#30 tag 24jam
Gambaran Tanda Akhir Zaman Dekatnya Kiamat Terangkum Jelas dalam 5 Hadits Nabi SAW Ini | Republika Online
Rasulullah SAW mengungkapkan tanda-tanda akhir zaman [355] url asal
#akhir-zaman #hadits-akhir-zaman #tanda-akhir-zaman #zaman-akhir #tanda-kiamat #tanda-kiamat-kecil #tanda-kiamat-besar #kapan-kiamat #waktu-kiamat #dahsyatnya-kiamat #kiamat-sudah-dekat
(Republika - Iqra) 07/07/24 19:38
v/10045936/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Rasulullah SAW menubuatkan tentang tanda-tanda akhir zaman dan pada saat itu, dekatnya kiamat, melalui sejumlah sabdanya.
Republika.co.id, mengumpulkan lima hadits Nabi Muhammad SAW yang mengungkap kondisi akhir zaman pertanda dekatnya kiamat yaitu sebagai berikut:
Pertama
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ
“Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah saw bersabda: “Akan datang tahun-tahun penuh dengan kedustaan yang menimpa manusia, pendusta dipercaya, orang yang jujur didustakan, amanat diberikan kepada pengkhianat, orang yang jujur dikhianati, dan Ruwaibidhah turut bicara.” Lalu beliau ditanya, “Apakah al-ruwaibidhah itu?” Beliau menjawab,“Orang-orang bodoh yang mengurusi urusan perkara umum” (HR Ibnu Majah)
Kedua
عن سَهْل بْن سَعْدٍ أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : ” سَيَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ خَسْفٌ ، وَقَذْفٌ ، وَمَسْخٌ ” ، قِيلَ : وَمَتَى ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : ” إِذَا ظَهَرَتِ الْمَعَازِفُ وَالْقَيْنَاتُ ، وَاسْتُحِلَّتِ الْخَمْرُ “
Dari Sahal bin Sa’ad RA, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:akhir zaman nanti akan ada (peristiwa) di mana orang-orang ditenggelamkan (ke dalam bumi), dilempari batu dan diubah wajahnya menjadi buruk”. Beliau ditanya, “Kapankah hal itu terjadi wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab, “Ketika alat-alat musik dan para penyanyi wanita telah merajalela, serta khamr di anggap halal.” (HR at-Thabrani dalam Mu'jam al-Kabir dan ar-Ruyani dalam Musnadnya)
Ketiga
وعن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: ليأتين على الناس زمان قلوبهم قلوب الأعاجم. قيل: وما قلوب الأعاجم؟ قال: "حب الدنيا. سنتهم سنة العرب، ما آتاهم الله من رزق جعلوه في الحيوان، يرون الجهاد ضرارًا، والصدقة مغرمًا
Dari Abdullah bin Umar RA, dia berkata, “Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh akan datang atas manusia masa ketika hati mereka adalah hati Ajam (orang awam).” Lalu ditannyakan, apa yang dimaksud dengan hati ajam? Rasulullah menjawab, “Cinta dunia, tradisi mereka tradisi Arab, apa yang Allah SWT berikan kepada mereka dari rezeki, mereka jadikan untuk hewan, mereka melihat jihad sebagai petaka, dan sedekah sebagai utang.”(HR at-Thabrani)
Keempat
عن عبدالله بن مسعود رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال
أنَّ بينَ يدِيِ الساعَةِ تسليمُ الخاصَّةِ، وفَشْوُ التجارَةِ، حينَ تُعِينُ المرأةُ، زوجَها على التجارةِ، وقطعُ الأرحامِ، وشهادةُ الزورِ، وكتمانُ شهادةِ الحقِّ، وظهورُ العلْمِ، وفي روايَةٍ قال رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم: إِنَّ مِنْ أشراطِ الساعَةِ أنْ يُسَلِّمَ الرجُلُ لَا يُسَلِّمُ إلَّا للمعرفَةِ
Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud RA, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya tidak akan datang hari kiamat kecuali pemberian salam kepada hanya untuk orang yang dikenal, merebaknya perdagangan sampai-sampai istri membantu perniagaan suaminya, terputusnya tali silaturahim, persaksian palsu, menyembunyikan saksi kebeneran, munculnya ilmu. Dalam riwayat lain, dengan redaksi: “Sesungguhnya tanda kiamat adalah seorang pria yang tidak salam hanya kepada orang yang dikenal.” (HR Ahmad, at-Thabrani)
