#30 tag 24jam
JF3 2024, Gaya Streetwear dari Bahan Bekas
Dibuang sayang, jenama asal Bali, Future Loundry, memanfaatkan beragam bahan bekas menjadi streetwear yang kece. Koleksinya bertema Deepscroll Healing melenggang di JF3 2024 yang digelar di Summarecon [464] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #jf3 #sustainability-fashion #future-loundry #fashion-bahan-bekas #streetwear #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 11/08/24 06:20
v/14132042/
JAKARTA, investor.id – Dibuang sayang, jenama asal Bali, Future Loundry, memanfaatkan beragam bahan bekas menjadi streetwear yang kece. Koleksinya bertema Deepscroll Healing melenggang di JF3 2024 yang digelar di Summarecon Mall Serpong, Serpong, Banten, Minggu (4/8/2024).
“Tema Deepscroll Healing menggali hiruk-pikuk budaya internet dan teknologi. Koleksi ini terinspirasi dari kebisingan suburb Denpasar, pasar Kreneng, dan berbagai subkultur global. Future Loundry mengeksplorasi bagaimana generasi sekarang menampilkan nostalgia era digital melalui busana yang menggabungkan elemen ironi dan eksentrik,” kata pemilik dan pendiri Future Loundr, Ican Harem.
Yang menarik, setiap koleksi Future Londry, termasuk koleksi ini, menggunakan bahan bekas, mulai kain hingga aksesori yang digunakan. Untuk konsep sustainability fashion ini, Future Loundry menggunakan 70% bahan bekas yang diperoleh dari pedagang baju bekas di pasar Kreneng, Denpasar.
Koleksi ini menggabungkan motif sporty dengan tribal, kaos band metal, grafik anime, dan teknik dekonstruksi yang menghasilkan siluet dan fungsi yang baru. Bahan-bahan reject dari produksi massal retail juga diolah kembali menjadi karya busana yang unik dan futuristik.
“Koleksi kami ini 70% menggunakan bahan bekas sehingga harganya pun tidak mahal,” ungkap Ican.
“Untuk bahan, kami menggunakan bahan-bahan yang dinilai reject. Untuk aksesori, bahan-bahan bekas, seperti tulang ayam bekas makanan cepat saji pun bisa kami buat jadi aksesori,” ungkap Ican.
Dalam pembuatan koleksi ini, Future Loundry melibatkan beberapa figur seperti builder sepeda motor Bingky Bikers, desainer Toton Januar, serta musisi seperti Ramen Girl dan Rendi Denista.
Yang unik, Future Loundry menghadirkan tukang permak baju lengkap dengan boks mesin jahit dan kendaraan motor di atas catwalk.
Pasar Internasional
Soal bisnis Future Loundry, Ican menamai inisiatif ini dengan nama ‘Harem’, yang berfokus pada DIY fashion dan pembuatan merchandise untuk musisi dan brand, baik lokal maupun luar negeri. Sejak saat itu, ‘Harem’ tumbuh pesat secara organik. Pada 2019, desainer-seniman Manda Pinky bergabung, dan sejak saat itu lah Future Loundry berdiri.
Dengan akar budaya Indonesia yang kuat, mereka menghadirkan pandangan segar tentang budaya dan subkultur Asia Tenggara. Terinspirasi dari kehidupan sehari-hari para pendirinya di Denpasar, mereka memadukan estetika ekstrim dan sentuhan cheesy yang ikonik. Jenama ini melahirkan imajinasi futuristik tentang busana pasca-apokaliptik Indonesia, menawarkan perspektif baru yang memukau dan memikat bagi para skena streetwear tanah air.
“Koleksi kami keliatannya receh, tapi yang receh itu justru dicari orang. Bahkan ketika koleksi kami dibeli oleh luar negeri, justru mereka yang menawarkan kami untuk menjual ke luar negeri,” ungkap Ican.
Kini, Future Loundry telah memantapkan dirinya di dalam skema underground secara global. Jenama ini bekerja sama dengan berbagai seniman dan musisi internasional, serta mempertahankan klien seperti Rich Brian, Greentea Peng, Fontaines DC, Ho9909, dan banyak lagi. Saat ini, koleksi Future Loundry tersedia di Tokyo, Amsterdam, Singapura, dan Berlin.
Editor: Mardiana Makmun (mardiana.makmun@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Future Loundry, Mengangkat Budaya Permak dalam Gaya Futuristik
Future Loundry memanfaatkan barang bekas dan reject yang banyak dijual di Pasar Kreneng, Denpasar. dan diolah menjadi busana yang berbeda. [573] url asal
#sustainable-fashion #jf3 #sustainability #jf3-fashion-festival-2024 #praktik-sustainability #future-loundry #vermak #permak-pakaian
(Kompas.com) 08/08/24 11:26
v/13775240/
KOMPAS.com - Permak, alias memperbaiki pakaian, adalah hal yang akrab dalam budaya kita. Kehadiran para penjahit keliling yang menawarkan perbaikan baju dan celana bukan hal asing dalam hidup sehari-hari.
Nah, "kearifan lokal" inilah yang menjadi gaya utama brand lokal Future Loundry dalam memproduksi koleksi busananya.
Menurut pendirinya, seniman Ican Harem, sejak dibentuk tahun 2019 di Bali, brand ini menawarkan produk upcycled yang terinspirasi oleh budaya permak alias vermak di Indonesia.
Bersama pasangannya, Manda Pinky, Ican memanfaatkan barang bekas dan reject yang banyak dijual di Pasar Kreneng, Denpasar. Mereka kemudian mengolahnya menjadi busana yang berbeda.
"Sekitar 70 persen kami memakai barang bekas, berupa dead stock dan lainnya. Pada dasarnya kami mengalihfungsikan beberapa barang yang dianggap tidak layak pakai untuk dibuat busana baru," ujar Ican yang juga seorang musisi itu.
Maka jangan heran bila di celana gombrong (brand ini menyebutnya kombor) yang dirilis, masih ada logo merek Alpinestar, atau Fox misalnya, karena bahannya diambil dari jaket merek tersebut.
Robbie Suharlim Brand streetwear asal Bali, Future Loundry, mempersembahkan koleksi _Deepscroll Healing_ pada malam terakhir JF3 Fashion Festival 2024, Minggu (4_8_2024) di Salsa Fashion Tent, Summarecon Mall Serpong. (4)Walau berasal dari barang bekas, namun produk hasil permak ini justru laku di pasar luar negeri, terutama Tokyo, Amsterdam, Singapura, dan Berlin. Bahkan selebriti seperti Rich Brian dan Greentea Peng ikut memakainya.
