya ibu-ibu prasejahtera. Kami percaya dengan adanya akses pembiayaan yang lebih dekat, mereka akan lebih mudah mengembangkan usaha dan mencapai kesejahteraan yang lebih baik,” jelasnya dalam siaran pers, Kamis (7/11/2024).
Bagi ibu-ibu yang tergabung sebagai nasabah, PNM juga memberikan pendampingan usaha dan berbagai pelatihan agar usaha mereka naik kelas.
Arief menjelaskan, PNM memahami pentingnya pendekatan yang menyeluruh, tidak hanya memberikan modal finansial tetapi juga modal intelektual dan sosial.
“Sebelumnya PNM juga telah membuka unit Mekaar di Natuna. Dan masih akan ada titik 3 T lainnya yang kami bukakan unit Mekaar,” tambah Arief.
Dia menuturkan, perseroan berharap kehadiran unit Mekaar di Merauke dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian keluarga dan komunitas lokal, sekaligus mendukung target pemerintah untuk meningkatkan inklusi keuangan di seluruh Tanah Air.
PNM Kembali Buka Unit Mekaar di Wilayah 3T
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali memperluas jangkauan layanan pembiayaan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) [333] url asal
#mekaar #usaha-ultra-mikro #pnm #merauke
(Kompas.com) 07/11/24 22:23
v/17722068/
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali memperluas jangkauan layanan pembiayaan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) untuk ibu-ibu pelaku usaha ultra mikro.
Ini dilakukan dengan meresmikan unit Mekaar baru di Merauke, Papua Selatan.
Langkah ini merupakan wujud komitmen perseroan dalam memberdayakan ibu-ibu prasejahtera di wilayah 3T di Indonesia. PNM terus berupaya untuk memberikan akses permodalan yang aman, mudah, dan terpercaya.
SHUTTERSTOCK/CREATE JOBS 51 Ilustrasi kredit.Melalui pembukaan unit Mekaar di Kelurahan Rimba Jaya, Merauke, PNM memberikan pembiayaan serta pemberdayaan pada kelompok ibu-ibu prasejahtera, khususnya bagi mereka yang ingin membangu usaha, telah memiliki usaha, atau ingin kembali membuka usaha yang sempat terhenti.
Direktur Utama PNM Arief Mulyadi berharap kehadiran PNM Mekaar di Merauke dapat diterima dengan baik dan menjadi harapan bagi ibu-ibu prasejahtera meningkatkan kehidupan yang lebih baik.
“Hadirnya PNM di wilayah 3T menjadi langkah strategis untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat khususnya ibu-ibu prasejahtera. Kami percaya dengan adanya akses pembiayaan yang lebih dekat, mereka akan lebih mudah mengembangkan usaha dan mencapai kesejahteraan yang lebih baik,” jelasnya dalam siaran pers, Kamis (7/11/2024).
Bagi ibu-ibu yang tergabung sebagai nasabah, PNM juga memberikan pendampingan usaha dan berbagai pelatihan agar usaha mereka naik kelas.
Arief menjelaskan, PNM memahami pentingnya pendekatan yang menyeluruh, tidak hanya memberikan modal finansial tetapi juga modal intelektual dan sosial.
PNM Kembali Buka Unit Mekaar di Wilayah 3T
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali memperluas jangkauan layanan pembiayaan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) Halaman all [390] url asal
#mekaar #usaha-ultra-mikro #pnm #merauke
(Kompas.com - Money) 07/11/24 22:23
v/17702949/
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali memperluas jangkauan layanan pembiayaan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) untuk ibu-ibu pelaku usaha ultra mikro.
Ini dilakukan dengan meresmikan unit Mekaar baru di Merauke, Papua Selatan.
Langkah ini merupakan wujud komitmen perseroan dalam memberdayakan ibu-ibu prasejahtera di wilayah 3T di Indonesia. PNM terus berupaya untuk memberikan akses permodalan yang aman, mudah, dan terpercaya.
SHUTTERSTOCK/CREATE JOBS 51 Ilustrasi kredit.Melalui pembukaan unit Mekaar di Kelurahan Rimba Jaya, Merauke, PNM memberikan pembiayaan serta pemberdayaan pada kelompok ibu-ibu prasejahtera, khususnya bagi mereka yang ingin membangu usaha, telah memiliki usaha, atau ingin kembali membuka usaha yang sempat terhenti.
Direktur Utama PNM Arief Mulyadi berharap kehadiran PNM Mekaar di Merauke dapat diterima dengan baik dan menjadi harapan bagi ibu-ibu prasejahtera meningkatkan kehidupan yang lebih baik.
“Hadirnya PNM di wilayah 3T menjadi langkah strategis untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat khususnya ibu-ibu prasejahtera. Kami percaya dengan adanya akses pembiayaan yang lebih dekat, mereka akan lebih mudah mengembangkan usaha dan mencapai kesejahteraan yang lebih baik,” jelasnya dalam siaran pers, Kamis (7/11/2024).
Bagi ibu-ibu yang tergabung sebagai nasabah, PNM juga memberikan pendampingan usaha dan berbagai pelatihan agar usaha mereka naik kelas.
Arief menjelaskan, PNM memahami pentingnya pendekatan yang menyeluruh, tidak hanya memberikan modal finansial tetapi juga modal intelektual dan sosial.
“Sebelumnya PNM juga telah membuka unit Mekaar di Natuna. Dan masih akan ada titik 3 T lainnya yang kami bukakan unit Mekaar,” tambah Arief.
Dia menuturkan, perseroan berharap kehadiran unit Mekaar di Merauke dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian keluarga dan komunitas lokal, sekaligus mendukung target pemerintah untuk meningkatkan inklusi keuangan di seluruh Tanah Air.
Bjb Dukung UMKM Ultra Mikro Naik Kelas Melalui PNM Mekaar
Melalui PNM Mekaar, bank bjb berkomitmen membantu usaha kecil naik kelas dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka. [745] url asal
#bjb #bank-bjb #bjbr #pnm #pnm-mekaar #umkm #ultra-mikro #update-me
(Katadata - FINANSIAL) 03/10/24 16:34
v/15917740/
Bank bjb memperkuat kolaborasi bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera). Kerja sama ini fokus kepada pembiayaan dan pemberdayaan perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro.
Melalui dukungan ini, bank bjb berkomitmen untuk membantu pelaku usaha kecil agar bisa naik kelas dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka. Perseroan juga terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Sebagai informasi, total penyaluran kredit bank bjb untuk PNM Mekaar hingga 30 Juni 2024 di Jawa Barat dan Banten mencapai Rp5,30 triliun. Sampai dengan 30 Juni 2024, terhadap total outstanding Mekaar sebear Rp43,75 triliun, outstanding Mekaar di daerah Jawa Barat dan Banten sebesar Rp10,14 triliun atau sekitar 23,17 persen dari total portofolio Mekaar nasional.