Kelima,
وعن أبي أمامة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال
يَكونُ في هذه الأُمَّةِ في آخِرِ الزَّمانِ رِجالٌ -أو قال: يَخرُجُ رِجالٌ مِن هذه الأُمَّةِ في آخِرِ الزَّمانِ- معهم أسْياطٌ كأنَّها أذنابُ البَقرِ، يَغدونَ في سَخَطِ اللهِ، ويَروحونَ في غَضَبِه
Dari Abu Mamah RA, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Akan ada di umat ini akhir zaman, para pria, atau (redaksi lain) keluar para pria dari umat ini akhir zaman, bersama mereka cambuk seperti ekor sapi, mereka berangkat karena kebencian Allah dan pulang karena dengan murka-Nya.” (HR Ahmad, Thabrani, Hakim)
Renungkan 5 Hadits Nabi SAW Ini, Gambaran-Gambaran Akhir Zaman Satu per Satu Terbukti | Republika Online
Rasulullah SAW mengungkapkan tanda-tanda akhir zaman [355] url asal
#akhir-zaman #hadits-akhir-zaman #tanda-akhir-zaman #zaman-akhir #tanda-kiamat #tanda-kiamat-kecil #tanda-kiamat-besar #kapan-kiamat #waktu-kiamat #dahsyatnya-kiamat #kiamat-sudah-dekat
(Republika - Iqra) 07/07/24 19:38
v/9995503/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Rasulullah SAW menubuatkan tentang tanda-tanda akhir zaman dan pada saat itu, dekatnya kiamat, melalui sejumlah sabdanya.
Republika.co.id, mengumpulkan lima hadits Nabi Muhammad SAW yang mengungkap kondisi akhir zaman pertanda dekatnya kiamat yaitu sebagai berikut:
Pertama
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ
“Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah saw bersabda: “Akan datang tahun-tahun penuh dengan kedustaan yang menimpa manusia, pendusta dipercaya, orang yang jujur didustakan, amanat diberikan kepada pengkhianat, orang yang jujur dikhianati, dan Ruwaibidhah turut bicara.” Lalu beliau ditanya, “Apakah al-ruwaibidhah itu?” Beliau menjawab,“Orang-orang bodoh yang mengurusi urusan perkara umum” (HR Ibnu Majah)
Kedua
عن سَهْل بْن سَعْدٍ أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : ” سَيَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ خَسْفٌ ، وَقَذْفٌ ، وَمَسْخٌ ” ، قِيلَ : وَمَتَى ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : ” إِذَا ظَهَرَتِ الْمَعَازِفُ وَالْقَيْنَاتُ ، وَاسْتُحِلَّتِ الْخَمْرُ “
Dari Sahal bin Sa’ad RA, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:akhir zaman nanti akan ada (peristiwa) di mana orang-orang ditenggelamkan (ke dalam bumi), dilempari batu dan diubah wajahnya menjadi buruk”. Beliau ditanya, “Kapankah hal itu terjadi wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab, “Ketika alat-alat musik dan para penyanyi wanita telah merajalela, serta khamr di anggap halal.” (HR at-Thabrani dalam Mu'jam al-Kabir dan ar-Ruyani dalam Musnadnya)
Ketiga
وعن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: ليأتين على الناس زمان قلوبهم قلوب الأعاجم. قيل: وما قلوب الأعاجم؟ قال: "حب الدنيا. سنتهم سنة العرب، ما آتاهم الله من رزق جعلوه في الحيوان، يرون الجهاد ضرارًا، والصدقة مغرمًا
Dari Abdullah bin Umar RA, dia berkata, “Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh akan datang atas manusia masa ketika hati mereka adalah hati Ajam (orang awam).” Lalu ditannyakan, apa yang dimaksud dengan hati ajam? Rasulullah menjawab, “Cinta dunia, tradisi mereka tradisi Arab, apa yang Allah SWT berikan kepada mereka dari rezeki, mereka jadikan untuk hewan, mereka melihat jihad sebagai petaka, dan sedekah sebagai utang.”(HR at-Thabrani)
Keempat
عن عبدالله بن مسعود رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال
أنَّ بينَ يدِيِ الساعَةِ تسليمُ الخاصَّةِ، وفَشْوُ التجارَةِ، حينَ تُعِينُ المرأةُ، زوجَها على التجارةِ، وقطعُ الأرحامِ، وشهادةُ الزورِ، وكتمانُ شهادةِ الحقِّ، وظهورُ العلْمِ، وفي روايَةٍ قال رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم: إِنَّ مِنْ أشراطِ الساعَةِ أنْ يُسَلِّمَ الرجُلُ لَا يُسَلِّمُ إلَّا للمعرفَةِ
Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud RA, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya tidak akan datang hari kiamat kecuali pemberian salam kepada hanya untuk orang yang dikenal, merebaknya perdagangan sampai-sampai istri membantu perniagaan suaminya, terputusnya tali silaturahim, persaksian palsu, menyembunyikan saksi kebeneran, munculnya ilmu. Dalam riwayat lain, dengan redaksi: “Sesungguhnya tanda kiamat adalah seorang pria yang tidak salam hanya kepada orang yang dikenal.” (HR Ahmad, at-Thabrani)
Kelima,
وعن أبي أمامة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال
يَكونُ في هذه الأُمَّةِ في آخِرِ الزَّمانِ رِجالٌ -أو قال: يَخرُجُ رِجالٌ مِن هذه الأُمَّةِ في آخِرِ الزَّمانِ- معهم أسْياطٌ كأنَّها أذنابُ البَقرِ، يَغدونَ في سَخَطِ اللهِ، ويَروحونَ في غَضَبِه
Dari Abu Mamah RA, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Akan ada di umat ini akhir zaman, para pria, atau (redaksi lain) keluar para pria dari umat ini akhir zaman, bersama mereka cambuk seperti ekor sapi, mereka berangkat karena kebencian Allah dan pulang karena dengan murka-Nya.” (HR Ahmad, Thabrani, Hakim)
Nubuat Nabi SAW Perang Dahsyat Umat Islam VS Yahudi, Saat Pohon Gharqad Jujur Berbicara | Republika Online
Kiamat akan terjadi dan hanya Allah SWT yang mengetahui waktunya [529] url asal
#tanda-kiamat #dahsyatnya-kiamat #kapan-kiamat #waktu-kiamat #kiamat-sudah-dekat #tanda-kiamat-kecil #tanda-kiamat-besar #yahudi #umat-islam #pohon-gharqad
(Republika - Khazanah) 07/07/24 09:52
v/9949418/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Allah SWT memberikan tanda-tanda datangnya kiamat, melalui sabda Rasulullah SAW. Meski tak pernah mengungkapkan secara pasti kapan hari kebangkitan itu akan tiba.
Di antara tanda akan datangnya hari kiamat ialah terjadi peperangan antara kaum Muslimin dengan bangsa Yahudi pada akhir zaman. Kaum Yahudi menjadi pengikut dan tentara Dajjal, mereka akan mengalami kekalahan telak dari pasukan umat Muslimin yang dipimpin oleh Imam Mahdi bersama Nabi Isa alaihissalam. Bahkan pada pertempuran akhir zaman itu, pohon-pohon dan batu-batu ikut membantu pasukan Muslim membentuk tahu keberadaan orang-orang Yahudi.
Peperangan antara umat Muslim dan Yahudi sebenarnya telah terjadi sejak zaman nabi Muhammad SAW. Kala itu orang-orang Yahudi Madinah yang membenci nabi Muhammad SAW berhasil dikalahkan hingga meninggalkan jazirah Arab.
Dan kelak, umat Muslim akan kembali bertempur dengan orang-orang Yahudi dalam pertemuan yang dahsyat. Disebutkan dalam beberapa hadits sahih sabda Rasulullah SAW yang memberitahukan bahwa kaum Muslim akan memerangi mereka pada waktu Dajjal telah muncul dan nabi Isa telah turun.
Imam Ahmad meriwayatkan dari Samurah bin Jundab RA sebuah hadits yang panjang yang diucapkan nabi SAW salam khutbah beliau pada waktu terjadi gerhana matahari. Dalam khutbah tersebut nabi bersabda:
وإنه يحصر المؤمنين في بيت المقدس فيزلزلون زلزالا شديدا ، ثم يهلكه الله تبارك وتعالى وجنوده ، حتى إن جذم الحائط أو قال أصل الحائط. وقال حسن الأشيب وأصل الشجرة لينادي أو قال : يقول يا مؤمن ، أو قال: يا مسلم هذا يهودي ، أو قال: هذا كافر تعال فاقتله ، قال: ولن يكون ذلك كذلك حتى تروا أمورا يتفاقم شأنها في أنفسكم وتسألون بينكم هل كان نبيكم ذكر لكم منها ذكرا.
