#30 tag 24jam
72 Busana Karya Siswa dan Mahasiswa Vokasi Memukau di Runway JMFW 2025
JMFW merupakan ajang bergengsi yang mempertemukan desainer busana muslim dari seluruh dunia. [435] url asal
#jmfw #jmfw-2025 #fashin-show #pendidikan-vokasi #vokasi #smk #kemendikbudristek
(MedCom) 15/10/24 14:03
v/16502849/
Jakarta: Sebanyak 72 koleksi karya siswa dan mahasiswa satuan pendidikan vokasi melenggok di runway Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2025 yang digelar bersamaan dengan Trade Expo Indonesia 2025, di ICE BSD.Kesempatan bergengsi ini difasilitasi Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi. JMFW merupakan ajang bergengsi yang mempertemukan desainer busana muslim dari seluruh dunia.
Untuk pendidikan vokasi sendiri, sudah ikut berpartisipasi sejak tiga tahun terakhir di JMFW. Ajang ini diharapkan dapat mendorong lahirnya talenta desainer muda dari bidang pendidikan, utamanya insan-insan vokasi.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makariem, mengapresiasi Kementerian Perdagangan yang telah memberikan ruang kepada insan vokasi untuk unjuk gigi di ajang akbar tersebut.
“JMFW merupakan ajang bagi anak-anak SMK dan PTV untuk belajar dan berkembang menjadi talenta desainer andal di masa depan,” tutur Nadiem dalam sambutannya secara daring, dikutip Selasa, 15 Oktober 2024.
Bagi insan pendidikan vokasi, JMFW tidak hanya sekadar menjadi ruang kolaborasi antar satuan pendidikan dengan industri. Lebih dari itu, ajang ini juga menunjukkan kualitas karya yang ditampilkan di JMFW tidak sembaranganm sebab dikurasi secara ketat dengan melibatkan kurator-kurator profesional serta mitra industri dari masing-masing satuan pendidikan vokasi.
Nadiem juga menyampaikan, kesuksesan JMFW di tahun sebelumnya adalah bentuk konsistensi kualitas pendidikan vokasi di bidang fesyen. Di tahun lalu, mahakarya busana insan vokasi berhasil masuk ke katalog ekspor Kementerian Perdagangan serta diikutsertakan dalam sesi business matching dan buyer dari lima benua.

Sesjen Kemendikbudristek, Suharti dan sejumlah pejabat Kemendikbudristek saat di JMFW 2025. Foto: Medcom/Citra Larasati
Pendidikan vokasi menjadi pionir dalam menciptakan karya fesyen berkelanjutan dan relevan dengan tren global. Kolaborasi dengan industri dan dukungan para akedemisi pun terus memperkuat posisi indonesia sebagai pusat modest fesyen dunia.
Dalam kesempatan tersebut, Plt Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Tatang Muttaqin mengatakan, JMFW merupakan ajang bergengsi yang mempertemukan desainer busana Muslim dari seluruh dunia. Tatang menambahkan keikutsertaan pendidikan vokasi tersebut merupakan untuk mendorong lahirnya perancang-perancang muda di Tanah Air.
Direktur Penyelarasan dan Kemitraan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Mitras DUDI), Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Adi Nuryanto menambahkan, proses seleksi tahun ini pun semakin ketat.
“Terdapat 400 lebih yang mendaftar untuk unjuk gigi di panggung JMFW. Mulanya tersaring menjadi 50, lalu dari hasil para kurator, kami memilih 12 satuan pendidikan vokasi,” beber Adi.
Ke-12 satuan pendidikan vokasi tersebut adalah? ???SMKN 1 Salatiga, ??SMKN 3 Cimahi, SMKN 4 Banjarmasin, SMKN 3 Manokwari, SMKN 2 Temanggung, SMKN 1 Bintan Timur, SMKN 1 Pringapus, ??SMKN 1 Turen, ??SMKN 1 Pelaihari, ???SMKN 1 Tengaran, SMKN 6 Padang, dan ISI Yogyakarta.
| Baca juga: Keren! Produk Inovasi Vokasi Mejeng di TEI 2024 dan JMFW 2025 |
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(CEU)
UMKM Binaan Pertamina Raih Predikat Best Eco Friendly di JMFW 2024
PT Pertamina (Persero) menggandeng Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaannya di Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2024 [540] url asal
#pertamina #umkm #jmfw #umkm-binaan-pertamina #persero #pertamina-fadjar #haluan-bali-defria-kirana #ronald #batik-jinggar #shamara #keunikan #predikat #dara-baro #sdgs #haluan-bali #penghargaan-the-best-eco-friendly
(detikFinance - Ekonomi dan Bisnis) 13/10/24 11:27
v/16396798/
Jakarta - PT Pertamina (Persero) menggandeng Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaannya di Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2024 yang digelar bersama dengan dengan Trade Expo Indonesia ke-39.