Angka tersebut menunjukkan komitmen kuat bank bjb dalam mendukung pelaku usaha mikro di wilayah Jawa Barat dan Banten.
PNM Mekaar merupakan program pemberdayaan yang memberikan layanan pinjaman modal khusus bagi perempuan prasejahtera pelaku usaha mikro. Program ini diluncurkan pada tahun 2015 dengan fokus untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga melalui pembiayaan yang tidak memerlukan agunan fisik dan dilakukan secara berkelompok. Para nasabah akan mendapatkan tiga modal yaitu modal finansial, intelektual, dan sosial.
Program PNM Mekaar, memiliki sejumlah kriteria yang harus dipenuhi nasabah. Pertama, PNM Mekaar ditujukan bagi perempuan yang berasal dari keluarga prasejahtera, yang telah memiliki usaha atau ingin memulai usaha, dengan indeks pendapatan per kapita maksimal sebesar USD1,99 per hari, atau setara dengan Rp800 ribu per bulan. Selain itu, keluarga tersebut juga harus memenuhi kriteria "Cashpoor Index House", yang menunjukkan bahwa mereka berada dalam kategori rumah tangga berpenghasilan rendah.
Kedua, pembiayaan PNM Mekaar tidak mensyaratkan adanya agunan fisik dari nasabah. Sebaliknya, sistem pembiayaan ini bersifat tanggung renteng. Artinya, setiap anggota kelompok akan saling bertanggung jawab atas pembayaran pinjaman anggota lainnya, yang bertujuan untuk memperkuat ikatan sosial dan tanggung jawab bersama di antara para nasabah.
Ketiga, program ini mengharuskan adanya pertemuan kelompok mingguan (PKM) sebagai bagian dari proses pengelolaan pinjaman. Pertemuan kelompok ini diadakan setiap minggu dan bersifat wajib, serta digunakan sebagai forum untuk membayar angsuran mingguan dan mendapatkan modal intelektual berupa pelatihan serta pendampingan usaha.
Setiap kelompok minimal terdiri dari dua subkelompok dan maksimal enam subkelompok, dengan masing-masing subkelompok beranggotakan minimal 10 hingga 30 orang di lingkungan yang sama. Setiap kelompok atau subkelompok dipimpin oleh seorang nasabah yang berperan sebagai ketua yang bertanggung jawab mengoordinasi anggota kelompoknya.
Adanya pertemuan mingguan ini, PNM tak hanya memastikan kelancaran pembayaran angsuran, tetapi juga memberikan kesempatan bagi nasabah untuk belajar bersama, membangun jejaring sosial sebagai bagian dari modal sosial dan mendapatkan dukungan moral serta teknis dari sesama anggota kelompok.
Program ini dirancang untuk menciptakan ekosistem yang saling mendukung, sehingga para perempuan pelaku usaha ultra mikro dapat berkembang bersama dan meningkatkan kapasitas usaha mereka.
Sejak awal kehadirannya, PNM Mekaar terus berkembang dengan berbagai layanan yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Per 30 Juni 2024, sebanyak 15,2 juta nasabah ultra mikro tergabung sebagai nasabah PNM Mekaar. Hal ini menunjukkan pertumbuhan yang pesat dari program yang ditawarkan oleh PNM, dengan dukungan finansial yang kuat dari bank bjb.
Selain itu, sejak akhir 2018, PNM juga mulai mengembangkan PNM Mekaar Syariah di beberapa wilayah seperti Aceh, Padang, sampai Nusa Tenggara Barat. Hingga kini, 73 persen pembiayaan PNM berbasis syariah. Langkah ini dilakukan untuk memperluas jangkauan dan manfaat program, sehingga semakin banyak perempuan prasejahtera yang dapat terjangkau oleh program ini.
Bank bjb sendiri telah menjadi salah satu kreditur utama bagi PNM sejak kuartal ketiga 2021 hingga sekarang. Selama periode ini, outstanding Mekaar menunjukkan pertumbuhan yang signifikan setiap tahunnya, menandakan PNM menjadi perpanjangan tangan bank bjb dalam meningkatkan perekonomian di daerah Jawa Barat-Banten.
Selain dukungan finansial, bank bjb juga mendukung kegiatan edukasi yang dilakukan PNM melalui Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM). Bank bjb sangat mendukung kegiatan ini karena dapat meningkatkan literasi keuangan para nasabah dan melindungi mereka dari risiko pinjaman daring ilegal yang semakin marak.
Berdasarkan data nominatif PNM Mekaar per 30 Juni 2024, total penyaluran secara nasional mencapai Rp43,8 triliun. Dari jumlah ini, sekitar Rp10,14 triliun atau 23,18 persen berada di wilayah Jawa Barat dan Banten.
Hal ini menunjukkan bahwa wilayah ini menjadi fokus utama dalam penyaluran pembiayaan Mekaar, sejalan dengan komitmen bank bjb untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat.
Dalam beberapa tahun terakhir, bank bjb juga terus berinovasi untuk meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas layanan keuangan bagi UMKM dan ultra mikro. Ke depan, bank bjb berencana untuk memperluas dukungannya terhadap program PNM Mekaar di lebih banyak daerah dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, untuk memperluas jangkauan dan manfaat program.
Budaya Kerja BRIGADE MADANI Dorong Kinerja Holding UMi
Holding Umi berhasil meningkatkan literasi keuangan dan memberdayakan nasabah. [786] url asal
(detikFinance - Terbaru) 02/10/24 13:17
v/15859370/
Jakarta - Holding Ultra Mikro (UMi) berhasil melayani 35,6 juta nasabah ultra mikro dengan total penyaluran kredit lebih dari Rp 311 triliun pada akhir Juni 2024. Holding UMi juga memperluas layanan melalui 1.025 Unit Senyum di seluruh Indonesia, memberikan akses 15,5 juta masyarakat ke Tabungan Simpedes UMI, yang mendorong budaya menabung dan transaksi digital bagi nasabah ultra mikro.
Holding Umi berhasil meningkatkan literasi keuangan dan memberdayakan nasabah. Kolaborasi ketiga entitas tidak hanya menyediakan produk keuangan, tetapi juga mengembangkan kapasitas nasabah melalui program edukasi seperti Pertemuan Kelompok Mingguan, penggunaan rekening bank, dan pelatihan usaha.