Artinya: “Sesungguhnya Dajjal akan mengepung kaum Mukminin di Baitul Maqdis lantas menggoncangkannya dengan keras, kemudian Allah SWT membinasakannya bersama tentaranya hingga pangkal dinding. Hasan Al Asyyab (Abu Ali Al Hasan bin Musa Al Asyyab Al Baghdadi) berkata, “Pangkal pohon berseru, “Wahai Mukmin (wahai Muslim) ini ada orang Yahudi!” Atau ia berkata, “Ini ada orang kafir! Kemarilah dan bunuhlah!”
Rasulullah SAW bersabda, “Hal itu tidak akan terjadi sehingga kalian melihat perkara-perkara yang menyesatkan hati kalian dan kalian saling bertanya satu sama lain, Apakah nabi kalian pernah mengingatkan kepada kalian tentang hal itu? (Musnad Imam Ahmad)
Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah RA dari Rasulullah SAW beliau bersabda:
لا تقوم الساعة حتى يقاتل المسلمون اليهود ، فيقتلهم المسلمون حتى يختبئ اليهودي من وراء الحجر والشجر فيقول الحجر أو الشجر: يا مسلم ، يا عبد الله ، هذا يهودي خلفي فتعال فاقتله ، إلا الغرقد فإنه من شجرة اليهود.
Artinya: "Tidak akan datang hari kiamat sehingga kaum Muslimin memerangi kaum Yahudi dan membunuh mereka sehingga bersembunyilah orang-orang Yahudi di belakang batu atau kayu lantas batu atau kayu itu berkata: ‘Wahai orang Mukmin! Wahai, hamba Allah! Ini ada orang Yahudi di belakangku. Kemarilah dan bunuhlah dia kecuali pohon al gharqad (yang tidak berbuat demikian) karena ia termasuk pohon Yahudi. (HR. Bukhari dan Muslim)."
Royani Marhan dalam bukunya Kiamat dan Akhirat : Panduan Ringkas Mengenal Kehidupan Abadi Setelah Mati yang diterbitkan Erlangga Mahameru pada 2012 menjelaskan bahwa setelah Nabi Isa membunuh Dajjal, kaum Yahudi bersembunyi ketakutan. Namun mereka tak bisa melarikan diri dari pengejaran kaum Muslimin.
“Pascaterbunuhnya Dajjal, para pengikutnya yang di antaranya umat Yahudi bersembunyi dari kejaran kaum Muslimin di balik bebatuan dan pepohonan. Allah SWT akan menunjukan kekuasaanNya dengan memberikan mukjizat pada pohon dan baru yang dapat memanggil. Suaranya dapat didengar oleh manusia,” (Kiamat dan Akhirat : Panduan Ringkas Mengenal Kehidupan Abadi Setelah Mati halaman 53).
Pohon-pohon itu memberitahukan keberadaan orang Yahudi kepada pasukan Muslim. Kecuali satu pohon yang dinamakan Ghardaqah yang tidak dapat mengeluarkan suara. Hal itu dikarenakan pohon tersebut adalah pohon orang Yahudi.
Pohon Ghardaqah adalah jenis pohon berduri yang tumbuh dan sudah dikenal di Baitul Maqdis Palestina, tempat terbunuhnya Dajjal dan orang-orang Yahudi. Saat ini, orang-orang Yahudi menanam banyak pohon semacam itu, padahal hak tersebut tidak akan melindungi mereka sedikit pun.
3 Fenomena Sosial Tanda Kiamat Kecil yang Kini Bermunculan dari Hadits Rasulullah SAW | Republika Online
Kiamat adalah keniscayaan yang akan tiba [524] url asal
#tanda-tanda-kiamat #tanda-kiamat #dahsyatnya-kiamat #kapan-kiamat #waktu-kiamat #kiamat-sudah-dekat #tanda-kiamat-kecil #tanda-kiamat-besar
(Republika - Iqra) 07/07/24 06:00
v/9929781/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Tanda-tanda yang mengawali terjadinya kiamat tidak saja bersifat alamiah. Tetapi ada juga yang tampak secara sosial di kalangan masyarakat manusia.