Baru setelah meraih kesuksesan di luar, Future Loundry menggelar peragaan busana pertamanya di Indonesia, di hari terakhir JF3, Minggu (4/8/2024) di Salsa Fashion Tent Summarecon Mall Serpong (SMS), Tangerang.
Fashion show ini dibuka dengan kehadiran dua penjahit keliling yang menaiki sepeda lengkap dengan perlengkapan jahit di runway. Musik elektronik yang bernuansa dark dan lampu temaram menggenapi atmosfer tenda raksasa yang dipakai sebagai arena pertunjukan.
Sebanyak 53 koleksi bertajuk Deep Scroll Healing dipamerkan, semuanya adalah daur ulang bahan bekas menjadi busana baru, dengan potongan yang seolah seperti layering, penuh "tabrakan" antara logo dengan cetakan (print), atau tabrakan antara bahan-bahan berbeda, hingga dalam perpaduan warna yang gempita.
Maka hasil desain yang diusung pun menjadi unik karena merupakan campuran antara gaya sporty dari busana olahraga --utamanya pakaian outdoor dan biker-- serta gaya metal, tribal, hingga anime.
Robbie Suharlim Brand streetwear asal Bali, Future Loundry, mempersembahkan koleksi _Deepscroll Healing_ pada malam terakhir JF3 Fashion Festival 2024, Minggu (4_8_2024) di Salsa Fashion Tent, Summarecon Mall Serpong.Ican sendiri tidak menampik bila ada yang menyebut gaya ini sebagai alay, istilah yang dipakai untuk menggambarkan sesuatu yang norak atau kampungan. "Alay adalah salah satu sub kultur kita, dan di situlah letak ke-Indonesia-an koleksi ini."
Satu hal lain yang menunjukkan udaya Indonesia dalam koleksi Future Loundry ini, seperti sudah disebut di atas, adalah konsep daur ulang yang sebenarnya sudah kita lakukan sejak dulu.
"Sustainabilityadalah hal yang sudah kita lakukan sejak lama tanpa kita sadari. Budaya permak pakaian itulah sustainability yang sebenarnya," ujar Ican.
Ketika Atlet Skateboard Jadi Model Peragaan Busana di JF3
Saat para model berjalan di lintasan skateboard sepanjang 10 meter yang dijadikan sebagai runway, para atlet dengan skateboard melintas diantaranya de [632] url asal
#skateboard #streetwear #jf3 #budaya-skateboard #jf3-fashion-festival-2024 #streetwear-indonesia #drp-jakarta
(Kompas.com) 05/08/24 12:59
v/13372108/
KOMPAS.com - Ada yang istimewa di hari penutupan JF3 2024 Minggu, 4 Agustus 2024: Para atlet skateboard ikut menjadi model dalam peragaan busana di arena bermain skateboard yang berada di kawasan festival DRP, Summarecon Mall Serpong.
Bersama para model, mereka mengenakan koleksi Lakon Indonesia yang dirancang untuk memberi keleluasaan dan kenyamanan pada pemain skateboard, sekaligus membuat mereka tampil gaya.
Saat para model berjalan di lintasan skateboard sepanjang 10 meter yang dijadikan sebagai runway, para atlet dengan skateboard melintas diantaranya dengan gesit.
Bukan sekadar peragaan busana, para atlet juga memperlihatkan keahlian mereka dalam bermain skateboard. Acara ini menjadi sebuah perayaan yang menggabungkan gaya dan olahraga, memadukan mode dengan semangat generasi muda dalam olahraga skateboard.
Busana yang mereka kenakan didominasi warna hitam atau putih, dengan print atau cetakan seperti tulisan koran. Menurut Thresia Mareta, pendiri Lakon Indonesia, desain ini sudah ada sejak tahun 2021, namun digunakan kembali dengan bahan berbeda.
"Desainnya sendiri mengambil dari Gantari 2021, tapi setelah diskusi dengan Irsan (desainr di Lakon Indonesia), akan seru jika diangkat lagi, karena JF3 kali ini temanya streetwear. Hanya saja bahannya kali ini dibuat dari jersey, bukan katun poplin," ujar Thresia.
Para atlet skateboard dan model dalam gelaran Lakon Indonesia X DRP di Summarecon Mall SerpongMenurutnya, desain ini muncul untuk memberi alternatif busana yang nyaman, namun bisa digunakan di berbagai tempat tanpa kelihatan kurang pantas.
"Sekarang banyak orang memakai baju olahraga ke mana-mana. Kadang-kadang rasanya nggak cocok untuk ruang dan kesempatan tertentu. Tapi kami mengerti bahwa orang memakainya karena kenyamanan. Nah, kalau bisa nyaman dan modelnya lebih stylist, kenapa tidak," kata Thresia.
"Ini memberi alternatif busana, jika yang dicari kenyamanan, ini ada loh opsi lain yang nyaman tapi tidak mengganggu penampilan," lanjutnya.
Soal kenyamanan, Didi Arifin, Pembina Komisi Indonesia Skateboard, menyebutkan bahwa desain kali ini berbeda. "Cuttingnya enak banget buat main skateboard. selain itu bahannya nyerap keringat. Namun yang jelas, ini berbeda karena desainnya tidak seperti kostum skateboard pada umumnya, jadi bikin kita lebih pede memakainya."
Para atlet skateboard dan model dalam gelaran Lakon Indonesia X DRP di Summarecon Mall SerpongSalah satu atlet yang ikut tampil, Bhima Yudha Zen, Juara 1 Projam Festival International On The Street 2017 mengaku bahwa fashion dan skateboard memiliki hubungan yang sangat dekat.
"Skate ini dekat dengan industri fashion dan musik," ujarnya mengamini bahwa apa yang dipakai anak-anak skate bisa menjadi tren fashion.
Adapun DRP sendiri merupakan sebuah festival budaya urban dan street culture dari Prancis. Karena JF3 tahun ini mengangkat tema streetwear, maka festival tersebut diadopsi di Indonesia sebagai DRP Jakarta.
Soegianto Nagaria, Chairman JF3 sebelumnya menjelaskan bahwa streetwear punya tempat tersendiri bagi pecinta mode tanah air.
“Di fashion event biasanya yang dibawakan adalah culture fashion atau high-end fashion. Padahal sebenarnya ada market fashion bagi kalangan muda yang selama ini jarang mendapatkan tempat. Inilah yang melar belakangi lahirnya DRP Paris,” jelasnya beberapa waktu lalu.