Program ini telah meningkatkan keterampilan keuangan nasabah. Selain itu, lebih dari 400 ribu AgenBRILink Mekaar meraih pendapatan tambahan setidaknya sekitar Rp 15 miliar dari komisi transaksi seperti tagihan listrik, pulsa, dan transfer uang.
Pencapaian luar biasa Holding UMi selama tiga tahun ini tidak hanya didorong oleh sinergi produk dan layanan yang kuat, tetapi juga oleh elemen kunci pendukung berupa budaya kerja kolaboratif melalui Culture Activation Program (CAP) BRIGADE MADANI.
CAP ini menjadi fondasi integrasi budaya kolaborasi, inovasi, dan sinergi antara karyawan BRI, Pegadaian, dan PNM, mendorong karyawan untuk tidak hanya bekerja di dalam entitas masing-masing tetapi juga berpikir dan bertindak sebagai bagian dari ekosistem yang lebih besar-Holding UMi.
Aktivitas CAP BRIGADE MADANI terdiri dari enam program utama: SERBU, LAT-GAB, LAN-GAB, 3 NO's 1 CORSA, SERLOK, dan POSKO SENYUM. SERBU menekankan integrasi model bisnis dan pencapaian cashless disbursement untuk produk lintas entitas.
LAT-GAB berfokus pada pelatihan gabungan untuk meningkatkan kompetensi karyawan, sementara LAN-GAB mendukung cross-selling produk lintas entitas melalui Senyum Mobile, SERLOK menyelaraskan strategi lokal terkait peluang cashless, dan POSKO SENYUM sebagai pusat pemberdayaan karyawan dengan kegiatan formal dan informal yang memperkuat integrasi dan sinergi tiga entitas.
Di antara enam inisiatif strategis CAP BRIGADE MADANI, Aktivitas LAT-GAB dan POSKO SENYUM menjadi pilar aktivitas bersama dalam mendorong keterlibatan karyawan meningkatkan koordinasi dan kerja sama untuk menciptakan ekosistem yang lebih terintegrasi.
Aktivitas LAT-GAB rutin dilaksanakan sebagai bentuk penyegaran bagi para UMi Leaders, dengan lebih dari 1.000 Leaders telah berpartisipasi. Aktivitas ini menjadi bekal penting untuk diteruskan sehingga menjadi booster peningkatan kapabilitas Tenaga Pemasar ketiga Entitas, menjadikan mereka lebih siap menjangkau nasabah ultra mikro secara efektif dan memberikan layanan yang optimal.
Sementara, Aktivitas POSKO SENYUM yang dilaksanakan melibatkan 379 cabang BRI, termasuk lebih dari 5.000 BRI Unit, yang tersebar di seluruh Indonesia dengan lebih dari 51.000 peserta berpartisipasi mulai dari top manajemen hingga karyawan dari PNM, BRI dan Pegadaian.
"Sinergi yang terjalin di Holding Ultra Mikro telah memperkuat upaya inklusi keuangan dan memberdayakan lebih banyak Masyarakat BRIGADE MADANI adalah semangat kolektif yang menyatukan langkah kami untuk mewujudkan inklusi keuangan yang lebih dalam. Sinergi ini bukan hanya tentang kolaborasi, tetapi tentang komitmen bersama untuk mengubah kehidupan jutaan masyarakat ultra mikro," ungkap Direktur Bisnis Mikro, Supari dalam keterangan tertulis, Rabu (2/10/2024).
Dalam hal ini, BRIGADE MADANI menjadi simbol internalisasi ONE CULTURE AKHLAK di seluruh Holding Ultra Mikro. Program ini mengintegrasikan nilai-nilai AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif) ke dalam setiap aktivitas, baik dalam pelayanan kepada nasabah maupun interaksi internal antar karyawan. Dengan memfokuskan pada sinergi lintas entitas, BRIGADE MADANI menegaskan pentingnya membangun budaya kerja yang kohesif dan berbasis nilai bersama.
Terkait dengan hal tersebut Direktur Utama BRI Sunarso menegaskan bahwa sinergi dan kolaborasi dalam Holding Ultra Mikro telah menjadi kekuatan utama dalam memperluas akses keuangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat prasejahtera di seluruh Indonesia. Ia juga menggarisbawahi bahwa kolaborasi ini bukan hanya soal menjangkau lebih banyak nasabah, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan di antara karyawan.
"BRIGADE MADANI adalah jantung dari transformasi Holding Ultra Mikro, yang bukan hanya menghubungkan nasabah dengan layanan keuangan yang inklusif, tetapi juga menyatukan seluruh pekerja dalam satu semangat kolaborasi. Sinergi lintas entitas ini memperkuat budaya kerja kita, menjadikan setiap individu bagian penting dari perjalanan perubahan yang berkelanjutan," pungkas Sunarso.
(prf/ega)
Penyaluran KUR dan UMi di Yogya Tumbuh, Capai Rp3,80 Triliun di Agustus 2024
Penyaluran KUR dan pembiayaan Ultra Mikro di Daerah Istimewa Yogyakarta terus tumbuh hingga akhir Agustus 2024. [240] url asal
#kemenkeu #diy #kur #pembiayaan-ultra-mikro #yogyakarta
(IDX-Channel - Economics) 01/10/24 22:00
v/15830450/
IDXChannel - Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus tumbuh hingga akhir Agustus 2024.
Pertumbuhan ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam mendukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terus berkembang.
Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) DIY, Agung Yulianta mengatakan, dukungan pemerintah untuk UMKM melalui penyaluran KUR dan UMi tersebut hadir dalam bentuk subsidi bunga.
"Penyaluran KUR di DIY sampai dengan 31 Agustus 2024 sebesar Rp3,80 triliun yang telah diterima oleh 69.141 debitur," kata Agung, Selasa (1/10/2024).
Dia menambahkan, Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul mendominasi dalam penyaluran KUR DIY sampai dengan akhir Agustus 2024 yang ini sejalan dengan jumlah UMKM terbanyak berada pada dua wilayah tersebut.
"Sampai dengan 31 Agustus 2024, penyaluran KUR di Kabupaten Sleman sebesar Rp1,18 triliun kepada 19.121 debitur. Sementara, penyaluran KUR pada Kabupaten Bantul mencapai Rp1,04 triliun kepada 18.746 debitur," katanya.
Berdasarkan sektor, Perdagangan Besar dan Eceran masih mendominasi penyaluran sampai dengan Agustus 2024 dengan penyaluran KUR sebesar Rp1,46 triliun atau 38,53 persen dari total penyaluran KUR di DIY. Disusul sektor Pertanian, Perburuan dan Kehutanan dengan penyaluran sebesar Rp816,25 miliar atau 21,47 persen.