Kiprah UMKM binaan ini makin bersinar dengan diraihnya penghargaan The Best Eco Friendly Product untuk UMKM Dara Baro.
Produk fesyen dari delapan UMKM binaan Pertamina ikut ambil bagian pada pagelaran adibusana ini, baik melalui pameran maupun fashion show, yakni Dara Baro, Haluan Bali, Batik Jinggar, Prabu byYangke, Shamara, Ronald Moreno, Nia Boutique, serta Klambikoe by Anti.
Dara Baro menjadi perhatian khusus karena menonjolkan karya yang berkomitmen pada prinsip keberlanjutan, dengan konsep fashion circular.
Binaan Pertamina tersebut bahkan didapuk sebagai Best Eco Friendly Product, dalam JMFW 2024. Dara Baro menerapkan metode upcycling melalui teknik jahit boro, yakni menjahit potongan kecil kain, sehingga mengubah limbah tekstil menjadi busana siap pakai berkarakter dan unik.
Secara resmi, JMFW dibuka oleh Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan. Pada sambutannya, Zulkifli Hasan menegaskan JMFW merupakan platform internasional yang tidak hanya memamerkan hasil karya para desainer Indonesia, tetapi juga menjadi kesempatan penting untuk memperkokoh posisi Indonesia sebagai pusat fesyen modis dunia.
Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini, turut hadir dalam Fashion Show mitra binaan Pertamina, memberikan dukungan serta apresiasinya terhadap produk yang menonjol dari para desainer lokal, khususnya UMKM binaan Pertamina.
"Komitmen Pertamina untuk mendukung pelaku UMKM, khususnya di sektor fesyen untuk mengkurasi produk UMKM, meningkatkan kualitasnya dan membuka akses baik itu akses pendanaan, pemasaran, dan juga pangsa pasar," ujar Emma, dalam keterangan tertulis, Minggu (13/9/2024).
Pertamina, tambah Emma, akan terus berkomitmen menjaga keberlanjutan UMKM serta memperluas komunitas UMKM di masa mendatang. Pertamina juga akan mengoptimalkan potensi para pelaku UMKM agar menjadi kekuatan dalam sektor ekonomi kreatif yang dapat berkontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia.
Dukungan dan pemberdayaan UMKM Pertamina dalam JMFW 2024 ini mendapat apresiasi positif dari salah satu mitra binaan, pemilik Haluan Bali Defria Kirana, yang telah bermitra dengan Pertamina selama tiga tahun.
"Dukungannya sangat terasa banget dari awal, bukan hanya soal memberikan kesempatan kami untuk exhibition, tetapi kami juga bisa scale-up karena selalu ada mentoring dan pelatihan pelatihan. Bahkan kita dilatih sampai mengetahui bagaimana caranya kita memenuhi standar untuk bisa sampai ekspor," ujar Defria.
Defria menambahkan sebelum menjadi mitra binaan Pertamina, usaha yang dijalankannya belum mengalami perkembangan signifikan, terutama dalam aspek pengalaman, pemasaran, serta akses informasi terkait ekspor.
Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menambahkan tujuh UMKM binaan Pertamina di sektor fesyen terpilih untuk ikut dalam pagelaran adibusana ini karena memiliki produk unik khas Indonesia. Keunikan itu di antaranya produk yang menggunakan kain nusantara, desain motif yang menggambarkan kekayaan alam dan budaya Indonesia.
Selain itu beberapa UMKM binaan sudah menerapkan prinsip produksi fashion berkelanjutan.
"Melalui partisipasi ini, diharapkan UMKM binaan Pertamina bisa memperluas pasarnya di Indonesia, hingga kesempatan untuk berjaya di pasar global," ujar Fadjar.
Pembinaan UMKM merupakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina, sejalan dengan komitmen untuk membantu UMKM Indonesia naik kelas dan memperluas pasar ekspor untuk mencapai pembangunan berkelanjutan.
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.
(akd/akd)
Keren! Produk Inovasi Vokasi Mejeng di TEI 2024 dan JMFW 2025
Kegiatan TEI 2024 dan JMFW 2025 diselenggarakan di ICE BSD, Tangerang, Banten. [502] url asal
#tei #trade-expo-indonesia #jmfw #pendidikan-vokasi #vokasi #pendidikan #jmfw-2025
(MedCom) 11/10/24 18:29
v/16318782/
Jakarta: Karya-karya insan vokasi turut menyemarakkan Trade Expo Indonesia (TEI) 2024 dan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2025. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi berpartisipasi dalam pergelaran pameran perdagangan terbesar dan ekosistem fesyen muslim di Indonesia ini.Kegiatan TEI 2024 dan JMFW 2025 diselenggarakan di ICE BSD, Tangerang, Banten mulai tanggal 9-12 Oktober 2024. Di hari yang sama pula, Menteri Perdagangan Indonesia, Zulfikar Hasan, membuka JMFW 2025. Sekretaris Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Vokasi, Saryadi, menjelaskan, ajang ini dapat menjadi upaya untuk menunjukkan talenta-talenta vokasi di mata dunia.