Jika tanda-tanda alam semesta berupa fenomena kerusakan bumi dan langit, yang bersifat sosial berbentuk peristiwa yang muncul di tengah masyarakat. Terkait ini, Sayyid Sabiq menyampaikan bahwa tanda-tanda datangnya kiamat terbagi dua, yaitu tanda-tanda yang kecil (al-‘alamah as-sugra) dan tanda-tanda yang besar (al-‘alamah al-kubra).
Di antara tanda-tanda yang kecil (al-‘alamah as-sugra) adalah diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul terakhir. Nabi Muhammad SAW mendapat amanat meluruskan akidah manusia yang menyimpang untuk kembali ke ajaran tauhid.
Risalah Nabi Muhammad SAW berlaku untuk semua umat sampai akhir zaman. Dengan demikian, setelah Nabi Muhammad SAW tidak ada Rasul lagi. Kenabian berakhir dengan wafatnya Nabi Muhammad SAW. Sesudahnya, yang akan tiba adalah hari akhir yakni kiamat. Rasulullah SAW berpesan:
بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةَ كَهَاتَيْنِ
"Aku diutus (oleh Allah) dan jaraknya dengan kiamat itu bagai dua jari ini. (Beliau bersabda demikian sambil menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya)." (Riwayat Imam al-Bukhari dan Muslim dari Anas)
Pesan ini menjelaskan bahwa kurun waktu antara Nabi Muhammad SAW dengan tibanya hari akhir itu sedemikian dekat. Nabi Muhammad SAW adalah Nabi terakhir. Karenanya, antara dua peristiwa ini tidak ada lagi kejadian yang dianggap penting dalam kehidupan manusia.
Jarak antara keduanya sudah dekat, sedekat jarak antara jari telunjuk dan jari tengah. Namun demikian, tidak dijelaskan secara pasti kapan kiamat tiba, dan selang berapa lama setelah kenabiannya.
Dilansir dari buku Tafsir Ilmi: Kiamat Dalam Perspektif Alquran dan Sains yang disusun Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), 2011.
Dijelaskan bahwa ada riwayat yang mengisahkan pada suatu hari Malaikat Jibril bertanya kepada Rasulullah SAW tentang kapan kiamat akan terjadi.
مَتَى السَّاعَةُ قَالَ مَا الْمَسْئُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنْ السَّائِلِ وَسَأُخْبِرُكَ عَنْ أَشْرَاطِهَا إِذَا وَلَدَتْ الْأَمَةُ رَبَّهَا وَإِذَا تَطَاوَلَ رُعَاةُ الْإِبِلِ الْبُهْمُ فِي الْبُنْيَانِ فِي خَمْسٍ لَا يَعْلَمُهُنَّ إِلَّا اللَّهُ ثُمَّ تَلَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ { إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ }
Nabi Muhammad SAW menjawab, “Orang yang ditanya (tentang waktu terjadinya kiamat) tidak lebih tahu daripada penanya.”
Malaikat Jibril berkata, “(Kalau begitu), beritahulah aku tentang tanda-tandanya.”
Nabi SAW menjawab, "Yang ditanya tentang itu tidak lebih tahu dari yang bertanya. Tapi aku akan terangkan tanda-tandanya, (yaitu) jika seorang budak telah melahirkan tuannya, jika para penggembala kambing yang berkulit hitam berlomba-lomba membangun gedung-gedung selama lima masa, yang tidak diketahui lamanya kecuali oleh Allah."
Kemudian Nabi SAW membaca, "Sesungguhnya hanya pada Allah pengetahuan tentang hari kiamat." (QS Luqman Ayat 34). (HR Imam Bukhari)
Hadits serupa diriwayatkan..
Secara simbolis, menunjukkan perubahan dalam nilai-nilai masyarakat, di mana kemewahan dan materi menjadi tujuan utama hidup, dan orang berlomba-lomba dalam hal duniawi.
Ini kiamat spiritualitas yang kalau dibiarkan juga berdampak pada kiamat yang lebih besar lagi.
