JAKARTA, investor.id - PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) menjadi dua emiten pelat merah yang akan diutamakan Kementerian BUMN untuk diselesaikan. Setelahnya, BUMN baru bakal tancap gas mengeksekusi hilirisasi pangan dan ketahanan energi.
Wakil Menteri BUMN Wamen Kartika Wirjoatmodjo menyebut, Kimia Farma dan Waskita merupakan dua emiten BUMN yang restrukturisasi keuangannya belum tuntas alias masih di ujung, sehingga tugas transformasi BUMN ini masih akan terus didorong.
"Kami masih di ujung untuk menyelesaikan beberapa restrukturisasi seperti Kimia Farma dan Waskita," ucap pria yang biasa disapa Tiko itu saat ditemui di Kementerian BUMN seusai resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto, Senin (21/10/2024).
KAEF sampai saat ini masih dibekap masalah operasional dan restrukturisasi akibat dugaan integritas anak usahanya, PT Kimia Farma Apotek (KFA), terkait penyediaan laporan keuangan. Nasib tak kalah berbeda juga dialami BUMN Farmasi lainnya yaitu PT Indofarma Tbk (INAF) yang berkewajiban untuk menyelesaikan utang dan memulihkan fraud.
Sementara Waskita, hingga sekarang belum mendapatkan persetujuan restrukturisasi secara penuh dari pemegang obligasi (obligor). Diketahui, dari empat seri obligasi yang perlu direstrukturisasi, emiten bersandi saham WSKT tersebut baru memperoleh persetujuan restrukturisasi untuk tiga seri senilai Rp 3 triliun. Artinya, masih tersisa satu seri lagi senilai Rp 1,3 triliun yang dalam proses penyelesaian.
Adapun, restrukturisasi Waskita dengan 21 kreditur perbankan sudah mencapai master restructuring agreement (MRA) pada awal September 2024 dengan total outstanding mencapai Rp 26,3 triliun.
Karena itu, Tiko menegaskan, Kementerian BUMN akan melanjutkan tugas yang sudah dijalankan. Dengan harapan, ketika restrukturisasi-restrukturisasi (BUMN Farmasi dan BUMN Karya) tersebut tuntas, Kementerian BUMN dapat memulai transformasi tahap berikutnya terutama menyangkut program prioritas Presiden Prabowo yaitu swasembada pangan, ketahanan energi, dan transformasi digital untuk bantuan sosial.
"Kami akan bangun konsep yang mendukung program Pak Prabowo sehingga nanti tugas-tugas jangka panjang seperti swasembada pangan, ketahanan energi bisa kami capai dengan efektif," ujar Tiko.
Seperti diketahui, Presiden Prabowo dalam pidato perdananya seusai resmi dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia (RI) menyatakan, pemerintah akan fokus di antaranya pada swasembada pangan dan ketahanan energi.
“Kita harus swasembada energi dan kita mampu. Kita diberi karuni oleh Tuhan maha besar berupa tanaman-tamanaman yang membat kita bisa tidak tergantung dengan bangsa lain. Tanaman-tanaman seperti kelapa sawit bisa menghasilkan solar dan bensi,” ucap Prabowo.
Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News