Menurut Soegianto, streetwear style lebih dari sekadar cara berpakaian. Ini adalah cerminan dari kehidupan perkotaan yang dinamis dan beragam. Dibentuk oleh budaya skateboarding, hip-hop, seni jalanan, dan subkultur lainnya, streetwear style muncul sebagai simbol kebebasan berekspresi dan pengakuan akan keunikan individual.
Karenanya tidak heran bila di gelaran Lakon Indonesia X DRP, para atlet skateboard mendadak jadi model...
Koleksi #NowPlaying Lakon Store 2024, Terinspirasi Film Fantasi Hingga Horor
Tahun ini, enam brand lokal yang terpilih untuk berkolaborasi adalah Fuguku, Bertjorak, Earth Major, Toba Tenun, Sroja, dan Rajoet. [979] url asal
#peragaan-busana #jf3 #fashion-show #jf3-fashion-festival-2024 #lakon-store #sroja #toba-tenun #bertjorak #fuguku #rajoet #earth-major
(Kompas.com) 04/08/24 14:12
v/13242758/
KOMPAS.com – Fashion bisa terinspirasi dari banyak hal, dari budaya, iklim, hingga kostum film. Contoh untuk yang terakhir ini adalah koleksi dari enam brand lokal di bawah Lakon Store yang mengangkat tema film untuk fashion show tahunan ke-tiga mereka yang bertajuk #NowPlaying.
Tahun ini, enam brand lokal yang terpilih untuk berkolaborasi adalah Fuguku, Bertjorak, Earth Major, Toba Tenun, Sroja, dan Rajoet.
Dalam pagelaran Sabtu sore (3/8/2024) di JF3 Fashion Tent, Summarecon Mall Serpong, ditampilkan 72 koleksi ready-to-wear, terdiri dari busana pria dan wanita, di mana setiap brand mewakili genre film atau serial yang berbeda, membawa kita bernostalgia bersama.
Dalam koleksi ini terlihat bahwa setiap brand menggabungkan karakter desain masing-masing dengan film yang menjadi tema inspirasinya.
Oleh karena itu, presentasi menjadi hal penting untuk koleksi kali ini. Beberapa unsur komedi, musikal, fiksi, romansa, dan misteri yang menjadi inspirasi koleksi, menjadi bagian tidak terpisahkan dari pertunjukan.
Berikut deretan koleksinya
Fuguku
FUGUKU mempresentasikan koleksi dalam parade show LAKON Store #NowPlaying di hari kesembilan JF3 Fashion Festival 2024, Sabtu (3/8/2024) di Salsa Fashion Tent, Summarecon Mall Serpong.Brand Fuguku tampil dengan koleksi busana yang terinspirasi film Avatar. Busana yang ditampilkan menggambarkan lautan, hutan, hingga karakter burung-burung yang menjadi tunggangan di film tersebut.
Setiap kain yang digunakan dibuat bertekstur seperti bulu burung dan berasal dari bahan daur ulang atau recycle. Fuguku menggabungkan warna-warna cerah dalam koleksinya yang bernuansa fantasi, seperti halnya film Avatar yang didominasi suasana alam dan cahaya.
Bertjorak
Bertjorak mempresentasikan koleksi mereka dalam parade show Lakon Store #NowPlaying di hari kesembilan JF3 2024, pada Sabtu (3/8/2024), di Salsa Fashion Tent, Summarecon Mall Serpong.Brand Bertjork dikenal dengan koleksi yang memiliki warna berani. Brand ini menghadirkan busana yang terinspirasi serial drama berjudul Ugly Betty, dengan tokoh utama Betty La Fea atau Betty si jelek.
Betty dalam "Ugly Betty" adalah tokoh utama yang berwajah tidak cantik, berkacamata lebar dan berkawat gigi, namun bekerja di majalah fesyen yang sangat populer.
Menyesuaikan karakter tersebut, Bertjorak menghadirkan busana knitwear yang indah dan penuh warna, dengan ajakan agar setiap orang lebih percaya diri untuk tampil, tetap memukau, dan positif.
Dalam fashion show, para model menggambarkan karakter itu dengan raut muka dan tingkah orang-orang yang pemalu, kikuk, dan berjalan tergesa-gesa, namun berhasil tampil mencolok dengan busana yang dikenakannya.
Earth Major
Earth Major mempresentasikan koleksi mereka dalam parade show Lakon Store #NowPlaying di hari kesembilan JF3 2024, pada Sabtu (3/8/2024), di Salsa Fashion Tent, Summarecon Mall Serpong.Earth Major adalah merek fesyen siap pakai yang terinspirasi oleh tumbuhan, seni dan musik untuk menciptakan motif berani dengan warna-warna bernuansa bumi.
?Dalam koleksi yang ditampilkan di bawah bendera Lakon Store, brand ini merilis busana yang terpinspirasi dari film The Secret World of Arrietty, yang menceritakan petualangan gadis kurcaci yang bersahabat dengan seorang manusia.
Seperti kostum dalam film ini, Earth Major menghadirkan busana berpotongan longgar yang mengutamakan kenyamanan, konsep, dan fungsi.
Baik warna maupun cuttingnya mengingatkan pada imajinasi kita tentang dunia kurcaci yang imut dengan busana model layering berhiaskan rajutan dan sulaman berbentuk bunga-bunga.
Rajoet
Rajoet mempresentasikan koleksi mereka dalam parade show Lakon Store #NowPlaying di hari kesembilan JF3 2024, pada Sabtu (3/8/2024), di Salsa Fashion Tent, Summarecon Mall Serpong.Rajoet dikenal dari produk aksesoris seperti tas dan hiasannya yang terbuat dari rajutan benang. Untuk koleksi di JF3, brand menampilkan busana bergaya simpel, namun menjadi unik karena dihiasi rajutan di setiap potongnya.
Tas dan aksesori seperti sabuk yang terlihat dalam koleksi kali ini merupakan produk keahlian dari mitra pengrajin. Hasil akhirnya tidak hanya indah, tetapi juga ditenun dengan rapat dan dibuat tahan lama.
Tas-tas ini ditenun secara individual dengan tangan, dan memiliki gaya klasik agar selalu bisa mengikuti tren fesyen yang terus berubah.
Tobatenun
Toba Tenun mempresentasikan koleksi mereka dalam parade show Lakon Store #NowPlaying di hari kesembilan JF3 2024, pada Sabtu (3/8/2024), di Salsa Fashion Tent, Summarecon Mall Serpong. (3)Koleksi Tobatenun kali ini mengambil inspirasi dari film bergenre action, yakni Mulan, seorang pahlawan perempuan yang menggantikan ayahnya mengikuti wajib militer.