Sedangkan untuk realisasi penyaluran UMi sampai dengan 31 Agustus 2024 telah terealisasi sebesar Rp38,23 miliar untuk 9.231 debitur. Berdasarkan wilayah, penyaluran UMi terbesar terdapat pada Kabupaten Bantul dengan biaya tersalur mencapai Rp12,809 miliar kepada 2.880 debitur.
(Nur Ichsan Yuniarto)
BRIGADE MADANI Perkuat Sinergi Holding Ultra Mikro dengan Kolaborasi
Pembentukan Holding Ultra Mikro (UMi) yang ditandai dengan penandatanganan Akta Inbreng Saham Pemerintah pada Pegadaian dan PNM sebagai penyertaan modal negara [734] url asal
#bri #brigade-madani #pnm #pegadaian #ultra-mikro #umi
(Bisnis.Com - Finansial) 01/10/24 10:11
v/15802384/
Bisnis.com, JAKARTA - Pembentukan Holding Ultra Mikro (UMi) yang ditandai dengan penandatanganan Akta Inbreng Saham Pemerintah pada Pegadaian dan PNM sebagai penyertaan modal negara dengan BRI selaku induk holding pada 13 September 2021 lalu merupakan langkah strategis untuk memperkuat layanan keuangan pada segmen ultra mikro.
Holding yang menggabungkan kekuatan tiga entitas yakni BRI, Pegadaian, dan PNM masing-masing berperan penting dalam memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat yang berada di lapisan bawah ekonomi.
Dengan sejarah panjang yang dimiliki BRI dalam pemberdayaan UMKM, keahlian Pegadaian dalam produk gadai dan tabungan emas, serta fokus PNM pada pembiayaan usaha prasejahtera, Holding UMi berhasil melayani 35,6 juta nasabah ultra mikro dengan total penyaluran kredit lebih dari Rp311 Triliun pada akhir Juni 2024. Holding UMi juga terus memperluas layanan melalui 1.025 Unit Senyum di seluruh Indonesia, memberikan akses 15,5 juta masyarakat ke Tabungan Simpedes UMI, yang mendorong budaya menabung dan transaksi digital bagi nasabah ultra mikro.
Keberhasilan ini adalah bukti nyata komitmen Holding Umi dalam meningkatkan literasi keuangan dan memberdayakan nasabah. Kolaborasi ketiga entitas tidak hanya menyediakan produk keuangan, tetapi juga mengembangkan kapasitas nasabah melalui program edukasi seperti Pertemuan Kelompok Mingguan, penggunaan rekening bank, dan pelatihan usaha. Program ini telah meningkatkan keterampilan keuangan nasabah. Selain itu, lebih dari 400 ribu AgenBRILink Mekaar meraih pendapatan tambahan setidaknya sekitar Rp15 miliar dari komisi transaksi seperti tagihan listrik, pulsa, dan transfer uang.
Pencapaian luar biasa Holding UMi selama tiga tahun ini tidak hanya didorong oleh sinergi produk dan layanan yang kuat, tetapi juga oleh elemen kunci pendukung berupa budaya kerja kolaboratif melalui Culture Activation Program (CAP) BRIGADE MADANI.
CAP ini menjadi fondasi integrasi budaya kolaborasi, inovasi, dan sinergi antara karyawan BRI, Pegadaian, dan PNM, mendorong karyawan untuk tidak hanya bekerja di dalam entitas masing-masing tetapi juga berpikir dan bertindak sebagai bagian dari ekosistem yang lebih besar—Holding UMi.
Aktivitas CAP BRIGADE MADANI terdiri dari enam program utama: SERBU, LAT-GAB, LAN-GAB, 3 NO's 1 CORSA, SERLOK, dan POSKO SENYUM. SERBU menekankan integrasi model bisnis dan pencapaian cashless disbursement untuk produk lintas entitas. LAT-GAB berfokus pada pelatihan gabungan untuk meningkatkan kompetensi karyawan, sementara LAN-GAB mendukung cross-selling produk lintas entitas melalui Senyum Mobile, SERLOK menyelaraskan strategi lokal terkait peluang cashless, dan POSKO SENYUM sebagai pusat pemberdayaan karyawan dengan kegiatan formal dan informal yang memperkuat integrasi dan sinergi tiga entitas.
Di antara enam inisiatif strategis CAP BRIGADE MADANI, Aktivitas LAT-GAB dan POSKO SENYUM menjadi pilar aktivitas bersama dalam mendorong keterlibatan karyawan meningkatkan koordinasi dan kerja sama untuk menciptakan ekosistem yang lebih terintegrasi. Aktivitas LAT-GAB rutin dilaksanakan sebagai bentuk penyegaran bagi para UMi Leaders, dengan lebih dari 1.000 Leaders telah berpartisipasi. Aktivitas ini menjadi bekal penting untuk diteruskan sehingga menjadi booster peningkatan kapabilitas Tenaga Pemasar ketiga Entitas, menjadikan mereka lebih siap menjangkau nasabah ultra mikro secara efektif dan memberikan layanan yang optimal.
Sementara, Aktivitas POSKO SENYUM yang dilaksanakan melibatkan 379 cabang BRI, termasuk lebih dari 5.000 BRI Unit, yang tersebar di seluruh Indonesia dengan lebih dari 51.000 peserta berpartisipasi mulai dari top manajemen hingga karyawan dari PNM, BRI dan Pegadaian.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Bisnis Mikro Supari mengungkapkan bahwa sinergi yang terjalin di Holding Ultra Mikro telah memperkuat upaya inklusi keuangan dan memberdayakan lebih banyak Masyarakat "BRIGADE MADANI adalah semangat kolektif yang menyatukan langkah kami untuk mewujudkan inklusi keuangan yang lebih dalam. Sinergi ini bukan hanya tentang kolaborasi, tetapi tentang komitmen bersama untuk mengubah kehidupan jutaan masyarakat ultra mikro.
Dalam hal ini, BRIGADE MADANI menjadi simbol internalisasi ONE CULTURE AKHLAK di seluruh Holding Ultra Mikro. Program ini mengintegrasikan nilai-nilai AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif) ke dalam setiap aktivitas, baik dalam pelayanan kepada nasabah maupun interaksi internal antar karyawan. Dengan memfokuskan pada sinergi lintas entitas, BRIGADE MADANI menegaskan pentingnya membangun budaya kerja yang kohesif dan berbasis nilai bersama.