Hal itu dikarenakan TEI 2024 dan JMFW 2025 terdapat 9.000 buyer internasional dan kepesertaan pun naik sebesar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya, serta terdapat 1.300 industri yang bergabung. “Menjadi bagian dalam TEI 2024 dan JMFW 2025 adalah bukti bahwa karya insan vokasi pun memiliki keunggulan. Ini merupakan produk unggulan dari program Kemendikbudristek, seperti Matching Fund dan SMK Pusat Keunggulan,” ungkap Saryadi.
Tak hanya itu, keterlibatan satuan pendidikan vokasi dalam penyelenggaraan TEI 2024 merupakan langkah strategis, utamanya dalam mendukung target pemerintah untuk menjadikan Indonesia menjadi bagian dari 10 negara yang memiliki perekonomian terkuat di dunia di tahun 2030.
Pameran Produk Inovasi Vokasi
Stan Kemendikbudristek menampilkan karya unggulan dari berbagai institusi pendidikan vokasi di Indonesia yang siap bersaing di pasar nasional maupun internasional. Terdapat 10 satuan pendidikan vokasi yang menampilkan karya inovasinya, yaitu Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, Politeknik Negeri Batam, Politeknik Negeri Semarang, ATMI Surakarta, Sekolah Vokasi UGM, Politeknik ASTRA, SMK PIKA Semarang, SMK Samudera Nusantara Cirebon, dan SMKN 2 Salatiga.Direktur Penyelerasaan dan Kemitraan Dunia Usaha dan Industri (Mitras DUDI), Adi Nuryanto, menyampaikan bahwa kolaborasi bersama industri menjadi penting dalam peningkatan kompetensi siswa maupun mahasiswa vokasi. “Produk-produk inovasi di stan Kemendikbudristek dalam TEI 2024 merupakan hasil Link and Match dengan industri. Karya busana fesyen juga hasil kurasi dari industri sehingga mampu tampil di panggung JMFW 2025,” jelas Adi.
Salah satu produk inovasi yang menarik perhatian adalah sportbike listrik dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Bermitra dengan industri, yaitu PT Cipta Raya Teknovasi, inovasi sportbike ramah lingkungan ini memiliki performa tinggi dan kecepatan maksimal.
“Motor ini dirancang untuk pengguna motor sport dengan tenaga 10KW dan tegangan 96V. Karena menggunakan teknologi listrik sehingga hemat bahan bakar,” jelas Rahardhita Widyatra Sudibyo selaku dosen Program Studi Teknik Telekomunikasi
Tak hanya produk otomotif, di pameran TEI 2024 stan Kemendikbudristek pun terdapat produk manufaktur dan kriya. Tak kalah memesona adalah produk kriya kayu dari SMK PIKA Semarang. Setelah sukses membuat kursi untuk Paus Fransiskus pada akhir September lalu, SMK ini pun kembali memamerkan hasil tangan-tangan terampil siswa-siswanya.
“Kami menerima pesanan set meja-kursi tamu yang unik, didesain elegan, dan material yang ramah lingkungan,” tutur Kepala SMK PIKA Semarang, Marsono.
Sebagai informasi, bertempat di Hall 6 ICE BSD, stan Kemendikbudristek sukses menampilkan bahwa pendidikan vokasi Indonesia mampu menghadirkan inovasi-inovasi yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri global.
| Baca juga: Indonesia Butuh Penguatan Inovasi Vokasi Bidang Agro, Maritim, dan Pangan |
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(CEU)
Zulhas Sebut Ajang JMFW Momen RI Jadi Pusat Modest Fashion Dunia
Menurut Zulhas, sebagai salah satu lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional, industri modest fashion akan terus ditingkatkan dan mengambil peran yang lebih besar. [803] url asal
(detikFinance - Ekonomi dan Bisnis) 10/10/24 10:14
v/16243961/
Jakarta - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengaku bangga setelah modest fashion berhasil menjadi salah satu lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional. Selain peningkatan ekspor, kontribusi industri busana muslim juga menaikkan jumlah tenaga kerja. Keberhasilan ini sejalan dengan target pemerintah untuk menjadi pusat busana muslim dunia.