Dengan menggunakan pewarna alam, kain yang dihasilkan terkesan membumi, bergaya tradisional, namun berpotongan kekinian. Desain terusan, jaket, rok lebar, dan outer longgar seperti kimono memberi kesan nyaman dipakai, memudahkan bergerak, sekaligus kasual.
Lewat karyanya yang terinspirai pahlawan wanita ini, Tobatenun mempunyai tujuan untuk membangkitkan jiwa wirausaha sesama pembuat ulos di desa-desa adat di Sumatera Utara dan memberdayakan perempuan.
Sroja
Sroja mempresentasikan koleksi mereka dalam parade show Lakon Store #NowPlaying di hari kesembilan JF3 2024, pada Sabtu (3/8/2024), di Salsa Fashion Tent, Summarecon Mall SerponxSroja yang biasanyapenuh warna, kali ini menampilkan koleksi monokrom hitam putih dan merah, teinpirasi dari film horor yang akan tayang di Indonesia.
Nuansa magis musik seram dan suara tawa cekikikan menemani para model yang berjalan perlahan dengan tatapan kosong yang mencekam.
Sesuai dengan temanya, koleksi busananya didominasi warna putih, hitam, dan sedikit tambahan merah, dengan berbagai hiasan detail indah seperti renda-renda yang menambah kesan mistis.
Adapun Lakon Store adalah concept store yang berdedikasi untuk mendukung dan mempromosikan brand lokal
Indonesia. Setiap tahun, Lakon Store mengadakan fashion show dengan tema yang berbeda untuk menunjukkan kreativitas dan inovasi dalam dunia mode.
Seluruh koleksi dari acara ini akan dijual secara eksklusif hanya di Lakon Store, Summarecon Mall Kelapa Gading 5.
Pasar Malam, Koleksi Street Wear Lakon Indonesia yang Penuh Nostalgia
Tema Pasar Malam dipilih untuk membawa kembali nostalgia keramaian jaman dulu, namun terinspirasi dari kehidupan dan keseharian generasi masa kini [531] url asal
#pagelaran-busana #jf3 #koleksi-busana #lakon-indonesia #jf3-fashion-festival-2024
(Kompas.com) 01/08/24 10:25
v/12855947/
KOMPAS.com - Lampu meredup gelap di tenda raksasa yang dingin karena AC, saat sebuah bajaj dengan suara mesinnya yang khas memasuki lintasan catwalk di JF3 Fashion Tent, Summarecon Mall Serpong.
Bergerak perlahan dengan cahaya dari dua lampu depan, bajaj melewati daretan penonton yang duduk, berdiri, atau sambil makan, mirip suasana di pasar malam.
Lalu seorang model membuka pintu bajaj, lalu turun dengan anggun dan berjalan dalam langkah-langkah lincah, disusul model-model lainnya yang datang bergantian.
Peragaan busana unik yang tidak biasa pada Selasa petang 30 Juli 2024 ini adalah bagian dari fashion show yang menampilkan desain Irsan untuk Lakon Indonesia, dengan koleksi siap pakai bertema “Street Wear”.
Robbie suharlim Fashion show Pasar Malam dari Lakon Indonesia di JF3 Fashion Tent, Serpong, Selasa petang 30 Juli 2024Tema Pasar Malam dipilih untuk membawa kembali nostalgia keramaian jaman dulu, namun terinspirasi dari kehidupan dan keseharian generasi masa kini yang menyukai busana nyaman dengan potongan longgar yang tetap bergaya.
"Koleksi ini menampilkan kesederhanaan dan ketegasan potongan-potongan baru, sesuai dengan konsep Lakon Indonesia yang selalu mengedepankan hasil karya yang klasik dan adaptasi terhadap perjalanan masa," ujar Thresia Mareta, pendiri Lakon Indonesia.
Menurut Thresia, koleksi ini adalah hasil dari riset mengenai apa terjadi dalam keseharian di jalanan dan apa yang dibutuhkan generasi sekarang.
"Kami melihat kecenderungan pakaian olah raga menjadi pakaian sehari-hari karena kenyamanannya. Tetapi sayangnya tidak semua ruang cocok dengan gaya pakaian ini. Jadi sebenarnya inti dari koleksi ini adalah kenyamanan dalam perjalanan tanpa menghilangkan kegunaan dan etika dalam berbusana," jelasnya.
RP Thresia Mareta dengan koleksi Pasar Malam dari Lakon Indonesia di JF3 Fashion Tent, Serpong, Selasa petang 30 Juli 2024Dalam setiap koleksinya Lakon Indonesia akan memilih satu artisan untuk diangkat dengan bekerjasama dalam pembuatan koleksi. Di koleksi bertajuk “Pasar Malam” ini, dipilih maestro batik Dudung Alisyahbana dari kota Pekalongan yang dikenal dengan garis-garisnya yang sangat berkarakter.
Seperti kebanyakan batik pesisiran, batik karya Dudung menggambarkan kebebasan, tidak terbelenggu oleh pakem-pakem tradisional, bahkan cenderung unik dan berani.
Pola-pola garis yang dipadukan dengan batik bergambar bunga, sulur-sulur, dan burung-burung dalam warna biru berlatar putih menjadi hidup lewat desain Lakon Indonesia yang longgar.
RP koleksi Pasar Malam dari Lakon Indonesia di JF3 Fashion Tent, Serpong, Selasa petang 30 Juli 2024Presentasi busana Lakon Indonesia kali ini bisa dibilang spektakuler, karena berhasil membawa para tamu ke suasana pasar yang ramai, dengan teriakan penjual sate, musik dangdut, hingga penjual kue putu yang aroma kuenya menebarkan wangi menggoda.
Konsepnya yang memikat dan ekspresif, membuat koleksi Pasar Malam menarik untuk dikenakan sebagai alternatif pakaian nyaman yang penuh gaya sekaligus memberi makna dan nostalgia.
Titites Sapoetra Bikin Koleksi Busana Terinspirasi Origami
Desainer Tities Sapoetra menampilkan koleksi busana bertema 'KIBO' atau 'harapan' dalam bahasa Jepang. [501] url asal
#tities-sapoetra #jf3 #jf3-fashion-festival-2024
(Kompas.com) 29/07/24 16:07
v/12539026/
KOMPAS.com - Desainer Tities Sapoetra menampilkan koleksi busana bertema "KIBO" atau "harapan" dalam bahasa Jepang.
Koleksi yang terinspirasi dari representasi harapan dari kesenian origami itu ditampilkannya di atas panggung Jakarta Fashion Week 3 (JF3) pada Sabtu (27/7/2024) di Fashion Tent Mall Kelapa Gading, Jakarta.