Terkait dengan hal tersebut Direktur Utama BRI Sunarso menegaskan bahwa sinergi dan kolaborasi dalam Holding Ultra Mikro telah menjadi kekuatan utama dalam memperluas akses keuangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat prasejahtera di seluruh Indonesia. Ia juga menggarisbawahi bahwa kolaborasi ini bukan hanya soal menjangkau lebih banyak nasabah, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan di antara karyawan.
"BRIGADE MADANI adalah jantung dari transformasi Holding Ultra Mikro, yang bukan hanya menghubungkan nasabah dengan layanan keuangan yang inklusif, tetapi juga menyatukan seluruh pekerja dalam satu semangat kolaborasi. Sinergi lintas entitas ini memperkuat budaya kerja kita, menjadikan setiap individu bagian penting dari perjalanan perubahan yang berkelanjutan,” pungkas Sunarso.
Satu Juta Nasabah Mekaar PNM Lulus Ultra Mikro, Naik Kelas Jadi Debitur KUR BRI
Semua nasabah PNM Mekaar adalah pelaku usaha yang tergolong unbankable, alias tidak memenuhi kriteria perbankan. [390] url asal
#pnm #mekaar #graduasi #ultra-mikro #kur-bri
(IDX-Channel - Banking) 27/09/24 20:49
v/15655047/
IDXChannel—Sejak 2021 sampai Agustus 2024, PNM sukses membina 1,74 juta nasabah Mekaar hingga naik kelas menjadi nasabah KUR BRI dan PT Pegadaian. Graduasi ini diharapkan bertambah pada tahun-tahun berikutnya.
Seperti diketahui, PNM Mekaar adalah program pembiayaan ultra mikro yang menyasar kalangan ibu-ibu rumah tangga yang melakoni usaha dengan skala yang lebih kecil dari usaha mikro.
Semua nasabah PNM Mekaar adalah pelaku usaha yang tergolong unbankable, alias tidak memenuhi kriteria perbankan dan lembaga pembiayaan untuk mendapatkan pinjaman modal usaha.
Namun PNM selaku BUMN, berupaya untuk menjangkau masyarakat kalangan bawah yang tidak mampu menjangkau layanan perbankan untuk memajukan usahanya. Melalui Mekaar, PNM sukses mendampingi dan membekali pelaku usaha ultra mikro hingga naik kelas.
“Kami, kan, membangun komunitas. Kami sedang mempertimbangkan kalaupun nanti mereka naik kelas, mereka tetap harus ada di ekosistem ini. Supaya yang besar bisa menarik yang kecil,” kata Direktur Utama PNM Arief Mulyadi dalam kunjungannya di Banyuwangi, Jumat (27/9).
Sebagai tambahan informasi, PNM tidak sebatas menyalurkan pembiayaan, namun juga memberikan pembinaan, pelatihan, dan pendampingan untuk para nasabahnya. PNM mensyaratkan nasabah untuk tergabung dalam kelompok usaha.
Setiap minggunya, semua anggota kelompok akan bertemu untuk mengevaluasi pembiayaan, sekaligus mendapatkan pendampingan dari Account Officer PNM. Diharapkan para anggota yang berasal dari kalangan ibu-ibu ini akan memiliki literasi keuangan yang mumpuni untuk mengembangkan usahanya.
Upaya PNM untuk memberikan pendampingan ini terbukti berhasil. Sebanyak 1,74 juta nasabah ultra mikro yang sebelumnya tidak bankable untuk menjadi debitur perbankan, kini telah naik kelas dan menjadi nasabah KUR BRI dan Pegadaian.
Saat ditanya apakah PNM memiliki target nasabah Mekaar untuk naik kelas, Arief mengatakan perseroan memang memiliki target, namun tidak menjadikannya prioritas utama dalam rencana bisnis PNM.
“Kenapa tidak kami prioritaskan? Karena ini adalah bagian dari program pengentasan kemiskinan. Nasabah kami ini menjalankan usaha supaya bisa makan sehari-hari, kalau ini terpenuhi dan terjaga saja, kami sudah bersyukur,” kata Arief.
Oleh sebab itu, target utama PNM dalam program Mekaar adalah mempertahankan kapabilitas nasabahnya agar tetap mampu berdaya dengan usaha kecil-kecilannya. Meskipun pada akhirnya banyak nasabah yang sukses naik kelas menjadi debitur KUR.
“Karena ada komunitas seperti ini, insya allah akan semakin banyak yang graduasi,” tutur Arief.
Sebelumnya, Arief mengatakan bahwa hingga Agustus 2024 PNM telah menyalurkan pembiayaan Mekaar senilai Rp45,35 triliun secara nasional. Adapun jumlah nasabah PNM Mekaar pada periode yang sama adalah 14,7 juta orang.
(Nadya Kurnia)
Jemput Bola ala BTPN Syariah Mendekati Nasabah Ultra Mikro
Untuk mendekatkan masyarakat yang belum pernah mendapatkan layanan jasa keuangan ini, BTPN Syariah memilih jemput bola dengan menemui mereka di kampung-kampung dan desa-desa. [751] url asal
#btpn-syariah #pembiayaan #ultra-mikro #give-me-perspective
(Katadata - FINANSIAL) 22/09/24 08:27
v/15378981/
Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah besar dalam memperbesar akses masyarakat terhadap layanan perbankan. Riset Google, Temasek, Bain & Company pada 2022 menunjukkan masih ada 81% penduduk Indonesia yang belum terlayani jasa keuangan (unbanked), terbesar di Asia Tenggara.
Salah satu bank yang menyasar masyarakat yang belum mendapatkan layanan jasa keuangan ini adalah PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS). BTPN Syariah khusus membidik nasabah perempuan di segmen ultra mikro.
Untuk mendekatkan masyarakat yang belum pernah mendapatkan layanan jasa keuangan ini, BTPN Syariah memilih jemput bola dengan menemui mereka di kampung-kampung dan desa-desa. Lewat petugas yang disebut sebagai community officer (CO) mereka menemui ibu-ibu yang memiliki usaha kecil-kecilan dan membutuhkan modal untuk meningkatkan usahanya.
Salah satu lokasi nasabah BTPN Syariah yang kami kunjungi adalah Sentra Tumba di Desa Pongongaila, Kecamatan Pulubala, Kota Gorontalo. Sentra tersebut dipimpin oleh Risnawati M. Upa, dengan jumlah anggota kumpulan 13 orang. Mereka adalah pengrajin kain Karawo, kerajinan khas Gorontalo.
Ketika pertama kali community officer bertemu dengan ibu-ibu di Sentra Tumba, mereka belum mengerti sama sekali bagaimana cara mendapatkan pembiayaan dari bank atau lembaga keuangan. Sebelum menjadi nasabah, mereka harus mengikuti pelatihan selama lima hari.