Pelajarannya, ini mengingatkan pentingnya kesederhanaan dan tidak berlebihan dalam mengejar kekayaan duniawi. Fokus pada nilai-nilai spiritual dan akhlak.
Kiai Ubaidi Hasbillah menjelaskan, hadits Jibril ini juga mengingatkan bahwa ilmu tentang waktu pasti terjadinya kiamat adalah hak prerogatif Allah SWT. Oleh karena itu, Muslim harus senantiasa berusaha menjadi hamba yang taat dan berakhlak mulia, serta mempersiapkan diri untuk kehidupan setelah mati.
"Bukan mencari-cari tahu waktu terjadinya (kiamat), tetapi meningkatkan kewaspadaan dengan mempersiapkan diri menghadapinya serta mencegah kiamat-kiamat kecil yang menjadi pendahuluan bagi kiamat besar itu," ujar Kiai Ubaidi Hasbillah.
Kondisi Manusia Digiring di Padang Mahsyar Saat Kiamat dan 5 Cara Umat Islam Dikenali | Republika Online
Kiamat keniscayaan yang akan terjadi atas kehendak Allah SWT [717] url asal
#tanda-kiamat #padang-mahsyar #cara-muslim-dikenal-padang-mahsyar #padang-mashyar-kiamat #kiamat-hari-jumat #kengerian-pada-hari-kiamat #dahsyatnya-kiamat #kapan-kiamat #waktu-kiamat #tanda-tanda-kiama
(Republika - Iqra) 05/07/24 19:06
v/9770460/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Terdapat banyak riwayat dari Rasulullah SAW yang menggambarkan ihwal bagaimana umat manusia kelak akan digiring pada hari kiamat kelaak di Padang Mahsyar.
Di antaranya adalah riwayat dari Imam Bukhari yang menjelaskan bahwa Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut:
إِنَّكُمْ مُلاَقُو اللهِ حُفَاةً عُرَاةً مُشَاةً غُرْلاً
“Sesungguhnya kalian akan menjumpai Allah dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian, berjalan kaki, dan belum dikhitan.” (HR Bukhari no 6043)
Ada juga yang berkendaraan. Namun tidak sedikit yang diseret di atas wajah-wajah mereka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّكُمْ تُحْشَرُوْنَ رِجَالاً وَرُكْبَانًا وَتُجَرُّوْنَ عَلَى وُجُوْهِكُمْ
“Sesungguhnya kalian akan dikumpulkan (ke Padang Mahsyar) dalam keadaan berjalan, dan (ada juga yang) berkendaraan, serta (ada juga yang) diseret di atas wajah-wajah kalian.” (Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi).
Lantas dalam kondisi miliaran umat manusia yang berada di Padang Mahsyar tersebut, bagaimana kita, umat Islam akan dikenali oleh Allah SWT dan para malaikatnya?
Dikutip dari buku Para Musuh Allah karya Rizem Aizid, terdapat empat cara agar Allah SWT tidak mengabaikan kita pada hari kiamat.
Pertama, tobat. Cara pertama dan paling utama agar setiap Muslim terhindar dari murka Allah SWT dan tidak lagi dicap sebagai musuh-Nya pada hari kiamat adalah dengan bertobat memohon ampunan-Nya.
Menurut kaum sufi, tobat memiliki tiga pengertian. Pertama, meninggalkan segala kemaksiatan dan melakukan kebajikan secara terus-menerus. Kedua, keluar dari kejahatan dan memasuki kebaikan karena takut kepada murka Allah SWT. Dan ketiga, terus-menerus bertobat meskipun sudah merasa tidak berbuat dosa lagi.
Tobat sesungguhnya tidak sebatas mengucapkan kalimat istighfar, karena sebanyak apa pun seseorang mengucapkan kalimat istighfar, kalau setelah itu mengulangi perbuatan dosanya, maka dia belum dikatakan bertobat.
Selain mengucapkan kalimat istighfar, jalan lain yang dapat mengantarkan seseorang ke jalan tobat adalah melakukan shalat sunnah tobat. Shalat sunnah tobat tersebut harus dilakukan dengan kesadaran diri untuk tidak lagi mengulangi perbuatan dosa yang sama ataupun perbuatan dosa yang baru.