"Koleksi ini mencerminkan simbol pengabulan keinginan dalam budaya Jepang dan keberuntungan serta kebahagiaan dalam budaya Hawaii," demikian seperti dikutip dalama keterangan tertulis JF3 yang diterima Kompas.com, Senin (29/7/2024).
Dengan memanfaatkan warna-warna cerah dan bahan-bahan terkini seperti katun, kanvas, suede, dan denim, koleksi ini juga berkolaborasi dengan Zalmon, perusahaan printing yang mengutamakan bahan organik.
DOK JF3 Koleksi KIBO dari desainer Tities Sapoetra yang ditampilkan di atas panggung Jakarta Fashion Week 3 (JF3) pada Sabtu (27/7/2024) di Fashion Tent Mall Kelapa Gading, Jakarta terinspirasi dari kesenian origami.Tities berharap, koleksinya kali ini akan menjadi simbol doa dan harapan agar industri fesyen Tanah Air semakin maju, pulih dari dampak pandemi, dan mendapatkan tempat yang layak di dunia internasional.
Koleksi kali ini terdiri dari 20 tampilan busana perempuan dan 10 tampilan busana laki-laki, dengan total 30 tampilan dress.
Karena berkolaborasi dengan produsen bahan organik, terlihat pemilihan warna dari koleksi ini didominasi oleh warna-warna bumi dan redup seperti biru denim, kuning kehijauan, serta hitam.
Sementara detail origami disematkan dalam berbagai bentuk, seperti pola dalam sebuah jaket berkerah ganda, hiasan tiga dimensi pada bagian bahu, hingga aplikasi yang lebih kontemporer pada blazer dan long coat bermotif.
DOK JF3 Koleksi KIBO dari desainer Tities Sapoetra yang ditampilkan di atas panggung Jakarta Fashion Week 3 (JF3) pada Sabtu (27/7/2024) di Fashion Tent Mall Kelapa Gading, Jakarta terinspirasi dari kesenian origami.Pada kesempatan ini, Tities juga didampingi oleh teman-teman yang mendukung kariernya, termasuk Anastasia Siantar, Rangga Moela, Ayu Gani, Patricia Devina, Ian Hugen, dan Nazla Alifa.
Menurut Tities, kesuksesan terukur dari dukungan fashionista Jakarta, klien-klien tercintanya, serta kerabat dan sahabat yang selalu memberikan semangat. Ia juga mengapresiasi dukungan dari para influencer yang terinspirasi oleh budaya Jepang, yang merupakan salah satu destinasi liburannya selain Paris.
@kompas.lifestyle Perayaan Hari Kebaya Nasional mencetak rekor dunia, lho! Acara yang diselenggarakan di Istora Senayan, Jakarta Pusat ini menghadirkan total 9.250 perempuan berkebaya. Bukan cuma itu, beberapa tokoh penting juga turut hadir memeriahkan perayaan ini. Hmm.. Kira-kira ada siapa aja ya? Kreatif: Devi Pattricia Produser: Nabilla Tashandra #harikebayanasional#publicfigure#jokowi#irianajokowi#kebayaindonesia? Bridgerton (Wildest Dreams) - The Theme System
JF3 Ungkap Kiat dan Tantangan Indonesia Menembus Industri Fashion Dunia
Fashion Indonesia selalu digadang-gadang siap menembus industri fashion dunia atau bagi fashion muslim siap menjadi pusat fashion muslim dunia. Namun faktanya justru tak semudah itu. JF3 mengupas kiat [569] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #pekan-mode #jf3 #jf3-fashion-festival-2024 #pintu-incubator #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 27/07/24 22:50
v/12343620/
JAKARTA, investor.id – Fashion Indonesia selalu digadang-gadang siap menembus industri fashion dunia atau bagi fashion muslim siap menjadi pusat fashion muslim dunia. Namun faktanya justru tak semudah itu. JF3 mengupas kiat dan tantangan bagaimana mimpi itu bisa terwujud.
“Jujur, industri fashion kita selama 20 tahun ini jalan di tempat. Kami menginisiasi Pintu Incubator untuk terkoneksi ekosistem fashion di Paris,” ungkap Advisor JF3 dan co-inisiator PINTU Incubator, Thresia Mareta dalam diskusi JF3 Talk Vol. 3 di Auditorium Institut Francais Indonesia (IFI), Jakarta, Kamis (25/7/2024).
Lewat PINTU Incubator yang bekerja sama dengan Institut Francais Indonesia, Kedutaan Besar Prancis, dan Paris Trade Show, Thresia melihat bagaimana industri fashion di Prancis bekerja dengan standar yang diakui secara internasional.
“Kami jadi membandingkan, apa yang dilakukan di sini, dengan apa yang mereka lakukan di sana. Faktanya masih sangat jauh. Namun, itu bukan berarti kita enggak bisa. Artinya kita perlu melakukan sesuatu," ungkap Thresia
Direktur Premiere Classe, Paris Trade Show, Sylvie Pourrat, mengungkapkan kiat bagaimana desainer bisa masuk ke ekosistem fashion dunia di Paris. “Paris merupakan tempat untuk fashion internasional. Tapi desainer harus siap dengan koleksinya sebelum masuk ke Paris,” tegas Sylvie Pourrat.
Dia memaparkan, ketika 25 tahun lalu ia baru memulai pekerjaannya, banyak desainer berbagai negara datang ke Paris. Desainer datang dari Tokyo, Amerika, Maroko, dan negara lainnya. Ketimbang menghabiskan uang di Paris, Sylvie menyarankan, sebaiknya lebih dulu mengembangkan pasar lokal agar siap ketika ingin melebarkan pasar ke global.
Deputi Bidang Pemasaran, Kemenparekraf RI Ni Made Ayu Marthini, mengatakan Indonesia memiliki potensi besar di industri fashion. “Dari 17 bidang ekonomi kreatif, fashion menempati nomor satu dengan kontribusi sebesar 50%. Nomor dua adalah kuliner,” kata Ni Made Ayu di JF3 Talk.
Lebih lanjut Ni Made Ayu mengatakan, kekuatan Indonesia didasarkan pada budaya. “Jika melihat kain dari seluruh Indonesia itu sangat melimpah dan beragam. Jadi menurut saya, dengan kreativitas, inovasi, teknologi, kita bisa berinovasi dan berkreasi,” ujar Ni Made Ayu.
Namun tak hanya itu, pesan Ni Made Ayu, untuk bisa tembus pasar fashion dunia, Indonesia perlu berkolaborasi dan bekerja sama dengan para pemangku kepentingan internasional.