Pelatihan itu bertujuan untuk membuat anggota kumpulan selalu kompak hadir dalam setiap pertemuan dan disiplin menyisihkan uang untuk membayar cicilan. Ada empat perilaku unggul yang harus diterapkan oleh nasabah BTPN Syariah, yakni Berani berusaha, Disiplin, Kerja keras, dan Saling bantu (BDKS).
Usaha Kain Karawo Makin Berkembang
Risnawati sudah satu tahun menjadi nasabah BTPN Syariah. Ia menjadi salah satu nasabah yang menginspirasi ibu-ibu di kelompoknya. Pada awalnya, Risnawati menerima pembiayaan senilai Rp 3 juta. Dengan modal itu, ia bisa mengerjakan sekitar 30 helai kain Karawo.
Seiring usaha yang semakin berkembang, pembiayaan yang diberikan kepada Risnawati meningkat menjadi Rp 5 juta. Modal itu digunakan untuk menghasilkan hingga 70 helai kain Karawo.
"Saya mendapatkan manfaat dengan adanya kumpulan karena tidak merasa berjuang sendiri, tapi bersama-sama dan saling menginspirasi satu sama lain," ujar Risnawati. Menurutnya, lewat pembiayaan dari BTPN Syariah itu ia mendapatkan pengetahuan dan pendampingan serta cara mengelola keuangan agar dapat mengangsur tepat waktu.
Perkembangan usaha Risnawati juga membuat sang suami, Abdul Samad Antu, turut bangga. Usaha istrinya terus tumbuh, di sisi lain kepribadiannya sang istri juga semakin baik.
Ia mengatakan Risnawati lebih pintar mengelola keuangan dan disiplin dalam mengatur rumah tangga. Hal ini tidak lepas dari empat sikap unggul yang diajarkan oleh petugas lapangan atau community officer BTPN Syariah dalam pertemuan yang berlangsung dua minggu sekali.
"Saya bangga memiliki istri yang pintar dan berdaya. Oleh karena itu, saya percaya bahwa istri saya juga akan menjaga keluarga lebih baik dan lebih pintar lagi.
Bukan hanya Risnawati yang usahanya semakin maju berkat pembiayaan BTPN Syariah. Salah satu anggota kumpulan, Olan, memiliki usaha mebel kayu cempaka. "Awalnya mendapatkan pembiayaan Rp 3 juta, sekarang sudah naik menjadi Rp 4 juta," ujarnya. Mebel berupa meja dan kursi itu dijualnya kepada penduduk desa dengan cara arisan.
Anggota Sentra Tumba lainnya, Raina, memiliki usaha pembiakan ikan lele, ikan nila, dan ikan mas. Ia sudah mendapatkan pembiayaan senilai Rp 6 juta dari BTPN Syariah. "(Ikan hasil pembiakan) ada yang dijual ke pasar, ada juga yang langsung diambil pembeli ke rumah," kata Raina.
Inklusi Keuangan Lewat Pendampingan
Kepala Pembiayaan Area Gorontalo BTPN Syariah Rosmini mengatakan kumpulan merupakan wadah bagi BTPN Syariah mendampingi masyarakat inklusi dengan cara memberikan akses keuangan berupa layanan perbankan serta program pelatihan dan pendampingan.
"Kumpulan membuat hubungan ibu-ibu nasabah lebih solid dan kekeluargaan, sehingga saling mendukung satu sama lain dalam membangun usaha dan menggapai impian," ujar Rosmini.
Kehadiran nasabah dalam kumpulan menjadi sangat penting untuk memastikan nasabah mendapatkan proses pelatihan dan pendampingan dengan optimal. Selain itu, nasabah akan mendapatkan manfaat berjenjang untuk mewujudkan hidup yang lebih berarti.
Corporate & Marketing Communication Head Ainul Yaqin mengatakan, BTPN Syariah merupakan satu-satunya bank syariah yang fokus memberdayakan masyarakat inklusi. BTPN Syariah memberikan akses keuangan dengan menyediakan layanan perbankan yang tepat dan adaptif. Anak usaha PT Bank SMBC Indonesia Tbk (sebelumnya PT Bank BTPN Tbk) ini juga memberikan akses pengetahuan dengan memberikan program pemberdayaan yang berguna untuk mengembangkan usaha dan mencapai kehidupan yang lebih berarti.
"Yang terpenting dalam proses bisnis BTPN Syariah adalah membangun perilaku unggul nasabah segmen ultra mikro, dengan BDKS: Berani Berusaha, Disiplin, Kerja keras, dan Saling bantu (solidaritas). Solidaritas tersebut akan terbangun menjadi daya tahan yang baik untuk menghadapi kondisi komunitas secara bersama-sama," ujarnya.
Hingga semester I 2024, BTPN Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 7,78 miliar kepada lebih dari 6.000 nasabah di Gorontalo.
Holding Ultra Mikro BRI Salurkan Rp622,3 Triliun dalam Tiga Tahun
Ekosistem UMi telah memberikan layanan kepada 36,1 juta nasabah pinjaman, [343] url asal
#umi #ultra-mikro #holding-ultra-mikro-bri
(Bisnis.Com - Finansial) 17/09/24 09:22
v/15123551/
Bisnis.com, JAKARTA -- Holding Ultra Mikro (UMi) BRI Group mencatat menjangkau 176 juta nasabah simpanan dan 36,1 juta nasabah pinjaman per 13 September 2024. Total pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp622,3 triliun sejak berdiri tiga tahun lalu atau sejak 13 September 2021.
Direktur Utama BRI Sunarso menyampaikan total penyaluran ini terdiri atas PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) tersebut. Dia mengatakan selama tiga tahun tersebut, pihaknya berupaya untuk terus meningkatkan inklusi keuangan dan memberdayakan pelaku usaha ultra mikro di Indonesia.
Sunarso menuturkan bahwa ke depannya pihaknya berkomitmen untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dalam menciptakan layanan keuangan yang lebih inklusif, mudah diakses, dan berkelanjutan.
“Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat membantu mewujudkan visi pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas,” ucapnya dikutip dari Antara, Selasa (17/9/2024).
Saat ini, ekosistem UMi telah memberikan layanan kepada 36,1 juta nasabah pinjaman, yang terdiri dari 13,4 juta debitur mikro BRI, 15 juta debitur wanita PNM, dan 7,7 juta debitur Pegadaian. Di sisi simpanan, ekosistem UMi telah melayani 176 juta nasabah dengan total simpanan mencapai Rp313,9 triliun.