Demikian penegasan Zulhas dalam pembukaan pameran modest fashion Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai (BSD), Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (9/10). Pameran dan peragaan busana modest fashion bertaraf internasional ini digelar berbarengan dengan pameran dagang internasional Trade Expo Indonesia (TEI) ke-39 pada 9-12 Oktober 2024.
"JMFW sebagai ajang internasional tidak hanya menampilkan karya-karya desainer Indonesia, tapi juga menjadi momen strategis memperkuat peran Indonesia sebagai pusat modest fashion dunia," ujar Zulhas, dalam keterangan tertulis,(10/10/2024).
Menurut Zulhas, sebagai salah satu lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional, industri modest fashion akan terus ditingkatkan dan akan mengambil peran yang lebih besar.
"Dengan potensi besar ini, Indonesia siap mengambil peran lebih besar di pasar modest fashion dunia," ujarnya.
Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2023, Indonesia menempati peringkat ke-3 dari 81 negara dengan ekonomi Islam terbesar di dunia. Indonesia juga memiliki populasi muslim terbesar di dunia yang didukung kekayaan budaya serta pekerja muda yang jumlahnya besar. Kelebihan Indonesia ini merupakan potensi yang dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk dapat mendominasi industri halal global.
Zulhas memaparkan, sebagai bagian dari produk halal, modest fashion Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan. Potensi pasar modest fashion global diperkirakan mencapai U$S 375 miliar pada 2025. Hal ini membuat Indonesia memiliki peluang besar untuk memperluas jangkauan pasarnya ke luar negeri dan mengokohkan posisi sebagai pemain utama di bidang modest fashion.
"Catatan ini menunjukkan besarnya peluang Indonesia untuk memperluas penetrasi pasar. Khususnya, ke negara-negara dengan komunitas muslim yang besar seperti Malaysia, Pakistan, Persatuan Emirat Arab, dan negara-negara Eropa," imbuhnya.
Zulhas juga menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak untuk mengatasi tantangan global di bidang modest fashion. Tantangan global yang dimaksud, di antaranya adalah inovasi desain, kualitas produk, perluasan pasar, serta isu keberlanjutan. Dengan sinergi yang baik, Zulhas berharap akan tercipta inovasi desain yang menarik serta sesuai dengan tren pasar dan kebutuhan konsumen.
"Kami berkomitmen untuk terus memberikan dukungan bagi pelaku industri modest fashion melalui program-program peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pembukaan akses pasar, serta kemudahan dalam proses ekspor. Kolaborasi ini sangat penting dalam menghadapi berbagai tantangan dalam mewujudkan Indonesia sebagai kiblat fesyen muslim dunia," tegasnya.
Rangkaian acara JMFW 2025 mencakup sejumlah kegiatan, diantaranya pagelaran busana, penjajakan bisnis (business matching), kompetisi desain tekstil, dan pameran dagang yang melibatkan lebih dari 200 jenama dan menampilkan 1000 koleksi. Zulhas memperkirakan, JMFW 2025 akan dikunjungi lebih dari 20.000 orang, termasuk buyer baik dalam dan luar negeri.
Di sisi lain, JMFW 2025 mengangkat tema "Mark Ink", yang mewakili kesuksesan Indonesia dalam mengukuhkan diri sebagai salah satu negara berpengaruh dalam industri modest fashion dunia. Salah satu faktor yang membedakan produk modest fashion Indonesia di pasar global adalah inovasi dan kreativitas dalam memadukan kekayaan budaya lokal.
Sebagai informasi, ajang ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan promosi dan penguatan kapasitas modest fashion Indonesia di kancah internasional. Gelaran ini juga merupakan bentuk komitmen Kemendag untuk terus mendorong peningkatan ekspor dan perluasan akses pasar ekspor untuk produk-produk unggulan Indonesia.
Selain itu, JMFW 2025 terselenggara melalui sinergi dengan berbagai pihak. Pihak-pihak tersebut, yaitu kementerian, lembaga, dan asosiasi, terdapat kolaborasi Kemendag dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi; Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif; Bank Indonesia; Kamar Dagang dan Industri Indonesia; Asosiasi Pertekstilan Indonesia; Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia; Perhimpunan Perusahaan dan Asosiasi Kosmetika; Indonesian Fashion Chamber; Islamic Fashion Institute; dan Institut Kesenian Jakarta.
JMFW 2025 juga terselenggara atas kontribusi dari para sponsor, yaitu Wardah, Bank Syariah Indonesia, Toyota, Shop Tokopedia, UBS Gold, Avoskin, Viva Cosmetics, Century Textile Industry, Se'Indonesia, You C 1.000, Amidis Indonesia, dan Grab Indonesia. Selain itu, JMFW 2025 juga bekerja sama dengan komunitas Hijabersmom Community, Hijabers Community, Kreasi Mode Internasional, dan Rahasia Gadis.
(ncm/ega)