“Agar tahu tren dan kebutuhan pasar seperti apa. Karena mungkin menurut saya yang saya pakai sekarang, yaitu batik asal Pekalongan, cantik, tapi di mata masyarakat global mungkin tidak, karena tidak paham. Jadi ini adalah sesuatu yang tidak hanya perlu kita kembangkan, tapi juga promosikan. Dan kami di Kemenparekraf, promosi digital seperti media sosial itu sangat penting," papar Ni Made Ayu.
PINTU Incubator
Saran Ni Made Ayu agar berkolaborasi dengan pemangku kepentingan internasional itu lah yang selama 3 tahun ini dilakukan PINTU Incubator.
PINTU Incubator adalah sebuah upaya kolaborasi antara JF3, LAKON Indonesia, dan Kedutaan Besar Perancis, melalui Institut Français d'Indonesie (IFI). “Salah satu program di JF3 yang kami namakan PINTU Incubator, saat ini telah terbukti berhasil membuka banyak kesempatan bagi para peserta untuk mengembangkan pasar mereka hingga ke tingkat global,” ujar Soegianto Nagaria.
Tahun ini PINTU Incubator berlanjut memasuki tahun ketiga. Lebih dari 300 brand lokal melakukan registrasi, dan telah terpilih sebanyak 7 brand hasil kurasi yang akan mengikuti proses inkubasi . Proses ini melibatkan mentor dari para profesional di Indonesia, dan akan melibatkan ahli fashion, juga pelaku bisnis mode dari Prancis.
Salah satu Peserta PINTU Incubator, Apakabar, tahun ini mendapatkan beasiswa 6 bulan untuk mendapatkan pendidikan di Ecole Duperre, sekolah mode paling bergengsi di Paris.
Editor: Mardiana Makmun (mardiana.makmun@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
JF3 2024: Perayaan 20 Tahun Memperkuat Industri Mode Indonesia
Di tahun ke-20 ini, JF3 mengusung tema #20YearsContribution, yang menandai tonggak sejarah dua dekade kontribusi JF3 untuk industri mode Indonesia [999] url asal
#pagelaran-busana #industri-fashion #industri-mode #industri-fashion-indonesia #jf3 #jf3-fashion-festival-2024
(Kompas.com) 27/07/24 13:10
v/12296967/
KOMPAS.com - Festival mode JF3 kembali diadakan untuk melanjutkan komitmen mendukung ekosistem industri mode tanah air. Di tahun ke-20 ini, JF3 mengusung tema #20YearsContribution, yang menandai tonggak sejarah dua dekade kontribusi JF3 untuk industri mode Indonesia, baik dari segi inovasi, relasi, dan bisnis.
Festival mode ini digelar pada 18 hingga 28 Juli di Summarecon Mall Kelapa Gading dan 26 Juli hingga 4 Agustus 2024 di Summarecon Mall Serpong.
Chairman JF3, Soegianto Nagaria, menyatakan, “Pada awalnya JF3 diinisiasi oleh PT Summarecon Agung untuk mendukung para pelaku usaha mode agar dapat menampilkan karyanya secara lebih profesional."
"Usia 20 tahun bukanlah waktu yang singkat, terutama untuk sebuah festival mode. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, seperti krisis ekonomi dan pandemi, JF3 tetap teguh melangkah. Bagi kami, pelaku industri mode harus terus bergerak maju agar visi kami untuk memajukan industri mode bisa terwujud sepenuhnya.”
Malam pembukaan JF3 Fashion Festival 2024 berlangsung pada Kamis, 25 Juli 2024, pukul 19:00 di La Piazza Fashion Tent, Summarecon Mall Kelapa Gading.Adapun JF3 saat ini semakin berkembang dibanding perhelatan sebelumnya. Menurut Thresia Mareta, Advisor JF3, dalam 3 tahun terakhir, JF3 telah membuat banyak perubahan, terutama dalam bagaimana presentasi dilakukan.
"Saya melihat kita sangat membutuhkan visi yang baru untuk membawa industri ini keluar dari momok masa lalu yang saya sadari sudah sangat tidak relevan dengan perkembangan masa."
"Untuk itu kami melakukan perubahan eksekusi secara detail, mulai dari pemilihan lokasi, konsep presentasi, hingga bagaimana ruang itu dibangun untuk mencapai relevansi yang dituju. Hasilnya, dalam 3 tahun terakhir ini, JF3 selalu berbeda dan menampilkan sesuatu yang baru,” papar Thresia.
Dikatakan Thresia, salah satu alasan JF3 diselenggarakan adalah karena Thresia melihat tidak banyak hal baru di industri fashion Indonesia.
"Kita melakukan hal yang sama bertahun-tahun. Koleksi yang ditampilkan itu-itu saja, cara menampilkannya pun sama saja, sepertinya tidak ada yang baru. Pengembangan pasarnya juga akhirnya berputar di situ aja. Akibatnya koleksi para desainer kurang beragam dan kurang banyak," paparnya, Kamis (25/7/2024).
Karenanya keberadaan JF3 diharapkan bisa mengubah semua itu, menjadikan koleksi para desainer muda lebih dikenal dan terlihat, dan dipresentasikan dengan cara yang berbeda dan lebih baik.
Malam pembukaan JF3 Fashion Festival 2024 berlangsung pada Kamis, 25 Juli 2024, pukul 19:00 di La Piazza Fashion Tent, Summarecon Mall Kelapa Gading.
Acara pembukaan yang dihadiri oleh ratusan tamu VIP dan tokoh penting dari berbagai sektor ini menjadi tonggak sejarah bagi perjalanan dua dekade JF3 dalam memajukan industri mode Indonesia.
"Malam ini, JF3 kembali menyatukan para pelaku industri mode, media, dan pecinta fashion dalam sebuah perayaan, sekaligus menjadi bukti nyata komitmen JF3 dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan desainer-desainer muda berbakat," ujar Thresia.
Berbagai inisiatif strategis diluncurkan pada malam pembukaan ini, menandai langkah maju JF3 dalam membawa industri mode Indonesia ke kancah global. Berikut adalah sorotan dari acara tersebut:
JF3 Awards
Melanjutkan tradisi setiap tahun, JF3 kembali memberikan penghargaan kepada para pihak dan insan yang berperan penting dalam industri mode tanah air. Ini adalah bentuk apresiasi atas dedikasi dan upaya mereka dalam memajukan industri mode Indonesia. Pada tahun ini, penghargaan yang diberikan terdiri dari dua kategori: Emerging Local Brand dan #20YearsCollaboration Awards.