Selain tabungan dan pinjaman, ekosistem UMi juga menawarkan layanan lainnya, seperti 15,2 juta polis asuransi mikro, 3,1 juta nasabah tabungan emas, dan 35,2 juta pengguna aplikasi super BRImo. Untuk memudahkan akses layanan, UMi juga mengembangkan co-location Sentra Layanan Ultra Mikro (Senyum) di 1.025 lokasi, yang mengintegrasikan layanan BRI, Pegadaian, dan PNM dalam satu tempat.
Selain itu, UMi telah mengintegrasikan 75 ribu tenaga pemasar untuk memberikan akses keuangan yang lebih luas dan komprehensif bagi masyarakat. Holding Ultra Mikro juga berkomitmen untuk memberdayakan dan mengedukasi nasabah melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan usaha, seperti Literasi Keuangan melalui Link UMKM, BRI Menanam, dan Program Menabung Kelompok Mekaar.
Program-program tersebut bertujuan untuk memberikan pelatihan kewirausahaan, manajemen keuangan, dan pemasaran digital bagi pelaku usaha ultra mikro. Hingga kini, jutaan pelaku usaha mikro dan ultra mikro telah merasakan manfaat dari berbagai program pemberdayaan ini, yang berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Prestasi Holding UMi BRI Group Selama Tiga Tahun
Holding Ultra Mikro (UMi) mencatatkan berbagai pencapaian positif dalam upayanya meningkatkan inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat selama tiga tahun hadir ini. [674] url asal
#info-tempo #bri #bank-rakyat-indonesia-bri #holding-ultra-mikro #nasabah #debitur
(Bisnis Tempo) 13/09/24 12:10
v/14980085/
INFO BISNIS –Holding Ultra Mikro (UMi) mencatatkan berbagai pencapaian positif dalam upayanya meningkatkan inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat selama tiga tahun ini. Sejak resmi berdiri pada 13 September 2021, Holding UMi yang terdiri dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) telah menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan akses layanan keuangan bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah atau UMKM, utamanya segmen ultra mikro.
Melalui sinergi yang kuat antara BRI, Pegadaian, dan PNM, ekosistem UMi telah melayani lebih dari 176 juta nasabah simpanan dan 36,1 juta nasabah pinjaman atau debitur dengan total penyaluran pembiayaan yang mencapai lebih dari Rp622,3 triliun.
Direktur Utama BRI, Sunarso mengapresiasi dukungan seluruh pihak dalam perjalanan tiga tahun Holding UMi. "Kami berterimakasih kepada Presiden RI Bapak Joko Widodo, Kementerian BUMN RI, regulator, seluruh nasabah dan masyarakat yang telah menjadi bagian dari perjalanan kami. Tiga tahun ini merupakan awal dari langkah panjang kami untuk terus meningkatkan inklusi keuangan dan memberdayakan pelaku usaha ultra mikro di Indonesia”, ujarnya.
Sunarso mengatakan, BRI berkomitmen untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dalam menciptakan layanan keuangan yang lebih inklusif, mudah diakses, dan berkelanjutan. “Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat membantu mewujudkan visi pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas,” katanya.
Menteri BUMN, Erick Thohir menilai keberadaan Holding UMi yang telah menginjak usia tiga tahun merupakan upaya Kementerian BUMN dalam menyatukan ekosistem antara BRI, Pegadaian dan PNM untuk meningkatkan daya saing UMKM. Erick mengatakan, BUMN dan UMKM harus terus berkolaborasi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.
"Dengan jumlah UMKM yang mencapai 65 juta, kontribusinya tidak main-main bagi ekonomi Indonesia dengan menyumbang 61 persen dari PDB, dan 97 persen penyerapan tenaga kerja pun berasal dari UMKM," kata Erick.
Ia menegaskan, Holding UMi tidak akan berhenti melayani para pelaku usaha ultra mikro dan UMKM. Hal ini selaras dengan komitmen keberpihakan terhadap pelaku usaha ultra mikro dan UMKM.
Pencapaian Tiga Tahun Holding UMi
1. Akses Pembiayaan Lebih Luas
Dalam tiga tahun perjalanannya, Holding UMi berhasil meningkatkan akses pembiayaan bagi pelaku usaha ultra mikro yang sebelumnya sulit mendapatkan akses layanan perbankan formal. Saat ini, ekosistem UMi telah memiliki lebih dari 36,1 juta nasabah pinjam debitur, yang terdiri dari 13,4 juta debitur mikro BRI, 15 juta debitur wanita PNM dan 7,7 debitur gadai Pegadaian.
Keberhasilan ini merupakan hasil dari strategi kolaboratif yang memadukan kekuatan BRI dalam perbankan mikro, keahlian Pegadaian dalam layanan gadai, dan pengalaman PNM dalam pendampingan usaha mikro.
2. Peningkatan Inklusi Keuangan
Sebagai bagian dari upaya untuk mengakselerasi inklusi keuangan di Indonesia, Holding UMi terus berinovasi dalam mengembangkan layanan keuangan untuk memudahkan akses bagi masyarakat yang tidak terjangkau oleh layanan perbankan konvensional.
Jumlah nasabah simpanan mikro mencapai 176 juta nasabah simpanan dengan volume simpanan sebesar Rp 313,9 triliun. Selain tabungan, masyarakat juga menikmati layanan 15,2 juta polis micro insurance, 3,1 juta nasabah tabungan emas serta 35,2 juta pengguna super apps BRImo. Inisiatif tersebut telah mendorong peningkatan inklusi keuangan, terutama di daerah-daerah terdepan, terluar dan tertinggal atau 3T.
3. Sinergi dan Efisiensi Holding
Selama tiga tahun, Holding UMi telah memperkuat sinergi antaranggota holding untuk menciptakan ekosistem layanan keuangan yang terpadu dan berkelanjutan. Berbagai inisiatif seperti sinergi layanan terintegrasi atau biasa disebut co-location Senyum (Sentra Layanan Ultra Mikro) telah diimplementasikan di 1.025 titik untuk memudahkan nasabah dalam mengakses berbagai produk dan layanan dari BRI, Pegadaian, dan PNM di satu tempat.
Selain itu, keberadaan ekosistem UMi juga mengintegrasikan 75 ribu tenaga pemasar sehingga dapat memberikan akses keuangan yang lebih komprehensif. Dengan model ini, Holding UMi mampu meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas jangkauan layanan ke seluruh lapisan masyarakat.
4. Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Selain fokus pada pembiayaan, Holding UMi juga berkomitmen untuk memberdayakan dan mengedukasi nasabah melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan usaha. Program seperti literasi keuangan melalui Link UMKM, BRI Menanam dan Program Menabung Kelompok Mekaar memberikan pelatihan kewirausahaan, manajemen keuangan, dan pemasaran digital bagi pelaku usaha ultra mikro. Hingga saat ini, jutaan pelaku usaha mikro dan ultra mikro telah merasakan manfaat dari program-program pemberdayaan ini, yang berkontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat. (*)
3 Tahun Holding Ultra Mikro BRI Group Layani 176 Juta Nasabah Simpanan dan 36,1 Juta Debitur
Holding Ultra Mikro menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan akses layanan keuangan bagi pelaku UMKM, terutama segmen ultra mikro. [731] url asal
#bri #holding-ultra-mikro #brandconnect
(MedCom - Ekonomi) 13/09/24 10:30
v/14992858/
Jakarta: Menginjak usia tiga tahun, Holding Ultra Mikro (UMi) mencatatkan berbagai pencapaian positif dalam upaya meningkatkan inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Indonesia.Sejak resmi berdiri pada 13 September 2021, Holding Ultra Mikro yang terdiri atas PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) telah menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan akses layanan keuangan bagi pelaku UMKM. Terutama segmen ultra mikro.
Melalui sinergi yang kuat antara BRI, Pegadaian, dan PNM, ekosistem Ultra Mikro telah melayani lebih dari 176 juta nasabah simpanan dan 36,1 juta nasabah pinjaman/debitur dengan total penyaluran pembiayaan mencapai lebih dari Rp622,3 triliun.
Atas pencapaian tersebut Direktur Utama BRI Sunarso menyampaikan apresiasi terhadap dukungan seluruh pihak dalam perjalanan tiga tahun Holding Ultra Mikro.
"Kami berterima kasih kepada Presiden RI Bapak Joko Widodo, Kementerian BUMN RI, regulator, seluruh nasabah dan masyarakat yang telah menjadi bagian dari perjalanan kami. Tiga tahun ini merupakan awal dari langkah panjang kami untuk terus meningkatkan inklusi keuangan dan memberdayakan pelaku usaha ultra mikro di Indonesia," kata Sunarso.
| Baca juga: Utamakan Keberlanjutan, BRI Konsisten Terapkan ESG dan Penuhi Standar Internasional |
Ke depan, BRI berkomitmen untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dalam menciptakan layanan keuangan yang lebih inklusif, mudah diakses, dan berkelanjutan.
“Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat membantu mewujudkan visi pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas,” jelasnya.
Pada kesempatan terpisah, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan keberadaan Holding Ultra Mikro yang telah menginjak usia tiga tahun merupakan upaya Kementerian BUMN dalam menyatukan ekosistem antara BRI, Pegadaian, dan PNM untuk meningkatkan daya saing UMKM. BUMN dan UMKM harus terus berkolaborasi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.
"Dengan jumlah UMKM yang mencapai 65 juta, kontribusinya tidak main-main bagi ekonomi Indonesia dengan menyumbang 61 persen dari PDB, dan 97 persen penyerapan tenaga kerja pun berasal dari UMKM," ucap Erick.
Erick menegaskan, Holding Ultra Mikro tidak akan berhenti melayani para pelaku usaha ultra mikro dan UMKM. Hal ini selaras dengan komitmen keberpihakan terhadap pelaku usaha ultra mikro dan UMKM.
Pencapaian Tiga Tahun Holding Ultra Mikro
1. Akses Pembiayaan Lebih Luas, Jangkau 36,1 juta Nasabah Pinjaman
Dalam tiga tahun perjalanannya, Holding Ultra Mikro berhasil meningkatkan akses pembiayaan bagi pelaku usaha ultra mikro yang sebelumnya sulit mendapatkan akses layanan perbankan formal. Saat ini, ekosistem Ultra Mikro telah memiliki lebih dari 36,1 juta nasabah pinjaman/debitur, yang terdiri atas 13,4 juta debitur mikro BRI, 15 juta debitur wanita PNM dan 7,7 debitur gadai Pegadaian. Keberhasilan ini merupakan hasil dari strategi kolaboratif yang memadukan kekuatan BRI dalam perbankan mikro, keahlian Pegadaian dalam layanan gadai, dan pengalaman PNM dalam pendampingan usaha mikro.
2. Peningkatan Inklusi Keuangan, Layani 176 juta Nasabah Simpanan
Sebagai bagian dari upaya untuk mengakselerasi inklusi keuangan di Indonesia, Holding Ultra Mikro terus berinovasi dalam mengembangkan layanan keuangan untuk memudahkan akses bagi masyarakat yang tidak terjangkau oleh layanan perbankan konvensional. Jumlah nasabah simpanan mikro mencapai 176 juta nasabah simpanan dengan volume simpanan sebesar Rp313,9 triliun. Selain Tabungan, masyarakat juga menikmati layanan 15,2 juta polis micro insurance, 3,1 juta nasabah tabungan emas serta 35,2 juta user super apps BRImo. Inisiatif tersebut telah mendorong peningkatan inklusi keuangan, terutama di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).
| Baca juga: Melalui Klasterku Hidupku, BRI Dampingi Klaster Jeruk Semboro Terapkan Pertanian Berkelanjutan |
3. Sinergi dan Efisiensi Holding Melalui 1.025 Co-Location Senyum
Selama tiga tahun, Holding Ultra Mikro telah memperkuat sinergi antar-anggota holding untuk menciptakan ekosistem layanan keuangan yang terpadu dan berkelanjutan. Berbagai inisiatif seperti Sinergi Layanan Terintegrasi atau biasa disebut co-location Senyum (Sentra Layanan Ultra Mikro) telah diimplementasikan di 1.025 titik untuk memudahkan nasabah dalam mengakses berbagai produk dan layanan dari BRI, Pegadaian, dan PNM di satu tempat.
Selain itu, keberadaan ekosistem Ultra Mikro juga mengintegrasikan 75 ribu tenaga pemasar sehingga dapat memberikan akses keuangan yang lebih komprehensif. Dengan model ini, Holding Ultra Mikro mampu meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas jangkauan layanan ke seluruh lapisan masyarakat.
4. Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Selain fokus pada pembiayaan, Holding Ultra Mikro juga berkomitmen memberdayakan dan mengedukasi nasabah melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan usaha. Program seperti Literasi Keuangan melalui Link UMKM, BRI Menanam dan Program Menabung Kelompok Mekaar memberikan pelatihan kewirausahaan, manajemen keuangan, dan pemasaran digital bagi pelaku usaha ultra mikro. Hingga saat ini, jutaan pelaku usaha mikro dan ultra mikro telah merasakan manfaat dari program-program pemberdayaan ini, yang berkontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
(ROS)