Bertobat harus dilakukan sesegera mungkin setelah menyadari perbuatan dosanya, ini merupakan salah satu syarat tobat. Tobat juga harus dilakukan sebelum ajal menjemput karena ketika ajal sudah tiba, maka tobat tersebut akan sia-sia. Allah SWT berfirman tentang pentingnya menyegerakan tobat dalam Alquran:
وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّىٰ إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الْآنَ وَلَا الَّذِينَ يَمُوتُونَ وَهُمْ كُفَّارٌ ۚ أُولَٰئِكَ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا
"Dan tidaklah tobat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan, ‘Sesungguhnya saya bertobat sekarang. Dan tidak (pula diterima tobat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih." (QS an-Nisa ayat 18).
Kedua, dzikir..
Kelima, sujud. Ternyata seorang Muslim yang banyak bersujud memiliki keutamaan yang besar di hari kiamat kelak. Ini diketahui berdasarkan riwayat hadits yang menjelaskan tentang hal tersebut. Adapun haditsnya sebagai berikut:
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ بُسْرٍ الْمَازِنِيِّ - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ -صلى الله عليه وسلم-: " مَا مِنْ أُمَّتِي مِنْ أَحَدٍ إِلَّا وَأَنَا أَعْرِفُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ "، فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ: وَكَيْفَ تَعْرِفُهُمْ يَا رَسُولَ اللهِ فِي كَثْرَةِ الْخَلَائِقِ؟، قَالَ: " أَرَأَيْتَ لَوْ دَخَلْتَ صُبْرَةً فِيهَا خَيْلٌ دُهْمٌ بُهْمٌ، وَفِيهَا فَرَسٌ أَغَرُّ مُحَجَّلٌ، أَمَا كُنْتَ تَعْرِفُهُ مِنْهَا؟ "، قَالَ: بَلَى، قَالَ: " فَإِنَّ أُمَّتِي يَوْمَئِذٍ غُرٌّ مِنْ السُّجُودِ، مُحَجَّلُونَ مِنْ الْوُضُوءِ "
Diriwayatkan dari Abdillah bin Busr RA, Rasullah SAW bersabda, "Tidak ada seorang pun dari umatku, kecuali aku mengenalnya nanti pada hari Kiamat". Para sahabat bertanya, "Bagaimana engkau mengenal mereka wahai Rasulullah, mereka berada di antara banyak makhluk?"
Beliau menjawab, "Bagaimana pendapatmu jika engkau masuk dalam shirath" di dalamnya terdapat kumpulan kuda berwarna hitam, dan dalam kumpulan itu terdapat seekor kuda yang memiliki ghurrah (warna putih cerah di dahinya) dan muhajjal (berkaki putih), bukankah kamu dapat mengenalinya?" Sahabat itu menjawab, "Ya". Lalu beliau bersabda, "Sungguh, umatku pada hari itu mempunyai wajah yang putih karena sujud, serta anggota wudhu yang putih karena wudhu'". (HR Ahmad)
Makna sujud yang terkandung di dalam hadits tersebut merujuk pada ibadah sholat. Orang yang memperbanyak sujud, yakni sholat, akan menemani Rasulullah SAW di surga.
Seorang sahabat Nabi SAW bernama Rabi'ah bin Ka'b Al-Aslami suatu ketika bermalam di rumah Rasulullah SAW, lalu menghampiri beliau SAW dengan membawa air wudhu. Kemudian Nabi SAW berkata, "Mintalah sesuatu."
Lalu Rabi'ah menjawab, "Aku ingin menemanimu di Surga." Rasulullah bertanya lagi, "Ada permintaan selain itu?" Rabiah mengatakan lagi, "Itu yang aku minta." Nabi Muhammad SAW kemudian bersabda, "Bantulah aku mewujudkan keinginanmu dengan memperbanyak sujud (sholat)." (HR Muslim)
Sujud merupakan momen yang paling dekat dengan Allah SWT, dan di saat itulah waktu terkabulnya doa seorang hamba. Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, "Waktu yang paling dekat antara seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika sujud, maka perbanyaklah doa."
Hendaknya seorang Muslim memperhatikan betul-betul sujud. Sebab Nabi SAW pernah memerintahkan untuk menyempurnakan sujud. Anas bin Malik RA mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Sempurnakanlah ruku dan sujud, demi jiwaku yang berada di tangan-Nya, sesungguhnya aku benar-benar melihat kalian dari belakang punggungku, jika kalian ruku dan sujud." (HR Bukhari dan Muslim)