JF3 mengumumkan pemenang JF3 Model Search 2024 pada Opening Night.Pengumuman pemenang JF3 Model Search 2024
JF3 Model Search telah membangun reputasi sebagai audisi model bergengsi selama 20 tahun terakhir, secara konsisten membuka akses dan peluang kepada model muda untuk membangun karir profesional mereka di dunia modelling.
Melibatkan profesional di industri mode, JF3 menerapkan standar tinggi dalam setiap tahap seleksi, untuk melahirkan bakat terbaik di industri modeling tanah air.
Sekitar 400 model muda berbakat mengikuti audisi ini di tiga kota: Bali, Yogyakarta, dan Jakarta, menunjukkan antusiasme terhadap JF3 Model Search sebagai pintu gerbang karir model muda menuju industri mode profesional.
Melalui proses seleksi ketat selama dua bulan dalam tiga tahap, JF3 mengumumkan pemenang JF3 Model Search 2024 pada Opening Night.
Desainer pembuka: Armine Ohanyan untuk koleksi “Cyberdistortion”
Armine Ohanyan, desainer muda asal Prancis, mendapatkan kehormatan sebagai desainer pembuka di JF3 2024. Partisipasi Armine merupakan hasil kerja sama antara JF3, Pintu Incubator, dan Kedutaan Besar Prancis di Indonesia melalui Institut Français d'Indonésie (IFI).
Di JF3 Fashion Festival 2024, Armine Ohanyan akan mempresentasikan koleksi terbarunya bertajuk Cyberdistortion.Armine Ohanyan adalah seorang desainer muda yang kreatif menggabungkan keterampilan kerajinan tradisional dengan teknologi modern untuk menciptakan karya-karya inovatif dan berkelanjutan.
Karya-karyanya menawarkan desain yang mendetail dan bermakna yang dipengaruhi oleh semangat perempuan dan keindahan alam.
Keahliannya dalam mengintegrasikan teknologi seperti pemotongan laser, thermoforming, dan pencetakan 3D telah diakui melalui berbagai penghargaan bergengsi, termasuk nominasi untuk Luxury And Creative Talents 2023 dan sebagai Finalis untuk Grand Prix For The Creation Of The City Of Paris 2022.
Armine menyerukan NO WASTE dengan menciptakan koleksi kapsul edisi terbatas yang berkolaborasi dengan seniman atau pengrajin, dan mengekspresikan cara baru dalam merancang mode sambil menonjolkan kerajinan tangan dan Made in Paris.
Di JF3 Fashion Festival 2024, Armine Ohanyan akan mempresentasikan koleksi terbarunya bertajuk "Cyberdistortion." Koleksi ini mengeksplorasi ketegangan antara dunia digital dan realitas, mencerminkan tantangan sosial dan ekologis yang kita hadapi saat ini.
Inspirasi utamanya adalah kontradiksi dalam kehidupan kita, yang diwakili melalui warna, tekstur, dan bentuk yang berlawanan.
Koleksi ini menawarkan pakaian unisex dengan sentuhan futuristik, mencerminkan bagaimana kita dapat membawa pengetahuan dan warisan masa lalu menuju masa depan.
Informasi lebih lanjut mengenai JF3 Model Search dan informasi lainnya seputar JF3 2023 dapat diakses melalui website resmi www.jf3.co.id atau melalui akun media sosial @jf3_info
Menakar Kekuatan JF3 sebagai Ekosistem Industri Fashion Indonesia
Sebuah pekan mode tak bisa dipandang sebelah mata. Pekan mode atau fashion week merupakan bagian yang memperkuat ekosistem industri fashion sebuah negara. - Halaman all [753] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #pekan-mode #fashion-week #jakarta-fashion-and-food-festival-2024 #jf3 #industri-fashion #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 23/07/24 14:54
v/11800581/
JAKARTA,investor.id – Sebuah pekan mode tak bisa dipandang sebelah mata. Pekan mode atau fashion week merupakan bagian yang memperkuat ekosistem industri fashion sebuah negara.
Hal ini sangat disadari oleh penyelenggara pekan mode Jakarta Fashion Food and Festival (JF3). Selama 20 tahun, sejak dimulai tahun 2024, JF3 konsisten dan berkomitmen menggelar pekan mode untuk memperkuat ekosistem dan memajukan industri mode/fashion Indonesia.
“JF3 bukan hanya sebuah acara, melainkan sebuah ekosistem yang telah matang dan lengkap untuk mendukung para pelaku industri mode. Ekosistem ini mencakup acara JF3 sebagai platform untuk menghubungkan pelaku dengan media dan masyarakat, serta mal dan department store sebagai sarana untuk transaksi bisnis dan pasar yang telah terbangun,” kata Chairman JF3, Soegianto Nagaria, saat jumpa pers JF3 2024 di Jakarta, Kamis (18/7/2024).
Soegianto mengatakan, “Perjalanan 20 tahun mengukuhkan JF3 sebagai festival mode tahunan terbesar di Indonesia. Konsistensi yang telah diperlihatkan selama ini menjadi bukti komitmen JF3 dalam mendukung pertumbuhan industri mode tanah air,” lanjut Soegianto.
Sebagai industri, bidang mode/fashion saat ini memang terus digenjot karena potensi dan kontribusinya cukup besar. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, kontribusi subsektor fashion di Indonesia mencapai 17,6% dari total nilai tambah ekonomi kreatif.
"Kontribusi fashion di Indonesia 17,6% dari total nilai tambah ekonomi kreatif kita, yaitu sebesar Rp225 triliun (pada 2022)," ungkap Sandiaga saat membuka Indonesia Fashion Week 2024 pada Maret lalu.
Tahun ini, Pemerintah menargetkan kontribusi subsektor fashion pada ekonomi nasional mencapai 18 hingga 25%. "Sekitar 1-2% ke angka 18-19%. Bersyukur kalau bisa menyentuh angka 25%," target Sandiaga.
Fashion, kata Sandiaga, juga mendominasi nilai ekspor yakni sebesar 61% pada 2021 dari total ekspor produk ekonomi kreatif. Sementara pada 2022, tercatat nilai devisa subsektor fashion mencapai US$16,47 miliar. Dari sisi penyerapan SDM, subsektor fashion menyerap tenaga kerja sebesar 17% atau sebesar 25 juta lapangan kerja.
“Saya berharap subsektor fashion mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja, serta masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan itu untuk berkecimpung dalam industri fesyen sehingga lapangan kerja lebih banyak terbuka,” harap Sandiaga.
Menyerap banyak tenaga kerja, memang menjadi salah satu tujuan majunya industri fashion tenaga kerja. Selama 20 tahun penyelenggaraan JF3 di Summarecon Mall Kelapa Gading, total sudah 265 kreator yang terdiri dari desainer dan brand fashion yang pernah berkolaborasi dengan JF3 selama 20 tahun penyelenggaraan. Itu belum para karyawan dan perajin yang terlibat di dalamnya. Dampak ekonominya memang multifyler effect.
Tak cuma pelaku industri fashion, pelaku industri kuliner juga ikut terdampak positif. Penyelenggara JF# mencatat, setelah pandemi, jumlah pengunjung JF3 di tahun 2023 mengalami kenaikan sekitar 34% dari tahun sebelumnya. Pengunjung di tahun 2023 mencapai angka 3,6 juta, meningkat dari 2,7 juta pengunjung di tahun 2022. “Para pengunjung ini butuh makan. Karena itu di JF3 digelar pula festival makanan yang menghadirkan beragam kuliner Nusantara langsung dari pelaku UMKM,” ujar Soegianto Nagaria.
Mengembangkan Pasar
Merinci ekosistem industri fashion, di dalamnya tentu ada pelaku industri ini, yaitu desainer, perajin, penjahit, penyedia bahan baku, (pusat perbelanjaan, mal), pekan mode, model, pemerintah, dan lain-lain, hingga muaranya adalah ke penjual dan pasar/pembeli.
Tahun ini, JF3 digelar di dua tempat, yaitu pada 18-28 Juli di Summarecon Mall Kelapa Gading dan 26 Juli hingga 4 Agustus 2024 di Summarecon Mall Serpong.
Namun, tak cukup hanya itu. Setelah pekan mode selesai, bagaimana kelanjutan produk fashion tersebut? Hal ini disadari betul oleh Thresia Mareta, Advisor JF3.
“Setelah mengumpulkan pengalaman selama 20 tahun, kami melihat ada beberapa mata rantai yang belum terkoneksi dalam rangkaian industri fashion Indonesia sehingga menyebabkan industri fashion Indonesia sulit untuk maju. Ke depannya JF3 akan lebih berperan untuk mengisi mata rantai yang terputus ini dengan eksekusi yang nyata,” harap Thresia.
Eksekusi nyata itu adalah PINTU Incubator, sebuah upaya kolaborasi antara JF3, LAKON Indonesia, dan Kedutaan Besar Perancis, melalui Institut Français d'Indonesie (IFI). “Salah satu program di JF3 yang kami namakan PINTU Incubator, saat ini telah terbukti berhasil membuka banyak kesempatan bagi para peserta untuk mengembangkan pasar mereka hingga ke tingkat global,” ujar Soegianto Nagaria.
Tahun ini PINTU Incubator berlanjut memasuki tahun ketiga. Lebih dari 300 brand lokal melakukan registrasi, dan telah terpilih sebanyak 7 brand hasil kurasi yang akan mengikuti proses inkubasi. Proses ini melibatkan mentor dari para profesional di Indonesia, dan akan melibatkan ahli fashion, juga pelaku bisnis mode dari Prancis.
Salah satu Peserta PINTU Incubator, Apakabar, tahun ini mendapatkan beasiswa 6 bulan untuk mendapatkan pendidikan di Ecole Duperre, sekolah mode paling bergengsi di Paris.
Editor: Mardiana Makmun (mardiana.makmun@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
JF3 Kembali Digelar, Bentuk Dedikasi 20 Tahun Dukung Perkembangan Fesyen
JF3 menjadi media untuk memelihara budaya nusantara melalui busana. [470] url asal
#jf3 #fashion-lokal #jf3-fashion-festival-2024
(Kompas.com) 18/07/24 20:12
v/11216406/
JAKARTA, KOMPAS.com - JF3 Fashion Festival kembali menyapa para pecinta fesyen dengan karya-karya anak bangsa yang tak kalah memukau.
Memasuki usia ke-20, JF3 telah berkontribusi dan melanjutkan komitmennya untuk turut mendukung perkembangan industri mode tanah air.
Chairman JF3 Soegianto Nagaria mengaku sangat bersyukur JF3 bisa terus memberikan dedikasi terbaiknya bagi para pelaku fesyen Tanah Air.
Ia mengaku semangatnya terus berkobar untuk memberikan dampak yang besar di ranah fesyen Indonesia.
“Kami semakin semangat untuk memberikan kontribusi yang berkesinambungan dan lebih besar kepada industri fashion Indonesia,” kata Soegianto kepada awak media di Summarecon Mall Kelapa Gading, Kamis (18/7/2024).
Selain itu, Soegianto mengaku perhelatan ini turut menggerakan ekosistem fesyen Indonesia. Bukan hanya desainer dan pengrajin, melainkan juga model, seniman, fotografer, videografer, koreografer, desainer setting, dan masih banyak.
“Kami semakin terinspirasi juga untuk pelestarian dan memperkuat hubungan kreator dasar dari bahan dasarnya sampai ke desainer,” ujarnya.
Sementara itu, Advisor JF3 Thresia Mareta menambahkan bahwa JF3 menjadi media untuk memelihara budaya nusantara melalui busana.
Thresia menjelaskan bahwa JF3 2024 ini bekerjasama dengan Kedutaan Perancis di Indonesia melalui Institut Français Indonésie (IFI) dan mengundang beberapa negara tetangga untuk melihat langsung karya busana Indonesia.
“Tentu ada keinginan untuk lebih maju ke depan industri fesyen ini. Makanya kami coba mengkoneksikan ini bersama negara tetangga yang lebih maju, sehingga kami juga bisa ikut maju bersama,” jelas Thresia.
Menjalin hubungan dengan negara lain, Thresia berharap dapat menjadi momentum yang tepat untuk saling belajar dan berkembang.
“Bukan hanya kami bawa mereka ke sini, kita aja yang belajar, tetapi mereka juga belajar dari kita karena kita juga berpotensi,” tuturnya.
Acara ini akan diselenggarakan di dua tempat yaitu di Summarecon Mall Kelapa Gading mulai tanggal 18 hingga 28 Juli 2024. Kemudian tanggal 26 Juli hingga 4 Agustus 2024 di Summarecon Mall Serpong.
Kedua tempat tersebut memiliki konsep yang berbeda. Di Summarecon Mall Kelapa Gading mengusung tema Budaya Indonesia yang dipadukan dengan sentuhan kelas dan seni melalui Niwasana by Fashion Village, menampilkan kerajinan tangan dan produk fashion lokal.
Sedangkan, di Summarecon Mall Serpong, JF3 berkolaborasi dengan DRP Paris untuk menghadirkan DRP Jakarta, festival streetwear dan budaya pop ternama dari Paris yang memperluas kehadirannya pertama kali di Asia.